cover
Contact Name
Ridwan Arifin
Contact Email
ridwanarifin.mail@gmail.com
Phone
+6281225294499
Journal Mail Official
psr.policejournal@gmail.com
Editorial Address
Akademi Kepolisian Republik Indonesia. Jalan Sultan Agung No 131 Candi Baru Semarang. Nomor Telepon: 024 8411680-90
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Police Studies Review
ISSN : 27224589     EISSN : 27224597     DOI : -
Core Subject : Social,
Police Studies Review is a double blind peer-reviewed journal published by Indonesian National Police Academy (Akademi Kepolisian Republik Indonesia).
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 328 Documents
Pemanfaatan Media Sosial Instagram Oleh Bhabinkamtibmas Guna Mengantisipasi Penyebaran Hoax Pemilu 2019 di Polres Banyumas Muh Ilham Haqqani
Police Studies Review Vol. 4 No. 1 (2020): January, Police Studies Review
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang permasalahan ini timbul karena marak terjadi kasus penyebaran hoax yang meresahkan masyarakat di kota Banyumas. Dilakukan pendekatan dengan masyarakat melalui penyuluhan dengan cara menyampaikan pesan kamtibmas dengan menggunakan aplikasi media sosial instagram melalui bhabinkamtibmas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan media sosial Instagram oleh bhabinkamtibmas, serta faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan Instagram dalam pelaksanaan tugas bhabinkamtibmas dalam menyampaikan pesan kamtibmas. Konsep dan teori yang digunakan adalah teori Ilmu komunikasi, teori unsur manajemen, dan konsep media massa. Metode penelitian secara sistematis merupakan pendekatan kualitatif, Jenis penelitian deskriptif analistik. Sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data melalui Wawancara, Observasi, dan telaah Dokumen. Lokasi di polres Banyumas. Validitas dengan triangulasi. Hasil penelitian memberikan kesimpulan bahwa Pemanfaatan media sosial instagram oleh bhabinkamtibmas yang dianalisis dengan pasal 8,9 dan 11 Perkap Nomor 21 Tahun 2007 dan Perkap Nomor 3 Tahun 2015 belum optimal karena masih terdapat kekurangan di setiap sektor kegiatan. Serta terdapat Faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan media sosial instagram oleh bhabinkamtibmas. Faktor penghambat yaitu berasal dari manusia,uang,metode,mesin,material,dan market sedangkan faktor pendukung berasal dari Fungsi lain. Kerjasama dengan instansi lain dan pelaksanaan tugas bhabinkamtibmas sesuai dengan Prosedur. Berdasarkan hasil penelitian, maka peneliti menyarankan agar pelaksanaan pemanfaatan media sosial instagram guna mengantisipasi hoax pemilu 2019 ini untuk meningkatkan kompetensi serta pemahaman mengenai komunikator, pesan, komunikan, media dan efek terhadap masyarakat. Juga mendukung penggunaan unsur manajemen dalam memaksimalkan pemanfaatan media sosial instagram.
Peran E-Tilang dalam Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas Guna Mewujudkan Kamseltibcar Lantas di Wilayah Hukum Polres Banyumas Reza Hilmy Widi Putra
Police Studies Review Vol. 4 No. 1 (2020): January, Police Studies Review
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya pelanggaran lalu lintas yang terjadi di Kabupaten Banyumas karena jumlah kendaraan yang tinggi serta padatnya penduduk di Kabupaten Banyumas. Kondisi seperti ini perlu peran dari pihak Kepolisian untuk melakukan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas berupa tilang. Dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat dimana pelaksanaan pemberian sanksi administraif berupa tilang sudah menggunakan program E-Tilang yang sudah diresmikan oleh pihak Korlantas Polri. Kepustakaan penelitian ini menggunakan konsep Tilang, Penegakan Hukum, Pelanggaran Lalu Lintas dan Pelayanan Prima dan memakai Teori Manajemen George R. Terry dan Teori Efek Jera. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, menggunakan metode penelitian field research. Sumber data diperoleh dari wawacara, pengamatan, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menjelaskan bahwa situasi dan kondisi lalu lintas di Kabupaten Banyumas tingginya volume kendaraan yang berakibat tingginya pelanggaran lalu lintas. Dalam pelaksanaan penegakan hukum menggunakan E-Tilang masih ditemukan adanya kekurangan seperti masyarakat yang kurang paham dan menegrti tentang E-Tilang, anggota ada yang belum dikjur serta penindakan menggunakan E-Tilang terlihat rumit. Faktor-faktor yang mempengaruhi peran E-Tilang berupa Man, Money, Materials, Machines, Methods, dan Market. Saran dari penulis agar sosialisasi mengenai E-Tilang lebih ditingkatkan, memberikan dikjur kepada seluruh anggota lalu lintas, adanya pengadaan HP khusus untuk penindakan pelanggaran lalu lintas dan adanya petugas dari Bank BRI agar memudahkan dalam pelaksanaan penindakan menggunakan E-Tilang.
Penerapan E-Tilang dalam Proses Pembayaran Denda E-Tilang di Unit Sat Lantas Polres Banyumas Hendrian Syahputra
Police Studies Review Vol. 4 No. 1 (2020): January, Police Studies Review
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was motivated by the high number of traffic violations but the people who chose to pay ticket fines through the Bank had begun to improve but in the last 3 months there were no payment tickets through banks due to the elimination of ticket ticket fines in the Banyumas police station, so that the E-ticket application in Banyumas police station is not optimal. The formulation of the problem in this thesis includes an Overview of Traffic Violations at the Banyumas Regional Police, How the implementation of the E-ticket in the payment of e-ticket fines in the unit of satjawali sat and the Banyumas Regional Police and what factors influence the implementation of E-ticketing in the payment process - said in the Turjawali unit sat then the Banyumas police station. As a knife analysis writer uses the theory of innovation success factors, Supervision Management Theory, the concept of procedures for prosecuting traffic violations, E-ticketing concepts and Police Technology Concepts, this thesis uses a qualitative approach with field research methods (field research). Technique of analyzing data through Data Reduction, Data Presentation and Withdrawal Conclusion. Based on the results of the research findings, the application of the E-ticket advocates payment of fines through banks with blue slips but in the application in the field in the last 3 months the E-ticketing system has not run optimally due to the revocation of the ticket penalty table by the court resulting in its application the E-ticket system is still in use but on the blue stamp slip Briva Number is not given and the offender must follow the trial and pay in court. In the discussion of the need to optimize the implementation of the system both in terms of innovation, communication channels, timeframes and social environment and provide several benefits for both the police and society, namely transparency, community, participation, accountability, justice and effective and efficient. In practice, there were still some shortcomings from the implementation of the E-ticket, namely the absence of a table of ticket fines between BRI banks and courts which resulted in the implementation of the E-ticket application not being optimally integrated. The factors that influence the successful implementation of E-tickets are leadership, management / organization, risk management, human capital and technology.
PELAKSANAAN POLMAS OLEH SATUAN BINMAS DALAM MENCEGAH TINDAK PIDANA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DI WILAYAH POLRES KUNINGAN Rama Paramaswara
Police Studies Review Vol. 1 No. 2 (2017): February, Police Studies Review
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindak pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang terjadi di wilayah Polres Kuningan menjadi tindak pidana dengan angka yang tinggi 3 tahun terakhir, dan angka penyelesaian tindak pidana cenderung fluktuatif. Adanya upaya preventif yang dilakukan oleh Kapolres Kuningan untuk mencegah tindak pidana KDRT melalui Polmas melalui Patroli dialogis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pelaksanaan Polmas yang dilakukan Satan Binmas Polres Kuningan dalam mencegah tindak pidana KDRT. Selain itu mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan Polmas yang dilakukan Satuan Binmas terhadap pencegahan tindak pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori manajemen, dan teori kompetensi. Konsep yang dipakai adalah konsep Polmas, konsep pencegahan, konsep KDRT, konsep Kerjasama, dan Konsep patrol dialogis yang digunakan untuk mengkaji pelakssanaan Polmas oleh Satuan Binmas Polres dalam mencegah tindak pidana KDRT. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data meliputi sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi dokumen. Adapun analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pelaksanaan Polmas oleh Satuan Binmas Polres Kuningan belum berjalan dengan baik. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi, yaitu faktor yang mendukung dan juga faktor penghambat pelaksanaan Polmas untuk mencegah tindak pidana KDRT yang dilakukan oleh Satuan Binmas Polres Kuningan. Saran yang diberikan adalah agar memberdayakan anggota diluar Satuan Binmas sebagai petugas Polmas. Dalam penyusunan Materi atau pesan Kamtibmas mengenai KDRT melibatkan ahli dibidangnya. Memberikan pemahaman berupa self-empowering kepada perempuan di wilayah Kabupaten Kuningan. . Crimes in domestic violence that occurred in the Kuningan police area became a crime with a high number in the last 3 years, and the number of resolutions of criminal acts tends to fluctuate. There is a preventive effort undertaken by the Kuningan Police Chief to prevent domestic violence through Polmas through dialogical patrols. The purpose of this study is to identify the implementation of Community Policing conducted by Satan Binmas Kuningan Police in preventing domestic violence. In addition, it also identifies the factors that influence the implementation of Community Policing conducted by the Binmas Unit towards the prevention of criminal acts against domestic violence. Theories used in this research are management theory, and competency theory. The concept used is the concept of community policing, the concept of prevention, the concept of domestic violence, the concept of cooperation, and the concept of dialogical patrol which is used to study the implementation of community policing by the Community Policing Binmas Unit in preventing domestic violence. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. Data sources include primary data sources and secondary data sources. Data collection techniques used were interviews, observation, and study of documents. The data analysis used includes data reduction, data display and conclusion drawing. Based on the results of the study concluded that the implementation of Community Policing by the Kuningan Police Binmas Unit has not been going well. There are several factors that influence, namely the factors that support and also inhibiting the implementation of Community Policing to prevent domestic violence committed by the Kuningan Police Binmas Unit. The advice given is to empower members outside the Community Binmas Unit as community police officers. In compiling Kamtibmas material or messages regarding domestic violence involving experts in their fields. Providing understanding in the form of self-empowering to women in Kuningan Regency.
Upaya Unit Dikyasa Dalam Mencegah Perilaku Tidak Disiplin Berlalu Lintas Pelajar Kadek Ayu Vicka Permata Citradiwi
Police Studies Review Vol. 1 No. 2 (2017): February, Police Studies Review
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelanggaran lalu lintas di Kabupaten Majalengka didominasi oleh pelajar. Dilakukannya penelitian dengan tujuan untuk menemukan dan menganalisis penyebab perilaku tidak disiplin berlalu lintas pelajar, kendala yang dialami Unit Dikyasa dalam mencegah perilaku tidak disiplin berlalu lintas pelajar melalui program Police Goes To School dan upaya Unit Dikyasa dalam mencegah perilaku tidak disiplin berlalu lintas pelajar melalui program Police Goes To School. Penelitian ini menggunakan Theory Of Reasoned Action, Teori Komunikasi dan Teori Manajemen, sedangkan konsep yang digunakan antara lain Konsep Upaya, Konsep Mencegah, Konsep Disiplin Berlalu Lintas, Konsep Pelajar, Konsep Unit Dikyasa dan Konsep Police Goes To School. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian field research. Fokus peneitian terhadap upaya Unit Dikyasa melalui Program Police Goes To School. Teknik pengumpulan data dengan cara pengamatan,wawancara,dan studi dokumen. Lokasi penelitian di wilayah hukum Polres Majalengka. Validitas data menggunakan triangulasi waktu, teknik dan sumber. Teknik Analisis Data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan pelajar melakukan perilaku tidak disiplin karena adanya niat dan norma subjektif karena kurang pengetahuan dari pelajar. Personil Unit Dikyasa belum seluruhnya mengikuti dikjur dikmas, penyampaian pesan yang monoton dan tidak ada pengawasan setelah pelaksanaaan Police Goes To School menjadi kendala.Upaya yang dilakukan oleh Unit Dikyasa adalah melakukan pembinaan PKS,Saka Bhayangkara, PBB, Senam Lantas dan sosialisasi peraturan lalu lintas. Simpulan dari penelitian ini yaitu perilaku tidak disiplin berlalu lintas pelajar disebabkan oleh niat mendapatkan keuntungan, norma subjektif dan kurang pengetahuan yang dimiliki, kendala yang dialami dari personil, kurang variasi penyampaian pesan, dan kurang pengawasan terhadap sasaran. Saran dari penulis antara lain (1) perlu dilakukan pengaturan lalu lintas sekitar sekolah, (2) perlu penegakkan aturan oleh pihak sekolah, (3) perlunya mengajukan anggota untuk melaksanakan Dikjur dan (4) perlunya penyisipan materi menggunakan video dan brosur.
Peran Dikmas Lantas melalui Media Sosial dalam Upaya Mencegah Pelanggaran Lalu Lintas Mesya Ananda
Police Studies Review Vol. 1 No. 2 (2017): February, Police Studies Review
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Cirebon merupakan salah satu wilayah yang mengalami peningkatan pelanggaran lalu lintas di Indonesia. Hal yang dibutuhkan untuk mengatasi pelanggaran lalu lintas adalah dengan melakukan upaya preemtif yakni pemberian pendidikan masyarakat lalu lintas (Dikmas Lantas) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keselamatan berlalu lintas. Dikmas Lantas yang dilaksanakan melalui media sosial mengatasi problematika yang ada pada program Dikmas Lantas pada umumnya yakni terkait terbatasnya jangkauan sasaran, anggaran, waktu, dan tempat yang ada. Hal ini juga sejalan dengan poin ke 4 (empat) dalam Program Prioritas Kapolri Jenderal Polisi Drs. Idham Aziz, M.Si yaitu pemantapan manajemen media. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan mekanisme, menganalisis peran dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi dikmas lantas melalui media sosial dalam upaya mencegah pelanggaran lalu lintas oleh Satlantas Polresta Cirebon. Teori adalah Teori Komunikasi, Teori Manajemen, dan Teori Peran. Sementara konsep yang digunakan adalah Konsep Pelanggaran Lalu Lintas, Konsep Dikmas Lantas, dan Konsep Media Sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yakni field research. Data diperoleh dari hasil wawancara, observasi serta studi dokumen yang dianalisis dengan reduksi data, sajian data serta penarikan kesimpulan. Teknik validitas data yang digunakan adalah Triangulasi Data. Lokasi penelitian dilakukan di Polresta Cirebon. Simpulan dari penelitian adalah peran dikmas lantas melalui media sosial telah dilaksanakan dengan baik namun masih terdapat kendala dan kekurangan dalam perencanaan, pengorganisasian, dan pelaksanaan. Faktor-faktor yang mempengaruhi yakni money (uang), method (metode), machine (mesin) sebagai faktor pendukung serta man (manusia), materials (materi), dan market (pasar) sebagai faktor penghambat. Saran yang diberikan adalah melengkapi administrasi, mengadakan pendidikan juga pelatihan pengembangan untuk personel, ekspansi platform Dikmas Lantas melalui media sosial, melakukan pengecekan pemahaman masyarakat, serta meningkatan sosialiasi. Kata kunci: Dikmas Lantas, media sosial, pelanggaran lalu lintas
PERAN SATUAN NARKOBA DALAM MELAKSANAKAN BIMBINGAN PENYULUHAN GUNA MENCEGAH PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI POLRES CIMAHI Alkuba Ariftu Arbianto
Police Studies Review Vol. 1 No. 2 (2017): February, Police Studies Review
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ikut mempengaruhi kondisi masalah sosial salah satunya penyalahgunaan narkoba. Kasus narkoba khususnya di Polres Cimahi mengalami kenaikan. Satuan Narkoba adalah satuan khusus di tingkat Polres yang memiliki peran untuk melakukan pencegahan melalui bimbingan penyuluhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran Satuan Narkoba dalam mencegah penyalahgunaan narkoba melalui bimbingan penyuluhan di Polres Cimahi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi lapangan. Fokus penelitian pada pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui bimluh di Polres Cimahi. Sumber yang digunakan adalah sumber primer didapat dari wawancara, sumber sekunder didapat dari studi dokumen, dan observasi dilakukan berkaitan dengan jenis penelitian. Teknik triangulasi digunakan dalam menguji kevalidan data. Analisis data dengan mereduksi data dan disajikan data yang relevan, sehingga dapat ditentukan simpulannya. Hasil temuan yang diperoleh adalah jumlah personel Satuan Narkoba pengemban fungsi bimluh hanya empat orang. Personel belum menguasai ilmu komunikasi karena tidak pernah mengikuti pendidikan kejuruan. Diperlukan pengorganisasian personel dengan tertib dan diskusi antar anggota untuk meningkatkan literasi yang dimiliki. Intensitas pelaksanaan tugas Satuan Narkoba pasif karena tidak adanya anggaran. Satuan Narkoba belum berperan karena sarana prasarana yang tidak lengkap seperti alat komunikasi, transportasi, dan alat instruksi pemberian bimluh. Melakukan kegiatan bersama dan melengkapi sarana prasarana untuk pelaksanaan tugas. Metode pemberian bimluh yang belum tepat sasaran karena lebih banyak menunggu undangan dalam memberikan bimluh. Belum adanya kerja sama secara tertulis dengan instansi lain sehingga kegiatan dan tujuan kerja sama yang dilakukan tidak jelas. Kerja sama harus dilakukan secara tertulis di berbagai bidang.
PERAN BHABINKAMTIBMAS DALAM MENCEGAH TINDAK PIDANA PENCURIAN KENDARAAN BERMOTOR DI WILAYAH HUKUM POLSEK CIANJUR KOTA Ridho Alfian Syahputra
Police Studies Review Vol. 1 No. 2 (2017): February, Police Studies Review
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi masyarakat saat ini sangat bergantung dengan kebutuhan sehari-hari terutama kebutuhan perekonomian yang terus berjalan sehingga muncul tindak pidana pencurian yang di manfaatkan sebagai pemenuh kebutuhan teruama pencurian kendaraan bermotor. Curanmor atau pencurian kendaraan bermotor sering terjadi dan banyak terjadi hampir di seluruh lapisan masyarakat maka dalam mencegah hal tersebut satuan binmas melalui bhabinkamtibmas akan memberikan pembinaan dan penyulluhan kepada masyarakat untuk mencegah terjadinya curanmor. Bhabinkamtibmas memiliki peran untuk melakukan pencegahan melalui bimbingan penyuluhan. Namun, dalam satu tahun terakhir terjadi penurunan kasus tersebut namun kasus curanmor adalah kasus tertinggi di antara kasus yang lain dan di setiap tahun merupakan kasus yang paling tinggi di antara kasus yang lain di Polsek Cianjur kota. Dari uraian di atas, penulis tertarik untuk meneliti peran Bhabinkamtibmas dari beberapa rumusan masalah yaitu kemampuan personel Bhabinkamtibmas, pelaksanaan bimbingan penyuluhan, metode yang digunakan Bhabinkamtibmas dan sarana prasarana. Kepustakaan konseptual berisi dua hasil penelitian yang relevan dengan penelitian ini. Teori yang penulis gunakan dalam penelitian ini didasarkan pada teori manajemen, teori aktivitas rutin, konsep Bhabinkamtibmas, konsep Tindak pidana pencurian , dan konsep Tindak pidana pencurian kendaraan bermotor. Pendekatan yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian adalah studi lapangan. Fokus penelitian pada peran bimbingan penyuluhan Bhabinkamtibmas di Polsek Cianjur kota. Sumber yang digunakan adalah sumber primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah wawancara, observasi dan studi dokumen. Penulis menggunakan teknik triangulasi dalam menentukan kevalidan data. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, sajian data, dan simpulan. Hasil temuan yang diperoleh oleh penulis selama penelitian adalah personel Bhabinkamtibmas belum semua yang pernah mengikuti dikjur. Anggaran untuk melaksanakan tugas sesuai dengan peran Bhabinkamtibmas tidak ada, sarana dan prasarana yang masih kurang memadai sehingga metode yang digunakan untuk melaksanakan bimbingan penyuluhan tidak maksimal karena masih kurang fasilitas pendukung yang sangat terbatas. Saran penulis adalah menjalin kerjasama dengan masyarakat melalui kepala desa dalam memelihara keamanan dan ketertiban dan Mengadakan kegiatan pelatihan untuk anggota Bhabinkamtibmas Polsek Cianjur Kota agar dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik serta memiliki dasar dalam pelaksanaan tugasnya sehari-hari.
PERAN DIKMAS LANTAS DALAM MENCEGAH PELANGGARAN LALU LINTAS YANG DILAKUKAN OLEH PELAJAR SMA DI WILAYAH HUKUM POLRES KARAWANG Muhammad Rifky Santosa
Police Studies Review Vol. 1 No. 3 (2017): March, Police Studies Review
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

tes Environmental safety is a very important aspect for the community in carrying out its activities. Security and public order is one of the main tasks of the National Police as Article 13 of Law Number 2 of 2002. The existence of social dynamics in the community requires Polri to take preventative or preemptive measures against traffic violators. As the successor to the nation, students are the ones who must be instilled learning especially regarding traffic order and security. Dikmas Lantas is a preventive program carried out by the Traffic Unit Unit for the violation of traffic. This is intended to foster student awareness and as an education not to violate traffic. Therefore, a study was conducted which aimed to find out the picture of student traffic violations, the role of Dikmas then by the Unit in charge, and the factors that influenced Dikmas Lantas. This thesis research is a research with a qualitative approach. A qualitative approach is the process of understanding a problem based on detailed informant views. This type of research is analytical descriptive, to give a detailed description. The sources of this research data are primary data sources and secondary data sources. Then, the data collection techniques used in writing this thesis are observation, interview, and document study. Furthermore, to test the accuracy and accuracy of the data in this study using tringulation techniques. Data analysis techniques in qualitative research are data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that the Dikmas Lantas activities carried out by the Dikyasa Unit in preventing traffic violations had proceeded only that there were a number of obstacles found including the lack of number of Dikyasa Unit personnel according to Perkap No. 23 of 2010 and the implementation of the program which was not evenly distributed to students in Karawang Regency, so there needs to be innovation improvements so that the Dikmas Lantas activities can run better in the future.
OPTIMALISASI FUNGSI INTELKAM DALAM MEMBEBRIKA EARLY DETECTION TERHADAP MASALAH PENCEMARAN LINGKUNGAN DIWILAYAH KARAWANG Bagas Tritantio Sanjaya
Police Studies Review Vol. 1 No. 3 (2017): March, Police Studies Review
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The background of the problem comes because the cases of environmental pollution in the Karawang region have increased and are relatively high. Not only that, there are other impacts arising from the problem of environmental pollution, namely the existing social problems that require the task of intelligence in providing early detection. This study aims to determine the early detection of the impact caused by the problem of environmental pollution in the Karawang region, whether it is already optimal by Unit II Socio-Economic, factors that influence the optimization of the implementation of early detection and how to optimize it. This study uses a qualitative approach using descriptive analytical data analysis techniques from observations, interviews and document studies conducted. The theoretical basis used in this study is the optimization theory, the theory of the intelligence rotation wheel (RPI), the concept of early detection, the concept of 6M model analysis, the concept of SWOT analysis and the concept of environmental pollution. The results found that the implementation of early detection analyzed from Perkabik No. 1 of 2013 as a whole was not optimal because there were still shortcomings in the implementation of the field from the planning stage to the presentation. Factors that hamper optimization in terms of quantity and quality of human resources, preliminary data used, how to carry out tasks and target tasks of Unit II of the Karawang Police Intelligence Unit. The conclusion of the implementation of the early detection of the Unit II Socio-Economic Intelligence Unit of the Karawang Regional Police on the problem of environmental pollution in the Karawang region as a whole has not been running optimally. Constructive advice includes suggestions to further optimize the quantity and quality of personnel as well as the implementation of tasks in early detection by increasing the competencies and needs of members, completing the organizational structure and organizational position and overseeing the implementation of the duties of members in the field. Keywords: Optimization of Early Detection of Unit II Socio-Economic, Environmental Pollution Problems.

Filter by Year

2017 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 6 No. 12 (2022): December, Police Studies Review Vol. 6 No. 11 (2022): November, Police Studies Review Vol. 6 No. 10 (2022): October, Police Studies Review Vol. 6 No. 9 (2022): September, Police Studies Review Vol. 6 No. 8 (2022): August, Police Studies Review Vol. 6 No. 7 (2022): July, Police Studies Review Vol. 6 No. 6 (2022): June, Police Studies Review Vol. 6 No. 5 (2022): May, Police Studies Review Vol. 6 No. 4 (2022): April, Police Studies Review Vol. 6 No. 3 (2022): March, Police Studies Review Vol. 6 No. 2 (2022): February, Police Studies Review Vol. 6 No. 1 (2022): January, Police Studies Review Vol. 5 No. 12 (2021): December, Police Studies Review Vol. 5 No. 11 (2021): November, Police Studies Review Vol. 5 No. 10 (2021): October, Police Studies Review Vol. 5 No. 9 (2021): September, Police Studies Review Vol. 5 No. 8 (2021): August, Police Studies Review Vol. 5 No. 7 (2021): July, Police Studies Review Vol. 5 No. 6 (2021): June, Police Studies Review Vol. 5 No. 5 (2021): May, Police Studies Review Vol. 5 No. 4 (2021): April, Police Studies Review Vol. 5 No. 3 (2021): March, Police Studies Review Vol. 5 No. 2 (2021): February, Police Studies Review Vol. 5 No. 1 (2021): January, Police Studies Review Vol. 4 No. 12 (2020): December, Police Studies Review Vol. 4 No. 11 (2020): November, Police Studies Review Vol. 4 No. 10 (2020): October, Police Studies Review Vol. 4 No. 9 (2020): September, Police Studies Review Vol. 4 No. 8 (2020): August, Police Studies Review Vol. 4 No. 7 (2020): July, Police Studies Review Vol. 4 No. 6 (2020): June, Police Studies Review Vol. 4 No. 5 (2020): May, Police Studies Review Vol. 4 No. 4 (2020): April, Police Studies Review Vol. 4 No. 3 (2020): March, Police Studies Review Vol. 4 No. 2 (2020): February, Police Studies Review Vol. 4 No. 1 (2020): January, Police Studies Review Vol. 3 No. 12 (2019): December, Police Studies Review Vol. 3 No. 11 (2019): November, Police Studies Review Vol. 1 No. 4 (2017): April, Police Studies Review Vol. 1 No. 3 (2017): March, Police Studies Review Vol. 1 No. 2 (2017): February, Police Studies Review Vol. 1 No. 1 (2017): January, Police Studies Review More Issue