cover
Contact Name
Aen Fariah
Contact Email
aenfariah1995@gmail.com
Phone
+6282214018102
Journal Mail Official
healthsains@gmail.com
Editorial Address
http://jurnal.healthsains.co.id/index.php/jhs/about/editorialTeam
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Health Sains
ISSN : 27236927     EISSN : 27234339     DOI : http://doi.org/10.36418
Core Subject : Health,
Jurnal Health Sains adalah jurnal yang diterbitkan sebulan sekali oleh Ridwan Institute. Jurnal Health Sains akan menerbitkan artikel ilmiah dalam lingkup ilmu kesehatan. Artikel yang diterbitkan adalah artikel dari penelitian, studi atau studi ilmiah kritis dan komprehensif tentang isu-isu penting dan terkini atau ulasan buku-buku ilmiah.
Articles 764 Documents
Pemahaman Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi Dan Tinjauan Yuridis Perkawinan Usia Dini Nung Ati Nurhayati
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i2.121

Abstract

Masa remaja merupakan masa tersulit yang harus dilalui setiap individu yang akan menentukan fase-fase perkembangan kehidupan selanjutnya. Masalah utama dalam kehidupan remaja adalah masalah kesehatan reproduksi yang berkaitan dengan kehidupan seksualitas. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi masih rendah terutama terkait dengan perilaku seks bebas. Rendahnya pemahaman tentang kesehatan reproduksi berdampak pada kurangnya pemahaman tentang perkawinan usia dini yang sampai saat ini masih menduduki angka yang cukup tinggi di Indonesia.  Tujuan penelitian ini untuk menkaji bagaimana pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi dan bagaiman tinjauan yuridis perkawinan usia dini dilihat darai Undang-Undang No 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. Tinjauan menggunakan sistematik review  mengikuti Panduan Pilihan untuk ulasan Sytematic Review dan Meta Analyses (PRISMA) dengan menggunakan flowchart berdasarkan daftar periksa PRISMA 2009. Rendahnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi remaja menimbulkan dampak seperti meningkatnya angka perkawinan usia dini. Akibat yuridis dari perkawinan di bawah usia, tidak tampak terjadinya pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 16 tahun 2019 sebagai perubahan Undang-Undang Nomor  tahun 1974 secara jelas, tetapi timbul akibat yuridis lain, yaitu terjadi penelantaran dalam rumah tangga yang bisa dikenai ancaman pidana sesuai UndangUndang Nomor 23 tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga, jika terjadi perceraian akan timbul akibat hukum terlantarnya anak sehingga terjadi pelanggaran terhadap Undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Penggunaan Sunscreen Pada Mahasiswa Universitas Tadulako Nurfitriani Nurfitriani; Amelia Rumi; Asriana Sultan
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 4 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i4.122

Abstract

Senyawa sunscreen merupakan suatu bahan yang digunakan untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari terutama ultraviolet (UV). Senyawa ini merupakan salah satu bahan kimia dalam lotion cair yang berpenetrasi ke dalam kulit dan akan menyerap radiasi UV sebelum mencapai lapisan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa Universitas Tadulako tentang penggunaan produk sunscreen dan faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan produk tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental (observasional) menggunakan pendekatan cross sectional (potong lintang) dengan jumlah responden 430 orang dimana 396 memenuhi kriteria dan 34 tidak memenuhi kriteria pada penelitian ini. Teknik pengambilan sampel yaitu secara purposive sampling menggunakan kuesioner. Hasil pengolahan data menunjukkan tingkat pengetahuan mahasiswa Universitas Tadulako, berdasarkan rata-rata persentase jawaban benar, dikategorikan baik yaitu 82,2% dan berdasarkan usia, jenis kelamin dan angkatan dikategorikan cukup yaitu 74,2%. Faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan sunscreen adalah jenis kelamin dengan nilai p-value 0,008 < 0,05 yang berarti ada hubungan antara jenis kelamin dengan tingkat pengetahuan.
Perbandingan Handover Model Sbar Dan I-Pass Terhadap Insiden Keselamatan Pasien Eka Puji Hastuti; Ida Faridah; Yati Afiyanti
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 3 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i3.124

Abstract

SBAR dan I-PASS merupakan model handover perawat, hal tersebut untuk memastikan kelanjutan kelangsungan pelayanan perawatan pasien secara aman dan efektif. Handover merupakan kegiatan vital perawat bilamana tidak dilakukan dengan baik akan mengakibatkan terjadinya insiden keselamatan pasien. Model tersebut sudah dianggap efektif dalam meningkatkan keselamatan pasien. Tujuan penulisan ini untuk mengetahui keefektifan model handover SBAR dan I-PASS terhadap keselamatan pasien di rumah sakit. Metode yang digunakan adalah literatur review, pencarian artikel dengan menggunakan database online PubMed, google scholar, mendeley dari tahun 2015-2020, berbahasa Inggris dengan menggunakan kata kunci SBAR or I-PASS or handover or patient safety.  Proses seleksi artikel dengan menggunakan flow diagram PRISMA. Hasil telaah ditemukan dengan menggunakan model handover SBAR dan I-PASS dapat meningkatkan kualitas komunikasi antar perawat yang berdampak terhadap meningkatkan keselamatan pasien. Kesimpulannya adalah belum ada standar praktik terbaik yang terbukti untuk digunakan komunikasi saat handover. Model SBAR dan I-PASS merupakan alat komunikasi yang terbilang efektif untuk meningkatkan kualitas komunikasi dan meningkatkan keselamatan pasien.
Faktor – Faktor Determinan Kejadian Servisitis Di Dki Jakarta Tahun 2017-2019 Frides Susanty; krisnawati bantas
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 3 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i3.125

Abstract

Tujuan untuk mengetahui besarnya masalah servisitis dan determinan kejadian servisitis pada peserta Female Cancer programme (FcP) di DKI Jakarta. Metode desain potong lintang dan data sekunder bersumber dari data pemeriksaan IVA Female Cancer programme (FcP) di DKI Jakarta tahun 2017-2019. Jumlah sampel  3378 orang, Variabel-variabel yang diteliti adalah servisitis (dependen), dan sebagai variabel independennya adalah,  metode penggunaan kontrasepsi, paritas, usia, indeks massa tubuh, usia pertama kontak seksual, status merokok, frekuensi menikah responden, frekuensi menikah suami responden, tingkat pendidikan responden, riwayat keguguran. Analisis univariat mendeskripsikan frekuensi dan distribusi dari variabel yang diteliti, analisis bivariat dan multivariat yang digunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi servisitis 11,13% dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian servisitis adalah faktor metode penggunaan kontrasepsi dan faktor usia. Dibandingkan dengan kelompok yang tidak menggunakan alat kontrasepsi, kelompok yang menggunakan metode kontrasepsi hormonal mempunyai prevalen odds kejadian sevisitis 1,593 kali lebih tinggi (POR 1,593; 95% CI 1,244-2,040), sementara pada kelompok yang menggunakan metode kontrasepsi non-hormonal mempunyai prevalen odds kejadian servisitis yang tidak berbeda dengan kelompok yang tidak menggunakan alat kontrasepsi (POR 0,832; 95% CI 0,616-1,22). Dibandingkan dengan kelompok umur >51 tahun, kelompok usia 30-39 mempunyai prevalen odds kejadian servisitis 2,107 kali lebih tinggi (POR 2,017; 95% CI 1,312-3,383), kelompok usia 40-50 tahun mempunyai prevalen odds kejadian servisitis 2,203 kali lebih tinggi (POR 2,203; 95% CI 1,379-3,518). Sementara itu tidak ada perbedaan prevalen odds kejadian servisitis pada kelompok usia <30 dan kelompok usia > 51 tahun. Kesimpulan: Prevalensi servisitis 11,13% dan faktor-faktor determinan terjadinya servistis pada pemeriksaan IVA FcP di DKI Jakarta tahun 2017-2019 adalah faktor metode kontrasepsi hormonal dan faktor usia.
Hubungan Pajanan Pestisida Dengan Efek Neurobehavioral Pada Petani Cabai Merah Di Kecamatan Beringin Tina Meirindany; Sri Malem Indirawati; Irnawati Marsaulina
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 3 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i3.126

Abstract

Salah satu kegiatan dalam meningkatkan kualitas hasil pertanian tidak terlepas dari penggunaan pestisida. Penggunaan pestisida di Indonesia masih didominasi pestisida berbahan kimia. Usaha pertanian khususnya cabai merah masih menggunakan pestisida dari golongan organofosfat. Berbagai studi epideomiologi menunjukkan bahwa individu yang terpapar organofosfat secara akut dan kronik akan mengalami gangguan neurologis jangka panjang yang disebut efek neurobehavioral. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pajanan pestisida dengan efek neurobehavioral pada petani cabai merah di Kecamatan Beringin. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitan adalah seluruh petani cabai merah yang tergabung dalam kelompok Juli Tani desa Sidodadi Ramunia. Sampel adalah 46 petani cabai merah. Pengumpulan data menggunakan kuisioner Q18 Versi Jerman yang dilajutkan dengan uji performa neurobehavioral menggunakan instrument digit symbol, digist span, pursuit aiming dan trail making. Hasil sebanyak 60,9% petani mengalami efek neurobehavioral tidak normal dan 39,1% petani mengalami efek neurobehavioral normal, berdasarkan analisis menunjukkan ada hubungan antara usia ( p = 0,003), masa kerja  (p = 0,000), dan jenis pestisida (p = 0,013) dengan efek neurobehavioral pada petani cabai merah di Kecamatan Beringin. Kesimpulan usia, masa kerja petani, dan jenis pestisida dapat menyebabkan efek neurobehavioral tidak normal pada petani cabai merah di Kecamatan Beringin.
Hubungan Menggantung Pakaian Dan Memasang Kawat Kasa Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Di Kabupaten Langkat Syarifah Fadrina; Irnawati Marsaulina; Nurmaini Nurmaini
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 3 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i3.127

Abstract

Demam Berdarah Dengue adalah penyakit menular yang sangat berbahaya dimana penularannya melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan bisa mengakibatkan kematian akibat perdarahan yang disebabkan oleh virus dengue. Kabupaten langkat merupakan salah satu wilayah endemis DBD dengan urutan ketiga di Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara menggantung pakaian di dalam rumah dan memasang kawat kasa dengan kejadian DBD. Jenis Penelitian ini deskriptif dengan desain kasus kontrol. Populasi penelitian adalah masyarakat yang menderita DBD dan bertempat tinggal di Kecamatan Padang Tualang sejumlah 62 orang. Pengumpulan data melalui observasi dan kuesioner. Metode analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa kasus demam berdarah dengue lebih dominan terjadi pada umur < 40 Tahun sebanyak (64%) dan berjenis kelamin laki-laki lebih banyak terjadi sebanyak (52%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara menggantung pakaian di dalam rumah (p= 0,002) dan memasang kawat kasa dengan nilai (p= 0,010) dengan kejadian DBD. Ada hubungan antara menggantung pakaian di dalam rumah dan memasang kawat kasa dengan kejadian demam berdarah dengue.
Karakteristik Masyarakat Dan Hubungannya Dengan Kepuasan Pelayanan Vaksinasi Di 11 Provinsi Di Indonesia Bryan Mario Isakh; Anton Suryatma
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 3 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i3.128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pemberian vaksin. Penelitian dilakukan dengan pengisian angket kepuasan pelayanan obat dan vaksin. Pemilihan lokasi penelitian secara purposive dan sebanyak 559 responden menjawab angket tersebut dengan variabel independen: karateristik pasien yaitu umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan dan tingkat ekonomi. Variabel dependen: kepuasan pasien terhadap pelayanan vaksin. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Analisis data menggunakan tabulasi silang dan regresi logistik sederhana. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara karakteristik masyarakat dengan kepuasan pelayanan vaksin. Baik dari segi usia, jenis kelamin, pendidikan maupun pekerjaan. Hal ini mungkin terjadi dikarenakan program imunisasi merupakan program wajib pemerintah yang harus dilaksanakan oleh daerah. Saran peningkatan akses menuju fasilitas kesehatan, pelayanan yang paripurna untuk masyarakat serta memberikan edukasi yang menyeluruh kepada masyarakat sehingga pengetahuan tentang manfaat dari pemberian vaksin bisa diterima oleh masyarakat.
Uji Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Umbi Bit (Beta Vulgaris L.) Dengan Metode Bslt (Brine Shrimp Lethality Test) Fauzy Arif Budiman; Febri Hidayat
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 3 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i3.129

Abstract

Uji toksisitas merupakan suatu uji pendahuluan yang dilakukan untuk mengetahui efek toksik dan ambang batas penggunaan suatu tumbuhan sebagai obat. Umbi bit (Beta vulgaris L.) termasuk famili Chenopodiaceae. Umbi bit diketahui mengandung metabolit sekunder senyawa seperti flavonoid dan fenolik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi toksisitas akut ekstrak etanol umbi bit (Beta vulgaris L.) terhadap larva Artemia salina Leach dengan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) yang ditunjukkan dengan nilai LC50. Penelitian eksperimental ini menggunakan 180 ekor larva Artemia salina Leach yang dibagi menjadi 1 kontrol negatif dan 5 kelompok seri konsentrasi ekstrak, masing-masing terdiri dari 10 ekor larva dengan replikasi 3 kali untuk tiap perlakuan. Konsentrasi ekstrak berturut-turut adalah 1000, 500, 200, 100 dan 50 ppm. Hasil pengamatan adalah terhadap larva yang mati 24 jam setelah pemberian ekstrak. Hasil dari analisis probit menunjukkan nilai LC50 dari ekstrak etanol umbi bit (Beta vulgaris L.) adalah 239.82 ppm. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol umbi bit (Beta vulgaris L.) memiliki potensi toksisitas akut terhadap larva Artemia salina Leach menurut metode BSLT yang ditunjukkan dengan nilai LC50 < dari 1000 ppm.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Komplikasi Ketuban Pecah Dini (Kpd) Di Rsud Dr Mm Dunda Limboto Rizky Nikmathul Ali; Fidyawati Aprianti A Hiola; Veni Tomayahu
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 3 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i3.130

Abstract

Ketuban pecah dini sangat berbahaya bagi ibu hamil maupun bayinya. Bahaya dari ketuban pecah dini adalah infeksi terjadi pada ibu dan bayi. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya ketuban pecah dini (KPD). Metode penelitian yaitu analitik korelasional dengan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di RSUD MM Dunda Limboto Kabupaten Gorontalo yaitu 181 populasi. Sampel dalam penelitian ini yaitu 38 orang dengan menggunakan tehnik penarikan sampel pusposive sampling. Diketahui nilai chi square hitung >chi square tabel (4.071 > 3.841) atau p=0.044 << α 0.05, maka H0 ditolak, jadi dapat simpulkan bahwa ada hubungan pekerjaan responden dengan Ketuban Pecah Dini (KPD) dan OR: 4.167 artinya ibu yang bekerja selama kehamilan memiliki 4 kali beresiko untuk mengalami ketuban pecah dini. Diketahui nilai chi square pada Kelainan Letak Janin p=0.746>> 0.05, BB Janin p=0.555 >> α 0.05, Gemeli p=0.721 >> α 0.05 yang artinya H0 diterima, jadi dapat simpulkan bahwa tidak ada hubungan Kelainan Letak Janin, BB janin, Gemeli dengan Ketuban Pecah Dini (KPD). Kesimpulan Faktor yang mempengaruhi KPD yaitu pekerjaan dan yang tidak mempengaruhi KPD yaitu Kelainan Letak Janin, BB janin, Gemeli.
Penerapan Budaya Keselamatan Dan Perilaku Keselamatan Pada Pekerja Spun Pile Di Pt. X Plant Cibitung Ajeng Karima; Herry Koesyanto
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 3 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i3.131

Abstract

Rata-rata data kecelakaan tahun 2014 – 2018 berdasarkan lokasi kejadian 69,75% terjadi di dalam tempat kerja. Menurut survei yang telah dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan 22% mengusulkan bantuan promotive terkait peningkatan budaya keselamatan dan kesehatan kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan budaya keselamatan (safety culture) dan perilaku keselamatan (safety behavior) pada pekerja spun pile di PT. X Plant Cibitung. Jenis penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data primer adalah informan yang ditentukan dengan metode purposive sampling. Sumber data sekunder dari studi kepustakaan, referensi dan dokumen perusahaan. Instumen penelitian yaitu human instrument, pedoman wawancara dan lembar studi dokumentasi. Teknik pengambilan data dengan wawancara dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yakni dengan mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2020 di PT. X Plant Cibitung. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 67,2% (39 poin) terpenuhi, 29,4% (17 poin) tidak sesuai, dan 3,4% (2 poin) tidak terpenuhi dari indicator budaya keselamatan serta nilai perilaku aman sebesar 87,2% dengan kategori baik. Simpulan penelitian ini adalah adanya penerapan budaya keselamatan dan perilaku keselamatn pada pekerja spun pile di PT.X Plant Cibitung.

Page 9 of 77 | Total Record : 764


Filter by Year

2020 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 3 (2026): Journal Health Sains Vol. 7 No. 2 (2026): Journal Health Sains Vol. 7 No. 1 (2026): Journal Health Sains Vol. 6 No. 12 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 11 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 10 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 9 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 8 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 7 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 6 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 5 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 4 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 3 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 2 (2025): Journal Health Sains Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Health Sains Vol. 5 No. 12 (2024): Jurnal Health Sains Vol. 5 No. 11 (2024): Jurnal Health Sains Vol. 5 No. 10 (2024): Jurnal Health Sains Vol. 5 No. 9 (2024): Journal Health Sains Vol. 5 No. 8 (2024): Journal Health Sains Vol. 5 No. 7 (2024): Journal Health Sains Vol. 5 No. 6 (2024): Journal Health Sains Vol. 5 No. 5 (2024): Journal Health Sains Vol. 5 No. 4 (2024): Journal Health Sains Vol. 5 No. 3 (2024): Journal Health Sains Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Health Sains Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Health Sains Vol. 4 No. 12 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 11 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 10 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 9 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 8 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 7 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 6 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 5 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 4 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 3 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 2 (2023): Journal Health Sains Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 12 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 11 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 10 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 9 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 8 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 7 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 6 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 5 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 4 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 3 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 12 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 11 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 10 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 9 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 8 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 7 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 6 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 5 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 4 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 3 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Health Sains Vol. 1 No. 6 (2020): Jurnal Health Sains Vol. 1 No. 5 (2020): Jurnal Health Sains Vol. 1 No. 4 (2020): Jurnal Health Sains Vol. 1 No. 3 (2020): jurnal health sains Vol. 1 No. 2 (2020): Jurnal Health Sains Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Health Sains More Issue