cover
Contact Name
Harry Budiman
Contact Email
harry@bsn.go.id
Phone
+6285718217895
Journal Mail Official
harry@bsn.go.id
Editorial Address
Kawasan Sains dan Teknologi BJ Habibie BRIN Serpong Tangerang 15314 Building 420
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Instrumentasi
ISSN : 01259202     EISSN : 24601462     DOI : 10.31153
The scientific areas covered by Instrumentasi are those backboned by scientific measurements and thus range from instrument engineering, metrology, testing, and control. All papers submitted are refereed by bona fide reviewers from leading research institutions as well as universities prior to publication to keep their quality meet the standard of the journal. The review is carried out mainly on the basis of originality, novelty, and contribution to scientific measurement. Authors need to complete the ethical clearance form for publication.
Articles 150 Documents
Analisis Penyebaran Limbah Cair Pabrik Minyak Sawit di Kolong Kelapa Kampit Dengan Metode OOAD dan FIS Santoso, Hari Hadi; Luvita, Veny
Instrumentasi Vol 39, No 1 (2015)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/instrumentasi.v39i1.63

Abstract

Kolong Kelapa Kampit merupakan reservoir air hujan yang tidak mempunyai saluran pengeluaran secara alamiah. Air rawa ini digunakan sebagai air baku PDAM Kelapa Kampit yang menyediakan air bersih untuk masyarakat Kecamatan Kampit. Penelitian ini menggunakan sistem aplikasi Object Oriented Analysis Design (OOAD) dan Fuzzy Inference System (FIS) untuk memprediksi sebaran buangan limbah cair pabrik kelapa sawit ke kolong Kelapa Kampit di Belitung Timur, dengan tujuan untuk mendapatkan lokasi air baku terbaik bagi pipa intake PDAM di kolong. Analisis menunjukkan bahwa pergerakan arah polutan pada penelitian ini berdasarkan peristiwa difusi (kesetimbangan massa) yaitu perpindahan massa polutan yang lebih berat menuju massa polutan yang lebih ringan agar tercapai kesetimbangan massa. Metode ini menggunakan kesetimbangan massa dengan menganalisis perubahan parameter, temperatur, debit, pH, DO, DHL, kekeruhan, dan kecerahan untuk sintaks fuzzy, parameter yang ada tersebut sebagai indikasi adanya sisa pupuk, sisa koagulan, sisa detergen, dan lumpur material akibat erosi. Pengumpulan data dilakukan ketika semua pompa di kolam Kelapa Kampit tidak beroperasi, hal itu dilakukan agar penyebaran air limbah di kolam terjadi secara alamiah (proses difusi). OOAD terbagi atas empat tahapan, yaitu analisis, desain, implementasi, dan pengetesan. Untuk penghitungan data digunakan FIS melalui tahapan fuzzifkasi, inferensi, dan defuzzifkasi dengan menggunakan aplikasi tool box Matlab. Pengujian sistem menggunakan metode black box dan white box yang menghasilkan citra sebaran limbah cair yang diduga berasal dari buangan limbah cair pabrik kelapa sawit dan sisa pupuk perkebunan sawit secara difusi.Kata kunci: prediksi arah aliran, fuzzifkasi, inferensi, defuzzifkasi, OOAD, Fuzzy Inference System
PERANCANGAN INSTRUMEN UKUR TORSI DAN KECEPATAN PADA MOTOR DC DENGAN PRINSIP NONKONTAK BERDASARKAN DETEKSI MEDAN MAGNET Idayanti, Novrita; Dedi, Dedi; Sudrajat, Nanang; Suyatman, Suyatman; Hilda, Nibraz; Hawa, Annas
Instrumentasi Vol 40, No 2 (2016)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/instrumentasi.v40i2.141

Abstract

Telah dilakukan perancangan instrumen ukur torsi dan kecepatan pada motor DC dengan menggunakan prinsip nonkontak berdasarkan deteksi medan magnet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performansi motor DC dilihat dari parameter torsi dan kecepatan. Instrumen ukur torsi dirancang berdasarkan metode magnetoelastic effect, di mana suatu bahan feromagnetik yang diberi gaya maupun torsi akan mengalami perubahan medan magnet yang nilainya akan sebanding dengan torsi yang diterima. Perubahan kecepatan putar akan memengaruhi perubahan medan magnet yang dideteksi dengan sensor hall effect switch tipe HI 400. Prinsip kerja pengukuran kecepatan adalah mendeteksi perubahan polaritas ring magnet selama berputar dan terbaca sebagai sinyal digital oleh sensor tersebut yang digunakan untuk mencari kecepatan dari putaran motor. Dalam proses pengujian, kalibrator tachometer optik digunakan untuk mengukur kecepatan, sedangkan pengukuran torsi menggunakan nilai torsi teoritis yang diperoleh dari hasil pengukuran gaya (F) dari loadcell dikalikan dengan panjang lengan (L). Tachometer yang dibuat memiliki error 104,18 % pada input 1,2 V (minimum), error -2,5 % pada input 6 V (tengah), dan error 4,76 % pada input 12 V (maksimum), linearitas naik sebesar 0,9979 dan linearitas turun sebesar 0,9978. Sensitivitas naik-turun masing-masing sebesar 152,45 dan 153,09. Histerisis input 0,031, sedangkan histerisis output 5,077. Selain itu, didapat hubungan antara torsi yang diterima oleh shaft dari bahan feromagnetik dengan perubahan medan magnetnya dengan persamaan y = -623,31x - 40,861, di mana y = medan magnet (Gauss), x = torsi (Nm), nilai -623,31 adalah konstanta k dengan dimensi satuan gauss/Nm, dan -40,861 merupakan konstanta yang tidak berdimensi. Alat ukur torsi motor DC berdasarkan prinsip magnetoelastic effect dapat dipenuhi dengan rentang pengukuran yang linear 0,05–0,1 Nm.
Kalibrasi Media Kalibrasi untuk Termometer Infrared Direct Reading Yang Bekerja Pada Panjang Gelombang (8-14) m Wiriadinata, Hidayat; Insani, Asep
Instrumentasi Vol 43, No 1 (2019)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/instrumentasi.v43i1.150

Abstract

Intisari Sistem kalibrasi termometer infrared direct reading umumnya terdiri dari benda hitam sebagai media kalibrasi dan termometer kontak(termokopel atau Pt-100) sebagai termometer standar. Namun penggunaan termometer kontak tersebut bisa menyebabkan terjadinya kesalahan pengukuran pada sistem kalibrasi karena faktor gradien suhu pada benda-hitam. Pada penelitian ini pengaruh gradien suhu telah ditiadakan dengan menghilangkan penggunaan termometer kontak dan radiasi termal dari benda hitam dikalibrasi terhadap termometer radiasi standar sehingga benda hitam secara mandiri bisa berfungsi sebagai sumber radiasi termal acuan. dan selanjutnya bisa digunakan untuk kalibrasi termometer radiasi direct reading, Representasi dari sumber radiasi termal acuan berupa suatu persamaan yang melibatkan beberapa faktor, diantaranya suhu termometer radiasi standar. Pada penelitian ini benda hitam telah dikalibrasi untuk tanggapan spektral (8-14) m dan emivitas 0.95. Penggunaan persamaan kalibrasi pada benda hitam untuk rentang 50 C – 500 C memberikan ketidakpastian antara 2,7 C dan 5,7 C.
Pengukuran dan Evaluasi Waktu Dengung Ruang Auditorium Utama Lipi Pusat Husein Avicenna Akil; Budhy Basuki
Instrumentasi Vol 38, No 1 (2014)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/instrumentasi.v38i1.43

Abstract

Penilaian kondisi akustik ruang auditorium utama LIPI yang terkait dengan penggunaan gedung cukup dilakukan dengan mengukur parameter akustik objektif yang disebut waktu dengung (RT). Agar komprehensif, penilaian perlu dibantu dengan penilaian hasil ukur distribusi suara dan tingkat kebisingan di dalam ruangan tersebut. Untuk nilai RT, pengukuran dilakukan dalam kondisi berisi audiens pada frekuensi oktaf 500 Hz–1.000 Hz, dan dalam menentukan kriteria RT digunakan peta waktu dengung. Penilaian karakteristik tingkat kebisingan dilakukan melalui kurva kriteria kebisingan: kurva NC. Nilai RT rata-rata yang didapat dari pengukuran 1,8 detik dengan kondisi ruangan berisi audiens sesuai dengan nilai RT acuan. Dengan demikian, ruang auditorium tidak ideal untuk difungsikan sebagai speech auditoria yang mensyaratkan nilai RT rata-rata sebesar 1,4 detik, tetapi masih cocok difungsikan sebagai auditorium serba guna yang mensyaratkan nilai RT lebih longgar, yaitu 1,7 detik. Distribusi suara di dalam ruang auditorium cukup baik, hampir semua lokasi titik ukur menghasilkan perbedaan nilai tekanan suara yang tidak signifikan. Tingkat kebisingan ternyata cukup tinggi, yaitu nilai NC di beberapa titik pengamatan sebesar NC: 35–40. Saran untuk mengurangi waktu dengung, yakni dengan melapisi permukaan tiang-tiang penyangga dengan bahan penyerap suara. Plafon yang terpasang di sepanjang sisi kiri dan kanan ruangan disarankan untuk diganti dengan plafon yang berlubang-lubang. Ruangan AHU perlu dimodifikasi dengan melapisi permukaan dinding dan atap dengan bahan rockwool. Sebaiknya, pintu ruang AHU diganti dengan pintu akustik peredam suara agar tingkat kebisingan di ruang auditorium dapat diturunkan. Kata kunci: waktu dengung (RT), distribusi suara, tingkat kebisingan, kurva kriteria kebisingan (kurva NC)
PENGUJIAN KINERJA SERAPAN BUNYI PADA BAHAN KOMPOSIT DAUN JATI DENGAN METODE TABUNG IMPEDANSI Qonitatul Hidayah
Instrumentasi Vol 41, No 2 (2017)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/instrumentasi.v41i2.85

Abstract

Telah dilakukan pengujian kinerja serapan bunyi dari komposit daun jati berdasarkan komposisi massa bahan. Pengujian kinerja secara eksperimen dilakukan dengan menggunakan tabung impedansi dua mikrofon sesuai standar pengukuran ASTM E-1050-98. Dalam penelitian ini dilakukan 4 variasi komposisi massa bahan komposit daun jati. Variasi komposisi massa bahan tersebut dipress dengan tekanan 1 ton dan menghasilkan ketebalan yang berbeda. Masing-masing sampel komposit diuji dengan menambahkan air cavity 1 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja serapan akustik terbaik terdapat pada model sampel D (t = 1,5 cm) dengan penambahan quarter wavelength resonator enam lubang dan air cavity 1 cm. Komposisi massa bahan mempengaruhi nilai koefisien serapan bunyi pada frekuensi medium dan tinggi. Penggunaan resonator dan air cavity efektif dalam meningkatkan kinerja serapan melalui mekanisme redaman viskous.
Desain Akselerometer Menggunakan Mikrokontroler Arduino Due Purwowibowo Purwowibowo; Ninuk Ragil Prasasti
Instrumentasi Vol 41, No 1 (2017)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/instrumentasi.v41i1.145

Abstract

Pengembangan sistem pengukuran vibrasi memiliki dampak yang besar dalam sistem pengamatan kondisi dari jalan. Agar dapat memudahkan sistem pengamatan, maka dibutuhkan akselerometer yang terkalibrasi dan dikendalikan oleh mikrokontroler untuk merekam data vibrasi yang didapat dan disimpannya secara otomatis untuk mengevaluasi hasil dari perekaman. Pembuatan akselerometer ini menggunakan open source Arduino sebagai mikrokontroler sehingga sangat mudah untuk dibuat dan dikembangkan lebih lanjut untuk memajukan teknologi pengukuran vibrasi. Hasil pengukuran dari akselerometer ini langsung ditampilkan dalam layar LCD (Liquid Crystal Display) sehingga bisa dimonitor oleh pengamat.  Akselerometer yang dibuat memiliki rentang ukur sampai dengan 16 g dan prototipe akselerometer ini dikalibrasi menggunakan reference accelerometer B&K tipe 8305 nomor seri 1499872 dari Laboratorium Akustik dan Vibrasi Pusat Penelitian Metrologi-LIPI untuk rentang ukur sampai dengan 5 g dengan prosedur ISO 16063-21 sehingga nilai pengukurannya dapat terjamin kebenarannya. Hasil kalibrasi dalam rentang pengukuran sampai dengan 5 g dalam frekuensi sampai dengan 63 Hz menunjukan bahwa sensor akselerometer ini memiliki kemungkinan deviasi sampai 0.34g. Hasil perhitngan dan pengolahan data dari kalibrasi ini menghasilkan akurasi sebesar 98.4% pada frekuensi 31.5 Hz dan 40 Hz.
INVESTIGATION OF RCM-LIPI SURFACE ROUGHNESS COMPARISON RESULTS ON APMP.L-K8 Ardi Rahman; Nurul Alfiyati; Rima Zuriah Amdani
Instrumentasi Vol 42, No 2 (2018)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/instrumentasi.v42i2.102

Abstract

One way to assure the quality of measurement in calibration laboratories is to conduct inter-laboratory comparison with other laboratories those have a comparable scope. Research Center for Metrology (RCM-LIPI, previously KIM-LIPI) as the Indonesia’s national metrology institute (NMI) has followed and will continuously involve in international comparisons in various fields with other NMIs. In 2010, international comparison of surface roughness APMP.LK-8 was performed, where RCM-LIPI was one of the 10 participating laboratories from different countries those have outliers from a total of 16 participants. Outliers of RCM-LIPI data occurred in three of five artefacts, also noted that six participants did not perform measurements of soft-gauges. This paper discusses the results of the investigation on RCM-LIPI data in APMP.LK-8. There was an error of using of the calibration factor and error in determination of traced profile length. Verification of investigation results was carried out by re-measurement of three artifacts those were used in APMP.LK-8. Analysis of En value of RCM-LIPI against KCRV shows a decrease in outliers from 11 to 1 parameter i.e. Mr1. In addition, the methods of measurement soft-gauges using commercial software is also described.
DUKUNGAN STANDAR UNTUK HASIL INOVASI PRODUK PANGAN BERBASIS PENELITIAN Ellia Kristiningrum; Danar Agus Susanto; Putty Anggraeni; Muhammad Haekal Habibie
Instrumentasi Vol 43, No 2 (2019)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/instrumentasi.v43i2.181

Abstract

Indonesia yang kaya akan sumber alam, memiliki kandungan bioaktif yang potensial yang dapat dikembangkan menjadi sumber pangan fungsional. Inovasi pangan fugngsional di Indonesia sangat prospektif dan memiliki peluang dalam perdagangan ekspor, antara lain ke Jepang, Eropa, dan Amerika. Hasil inovasi pangan yang telah dilakukan oleh peneliti dan industri sebaiknya didukung dengan adanya proses standardisasi dan sertifikasi. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah produk hasil inovasi masuk ke pasar. Dengan adanya proses standardisasi dan sertifikasi, maka akan mempermudah konsumen untuk mengenali kualitas produk yang beredar di pasar. Keberadaan Standar Nasional Indoensia (SNI) dimaksudkan memberikan peluang pasar yang lebih besar dan stabil bagi produk hasil inovasi pangan. Kajian mengenai metode perumusan SNI untuk dapat menghasilkan SNI yang dapat diterapkan oleh stakeholder sangat perlu dilakukan. Hambatan pada saat perumusan standar sering dihadapi pada tahap awal prosesnya karena kurangnya informasi tentang kebutuhan pemangku kepentingan dari perspektif yang berbeda yang dapat menyebabkan standar yang dirumuskan tidak diterima oleh konsensus. Jadi penting untuk mengetahui semua kebutuhan pemangku kepentingan dan mencari kesepakatan bersama untuk masing-masing pemangku kepentingan. Penelitian ini menggunakan metode FACTS (Framework for Analysis, comparison, and Testing of Standards). Metode ini menyediakan sarana untuk menganalisis, membandingkan dan menguji standar yang akan dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 5 produk hasil inovasi telah mencapai tahapan demonstrasi prototipe sistem dalam lingkungan sebenarnya. Terdapat 1 produk yaitu produk yang masuk ke dalam kategori flake seasoning yang telah mencapai tingkat pengoperasian dan telah siap diedarkan di pasar. Produk tersebut sejenis abon tabor sampai saat ini belum ada SNInya, pengusulan pengembangan standar untuk produk ini dapat memperhatikan parameter kualitas yaitu: harus bubuk kering bersih dan sehat, komposisi, bau dan rasa, kadar air, kadar minyak volatile, ekstrak larut dalam air dingin, abu tidak larut dalam asam, serat kasar, BTP, cemaran mikroba, dan cemaran logam.
PENGARUH TATA LETAK INSTRUMEN GAMELAN JAWA DI PANGGUNG PENDHAPA ISI SURAKARTA TERHADAP PARAMETER AKUSTIK BAGI PENGENDANG -, Suyatno
Instrumentasi Vol 37, No 1 (2013)
Publisher : National Standardization Agency of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/instrumentasi.v37i1.9

Abstract

This paper is discussed an analysis of the acoustics parameters of Javanese Gamelan instruments layout at position of performer namely Pengendang (drummer). This is of importance as in the Gamelan concert, Pengendang is a performer who frequently acts as 'a conductor' (leader) of the performance. As a leader, Pengendang has a duty to maintain the rhythm and tempo of the performance based on the perceived tones as result of Pengendang’s left and right ear response (IACC). Pengendang realizes such a duty by giving a direction through tones produced by the “kendang”. The tones produced by the gamelan lead to particular characteristics of the sound field. Theoretically, the sound field produced by each instrument of the gamelan that is affected by the space properties where the performance is being conducted. In this research, Pendhapa ISI Surakarta was considered as the stage in which the Javanese Gamelan was performed. The Pendhapa 'ISI Surakarta' is a semi-outdoor concert hall. Therefore, this produces a direct sound to the receiver particularly for the performers. It is found that the acoustics parameters measured at Pengendang position for gending "Gambyong Pareanom" is 98 dB for Listening Level (LL) while Tau-e and tau-1 are 24.9 ms and 2 ms respectively. IACC of 0.81 is also pronounced. These values indicate that the Javanese gamelan performed in Pendhapa ISI Surakarta has particular acoustic characteristic. However, this acoustic charactertics has not yet been “optimum acoustics preference” as expected by a drummer. Therefore, it is instructive to investigate this further based on fisio- and physio- acoustic aspecs in order to ensure communication among the performers through the tones can be maintained. Keywords: Javanese Gamelan, instruments layout, Pendahpa, Pengendang, Listening Level, Tau-e, Tau-1, IACC.
FORMULA KOREKSI UNTUK MODE PERMINTAAN RENDAH DAN TINGGI PADA FUNGSI INSTRUMEN UNTUK KEAMANAN DENGAN APLIKASI SUSUNAN 1OO1 Totok Ruki Biyanto; Franky Kusuma; Yaumar Yaumar; Hari H. Santoso
Instrumentasi Vol 38, No 2 (2014)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/instrumentasi.v38i2.70

Abstract

Pencegahan terjadinya keadaan bahaya dalam industri proses dapat dilakukan dengan menerapkan Fungsi Instrumen untuk Keamanan (FIK) pada sebuah sistem. FIK hanya bekerja bila diperlukan. Hingga saat ini, FIK yang diterapkan pada industri proses merupakan FIK yang bekerja pada kondisi frekuensi permintaan rendah. Penilaian keamanan pada FIK yang bekerja pada frekuensi permintaan rendah dapat dilakukan dengan metode kuantitatif. Metode kuantitatif tersebut berupa persamaan eksponensial untuk menghitung laju kegagalan ketika memperoleh permintaan per jam (λ), yang disederhanakan menggunakan deret MacLaurin. Persamaan ini selanjutnya disebut sebagai persamaan yang disederhanakan dalam penelitian ini. Penggunaan persamaan yang disederhanakan pada kondisi frekuensi permintaan tinggi dapat menghasilkan nilai Tingkat Keamanan secara Keseluruhan (TKK) yang lebih tinggi. Hal ini dapat merugikan karena biaya investasi yang dikeluarkan melebihi keperluan. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah persamaan faktor koreksi orde 1 yang dapat memperbaiki kesalahan nilai λ yang ditimbulkan oleh pemakaian persamaan yang disederhanakan. Persamaan tersebut berlaku untuk FIK dengan susunan 1oo1. Hasil persamaan baru dari penelitian ini, yaitu λkor = 0,9428 λMC + 0,0001 H. Dengan λMC merupakan nilai λ dari pemakaian persamaan yang disederhanakan, H merupakan frekuensi terjadinya bahaya yang mungkin terjadi pada sistem. Persamaan faktor koreksi yang diperoleh diterapkan pada studi kasus tangki pelepas gas ke cerobong api dan diperoleh nilai TKK yang sama pada kondisi frekuensi permintaan rendah maupun tinggi. Kesalahan rata-rata yang dihasilkan jauh lebih kecil dibandingkan tanpa mengggunakan faktor koreksi, yaitu 5%.

Page 8 of 15 | Total Record : 150