Kordinat : Jurnal Komunikasi antar Perguruan Tinggi Agama Islam
Kordinat | Jurnal Komunikasi Antar Perguruan Tinggi Agama Islam is a Peer Reviewed, Open Access International Journal. Notably, it is a Referred, Highly Indexed, Monthly, Online International Journal with High Impact. Kordinat: Jurnal Komunikasi Antar Perguruan Tinggi Agama Islam is published as a Monthly Journal with 2 issues per year. We also assist International and National Conference to publish their conference papers. Kordinat: Jurnal Komunikasi Antar Perguruan Tinggi Agama Islam covers all disciplines including Islamic Studes. Kordinat: Jurnal Komunikasi Antar Perguruan Tinggi Agama Islam always strives to be a platform for Academicians, new Researchers, Authors, Engineers and Technocrats and Engineering Scholars. Since inception, Kordinat: Jurnal Komunikasi Antar Perguruan Tinggi Agama Islam is continuously publishing original and best quality research articles.
Articles
418 Documents
SISTEM KEWARISAN ISLAM DAN PEMERATAAN DISTRIBUSI KEKAYAAN
A. Chairul Hadi
Kordinat: Jurnal Komunikasi antar Perguruan Tinggi Agama Islam Vol 15, No 2 (2016): Jurnal Komunikasi Antar Perguruan Tinggi Agama Islam
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/kordinat.v15i2.6335
Sistem Kewarisan Islam dan Pemerataan Distribusi Kekayaan. Distribusi pendapatan menjadi masalah rumit yang diperdebatkan kalangan ekonom. Sistem ekonomi kapitalisme memandangan bahwa seorang individu bebas dapat mengumpulkan dan mendapatkan penghasilan dengan menggunakan kemampuannya sendiri tanpa dibatasi.Sementara itu, sistem ekonomi sosialisme menganggap bahwa kebebasan mengancam kehidupan sosial masyarakat. Oleh karena itu, hak individu memiliki kekayaan harus dihapuskan dan diambil alih oleh pemerintah sehingga keadilan dapat diwujudkan dalam masyarakat. Sedangkan Islam memberikan prinsip dasar distribusi kekayaan dan pendapatan sehingga kekayaan tidak beredar di antara orang kaya. Dalam rangka mewujudkan cara keadilan, Islam menekankan tentang pentingnya kekayaan beredar di masyarakat melalui aturan kewarisan. Secara teoritis prinsip-prinsip kewarisan Islam mendorong keadilan ditribusi kekayaan.
PERAN ISLAM TERHADAP PRAKTEK EKONOMI DALAM DAM HAJI
Mahfudzi Mahfudzi
Kordinat: Jurnal Komunikasi antar Perguruan Tinggi Agama Islam Vol 17, No 1 (2018): Jurnal Komunikasi Antar Perguruan Tinggi Agama Islam
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/kordinat.v17i1.8098
Peran Islam Terhadap Praktek Ekonomi Dalam Dam Haji. Tanpa disadari roda dunia dalam peradaban Islam sudah seperti yang kita saksikan sekarang ini, sejak dicetuskan oleh pembawanya yaitu Nabi Muhammad SAW, Islam tidak pernah tergelincir rodanya sampai hari ini dan tetap berjalan dalam koridornya secara vertikal. Di era globalisasi yang serba bersentral kepada sains dan tekhnologi, kita harus benar-benar cerdas mengamalkan Islam secara utuh (menyeluruh), tentunya yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Islam adalah agama rahmatan lil‘alamin, artinya tiada satupun permasalahan di dalam kehidupan manusia itu berakhir dengan kebuntuan dan pasti ada jalan keluar yang tidak menyalahi sunnatullah dan sunnah rosulullah. Al-Qur’an dan As-Sunnah merupakan pedoman hidup yang mampu menjawab tantangan kehidupan manusia, sehingga menjadikan manfaat dan maslahat yang merupakan tujuan dari amaliyah seorang muslim.
MENAKAR STANDAR MADRASAH BERMUTU
Rasi'in Rasi'in
Kordinat: Jurnal Komunikasi antar Perguruan Tinggi Agama Islam Vol 15, No 1 (2016): Jurnal Komunikasi Antar Perguruan Tinggi Agama Islam
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/kordinat.v15i1.6308
Menakar Standar Madrasah Bermutu. Sebagai lembaga pendidikan Islam, madrasah mengalami pasang dalam perjalannya, terutama jika dilihat dari kedudukannya dalam perundangan. Sebelumnya madrasah merupakan lembaga pendidikan kelas dua sebagai subsistem pendidikan nasional. Namun semenjak lahirnya Undang-undang No. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional, madrasah memiliki kedudukan yang sama dengan lembaga pendidikan umum pada umumnya. Madrasah adalah sekolah umum berciri khas agama Islam. Madrasah Ibtidaiyah sama dengan SD, Madrasah Tsanawiyah sama dengan SMP, dan Madrasah Aliyah sama dengan SMA. Tamatan Ibtidaiyah dapat melanjutkan ke SMP, tamatan Madrasah Tsanawiyah dapat melanjutkan ke SMA, dan demikian sebaliknya, yang pada masa-masa sebelumnya tidak seperti itu. Dengan kata lain sebenarnya madrasah itu adalah sekolah umum plus. Dari sisi ini, sebenarnya madrasah memiliki modal yang lebih baik atau lebih maju disbanding dengan sekolah umum untuk menjadikan dirinya bermutu. Sekolah bermutu dapat dilihat dari visi, misi yang jelas, pengelola yang professional dan memiliki perencanaan yang bagus
Aplikasi Islamic Agropreneur School Dalam Rangka Pengembangan Kompetensi Lulusan Berwawasan Kebangsaan Di Pondok Pesantren Darunnajah
Hafniati Hafniati
Kordinat: Jurnal Komunikasi antar Perguruan Tinggi Agama Islam Vol 18, No 2 (2019): Jurnal Komunikasi Antar Perguruan Tinggi Agama Islam
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/kordinat.v18i2.11497
Penelitian ini bertujuan menganalisa sistem pendidikan yang cocok bagi pesantren untuk menghasilkan lulusan berwawasan kebangsaan di Pondok Pesantren Darunnajah dan menganalisa penerapan konsep Islamic Agropreneur School dalam Pondok Pesantren Darunnajah. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih atau kontribusi bagi dunia akademik khususnya pada Program Studi pendidikan tentang bagaimana pelaksanaan Aplikasi Islamic Agropreneur School dalam rangka pengembangan kompetensi lulusan berwawasan kebangsaan di Pondok Pesantren Darunnajah serta dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan dan memperkaya perbendaharaan perpustakaan/wawasan bidang pendidikan Agropreneur School. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Metode ini diimplementasikan dengan kegiatan inkuiri-naturalistik yakni penyelidikan yang bersifat alamiah. Implementasi inkuiri-naturalistik digunakan untuk menggali dan menghimpun data alamiah dalam arti asli atau seadanya tanpa atau perlakuan tertentu seperti dalam penelitian Aplikasi Islamic Agropreneur School Dalam Rangka Pengembangan Kompetensi Lulusan Berwawasan Kebangsaan Di Pondok Pesantren Darunnajahkuantitatif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: a) Wawancara dengan semua pihak yang relevan sebagaimana tersebut pada jenis dan sumber data di atas, b) Penyebaran kuesioner/angket kepada semua pihak yang relevan., c) Observasi, yakni melakukan pengamatan langsung ke lapangan dan mencatat hasilnya ke dalam checklist atau lembar observasi. d) Studi dokumentasi terhadap catatan, dokumen dan arsip yang relevan. Adapun alat pengumpul data (APD) yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: 1) Pedoman wawancara (interview guide). 2) Kuesioner, 3) Daftar checklist/ lembar observasi. 4) Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini ditujukan kepada subyek-subyek yang tidak memungkinkan untuk diwawancarai. Isinya pun lebih kurang sama dengan pedoman wawancara. Lokasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah pondok pesantren yang telah menerapkan Islamic agropreneur School. Adapun Research setting di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta terletak di Jalan Ulujami Raya No 86 Pesanggrahan Jakarta Selatan 12250. Pondok pasantren Darunnajah telah menerapkan agropreneurship dalam menopang finansial pondok dengan mendirikan dan menjalankan unit usaha Wawasan kebangsaan di pondok pasantren Darunnajah telah diterapkan sejak santri masuk di asrama dengan cara penempatan kamar tidur tidak boleh bersama dengan teman se daerahnya. Pengenalan agropeneurship kepada santri perlu dilakukan sebagai bekal santri ketika menjadi alumni menjadi penyedia lapangan kerja bukan pencari lapangan kerja Penerapan agropreneurship di pasantren secara tidak langsung mengajarkan santri untuk cinta produk dalam negeri dan menciptakan lapangan kerja berbasis ekonomi kreatif. Keterlibatan guru dan santri dalam agropreneurship sangat penting sebagai ilmu aplikatif.
RELASI ANTARA MUSLIM DENGAN NON MUSLIM
Andi Rahman
Kordinat: Jurnal Komunikasi antar Perguruan Tinggi Agama Islam Vol 15, No 2 (2016): Jurnal Komunikasi Antar Perguruan Tinggi Agama Islam
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/kordinat.v15i2.6331
Relasi Antara Muslim Dengan Non Muslim. sejarah tentang hubungan Nabi Muhammad dan umat Islam dengan kaum Nashrani dan Yahudi.Nyata bahwa Islam mengakui pluralitas agama dan tidak melakukan pemaksaan dalam berdakwah. Islam tidak datang untuk menghabisi dan memusnahkan agama lain, melainkan agar para pemeluk agama saling hidup damai berdampingan dan bekerja sama. Terlebih dalam masalah interaksi sosial (mu'amalah) dan pergaulan sehari-hari dengan orang kafir, Islam mengajarkan keluwesan dan sikap saling menghargai
Konsep Hukum Pidana Islam Dan Sanksinya Dalam Perspektif Al-Qur’an
Sunarto Sunarto
Kordinat: Jurnal Komunikasi antar Perguruan Tinggi Agama Islam Vol 19, No 1 (2020): Jurnal Komunikasi Antar Perguruan Tinggi Agama Islam
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/kordinat.v19i1.17176
Sebagai sumber hukum utama dalam Islam, al-Qur’an telah mendeskripsikan berbagai macam pelanggaran kepidanaan beserta sanksi hukumannya yang disebut Jarimah. Hal ini relevan dengan tujuan disyariatkan hukum-hukum Allah di muka bumi ini untuk kemaslahatan dan kebahagiaan manusia itu sendiri. Ketentuan sanksi yang Allah berikan kepada si pelaku aniaya bukan bermaksud untuk membalas dendam terhadap apa yang telah ia lakukan, melainkan untuk pemenuhan hak Allah dan hak keluarga teraniaya sebagai bentuk keadilan, memberikan efek jera dan perlindungan publik. Sebagai mukallaf hendaknya manusia patuh dan tunduk terhadap aturan syari’ah yang telah Allah tetapkan dalam al-Qur’an agar selamat dari sanksi baik di dunia maupun di akhirat.
Fiqh Siyasah Nusantara Abad XVII-XIX
Anas Shafwan Khalid
Kordinat: Jurnal Komunikasi antar Perguruan Tinggi Agama Islam Vol 18, No 1 (2019): Jurnal Komunikasi Antar Perguruan Tinggi Agama Islam
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/kordinat.v18i1.11477
Abad XVII-XIX merupakan masa tadwîn yang lebih berarti konsolidasi pemikiran ke alam bawah sadar masyarakat (i’âdat binâ’i al-tsaqâfî). Dalam proses ini, al-Raniri dan para ulama Nusantara saat itu mengabaikan korpus pemikiran politik yang lain, seperti al-Aẖkâm al-Sulthâniyyah karya al-Mâwardî, atau karya al-Dharûrî fi al-Siyâsah Ibn Rusyd. Dengan demikian, mainstream politik nusantara bernuansakan Nashîhat al-Mulûk karya al-Ghazâlî, yang menempatkan fiqh siyasah sebagai etika politik, bukan fiqh tata negara. Mainstream ini tidak memungkinkan pembelahan antara kelompok muslim-non muslim, atau antara dâr al-islâm dan dâr al-ẖarb, ataupun pemisahan yang tegas antara agama dan adat, seperti kecenderungan sekularistik.
TELAAH KRITIS TERHADAP PRAKTIK PERKAWINAN DI BAWAH TANGAN DI INDONESIA
Ghufron Maksum
Kordinat: Jurnal Komunikasi antar Perguruan Tinggi Agama Islam Vol 16, No 1 (2017): Jurnal Komunikasi Antar Perguruan Tinggi Agama Islam
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/kordinat.v16i1.6455
Telaah Kritis terhadap Praktik Perkawinan di Bawah Tangan di Indonesia. Kebanyakan orang meyakini bahwa perkawinan di bawah tangan sah menurut Islam karena telah memenuhi rukun dan syaratnya, sekalipun perkawinan tersebut tidak dicatatkan di Kantor Urusan Agama (KUA). Akibat pemahaman tersebut maka timbul dualisme hukum yang berlaku di negara Indonesia ini, yaitu di satu sisi perkawinan itu harus dicatatkan di KUA dan disisi lain tanpa dicatatkan pun tetap berlaku dan diakui dimasyarakat. Oleh karena itu perlu adanya kajian yang menela’ah secara kritis terhadap rukun perkawinan yang ada yang mana rukun perkawinan tersebut masih diperselisihkan oleh para Imam Madzhab yang empat sehingga dimungkinkan adanya ijtihad baru disebabkan karena perubahan situasi dan kondisi masyarakat yang menuntut kemaslahatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pencatatan merupakan salah satu dari rukun perkawinan. Setiap perkawinan harus dicatatkan dihadapan petugas pencatat nikah. Perkawinan yang tidak dicatatkan (di bawah tangan) akan mendatangkan kekacauan dan kemadharatan. Perkawinan seperti ini hukumnya haram (tidak sah) karena tidak sejalan dengan maqâshid al-syarî’ah.
DAKWAH DAN PEMBAHARUAN PEMAHAMAN ISLAM
Akhirudin Akhirudin
Kordinat: Jurnal Komunikasi antar Perguruan Tinggi Agama Islam Vol 17, No 2 (2018): Jurnal Komunikasi Antar Perguruan Tinggi Agama Islam
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/kordinat.v17i2.9618
Change is the intrinsic nature of society. There is no society without change. He departed the change of mind of the human being who became members of the society. The development of science and technology has spurred the changes. Such changes also suggest changing the religious understanding. In assessing the various changes should da'wah make efforts to renew the understanding of Islam. With Da'wah and Renewal of Understanding of Islam discussed what steps taken by a da'i in the face of the change. In this connection a preacher should really understand the essence of Islamic teachings from the main source of the Qur'an and Sunnah Sahihah and then understand adequately the developments that occur due to the advance of modern science and technology. From these two forms of understanding da'i must be able to provide answers to the needs of the mad'u community who thirst for explanation when they face new problems in daily life that must get a reference from the Qur'an and Sunnah.
PLAGIARISME DAN KORUPSI ILMU PENGETAHUAN
Dody Riyadi HS
Kordinat: Jurnal Komunikasi antar Perguruan Tinggi Agama Islam Vol 16, No 2 (2017): Jurnal Komunikasi Antar Perguruan Tinggi Agama Islam
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/kordinat.v16i2.6443
Plagiarisme dan Korupsi Ilmu Pengetahuan. Salah satu kasus plagiarisme yang diberitakan secara masif adalah artikel jiplakan Anak Agung Banyu Perwita di The Jakarta Post pada 12 November 2009. Pelbagai kasus plagiarisme dengan beragam modus dan motif disertai sanksi kepada pelakunya bermunculan setelah itu. Meskipun didefinisikan dan dilabeli secara berbeda, tetapi kaum akademisi menilai plagiarisme sebagai aksi antiintelektual yang amat tercela, tak hanya bagi pelakunya tetapi juga buat institusi tempat penjiplak bekerja. Dampak mental terhadap bangsa akibat plagiarisme jauh lebih besar daripada kerugian finansial. Islam mengutuk plagiarisme. Sejak wahyu pertama, Islam telah melekatkan intelektualitas dengan spiritualitas dan etika akademik.