cover
Contact Name
Ridwan Arifin
Contact Email
ridwanarifin.mail@gmail.com
Phone
+6281225294499
Journal Mail Official
psr.policejournal@gmail.com
Editorial Address
Akademi Kepolisian Republik Indonesia. Jalan Sultan Agung No 131 Candi Baru Semarang. Nomor Telepon: 024 8411680-90
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Police Studies Review
ISSN : 27224589     EISSN : 27224597     DOI : -
Core Subject : Social,
Police Studies Review is a double blind peer-reviewed journal published by Indonesian National Police Academy (Akademi Kepolisian Republik Indonesia).
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 328 Documents
Optimalisasi Penyuluhan Satuan Binmas Melalui Program Djimat dalam Pencegahan Tindak Pidana Pencurian Kendaraan Bermotor di Wilayah Hukum Polres Banyumas: Optimizing the Extension of Binmas Unit Through the Djimat Program in Preventing Criminal Acts of Motorized Vehicle Theft in the Jurisdcition of Banyumas District Police Gesang Kurniawan Mustofa
Police Studies Review Vol. 1 No. 1 (2017): January, Police Studies Review
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka curanmor yang didominasi oleh pelaku pendatang, sehingga perlu dilakukan upaya preemtif dan pendekatan kepada masyarakat. Polres Banyums membuat sebuah program sebagai terobosan baru sebagai upaya pendekatan diri kepada masyarakat agar penyampaian pesan kamtibmas dapat disampaikan dengan lebih baik, Oleh karena itu maka dilakukanlah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan penyuluhan oleh Satuan Binmas Polres Banyumas, pelaksanaan Program Djimat, dan faktor faktor yang mempengaruhi tidak optimalnya pelaksanaan penyuluhan. Penelitian ini menggunakan dua kepustakaan penelitian yaitu dari skripsi yang berjudul Peran Patroli Sabhara Polres Bengkulu dalam Pencegahan Pencurian Kendaraan Bermotor dan Peranan Satuan Binmas dalam Mencegah Tindak Pidana Curanmor di Kelurahan Kampung Baru. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan Kualitatif, menggunakan metode penelitian Deskriptif Analisis. Serta teknik pengumpulan data dengan Wawancara, Pengamatan, dan Telaah Dokumen. Hasil penelitian mengemukakan bahwa Pelaksanaan Penyuluhan di Wilayah Hukum Polres Banyumas masih belum optimal. Banyak hal hal yang belum dilakukan secara optimal, sehingga perlu dilakukan upaya lain untuk mendukung pelaksanaan kegiatan penyuluhan tersebut, salah satunya yaitu pelaksanaan Program Djimat, dimana sudah berjalan cukup baik dan mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat, sekalipun masih terdapat beberapa kekurangan. This research is motivated by the high number of people who are dominated by migrants, so it is necessary to make preemptive efforts and approaches to the community. Banyums Police made a program as a new breakthrough as an effort to approach themselves to the community so that the Kamtibmas message can be conveyed better. Therefore, a study was conducted to find out the implementation of counseling activities by the Banyumas Police Binmas Unit, the implementation of the Djimat Program, and the factors which influences the suboptimal implementation of counseling. This study uses two research libraries, namely from a thesis entitled The Role of Sabhara Bengkulu Police Patrol in the Prevention of Motorized Vehicle Theft and the Role of Binmas Unit in Preventing Criminal Acts in Kampung Baru Village. This research was conducted with a Qualitative approach, using Descriptive Analysis research methods. As well as data collection techniques with Interviews, Observation, and Document Review. The results of the study revealed that the Implementation of Counseling in the Banyumas District Police Legal Region was still not optimal. Many things have not been done optimally, so other efforts need to be made to support the implementation of the counseling activities, one of which is the implementation of the Djimat Program, which has been running quite well and received a warm reception from the community, although there are still some shortcomings.
Optimalisasi Penyelidikan Intelijen dalam Penanggulangan Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan di Wilayah Hukum Polsek Purwokerto Timur: Optimization of Intelligence Investigation in Handling the Theft of Crimes in the Jurisdiction of the East Purwokerto District Police Gilang Reno Prakoso
Police Studies Review Vol. 1 No. 1 (2017): January, Police Studies Review
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dalam skripsi ini dilatarbelakangi oleh angka tindak pidana pencurian dengan pemberatan(curat) yang terus naik dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun terakhir. Oleh karena itu dalam menanggulangi tindak pidana curat tersebut Unit Intelkam Polsek Purwokerto Timur berupaya untuk mengoptimalkan penyelidikan intelijen agar pelaksanaannya sesuai dengan Perkabik No. 1 tahun 2013 tentang Penyelidikan Intelijen Polri. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengidentifikasi pelaksanaan penyelidikan intelijen dalam penganggulangan tindak pidana curat, (2) menggambarkan faktor – faktor yang mempengaruhi penyelidikan intelijen dan (3) mendeskripsikan upaya untuk optimalisasi penyelidikan intelijen. Pada kepustakaan konseptual penulis menggunakan teori dan konsep guna menganalisis permasalahan di atas. Konsep dan teori tersebut adalah : Teori Dasar Intelijen, Teori Manajemen, Konsep Optimalisasi, Konsep Penyelidikan Intelkam, Konsep penangulangan, dan Pengertian Pencurian dengan pemberatan. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dengan Metode Penelitian Lapangan (Field Research) dan menggunakan triangulasi data, sumber, dan teoritis untuk memperoleh validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan penyelidikan oleh unit intelkam untuk menanggulangi tindak pidana curat di wilayah hukum Polsek Purwokerto Timur belum maksimal karena peningkatan jumlah tindak pidana curat tersebut tidak diimbangi dengan perkembangan baik kemampuan maupun sarana prasarana yang dimiliki. Simpulan dalam skripsi ini, (1)Pelaksanaan penyelidikan inteliejen masih masih belum sesuai dengan Perkabik no. 1 tahun 2013 tentang penyelidikan intelijen Polri, (2) faktor yang mempengaruhi selain dari faktor internal juga faktor eksternal berupa infroman karena berperan penting dalam memberikan informasi dan bahan keterangan yang dibutuhkan dan (3) Peran dari Kanit Intelkam maupun anggota Unit Intelkam dalam memaksimalkan sumber daya yang ada dengan manajemen yang baik sangatlah diperlukan. Saran dalam skripsi ini, Unit Intelkam mengajukan penambahan anggaran khusus penyelidikan dan perbaikan sarana prasarana anggota unit intelkam dapat melaksanakan penyelidikan sesuai dengan Perkabik no. 1 tahun 2013 tentang penyelidikan intelijen Polri The research in this thesis is motivated by the number of criminal acts of theft with weights (curat) that continue to rise in the last 3 (three) years. Therefore, in dealing with these criminal acts, the East Purwokerto Police Intelligence Unit seeks to optimize intelligence investigations so that their implementation is in accordance with Perkabik No. 1 of 2013 concerning Police Intelligence Investigations. This study aims to: (1) identify the conduct of intelligence investigations in dealing with criminal offenses, (2) describe the factors that influence intelligence investigations and (3) describe efforts to optimize intelligence investigations. In the conceptual literature the author uses theories and concepts to analyze the above problems. These concepts and theories are: Basic Theory of Intelligence, Management Theory, Optimization Concept, Intelligence Investigation Concept, Countermeasure Concept, and Understanding of Theft with Weighting. In this study a qualitative approach is used with the Field Research Method (Field Research) and uses triangulation of data, sources, and theoretical to obtain data validity. The results showed that the investigation by the intelligence unit to tackle crimes in the jurisdiction of East Purwokerto Sector Police was not optimal because the increase in the number of crimes was not balanced with the development of both the capabilities and infrastructure owned. Conclusions in this thesis, (1) The implementation of intelligence investigations is still not in accordance with Perkabik no. 1 of 2013 concerning police intelligence investigations, (2) influencing factors aside from internal factors as well as external factors in the form of information because they play an important role in providing the information and information needed and (3) the role of the intelligence unit and members of the intelligence unit in maximizing resources existing with good management is very necessary. Suggestions in this thesis, the Intelligence Unit proposes to add a special budget for the investigation and improvement of infrastructure facilities for members of the intelligence unit to carry out an investigation in accordance with Perkabik no. 1 of 2013 concerning police intelligence investigations
Optimalisasi Penyuluhan oleh Satuan Binmas Wilayah Hukum Polres Jepara dalam Menumbuhkan Kesadaran Masyarakat Akan Bahaya Penggunaan Minuman Keras: Optimizing Counseling by Binmas Unit of Jepara Regional Police in Fostering Public Awareness of the Dangers of Using Alcohol I Gusti Ngurah Utama Putra
Police Studies Review Vol. 1 No. 1 (2017): January, Police Studies Review
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fokus penelitian ini adalah tentang optimaliasi penyuluhan oleh Satbinmas dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat akan bahaya penggunaan miras. Fokus kajian ini dipandang penting dilakukan sebab banyak terjadi tindak pidana yang berawal dari pengaruh minuman beralkohol diantaranya perkelahian yang berwujud pada penganiayaan, kekerasan dan keributan- keributan yang membuat tidak adanya ketenangan pada masyarakat. Hal ini salah satu diakibatkan oleh mengkonsumsi minuman yang berkadar alkohol yang mengakibatkan hilangnya kesadaran, sehingga menjadi awal dari tindakan atau perbuatan pidana yang meresahkan masyarakat padahal ketentuan minuman beralkohol di Jepara adalah 0% sesuai yang telah ditetapkan Perda Kabupaten Jepara No. 2 Tahun 2013 tentang Larangan Minuman beralkohol. Ada tiga persoalan yang diajukan dalam penelitian skripsi ini, yakni tentang; (1) Bagaimana penyuluhan oleh Satbinmas tentang bahaya penggunaan miras?, (2) Faktor apa saja yang mempengaruhi penyuluhan oleh Satbinmas?, (3) Upaya apa untuk mengoptimalkan penyuluhan oleh Satbinmas dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat akan bahaya penggunaan miras?. Untuk menganalisis terhadap tiga persoalan tersebut, peneliti menggunakan metode dan pendekatan kualitatif. Penggunaan kerangka konseptual berupa teori dan konsep digunakan sebagai pisau analisis oleh peneliti dalam menjawab rumusan masalah yang telah ditentukan. Teori dan konsep yang digunakan peneliti yaitu teori manajemen dan unsur-unsur manajemen, teori komunikasi, konsep optimalisasi serta konsep penyuluhan. Adapun temuan penelitian ini yakni (1) Kurang optimalnya penyuluhan oleh Satbinmas tentang bahaya penggunaan miras dikarenakan penyuluhan tentang miras materinya hanya bersifat sisipan. (2) Faktor yang mempengaruhi penyuluhan oleh Satbinmas yaitu faktor internal dan faktor eksternal dimana yang menjadi faktor penghambat yaitu kemampuan petugas yang masih kurang, saranaprasaran yang tidak diperhatikan, kesadaran hukum masyarakat rendah, dan miras yang telah menjadi kultur masyarakat jepara. (3) Upaya yang telah dilakukan Satbinmas salah satunya yaitu menjadi Irup disekolah-sekolah dan membuat video musik namun belum terfokus tentang miras. Dari temuan penelitian tersebut, disarankan Kasat Binmas menyelenggarakn penyuluhan yang terfokus tentang miras, berkerjasama dengan Dinas Kesehatan untuk memberikan pembekalan tentang miras kepada personil Satbinmas, meningkatkan intensitas penyuluhan dengan memanfaatkan saluran radio yaitu Swawa Jepara, dan menegakkan Perda Kabupaten Jepara No. 2 Tahun 2013 secara tegas. The focus of this research is about optimizing counseling by Satbinmas in growing public awareness of the dangers of alcohol use. The focus of this study is considered important because there are many criminal acts that originate from the influence of alcoholic beverages including fights that manifest in the persecution, violence and commotion that makes there is no peace in the community. This is caused by consuming alcoholic beverages which results in loss of consciousness, so that it is the beginning of criminal actions or unsettling to the public even though the provision of alcoholic drinks in Jepara is 0% in accordance with Jepara District Regulation No. 2 of 2013 concerning Prohibition of Alcoholic Beverages. There are three issues raised in this thesis research, which are about; (1) How is counseling by Satbinmas about the dangers of alcohol use ?, (2) What factors affect counseling by Satbinmas ?, (3) What efforts to optimize counseling by Satbinmas in raising public awareness of the dangers of alcohol use ?. To analyze these three problems, researchers used qualitative methods and approaches. The use of conceptual framework in the form of theory and concepts is used as a knife of analysis by researchers in answering the formulated problems. Theories and concepts used by researchers are management theory and elements of management, communication theory, optimization concepts and extension concepts. The findings of this study are (1) Less optimal counseling by Satbinmas about the dangers of alcohol use because counseling about alcohol is only insertion material. (2) Factors that influence counseling by Satbinmas are internal factors and external factors which are inhibiting factors, namely the ability of officers who are still lacking, suggestions that are not heeded, low public legal awareness, and alcohol which has become Jepara's culture. (3) One of the efforts made by Satbinmas is to become an IRUP in schools and make music videos, but they are not focused on alcohol. From the research findings, it is suggested that Kasat Binmas conduct counseling which is focused on alcohol, collaborate with the Health Office to provide supplies on alcohol to Satbinmas personnel, increase the intensity of counseling by utilizing radio channels namely Swawa Jepara, and enforce Regional Regulation No. Jepara No. 2 of 2013 expressly.
Optimalisasi Unit Laka Lantas dalam Penanganan Kecelakaan Lalu Lintas di Wilayah Hukum Polres Kudus: Optimization of Laka Lantas Unit in Handling Traffic Accidents in the Jurisdiction of Kudus Regional Police Imam Dipsa Maulana
Police Studies Review Vol. 1 No. 1 (2017): January, Police Studies Review
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh angka kecelakaan lalu lintas yang terus naik dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun terakhir. Oleh karena itu dalam menghadapi angka kenaikan kecelakaan lalu lintas tersebut Unit Laka Lantas Polres Kudus berupaya untuk mengoptimalkan penangan kecelakaan lalu lintas agar setiap kecelakaan lalu lintas yang terjadi dapat diatasi dengan baik. Penelitan dalam skripsi bertujuan untuk : (1) medeskripsikan penanganan kecelakaan lalu lintas wilayah hukum Polres Kudus, (2) menemukan faktor-faktor yang mempengaruhi penanganan kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Kudus dan (3) mendeskripsikan upaya untuk optimalisasi penanganan kecelakaan lalu lintas oleh Unit Laka Lantas Polres Kudus. Pada kepustakaan konseptual penulis menggunakan teori dan konsep guna menganalisis permasalahan di atas. Konsep dan teori tersebut adalah : Teori Manajemen, Teori Peran, Konsep Optimalisasi, Konsep Koordinasi, Pengertian Lalu Lintas dan Penanganan Terhadap Kecelakaan Lalu Lintas, Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dengan Metode Penelitian Lapangan (Field Research) dan menggunakan triangulasi data, sumber, dan teoritis untuk memperoleh validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Kudus belum maksimal karena peningkatan angka kejadian kecelakaan tersebut tidak diimbangi dengan perkembangan baik kemampuan maupun sarana prasarana yang dimiliki. Simpulan dalam penelitian ini menegaskan bahwa: (1) angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Kudus mengalami kenaikan sehingga beban kerja dari Unit Laka bertambah, (2) faktor yang mempengaruhi selain dari faktor internal juga faktor eksternal berupa saksi karena saksi berperan penting dalam penyelesaian suatu perkara dengan memberikan keterangan dan (3) Peran dari Kanit Laka maupun anggota Unit Laka dalam memaksimalkan sumber daya yang ada dengan manajemen yang baik sangatlah diperlukan. Saran dalam skripsi ini, Satuan Lalu Lintas memaksimalkan koordinasi dengan instansi terkait guna kerjasama dalam kamseltibcar lantas, selain penambahan personil dan perbaikan sarana prasarana anggota unit laka dapat mengajarkan kemampuan dari satu anggota ke anggota lain dan mengadaptasi program Panic Button sebagai Quick Response dalam mengatasi kecelakaan lalu lintas. This research is motivated by the number of traffic accidents that continues to rise in the last 3 (three) years. Therefore, in facing the increase in traffic accidents, the Kudus Police Laka Lantas Unit seeks to optimize the handling of traffic accidents so that any traffic accidents that occur can be handled properly. The research in this thesis aims to: (1) describe the handling of traffic accidents in the Kudus Police jurisdiction, (2) find the factors that influence the handling of traffic accidents in the Kudus Police jurisdiction and (3) describe efforts to optimize the handling of traffic accidents by Kudus Police Laka Lantas Unit. In the conceptual literature the author uses theories and concepts to analyze the above problems. These concepts and theories are: Management Theory, Role Theory, Optimization Concepts, Coordination Concepts, Understanding Traffic and Handling of Traffic Accidents, In this study a qualitative approach is used with Field Research Methods and uses triangulation of data, sources, and theoretical way to obtain data validity. The results showed that the handling of traffic accidents in the Kudus police area was not optimal because the increase in the number of accidents was not balanced with the development of both the capabilities and infrastructure owned. The conclusions in this study confirm that: (1) the number of traffic accidents in the Kudus police area has increased so that the workload of the Laka Unit increases, (2) factors that influence other than internal factors as well as external factors such as witnesses because witnesses play an important role in the settlement a case by providing information and (3) The role of the Office of Laka and members of the Unit of Laka in maximizing available resources with good management is very necessary. Suggestions in this thesis, the Traffic Unit maximizes coordination with relevant agencies for cooperation in kamseltibcar then, in addition to adding personnel and improving the facilities of laka unit members, can teach the ability of one member to another and adapt the Panic Button program as Quick Response in dealing with past accidents cross.
Optimalisasi Patroli Roda Empat Satuan Sabhara dalam Mencegah Tindak Pidana Pencurian Kendaraan Bermotor di Wilayah Hukum Polres Kudus: Optimizing the Sabhara Unit's Four-Wheeled Patrol in Preventing Criminal Acts of Motorized Vehicle Theft in the Jurisdiction of Kudus District Police Imballoo Imballoo
Police Studies Review Vol. 1 No. 1 (2017): January, Police Studies Review
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh tingginya angka curanmor yang terjadi di Kabupaten Kudus, terutama dalam kurun waktu 5 Tahun terakhir curanmor merupakan jenis tindak pidana yang memiliki angka tertinggi dibanding tindak pidana lainnya. Bertambahnya angka kendaraan bermotor yang dimiliki masyarakat tidak sejalan dengan pemikiran akan pengamanan kendaraan bermotor. Dalam penelitian ini, penulis berupaya untuk menuangkan hal-hal apa saja yang seharusnya dilakukan oleh Satuan Sabhara khususnya Unit Patroli Roda Empat dalam mencegah terjadinya tindak pidana curanmor. Penelitan dalam skripsi bertujuan untuk : (1) mendeskripsikan pelaksanaan patroli roda empat satuan sabhara dalam mencegah curanmor, (2) mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi patroli roda empat belum optimal, dan (3) mendeskripsikan upaya-upaya yang dilakukan unit patroli roda empat dalam mencegah curanmor. Pada kepustakaan konseptual penulis menggunakan teori dan konsep guna menganalisis permasalahan di atas. Konsep dan teori tersebut adalah: Konsep Curanmor, Konsep Optimalisasi, Konsep Patroli Roda Empat, Teori Pencegahan Kejahatan, Teori Analisis SWOT, dan Teori Manajemen. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dengan Metode Penelitian Lapangan (Field Research) dan menggunakan triangulasi data, sumber, dan teoritis untuk memperoleh validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan patroli roda empat di Polres Kudus telah sesuai dengan prosedur yaitu dilaksanakan, namun masih adanya beberapa faktor kendala yang dihadapi adalah kendala internal dan eksternal. Kendala internal yaitu kedisplinan personil, stigma negatif, dan tidak seimbangnya jumlah personil dengan jumlah penduduk di Kabupaten Kudus dan kendala eksternal yang dihadapi yaitu kondisi kerawanan dan kesadaran masyarakat. Optimalisasi yang harus dilakukan adalah penambahan anggaran BBM, kualitas maupun kuantitas personel. Saran yang diberikan penulis adalah (1) perlunya pengajuan penambahan jumlah personil dan anggaran, (2) perlunya menseleksi ulang personil-personil yang berada di Satuan Sabhara, (3) perlu adanya reward dan punishment dari pimpinan untuk setiap personil, (4) perlunya diadakan sosialisasi mengenai curanmor, (5) perlunya diadakan kerjasama dengan pihak perushaan, dan (6) perlunya kerjasama dengan pihak pos kamling dalam harkamtibmas. This research is motivated by the high number of frauds that have occurred in Kudus Regency, especially in the past 5 years which is the type of crime that has the highest number compared to other crimes. The increase in the number of motor vehicles owned by the public is not in line with the thought of securing motor vehicles. In this study, the author seeks to pour out what should be done by the Sabhara Unit in particular the Four Wheel Patrol Unit in preventing the occurrence of criminal acts of fraud. The research in this thesis aims to: (1) describe the implementation of the four-wheeled sabhara patrol unit in preventing curanmor, (2) describe the factors that affect the four-wheeled patrol is not optimal, and (3) describe the efforts made by the four-wheeled patrol unit in prevent curanmor. In the conceptual literature the author uses theories and concepts to analyze the above problems. These concepts and theories are: Concept of Curanmor, Concept of Optimization, Concept of Four-Wheel Patrol, Crime Prevention Theory, SWOT Analysis Theory, and Management Theory. In this study a qualitative approach is used with the Field Research Method (Field Research) and uses triangulation of data, sources, and theoretical to obtain data validity. The results showed that the implementation of four-wheeled patrol activities in the Kudus Police Precinct was in accordance with the procedures that were carried out, but there were still a number of obstacles faced by internal and external constraints. Internal constraints namely personnel discipline, negative stigma, and the imbalance of the number of personnel with the population in Kudus Regency and external constraints faced are conditions of vulnerability and public awareness. Optimization that must be done is the addition of the fuel budget, the quality and quantity of personnel. Suggestions given by the author are (1) the need to submit additional numbers of personnel and budget, (2) the need to re-select personnel in the Sabhara Unit, (3) the need for reward and punishment from the leadership for each personnel, (4) the need to be held socialization regarding curanmor, (5) the need for cooperation with the company, and (6) the need for cooperation with the security post in harkamtibmas.
Pemanfaatan Layanan Polisi 110 oleh Command Center untuk Meningkatkan Pelayanan Publik di Polres Banyumas Aritztra Arif Amandita
Police Studies Review Vol. 4 No. 1 (2020): January, Police Studies Review
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peluncuran Layanan Polisi 110 oleh Divisi TI Mabes Polri memiliki misi meningkatkan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakatuntuk mengimbangi perkembangan teknologi. Dalam penelitian ini, yang menjadi fokus penelitian adalah bagaimana kemampuan para operator Layanan Polisi 110, keadaan sarana dan prasarana yang digunakan untuk mengoperasikan Layanan Polisi 110, sertatata cara penggunaan Layanan Polisi 110 oleh Command Center Polres Banyumas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana kemampuan para operatornya dalam mengoperasikan Layanan Polisi 110, bagaimana keadaan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Command Center dalam mendukung Layanan Polisi 110, serta pelaksanaan tata cara Layanan Polisi 110apakah sudah sesuai protap dan kenyataan di lapangan. Teori yang digunakan antara lain teori kompetensi dan Perkap No. 20 Tahun 2014 tentang Layanan Polisi 110. Sedangkan konsepnya berupa konsep tentang Command Center, konsep tentang Layanan Polisi 110, konsep tentang Pelayanan Publik dan konsep tentang Manajemen Teknologi Informasi. Metode penelitian secara sistematis menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian lapangan. Berlokasi di Polres Banyumas, didukung dengan teknik pengumpulan data secara simultan dengan wawancara, observasi lapangan dan studi dokumen. Untuk validasi data digunakan metode triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para operator memiliki kemampuan yang telah memadai, memenuhi aspek kompetensi. Mengenai keadaan sarana dan prasarananya juga telah memenuhi standar yang ditetapkan dalam Perkap No.20 tahun 2014 tentang Layanan Polisi 110 bab III pasal 7 dan 8 tentang sarana dan prasarana.Namun pelaksanaan tata cara penggunaan di lapangan tidak sesuai dengan standar operasional prosedur yang dibakukan melalui Perkap No.20 tahun 2014 tentang Layanan Polisi 110. Hal ini disebabkan karena adanya celah yang dapat memakan waktu respon polisi terhadap laporan, makatata cara tersebut disesuaikan dengan keadaan di lapangan, dan kemampuan para operatornya. Sehingga, kecepatan polisi dalam merespon laporan/ aduan tersebut dapat ditingkatkan.
Efektivitas Penerapan E-Tilang dalam Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas di Wilayah Hukum Polres Banyumas Anakletus Mardi Wayne
Police Studies Review Vol. 4 No. 1 (2020): January, Police Studies Review
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi kurang efektifnya proses penilangan menggunakan blangko tilang oleh unit turjawali satuan lalu lintas Polres Banyumas dalam menanggulangi pelanggar lalu lintas. Untuk itu Polres Banyumas menggunakan program baru yang dikeluarkan oleh Korlantas Polri yaitu E-tilang. Program e-tilang ini mulai beroperasi sejak tanggal 16 Desember 2016.Namun dalam pelaksanaan proses penilangan menggunakan e-tilang, masih belum maksimal dan belum sesuai yang diharapkan. Oleh karena itu, dilakukanlah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan e-tlang oleh unit turjawali satuan lalu lintas, faktor yang memengaruhi dan upaya yang dilakukan oleh unit turjawali satuan lalu lintas dalam meningkatkan efektivitas penggunaan e-tilang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif menggunakan metode deskriptif analisis, serta teknik pengumpulan data dengan wawancara, pengamatan dan telaah dokumen. Hasil penelitian menemukan bahwa penggunaan e-tilang masih belum maksimal. Ini dikarenakan karena beberapa faktor yaitu 1) masih banyak masyarakat yang tidak memiliki hp berbasis android. Sehingga untuk mengirimkan kode briva kepada pelanggar mengalami kesulitan.2) tidak semua daerah di Banyumas memiliki koneksi internet yang baik. Ada daerah yang tidak memiliki koneksi internet yang baik sehingga petugas hanya dapat menilang dengan menggunakan blangko tilang.3) ada petugas yang masih belum mengerti tentang sehingga dalam menggunakan e-tilang masih mengalami keterlambatan karena belum mengertinya oetugas dalam menggunakan e-tilang. Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa penggunaan e-tilang oleh petugas satuan lalu lintas Polres Banyumas belum efektif. Pelaksanaan dilapangan masih mengalami kendala, baik petugas maupun lingkungannya. Menyikapi hal tersebut, satuan lalu lintas Polres Banyumas telah melakukan upaya untuk meningkatkan efektivitas penggunaan e-tilang.
Upaya Penyuluhan oleh Satuan Binmas dalam Mencegah Penyebaran Berita Hoaks Melalui Media Sosial di Wilayah Hukum Polres Banyumas Guna Menciptakan Kamtibmas Menjelang Pemilu 2019 Wahyu Ramadhan
Police Studies Review Vol. 4 No. 1 (2020): January, Police Studies Review
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang dari penelitian ini adalah terdapatnya penyebaran berita hoaks di Indonesia terutama menjelang pesta demokrasi . Terlebih akan diadakan pesta demokrasi di Indonesia yang akan memancing tersebarnya berita hoaks mengenai politik. Wilayah Banyumas pun tak luput dari hoaks. Hal ini dibuktikan dengan terdapatnya kasus hoaks yang terjadi di Banyumas. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan upaya yang dilakukan oleh Satuan Binmas dalam mencegah penyebaran berita hoaks melalui media sosial serta faktor faktor yang mempengaruhi penyuluhan. Fokus penelitian adalah tentang upaya penyuluhan oleh Satuan Binmas dalam mencegah penyebaran berita hoaks melalui media sosial. Peneliti akan menggunakan pendekatan kualitatif dengan field research. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa(1) Kurangnya kuantitas dan kualitas personil dari Satuan Binmas yang dibuktikan dengan hasil observasi dan didukung dengan data personel dan data Dikjur Polres Banyumas( 2) Kurang optimalnya penggunaan media sosial yang dibuktikan dengan observasi akun media sosial Polres Banyumas (3)Kurangnya minat masyarakat dalam mengikuti penyuluhan kemudian faktor yang mendukung (4) Sarana dan prasarana serta anggaran yang tersedia sudah cukup menunjang pelaksanaan kegiatan (5) Adanya dukungan dari pihak eksternal dalam pelaksanaan penyuluhan. Berdasarkan temuan tersebut penulis memberi saran agar (1) melakukan upaya peningkatan kualitas personel dan bekerjasama dengan Bhabinkamtibmas guna mengurangi kendala personil (2)Mengoptimalkan penggunaan media sosialdengan konten menarik (3) Bekerjasama dengan pihak lain guna membuat acara yg menarik minat masyarakat sehingga lebih efektif daripada harus mengumpulkan masyarakat terlebih dahulu.
Optimalisasi Penyidik Satuan Reskrim dalam Pemanfaatan Aplikasi E-Manajemen Penyidikan di Polres Banyumas Recki Agustoni
Police Studies Review Vol. 4 No. 1 (2020): January, Police Studies Review
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya inovasi yang dilakukan oleh Bareskrim Polri padatahun 2017 berupa pemanfaatana plikasi E-Manajemen Penyidikan untuk membantu penyidik Polri dalam pembuatan berkas administrasi Penyidikan. Namun hingga tahun 2019 jumlah dokumen penyidikan berjumlah 236 dan anggota yang sudah membuat dokumen penyidikan dengan memanfaatkan aplikasi E-Manajemen berjumlah 24 anggota, sehingga dinilai belum optimal. Oleh karena itu, dilakukanlah penelitian yang bertujuan untuk mendiskripsikan dan menganalisis Pemanfaatan aplikasi E-Manajemen Penyidikan, faktor – faktor yang mempengaruhi, dan bentuk optimalisasi penggunaan aplikasiE-Manajemen Penyidikan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, menggunakan Jenis Penelitian Field and research, serta Teknik pengumpulan data dengan wawancara, pengamatan, dan studi dokumen. Hasil penelitian menemukan bahwa pemanfaatan aplikasi E-Manajemen Penyidikan sampai saat ini dalam segi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian belum optimal dilaksanakan. Untuk faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu sarana prasarana, pengawasan internal, dan evaluasi kinerja pelaksana belum memenuhi standar. Optimalisasi yang sudah dilakukan diantaranya meningkatkan kualitas anggota dengan melaksanakan pelatihan pemanfaatan aplikasi E-Manajemen Penyidikan. Berdasarkan hasil penelitian, maka peneliti menyarankan untuk mewajibkan seluruh penyidik satuan reskrim memanfaatkan aplikasi E-manajemen Penyidikan, mengajukan kepada pihak Bareskrim Polri u ntuk memberikan anggaran dana khusus pemanfaatan aplikasi E-Manajemen Penyidikan, membuat Standar Operasional Prosedur pengguna anaplikasi E-Manajemen Penyidikan, dan membuat jadwal pelatihan pengoperasian aplikasi E-Manajemen Penyidikan secara kontinu.
Optimalisasi Satgas Cyber Patrol Polres Banyumas dalam Menghadapi Pemilu 2019 Naufal Rachmatullah Putra Chairisda
Police Studies Review Vol. 4 No. 1 (2020): January, Police Studies Review
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fokus penelitian skripsi ini adalah tentang Optimalisasi Satgas Cyber Patrol Polres Banyumas dalam menghadapi pemilu 2019. Fokus kajian ini dipandang penting dilakukan sebab Satgas Cyber Patrol Polres Banyumas belum optimal dalam menghadapi Pemilu 2019. Adapun permasalahan yang diajukan dalam penelitian skripsi ini, yakni : (1) Masih adanya faktor-faktor penghambat bagi Satgas Cyber Patrol Polres Banyumas saat menghadpi pemilu 2019, (2) Belum Terlihat Jelasnnya Peran Satgas Cyber Patrol Polres Banyumas dalam menghadapi Pemilu 2019, (3) Dalam beberapa yang sudah diterapkan oleh Polres Banyumas untuk Satgas Cyber Patrol Untuk mengoptimalkan Pencegahan Pemilu 2019 belum maksimal. penelitian ini bertujuan menganalisis Optimalisasi Satgas Cyber Patrol Polres Banyumas dalam Menghadapi Pemilu 2019. Untuk menganalisis permasalahan tersebut, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode field and research seacara menyeluruh (holistic). Penggunaan kerangka konseptual berupa teori dan konsep digunakan sebagai pisau analisis oleh peneliti dalam menjawab rumusan masalah yang telah ditentukan. Teori dan konsep yang digunakan peneliti yaitu teori Peran, teori Pencegahan kejahatan, teori komunikasi Laswell, teori manajemen, konsep Pemanfatan teknologi komputer, konsep optimalisasi, Cyber Patrol. Hasil temuan selama penelitian ini yakni (1) Faktor Penghambat masih banyak sehingga pekerjaan masih kurang optimal. (2) perkejaan masih tidak sesuai dengan sop yang ada sehingga masih bermunculan hal-hal yang bertentangan dan diluar yang seharusnya. (3) Optimalisasi yang dilakukan Polres Banyumas belum maksimal contoh: 1. Kurangnya pemanfaatan teknologi, 2 Kordinasi dengan fungsi lain msaih jarang terjadi, 3. SOP yang dijadikan pendoman belum tertanam.

Filter by Year

2017 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 6 No. 12 (2022): December, Police Studies Review Vol. 6 No. 11 (2022): November, Police Studies Review Vol. 6 No. 10 (2022): October, Police Studies Review Vol. 6 No. 9 (2022): September, Police Studies Review Vol. 6 No. 8 (2022): August, Police Studies Review Vol. 6 No. 7 (2022): July, Police Studies Review Vol. 6 No. 6 (2022): June, Police Studies Review Vol. 6 No. 5 (2022): May, Police Studies Review Vol. 6 No. 4 (2022): April, Police Studies Review Vol. 6 No. 3 (2022): March, Police Studies Review Vol. 6 No. 2 (2022): February, Police Studies Review Vol. 6 No. 1 (2022): January, Police Studies Review Vol. 5 No. 12 (2021): December, Police Studies Review Vol. 5 No. 11 (2021): November, Police Studies Review Vol. 5 No. 10 (2021): October, Police Studies Review Vol. 5 No. 9 (2021): September, Police Studies Review Vol. 5 No. 8 (2021): August, Police Studies Review Vol. 5 No. 7 (2021): July, Police Studies Review Vol. 5 No. 6 (2021): June, Police Studies Review Vol. 5 No. 5 (2021): May, Police Studies Review Vol. 5 No. 4 (2021): April, Police Studies Review Vol. 5 No. 3 (2021): March, Police Studies Review Vol. 5 No. 2 (2021): February, Police Studies Review Vol. 5 No. 1 (2021): January, Police Studies Review Vol. 4 No. 12 (2020): December, Police Studies Review Vol. 4 No. 11 (2020): November, Police Studies Review Vol. 4 No. 10 (2020): October, Police Studies Review Vol. 4 No. 9 (2020): September, Police Studies Review Vol. 4 No. 8 (2020): August, Police Studies Review Vol. 4 No. 7 (2020): July, Police Studies Review Vol. 4 No. 6 (2020): June, Police Studies Review Vol. 4 No. 5 (2020): May, Police Studies Review Vol. 4 No. 4 (2020): April, Police Studies Review Vol. 4 No. 3 (2020): March, Police Studies Review Vol. 4 No. 2 (2020): February, Police Studies Review Vol. 4 No. 1 (2020): January, Police Studies Review Vol. 3 No. 12 (2019): December, Police Studies Review Vol. 3 No. 11 (2019): November, Police Studies Review Vol. 1 No. 4 (2017): April, Police Studies Review Vol. 1 No. 3 (2017): March, Police Studies Review Vol. 1 No. 2 (2017): February, Police Studies Review Vol. 1 No. 1 (2017): January, Police Studies Review More Issue