cover
Contact Name
Harry Budiman
Contact Email
harry@bsn.go.id
Phone
+6285718217895
Journal Mail Official
harry@bsn.go.id
Editorial Address
Kawasan Sains dan Teknologi BJ Habibie BRIN Serpong Tangerang 15314 Building 420
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Instrumentasi
ISSN : 01259202     EISSN : 24601462     DOI : 10.31153
The scientific areas covered by Instrumentasi are those backboned by scientific measurements and thus range from instrument engineering, metrology, testing, and control. All papers submitted are refereed by bona fide reviewers from leading research institutions as well as universities prior to publication to keep their quality meet the standard of the journal. The review is carried out mainly on the basis of originality, novelty, and contribution to scientific measurement. Authors need to complete the ethical clearance form for publication.
Articles 150 Documents
DEVELOPMENT OF DIGITAL FLUOROSCOPIC PROTOTYPE FOR MANUFACTURING INDUSTRIES Demon Handoyo; Agus Cahyono; Kristedjo Kurnianto; Andeka TS
Instrumentasi Vol 41, No 2 (2017)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/instrumentasi.v41i2.99

Abstract

Many X-ray applications in non-destructive testing have provided lots of benefits for manufacturing industries. A number of shortcomings of the use of film to capture images and the high-cost of digital radiography equipments make a low-cost equipment that can generate clean and clear images really expected. This paper describes the construction of such equipment. Based on the engineering principles, a prototype of digital fluoroscopy consisting of radioscopy box, belt conveyor, and controlling instrument, has been completed. The design employs fluorescent screen, mirror, and digital camera to record and transmit the images of test specimen to a computer for image processing. A LabView-based program has been built for conveyor control, camera control, and image recording, storing, and processing. Calibration and image enhancement processes have been applied to the images obtained. The success of the development of this equipment is represented by the highly clean and clear quality of the generated images.
Perbandingan Metode Penentuan Faktor-K Pengukur Jenis Turbin Untuk Aliran Air Rendah Rentang 0,03–0,3 Liter/Menit Jalu Ahmad Prakosa
Instrumentasi Vol 38, No 1 (2014)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/instrumentasi.v38i1.48

Abstract

Dalam diseminasi pengukuran laju aliran menggunakan standar transfer pengukur aliran jenis turbin di Puslit Metrologi LIPI, umumnya digunakan nilai faktor-K tunggal dari perhitungan reratanya. Padahal, nilai faktor-K itu berubah-ubah secara nonlinear sesuai dengan besar laju alirannya terutama pada aliran rendah di bawah 0,3 liter/menit yang memiliki koefisien variasi sebesar 33,86% dan belum dapat tertelusur secara mandiri. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis metode penentuan faktor-K pengukur aliran jenis turbin yang terbaik dalam diseminasi pengukuran laju aliran air rendah. Telah dilakukan kalibrasi sebuah rotameter sebagai standar cek terhadap pengukur aliran jenis turbin. Dilakukan tiga metode penentuan faktor-K yang digunakan, yaitu nilai tunggal perhitungan rerata, curve fitting, dan nilai tunggal perhitungan median. Dari hasil pengukuran dan analisis data pada rentang ukur 0,03–0,3 liter/menit dengan ketiga metode tersebut, didapatkan rata-rata kemungkinan kesalahan maksimum pembacaan sebesar 36,7%, 22,7%, dan 29,8%. Oleh karena itu, penentuan faktor-K dengan curve fitting merupakan metode terbaik karena memiliki kesalahan terkecil dan direkomendasikan menjadi prosedur kerja. Khusus titik ukur 0,1 liter/menit direkomendasikan menggunakan metode nilai tunggal perhitungan rerata. Pengembangan standar primer besaran laju aliran air rendah di bawah 0,3 liter/menit perlu dilakukan agar dapat tertelusur secara mandiri. Kata kunci: perbandingan metode, faktor-K, pengukur aliran jenis turbin, diseminasi, laju aliran air rendah
PERANCANGAN OPTICAL POWER METER MULTI-WAVELENGTH MENGGUNAKAN RASPBERRY PI Dwi Hanto; Muhammad Syafiq; Thomas Budi Waluyo
Instrumentasi Vol 40, No 1 (2016)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/instrumentasi.v40i1.51

Abstract

Tulisan ini menjelaskan tentang pembuatan optical power meter (OPM) menggunakan Raspberry Pi sehingga disebut RPi OPM. Penelitian yang dilakukan meliputi perancangan rangkaian pengondisian sinyal dan sistem pengolahan data dengan Raspberry Pi. Pengondisi sinyal berupa transimpedansi amplifier dengan enam buah resistansi, yaitu 100 Ω, 1 kΩ, 10 kΩ, 100 kΩ, 1 MΩ, dan 10 MΩ sebagai pemilih jangkauan pengukuran daya optik. Di sisi lain, Raspberry Pi berfungsi sebagai pengolah data dan penampung hasil pengukuran. Percobaan menggunakan dua buah sumber cahaya, yaitu laser dioda dengan panjang gelombang 1.310 nm dan 1.552 nm. Hasil pengukuran RPi OPM dibandingkan dengan OPM Anritsu ML9002A sebagai validasi pembacaan. RPi OPM yang telah dibuat mampu mengukur daya optik pada rentang -50 dBm sampai -5 dBm untuk kedua panjang gelombang tersebut. Adapun eror pembacaan memiliki nilai terbesar 0,53 dBm dan terkecilnya 0,01 dBm pada saat mengukur daya laser dioda 1.310 nm, sedangkan 0,41 dBm dan 0,03 dBm saat pada saat mengukur laser dioda 1.552 nm.
TAC METHOD TO OVERCOME THE PRACTICAL DIFFICULTY IN THE CALIBRATION OF DWT WITH INSENSITIVE PISTON Adindra Vickar Ega; Rudi Anggoro Samodro
Instrumentasi Vol 43, No 1 (2019)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/instrumentasi.v43i1.171

Abstract

The crossfloat (CF) method is well-known for its accurate and reliable results, however the difficulty on performing CF method arises when dealing with insensitive piston of calibrated DWT. In contrary, automatic transducer assisted crossfloat (TAC) method could be implemented since it does not affected by this condition as it advantages. The used of TAC method could avoid up to 0.008% relative error of effective area at zero pressure and at 20 °C (A0,20) and twice higher error distortion coefficient (b) in case of calibrating insensitive piston of DWT. In addition, the TAC method has another advantage that is save time with consistent result because it can be performed automatically. Once should be consider when using TAC method is the accuracy of pressure transducer. In this case study, the existing pressure transducer owned by RCM – LIPI, could be utilized to perform automatic TAC method in lower pressure range down to 2 MPa that below 10% of its maximum scale, to calibrate low accuracy DWT greater than 0.08%.
Mendeteksi Kondisi Rel Putus Menggunakan Akselerometer dan Kamera Visi Daryono Restu Wahono
Instrumentasi Vol 37, No 2 (2013)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/instrumentasi.v37i2.39

Abstract

Telah dibuat alat pendeteksi sambungan rel yang putus dengan menggunakan sensor akselerometer dan kamera visi. Alat pendeteksi yang dibuat bekerja secara langsung mendeteksi kondisi rel yang putus yang tampak pada monitor yang dipasang di atas lori. Perangkat pendeteksi kondisi putus rel terdiri atas dua buah kamera visi, akselerometer, prosesor CPU i5, GPS, dan layar monitor yang dipasang di atas lori. Fungsi alat pendeteksi kondisi putus rel dibuat untuk dapat menggantikan fungsi JPJ (Juru Pemeriksa Jalan Rel) yang dilakukan dengan berjalan kaki. Pada penelitian ini, hasil pemeriksaan kondisi rel putus dapat terdeteksi pada layar monitor berupa grafik yang ditampilkan dari hasil pengukuran akselerometer pada tampilan sumbu X dan sumbu Z, sedangkan kondisi nyata rel dapat terlihat langsung pada layar monitor yang merupakan pengamatan langsung dari dua buah kamera visi. Data hasil pendeteksian kondisi putus rel dikirim langsung ke pusat ruang kontrol dan data rekaman kamera kemudian digunakan sebagai analisis dari kondisi rel kereta api. Alat pendeteksi ini digunakan untuk mengetahui posisi rel putus sekaligus melihat kondisi rel putus secara visual dengan bantuan kamera. Untuk menetapkan kerusakan rel putus diperlukan percobaan dengan investigasi secara mendalam menggunakan komputer visi dan/atau menggunakan data vibrasi hasil pengukuran getaran yang diperoleh. Dari pengukuran deteksi kerusakan sambungan rel menggunakan standar MIL-STD-150a dengan 1951 USAF 3-bar resolving test power chart dapat dideteksi kondisi putus rel hingga panjang hanya 2 mm. Diperoleh nilai akurasi lokasi sebesar 3 meter yang diperoleh dari spesifikasi GPS yang digunakan. Kata kunci: rel putus, akselerometer, kamera visi, JPJ (Juru Pemeriksa Jalan Rel)
PENENTUAN NILAI ACUAN PADA UJI BANDING LABORATORIUM KALIBRASI PADA STUDI KASUS DIAL GAUGE Asep Ridwan Nugraha; Nurul Alfiyati
Instrumentasi Vol 41, No 1 (2017)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/instrumentasi.v41i1.144

Abstract

Penentuan nilai acuan adalah langkah yang paling penting dalam menganalisis hasil uji banding laboratorium kalibrasi. Tingkat kesetaraan standar pengukuran ditentukan oleh kesetaraan nilai ukur dengan nilai acuan yang diperoleh dari pilot sebagai laboratorium acuan atau data perbandingan hasil uji banding laboratorium kalibrasi. Akibatnya, nilai acuan dan ketidakpastian pengukurannya sangat penting untuk dianalisis. Namun, tidak ada metode yang baku untuk menentukan nilai acuan, sehingga ada beberapa metode yang dapat digunakan. Makalah ini melaporkan bagaimana menentukan nilai acuan dalam uji banding laboratorium kalibrasi pada studi kasus dial gauge. Pengukuran dilakukan tiga kali, pertama ketika uji banding dimulai, kedua di tengah uji banding dan ketiga ketika uji banding selesai. Kegiatan ini dilakukan di Laboratorium Metrologi Panjang Puslit Metrologi LIPI dengan menggunakan dial gauge tester sebagai standar dan dial gauge sebagai artefak. Hasil penelitian menunjukkan penyimpangan terdapat drift pengukuran sebesar 0,002 mm. Kata kunci: dial gauge, ketidakpastian pengukuran, nilai acuan, UBLK
EVALUASI KETIDAKPASTIAN PENGUKURAN PADA KALIBRASI MIKROPIPET Zuhdi Ismail; Renanta Hayu; Heri Sutanto; Hafid Hafid; Lukluk Khairiyati
Instrumentasi Vol 44, No 1 (2020)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/instrumentasi.v44i1.204

Abstract

Kalibrasi mikropipet merupakan bagian krusial dalam menentukan kebenaran pengukur-an volume sangat kecil hingga volume kurang dari 1 ll. Mikropipet banyak digunakan dalam bidang kesehatan, kimia, biologi, farmasi, dan genetika.Olehkarena itu, pengukuran yang dapat memberikan hasil yang dapat dipercaya sangat diperlukan. Pada makalah ini menjelaskan metode kalibrasi mikropipet hingga perhitungan ketidakpastiaannya. Metode gravimetrik digunakan untuk menentukan volume mikropipet yang diuji, yakni mikropipet variabel kanal tunggal 10-100 l. Sistem evaporation trap digunakan untuk meminamalisasi efek penguapan yang dapat memberikan hasil ukur yang tidak sesuai terhadap dokumen ISO 8655 juga diterapkan pada pengukuran ini. Pengukuran yang telah dilakukan menunjukkan hasil yang konsisten dengan ketidakpastian 0,11 l (), kontribusi ketidakpastian paling besar diberikan oleh kom­ponen penimbangan cairan. Pada makalah ini ditunjukan parameter yang digunakan un­tuk memeriksa keandalan hasil pengukuran menggunakan parameter Maximum Permis­sible Random Error ( = 0,3 l) dan Maximum Permissible Systematic Error ( = 0,8 l). Beberapa parameter pada setiap titik pengukurman dibandingkan ter­hadap  dan ,  (0,09 - 0,16 l) <,  (0,009 - 0,066 l) < dan  (0,01 - 0,35 l) <, menunjukkan bahwa pengukuran yang telah dilakukan sesuai dengan persyaratan pada dokumen acuan.
Degradation Characteristics of Wastewater Containing 2-Chlorophenol and 4-Chlorophenol Compounds, Using a Dielectric Barrier Discharge (DBD) Cold Plasma Reactor Luvita, Veny; Sugiarto, Anto Tri; Bismo, Setijo
Instrumentasi Vol 45, No 2 (2021)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/instrumentasi.v45i2.257

Abstract

Wastes containing phenolic compounds, including 2-chlorophenol and 4-chlorophenol at a threshold exceeding 50 mg / L, are very harmful to the environment. The processing of waste containing phenolic compounds using ozone and plasma technology is therefore an environmentally friendly and relatively inexpensive solution. The processing carried out in this study uses ozone plasma technology. Plasma is generated by high voltage transformator which is fed into electrodes wound on a reactor made of quartz glass. The reactor type is dielectric barrier discharge (DBD) have the ability to degrade these waste, by producing reactive oxygen species, including •OH, •O2- and molecular species of O3, H2O2. Subsequently, active species with high energy are transferred to the liquid phase, to react with chlorophenol compounds. According to the results, the dielectric barrier discharge plasma reactor using electrode coils was able to degrade waste containing 2-chlorophenol compounds by 70.96% and 79.41%, in acidic and alkaline conditions, respectively, while, 4-chlorophenol was degraded by 23.42% and 53.54%, in acidic and alkaline conditions, respectively.
UNCERTAINTY EVALUATION OF SMART CARDIO DEVICE Insani, Asep; Khusni, Uus; Sugiarto, Anto Tri
Instrumentasi Vol 45, No 2 (2021)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/instrumentasi.v45i2.282

Abstract

Electrocardiograph (ECG) is a device used to measure electrical activity from the heart. The existence of abnormalities in the heart, it requires a tool to detect the symptoms of the disorder earlier so that a Smart Cardio Device is made with an intelligent system. This intelligent system is used to detect ECG output signals and separate them from normal ones with those with disease disorders. In determining the validity of the ECG signal that is released by the tool made, a standard system is needed to justify the signal. Of course, it takes experts who are competent in their field to determine this. This research collaborates with one of the calibration labs made by the National Standardization Agency (BSN) with calibration researchers who are experts in the ECG field who are developing a method specifically for calibrating ECG signals. The general calibration method used is the internal calibration method with calibration features on ECG devices and external calibration with the help of patient simulator. In this study external calibration methods were used, namely methods that take into account the validity or validity of measurements by looking at the value of uncertainty. The thing that is done in determining this uncertainty is the calculation of values by making several measurements to get the value of the degree of effective freedom and an expanded uncertainty value. The result shows the value of the effective degree of freedom is 93, 91 mV and the uncertainty value that is extended is 0.058 mV.
PENERAPAN LABORATORY INFORMATION MANAGEMENT SYSTEM (LIMS) DI SNSU-BSN SESUAI DENGAN ISO/IEC 17025:2017 Muhammad Azzumar; Muhammad Haekal Habibie
Instrumentasi Vol 45, No 2 (2021)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/instrumentasi.v45i2.285

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai perancangan Laboratory Information Management System (LIMS) di SNSU-BSN. LIMS SNSU-BSN merupakan suatu sistem untuk menyimpan dan mengendalikan data dan informasi dalam bentuk digital yang dirancang sesuai dengan standar ISO/IEC 17025:2017. LIMS SNSU-BSN digunakan sebagai back-up dari data dan informasi, penelusuran jejak digital dari data dan informasi, dan pengelolaan data dan informasi yang lebih efisien, efektif dan murah.  Platform LIMS SNSU-BSN dibangun dengan menggunakan aplikasi open source Owncloud 7.0 dan beberapa environment system yang sesuai. Sistem untuk mengidentifikasi akun pada LIMS SNSU-BSN terdiri atas 2 tahapan berdasarkan database sistem dan tingkat akses data. Selain itu untuk meningkatkan keamanan dari data dan informasi, operasional server dan hosting dikelola oleh internal BSN dan hanya dapat diakses dengan menggunakan jaringan BSN. Hasilnya adalah LIMS SNSU-BSN telah berhasil dibangun dan diimplementasikan sehingga dapat digunakan sebagai sarana storage dari seluruh data dan informasi di SNSU-BSN. Selain itu LIMS SNSU-BSN telah digunakan untuk mendukung implementasi dari ISO/IEC 17025:2017 seperti audit internal, kaji ulang manajemen, kaji ulang permintaan, dll.

Page 9 of 15 | Total Record : 150