cover
Contact Name
Ridwan Arifin
Contact Email
ridwanarifin.mail@gmail.com
Phone
+6281225294499
Journal Mail Official
ijps.policejournal@gmail.com
Editorial Address
Akademi Kepolisian Republik Indonesia. Jl. Sultan Agung No 131 Candi Baru Semarang. Nomor Telepon: 024 8411680-90.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Police Studies
ISSN : 2722452X     EISSN : 27224538     DOI : -
Core Subject : Social,
Indonesian Journal of Police Studies (Indonesian J. Police Stud.) (ISSN Print 2722-452X ISSN Online 2722-4538) is a double blind peer-reviewed journal published by the Indonesian Police Academy. This journal contains research and review articles related to the study of police science.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 397 Documents
Peran Satuan Sabhara Unit Patroli Polres Magelang dalam Pencegahan Pencurian Kendaraan Bermotor Bonifasius Lagowan
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 4 (2017): April, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Akademi Kepolisian Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh maraknya pencurian kendaraan bermotor di Polres Magelang. Upaya yang dilakukan oleh Satuan Sabhara tersebut belum menyelesaikan permasalahan karena angka tindak pidana yang terus terjadi. Sehingga, upaya yang paling efektif adalah melakukan tinjauan terhadap Unit Patroli Satuan Sabhara. Oleh karena itu, dilakukanlah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui, kemampuan personil Satuan Sabhara Unit Patroli, metode yang digunakan dalam mencegah curanmor, intensitas pelaksanaan Patroli berdasarkan pendekatan kualitas dan kuantitas dan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya curanmor. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, menggunakan metode penelitian deskriptif analisis, serta teknik pengumpulan data dengan wawancara, pengamatan, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menemukan bahwa kegiatan Patroli dalam rangka menekan angka curanmor dan mencegah timbulnya kesempatan dan niat bagi pelaku tindak pidana dipandang belum maksimal. Analisis terhadap kemampuan petugas dengan Konsep pencurian kendaraan bermotor serta Teori peran dan Teori pencegahan kejahatan menunjukan optimalnya kemampuan petugas dengan terpenuhinya beberapa indikator penilaian yang ada dari masing-masing Konsep maupun Teori. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi, faktor yang mendukung yaitu faktor dukungan fungsi lain dan mengoptimalkan kinerja dari Satuan Sabhara dalam pencegahan kejahatan, sedangkan faktor penghambat yaitu faktor sumber daya manusia, faktor anggaran, faktor sarana dan prasarana, serta kepercayaan dari masyarakat terhadap polisi yang kurang dan individu yang tidak waspada terhadap bahaya disekitar. Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis menyarankan agar dilakukan pengembangan kemampuan anggota, pemenuhan sarana dan prasarana, menerapkqan metode pelaksaaan Patroli yang tepat berdasarkan kualitas dan kuantitasnya, serta mencari faktor penyebab curanmor dan menjalin kerja sama yang baik dengan masyarakat guna meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta menganalisis dengan teori lain. Yaitu Teori manajemen.
Peran Bhabinkamtibmas dalam Penanggulangan Tindak Pidana Perjudian di Wilayah Hukum Polres Magelang (Studi Pada Satuan Binmas Polres Magelang) Christian Tangketasik
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 4 (2017): April, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Akademi Kepolisian Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran bhabinkamtibmas dalam penanggulangan tindak pidana perjudian di wilayah hukum polres Magelang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan dan menganalisis upaya peran bhabinkamtibmas, dan faktor-faktor yang memengaruhi peran bhabinkamtibmas dalam penanggulangan tindak pidana perjudian. Sumber data dalam penelitian ini adalah anggota Polres dan warga masyarakat Magelang, dengan berjumlah enam narasumber wawancara yang terdiri dari lima anggota Polres dan satu warga masyarakat. Dalam penelitian ini yaitu upaya peran bhabinkamtibmas, dan faktor- faktor yang memengaruhi. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan pemeriksaan dokumen. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan wawancara dengan Kasat Binmas dan Bhabinkamtibmas, peran bhabinkamtibmas diemban oleh satuan Polsek mulai dari pembuatan rencana kegiatan hingga pelaporan, yang dalam pelaksanaannya dinilai peran bhabinkamtibmas yang digunakan sesuai dengan tahapan fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, penempatan personel, pengarahan, dan pengawasan. Dari aspek kemampuan personel diketahui bahwa ada tahap assesment center maupun belum ada upaya pelatihan terhadap petugas bhabinkamtibmas, sehingga petugas tidak memiliki kompetensi teknis yang dibutuhkan. Faktor-faktor yang menjadi pendukung peran bhabinkamtibmas meliputi aspek tugas, produktivitas, motivasi, evaluasi, pengawasan dan lingkungan kerja. Sedangkan faktor penghambat yaitu waktu, lingkungan kerja dan kelengkapan fasilitas.
Optimalisasi Unit PPA Terhadap Perlindungan Anak Korban Persetubuhan di Wilayah Hukum Polres Kebumen Clara Shinta Liemungenda
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 4 (2017): April, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Akademi Kepolisian Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Polres Kebumen, khususnya di Unit PPA Polres Kebumen serta lembaga lainnya yang menangani perlindungan anak di Kebumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Kondisi Unit PPA Polres Kebumen saat ini dalam memberikan perlindungan anak korban persetubuhan dengan mendeskripsikan kondisi saat ini, upaya mengoptimalkan, dan faktor-faktor yang mempengaruhi Unit PPA dalam pemberian perlindungan anak di Polres Kebumen. Dalam rangka mengetahui dan mengoptimalkan Unit PPA Polres Kebumen dalam memberikan perlindungan anak terhadap korban persetubuhan anak, penulis dominan menggunakan teori dan konsep yang terkandung dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, dan beberapa Perkap yang terkait dengan permasalahan yang dibahas. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif analitif, hal ini dilakukan agar peneliti dapat memperoleh gambaran yang seluas-luasnya terhadap permasalahan yang terjadi. Pendekatan kualitatif memberikan data-data deskriptif berupa kata-kata baik secara lisan maupun tertulis yang disampaikan oleh sumber informasi pada saat dilakukan wawancara, dengan demikian dapat dilakukan penggalian permasalahan secara mendalam. Dari hasil penelitian dan pembahasan oleh penulis, diperoleh beberapa temuan dan kesimpulan sebagai berikut: (1)Kondisi Unit PPA Polres Kebumen saat ini dalam pemberian perlindungan anak dilihat dari SDM sarana dan prasarana, dukungan anggaran,dan metode atau cara; (2) Upaya mengoptimalkan Unit PPA Polres Kebumen dalam memberikan perlindungan anak korban persetubuhan, meningkatkan kompetensi pedidikan personil, struktur Unit PPA sesuai prosedur, sarana prasarana yang memadai; (3) Faktor yang mempengaruhi pemberian perlindungan anak yaitu struktur Unit PPA Polres Kebumen yang seharusnya berbentuk Unit PPA, kurangnya jumlah personil, sarana prasarana dan kompetensi pendidikan anggota Unit PPA, serta tingkat pendidikan masyarakat Kebumen yang masih rendah.
Optimalisasi Patroli Roda Empat dalam Mengurangi Tindak Kejahatan Pencurian Kendaraan Bermotor di Wilayah Hukum Polres Berbes Daniel Samonsabra
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 4 (2017): April, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Akademi Kepolisian Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan membahas mengenai upaya-upaya optimalisasi yang dilakukan oleh Satuan Sabhara khususnya dalam pelaksanaan patroli roda empat dalam mengurangi terjadinya tindak pidana pencurian kendaraan bermotor di wilayah hukum Polres Brebes. Hal ini dilatar belakangi jumlah pencurian kendaraan bermotor yang menigkat pada tahun 2016 di bandingkan tahun 2014 dan tahun 2015. Jenis penelitian ini menggunakan field research dan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan telaah dokumen. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan Peraturan Badan Pemelihara Keamana Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2011 Tentang Patroli sebagai pedoman dalam menganalisis kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Unit Patroli. Hasil penelitian menemukan bahwa kegiatan patroli yang dilakukan oleh Satuan Sabhara Polres Brebes yaitu dengan jumlah anggota 21 orang di bagi dalam 3 regu kecil denga waktu pelaksanaan 1 X 8 jam sehari dirasa belum optimal.banyak personil yang belum melaksanakan pendidikan kejuruan dan kurangnya sarana prasarana untuk pelaksanaan Patroli roda empat berupa BBM dan alat komunikasi yang rusak berupa Handy talky Serta masyrakat yang kurang menerima kehadiran polisi di lingkungan nya. menjadi faktor penghambat dalam pelaksanaan kegiatan patroli. Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis menyarankan perlu adanya penambahan personil, dan juga perlu nya terobosan dan program agar pelaksanaan patroli lebih efektif dan efisien, dalam pelaksanaan kegiatannya pernaikan pelayanan pada masyarakat agar dapat menarik simpati masyarakat terhadap polisi dan juga pemanfaatan teknologi yang ada
Optimalisasi Unit Dikyasa dalam Mengurangi Pelanggaran Lalu Lintas di Kalangan Pelajar SMA dan SMK di Wilayah Hukum Polres Sukoharjo Danny Trisespianto Arief Sutarman
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 4 (2017): April, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Akademi Kepolisian Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya angka pelanggaran Lalu Lintas yang melibatkan pelajar, terutama pelajar SMA dan SMK di kabupaten Sukoharjo merupakan masalah yang harus ditangani oleh satuan lalu lintas Polres Sukoharjo. Masalah tersebut terjadi karena rendahnya pengetahuan dan kepatuhan atau disiplin dalam berlalu lintas di jalan raya, sehingga satuan Lalu Lintas Polres Sukoharjo seharusnya lebih mengedepankan aspek pendidikan kepada masyarakat dengan mengoptimalkan unit Dikyasa Satlantas Polres Sukoharjo melalui pendidikan masyarakat yang dimulai sejak dini, baik kepada pendidikan formal maupun informal, tetapi lebih menitik beratkan kepada pelajar SMA dan SMK di kabupaten Sukoharjo. Tujuan penelitian dalam skripsi ini adalah untuk memperoleh gambaran pelaksanaan Dikmas lantas terhadap pelajar oleh unit Dikyasa satuan lalu lintas Polres Sukoharjo, kemudian mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan Dikmas lantas terhadap pelajar SMA dan SMK oleh unit Dikyasa satuan lalu lintas Polres Sukoharjo, dan menggali lebih dalam mengenai upaya yang telah dilakukan oleh unit Dikyasa satuan lalu lintas Polres Sukoharjo untuk mengoptimalkan Dikmas lantas terhadap pelajar SMA dan SMK. Kemudian konsep dan teori yang digunakan peneliti adalah konsep optimalisasi, konsep Dikmas lantas dari Petunjuk Pelaksanaan Kapolri No.Pol: Juklak/5/V/2003 tanggal 29 Mei 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pendidikan Masyarakat Bidang Lalu Lintas (Dikmas Lantas), konsep pelajar, konsep kamseltibcar lantas, teori manajemen dari G.R. Terry, dan teknik penelitian kualitatif dari Prof. Dr. Sugiyono. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan pencermatan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah triangulasi data. Penelitian ini dilaksanakan selama bulan Maret 2017 di Polres Sukoharjo. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini, bahwa pelaksanaan dikmas lantas terhadap pelajar SMA dan SMK sudah menerapkan teori manajemen oleh unit Dikyasa serta sesuai dengan Petunjuk Pelaksanaan Kapolri No.Pol: Juklak/5/V/2003 tanggal 29 Mei 2003 tentang Dikmas Lantas, namun dalam pelaksanaannya berkaitan dengan tumpang tindih tugas, serta kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki oleh anggota unit Dikyasa masih kurang, akibatnya tingkat pelanggaran lantas di kalangan pelajar SMA dan SMK di Sukoharjo masih mendominasi. Untuk itu, penulis menyarankan agar Satlantas Polres Sukoharjo membuat Ren Giat yang langsung ditembuskan kepada Kapolres, dan memberikan pendidikan pengembangan kepada anggota unit Dikyasa secara berkala sehingga pelaksanaan Dikmas lantas dapat berjalan dengan baik.
Peran Unit IV (PPA) dalam Perlindungan Anak di Bawah Umur Korban Pencabulan di Wilayah Hukum Polres Jepara Deuis Rina Rosy
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 4 (2017): April, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Akademi Kepolisian Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sering terjadinya kasus pencabulan yang dari tahun 2012-2016 di Kabupaten Jepara, dimana sebagian besar korban merupakan anak dibawah umur. Sebagaimana telah diatur dalam Undang–Undang bahwa korban pencabulan wajib diberikan perlindungan terutama bagi remaja, anak dan wanita. Pihak kepolisian yang difokuskan dalam menangani permasalahan remaja, anak dan wanita tersebut adalah Unit IV (PPA) Satuan Reskrim. Untuk itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui bentuk perlindungannya, Peran Unit IV (PPA) sesuai dengan yang diharapkan atau tidak serta faktor–faktor yang mempengaruhi proses perlindungan terhadap anak dibawah umur korban pencabulan yang dilakukan oleh Unit IV (PPA) Polres Jepara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, menggunakan teknik pengumpulan data dengan wawancara, pengamatan dan telaah dokumen. Hasil penelitian menemukan bahwa bentuk perlindungan kepada korban pencabulan berupa (1) perlindungan sementara, koordinasi terkait layanan kesehatan, pendampingan korban, shelter, layanan dengan KPAI, pemberian keterangan terkait hak korban meliputi kerahasiaan korban, perkembangan perkara, lidik dan sidik perkara pencabulan, mengetahui identitas pelaku, menjaminan keselamatan korban sampai hasil keputusan terhadap perkara, (2) faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pemberian perlindungan terhadap anak dibawah umur meliputi penyidik Unit IV (PPA) serta sarana dan prasarana yang kurang mendukung dalam pelaksanaan perlindungan anak dibawah umur. Namun, peran Unit IV (PPA) belum seluruhnya sesuai dengan yang diharapkan, terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi dalam memberikan perlindungan antara lain penyidik Unit IV (PPA) sebagai aparat penegak hukumnya, sarana dan prasarana terkait RPK (Ruang Pelayanan Khusus) yang belum memadai pihak kepolisian. Maka, penulis merekomendasikan beberapa hal berikut berdasarkan hasil (1) mengikutsertakan anggota Unit IV (PPA) dalam pendidikan dan kejuruan (2) berkoordinasi dengan Satuan Kerja Binmas untuk bersama-sama mengadakan penyuluhan diseluruh sekolah yang ada di Kabupaten Jepara dan koordinasi dengan instansi terkait seperti KPAI terkait perlindungan sementara terhadap anak dibawah umur korban tindak pidana pencabulan.
Peran Unit PPA Sat Reskrim Polres Sukoharjo dalam Menangani Viktimisasi Berganda Terhadap Anak Korban Tindak Pidana Date Rape Fauziatul Adfina
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 8 (2017): August, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Akademi Kepolisian Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak merupakan generasi penerus bangsa yang membutuhkan perlindungan khusus yang berbeda dengan orang dewasa, dikarena alasan fisik dan mental anak yang belum dewasa dan matang. Alasan tersebut juga yang sering menjadikan anak sebagai korban dari tindak pidana pelecehan seksual. Perlindungan terhadap anak merupakan lingkup tugas dari Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran Unit PPA Polres Sukoharjo dalam menangani viktimisasi berganda terhadap anak korban tindak pidana date rape yang dikaitkan dengan teori peran. Sumber data meliputi data primer dan data sekunder. teknik pengumpulan data yang digunakan melalui studi kepustakaan, dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan pendekatan kualitatif yaitu data primer yang diperoleh langsung dari lapangan di analisis dengan perundang-undangan yang berkaitan dengan perlindungan anak. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Polres Sukoharjo diperoleh pembahasan tentang apa yang melatar belakangi pemberian perlindungan khusus terhadap anak yang menjadi korban tindak pidana date rape, bagaimana peran Unit PPA Polres Sukoharjo dalam menangani viktimisasi berganda terhadap anak yang menjadi korban tindak pidana date rape, manfaat pemberian perlindung khusus terhadap anak yang menjadi korban tindak pidana date rape, serta faktor apa saja yang menghambat dalam hal pemberian perlindungan khusus terhadap anak yang menjadi korban tindak pidana date rape. Sehingga dapat diperoleh simpulan, serta saran yang dapat dijadikan perbaikan bagi penelitian selanjutnya.
Optimalisasi Penyuluhan oleh Satuan Binmas untuk Mencegah Penyalahgunaan Narkotika di Wilayah Hukum Polres Jepara Fredo Leonard
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 8 (2017): August, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Akademi Kepolisian Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya angka kasus penyalahgunaan narkotika di Jawa Tengah salah satunya berasal dari kota Jepara, dari data setiap tahunnya kasus penyalahgunaan narkoba pun meningkat. Hal ini tentu menjadi perhatian karena dapat merusak generasi penerus dan penyebab munculnya tindak pidana lain. Upaya preemtif dan preventif adalah upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan narkoba, oleh karena itu dilakukanlah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui gambaran penyuluhan tentang narkotika oleh Satbinmas, faktor – faktor yang mempengaruhi kegiatan penyuluhan tentang narkotika, serta mengetahui upaya optimalisasi kegiatan penyuluhan tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitat dengan jenis deskriptif analisis dan teknik pengumpulan data dengan wawancara, pengamatan, serta telaah dokumen. Penulis menggunakan teori komunikasi dan manajemen serta konsep yang terkandung dalam Perkap No. 21 Tahun 2007. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh anggota Satbinmas masih belum optimal. Hal itu disebabkan beberapa hal yakni manajemen yang belum optimal, intensitas kegiatan yang masih kurang, kemampuan dan kualifikasi petugas yang belum memenuhi syarat ketentuan, materi yang kurang dikuasai oleh petugas. Hal ini juga disebabkan oleh faktor sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta kesadaran hukum dan mindset masyarakat. Sedangkan upaya untuk mengoptimalkan dari satbinmas sendiri juga belum optimal. Berdasarkan hasil penelitian, maka perlu dilakukan peningkatan jumlah sumber daya manusia, memberikan pembekalan dan pelatihan kepada anggota satbinmas, dilakukan kerjasama dengan instansi terkait lain dalam memberikan materi narkoba, mengikutsertakan para pengguna narkoba yang sudah bebas, memanfaatkan teknologi dan inovasi lain untuk menyebarkan pesan anti narkoba. Selain itu, juga disarankan agar dilakukan penelitian yang serupa dan mencakup upaya pencegahan dengan konsep dan teori yang berbeda.
Peran Bhabinkamtibmas Melalui Kegiatan Sambang Door to Door Guna Mewujudkan Kamtibmas di Wilayah Hukum Polsek Grogol Polres Sukoharjo Fri Gunawan
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 5 (2017): May, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Akademi Kepolisian Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanggung jawab Polri untuk melalukan pembinaan masyarakat sesuai Undang-undang No 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia dan juga tingkat kriminalitas yang tinggi di wilayah kecamatan Grogol menjadi latar belakang penulis mengambil judul ini. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah hukum Polsek Grogol Polres Sukoharjo, khususnya kepada Bhabinkamtibmas Polsek Grogol. Adapun rumusan masalahnya adalah bagaimanakah pelaksanaan kegiatan sambang door to door oleh Bhabinkamtibmas guna mewujudkan kamtibmas di wilayah hukum Polsek Grogol Polres Sukoharjo, bagaimana peran Bhabinkamtibmas melalui kegiatan sambang door to door guna mewujudkan kamtibmas di wilayah hukum Polsek Grogol Polres Sukoharjo, faktor-faktor apa yang mempengaruhi pelaksanaan peran Bhabinkamtibmas melalui kegiatan sambang door to door guna mewujudkan kamtibmas di wilayah hukum Polsek Grogol Polres Sukoharjo. Dalam rangka mengetahui bagaimana peran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan sambang door to door, penulis dominan menggunakan teori manajeman dan analisis SWOT untuk membahas faktor-faktor yang mempengaruhi, serta berpedoman pada Keputusan Kapolri Nomor: Kep/773/VII/2016 tanggal 29 Juli 2016 tentang Buku Pintar Bhabinkamtibmas. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif analitif, hal ini dilakukan agar penulis dapat memperoleh gambaran yang seluas-luasnya terhadap permasalahan yang terjadi. Pendekatan kualitatif memberikan data-data deskriptif berupa kata-kata baik secara lisan maupun tertulis yang disampaikan oleh sumber informasi pada saat dilakukan wawancara, dengan demikian dapat dilakukan penggalian permasalahan secara mendalam. Dari hasil penelitian dan pembahasan oleh penulis, diperoleh beberapa temuan dan kesimpulan sebagai berikut: (1) walaupun sudah memenuhi yang seharusnya, yaitu satu desa satu Bhabinkamtibmas namun masih banyak kekurangan yang terjadi dalam pelaksanaan kegiatan sambang door to door, baik perencanaan, pengorganisasian, serta pelaksanaan belum berjalan dengan baik (2) peran Bhabinkamtibmas dalam pelaksanaan kegiatan sambang door to door dapat membantu mewujudkan kamtibmas, namun masih perlu diperbaiki lagi manajemen kegiatan sambang door to door agar lebih masksimal hasil yang dicapai (3) Faktor yang menpengaruhi kegiatan sambang door to door cukup banyak dan ada terbagi menjadi dua faktor, yaitu; faktor internal dan faktor eksternal.
Pelaksanaan Patroli Sabhara dalam Rangka Mencegah Pencurian Kendaraan Bermotor di Wilayah Hukum Polres Cilacap Garda Aldino Hutabarat
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 5 (2017): May, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Akademi Kepolisian Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) merupakan salah satu tindak pidana yang cukup sering terjadi di Indonesia. Penelitian ini menggambarkan situasi dan kondisi di wilayah hukum Polres Cilacap Provinsi Jawa Tengah terkait dengan pencurian kendaraan bermotor. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana pelaksanaan patroli Sabhara dalam rangka mencegah Curanmor di wilayah hukum Polres Cilacap. Upaya pencegahan kejahatan Curanmor telah dilaksanakan dengan harapan angka kejahahatan pencurian kendaraan bermotor dapat menurun dari tahun sebelumnya. Patroli Sabhara digambarkan sebagai salah satu kegiatan operasional yang bersifat preventif yang sampai saat ini masih efektif dilaksanakan terutama dalam rangka mencegah kejahatan pencurian kendaraan bermotor di wilayah hukum Polres Cilacap. Upaya pencegahan dilaksanakan sesuai dengan aturan yang tertera di Perkabaharkam No 4 Tahun 2011. Sebagai pisau analisis untuk membahas penelitian ini digunakan teori manajemen George R Terry dan konsep patroli. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilaksanakan melalui teknik wawancara, studi dokumen, dan observasi. Sedangkan penyusunan laporan menggunakan teknik analisis reduksi data, sajian data, dan verifikasi. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian disimpulkan bahwa kendala yang dihadapi oleh Polres Cilacap dalam mencegah pencurian kendaraan bermotor antara lain faktor internal dan faktor eksternal. Dari faktor internal antara lain kurangnya kuantitas dan kualitas personel, dan minimnya anggaran dari dinas. Sedangkan faktor eksternal antara lain kondisi masyarakat dan kondisi geografis di Kabupaten Cilacap.

Filter by Year

2017 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 6 No. 12 (2022): December, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 11 (2022): November, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 10 (2022): October, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 9 (2022): September, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 8 (2022): August, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 7 (2022): July, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 6 (2022): June, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 5 (2022): May, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 4 (2022): April, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 3 (2022): March, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 2 (2022): February, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 1 (2022): January, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 12 (2021): December, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 11 (2021): November, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 10 (2021): October, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 9 (2021): September, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 8 (2021): August, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 7 (2021): July, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 6 (2021): June, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 5 (2021): May, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 4 (2021): April, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 3 (2021): March, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 2 (2021): February, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 1 (2021): January, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 12 (2020): December, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 11 (2020): November, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 10 (2020): October, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 9 (2020): September, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 8 (2020): August, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 7 (2020): July, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 6 (2020): June, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 5 (2020): May, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 4 (2020): April, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 3 (2020): March, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 2 (2020): February, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 1 (2020): January, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 3 No. 12 (2019): December, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 3 No. 11 (2019): November, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 9 (2017): September, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 8 (2017): August, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 7 (2017): July, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 6 (2017): June, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 5 (2017): May, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 4 (2017): April, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 3 (2017): March, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 2 (2017): February, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 1 (2017): January, Indonesian Journal of Police Studies More Issue