Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran merupakan jurnal ilmiah berskala nasional yang dikelola oleh Ikatan Profesi Teknologi Pendidikan Indonesia cabang Surakarta (IPTPI Surakarta). Edudikara terbit berkala per 3 bulan sekali, yakni Maret, Juni, September, dan Desember.
Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3 No 2 (2018)"
:
12 Documents
clear
PENGGUNAAN MODEL TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATIONUNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ALGORITMA PERCABANGAN
Erinawati, Eka Dwi
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : IPTPI Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32585/edudikara.v3i2.91
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar Algoritma percabangan pada Mata Pelajaran Pemrograman Dasar bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan Kompetensi Keahlian Multimedia tahun pelajaran 2017/2018. Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Kegiatan penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Data yang diperoleh berupa nilai tes pada siklus I dan nilai tes pada siklus II. Hasil evaluasi belajar dari siklus II mengalami peningkatan yang sangat signifikan yaitu rata-rata kelasnya dari 2,63 pada siklus I menjadi 2,97 atau mengalami peningkatan sebesar 0,34 dan ketuntasan belajar klasikal meningkat dari 48,48 persen pada siklus I menjadi 90,91 persen atau mengalami peningkatan sebesar 42,43 persen. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa secara teoritik dan empirik melalui pembelajaran dengan penggunaan metode pembelajaran kooperatif model TAI dapat meningkatkan hasil belajar siswa Kompetensi Keahlian Multimedia Sekolah Menengah Kejuruan
PERAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM KELUARGA TERHADAP PERILAKU ANAK
Tafonao, Talizaro
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : IPTPI Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32585/edudikara.v3i2.92
Tujuan pendidikan Agama Kristen dalam keluarga adalah untuk mengajarkan tentang hubungan manusia dengan Tuhan serta ciptaan-Nya.Pendidikan Agama Kristen dapat dilakukan di dalam keluarga, sekolah dan tempat ibadah tanpa dibatasi ruang dan waktu.Selain itu, peran pendidikan Agama Kristen harus mengajarkan tentang kehidupan yang nyata kepada anak-anak, agar anak-anak mengerti tentang tujuan kehidupan ini.Pendidikan Agama Kristen dalam keluarga sangat penting diterapkan oleh orang tua di zaman sekarang.Salah satu peran pendidikan Agama Kristen dalam keluarga saat ini adalah mengupayakan kerjasama ayah dan ibu dalam mendidik anak serta menciptakan keharmonisan dalam keluarga.Oleh karena itu, keluargamerupakan lingkungan yang paling utama dalam melakukan pembentukan sosial kepada anak-anak. Jadi, peranan orang tua dalam mengasuh anak-anak sangatlah penting, bukan hanya anak belajar dan mengalami pertumbuhan di dalam keluarga, tetapi seluruh anggota keluarga dapat saling belajar dari yang lain melalui interaksi satu sama lain.Akan tetapi, semuanya itu tidak lepas dari keteladanan orangtua dalam keluarga.
MENGENAL GENERASI MILINEAL GUNA KESIAPAN TENAGA PENDIDIK DAN DOSEN DI INDONESIA
Rifai, Muh Husyain
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : IPTPI Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32585/edudikara.v3i2.93
Tulisan ini berisi tentang generasi millenial yang tengah tumbuh menjadi dewasa pada tahun 2018 yang memilikikarakteritik berbeda dari generasi lainnya. Seorang pendidik maupun dosen yang mengajar di perguruan tinggi harus mengetahui karakter dan kebiasaan yang melekat pada generasi ini yang saat ini menjadi mahasiswa. Generasi milienal adalah suatu kelompok demografi setelah Generasi X yang lahir pada awal 1980-an dan pertengahan tahun 1990-an dan berakhir pada tahun 2000-an. Milenial kadang-kadang disebut sebagai "Echo Boomers" karena adanya 'booming' (peningkatan besar) tingkat kelahiran di tahun 1980-an dan 1990-an. Generasi ini memiliki karakter; (1) User Generated Content (UGC)lebih dipercaya oleh kaum millennials ketimbang informasi satu arah, (2)Memiliki akun sosial media sebagai alat komunikasi dan pusat informasi; (3) Minat membaca secara konvensional kini sudah menurun karena lebih memilih membaca lewat smartphone;dan (4) Memilih ponsel daripada televisi, sebab menonton acara televisi bukan lagi menjadi sebagai hiburan karena apapun bisa mereka temukan di smartphone.Dalam menghadapi generasi ini, kita di tuntut untuk mampu dalam penguasaan ilmu dan teknologi yang senantiasa mengikuti kemajuan zaman.Kurikulum pembelajaran juga diselaraskan dengan permintaan dunia kerja yang menuntut kemampuan psikomotor dan tidak lagi mendasarkan pada aspek kognitif.
COOPERATIVE LEARNING: LANDASAN PSIKOLOGIS , KONSEP, KARAKTERISTIK, MANFAAT DAN RISIKO PENGGUNAANYA
Subiyantoro, Singgih;
M., Usman
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : IPTPI Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32585/edudikara.v3i2.94
Pembelajaran kooperatif telah digunakan di Amerika sejak tahun 1990an. Sekitar 93% sampel guru di Amerika melaporkan bahwa mereka menggunakan pembelajaran kooperatif, dengan 81% menggunakan secara rutin. Pembelajaran kooperatif sedikit berbeda dengan konsep pembelajaran kolaboratif. Pembelajaran kooperatif sebagai proses interaksi mutual untuk mencapai tujuan spesifik atau mengembangkan produk akhir. Sedangkan pembelajaran kolaboratif menekankan pada interasksi social dan tanggung jawab bersama. Dalam pembelajaran kooperatif siswa dapat memaksimalkan pembelajaran mereka masing-masing saat mereka bekerja sama (Johnson, Johnson, & Smith, 2006). Hingga saat ini pembelajaran kooperatif masih sangat relevan dengan kondisi pembelajaran saat ini, khususnya di Indonesia. Oleh karena itu, pada artikel ini akan di bahas lebih lanjut mengenai landasan, konsep, karakteristik dan aplikasi dari pembelajaran kooperatif.
KAJIAN KRITIS TERHADAP STANDARISASI PENDIDIKANDI INDONESIA
Suparmin, Suparmin
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : IPTPI Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32585/edudikara.v3i2.95
Beberapa negara di dunia, termasuk Indonesia mengasumsikan bahwa pengembangan standarisasi, jaminan kualitas dan akreditasi harus di pahami sebagai respon negara terhadap situasi semakin kompleks yang disebabkan oleh banyaknya institusi pendidikan tinggi swasta. Akreditasi di gunakan untuk mengendalikan sistem pendidikan tinggi dan untuk menjaga standar kualitas minimal. Berdasarkan alasan-alasan tersebut maka Visi pemerintah Indonesia saat ini adalah untuk meningkatkan daya saing globalnya dan memperoleh posisi terhormat di antara negara-negara lain.Akan tetapi visi tersebut belum tercapai secara maksimal. Berdasarkan hasil Laporan Ekonomi Dunia, kontribusi pendidikan tinggi terhadap daya saing Indonesia hanya mencapai 4,5 (dari 7) dalam aspekpendidikan tinggi dan pelatihanpada 2017-2018(Moeliodihardjo, Soemardi, & Kurnia, 2017).Pendidikan tinggi tidak dapat berkontribusi secara berarti dalam meningkatkan daya saing Indonesia tanpa peningkatan kualitas yang signifikan.
KESALAHAN KONSTRUKSI KONSEP MATEMATIKA DAN SCAFFOLDING-NYA
Ni’mah, Rivatul;
Sunismi, Sunismi;
Fathani, Abdul Halim
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : IPTPI Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32585/edudikara.v3i2.96
Belajar matematika merupakan proses mengonstruksi pengetahuan dengan cara mengaitkan suatu konsep matematika yang satu dengan konsep matematika yang lain. Dalam mengonstruksi konsep matematika siswa sering mengalami kesulitan. Kesulitan tersebut seringkali tercermin dalam bentuk kesalahan yang dibuat oleh siswa. Adapun bentuk-bentuk kesalahan konstruksi konsep matematika meliputi: (1) pseudo construction, (2) lubang konstruksi, (3) mis-analogical construction, dan (4) mis-logical construction. Scaffolding yang dapat digunakan untuk mengatasi kesalahan konstruksi konsep matematika tersebut di antaranya: (1) environmental provisions, (2) explaining, reviewing, and restructuring, dan (3) developing conceptual thinking.
PENGEMBANGAN APLIKASI TEMBANG DOLANAN JOWO SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA JAWA DI SEKOLAH DASAR
Suryani, Nuri;
Krisdianti, Nana;
Safitri, Arga;
Sugiyanto, Sugiyanto;
Subiyantoro, Singgih
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : IPTPI Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32585/edudikara.v3i2.97
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Aplikasi Tembang Dolanan Jowo yang layak digunakan. Serta untuk meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa Sekolah Dasar dalam pembelajaran tembang dolanan Jowo. Metode penelitian yang dilaksanakan mengacu pada penelitian dan pengembangan (Research and Development/ RnD). Prosedur penelitian dan pengembangan ini menggunakan ADDIE yaitu Analisis, menganalisis kebutuhan, materi dan peserta didik. Design, membuat rancangan media berupa flowchart dan storyboard.Development, mengembangkan aplikasi sesuai dengan flowchart dan storyboard. Implementasi, uji cobaproduk oleh ahli media dan ahli materi, serta uji coba pengguna oleh siswa dan guru. Evaluasi,dilakukan uji oba lapangan. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Tarbiyyatul Manang, Grogol, Sukoharjo. Data diambil menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan aplikasi tembang dolanan Jowo sebagai media pembelajaran layak digunakan, dan mampu meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa Sekolah Dasar tentang tembang dolanan Jowo.
PENINGKATAN MINAT BELAJAR SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN ANIMASI 2D MELALUI MEDIA BERBASIS ANDROID APPY PIE DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
Suparyati, Atik
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : IPTPI Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32585/edudikara.v3i2.98
Tujuan dari penelitian ini yaitu Mendeskripsikan cara meningkatkan minat belajar dan mendeskripsikan hasil minat belajar siswa terhadap pembelajaran animasi 2D kelas XI melalui media pembelajaran berbasis mobile appie pie for android di SMK Negeri 1 Gesi. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Kegiatan penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Pada Siklus I siswa hanya diberikan Modul, sementara pada Siklus II diberikan media pembelajaran berbasis mobile appie pie for android. Capaian dari penelitian ini diantaranya peningkatan persentase minat belajar siswa, dari 65% pada Pra Siklus, menjadi 76,7% pada akhir Siklus I, dan menjadi 86,7% pada akhir Siklus II. Peningkatan lainnya terjadi pada keaktifan siswa dan guru. Persentase keaktifan siswa mengalami peningkatan dari 72% pada Pra Siklus, menjadi 82% pada Siklus I, dan menjadi 86% pada akhir Siklus II. Sementara aktivitas guru meningkat dari 76% pada Pra Siklus, menjadi 78% pada Siklus I, dan menjadi 85% pada akhir Siklus II. Peningkatan ini tentu dikarenakan adanya perbaikan-perbaikan selama proses pembelajaran oleh guru dan kolaborator selama dua Siklus. Berdasarkan Penelitian Tindakan Kelas yang telah dilakukan dapat disimpulkan penggunaan media pembelajaran berbasis mobile appie pie for android secara tepat mampu meningkatkan minat belajar Animasi 2D.
PENGEMBANGAN WAWASAN SOSIAL BERKARAKTER MULIA SEBAGAI WARGA NEGARA DAN WARGA DUNIA
The, Hery Yanto
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : IPTPI Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32585/edudikara.v3i2.99
Pengembangan wawasan sosial berkarakter mulia dapat dilakukan pada empat ranah, yaitu ranah pribadi/individu, ranah sikap dan tindakan sosial, ranah hubungan dengan sesama manusia, dan ranah hak dan tanggung jawab sebagai warga negara. Warga masyarakat yang memiliki wawasan sosial berkarakter mulia akan berperilaku dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai sosial yang berlaku di dalam masyarakat. Kunci utama bagi berkembangnya wawasan sosial berkarakter mulia adalah setiap pribadi dapat melakukan refleksi terhadap peran sosial masing-masing di lingkungan keluarga, sekolah, pertemanan, lingkungan di sekitar tetangga, dan organisasi yang diikuti dan berusaha menyelaraskan tindakan sosial dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh komunitas/masyarakat.
PEMBELAJARANQUANTUM TEACHINGBERBASIS TRI KAYA PARISUDHA
Artawan, Ketut Ngurah;
Ardiawan, I Ketut Ngurah
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : IPTPI Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32585/edudikara.v3i2.100
Kegiatan proses pembelajaran yang mengutamakan bermacam-macam interaksibaik di dalam maupun di luar moment belajar ini mencakup unsur-unsur untuk belajar efektif yang mempengaruhi kesuksesan siswa. Quantum Teaching merupakan metode pembelajaran yang mengadopsi nilai-nilai pendidikan karakter yang dikembangkan dan dilatih secara simultan dan berkesinambungan dalam proses pembelajaran di kelas. Terlebih dalam Pembelajaran Quantum Teachingberbasis Tri Kaya Parisudha yaitu manacika(bagaimana berpikir yang bersih dan suci), wacika (berkata yang benar),dan kayika(berbuat yang benar).Dengan metode ini secara komprehensif bisa menumbuhkan karakter siswa itu sendiri, begitu juga metode ini memiliki karakteristik pembelajaran dalam pengembangan kemampuan siswa untuk menemukan pengetahuan itu sendiri serta dapat berpikir, bersikap dan memahami konsep lebih baik.