cover
Contact Name
Ridwan Arifin
Contact Email
ridwanarifin.mail@gmail.com
Phone
+6281225294499
Journal Mail Official
ijps.policejournal@gmail.com
Editorial Address
Akademi Kepolisian Republik Indonesia. Jl. Sultan Agung No 131 Candi Baru Semarang. Nomor Telepon: 024 8411680-90.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Police Studies
ISSN : 2722452X     EISSN : 27224538     DOI : -
Core Subject : Social,
Indonesian Journal of Police Studies (Indonesian J. Police Stud.) (ISSN Print 2722-452X ISSN Online 2722-4538) is a double blind peer-reviewed journal published by the Indonesian Police Academy. This journal contains research and review articles related to the study of police science.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 397 Documents
Peran Bhabinkamtibmas Dalam Mencegah Radikalisme Di Wilayah Hukum Polres Majalengka Silalahi, Hendriko
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 10 (2020): October, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Akademi Kepolisian Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated because the increase of the spread of radicalism in Majalengka Regency is increasing. Need to help the participation of members of the National Police to participate in the radicalism understanding debate by referring to the Regulation of the National Police Chief No. 3 of 2015. Prevention of understanding of radicalism is carried out through Bhabinkamtibmas activities and carried out with factors that support and support. The theory used to analyze these is the theory of communication, management theory. While the concepts used in this study are the concept of Bhabinkamtibmas, the concept of radicalism, and the concept of Community Policing. To analyze about lending between Bhabinkamtibmas and the community the writer uses the application of communication theory. While to analyze the opposite with the factors that influence the implementation of the Bhabinkamtibmas activities, the author uses the management theory of George R. Terry with 6 elements (humans, money, materials, methods, machines, markets). The research method uses qualitative obtained with the findings, observations, study documents, and interviews with information sources. Techniques used for data analysis include data reduction and working hypotheses by formulating a proportional question. The results of the study found that the implementation of Bhabinkamtibmas activities within the framework of preventing radicalism was not yet running optimally due to several influencing factors such as the Bhabinkamtibmas being involved in the duty of guarding the precincts as well as the police. In addition, infrastructure facilities are also inadequate. From the results of the field research, the authors suggest Satbinmas Majalengka to further improve the quality of human resources and complete infrastructure that can support the implementation of Bhabinkamtibmas activities in order to prevent radicalism in Majalengka Regional Police.
Peran Satuan Binmas Dalam Mencegah Tindak Pidana Curanmor Melalui Metode Penyuluhan di Wilayah Hukum Polresta Cirebon Agung, Agung Setyo Utomo
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 10 (2020): October, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Akademi Kepolisian Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The background from this problem arises because of cases of vehicle theft by the community in Cirebon District. The research aims to knows that counseling as a method by the Police Binmas Unit in Cirebon District whether it is in accordance with its role in carrying its duties and the factors that influence the counseling method both those that support or hinder the duties of the Binmas Unit. Concepts and theories are used to analyze the focus of research. The research concept includes counseling methods used to prevent vehicle theft, Binmas Unit in delivering messages, concept of role, concept of vehicle theft, Police Chief Regulation Number 21 Year 2007, and Police Chief Regulation Number 3 Year 2015. Theories include Communication Theory and SWOT Analysis. Research method by systematic is qualitative approach. This type of research is descriptive analytic. Data sources from primary and secondary. Data collection techniques with interviews, observation, and document analysis. The location is at the Police Binmas Unit Cirebon District. Validity with data triangulation. Data analysis uses data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results found that the implementation of counseling that was analyzed by Police Chief Regulation Number 21 of 2007 and Communication Theory had not been fully implemented. The influencing factors are internal factors and external factors that are analyzed by SWOT analysis consisting of the vulnerability social conditions of the Cirebon District, supporting factors from other functions, response from the community, Relationship Procedure for Work and Binmas Unit personel. Conclusion of the implementation of counseling as a method by Binmas Unit to prevent the case of vehicle theft can be run even though it is not yet completely perfect so that the Binmas Unit has not fully carried out it’s role to prevent vehicle theft. Constructive suggestion includes suggestions for carrying out counseling to deliver a message of prevention of vehicle theft to the community to be better and take advantage of internal and external factors that support the task of Binmas Unit through counseling methods.
Penyuluhan Sat Binmas Dalam Mencegah Tindak Pidana Pencurian Dengan Pemberatan Wicaksono, Bayoe
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 10 (2020): October, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Akademi Kepolisian Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Negara Indonesia sebagai negara hukum, begitu yang dikatakan dalam Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 pasal 1 ayat 3. Kemudian sebagaimana tugas Polri sebagai alat negara dengan peran mewujudkan keamanan dalam negeri, dijelaskan dalam Undang-undang Nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Kemudian diperjelas dengan tugas pokok yaitu memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan, serta memelihara keamanan dalam negeri. Aksi kejahatan konvensianal yang masih mendominasi wilayah Kabupaten Bogor, dan meningkat selama tiga tahun belakangan. Dalam rangka mewujudkan tujuh program kapolri, Sat Binmas Polres Bogor sebagai benteng terdepan pre-emtif dan preventif akan melakukan tugasnya secara maksimal. Dalam menganalisis, penulis mengunakan beberapa teori dan konsep di antaranya Teori Manajemen, Teori Peran, Teori Sistem Hukum, Konsep Polmas, Konsep Pencegahan, Konsep Pencurian dengan Pmeberatan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif analitif, hal ini dilakukan agar diperoleh gambaran yang seluas-luasnya terhadap permasalahan yang terjadi. Pendekatan kualitatif memberikan data-data deskriptif berupa kata-kata secara lisan yang disampaikan oleh sumber primer pada saat dilakukan wawancara, dengan demikian dapat dilakukan penggalian permasalahan secara mendalam. Hasil penelitian menemukan bahwa: (1) Gambaran tindak pidana pencurian dengan pemberatan di Polres Bogor; (2) Pelaksanaan penyuluhan dilapangan yang masih kurang dalam hal kemampuan personil dan kurang tepatnya sasaran; (3) Faktor-faktor yang mempengaruhi terdapat dari internal dan eksternal. Internal seperti sumber daya manusia, anggaran, sarana dan prasarana dan kebijakan pimpinan. Eksternal seperti peranserta masyarakat, kerjasama, dan komunikasi sosial. Dari hasil penelitian maka penulis memberikan saran kepada Bhabinkamtibmas untuk menggunakan media dalam berkomunikasi seperti group Whatsapp. Adapun kesimpulan kepada Kapolres Bogor agar menambahkan personel Polres Bogor, mengikuti pendidikan kejuruan Binmas, pengadaan kendaraan bermotor roda dua serta mempertimbangkan yang menjadi kebijakan pimpinan.
Optimalisasi Program Safety Riding Oleh Unit Pendidikan Dan Rekayasa Satuan Lalu Lintas Polres Bogor Guna Mengurangi Angka Pelanggaran Lalu Lintas Di Kalangan Karyawan Swasta Friesma, Ananda
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 10 (2020): October, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Akademi Kepolisian Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelanggaran Lalu Lintas roda dua di wilayah hukum Polres Bogor masih menjadi fenomena yang belum terpecahkan hingga saat ini, dikarnakan terus meningkatnya jumlah pelanggaran roda dua dari tahun ke tahun terutama di kalangan karyawan swasta, sehingga menjadi latar belakang dalam penelitian ini. Unit Dikyasa Satlantas Polres Bogor telah melaksanakan program Safety Riding kepada masyarakat di wilayah Bogor Kabupaten namun pelanggaran Lalu Lintas masih sering terjadi, hal ini dapat mengganggu keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran Lalu Lintas. Sehingga dalam penelitian ini penulis tertarik untuk mendeskripsikan tentang pelanggaran Lalu Lintas roda dua oleh karyawan swasta di wilayah hukum Polres Bogor, Optimalisasi program Safety Riding oleh Unit Dikyasa Satlantas Polres Bogor guna mengurangi angka pelanggaran Lalu Lintas di kalangan karyawan swasta dan peran dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya. Dalam menganalisis, penulis mengunakan beberapa teori dan konsep di antaranya Teori Manajemen, Teori Komunikasi, Konsep Optimalisasi, Konsep Unit Dikyasa, Konsep Satuan Lalu Lintas, Konsep Pendidikan Masyarakat Bidang Lalu Lintas, Konsep Safety Riding, dan Konsep Pelanggaran Lalu Lintas. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif analitik, hal ini dilakukan agar diperoleh gambaran yang seluas-luasnya terhadap permasalahan yang terjadi. Pendekatan kualitatif memberikan data-data deskriptif berupa kata-kata secara lisan yang disampaikan oleh sumber primer pada saat dilakukan wawancara, dengan demikian dapat dilakukan penggalian permasalahan secara mendalam. Hasil penelitian menemukan bahwa: (1) Pelanggaran Lalu Lintas roda dua oleh karyawan swasta di wilayah hukum Polres Bogor dominasi pelanggaran tidak membawa kelengkapan administrasi dan tidak menggunakan helm; (2) Program Safety Riding oleh Unit Dikyasa Satlantas Polres Bogor guna mengurangi angka pelanggaran Lalu Lintas di kalangan karyawan swasta dalam pelaksanaannya belum mampu menggugah kesadaran dari masyarakat untuk menerapkan Safety Riding; (3) Faktor-faktor yang mempengaruhi optimalisasi program Safety Riding tersebut yaitu sumber daya manusia, dana / anggaran, material / bahan, metode pelaksanaan kegiatan sarana dan prasarana, dan masyarakat;. Dari hasil penelitian maka penulis memberikan saran kepada Unit Dikyasa Satlantas Polres Bogor untuk menambah jumlah personil dalam pelaksanaan program Safety Riding. Saran untuk para personil Unit Dikyasa agar meningkatkan kemampuan dangan mengikuti pelatihan – pelatihan ataupun dikjur. Serta saran kepada Unit Dikyasa Satlantas Polres Bogor agar mengadopsi teknologi yang mendukung pelaksanaan tugas dan tercapainya tujuan seperti helm pintar
Kemampuan Personel Patroli Roda Dua Satuan Sabhara Dalam Mencegah Curanmor Di Polres Bogor Negara, Dani Kusuma
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 8 (2017): August, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Akademi Kepolisian Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki latar belakang dimana Polres Bogor yang setiap hari menerima laporan masuk terkait kejahatan Curanmor yang meresahkan masyarakat. Padahal telah dilakukan beberapa upaya preemtif maupun preventif dari para petugas Polres Bogor agar kejahatan tersebut dapat terhindar. Salah satu upaya yang dilakukan oleh satuan Sabhara Polres Bogor adalah melalui kegiatan patroli kendaraan bermotor roda dua. Namun pada kenyataannya gangguan kamtibmas tersebut masih saja terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan Patroli roda dua Satuan Sabhara di wilayah Polres Bogor, apakah sudah efektif atau belum, dengan persoalan-persoalan antara lain: kemampuan personel Sabhara Polres Bogor dalam melakukan patroli roda dua, cara bertindak patroli roda dua sabhara dalam mencegah curanmor di wilayah hukum Polres Bogor dan Apa saja faktor yang mempengaruhi cara bertindak patroli roda dua sabhara dalam mencegah curanmor di wilayah hukum Polres Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi serta penelitian dokumen. Sedangkan untuk analisis yang digunakan meliputi reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Kemampuan Personel Sabhara Polres Bogor Dalam Melakukan Patroli Roda Dua, kurang maksimal secara kompetensi yang terdiri dari Self Concept/ Attitude, Knowledge dan Skill, kemudian Cara bertindak patroli roda dua sabhara dalam mencegah curanmor roda dua disesuaikan dengan aspek manajemen, Sementara cara bertindak patroli roda dua sabhara dalam menanggulangi curanmor roda dua di wilayah hukum Polres Bogor dipengaruhi aspek internal dan eksternal yang mencakup Strenght, Weaknesses, Opportunities dan Threats. Saran yang diberikan adalah meningkatkan pelatihan komunikasi, membuat SOP dan HTCK khusus kegiatan Patroli Roda Dua, meningkatkan kerjasama dengan fungsi Intelkam dan Binmas untuk adaya informasi yang aktual tentang aksi kejahatan Curanmor dan meningkatkan kerjasama dengan instansi lain dalam pelaksanaan patroli.
Optimalisasi Tugas Dan Fungsi Bhabinkamtibmas Dalam Menyelesaikan Perkara Ringan Melalui Metode Problem Solving Ardianingrum, Ajeng Ayu
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 8 (2017): August, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Akademi Kepolisian Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the last 3 months, minor cases that occurred in the District of Sukamakmur have increased but not significant. In this case Bhabinkamtibmas has a role in resolving these light cases through the Problem Solving method. But in its implementation Bhabinkamtibmas in resolving minor cases through the Problem Solving method is not yet optimal. This study aims to describe the implementation, the factors that influence it, and the expected efforts in optimizing Bhabinkamtibmas in resolving light cases through the Problem Solving method. The research location was in the Sukamakmur Police Station, Bogor District Police with the focus of the Bhabinkamtibmas Problem Solving method in resolving light cases. This study uses qualitative methods with descriptive techniques. Using data triangulation (Moleong; 2006: 330) 4 (four) kinds of techniques, namely sources, theories and techniques as well as primary, secondary and tertiary data sources. Data validity is data reduction, data display, conclusion drawing and verification. This research uses legal structure theory, achievement motivation theory, and the role theory and the concept of Bhabinkamtibmas, the concept of Problem Solving, and the concept of light cases. The implementation of the functions and duties of Bhabinkamtibmas in resolving minor cases through the less optimal Problem Solving Method was analyzed from the concept of Bhabinkamtibmas through perap No. 3 of 2015 concerning Community Policing. In the implementation of light case resolution through the Problem Solving Method, there are internal factors that influence are people, budget, infrastructure and methods, and external factors that influence are public awareness and factors of other functions as well as efforts made in the form of efforts to guide pathways and relationship efforts and work procedures. In the implementation of light case resolution through the Problem Solving Method, the expected effort is the role of Bhabinkamtobmas through achievement motivation theory and the role of FKPM and the disputing community. The conclusion is the implementation of Bhabinkamtibmas in settling minor cases through the less optimal Problem Solving Method due to the double occupation of tasks, as well as inadequate Bhabinkamtibmas personnel and the review of tasks that are not in accordance with Perkap No. 3 of 2015 concerning Community Policing. The inhibiting factors of Bhabinkamtibmas in resolving minor cases through the Problem Solving Method are the organizational structure, HR, Sarpras and dukops of Sukamakmur Sector Police which have not been fulfilled. And the expected role in optimizing the implementation of light case resolution through the Problem Solving Method from each party. Keywords: Optimization, Bhabinkamtibmas.
Implementasi INTAN dalam Pemetaan Digital Data Kontingensi Lalu Lintas Rakhman, Tezar
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 11 (2020): November, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Akademi Kepolisian Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A research for implementation of technology
Implementasi Unit Dikyasa Satuan Lalu Lintas Polrestabes Bandung dalam Mengatasi Kemacetan Melalui Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Sukajadi Sayogi, Ahmad
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 11 (2020): November, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Akademi Kepolisian Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan kemacetan lalu lintas yang terjadi di Kawasan Sukajadi Kota Bandung. Kemacetan terjadi karena jalan sukajadi merupakan jalan yang cukup padat dan ramai dilewati oleh masyarakat di Kota Bandung, serta adanya beberapa faktor yang menyebabkan kemacetan. Terkait dengan hal tersebut maka dibutuhkan penanganan kemacetan oleh Satuan Lalu Lintas Polrestabes Bandung melalui manajemen dan rekayasa lalu lintas. Hasil penelitian menemukan bahwa situasi dan kondisi arus lalu lintas di Kawasan Sukajadi mengalami kemacetan pada saat tertentu yaitu pada pagi hari saat masyarakat berangkat bekerja dan pada sore hari saat masyarakat pulang bekerja. Faktor penyebab kemacetan yaitu adanya pusat perbelanjaan Paris Van Java, persimpangan jalan atau gang-gang kecil, melonjaknya jumlah kendaraan pada saat hari libur, Upaya penanganan kemacetan yaitu dengan menempatkan anggota Satuan Lalu Lintas Polrestabes Bandung untuk melaksanakan pengaturan dan melakukan manajemen dan rekayasa lalu lintas, serta melaksanakan penerangan keliling dan koordinasi dengan instansi terkait. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Teori Manajemen dan Teori Implementasi Kebijakan. Konsep yang digunakan yaitu Konsep Implementasi, Konsep Kemacetan dan Konsep Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif menggunakan metode penelitian deskriptif analisis, teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan studi dokumen, serta validitas data menggunakan triangulasi sumber data, triangulasi tekhnik dan triangulasi waktu, untuk teknis analisis data yaitu menggunakan reduksi data, sajian data dan Verifikasi atau kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, kesimpulan yang penulis adalah bahwa Implementasi Unit Dikyasa Satuan Lalu Lintas Polrestabes Bandung dalam mengatasi kemacetan belum optimal, karena kamseltibcarlantas belum terwujud di Kawasan Sukajadi. Maka penulis memberikan saran kepada Satuan Lalu Lintas Polrestabes Bandung agar melakukan koordinasi dengan instansi terkait dengan lebih intensif, menambah jumlah personel agar kinerja lebih optimal, membuat standar operasional prosedur dalam penanganan kemacetan, memasang CCTV guna melakukan kontrol pengawasan arus lalu lintas, dan melakukan koordinasi dengan instansi terkait guna terwujudnya serta teratasinya kemacetan di Kawasan Sukajadi
Optimalisasi Unit Dikyasa Sat Lantas Dalam Menanggulangi Kemacetan Di Pasar Tanjungsari Wilayah Hukum Polres Sumedang Budiman, Muchamad Arif
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 11 (2020): November, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Akademi Kepolisian Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah adanya status kemacetan lalu lintas yang tidak pernah teratasi. Dari letak geografis yang sangat strategis menyebabkan Kabupaten Sumedang merupakan jalur Selatan menuju ke Provinsi Jawa Tengah, dan juga memiliki jalur Tol Cileunyi. Oleh karena itu Kabupaten Sumedang memiliki intensitas kegiatan bermotor yang sangat tinggi sehingga memungkinkan terjadi kemacetan kendaraan bermotor. Polres Sumedang telah mengambil langkah dengan mengedepankan Fungsi Teknis Lantas terutama Unit Dikyasa untuk mencegah terjadinya kemacetan. Sat Lantas Polres Sumedang melakukan upaya untuk mendukung menanggulangi masalah kemacetan melalui peran aktif masyarakat untuk melakukan langkah-langkah tertib berlalu lintas. Tujuan penelitian ini adalah Untuk menjelaskan gambaran terjadi kemacetan di Pasar Tanjungsari Sumedang, Untuk memberikan gambaran kegiatan yang di lakukan Unit Dikyasa Satuan Lalu Lintas Polres Sumedang dalam menangani kemacetan di pasar Tanjungsari Sumedang, Untuk menjelaskan faktor apa saja yang mempengaruhi Unit Dikyasa Satuan Lalu Lintas Polres Kabupaten Sumedang dalam menangani kemacetan lalu lintas di pasar Tanjungsari Sumedang. Peneliti menggunakan beberapa teori konsep yaitu teori manajemen, teori peran, konsep kelancaran lalu lintas, konsep pengaturan lalu lintas, konsep kemacetan, konsep pelayanan publik, konsep manajemen dan rekayasa lalu lintas. Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan metode yang digunakan adalah penelitian lapangan serta teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan telaah dokumen. Hasil dari penelitian ini terdapat faktor internal dan eksternal yang mempengaruhinya. Ada beberapa hal yang harus dilakukan diantaranya, (1)mengikutsertakan personil dalam pelatihan, (2)membenahi pengorganisasian personil di unit dikyasa satuan lalu lintas, (3)membuat inovasi dalam pelaksanaan Rekayasa Lalu Lantas, (4)meningkatkan kinerja anggota Unit Dikyasa Lalu Lintas Polres Sumedang dalam menangani masalah kemacetan di Kabupaten Sumedang. Kata Kunci : Dikyasa Lalu Lintas, Kemacetan Lalu Lintas,Tertib Berlalu Lintas.
Peran Sat Intelkam dalam Penggalangan Organisasi Masyarakat Uslam Nasional untuk Mencegah Radikalisme Oktorofi, Farros
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 12 (2020): December, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Akademi Kepolisian Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated by the not yet maximum mobilization of Nationalist Islamic Organizations such as NU and Muhammadiyah in an effort to prevent radical Islamic movements in the Cimahi Regional Police Legal Area. Even though the strength of these mass organizations can prevent the radical Islamic Movement of Pro-violence and Pro-intolerance in the Legal Area of Cimahi Regional Police. The rise of the radical Islamic movement is marked by the emergence of names from the region which are already joined by a large terrorist group network and have even become suicide bombing actors, the existence of FPI and HTI mass organizations, and the emergence of lone wolf cases. Therefore, a study was carried out aimed at finding out the picture of raising Islamic Nationalist Organizations in the Legal Area of the Cimahi Regional Police conducted by Satintelkam, describing the implementation of Polmas Model B by Satintelkam, as well as the factors affecting the policy environment.This research was conducted with a qualitative approach, using descriptive analysis research methods, as well as data collection techniques with interviews, observations, and document studies.The results of the study found that the Nationalist Islamic Community Organizations Organization which was analyzed by Law No. 16 of 2017 Article 40 found that the implementation of Community Organizing had been carried out but not yet optimal. However, if the Nationalist Islamic Community Organization is analyzed using National Police Chief Regulation No. 3 of 2015 Article 11 regarding the implementation of Model B Polmas through intensification of the activities of the police technical functions, it is found that the Police intelligence intelligence unit has not understood the procedures for implementing Polmas Model B through its units because SOPs and lack of socialization. While the inhibiting factors are political, technological, social and natural weather factors. While the supporting factors are culture, economy, history and other policies.Based on the results of the study, the authors suggest several things, namely socialization of community policing, completing SOPs, adding and placing personnel according to the needs of the number and ability, increasing the ability of media technology, and reviving Kominda cooperation.

Filter by Year

2017 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 6 No. 12 (2022): December, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 11 (2022): November, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 10 (2022): October, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 9 (2022): September, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 8 (2022): August, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 7 (2022): July, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 6 (2022): June, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 5 (2022): May, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 4 (2022): April, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 3 (2022): March, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 2 (2022): February, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 1 (2022): January, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 12 (2021): December, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 11 (2021): November, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 10 (2021): October, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 9 (2021): September, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 8 (2021): August, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 7 (2021): July, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 6 (2021): June, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 5 (2021): May, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 4 (2021): April, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 3 (2021): March, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 2 (2021): February, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 1 (2021): January, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 12 (2020): December, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 11 (2020): November, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 10 (2020): October, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 9 (2020): September, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 8 (2020): August, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 7 (2020): July, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 6 (2020): June, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 5 (2020): May, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 4 (2020): April, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 3 (2020): March, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 2 (2020): February, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 1 (2020): January, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 3 No. 12 (2019): December, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 3 No. 11 (2019): November, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 9 (2017): September, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 8 (2017): August, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 7 (2017): July, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 6 (2017): June, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 5 (2017): May, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 4 (2017): April, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 3 (2017): March, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 2 (2017): February, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 1 (2017): January, Indonesian Journal of Police Studies More Issue