cover
Contact Name
Ridwan Arifin
Contact Email
ridwanarifin.mail@gmail.com
Phone
+6281225294499
Journal Mail Official
ijps.policejournal@gmail.com
Editorial Address
Akademi Kepolisian Republik Indonesia. Jl. Sultan Agung No 131 Candi Baru Semarang. Nomor Telepon: 024 8411680-90.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Police Studies
ISSN : 2722452X     EISSN : 27224538     DOI : -
Core Subject : Social,
Indonesian Journal of Police Studies (Indonesian J. Police Stud.) (ISSN Print 2722-452X ISSN Online 2722-4538) is a double blind peer-reviewed journal published by the Indonesian Police Academy. This journal contains research and review articles related to the study of police science.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 397 Documents
Upaya DIKMAS UNIT DIKYASA dalam Mengurangi Angka Kecelakaan Lalu Lintas di kalangan Pelajar di Wilayah Hukum Polres Kudus: The Efforts of DIKMAS UNIT DIKYASA in Reducing Traffic Accident Rates among Students in Kudus Regional Police Area Bayu Rizki Subagyo
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 1 (2017): January, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Akademi Kepolisian Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi memiliki posisi yang penting dalam kehidupan sehari hari bagi masyarakat. Terlihat dari jumlah kendaraan yang melintas di jalan raya semakin bertambah banyak. Hal ini menimbulkan sebuah masalah baru, sehingga masalah yang timbul di jalan pun semakin banyak serta kepadatan arus lalu lintas di berbagai tempat yang disebabkan oleh banyaknya pengguna jalan. Di tambah jumlah pengendara kendaraan sepeda motor yang mendominasi di kabupaten Kudus ini di kendarai oleh remaja pelajar sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teori yang digunakan dalam membahas permasalahannya yaitu teori managemen dari George R. Terry, teori komunikasi dan paradigma Harold Lasswell. Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah hukum Polres Kudus mengalami kenaikan dari tahun ke tahunnya. Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah hukum Polres Kudus disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor manusia, kendaraan, dan Lingkungan. Untuk mengurangi kecelakaan, satuan lalu lintas Polres Kudus telah melakukan beberapa tindakan dan kegiatan yang bersifat preemtif, dan preventif, seperti program police goes to school, traffic board, pembinaan patroli keamanan sekolah, kegiatan polisi sahabat anak. Tetapi dalam menjalankan tindakan dan kegiatannya ada beberapa faktor yang menghambat terlaksananya kegiatan dikmas tersebut. Kesimpulannya dari skripsi ini yaitu selama 3 tahun terakhir kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah hukum Polres Kudus mengalami kenaikan dari tahun ketahunnya. Pelaku kecelakaan tersebut didominasi oleh pelajar yang menggunakan kendaraan bermotor. Transportation has an important position in daily life for the community. It can be seen from the increasing number of vehicles passing on the highway. This raises a new problem, so that problems that arise on the road even more and the density of traffic flow in various places caused by the number of road users. In addition, the number of motorbike riders who dominate in Kudus regency is driven by teenage school students. This research uses a qualitative approach. Theories used in discussing the problem are management theory from George R. Terry, communication theory and the paradigm of Harold Lasswell. Traffic accidents that occur in the Holy Police jurisdiction have increased from year to year. Traffic accidents that occur in the Holy Police jurisdiction are caused by several factors, namely human, vehicle, and environmental factors. To reduce accidents, the Holy Polres traffic unit has carried out several preemtive and preventive actions and activities, such as the police goes to school program, traffic board, school security patrol guidance, and the police activities of child friends. But in carrying out its actions and activities there are a number of factors that hinder the implementation of these community education activities. The conclusion from this thesis is that during the last 3 years traffic accidents that have occurred in the jurisdiction of the Holy Polres have increased from year to year. Accident perpetrators are dominated by students who use motor vehicles.
Peran Subden 4 Detasemen A Pelopor Sat Brimob Polda Jateng dalam Penanganan Unjuk Rasa Penolakan Pendirian Pabrik Semen Tambakromo di Wilayah Hukum Polres Pati: The Role of Subden 4 Detasemen A Pelopor Sat Brimob of Central Java Regional Police in Handling Demonstration of Refusal to Establish a Tambakromo Cement Plant in the Jurisdiction of Pati Police Department Iqbal Januarzah
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 1 (2017): January, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Akademi Kepolisian Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Unjuk rasa yang menuntut ditutupnya pabrik semen di daerah Pegunungan kendeng Kabupaten Pati. Aksi yang dilakukan oleh masyarakat dari wilayah pegunungan kendeng yang mana merupakan wilayah pegunungan kapur berujung rusuh,sedikitnya puluhan orang mengalami luka ringan dan salah seorang pengunjuk rasa harus dilarikan ke rumah sakit dan mendapat perawatan medis dikarenakan dagunya sobek terkena tembakan flashball dari petugas dan aksi ini juga sempat memblokade jalur pantura yang kemudian menyebabkan kemacetan panjang di jalur tersebut. Aksi unjuk rasa yang terjadi di Kabupaten Pati yang dapat ditarik akar permasalahannya mengenai korban luka yang diakibatkan oleh penanganan petugas pada saat terjadinya unjuk rasa yang anarkis. Bagaimana peran personil dari Polres Pati dan Personil Brimob yang melakukan pengamanan serta penanganan unjuk rasa tersebut, sudah sesuai prosedur atau memang masyarakat yang tidak bisa dikendalikan oleh petugas sehingga muncul aksi anarkis dan mengakibatkan jatuhnya korban di pihak pengunjuk rasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan. Sumber informasi terdiri dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi, dan studi dokumen. Sebagai pisau analisis, peneliti menggunakan Skep Kakorpsbrimob Polri No.Pol : Skep / 73 /VII / 2006 tentang Budomlak PHH Brimob, teori Manajemen, dan teori perubahan perilaku. Berdasarkan temuan peneliti, peran subden 4 sudah sesuai dengan tahapan penanganan unjuk rasa, namun dalam tahap pelaksanaan tidah difungsikan mengenai pleton penindak untuk menindak provokator. Selain itu terdapat faktor internal yaitu kurnag koordinasi antar satuan, kemudian faktor eksternal yaitu masyarakat yang masih berpikiran tradisional mengenai pembangunan. Saran yang diberikan adalah bagi anggota polri harus bisa mengedepankan HTCK yang baik dalam setiap pelaksanaan tugas, selain itu bagi masyarakat harus bisa terbuka mengenai dampak positif pembangunan. Demonstrations demanding the closure of a cement factory in the Kendeng Mountains region of Pati Regency. The action was carried out by people from the Kendeng mountainous region which is a limestone mountain region which ended in riot, at least dozens of people suffered minor injuries and one of the protesters had to be rushed to the hospital and received medical treatment because his chin was torn by a flashball shot by the officer and this action also had blocked the pantura lane which then caused a long traffic jam on the lane. Demonstrations that occurred in Pati District which could be drawn from the root of the problem regarding the wounded victims caused by the handling of officers at the time of the anarchist demonstration. How is the role of personnel from the Pati Police Station and Brimob Personnel who carry out security and handling the demonstration, according to procedures or indeed the community that cannot be controlled by officers so that anarchist action appears and results in casualties on the part of the protesters. This study uses a qualitative approach with field research methods. Information sources consist of primary data and secondary data. Data collection techniques used include interviews, observation, and study of documents. As a knife for analysis, researchers used the Police Kakorpsbrimob Skep No.Pol: Skep / 73 / VII / 2006 on Budhlak PHH Brimob, Management theory, and behavior change theory. Based on the findings of the researchers, the role of Subden 4 is already in accordance with the stage of handling the demonstration, but in the implementation stage it is not functioning regarding the platoon to act against the provocateurs. In addition there are internal factors, namely the level of coordination between units, then external factors, namely the community who still think traditionally about development. The advice given is for police officers to be able to prioritize good HTCK in every task implementation, in addition to that the community must be open about the positive impacts of development.
Optimalisasi Penerbitan SIM Melalui Sistem AVIS Oleh Satuan Lalu Lintas dalam Rangka Mewujudkan Pelayanan Prima di Wilayah Hukum Polres Kebumen Dewi Prawira Putri
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 3 (2017): March, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Akademi Kepolisian Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat sejumlah manusia dalam arti seluas-luasnya dan terikat oleh suatu kebudayaan yang mereka anggap sama, terpelajar, yang merasa memiliki bahasa bersama, yang merasa termasuk dalam kelompok itu, atau yang berpegang pada bahasa standar yang sama. Masyarakat juga merupakan warga negara Indonesia yang mempunyai hak untuk pelayanan Polri berupaya keadilan persamaan hak dimuka hukum dan perlindungan dari segala bentuk gangguan. Karenanya hubungan masyarakat dengan Polri merupakan suatu sinergi sebagai objek yang dilindungi dan melindungi. Keberagaman masyarakat Indonesia yang tersebar pada 17 ribu kepulauan tentunya memiliki kultur budaya dan karakter yang bermacam-macam. Hal ini menjadi tantangan Polri dalam menyikapi kondisi tersebut dalam upaya memberikan linyomyang dan pelayanan terbaik. Polri berdasarkan UU No 2 Tahun 2002 melaksanakan tugas pokok sebagai berikut penegakkan hukum, Harkamtibmas, dan pelindungan, pengayoman, dan pelayanan masyarakat. Karenanya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Polri senantiasa melakukan pembenahan-pembenahan dalam upaya memberikan pelayanan yang terbaik dari sisi penegakkan hukuk, harkamtibmas, dan dalam rangka memberika rasa aman, nyaman, dan ketentraman. Banyak upaya telah dilakukan Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, inovasi maupu ide-ide kreatif dituangkan dengan harapan masyarakat akan puas dengan pelayanan yang diberikan. Demikin juga dengan Satlantas Polres Kebumen dalam memberikan pelayanan SIM kepada masyarakat pada saat sebelum dan sesudah menggunakan sistem AVIS. Inovasi dan ide ini sangat penting dilakukan agar tercapai target efektif efisien. Pada pelaksanaannya pelayanan penerbitan SIM berpedoman pada Perkap No 9 Tahun 2012 tentang mekanisme pelayanan SIM. Dengan berpedoman pada tersebut di atas pelayanan yang diberikan oleh Polri dapat meminimalisir penyimpangan yang terjadi. Society of a number of people in the broadest sense and bound by a culture that they think is the same, educated, who feel they have a common language, who feel included in the group, or who adhere to the same standard language. The community is also an Indonesian citizen who has the right to service the National Police to seek equality before the law and protection from all forms of interference. Therefore community relations with the National Police are a synergy as protected and protecting objects. The diversity of Indonesian society spread over 17 thousand islands certainly has diverse cultural and character cultures. This is a challenge for the National Police in responding to these conditions in an effort to provide the best linyomyang and services. The National Police, based on Law No. 2 of 2002, carry out the following basic tasks as law enforcement, Harkamtibmas, and protection, protection, and community service. Therefore, in providing services to the police community, they always make improvements in an effort to provide the best service in terms of law enforcement, public service, and in order to provide a sense of security, comfort, and peace. Many efforts have been made by the National Police in providing services to the community, innovation and creative ideas are expressed in the hope that the community will be satisfied with the services provided. Demikin also with the Kebumen Police Precinct in providing SIM services to the community before and after using the AVIS system. These innovations and ideas are very important in order to achieve effective effective targets. In the implementation of the SIM issuance service guided by Perkap No. 9 of 2012 concerning the mechanism of SIM services. By referring to the above services provided by the National Police can minimize irregularities that occur.
Optimalisasi Penyidikan Laka Lantas dalam Rangka Mengurangi Penyelesaian Kasus Laka Lantas Melalui Proses Alternative Dispute Resolution yang terjadi di Wilayah Hukum Polres Sukoharjo Julius Marlon Gawe
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 3 (2017): March, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Akademi Kepolisian Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui optimalisasi dari pelaksanaan penegakan hukum lalu lintas, khususnya pada pelaksanaan penyidikan kecelakaan lalu lintas dimana dalam pengoptimalan penyidikan kecelakaan lalu lintas tersebut akan mampu memberikan jaminan rasa keadilan, dan kepastian hukum serta dapat mengurangi penyelesaian kasus secara Alternative Dispute Resolution (ADR) terhadap masyarakat terkhusus pada pelaku dan korban kecelakaan lalu lintas. Dalam hal ini penulis menggunakan konsep penegakan hukum, konsep penyidikan kecelakaan lalu lintas, konsep Alternative Dispute Resolution, dan konsep kecelakaan lalu lintas sebagai pisau analisis. Selanjutnya pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode field research. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan pengamatan. Selanjutnya data dianalisis dengan reduksi, sajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian dilaksanakan di Satlantas Polres Sukoharjo, dari temuan penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa tingkat kecelakaan di wilayah Sukoharjo dalam tiga tahun terakhir berbeda-beda, sebagian besar diselesaikan dengan cara damai atau ADR, pada tahapan penyidikan yang dilaksanakan sudah secara optimal. Faktor-faktor yang menjadi kendala optimalisasi penyidikan terdiri atas faktor internal yaitu kualitas penyidik yang masih belum memadai, belum mempedomani standar operasional prosedur yang ada sebagai acuan melakukan penyidikan dan juga fasilitas penyidikan yang digunakan oleh anggota; faktor eksternal yaitu saksi yang kurang kooperatif untuk memberikan kesaksian, tabrak lari, serta kondisi TKP yang tidak dalam status quo. Untuk mengatasi keterbatasan yang ada maka penelitian ini merekomendasikan untuk diajukan telaah staf mengenai peningkatan jumlah personel penyidikan secara kuantitas berdasarkan kebutuhan ril Satlantas Sukoharjo dan secara kualitas perlu diupayakan personel penyidik untuk mengikuti pendidikan kejuruan ataupun pelatihan yang berkaitan dengan penyidikan laka lantas serta perlu adanya fasilitias sarana yang memadai guna mengoptimalkan proses penyidikan laka yang dilaksanakan. This research was conducted to determine the optimization of the implementation of traffic law enforcement, especially in the implementation of traffic accident investigations where in optimizing the investigation of traffic accidents will be able to provide a sense of justice, and legal certainty and can reduce the resolution of cases by Alternative Dispute Resolution (ADR) to the community especially to the perpetrators and victims of traffic accidents. In this case the author uses the concept of law enforcement, the concept of traffic accident investigations, the concept of Alternative Dispute Resolution, and the concept of traffic accidents as a knife of analysis. Furthermore, the research approach uses a qualitative approach with the field research method. Data collection techniques through interviews and observations. Then the data are analyzed by reduction, data presentation and conclusion drawing. The research was carried out at the Satohantas Sukoharjo Regional Police, from the research findings and discussion it can be concluded that the accident rates in the Sukoharjo region in the last three years differed, mostly resolved by peaceful or ADR, at the investigation stage which was carried out optimally. Factors that hamper the optimization of investigations consist of internal factors, namely the quality of investigators who are still inadequate, have not followed the standard operational procedures that exist as a reference for conducting investigations and also the investigative facilities used by members; External factors are witnesses who are less cooperative to give testimony, hit-and-run, and TKP conditions that are not in the status quo. To overcome this limitation, this study recommends that a staff review be submitted regarding the increase in the number of investigative personnel in quantity based on the actual needs of Sukoharjo Satlantas and in terms of quality it is necessary to seek investigative personnel to attend vocational education or training related to laka investigation and the need for facilities facilities sufficient to optimize the process of laka investigation carried out.
Peran Dikmas Lantas dalam Mencegah Terjadinya Kecelakaan Lalu Lintas di Wilayah Hukum Polres Magelang yang Melibatkan Pelajar SMA Tito Maharestu
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 7 (2017): July, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Akademi Kepolisian Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah kecelakaan Lalu Lintas yang terjadi di Kabupaten Magelang menunjukkan angka paling tinggi di kelompok usia 15 sampai dengan 19 tahun. Kelompok usia ini rata-rata adalah pelajar sekolah menengah, yaitu pelajar SMA. Kelompok usia ini masuk dalam golongan masyarakat terorganisasi karena masih dalam lingkungan pendidikan formal berupa sekolah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut Unit Dikyasa Satuan Lalu Lintas Polres Magelang melakukan upaya berupa kegiatan dikmas lantas untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar SMA di Kabupaten Magelang. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan penyebab-penyebab kecelakaan dan kegiatan dikmas lantas kepada pelajar SMA. Dan tujuan yang ke tiga adalah untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang memengaruhi kegiatan dikmas lantas tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan wawancara, observasi dan studi dokumen. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret tahun 2017. Lokasi penelitian di wilayah hukum Polres Magelang. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa, di kabupaten magelang pengendara yang berumur 15-19 tahun dan menggunakan kendaraan sepeda motor adalah pengendara yang paling sering mengalami kecelakaan lalu lintas. Kemudian, pelaksanaan kegiatan dikmas lantas yang dilakukan oleh Unit Dikyasa Satuan Lalu Lintas Polres Magelang kurang maksimal karena masih ditemui hambatan. Selama 3 tahun kebelakang jumlah kecelakaan Lalu lintas khususnya yang melibatkan pelajar SMA terus bertambah. Faktor-faktor yang memengaruhi kegiatan dikmas lantas terdiri dari faktor internal dan eksternal. Dari faktor tersebut ada yang mendukung dan menghambat kegiatan dikmas lantas oleh Unit Dikyasa Satuan Lalu Lintas Polres Magelang. Saran, yaitu melakukan evaluasi secara berkala terhadap pelajar yang telah diberikan dikmas lantas, membuat program baru dikmas lantas yang melibatkan orang tua pelajar SMA. Menyusun rencana anggaran yang rinci, mengadakan pelatihan bagi anggota Unit Dikyasa. The number of traffic accidents that occurred in Magelang Regency shows the highest number in the age group of 15 to 19 years. This age group is on average high school students, i.e. high school students. This age group belongs to the organized community because it is still in the formal education environment in the form of schools. To overcome this problem, the Magelang Regional Police Traffic Unit Unit made an effort in the form of community education activities to prevent traffic accidents involving high school students in Magelang District. The purpose of this study is to describe the causes of accidents and community education activities and then to high school students. And the third objective is to describe the factors that influence the activities of the community education then. This research uses a qualitative approach. Data collection techniques used were interviews, observation and document study. This research was conducted in March 2017. The research location is in the Magelang Police jurisdiction. The results of this study show that, in the district of Magelang, motorists who are aged 15-19 years and use motorbike vehicles are the riders who experience the most traffic accidents. Then, the implementation of the community health activities then carried out by the Traffic Unit Unit of Magelang Police Traffic Unit was not optimal because there were still obstacles encountered. In the past 3 years the number of traffic accidents especially those involving high school students has continued to increase. Factors that influence the activities of community health education then consist of internal and external factors. From these factors there are those that support and hinder the activities of the community education program and then the Magelang Police Traffic Unit Unit. Suggestions, namely to conduct periodic evaluations of students who have been given community education then, create a new community education program and then involve parents of high school students. Prepare a detailed budget plan, conduct training for members of the Dikyasa Unit.
Kegiatan Sambang Satuan Binmas dalam Mencegah Pencurian Kendaraan Bermotor Roda Dua di Wilayah Hukum Polresta Surakarta Rachmat Djakatara
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 3 (2017): March, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Akademi Kepolisian Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tindak pidana Curanmor roda dua di wilayah hukum Polresta Surakarta. Upaya represif sudah dilakukan untuk menangani kasus Curanmor roda dua yang terus meningkat tiap tahunnya tetapi tidak menyelesaikan permasalahan. Sehingga upaya yang paling efektif adalah upaya preventif. Oleh karena itu, maka dilakukanlah penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan peran Satuan Binmas dalam mengoptimalkan sambang guna mencegah pencurian kendaraan bermotor roda dua, Mendeskripsikan bentuk kegiatan optimalisasi sambang oleh Satuan Binmas dalam mencegah pencurian kendaraan bermotor roda dua, Mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi optimalisasi sambang oleh Satuan Binmas dalam mencegah pencurian kendaraan bermotor roda dua. Penelitian ini menggunakan kepustakaan konseptual yaitu Teori Peran, Teori Manajemen, Konsep Sambang, Konsep Polmas, Konsep Optimalisasi, Pengertian Pencegahan, Pengertian Curanmor sebagai pisau analisisnya. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan. Sumber data berasal dari data primer dan sekunder yang diperoleh dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Data yang ada kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa peran Satuan Binmas dalam mengoptimalkan sambang belum berjalan optimal karena budaya Satuan Binmas yang bekerja sendiri. Bentuk kegiatan optimalisasi sambang dalam mencegah Curanmor roda dua pada pasal 11 Perkap No.3 tahun 2015 belum optimal. Faktor-faktor yang mempengaruhi optimalisasi sambang adalah SDM personel dan masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis menyarankan kepada Kasat Binmas kiranya dalam pembuatan rencana kegiatan yang lebih jelas dan fokus terhadap pencegahan curanmor roda dua, penambahan jumlah personel Satuan Binmas sesuai dengan DSP yang ada, pendirian Pos Koban Bhabinkamtibmas dan petugas Polmas disuatu kawasan tempat berkumpul dan bertukar informasi secara lebih baik antara masyarakat dan polisi, memberikan pelatihan/dikjur Binmas, pemberian reward and punishment secara adil kepada Bhabinkamtibmas yang memberikan kontribusi positif. This research is motivated by the crime of two-wheeled Curanmor in the jurisdiction of the Surakarta City Police. Repressive efforts have been made to handle the two-wheeled Churanmor case which continues to increase each year but does not solve the problem. So the most effective effort is preventive effort. Therefore, a study was conducted aimed at describing the role of the Binmas Unit in optimizing the sambang in order to prevent the theft of two-wheeled motorized vehicles, Describe the shape of the activity of the optimization of the sambang by the Binmas Unit in preventing the theft of two-wheeled motorized vehicles, describing the factors that influence the optimization of the sambang by Binmas Unit in preventing theft of two-wheeled motorized vehicles. This study uses conceptual literature, namely Role Theory, Management Theory, Sambang Concept, Polmas Concept, Optimization Concept, Definition of Prevention, Understanding Curanmor as the analysis knife. This research also uses a qualitative approach with field research methods. Source of data derived from primary and secondary data obtained by data collection techniques through interviews, observations, and document studies. Existing data are then analyzed using data analysis techniques, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results found that the role of the Binmas Unit in optimizing the sambang was not running optimally because the culture of the Binmas Unit was working alone. The form of the activity of optimizing the sambang in preventing the two-wheel charter in article 11 Perkap No.3 of 2015 is not optimal. The factors that influence the optimization of the symbol are HR personnel and the community. Based on the results of the study, the authors suggest to Kasat Binmas presumably in making activities plans that are clearer and focus on preventing two-wheeled motorbike, increasing the number of Binmas Unit personnel in accordance with the existing DSP, the establishment of the Koban Bhabinkamtibmas Pos and Polmas officers in an area where they gather and exchange better information between the community and the police, providing training / Dikjur Binmas, giving reward and punishment fairly to Bhabinkamtibmas who make a positive contribution.
Optimalisasi Program SIM Online Guna Mendukung Pelayanan SIM di Wilayah Hukum Polres Magelang Tommy Subardi Putra
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 3 (2017): March, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Akademi Kepolisian Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini disusun oleh penulis karena di latar belakangi oleh adanya penilaian yang menyatakan bahwa pelayanan SIM Online yang dilakukan dari Polres Magelang masih belum optimal. Sehingga skripsi bertujuan mengetahui bagaimana mengoptimalkan program SIM Online guna mendukung pelayanan SIM di wilayah hukum Polres Magelang kepada masyarakat SIM. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan deskriptif serta menggunakan konsep optimalisasi, mekanisme layanan SIM Online, manajemen kualitas jasa, kualitas layanan serta teori SWOT, dan teori manajemen sebagai pisau analisisnya. Sumber data dari penelitian ini adalah personel Polres Magelang,masyarakat pemohon SIM, dokumen dan buku. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan tekhnik wawancara, observasi, dan dokumentasi sehingga penulis dapat mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan pelayanan SIM yang dilakukan oleh Satuan Lantas Polres Magelang. Penelitian ini dilaksanakan di Polres Magelang. Program SIM Online guna mendukung pelayanan SIM di wilayah hukum Polres Magelang sudah menerapkan pendekatan indikator kualitas layanan Service quality menurut Engel et al. (1995) meliputi : tangibles, reliability, responsiveness, performance, dan emphaty dan Teori SWOT serta sudah menerapkan Teori manajemen yang baik. Namun masih terdapat kendala-kendala yang dihadapi Polres Magelang diantaranya secara internal kurangnya jumlah personel di SATPAS, rusaknya ruang uji simulator sedangkan secara eksternal kurangnya pengetahuan tentang teknologi bagi masyarakat sehingga memperlambat proses pelayanan SIM di SATPAS Polres Magelang. Dari beberapa masalah yang dihadapi, perlunya penambahan personel SATPAS, perbaikan ruang uji simulator dan sosialisasi yang dilakukan secara rutin dengan membuat jadwal yang ditentukan Satuan Lantas Polres Magelang agar berjalan dengan optimal.
Kinerja Unit I Satuan Reserse Kriminal dalam Penanganan Pencurian Kendaraan Bermotor di Wilayah Hukum Polres Brebes Yanuar Wicaksono
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 3 (2017): March, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Akademi Kepolisian Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi meningkatnya pencurian kendaraan bermotor di wilayah Hukum Polres Brebes, namun tidak diimbangi dengan penyelesaian kasus oleh Unit I Satreskrim. Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk : (1) mendeskripsikan dan menganalisis gambaran umum pencurian kendaraan bermotor di wilayah hukum Polres Brebes. (2) untuk mengetahui kinerja Unit I Satuan Reserse Kriminal dalam penanganan pencurian kendaraan bermotor (3) untuk mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi kinerja unit I Satreskrim. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara, observasi dan studi dokumen. Adapun teori yang digunakan yaitu teori aktivitas rutin, teori kinerja, teori manajemen, teori analisis SWOT konsep manajemen penyidikan tindak pidana yang berdasarkan Peraturan Kapolri No 14 Tahun 2012. Dari hasil penelitian diperoleh data yaitu : masih banyak personel Unit I Satreskrim yang belum mengikuti pendidikan kejuruan reserse, jumlah personel yang masih kurang jika dibandingkan daftar susunan personel. Penanganan pencurian kendaraan bermotor Unit I Satuan Reserse Kriminal Polres Brebes berpedoman pada Perkap No. 14 Tahun 2012 tentang manajemen penyidikan namun dalam pelaksanaannya belum dilaksanakan dengan maksimal sehingga mempengaruhi kinerja dari personil. Adapun kesimpulan berdasarkan hasil penelitian penulis bahwa pencurian kendaraan bermotor di Brebes banyak terjadi antara pukul 00.00 sampai 04.00 WIB dan modus menggunakan kunci T. Kinerja Unit I dipengaruhi faktor-faktor yang mempengaruhi baik dari internal maupun eksternal. Saran yang diberikan oleh penulis berdasarkan penelitian yang telah dilakukan adalah mengajukan rekomendasi kepada pimpinan tentang penambahan personil Satuan Reserse Kriminal dan merekomendasikan kepada personel reserse untuk mengikuti pendidikan pengembangan maupun pendidikan kejuruan reserse, serta pengajuan terkait masalah penambahan sarana prasarana serta anggaran untuk mendukung penanganan pencurian kendaraan bermotor.
Pelaksanaan Patroli Sabhara dalam Pencegahan Kejahatan di Wilayah Hukum Polres Kota Cilacap Yulius Syahputra
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 3 (2017): March, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Akademi Kepolisian Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fokus penelitian ini membahas pelaksanaan patroli Sabhara dalam pencegahan kejahatan di wilayah hukum Polres Cilacap. Latar belakang dilakukan penelitian ini karena pelaksanaan kegiatan patroli yang dilakukan oleh Satuan Sabhara Polres Cilacap belum mampu mencegah kasus kejahatan yang ada di wilayah tersebut. Persoalan dalam penelitian ini meliputi (1).bagaimana gambaran kasus kejahatan yang ada di wilayah hukum Polres Cilacap?, (2).bagaimana pelaksanaan patroli Sabhara dalam pencegahan kejahatan tersebut? (3).apa saja faktor yang mempengaruhi pelaksanaan patroli Sabhara dalam pencegahan kejahatan di wilayah hukum Polres Cilacap? Pisau analisis dalam penelitian ini adalah teori pencegahan kejahatan, teori manajemen, teori peran dan teori aktivitass rutin Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan, yang selanjutnya dilakukan melalui wawancara, pengamatan dan studi dokumen. Setelah data penelitian diperoleh, langkah yang selanjutnya dilakukan adalah mereduksi data, menyajikan data dan melakukan verifikasi data. Adapun temuan peneliti ini yakni (1).kasus Curat dan Curanmor merupakan trend crime dan kasus gangguan kamtibmas lain berasal dari kegiatan tawuran, balap liar, psk dan mabuk-mabukan serta wilayah yang merupakan hot spot kerawanan ada dijalan rinjani, JL.MH Thamrin, JL. Banjaran, JL.Kel.Donan, JL.DI Panjaitan, JL.A.Yani, JL.RE. Martadinata, JL.Gatot Subroto dan Perempatan Cipto-Radjiman(2).Pelaksanaan patroli yang dilakukan hanya sebatas patroli dengan mobil, sementara sarana yang lain tidak dimanfaatkan. tidak sesuai dengan perencanaan yang ada,.(3).faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan patroli yaitu faktor pendukung adalah sarana dan prasarana, anggaran serta dukungan masyarakat. Sedangkan faktor penghambatnya berasal dari motivasi dan kemauan anggota yang hanya memilih melaksanakan kegiatan patroli dengan mobil saja. Sehubungan dengan hasil penelitian tersebut, saran untuk meningkatkan kegiatan patroli adalah memberikan motivasi kepada anggota, menerapkan Program Patroli Bersambung Anggota-Masyarakat dan Program Patroli Sambang Desa di wilayah hukum Polres Cilacap.
Penerapan Aplikasi Panic Button dalam Mewujudkan Polisi yang Profesional, Modern dan Terpercaya (PROMOTER) di Wilayah Hukum Polres Brebes Zharfan Edmond
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 7 (2017): July, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Akademi Kepolisian Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh perkembangan teknologi saat ini yang telah banyak memberikan dampak kepada manusia dalam kesehariannya baik untuk pekerjaan maupun kesenangan. Seiring dengan ketergantungannya manusia dengan teknologi, Polri sebagai pelayan masyarakat dalam memberikan pelayanan yang terbaik dan dibutuhkan masyarakat khususnya yang dilakukan oleh Polda Jawa Tengah membuat inovasi yaitu membuat aplikasi SMILE POLICE. Aplikasi SMILE POLICE merupakan aplikasi berbasis android yang didalamnya terdiri atas 5 aplikasi yang salah satunya Panic Button. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran terkait penerapan aplikasi panic button dan gambaran faktor yang mempengaruhi penerapan aplikasi panic button dalam mewujudkan polisi yang PROMOTER sesuai program prioritas Kapolri di wilayah hukum Polres Brebes. Sebagai pisau analisis penulis menggunakan teori manajemen dan SWOT.Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, menggunakan metode kualitatif serta teknik pengumpulan data dengan wawancara, pengamatan dan telaah dokumen. Hasil penelitian menemukan bahwa penerapan aplikasi panic button pada umumnya adalah untuk mewujudkan PROMOTER dan quick wins sebagai langkah Polri dalam menjawab tuntutan masyarakat dalam bidang pelayanan publik. Adapun manfaat yang ditemukan dari aplikasi panic buttonadalah memudahkan masyarakat untuk melakukan laporan atas terjadinya kejadian yang mendesak atau terancam serta memudahkan polisi untuk mengetahui posisi pelapor melalui GPS pada smartphone pelapor. Sedangkan faktor yang menghambat penerapan aplikasi panic button dalam mewujudkan polisi yang PROMOTER di wilayah hukum Polres Brebes yaitu anggota Polres Brebes belummemahami pengoperasian aplikasi dan kesalahan teknis pada aplikasi. Saran yang dibuat oleh penulis, merekomendasikan beberapa hal diantaranya (1) Dilakukan pemeliharaan dan perawatan pada aplikasi, (2) Penugasan kepada petugas yang berkompeten sebagai operator.

Filter by Year

2017 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 6 No. 12 (2022): December, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 11 (2022): November, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 10 (2022): October, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 9 (2022): September, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 8 (2022): August, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 7 (2022): July, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 6 (2022): June, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 5 (2022): May, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 4 (2022): April, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 3 (2022): March, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 2 (2022): February, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 1 (2022): January, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 12 (2021): December, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 11 (2021): November, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 10 (2021): October, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 9 (2021): September, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 8 (2021): August, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 7 (2021): July, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 6 (2021): June, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 5 (2021): May, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 4 (2021): April, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 3 (2021): March, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 2 (2021): February, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 1 (2021): January, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 12 (2020): December, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 11 (2020): November, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 10 (2020): October, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 9 (2020): September, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 8 (2020): August, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 7 (2020): July, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 6 (2020): June, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 5 (2020): May, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 4 (2020): April, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 3 (2020): March, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 2 (2020): February, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 1 (2020): January, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 3 No. 12 (2019): December, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 3 No. 11 (2019): November, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 9 (2017): September, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 8 (2017): August, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 7 (2017): July, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 6 (2017): June, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 5 (2017): May, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 4 (2017): April, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 3 (2017): March, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 2 (2017): February, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 1 (2017): January, Indonesian Journal of Police Studies More Issue