cover
Contact Name
Aen Fariah
Contact Email
aenfariah1995@gmail.com
Phone
+6282214018102
Journal Mail Official
healthsains@gmail.com
Editorial Address
http://jurnal.healthsains.co.id/index.php/jhs/about/editorialTeam
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Health Sains
ISSN : 27236927     EISSN : 27234339     DOI : http://doi.org/10.36418
Core Subject : Health,
Jurnal Health Sains adalah jurnal yang diterbitkan sebulan sekali oleh Ridwan Institute. Jurnal Health Sains akan menerbitkan artikel ilmiah dalam lingkup ilmu kesehatan. Artikel yang diterbitkan adalah artikel dari penelitian, studi atau studi ilmiah kritis dan komprehensif tentang isu-isu penting dan terkini atau ulasan buku-buku ilmiah.
Articles 764 Documents
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Merokok Di Dalam Rumah Pada Petani Sawah Di Kabupaten Deli Serdang Toman Devita Sari Siburian; Ida Yustina; Juanita Juanita
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 4 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i4.144

Abstract

Salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat adalah melalui penyelenggaraan Program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga. Indikatornya adalah anggota keluarga tidak ada yang merokok. Merokok di dalam rumah masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Kabupaten Deli Serdang. Hasil survei pendahuluan yang dilakukan 30 kepala keluarga yang bekerja sebagai petani sawah di Kabupaten Deli Serdang menunjukkan sebanyak 87 persen masih merokok di dalam rumah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan faktor predisposisi (pengetahuan, sikap) dan faktor pendorong (peran tenaga kesehatan dan dukungan istri) dengan perilaku merokok di dalam rumah pada petani sawah. Jenis penelitian adalah survei dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 106 kepala keluarga yang bekerja sebagai petani sawah dengan pengambilan sampel menggunakan sample random sampling. Pengumpulan data diperoleh melalui kuesioner. Analisis data dilakukan dengan menggunakan univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan, sikap, peran tenaga kesehatan dan dukungan istri dengan perilaku merokok di dalam rumah pada petani sawah. Disarankan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang membuat kebijakan rumah bebas asap rokok dan membuat pojok merokok di tempat-tempat tertentu. Kepada tenaga kesehatan di puskesmas agar melakukan promosi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap petani sawah, memberdayakan istri dalam mencegah tindakan merokok di dalam rumah. Kepada istri diharapkan mengingatkan suaminya yang masih merokok di dalam rumah untuk merokok di luar rumah.
Pengaruh Kerjasama Tim Terhadap Upaya Pengurangan Risiko Infeksi Di Unit Rawat Inap Rs Cintya Elvira Purba; Natsir Nugroho; Ratna Indrawati
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 4 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i4.145

Abstract

Tanggal 11 Maret 2020 WHO menetapkan Covid-19 sebagai pandemik. Di Indonesia sampai dengan Juni 2020 menurut data dari PHEOC Kemenkes kasus Covid-19 terkonfirmasi sudah mencapai 56.385 kasus diantaranya 2.976 kasus meninggal dunia. Dalam era pandemic Covid-19, RS X Pulomas menerapkan berbagai upaya dalam mengurangi risiko infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi dan kerjasama tim yang dimediasi oleh kepemimpinan terhadap upaya pengurangan risiko infeksi di Unit Rawat Inap Rumah Sakit X, Pulomas. Model penelitian yang digunakan adalah korelasi multipel, dimana menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode survey. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah Upaya Pengurangan Risiko Infeksi dengan variabel-variabel bebas adalah: Komunikasi, Kerjasama Tim dan Kepemimpinan sebagai variabel mediasi.  Sampel dalam penelitian ini merupakan sampel jenuh yaitu sebanyak 60 perawat di unit rawat inap, menggunakan instrument kuesioner dengan pengukuran skala Likert. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan SPSS 25 dan AMOS 20.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Komunikasi dan kerjasama tim berpengaruh signifikan terhadap upaya pengurangan risiko infeksi. Variabel kerjasama tim merupakan variabel yang paling berpengaruh dalam upaya pengurangan risiko infeksi. Hasil analisis lainnya didapatkan kepemimpinan tidak memediasi antara komunikasi dan kerjasama tim terhadap upaya pengurangan risiko infeksi.
Tingkat Pengetahuan Pandemi Covid-19 Kader Posyandu Di Wilayah Kerja Puskesmas Jakarta Timur Eka Rahmawati; Tri Krianto
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 4 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i4.148

Abstract

Pandemi COVID-19 ialah tantangan dalam upaya peningkatan derajat kesehatan serta pembangunan Indonesia. Salah satu akibat dari keadaan tersebut ialah terganggunya penerapan pelayanan kesehatan publik yaitu penutupan ataupun penundaan layanan di posyandu yang ialah sarana pelayanan kesehatan primer serta merupakan kekuatan utama dalam peningkatan derajat kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan kader posyandu terkait pandemi COVID-19 di Jakarta Timur. Penelitian dilakukan secara deskriptif menggunakan kuesioner. Subjek penelitian sebanyak 382 kader posyandu yang terbagi dalam 10 Wilayah Puskesmas Kecamatan di Jakarta Timur. Pengetahuan kader posyandu mengenai pandemi COVID-19 secara umum baik. Namun terdapat beberapa pertanyaan dengan jawaban benar terendah. Sebanyak 53,14% kader posyandu tidak mengetahui bagaimana upaya untuk menjaga diri terhindar dari COVID-19 di rumah, 43,46% tidak mengetahui suhu tubuh yang bisa diindikasikan sedang terjangkit penyakit termasuk COVID-19, dan 39,01% tidak mengetahui etika batuk/bersin yang benar.
Hubungan Antara Merokok Dengan Diabetes Mellitus Berdasarkan Indeks Massa Tubuh (Analisis Data Ifls 5) Dian Kartika Irnayanti; Krisnawati Bantas
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 4 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i4.149

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada perbedaan risiko merokok terhadap diabetes mellitus berdasarkan indeks massa tubuh pada penduduk ≥ 15 tahun di Indonesia. Desain studi menggunakan cross-sectional dengan data sekunder Survei Aspek Kehidupan Rumah Tangga Indonesia Tahun 2014 atau the Indonesia Family Life Survey Wave 5 (IFLS5) yang dilaksanakan oleh RAND dan Survey Meter di 13 provinsi pada tahun 2014-2015, dengan total sampling sebesar 6.302 responden. Variabel yang diteliti adalah diabetes mellitus sebagai variabel dependen dan status merokok yang distratifikasi berdasarkan indeks massa tubuh sebagai variabel independen. Sementara itu, variabel kovariat terdiri dari umur, jenis kelamin, status pernikahan, status hipertensi, jumlah batang rokok yang dihisap perhari, dan lama merokok. Analisis menggunakan regresi logistik dengan 95% CI. Prevalensi diabetes mellitus (undiagnozed diabetes mellitus/UDDM) dalam penelitian ini adalah sebesar 6,6%. Sementara itu, prevalensi merokok adalah 5,2% mantan perokok dan 29,6% perokok aktif. Pada responden dengan IMT kurus, risiko DM pada perokok aktif (OR = 2,22; 95% CI 0,45-10,97) berbeda dengan risiko DM pada mantan perokok (OR = 0,50; 95% CI 0,04-6,00), tetapi keduanya tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Sementara itu, pada responden yang obesitas, risiko DM antara mantan perokok (OR = 2,04; 95% CI 0,95-4,37) dengan perokok aktif (OR = 1,94; 95% CI 1,01-3,72) hampir sama, dimana keduanya menunjukkan hubungan yang positif. Sementara itu, pada responden dengan IMT normal dan IMT kegemukan, risiko DM pada perokok aktif dan mantan perokok tidak berbeda dengan bukan perokok. Ketika distratifikasi berdasarkan IMT, risiko DM pada perokok aktif dan mantan perokok terlihat berbeda. Namun, hasil ini mungkin dipengaruhi dengan kurangnya informasi terhadap potential confounding lainnya, terutama pada variabel yang diketahui berkaitan dengan diabetes mellitus, seperti lemak sentral.  
Implementasi Clinical Pathway Appendicitis Akut Di Rumah Sakit Umum Mitra Sejati Kota Medan Tahun 2019 Rachmawati Rachmawati
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 4 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i4.150

Abstract

Clinical pathway adalah sebuah rangkaian pelayanan medis terstruktur dan harus sesuai dengan standar yang telah ada. Adanya pelayanan yang terstruktur maka pelayanan dirumah sakit dapat dijaga agar tetap berkualitas. Pelaksanaan clinical pathway di rumah sakit juga tidak terlepas dari berbagai kendala, hambatan serta komitmen untuk terus melaksanakan clinical pathway.  Maka dari itu implemetasi clinical pathay harus tetap di evaluasi agar berjalan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi didalam implementasi clinical pathway appendicitis akut di Rumah Sakit Umum Mitra Sejati Kota Medan tahun 2019. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Jumlah sampel penelitian sebanyak 6 informan diperoleh dengan menggunakan purposive sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah rekam medik pasien appendicitis akut dan kuesioner. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan metode Colaizzi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi clinical pathway appendicitis akut belum berjalan dengan optimal,  kurangnya sumber daya yang mendukung implementasi clinical pathway appendicitis akut, kurangnya komitmen dalam implementasi clinical pathway appendicitis akut di rumah sakit, struktur birokrasi dalam mendukung implementasi clinical pathway appendicitis akut belum optimal. Secara umum, penilaian implementasi clinical pathway di RSU Mitra Sejati Kota medan sudah cukup baik dan hanya perlu dilakukan evaluasi seperti sosialisasi ataupun pelatihan yang teratur, kepatuhan dalam pengisian lembaran clinical pathway.
Hubungan Kebiasaan Konsumsi Fast Food Dan Stres Terhadap Siklus Menstruasi Pada Remaja Putri Sman 12 Kota Bekasi Benefita Rahma
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 4 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i4.151

Abstract

Masa remaja merupakan masa di mana perkembangan hormon akan naik turun dan dapat menyebabkan terjadinya menstruasi pada wanita. faktor yang mempengaruhi siklus menstruasi yaitu pola makan yang tidak sehat, kandungan gizi pada fast food tidak seimbang yaitu tinggi kalori, tinggi lemak, tinggi gula dan rendah serat. Kandungan asam lemak didalam makanan cepat saji mempengaruhi metabolisme progesteron pada fase luteal dari siklus menstruasi. Selain itu tingkat stres mempengaruhi siklus menstruasi, saat stres menghasilkan hormon kortisol, Hormon kortisol menyebabkan ketidakseimbangan pada hormon reproduksi, salah satu akibatnya gangguan siklus menstruasi. Penelitian ini bertujan untuk menganalisis hubungan konsumsi fast food dan stres terhadap siklus menstruasi pada siswi SMAN 12 Kota Bekasi. Metode penelitian yang di gunakan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah siswi SMAN 12 Kota Bekasi menggunakan Teknik simple random sampling. Data di kumpulkan menggunakan kuisioner siklus menstruasi, PSS-10, dan food frequency questionare (FFQ). Hasil penelitian dari hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi-square menunjukan bahwa Terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi fastfood dan siklus menstruasi pada siswi SMAN 12 Kota Bekasi dengan p-value 0,003 dan OR 5.0. Dan juga terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan siklus menstruasi pada siswi SMAN 12 Kota Bekasi dengan p-value 0,005 dan OR 6,4.
Reaksi Hipersensitivitas Pada Pemeriksaan Kedokteran Nuklir Raden Erwin Affandi; Kadhafi Kadhafi
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 4 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i4.152

Abstract

Reaksi hipersensitivitas adalah reaksi imun, umumnya dipicu oleh limfosit. Reaksi hipersensitivitas terhadap radiofarmaka secara komparatif jumlahnya sangat sedikit. Sebagian besar menyebutkan insiden 1-6 reaksi per 100.000 pemberian. Penyebab utama bersumber dari farmaka  dan bahan kimia yang ada dalam kit, bukan dari sumber radiasi itu sendiri. penyebab rendahnya prevalensi dan kurangnya pelaporan ini dikarenakan  fakta bahwa penggunaan bahan dalam jumlah kecil (trace) pada pembuatan radioframaka dan diberikan dalam jumlah yang kecil  sebagai mikro-dosis menyebabkan reaksi yang ringan dan sementara, yang membutuhkan sedikit atau tanpa terapi selanjutnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui reaksi hipersensitivitas pada pemeriksaan kedokteran nuklir. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode studi kepustakaan atau literature review. Kesimpulan penelitian ini yaitu tindakan profilaksis, pada orang alergi, dengan premedikasi dapat diberikan sebelum diberikan kepada pasien. Dokumentasi dan melaporkan kejadian reaksi merugikan ini pada pihak berwenang dan pabrik pembuat penting untuk farmakovigilansi dan kesadaran akan kemungkinan terjadinya reaksi alergi terhadap permberian radioafarmaka tersebut.
Nikotin Menyebabkan Osteoporosis Nina Nilawati
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 4 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i4.153

Abstract

Pada sebagian besar perokok, seringkali ditemukan adanya osteoporosis tulang alveolar. Dari beberapa penelitian telah diketahui terdapat hubungan antara merokok dengan jumlah mineral dan sel sel dalam kandungan tulang. Bahan utama rokok adalah tembakau yang mengandung nikotin. Karena itu untuk mengetahui pengaruh merokok terhadap tulang alveolar, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan meneliti nikotin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana nikotin dapat menyebabkan osteoporosis pada tulang alveolar. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan disain post-test control group yang dilakukan pada  16 ekor kelinci New Zealand secara random. Grup 1 (8 ekor), sebagai kelompok kontrol dan grup 2 (8 ekor), sebagai kelompok perlakuan. Pada kelompok perlakukan dilakukan injeksi larutan nikotin selama 1 minggu dengan dosis nikotin sebesar 2,5 mg/kg BW/hari.  Pengamatan dilakukan pada minggu pertama dengan mengukur jumlah sel  osteoklas dan sel osteoblas melalui pemeriksaan  histologi. Dengan analisa statistik ditemukan perbedaan yang bermakna antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol (p<0,05). Pada kelompok perlakuan, menunjukkan adanya peningkatan jumlah sel osteoklas sementara sel osteoblas menurun. Nikotin dapat menyebabkan osteoporosis tulang alveolar melalui peningkatan jumlah sel osteoklas dan penurunan sel osteoblas.
Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Kader Posyandu Dalam Penimbangan Balita Selama Pandemi Covid-19 Di Jakarta Timur Paramita Boni Lestari; Dian Ayubi
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 4 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i4.154

Abstract

Perilaku kader dalam melakukan penimbangan balita selama masa pandemi COVID-19 sangat penting. Perilaku kader dalam menjalankan tugas dapat membantu mendeteksi kelainan pertumbuhan balita dan mencegah penularan COVID-19 pada pengunjung posyandu. Tujuan penelitian ini yaitu ingin mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku kader posyandu dalam melakukan penimbangan balita di posyandu pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain penelitian cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah kader posyandu balita yang melakukan penimbangan balita di posyandu pada bulan Agustus 2020 yang berjumlah 100 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dalam bentuk google form. Analisis data menggunakan analisis univariat (tabel distribusi frekuensi) dan analisis bivariat (uji chi square). Hasil pada penelitian ini didapatkan bahwa 89% kader posyandu balita memiliki tingkat pengetahuan baik, 69% memiliki sikap yang positif dan 77% berperilaku baik dalam melakukan penimbangan balita pada masa pandemi COVID-19. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku kader posyandu (p-value > 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku kader, namun kader memiliki pengetahuan yang baik, sikap yang positif serta perilaku yang baik dalam melakukan penimbangan balita.
Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Seksual Pranikah Remaja Wanita Dan Pria Di Indonesia Nur Indah Kusuma; Krisnawati Bantas
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 4 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i4.155

Abstract

Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional (potong lintang). Analisis yang digunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan faktor – faktor yang mempengaruhi perilaku hubungan seksual pranikah adalah usia responden 18 – 19 tahun berpeluang 2,787 kali (OR 2,787: 95% CI 1,665 – 4,665) untuk melakukan hubungan seksual pranikah dibandingkan remaja dengan usia 15 – 17 tahun, remaja pria berpeluang 0,510 kali (OR 0,510: 95% CI 0,341 – 0,764) untuk melakukan hubungan seksual pranikah dibandingkan dengan remaja wanita, remaja dengan pengaruh teman sebaya berpeluang 38,616 kali (OR 38,616: 95% CI 22,516 – 66,228). Kesimpulan dari hasil penelitian ini diketahui bahwa faktor-faktor yang secara signifikan berhubungan dengan perilaku hubungan seksual pranikah pada remaja pria dan wanita usia 15 – 19 tahun di Indonesia adalah usia responden, jenis kelamin, pengaruh teman sebaya, konsumsi alkohol, sikap remaja terhadap pentingnya menjaga keperawanan, usia pubertas dan perilaku berisiko. Terdapat interaksi antara riwayat konsumsi alkohol dengan usia responden, konsumsi alkohol dengan jenis kelamin dan pengaruh teman sebaya terhadap usia responden.

Page 11 of 77 | Total Record : 764


Filter by Year

2020 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 3 (2026): Journal Health Sains Vol. 7 No. 2 (2026): Journal Health Sains Vol. 7 No. 1 (2026): Journal Health Sains Vol. 6 No. 12 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 11 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 10 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 9 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 8 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 7 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 6 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 5 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 4 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 3 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 2 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Health Sains Vol. 5 No. 12 (2024): Jurnal Health Sains Vol. 5 No. 11 (2024): Jurnal Health Sains Vol. 5 No. 10 (2024): Jurnal Health Sains Vol. 5 No. 9 (2024): Journal Health Sains Vol. 5 No. 8 (2024): Journal Health Sains Vol. 5 No. 7 (2024): Journal Health Sains Vol. 5 No. 6 (2024): Journal Health Sains Vol. 5 No. 5 (2024): Journal Health Sains Vol. 5 No. 4 (2024): Journal Health Sains Vol. 5 No. 3 (2024): Journal Health Sains Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Health Sains Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Health Sains Vol. 4 No. 12 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 11 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 10 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 9 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 8 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 7 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 6 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 5 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 4 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 3 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 2 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 12 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 11 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 10 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 9 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 8 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 7 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 6 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 5 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 4 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 3 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 12 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 11 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 10 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 9 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 8 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 7 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 6 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 5 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 4 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 3 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 1 No. 6 (2020): Jurnal Health Sains Vol. 1 No. 5 (2020): Jurnal Health Sains Vol. 1 No. 4 (2020): Jurnal Health Sains Vol. 1 No. 3 (2020): jurnal health sains Vol. 1 No. 2 (2020): Jurnal Health Sains Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Health Sains More Issue