cover
Contact Name
Aen Fariah
Contact Email
aenfariah1995@gmail.com
Phone
+6282214018102
Journal Mail Official
healthsains@gmail.com
Editorial Address
http://jurnal.healthsains.co.id/index.php/jhs/about/editorialTeam
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Health Sains
ISSN : 27236927     EISSN : 27234339     DOI : http://doi.org/10.36418
Core Subject : Health,
Jurnal Health Sains adalah jurnal yang diterbitkan sebulan sekali oleh Ridwan Institute. Jurnal Health Sains akan menerbitkan artikel ilmiah dalam lingkup ilmu kesehatan. Artikel yang diterbitkan adalah artikel dari penelitian, studi atau studi ilmiah kritis dan komprehensif tentang isu-isu penting dan terkini atau ulasan buku-buku ilmiah.
Articles 764 Documents
Formulasi Sediaan Obat Kumur Dari Infusa Daun Sereh Wangi (Cymbopogon Winterianus Jowitt Ex Bor) Alfi Sapitri; Ulfayani Mayasari
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 3 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i3.132

Abstract

Daun tanaman sereh wangi (Cymbogon winterianus Jowitt ex Bor) mengandung alkaloid, saponin, tanin, polifenol, flavonoid dan minyak atsiri. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk melihat sediaan obat kumur dari infusa daun sereh wangi terhadap bakteri dan jamur penyebab karies gigi yaitu Streptococcus mutans dan jamur Candida albicans. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental. Percobaan terdiri tiga kali pengulangan dengan konsentrasi untuk infusa 20%, 30%, 40%, 50% dan 60%, kemudian konsentrasi infusa daun sereh wangi dijadikan sediaan obat kumur menjadi F0 (Basis) F1 (50%), dan F2 (60%). Evaluasi obat kumur meliputi pemeriksaan organoleptis, pH, stabilitas, dan viskositas. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sifat fisik sediaan obat kumur memberikan hasil yang baik dan memenuhi syarat sediaan obat kumur.  
Pengaruh Penghasilan Dan Gaya Hidup Terhadap Kejadian Hipertensi Pada Nelayan Di Kota Medan Kiki Rismadi; Albiner Siagian; Fazida Agustina Siregar
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 3 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i3.133

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh faktor sosial (umur, pendidikan, penghasilan dan masa bekerja) dan gaya hidup (pola makan, merokok, minum kopi dan durasi tidur) terhadap kejadian hipertensi terhadap kejadian hipertensi pada nelayan di Kota Medan. Penelitian bersifat analitik observasional dengan rancangan studi kasus kontrol. Subjek terdiri dari kasus dan kontrol dengan perbandingan 1:1. Sampel terdiri dari 53 kasus dan 53 kontrol. Sampel kasus adalah nelayan menderita hipertensi dan sampel kontrol adalah nelayan lainnya yang tidak menderita hipertensi. Hasil uji bivariat dengan simple logistic regression diperoleh pengaruh yang signifikan adalah variabel umur (p=0,000), pendidikan (p=0,008), penghasilan (p=0,000), pola makan (p=0,000) dan merokok (p=0,002) terhadap kejadian hipertensi pada nelayan di Kota Medan. Sedangkan untuk variabel yang tidak berpengaruh signifikan adalah minum kopi (p=0,606) dan durasi tidur (p=0,127). Berdasarkan hasil uji multivariat dengan multiple logistic regression faktor dominan yang berpengaruh secara signifikan terhadap hipertensi pada nelayan di Kota Medan adalah pola makan (OR=6,972 p=0,001). Disarankan kepada nelayan agar menghindari makanan yang berisiko hipertensi, berhenti merokok dan istrirahat yang cukup, upaya edukasi kesehatan lebih ditingkatkan dalam upaya pencegahan hipertensi terutama terkait pola makan dan kebiasaan merokok pada nelayan.
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Gangguan Fungsi Paru Pada Petugas Parkir Di Kota Medan Novika Haryanti Purba; Nurmaini Nurmaini; Irnawati Marsaulina
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 3 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i3.134

Abstract

Hidup manusia sangat bergantung dari lingkungannya seperti halnya udara buat pernapasan, air bersih buat minum, serta keperluan sehari-hari dan lainnya. Udara salah satu komponen lingkungan, sehingga kualitasnya mesti terjaga, di udara mengandung seluruh besar oksigen merupakan komponen terpenting untuk perkembangan hidup manusia. Makhluk hidup tanpa udara selama dua menit saja tidak akan dapat bertahan hidup.Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi gangguan fungsi paru pada petugas parkir di kota medan. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitan sebanyak 30 orang petugas parkir di kota Medan. Sampel penelitian ini adalah seluruh petugas parkir di Kota Medan. Hasil sebanyak 60% pekerja mengalami gangguan fungsi paru  dan sebanyak 40% tidak mengalami gangguan fungsi paru, berdasarkan analisis menunjukkan ada hubungan antara umur ( p = 0,001), masa kerja  (p = 0,011), dan APD (p = 0,010) dengan gangguan fungsi paru pada petugas parkir di Kota Medan. Kesimpulan umur, masa kerja, dan penggunaan APD dapat menyebabkan gangguan fungsi paru di Kota Medan.
Analisa Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Tidur Lansia Di Panti Rizki Jian Utami; Retno Indarwati; Retnayu Pradanie
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 3 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i3.135

Abstract

Metode penelitian pencarian jurnal atau artikel menggunakan database yang terindeks Scopus, Proquest, Pubmed dan science Direct menggunakan kata kunci yang adekuat. The Centre for Review and Dissemination and The Joanna Briggs Institute digunakan untuk menilai kualitas penelitian. Framework yang digunakan untuk mereview adalah PICOS dan kriteria inklusi yang digunakan yakni jurnal berbahasa Inggris dan Indonesia dengan terbitan tahun 2015 sampai 2020. Dilakukan analisis dan tabulasi data pada artikel atau jurnal. Judul, abstrak, teks lengkap dan metodologi dinilai untuk menentukan kelayakan artikel atau jurnal. Hasil penelitian seribu delapan ratus dua puluh enam diidentifikasi, terdapat lima belas artikel yang sesuai dengan kriteria penelitian. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas tidur diantaranya lingkungan, stress psikologi, gizi, gaya hidup, aktivitas fisik, Olahraga. Sedangkan cara meningkatkan kualitas tidur adalah brain gym, therapeutic touch, cognitive training, footbath theraphy, aromatheraphy, reminiscene therapy, acupressure. Kesimpulan lingkungan menjadi salah satu faktor yang paling mempengaruhi kualitas tidur lansia di panti, sedangkan salah satu cara yang cukup efektif untuk meningkatkan kualitas tidur lansia adalah penggunaan aromatherapy.
Infeksi Parasit, Hubungannya Dengan Karsinogenesis Selfi Renita Rusjdi
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 3 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i3.136

Abstract

Penyakit keganasan dapat terjadi karena pengaruh kondisi lingkungan dan fisiologi. Beberapa studi epidemiologi dan laporan kasus memperlihatkan bahwa terdapatnya hubungan antara infeksi parasit dengan karsinogenesis. Terdapat beberapa organisme yang tergolong ke dalam parasit yang sangat erat kaitannya dengan penyakit keganasan antara lain; Schistosoma sp, Strongyloides stercoralis, Plasmodium sp, Chlonorchis sinensis, Opistorchis viverrini, Trypanosoma cruzi. Organisme ini membajak celluler pathways untuk memanipulasi epigenom sel host, organel, signaling pathway dan program epigenetik. Pencarian literatur dilakukan dengan metode kualitatif pada bulan November 2020-Januari 2021 dengan menggunakan data sekunder. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui Infeksi Parasit, Hubungannya Dengan Karsinogenesis. Tulisan ini membahas tentang epidemiologi dan mekanisme infeksi parasit menginduksi terjadinya penyakit keganasan (karsinogenesis). Kesimpulan dari penulisan ini adalah hubungan antara infeksi parasite dengan karsinogenesis telah banyak dibuktikan. Schistosoma haematobium, Opistorchis viverrini dan Chlonorchis sinensis mempunyai potensi karsinogeik yang lebih tinggi dibandingkan Opistorchis felineus dan Schistosoma.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Keluarga Terhadap Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue Wawan Kurniawan; Aat Agustini
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 3 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i3.139

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu kejadian inkonvensional (KLB) yang masih sering terjadi di dunia saat ini. Kasus DBD terbanyak terjadi di Kabupaten Majalengka yaitu UPTD Puskesmas Cigasong sebanyak 15 kasus (13,3%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap keluarga tentang pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah dengue di wilayah kerja UPTD Puskesmas Cigasong Kabupaten Majalengka Tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif di Cigasong, Kabupaten Majalenka, pada tahun 2018 sebanyak 99 orang menggunakan teknik auxiliary purpose. Analisis data meliputi analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurang dari separuh (30,3%) rumah tangga yang telah memberantas sarang nyamuk DBD, kurang dari separuh (46,5%) rumah tangga yang tidak berpengetahuan, dan sebagian kecil (20,2%) rumah tangga yang bersikap negatif. Hubungan pengetahuan keluarga dan sikap keluarga terhadap pemberantasan sarang nyamuk DBD terjadi di wilayah kerja Puskesmas Cigasong Kabupaten Majalenka tahun 2018. Petugas kesehatan perlu meningkatkan kegiatan sosialisasi untuk pemberantasan sarang nyamuk, melaksanakan program pemberantasan nyamuk secara konvensional melalui pengurangan dan pemberantasan kabut, serta membiarkan keluarga atau masyarakat membasmi sarang nyamuk melalui penguburan, drainase dan daur ulang waduk agar tidak terpengaruh oleh kerja sama bersama. menjadi sarang nyamuk, dan aktif memperoleh informasi dari berbagai media pemberantasan sarang nyamuk.
Hubungan Faktor Pemungkin Ketersediaan Sarana Dan Guru Dalam Perilaku Pencegahan Penyalahgunaan Bahaya Narkoba Pada Sman/Swasta Di Kabupaten Asahan Donny Brezky Manurung; R. Kintoko Rochadi; Namora Lumongga Lubis
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 4 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i4.140

Abstract

Perilaku pencegahan berperan penting untuk menangkal dan meningkatkan kesadaran seseorang dalam memelihara kesehatannya. Hasil riset yang dilakukan united Nations on drugs and crime (UNODC) tahun 2017 menyatakan bahwa sekitar 271 juta (5,5%) penduduk dunia berusia 15-64 tahun merupakan pengguna narkoba. Siswa usia sekolah adalah kelompok usia yang rentan terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Upaya Program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) adalah program pemerintah dalam mengurangi jumlah penyalahgunaan narkoba. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara ketersediaan sarana dan dukungan guru dalam perilaku mencegah penyalahgunaan bahaya narkoba. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan analitik yang menggunakan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data melalui kuesioner dengan google form. Metode analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwaperilaku pencegahan penyalahgunaan bahaya narkoba lebih dominan pada usia 15 tahun (78,4%) dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 120 orang (60,3%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara ketersediaan sarana dengan nilai p=0,373 (p>0,05) dan faktor penguat guru dengan nilai p=0,038 (p<0,05) dalam perilaku pencegahan penyalahgunaan bahaya narkoba.Tidak ada hubungan antara faktor ketersediaan sarana dan faktor penguat guru dalam pencegahan penyalahgunaan bahaya narkoba.
Mengkaji Pengaruh Pemberian Lemon Tehadap Emesis Gravidarum Is Susiloningtyas; Siti Suhartinah
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 4 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i4.141

Abstract

Selama masa kehamilan, berbagai perubahan terjadi baik perubahan fisik maupun psikis yang memungkinkan timbulnya masalah pada kehamilan, terutama kehamilan trimester pertama. Metode literatur mancanegara ditelusuri melalui sarana media elektronik dengan penuntun kata kunci. Artikel terseleksi sejumlah 8, yang masing masing mewakili satu pengaruh lemon terhadap penurunan mual muntah pada ibu hamil dan memberi informasi yang bervariatif. Hasilnya menunjukan adanya perbedaan mual muntah pada responden sebelum dan sesudah dilakukan pemberian perlakuan dengan aromaterapi lemon. Cara mengatasi mual muntah pada saat hamil dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu dapat melalui tindakan farmakologis dan non farmakologis. Tindakan non farmakologis biasanya dianjurkan oleh petugas kesehatan seperti mendorong ibu hamil untuk melakukan aromaterapi. Salah satu aromaterapi yang dapat digunakan untuk mengurangi mual muntah saat hamil yaitu aromaterapi lemon karena lemon memiliki bahan yang dapat membunuh bakteri meningokokus (meningococcus), bakteri tifus, memiliki efek antijamur dan efektif untuk menetralkan bau tidak sedap, serta menghasilkan anticemas, antidepresi, anti stres, serta untuk mengangkat dan memfokuskan pikiran. Kesimpulan penelitian yaitu berdasarkan analisa yang telah dilakukan, penggunaan aromaterapi lemon efektif untuk mengurangi mual muntah pada ibu hamil.
Tantangan Dalam Mendukung Program Pendidikan Gizi Sekolah Di Indonesia Mia Puspita Putri; Ahmad Syafiq
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 4 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i4.142

Abstract

Indonesia menjadi salah satu negara dengan prevalensi stunting yang cukup tinggi dibandingkan negara-negara berpendapatan rendah lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program gerakan nusantara dalam meningkatkan pencapaian tujuan pendidikan nasional melalui serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan (PSP) gizi dan kesehatan, makan makanan yang bergizi seimbang, berolahraga dan membiasakan minum susu setiap hari. Riset evaluasi pada penelitian ini menggunakan data sekunder dari laporan kegiatan gernus bersama PKGK UI. Pelaksanaan program gernus dari tahun ke tahun mengalami perubahan dan perbaikan. Beberapa program yang dilaksanakan ditahun awal, mengalami tambahan dan perbaikan ditahun berikutnya, sesuai dengan kebutuhan. Hasil evaluasi yang dilakukan pada intervensi edukasi gizi di tahun 2014 menjadi acuan untuk perbaikan pelaksanaan intervensi dengan melihat besaran perubahan yang semakin meningkat setelah tahun 2014 yaitu mulai tahun 2015 sampai tahun 2018.
Manifestasi Kulit Pada Diabetes Melitus Syahrizal Syahrizal
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 4 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i4.143

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit endokrin yang umum ditemui dengan beban yang signifikan pada pasien, sistem pelayanan kesehatan dan komunitas. Terdapat beberapa manifestasi kulit yang berhubungan dengan DM dan sedikitnya 30% pasien DM memiliki kelainan kulit selama perjalanan kronis penyakitnya. Tujuan penelitian untuk menambah pengetahuan tentang manifestasi kulit pada DM agar dapat meningkatkan prognosis penyakit melalui diagnosis dan terapi sedini mungkin. Tinjauan literatur ini dilakukan melalui penelusuran elektronik menggunakan PubMed dan Google Scholar. Digunakan kata kunci menggunakan kosakata MeSH (Medical Subject Headings) dan tidak terdapat pembatasan artikel berdasarkan tahun publikasi. Hasil penelitian dari total 46 artikel penelusuran awal, hanya 20 artikel yang memenuhi kriteria. Artikel yang tidak menyediakan informasi yang cukup dan tidak terdapat akses terhadap teks penuh tidak diikutsertakan. Semua artikel ini dipublikasikan dalam jurnal bahasa Inggris. Artikel terdiri dari 11 artikel review, 5 studi prevalensi dan 4 studi observasi. Kesimpulan penelitian Diabetes melitus berhubungan dengan kondisi dermatologis yang luas. Literatur yang ada saat ini untuk menggambarkan perubahan kutaneus yang berhubungan dengan diabetes melitus ini telah kuno sehingga perlu dibutuhkan studi yang lebih besar dengan perangkat analisis yang lebih modern untuk memahami patofisiologinya.

Page 10 of 77 | Total Record : 764


Filter by Year

2020 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 3 (2026): Journal Health Sains Vol. 7 No. 2 (2026): Journal Health Sains Vol. 7 No. 1 (2026): Journal Health Sains Vol. 6 No. 12 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 11 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 10 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 9 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 8 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 7 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 6 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 5 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 4 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 3 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 2 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Health Sains Vol. 5 No. 12 (2024): Jurnal Health Sains Vol. 5 No. 11 (2024): Jurnal Health Sains Vol. 5 No. 10 (2024): Jurnal Health Sains Vol. 5 No. 9 (2024): Journal Health Sains Vol. 5 No. 8 (2024): Journal Health Sains Vol. 5 No. 7 (2024): Journal Health Sains Vol. 5 No. 6 (2024): Journal Health Sains Vol. 5 No. 5 (2024): Journal Health Sains Vol. 5 No. 4 (2024): Journal Health Sains Vol. 5 No. 3 (2024): Journal Health Sains Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Health Sains Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Health Sains Vol. 4 No. 12 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 11 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 10 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 9 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 8 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 7 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 6 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 5 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 4 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 3 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 2 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 12 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 11 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 10 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 9 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 8 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 7 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 6 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 5 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 4 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 3 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 12 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 11 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 10 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 9 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 8 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 7 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 6 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 5 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 4 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 3 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 1 No. 6 (2020): Jurnal Health Sains Vol. 1 No. 5 (2020): Jurnal Health Sains Vol. 1 No. 4 (2020): Jurnal Health Sains Vol. 1 No. 3 (2020): jurnal health sains Vol. 1 No. 2 (2020): Jurnal Health Sains Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Health Sains More Issue