cover
Contact Name
Rr. Vita Nur Latif, SKM, M.Kes
Contact Email
kesmas.fik.unikal@gmail.com
Phone
+6281326638024
Journal Mail Official
kesmas.fik.unikal@gmail.com
Editorial Address
Gedung F Lt.5 Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pekalongan Jl. Sriwijaya No.3 Telp. (0285) 421096, Fax.411429 Pekalongan Email : kesmas.fik.unikal@gmail.com
Location
Kota pekalongan,
Jawa tengah
INDONESIA
Pena Medika : Jurnal Kesehatan
Published by Universitas Pekalongan
ISSN : 2086843X     EISSN : 23016434     DOI : 10.31941
Core Subject : Health,
Focus And Scope Pena Medika is a national journal that contains the results of research on public health science and practice. Aimed at all practitioners and researchers in the field of public health to improve the degree of Public Health. PENA MEDIKA were first published in June 2010 and published twice a year in June and December. Scope of the journal: Health promotion Epidemiology Occupational Health and Safety Administration and Health Policy Nutrition Biostatistics Reproductive Health Maternal and Child Health Environmental Health Other articles related to public health will be considered. Pena Medika also publishes special articles in the field of public health from experts
Articles 222 Documents
Peran Dongeng dalam Menjaga Perilaku Sehat Ibu dan Anak di Masa Pandemi Edi, Basuki Sarwo; Wardarita, Ratu
Pena Medika Jurnal Kesehatan Vol 11, No 1 (2021): PENA MEDIKA JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pmjk.v11i1.1575

Abstract

Dongeng merupakan salah satu jenis sastra anak. Dongeng memiliki berbagai fungsi, antara lain sebagai hiburan untuk anak, sebagai sarana untuk mewariskan nilai-nilai yang diyakini kebenarannya oleh masyarakat, sebagai salah satu cara menanamkan budi pekerti pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dongeng dalam menjaga perilaku sehat ibu dan anak di masa pandemi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskripsi. Sumber data penelitian berupa dongeng yang bisa digunakan dalam perilaku sehat. Dongeng dapat mengeratkan hubungan Ibu dan anak dalam membangun perilaku sehat. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasannya, dongeng dapat menjaga perilaku sehat Ibu dan anak: (1) mengembangkan imajinasi anak; (2) mampu merangsang anak-anak dalam meningkatkan keterampilan berbahasa mereka; (3) Membangkitkan minat baca anak dengan mendongeng; (4) Membangun kecerdasan emosional anak dengan memberikan contoh melalui tokoh dalam cerita yang kita dongengkan; (5) Membentuk Rasa Empati Anak; (6) Menambah wawasan dan nilai moral bertambah; (7) melatih daya ingat; (8) Mempererat hubungan Anda dan anak; (9) Membantu mengembangkan keterampilan mendengarkan anak; dan (10) Membantu anak memiliki pola tidur yang sehat. Kata Kunci: Peran, Dongeng, Perilaku Sehat, Pandemi
Identifikasi Masalah Kesehatan Ibu Dan Anak Di Desa Api-Api Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan Fitriyani, Nur Lu'lu
Pena Medika Jurnal Kesehatan Vol 7, No 1 (2017): PENA MEDIKA JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pmjk.v7i01.535

Abstract

Peningkatan derajat KIA masih menjadi tujuan utama dalam rencana strategi Kementerian Kesehatan yang ingin dicapai pada tahun 2019 karena masih rendahnya derajat KIA di Indonesia yang ditandai dengan AKI yang masih tinggi, yakni 359 kasus/ 100.000 kelahiran hidup dan AKB yakni 32 kasus per 1000 kelahiran hidup. Data dari profil kesehatan Kabupaten Pekalongan menyebutkan AKI di Kabupaten Pekalongan sebanyak 244 kasus per 100.000 kelahiran hidup dan AKB di Kabupaten Pekalongan  sebesar 7,2 kasus per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2014. Desa Api-api Kecamatan Wonokerto merupakan desa terdampak rob di Kabupaten Pekalongan. Kondisi ligkungan dan sosial yang ada menyebabkan Desa Api-api memiliki masalah kesehatan khususnya bidang KIA dengan ditemukannya kasus kematian bayi dan rendahnya keikutsertaan KB. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui masalah kesehatan ibu dan anak yang ada di Desa Api-api Kecamatan Wonokerto. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan penyajian data secara deskriptif.Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam kepada 150 responden yang terdiri dari PUS dan WUS dengan kisaran usia 18-35 tahun, sedangkan data sekunder diperoleh dari data Puskesmas setempat. Hasil identifikasi menunjukkan adanya masalah KIA yang ditunjukkan dengan angka cakupan imunisasi yang rendah hanya 50% dan keikusertaan KB yang masih rendah serta tidak adanya aseptor KB yang menggunakan alat kontrasepsi jangka panjang. Saran yang bisa diberikan sebagai upaya untuk meningkatkan KIA adalah melalui program KB dengan memberikan informasi tentang manfaat KB, penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang dan menghidupkan kembali peran Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR) dan Bina Keluarga Lansia (BKL). Kata kunci: identifikasi, KIA, KB
POLISI LALU LINTAS DI KOTA SEMARANG BERISIKO OBESITAS Herliani, Emy; Saleh, Muhammad; Adi, Sakundarno; Anies, Anies; Widjanarko, Bagoes; Hadisaputro, Suharyo; Purwanti, Sumy Hastry
Pena Medika Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2015): PENA MEDIKA JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pmjk.v5i1.350

Abstract

Obesity is a condition due to the imbalance of calories in the body. Obesity which appears in adolescence tend to continue into adulthood, and until the elder years. The purpose of this study is to determine the influence of obesity risk factors in traffic police.Methods : The design used case-control. The number of respondents were 90,  which  consist  of  45  cases  and  45 controls, which were selected using simple random sampling. Bivariate data analysis used chi-square and multivariate used logistic regression.Results : Two variables that were significantly associated are excessive calorie intake rate (OR = 10.95 and 95% CI = 3.22 to 37.16) and lack of physical activity (OR = 3.78 and 95% CI = 1.04 to 13 ,66). If respondents possess both of the factors, chances for obesity will equal to ( 88 % ).Conclusion : Risk factors are excessive calorie intake rate and lack of physical activity. It is expected to increase the role of leaders and institutions involved in the promotion of healthy living and obesity prevention through socialization. Keywords : Obesity, risk factors, excessive calorie intake rate, lack of physical activity
Hubungan Antara Faktor Sosiodemografi, Sosioekonomi Dan Sosiobudaya Dengan Pencarian Pengobatan Malaria Di Puskesmas Kaligesing Kabupaten Purworejo Purnama, I Made Satya
Pena Medika Jurnal Kesehatan Vol 10, No 2 (2020): PENA MEDIKA JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pmjk.v10i2.1261

Abstract

Malaria cases are widely found in Indonesia with 30.000 of death every year. Purworejo is one of endemic area of malaria in Indonesia. There is increasing of malaria cses every year in Purworejo. Furthermore, people in Purworejo assume that malaria is so common disease. The research was observational-analitic research with cross sectional design. Number of sample were 70 people.Sample of research consisted of two group, which are malaria patient who got medical treatment and malaria patient who got traditional treatment. Analysis of relationship between independence and dependence variable was tested by Chi-Square test. Meanwhile analysis of most influential variable applied logistic regression. There were four variables related with malaria seeking care, gender, belief, knowledge and perception of seriousness. Variable that simultaneously affected malaria seeking care were knowledge and perception of seriousness. Meanwhile the most influential variable was perception of seriousness. Keyword : Health Seeking Behavior, Malaria
Path Analisis : Tiga Keterlambatan Penyebab Kematian Maternal Di Kabupaten Brebes Masturoh, Masturoh; Berkah Pamuji, Siti Erniyati; Siswati, Siswati
Pena Medika Jurnal Kesehatan Vol 8, No 1 (2018): PENA MEDIKA JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pmjk.v8i1.744

Abstract

Angka kematian ibu (AKI) merupakan salah satu indikator status kesehatan. Angka kematian ibu merupakan jumlah kematian ibu pada tahun tertentu dan daerah tertentu per 100.000 kelahiran hidup. Indonesia adalah  negara berkembang dengan AKI yang masih tinggi. Berdasarkan data SDKI penurunan AKI di Indonesia terjadi sejak tahun 1991 sampai dengan 2007, yaitu dari 390/100.000 KH menjadi 228/100.000 KH. Namun demikian, SDKI tahun 2012 menunjukkan peningkatan AKI yang signifikan yaitu menjadi 359 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup. AKI kembali menujukkan penurunan menjadi 305 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) tahun 2015.Subjek dan metods jenis penelitian adalah observasional dengan case control study dengan perbandingan 1:2, 54 kasus dan 108 kontrol. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah, dilakukan dari bulan Februari samapi Maret 2017. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan chi square yang dilanjutkan dengan analisis jalur (path analysis).Hasil Hasil dari penelitian ini faktor keterlambatan yang mempengaruhi kematian maternal adalah pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan, persalinan dan nifas (OR = 17,2; CI 95%= 7,6 – 39,1; p = < 0.001), pengambilan keputusan (OR = 124.2; CI95% = 33.83 – 456.14; p = <0.001), transportasi (b = 18.19; CI95% = -1.65 – 1.65; p = 1.000), dan penanganan di tempat rujukan (b = 35.69; CI95% = -1.65 – 1.65; p = 1.000).Kata Kunci : kematian maternal, path analisis
Benson Therapy Against Pain Scale in Patient with NSTEMI Setia Aji, Tatang Kurniawan; Widodo, Taat Agung; Siwi, Adiratna Sekar
Pena Medika Jurnal Kesehatan Vol 13, No 2 (2023): PENA MEDIKA: JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pmjk.v13i2.3129

Abstract

Unstable Angina Pectoris is an attack of pain or stinging in the chest, one of which is NSTEMI disorder. The number of deaths due to heart attacks is obtained at a very high rate of around 17.7 million per year and 31% of deaths in the world. NSTEMI is a disorder in which there is no unique abnormality in the heart seen from a medical examination. Performing benson therapy on the pain scale in patients with nstemi in the ICU room of Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara Hospital. The case study used is descriptive through case studies. NSTEMI patients recorded in medical records at the Hj Anna Lasmanah Banjarnegara Hospital in 2021 were 12 patients, in 2021 there were 27 patients and in 2022 there was an increase to 31 patients. Mr. S experienced left chest pain after nursing care with benson therapy for 3 X 24 hours the pain decreased to mild and disappeared. It is necessary to implement comprehensive nursing care through benson therapy so that it can help patients in overcoming the chest pain they experience
Polimorfisme Gen Ferroportin (FPN1) Q248H dan Karakteristik Sosial Ekonomi Ibu Hamil dengan Anemia di Surakarta Istiqomah, Nor; Dewi, Vitria Sari; Farmawati, Arta; Sadewa, Ahmad Hamim; Soesilo, Yuliana Heri; Damayanti, Kusumadewi Eka; Indarto, Dono
Pena Medika Jurnal Kesehatan Vol 4, No 1 (2013): PENA MEDIKA JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pmjk.v4i1.284

Abstract

Background: Iron deficiency anemia in pregnancy remains an important health problem in Indonesia. Ferroportin (FPN1) is one of important gene in iron metabolism encodes ferroportin for iron absorption, release, and recycle inside the body. The polymorphism of FPN1 Q248H alters negative charge of the amino acid sequence positively, hence influenced its ubiquitination and degradation. Beside of that, the high prevalence of anemia not only caused by genetics, nutrition, physiology of each pregant women, but also demographic factor and sosio-economic burden of family. This research will study the polymorphism of ferroportin Q248H and demographic character in pregnant women in Surakarta.Methods: The study using descriptive analytic case-control approach. The data used were from questionaire and blood sampling whose counted for screening anemia in private laboratorium. Pregnant women who had intention and had 10-25 week in pregnant were selected to be research subject.  FPN1 Q248H polymorphism were determined using PCR-RFLP method. Analysis Chi-square dan Independent t-test used to conclude the relationship between each variable to anemic state of pregnant women in Surakarta. A p<0.05 was considered as significant. The study using decriptive analytic design method. Results: Prevalence of anemia in Surakarta is 25.7% with 80.7% have mild anemia. There was no varian in FPN1 Q248H. Majority of pregnant women in group of anaemia have demographic character like 20-25 old, multigravid, last education in High School, housewife, their income range from Rp 500.000,00 to Rp 1.000.000,00, and consume Fe tablet. The bivariat analysis show no statistical significancy of parity, maternal age, education, income, and comsumption of iron tablet to state of anaemia (p>0.05).Conclusions: The FPN1 Q248H polymorphism was not a risk factor for iron deficiency anemia in pregnant women, likewise socio-economic factors had no significant role to incidence of anemia in Surakarta. Keywords: Anemia in pregnancy, Ferroportin (FPN1) Q248H polymorphism, Socio-Economic
Hubungan Kondisi Lingkungan Fisik Rumah Dan Kebiasaan Orang Tua Dengan Kejadian ISPA Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Traji Kabupaten Temanggung Adnin Janati, Julia Nur; Siwiendarayanti, Arum
Pena Medika Jurnal Kesehatan Vol 7, No 1 (2017): PENA MEDIKA JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pmjk.v7i01.533

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit yang banyak dijumpai pada balita dan anak-anak mulai dari ISPA ringan sampai berat. Faktor penting yang menjadi penyebab terjadinya ISPA yaitu kondisi fisik rumah (luas ventilasi, kelembaban udara, kepadatan penghuni, pencahayaan alami, suhu). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kondisi lingkungan fisik rumah dan kebiasaan orang tua dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Traji Kabupaten Temanggung. Jenis dan rancangan pada penelitian ini adalah case control. Sampel dalam penelitian ini adalah 27 kasus dan 27 kontrol. Analisis dilakukan dengan menggunakan  statistik uji chi square. Hasil penelitian diketahui ada hubungan antara pencahayaaan alami kamar (p=0,002;OR=7,480), luas ventilasi kamar (p=0,001;OR=9,775), kelembaban udara kamar (p=0,026;OR=4,357), keberadaan perokok dalam rumah (p=0,029;OR=4,038) dan kebiasaan membuka jendela (p=0,029;OR=5,500) dengan kejadian ISPA pada balita. Tidak ada hubungan antara suhu udara kamar (p=0,271;OR=2,154), kepadatan hunian kamar (p=0,173;OR=2,473) dan penggunaan bahan bakar memasak (p=0,569;OR=1,633) dengan kejadian ISPA pada balita.Kata Kunci : Balita; ISPA; dan Kondisi Lingkungan Fisik Rumah
Hubungan Antara Pengetahuan Dan Sikap Ibu Tentang Gizi Balita Terhadap Status Gizi Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Selogiri Kabupaten Wonogiri Akmal, Dzul; Yanistian, Sheptika Sherly
Pena Medika Jurnal Kesehatan Vol 10, No 1 (2020): PENA MEDIKA JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pmjk.v10i1.1005

Abstract

Status gizi balita merupakan hal penting yang harus diketahui oleh setiap orang tua. Perlunya perhatian lebih terhadap tumbuh kembang anak di usia balita didasarkan fakta bahwa kurang gizi pada masa emas ini bersifat irreversible (tidak dapat pulih), sedangkan kekurangan gizi dapat mempengaruhi perkembangan otak anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu tentang gizi balita terhadap status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Selogiri Kabupaten Wonogiri.Jenis penelitian ini adalah bersifat analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu ibu yang mempunyai balita usia 0-60 bulan sebanyak 2922 orang dan sampel yang didapat sebanyak 332 ibu balita di wilayah kerja Puskesmas Selogiri Kabupaten Wonogiri. Hasil analisis yang telah diuji menggunakan uji Chi-Square menunjukan tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu (p=0,547), tetapi terdapat hubungan antara sikap ibu tentang gizi balita terhadap status gizi balita (p=0,002). Dalam hal ini orang tua untuk bisa lebih memperhatikan pola asupan balita agar kebutuhan gizi balita tercukupi dan balita bisa tumbuh kembang dengan sehat.
HUBUNGAN CUCI TANGAN, TEMPAT SAMPAH, KEPEMILIKAN SPAL, SANITASI MAKANAN DENGAN DEMAM 34 TIFOID Maghfiroh, Aziz Etikawati; Siwiendrayanti, Arum
Pena Medika Jurnal Kesehatan Vol 6, No 1 (2016): PENA MEDIKA JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pmjk.v6i1.376

Abstract

Latar Belakang. Demam  Tifoid  adalah  penyakit  yang  disebabkan  oleh  infeksi bakteri  Salmonella typhi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Praktik Cuci Tangan, Kondisi Tempat Pembuangan Sampah, Kepemilikan Saluran Pembuangan Air Limbah, dan Sanitasi Makanan dengan Kejadian Demam Tifoid di Kelurahan Mlatibaru Kecamatan Semarang Timur. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan kasus kontrol. Instrumen penelitian ini adalah Kuesioner dan lembar observasi. Data dianalisis dengan rumus uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara praktik cuci tangan sebelum makan (p=0,003), praktik cuci tangan setelah buang air besar (p=0,032), kondisi tempat pembuangan sampah (p=0,032), dan pengolahan makanan (p=0,001), dan tidak ada hubungan antara kepemilikan sarana pembuangan air limbah (p=0,752), pemilihan bahan makanan (p=0,639), penyimpanan bahan makanan (p=0,737), penyimpanan makanan masak (p=0,313), dan sanitasi dapur (p=0,584) dengan kejadian Demam Tifoid. Saran yang dapat diambil dari penelitian ini ialah masyarakat diharapkan meningkatkan praktik cuci tangan, kebersihan lingkungan dan sanitasi pengolahan makanan untuk mencegah Demam Tifoid.Kata Kunci: Cuci Tangan; Tempat Sampah; Sanitasi.