cover
Contact Name
Yadi Mardiansyah
Contact Email
hijai.bsa@uinsgd.ac.id
Phone
+6281313446559
Journal Mail Official
hijai.bsa@uinsgd.ac.id
Editorial Address
Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Jl. AH Nasution 105 Cibiru Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
ISSN : -     EISSN : 26211343     DOI : https://doi.org/10.15575/hijai
Core Subject : Education,
Hijai Journal is managed by Arabic Department , State Islamic University of Sunan Gunung Djati and Asosiasi Prodi Bahasa dan Sastra Arab (AP-BSA). It publishes research reports on Arabic language and Literature such as linguistics, literary studies and criticism, translation, and multidisciplinary research such as language and politics, as well as literature and psychology.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2019)" : 7 Documents clear
Simbol Masalah Sosial Dalam Novel Al-Karnak Karya Najib Mahfudz (Kajian Semiotika Charles Sanders Pierce) Elih Ratna Suminar; Karman Karman; Ihin Solihin
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v2i2.5515

Abstract

Penelitian ini mencoba mengungkap makna simbol masalah sosial dalam novel Al-Karnak buah karya Najib Mahfudz dengan kajian semiotika Charles Sanders Pierce. Penelitian ini dilakukan dengan cara menetapkan representamen (R) dan objek (O) kemudian dihubungkan, sehingga akan menghasilkan interpretan atau makna. Inilah yang dinamakan teori triadic Pierce.
NILAI MORAL DALAM NOVEL SURAT KECIL UNTUK TUHAN KARYA AGNES DAVONAR Gina Nur Auliyah; Yani Heryani
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v2i2.4071

Abstract

Objek penelitian ini adalah karya sastra berbentuk novel yang berjudul Surat Kecil Untuk Tuhan. Penelitian ini membahas tentang nilai moral dengan menggunakan pendekatan pragmatik. Hasil penelitian ini menunjukan beberapa nilai moral yang terdapat pada novel Surat Kecil Untuk Tuhan karya Agnes Davonar ini. Nilai moral yang terkandung didalamnya terdapat tiga jenis diantaranya adalah wujud nilai moral dalam hubungan manusia dengan Tuhan, wujud nilai moral dalam hubungan manusia dengan dirinya sendiri, dan yang selanjutnya yaitu wujud nilai moral dalan hubungan manusia dengan manusia lainnya.Kata kunci : 
PELANGGARAN PRINSIP KERJASAMA DAN IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM FILM IBRAHIM KHALILULLAH Ahmad Reza Fahlevi; Fadlil Yani Ainusyamsi
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v2i2.6533

Abstract

Penelitian ini  mengkaji tuturan para tokoh dalam film Ibrahim Khalilullah. Peneltian bertujuan untuk mendeskripsikan Pelanggaran Prinsip Kerjasama dan Implikatur Percakapan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualiataif. Mendeskripsikan data yang terdapat pelanggaran prinsip kerjasama dan mengandung implikatur percakapan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dan catat. Data kemudian dianalisis dengan menggunakan menggunakan metode padan ekstralingual dengan menghubungkan tuturan tokoh dengan makna yang terkandung di luar bahasa. Pendekatan dilakukan dengan kajian Pragmatik Grice. Hasil analisis disimpulkan menjadi dua hal. Pertama, pelanggaran prinsip kerjasama berjumlah 25 dan di klasifikikan berdasarkan pelanggaran maksim  yaitu pelanggaran maksim kuantitas, pelanggaran maksim kualitas, pelanggaran maksim relevansi, dan pelanggaran maksim cara. Kedua, wujud implikatur yang ditemukan, diklasifikasikan berdasarkan temuan peneliti yaitu: kalimat informasi, dengan maksud implikatur:  mengungkapkan perasaan khawatir, membanggakan diri sendiri, menyatakan, mengingatkan, menyatakan, memuji, menegaskan, menegaskan, menyatakan, memuji, menyatakan, menyatakan. Kalimat permohonan: menegaskan, menyatakan, mengungkapkan perasaan bersalah, meminta, menegaskan. Kalimat permintaan: menegaskan. Kalimat sindiran: mengingatkan, mengingatkan, meminta. Kalimat ajakan: menyarankan. Kalimat perintah:  menegur. Kalimat mengingatkan, dengan maksud implikatur: mengingatkan. Kalimat desakan: menyadarkan.
Perbedaan Bentuk Deiksis Persona Kedua Dalam Novel ‘Asyākir Qaus Quzh Karya Sakinah Ibrahim Dan Novel Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata (Kajian Pragmatik) Faishal Al Ghifari; Dedi Supriadi
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v2i2.4689

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) mengidentifikasi perbedaan deiksis persona kedua yang terdapat dalam novel AQQ karya Sakinah Ibrahim dan novel LP karya Andrea Hirata. 2) Mengidentifikasi persamaan deiksis persona kedua yang terdapat dalam novel AQQ karya Sakinah Ibrahim dan novel LP karya Andrea Hirata. Objek yang digunakan peneliti adalah dieksis persona kedua yang terdapat di dalam novel Asyakir Qaus Quzh karya Sakinah Ibrahim dan novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Adapun Metode yang diterapkan adalah metode deskriptif komparatif. Sedangkan untuk pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan pragmatik.Adapun perbedaan bentuk deiksis persona kedua yang termuat dalam kedua novel tersebut, diantaranya adalah adanya pembagian berdasarkan aspek gendernya (laki-laki atau perempuan). Kemudian perbedaan yang kedua, terletak di penggunaan istilah lain di luar (kamu, -mu, kalian, anda, dst). Digunakannya istilah lain, berupa: ananda, ibu, bapak, nyonya, tuan, dst. Sedangkan dalam bahasa Arab, istilah-istilah khusus tersebut tidak ada. Selanjutnya perbedaan yang ketiga adalah bentuk deiksis persona kedua khusus yang memiliki kesan hormat dan formal, seperti saya, anda, dan beliau. Kasus ini terdapat dalam bahasa indonesia, adapun dalam bahasa Arab itu tidak ada. Perbedaan ragam bentuk deiksis persona kedua yang terdapat kedua novel tersebut, secara mendasar dipengaruhi oleh konteks budaya serta kaidah penerjemahan dari bahasa sumber ke bahasa sasaran. Kata Kunci: Pragmatik, Deiksis Persona Kedua, ‘Asyākir Qaus Quzh, Laskar Pelangi.ملخص البحثهدفان من هذا البحث هما: 1) تحديد الاختلافات عن التأشير الشخصي وجدت في رواية عساكر قوس قزح لسكينة إبراهيم و رواية أندريا هيراتا. 2) تحديد المعادلات عن التأشير الشخصي وجدت في رواية عساكر قوس قزح لسكينة إبراهيم و رواية أندريا هيراتا. و أما  موضوع البحث المستخدمة هو رواية عساكر قوس قزح لسكينة إبراهيم و رواية لاسكار بيلانجي لأندريا هيراتا. ثم استخدم الباحث طريقة مقارنة وصفية و مدخل التداولية في هذا البحث. إن الاختلاف بين التأشير الشخصي في رواية "عساكر قوس قزح" لسكينة إبراهيم و رواية "لاسكار بيلانجي" لأندريا هيراتا، بينها هي التوزيع على حسب جنسه (ذكر أو أنثى). التأشير الشخصي مقسم على أساس جنسه، و هي موجودة في اللغة العربية. كما في  اللغة الإندونيسية غير موجود. ثم الفرق الثاني هو في استخدام مصطلحات أخرى مثل Bapak، و nyonya، و ananda، و إلخ. حدّثت هذه الحالة لأنها استند إلى سياق ثقافي. أن هذه الشروط الخاصة في اللغة العربية غير موجودة. فإن الاختلاف الثالث هو شكل خاص من أشكال التأشير الشخصي الذي له معنى الاحترام ، مثل “saya”، و  anda، و beliau. وجدت هذه الحالة في اللغة الإندونيسية، و بينما في العربية غير موجودة. تأثر الاختلافات والتشابهات في أشكال مختلفة من التأشير الشخصي في روايتين، فأسباب أساسي هو من خلال السياق الثقافي و قواعد الترجمة من لغة المصدر إلى اللغة المستهدفة.كلمة الرئيسية: التداولية، التأشير الشخصي الثاني، عساكر قوس قزح، لاسكاك بيلانجيAbstractThe purpose of this research is 1) to identify the differences in the second person deixis found in Sakinah Ibrahim's AQQ novel and the novel by Andrea Hirata. 2) Identifying the second person deixic equation found in Sakinah Ibrahim's AQQ novel and the novel by Andrea Hirata. The object used by the researcher was Sakinah Ibrahim's Asyakir Qaus Quzh novel and Laskar Pelangi novel by Andrea Hirata. The method applied is a descriptive comparative method. While the approach used in this study is a pragmatic approach.The difference in the form of the second person deixis contained in the two novels, including the existence of a division based on gender aspects (male or female). Then the second difference in the use of other terms outside (you). The use of other terms, in the form of: ananda, mother, father, mistress, sir, etc. Whereas in Arabic, these special terms do not exist. Furthermore, the third difference is the second special form of person deixis that has a respectful and formal impression, like saya, anda and beliau. This case is in Indonesian, and in Arabic it doesn't exist. The difference in the variety of the second person deixis forms contained in the two novels is fundamentally influenced by the cultural context and the rules of translation from the source language to the target language.Keyword: Pragmatics, Second Person Deixis, ‘Asyākir Qaus Quzh, Laskar Pelangi.
TINDAK KEKERASAN DALAM NOVEL LAILUN WA QUDHBAAN KARYA NAJIB KAILANY (Kajian Strukturalisme Genetik) Muhammad Qodhi Zaka; Dayudin Dayudin
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v2i2.5509

Abstract

This research examines the forms of violence and factors underlying the acts of violence in the novel Lailun wa Qudhbaan by Najib Kailany. The purpose of this study is to find out the forms of violence and factors underlying the acts of violence in the novel Lailun wa Qudhbaan by Najib Kailany. The method used in this reaserch is a descriptive analysis method with a study of genetic structuralism. This study uses structural genetic theory to reveal all forms of violence and the factors behind violence based on life experiences experienced by the author.Keywords: Violence, Novel Lailun wa Qudhbaan, Genetic Structuralism, by reading it off.
Metrum dan Tema dalam Diwan Labid bin Rabi'ah Al-'Amiri (Kajian Ilmu Arudl) Deden Suganda; Mohammad Syasi; Nurlinah Nurlinah
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v2i2.6561

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bersumber dari Antologi puisi Labid dalam buku berjudul “Diwan Labid bin Rabi’ah Al-A’Amiri”. Diwan tersebut merupakan kumpulan sajak Labid semasa hidupnya sebelum akhirnya dia memeluk agama Islam. Secara keseluruhan, Diwan tersebut memiliki 11 qafiyah yang disajikan dalam 8 bentuk metrum. Metrum dalam Diwan tersebut tentu mempunyai persamaan dan perbedaan dalam perubahan wazan-wazannya baik berupa zihaf dan ‘illat. Setiap metrum juga mempunyai tema yang bermacam-macam. Maka dari itu, peneliti tertarik untuk mengkaji Diwan tersebut dengan pendekatan Ilmu Arudl.Tujuan peneltian ini adalah untuk mengetahui perubahan-perubahan taf’ilah baik berupa zihaf atau ‘illat serta tema yang terdapat dalam Diwan Labid bin Rabi’ah Al-‘Amiri.Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Dengan cara memilih sampel tertentu dengan pertimbangan wazan-wazan yang berubah baik berupa zihaf atau ‘illat serta tema yang terkandung dari setiap sampel yang di ambil. Penelitian ini menggunakan pendekatan ilmu Arudl guna mengetahui bentuk metrum serta perubahan-perubahan didalamnya.Berdasarkan hasil analisis, dari total 25 sampel judul dalam Diwan tersebut di temukan 5 metrum yang berbeda, yakni metrum kamil, thawil, wafir, munsarih dan basith. Dari metrum-metrum tersebut di temukan perubahan-perubahan diantaranya: perubahan idlmar, khaban, thayyu, qabdl, ‘ashab dan qathaf. Adapun tema yang terdapat dari jumlah sampel itu adalah ratsa, hija’, fakhr, washf dan hikmah.Kata kunci: Diwan, Metrum, Zihaf, Illat, Tema, Arudl, Labid.
STUDI KOMPARATIF KHAT NASKHI ABDURRAZIQ MUHAMMAD SALIM DAN MAHDI SAYYID MAHMUD Eko Prasetyo; Maman Abdul Jalil
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v2i2.5516

Abstract

ABSTRAK Sebagai sebuah tanda terdapatnya peradaban manusia, tulisan secara alami telah mewarisi pengetahuan dari satu generasi ke generasi yang lain. tentu saja dalam hal ini tak terelakan bahwa terdapat perkembangan signifikan didalamnya. Tidak hanya menjadi media tulis baca semata, Namun juga erat kaitannya dengan kultur, seni dan budaya masyarakat tertentu. Dalam hai ini, kaitan antara kultur, seni, serta budaya dengan tulisan sebagai sebuah pewaris dari pengetahuan terdahulu yang ada didalamnya memiliki ranah tersendiri dalam kesenian bangsa Arab, yang dikenal banyak bangsa dengan Kaligrafi atau Khatt dalam bahasa Arab. Dalam perkembangannya kaligrafi memiliki beberapa jenis tulisan, yang terdiri dari Al-Aqlam Al-Sittah (kaligrafi enam), yang meliputi: khat Naskhi, Tsuluts, Muhaqqaq, Raihani, Riqa’dan Tauqi’. Adapun dalam penggunaannya, khat Naskhi cenderung lebih banyak digunakan dalam berbagai media tulisan, baik itu berupa tulisan tangan maupun yang berbasis digital. Khat Naskhi dengan penulisan tangan pun memiliki beberapa perbedaan antar tokoh, baik itu dalam cara penulisan maupun bentuk yang dihasilkan dari proses penulisannya. Tokoh yang menjadi fokus dalam penelitian ini yaitu Abdurraziq Muhammad Salim serta Mahdi Sayyid Mahmud. Keduanya memiliki perbedaan satu sama lain dari cara penulisan serta bentuk yang dihasilkan dari penulisan tersebut. Adapun dalam proses penelitian ini digunakan metode komparatif sebagai alat bantu mrnganalisis bentuk serta cara penulisan, serta teori tipografi dalam menganalisis tulisan kedua tokoh tersebut. Metode komparatif merupakan metode yang mempelajari data-data dari satu atau beberapa objek kajian, Data-data dari beberapa variabel tersebut diperbandingkan secara cermat untuk memperoleh kaidah-kaidah perubahan yang terjadi dalam variabel itu. serta teori tipografi yaitu teori yang berlandaskan pada teori gestalt yang membahas anatomi serta faktor-faktor yang menjadi kaitannya dengan huruf. Dengan hal ini penulis mensinkronkan antara teori dengan bahan yang akan di kaji, setelah itu ditemukan beberapa hasil bahwa dengan menggunakan teori serta metode komparatif, kedua tokoh memiliki banyak sekali perbedaan, baik dalam cara penulisan maupun dalam bentuk yang dihasilkan dari cara penulisan tersebut. Untuk lebih terperinci dapat dilihat dari lembar selanjutnya peneitian ini. Tentunya dengan adanya hasil dari pada penelitian ini, mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi penulis, umumnya teruntuk khalayak umum. Kata kunci : khat naskhi, perbandingan, anatomi huruf

Page 1 of 1 | Total Record : 7