cover
Contact Name
Rr. Vita Nur Latif, SKM, M.Kes
Contact Email
kesmas.fik.unikal@gmail.com
Phone
+6281326638024
Journal Mail Official
kesmas.fik.unikal@gmail.com
Editorial Address
Gedung F Lt.5 Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pekalongan Jl. Sriwijaya No.3 Telp. (0285) 421096, Fax.411429 Pekalongan Email : kesmas.fik.unikal@gmail.com
Location
Kota pekalongan,
Jawa tengah
INDONESIA
Pena Medika : Jurnal Kesehatan
Published by Universitas Pekalongan
ISSN : 2086843X     EISSN : 23016434     DOI : 10.31941
Core Subject : Health,
Focus And Scope Pena Medika is a national journal that contains the results of research on public health science and practice. Aimed at all practitioners and researchers in the field of public health to improve the degree of Public Health. PENA MEDIKA were first published in June 2010 and published twice a year in June and December. Scope of the journal: Health promotion Epidemiology Occupational Health and Safety Administration and Health Policy Nutrition Biostatistics Reproductive Health Maternal and Child Health Environmental Health Other articles related to public health will be considered. Pena Medika also publishes special articles in the field of public health from experts
Articles 222 Documents
Analisis Biaya Pengobatan Pasien Diabetes Mellitus Rawat Jalan Di RSUD Kraton Pekalongan Ningrum, Wulan Agustin; Muthoharoh, Ainun; Qoyimah, Mar’atul
Pena Medika Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2019): PENA MEDIKA JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pmjk.v9i1.760

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang membutuhkan terapi pengobatan yang lama dan membutuhkan biaya yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui antidiabetik oral yang paling cost effective pengobatan diabetes mellitus tipe 2 pada pasien rawat jalan di RSUD Kraton Pekalongan. Jenis penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan metode deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara studi retrospektif. Pengolahan data pada penelitian dilakukan dengan menggunakan uji kolmogorov-smirnov, chi square dan t-test. Hasil penelitian pola pengobatan yang paling cost-effectiveness adalah pola pengobatan sulfonilurea dan biguanid dengan rata-rata biaya total Rp. 237.499,44 dilihat dari efektivitas berdasarkan kadar glukosa darah yang mencapai target yaitu sebesar 55,56% dengan nilai ACER (Average Cost-Efeectiveness Ratio) yang paling rendah dibandingkan dengan pola pengobatan yang lain yaitu Rp. 427.499,00.Kata kunci : Diabetes mellitus, antidiabetik Oral, ACER, Cost Efektif
Gambaran Kualitas Produk Usaha DAMIU Di Wilayah Terdampak Rob Kota Pekalongan Tahun 2021 Mastuti, Dewi Nugraheni Restu; Maulana, Jaya
Pena Medika Jurnal Kesehatan Vol 12, No 1 (2022): PENA MEDIKA JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pmjk.v12i1.2139

Abstract

Ketersediaan sumber air bersih dan air minum yang kualitas tidak terjamin dapat mengganggu kesehatan jika tetap dikonsumsi. Pemilihan air minum isi ulang untuk memenuhi kebutuhan minum rumah tangga di wilayah terdampak banjir rob. Belum diketahui bagaimana kualitas air di tempat usaha DAMIU di Pekalongan terpengaruh oleh banjir rob.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kualitas air di DAMIU di Pekalongan yang terdampak banjir rob tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan deskriptif laboratorik dengan pendekatan kuantitatif, peneliti mengambil sampel air pada usaha DAMIU dari 20 populasi diambil sampel sebanyak 10 tempat usaha DAMIU untuk di analisis kualitasnya sesuai standar Permenkes 492/Menkes/Per/IV/2010. Faktor yang diteliti dibagi menjadi 2 parameter yaitu parameter fisik (Suhu, pH, Bau, Rasa, Warna, Kekeruhan , dan TDS) dan parameter biologi meliputi uji coliform dan bakteri E. Coli. Dari hasil uji laboratorik parameter fisik didapatkan suhu sampel air berkisar antara 24-270C, ada 1 depot air minum isi ulang dari 10 tempat usaha air minum isi ulang dengan PH dibawah nilai ambang batas, jika parameter bau, rasa, warna, kekeruhan dan TDS masih berada pada level yang aman dan diperbolehkan. Hasil uji laboratorik parameter biologi ada 3 DAMIU dari 10 tempat usaha DAMIU yang tidak memenuhi syarat atau tidak layak minum, karena sampel air yang ditemukan mengandung Coliform dan E.Coli. Saran dalam penelitian ini sebaiknya dilakukan pengujian air baku dari usaha DAMIU sehingga dapat mengetahui kinerja alat pengolahan air minum. Kata Kunci: kualitas usaha DAMIU : air minum isi ulang
Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lavender Terhadap Hiperemesis Gravidarum Trimester I: Literatur Review Haniyah, Siti
Pena Medika Jurnal Kesehatan Vol 11, No 1 (2021): PENA MEDIKA JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pmjk.v11i1.1270

Abstract

Ibu dengan hiperemesis gravidarium membutuhkan cara untuk mengurangi atau menghilangkan rasa mual, muntah dan pusing agar tidak berkelanjutan menjadi hiperemesis gravidarum yang dapat berdampak negatif bagi ibu hamil dan janin. Salah satu alternatif untuk mengatasi emesis gravidarum yang aman dan tanpa efek samping yaitu dengan menggunakan aromaterapi lavender. Minyak Lavender mengandung minyak atsiri, jika dihirup dapat memberikan efek relaksasi, ketenangan, meningkatkan kualitas tidur, mengurangi rasa pusing, mengurangi mual dan muntah pada ibu hamil trimester 1. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap emesis gravidarum trimester I. Jenis penelitian menggunakan metode studi literatur review. Sumber data yang digunakan sebanyak 10 jurnal yang diperoleh dari google scholar. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap emesis gravidarum trimester I.
Hipertensi Sebagai Faktor Risiko Penyakit Ginjal Kronik Diabetes Melitus Stadium 5 (Studi Kasus Di Rsi Sultan Agung Dan Rsud Kota Semarang) Maulana, Jaya; Winarko, Ari
Pena Medika Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2019): PENA MEDIKA JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pmjk.v9i1.750

Abstract

Penyakit ginjal kronik diabetes (PGK-DM) merupakan penyebab utama End Stage Renal Disease (ERSD) dan merupakan penyebab kematian nomor empat setelah kaediovaskular, TBC, dan pneumona di Indonesia.Tujuan dari penelitian ini  adalah Mengetahui hubungan antara status hipertensi dengan kejadian PGK-DM di kota semarang. Rancangan penelitian adalah studi epidemiologi analitik dengan pendekatan case control pada penderita PGK-DM pada DM tipe -2 di RSI Sultan Agung dan RSUD kota Semarang. Variabel yang diteliti adalah karakteristik umum (usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan) dan status hipertensi, riwayat penyakit keluarga. Dari 56 responden yang terdiri dari 28 kasus dan 28 kontrol , terdapat rata rata usia pada kelompok kasus adalah 50,3 tahun, sedangkan pada kelompok kontrol adalah 54,1 tahun.  Jenis kelamin laki-laki pada kelompok kasus sebesar 46,4% dan perempuan 53,6 %, sedangkan jenis kelamin laki-laki pada kelompok control 39,3% dan perempuan 60,7 %. Status hipertensi merupakan faktor risiko PGK-DM stadium 5 dengan OR 17,47, 95% CI = 2,06-147,77, P= 0,003.Kata kunci : Hipertensi, Faktor risiko ,PGK-DM   ABSTRACT Diabetic chronic kidney disease (CRF-DM) is a major cause of End Stage Renal Disease (ERSD) and is the fourth leading cause of death after kaediovaskular, tuberculosis, and pneumona in Indonesia.Knowing the relationship between hypertension status-DM with CHD events in Semarang. analytic epidemiologic study case control in patients with CKD-DM on DM type -2 in RSI Sultan Agung Hospital Semarang. The variables studied were common characteristics (age, gender, education level) and hypertension status, family history of disease.Of the 56 respondents consisting of 28 cases and 28 controls, there were an average age in the case group was 50.3 years, while the control group was 54.1 years. Gender male in the group of cases by 46.4% and 53.6% female, while the male gender in the control group 39.3% and 60.7% female. Status hypertension is a risk factor-DM CKD stage 5 with OR 17.47, 95% CI = 2.06 to 147.77, P = 0.003. Status hypertension is a risk factor for CHD-DM stage 5 with OR 17.47, 95% CI = 2.06 to 147.77, P = 0.003.Keywords: hypertension, risk factors, CHD-DM
TAWARAN LANGSUNG YANG DILAKUKAN BIDAN BERPENGARUH TERHADAP PEMBERIAN SUSU FORMULA KEPADA BAYI BARU LAHIR ., Sukamto; Bruh, Rasidah Huraini; Adi, M. Sakundarno
Pena Medika Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2015): PENA MEDIKA JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pmjk.v5i1.352

Abstract

In 2010, the supply of exclusive breast milk in Medan is very low. It is only 3,04% of infants who get exclusive breast milk. Low supply of this exclusive breast milk is caused by the private practice midwives’ behavior in giving formula milk for newborns. This study is aimed to analyze the influence of personal selling performed by private practice midwives who give formula milk feeding for newborns. Methods : This type of research is explanatory research which is aimed to analyze the effect of the personal selling performed by private practice midwives who give formula milk feeding for newborns. The writer used survey method with cross sectional approach. Results : Three variables that were significantly associated to formula breastfeeding to neonatal infants  are personal selling (p<0,05), knowledge and attitude. Conclusion : The results show that the personal selling has dominant influence toward formula milk feeding for newborns. The writer suggests the private practice midwives to provide correct and clear information about exclusive breast milk.  Keywords : Formula Milk , Personal Selling , Private Practice Midwife
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pernikahan Dini Pada Wanita Di Desa Serbananti Kecamatan Sipispis Kabupaten Serdang Bedagai Sari, Dian Maya; Saragih, Gina Novita
Pena Medika Jurnal Kesehatan Vol 8, No 1 (2018): PENA MEDIKA JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pmjk.v8i1.746

Abstract

A teenager who is 20 years old and married can be called an early marriage. It is known that 10 women in Serbananti Village have been married at an early age, 7 of them married because of socio-cultural factors, economic factors, and educational factors.            This study aims to know the factors associated with early marriage in women at Serbananti Village, Sipispis District, Serdang Bedagai in 2017. The type of research is analytical research with cross sectional design, the population is all women who have been married from 2012-2017 as many as 93 person. The entire population is sampled. Data were analyzed univariat and bivariate (with chi-square test).            The results showed that there was a correlation between education, income, and trust (p-value of each variable = 0.000, 0.016 and 0.004) and there was not a correlation between profession and ethnic group (p-value of each variable = 0.124 and 0.143) with early marriage in Serbananti Village, Sipispis District, Serdang Bedagai in 2017.            It is expected that the early marriage that occurs in the community is not increasing. Local Government to work with local health authorities to review and provide counseling and direct action on the community to prevent early marriage, and to provide knowledge about the dangers of early marriage to parents and young women.Keywords : Related Factors, Early Marriage, WomenSeorang remaja yang berusia antara 10-19 tahun dan telah melakukan ikatan lahir batin sebagai pasangan suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga dikatakan sebagai pernikahan dini. Diketahui bahwa 10 orang wanita di Desa Serbananti telah menikah pada usia dini, 7 diantaranya menikah karena faktor sosial budaya, faktor ekonomi, dan faktor pendidikan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pernikahan dini pada wanita di Desa Serbananti Kecamatan Sipispis Kabupaten Serdang Bedagai Tahun 2017. Jenis penelitian analitik dengan desain cross sectional, dengan populasi seluruh wanita yang sudah melakukan pernikahan dari tahun 2012-2017 yaitu sebanyak 93 orang. Seluruh populasi dijadikan sampel. Data dianalisis secara univariat dan bivariat (dengan uji chi-square).Hasil penelitian menunjukan ada hubungan pendidikan, pendapatan, dan kepercayaan (nilai p-value masing-masing = 0,000; 0,016; dan 0,004) dan tidak ada hubungan pekerjaan dan suku (nilai p-value masing-masing = 0,124 dan 0,143) dengan pernikahan dini pada remaja di Desa Serbananti Kecamatan Sipispis Kabupaten Serdang Bedagai Tahun 2017.Diharapkan agar pernikahan dini yang terjadi di masyarakat tidak semakin meningkat. Pemerintah Daerah setempat agar bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat untuk meninjau dan memberikan penyuluhan dan tindakan langsung pada masyarakat agar tidak lagi terjadi pernikahan dini, serta memberikan pengetahuan tentang bahaya menikah dini kepada para orang tua dan remaja putri.Kata Kunci : Faktor-Faktor yang Berhubungan, Pernikahan Dini, Wanita
Menakar Peran Strategis Kesehatan Reproduksi Remaja dan Pendewasaan Usia Perkawinan dalam Mencapai Bonus Demografi ., Yuniarti
Pena Medika Jurnal Kesehatan Vol 4, No 1 (2013): PENA MEDIKA JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pmjk.v4i1.288

Abstract

Background : Indonesia entering a new phase of population development by achieving demography bonus by the year 2015. Demography bonus refers to ratio between productive population (age 16-65 years old) and unproductive population is under 50 percent. A term of achieving demographic bonus is when Total Fertility Rate (TFR) at 2,1. But now Indonesia’s TFR at 2,6. There are two problems contributing to higher TFR, those unwanted pregnancies and early marriage.Methods : Thera are two main strategies overcome unwanted pregnancies and early marriage. First strategy: advance adolescent reproductive health. The campaigns of adolescent reproductive health implemented in real actions increasing awareness and motivating adolescent be able fulfilling of reproductive rights safely and healthy appropriate age development. The campaigns of adolescent reproductive health involving them to be role models. Second strategy : maturating marriage age upto 20 years old whenever its safely reproductive. Results : These study concluded the campaign of adolescent reproductive health implemented in youth friendly atmosphere according with the characterstics of adolescent. Information about adolescent health reproductive focuses on negative impacts of unwanted pregnancies, drugs and hiv aids. Maturating of marriage age able to decline maternal mortality lower and decreasing TFR onto ideal number. The higher TFR refers to higher early marriage age, lower education and economics level. Adolescent health reproductive and maturating marriage age have strategic roles to lower TFR by number of 2,1.  This study suggests :  delaying pregnancy until reaching age 20 years old for early marriage that had been accoured.  Adolescent health reproductive implemented in inclusion and integrated with education institution (school and university/higher education) such as adolescent red cross, scout, information and counseling center for students. Other suggestion is building adolescent’s self esteem positively by involving them for driving forces promotion of adolescent health reproductive. Key words : Strategic Roles, Adolescent Reproductive Health, Marriage Age Maturation, Demography Bonus
Studi Peninjauan Kualitas Minyak Goreng Hasil Pemanasan Berdasarkan Pada Bilangan Penyabunan Rusmalina, Siska
Pena Medika Jurnal Kesehatan Vol 9, No 2 (2019): PENA MEDIKA JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pmjk.v9i2.957

Abstract

 Minyak goreng termasuk dalam 9 bahan pokok makanan yang dibutuhkan oleh masyarakat sehingga tingkat kebutuhan minyak goreng sangat tinggi. Minyak goreng dapat mengalami kerusakan akibat reaksi oksidasi dari suatu pemanasan. Salah satu pemicu terjadinya reaksi oksidasi adalah pemanasan. Minyak yang dipanaskan akan turun kualitasnya atau bahkan menjadi rusak.  Masyarakat banyak menggunakan minyak goreng dengan lama pemanasan yang tidak lama dan digunakan secara berulang. Hal ini akan  mempengaruhi kualitas dari minyak goreng tersebut. Minyak goreng dengan kualitas jelek, apabila dikonsumsi dapat menimbulkan penyakit hipertensi, jantung, dan stroke. Penentuan kualitas minyak dapat dilakukan dengan mengukur bilangan penyabunan yang terdapat pada sampel minyak goreng.  Tujuan penelitian ini yaitu  mengetahui hubungan lama pemanasan  terhadap kualitas minyak goreng yang ditinjau dari bilangan penyabunan.Sampel yang digunakan adalah minyak goreng curah yang banyak dikonsumsi oleh konsumen dan dari produsen yang berbeda di Kota Pekalongan. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Pengujian ini mengacu pada syarat mutu minyak goreng berdasarkan SNI 7431 : 2015. Angka penyabunan pada minyak goreng sesuai SNI 7431 : 2015 adalah 180 – 265 mg kOH/g. Penetapan angka bilangan penyabunan digunakan metode titrasi asidi alkalimetri.Hasil pengujian bilangan penyabunan pada kelima sampel yaitu 183.2 - 240.22 mg NaOH/gram.  Hasil tersebut tidak  melebihi batas standar yang ditetapkan oleh SNI 7431 : 2015 yaitu 180 - 265 mg.  Namun jika dilihat dari parameter lama pemanasan seluruh sampel mengalami kenaikan bilangan penyabunan pada tiap kenaikan lama pemanasan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin lama minyak goreng dipanaskan, maka akan semakin besar pula tingkat kerusakan dan penurunan kualitas dari minyak goreng tersebut. Keywords: Kualitas, Minyak Goreng, Lama Pemanasan, Bilangan Penyabunan
Acute Effect Of Ultrasound Therapy And Active Stretching In Cases Of Calcaneus Spur Nahdliyyah, Ade Irma; Wulandari, Tiara
Pena Medika Jurnal Kesehatan Vol 14, No 1 (2024): PENA MEDIKA: JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pmjk.v14i1.4523

Abstract

Calcaneus spur is a cartilage disease that occurs in the heel area so it can affect the sufferer's activities. The symptoms felt are pain, limited range of joint movement, and decreased muscle strength. The physiotherapy examination carried out in this case included pain examination with the Visual Analogue Scale, range of motion with a goniometer, muscle strength with Manual Muscle Testing and functional activity with the Foot Ankle Disability Index. The modalities used are ultrasound (US) therapy and exercise therapy. The aim of this study was to determine the effect of physiotherapy management on the condition of left calcaneal spurs using Ultrasound (US) and Exercise Therapy modalities. The research was conducted at the Kajen General Hospital, Pekalongan Regency with a descriptive analytical research design. The research subjects were patients with left calcaneus spur conditions with Ultrasound (US) and Exercise Therapy modalities. Data collection and analysis methods use the autoanamnesis method, as well as pain examination instruments, examination of joint range of motion, and functional activities. The results of the study were 4 treatments: (1) pain decreased (2) there was an increase in range of motion (3) there was no increase in muscle strength. (4) there is an increase in daily functional activities. The research concludes that physiotherapy intervention using Ultrasound (US) and Exercise Therapy can reduce the problems caused by the condition of the left calcaneus spur, namely reducing pain, increasing joint range of motion, and increasing functional activity.
Asuhan Keperawatan Pada An. R Dengan Difteri Laring Dengan Keluhan Utama Ketidakefektifan Pola Napas yani, Tika Nur
Pena Medika Jurnal Kesehatan Vol 8, No 2 (2018): PENA MEDIKA JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pmjk.v8i2.718

Abstract

Latar Belakang : Difteri merupakan penyakit menular yang serius yang menyerang saluran pernapasan atas yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheria. Tujuan : Untuk mengetahui gambaran asuhan keperawatan pada pasien dengan difteri yang meliputi pengkajian, intervensi, implementasi dan evaluasi keperawatan. Metode : Metode penelitian ini adalah dengan menggunakan metode pendekatan studi kasus yaitu memberikan asuhan keperawatan pada pasien difteri. Hasil : Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 x 24 jam masalah ketidakefektifan pola napas belum teratasi sedangkan untuk masalah kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh sudah teratasi teratasi. Kesimpulan : Masalah keperawatan yang belum teratasi adalah ketidakefektifan pola napas. Sehingga membutuhkan perawatan lebih lanjut.