cover
Contact Name
Singgih Subiyantoro
Contact Email
singgihsubiyantoro@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
singgihsubiyantoro@yahoo.com
Editorial Address
Pascasarjana Kependidikan UNS lantai 2
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 25410261     EISSN : 27459969     DOI : https://doi.org/10.32585/
Core Subject : Education,
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran merupakan jurnal ilmiah berskala nasional yang dikelola oleh Ikatan Profesi Teknologi Pendidikan Indonesia cabang Surakarta (IPTPI Surakarta). Edudikara terbit berkala per 3 bulan sekali, yakni Maret, Juni, September, dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 393 Documents
Implementasi Pembelajaran yang Berpijak pada Teori Kognitif dan Humanistik Rifqi Thoriq U Thoriq
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 7 No. 4 (2022): December
Publisher : IPTPI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam proses pembelajaran, pendidik merupakan komponen yang paling penting yang menjadi tonggak keberhasilan dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan teori kognitif – humanistic dalam pembelajaran agar pelaksanaannya lebih maksimal. Teori kognitif adalah teori yang umumnya dikaitkan dengan proses belajar, sedangkan teori belajar Humanistik menyatakan bahwa tujuan belajar adalah untuk memanusiakan manusia. Menerapkan teori kognitif - humanistic berarti memicu potensi berfikir dalam belajar, menstimulus kinerja otak dalam berperilaku, mendidik peserta didik untuk berpikir secara dalam, memprioritaskan pengalaman dan membutuhkan keikutsertaan aspek keaktifan peserta didik itu sendiri yang di butuhkan dalam proses belajar. Kata Kunci: Pembelajaran, Kognitif, Humanistic Abstract In the learning process, the educator is the most important component that becomes a milestone in the learning process. The purpose of this study is to determine the application of cognitive – humanistic theory in learning so that its implementation is more optimal. Cognitive theory is a theory that is generally associated with the learning process, while Humanistic learning theory states that the purpose of learning is to humanize the human being. Applying cognitive - humanistic theory means triggering the potential for thinking in learning, stimulating brain performance in behavior, educating students to think deeply, prioritizing experience and requiring the participation of aspects of student activity itself that are needed in the learning process. Keywords: Learning, Cognitive, Humanistic
Pembelajaran Unggah Ungguh Basa Berbasis Assisted Learning sebagai Penanaman Karakter di Pendidikan Dasar Nur Cholis Nur Cholis
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 7 No. 4 (2022): December
Publisher : IPTPI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to determine the effectiveness of Assisted Learning model to Mastering the level of speech Javanese as an effort to cultivate character birrul Walidain learners in elementary school. The method used in this research is experimental method. The population of the study were all the students of the fifth grade primary school in Sragen with the number of 13173. The sample was taken using stratified random sampling technique. The number of samples in this study were 100 students. Data collection was done by interviewing in depth interview method, observation and test method. The data collected in the form of score mastery level of Javanese language speech then analyzed using descriptive and inferential statistical analysis. The results showed that the level of significance showed 0,000 decision can reject H0 because the level of significance is less than from alpha (0.025). The difference can be seen from the calculation using the t-test that obtained the result tcount 21.611> ttable 1.98477. It can be concluded that there is influence of Assisted Learning model on the grading level of Javanese elementary school students. Students who have mastery of Javanese speech level is good and able to apply in the environment will have character birrul walidain especially in speaking.
Peningkatan Hasil Belajar Materi Ciri Makhluk Hidup Melalui Model Pembelajaran Inkuiri Pada Siswa Kelas VI Semester 1 SD Negeri Padangan I YULIA LENI YULIALENI
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 7 No. 4 (2022): December
Publisher : IPTPI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran IPA diketahui masih berpusat pada guru, hal ini menjadi salah satu faktor kurang idealnya pembelajaran IPA. Karena itu Sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik perlu diberikan tindakan perbaikan. Tujuan pemberian tindakan melalui pembelajaran berbasis inkuiri pada IPA ini untuk meningkatkan hasil belajar IPA materi ciri makhluk hidup pada siswa kelas VI SD Negeri Padangan 1. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, teknik pengumpulan data melalui observasi guru, dan tes untuk mengukur ketuntasan belajar siswa. Selama pemberian tindakan diketahui siswa antusias mengikuti rangkaian kegiatan pembelajaran berbasis inkuiri. Motivasi instrinsik yang muncul pada siswa mendorong peningkatan hasil belajar secara signifikan. Sebelum dilaksanakan penerapan model pembelajaran inkuiri nilai rata-rata kelas hanya 61,07. Selama proses pembelajaran peserta didik aktif mengikuti dan melakukan kegiatan dengan baik. Hasil belajar siswa meningkat dari nilai rata-rata 61.07 menjadi 84, 29 dengan nilai ketuntasan 86,7%. Dengan demikian dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa sehingga disarankan guru dapat menerapakan pembelajaran berbasis inkuiri ini.
Penerapan Pendekatan Saintifik Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Materi Menggali Informasi Siswa Kelas 3 Semester 2 SD Negeri Nguken NURUL AMALIYAH NURUL AMALIYAH
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 7 No. 4 (2022): December
Publisher : IPTPI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan Pendekatan Saintifik Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Materi Menggali Informasi Siswa Kelas 3 Semester 2 SD Negeri Nguken
Implementasi Pendekatan Saintifik (Scientific Approach) Dan Dampaknya Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas IV Di SDN Lokon Lombok Tengah bahri31
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 7 No. 4 (2022): December
Publisher : IPTPI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study. First, to reveal the Implementation of the Scientific Approach. Second, to reveal the impact of the Implementation of a Scientific Approach on The Learning Outcomes of Grade IV Students. Third, to reveal the obstacles in the Implementation of the Scientific Approach in Grade IV students at SDN Lokon Lombok. The approach used in this study is a descriptive qualitative approach, the Data Collection Method in this study uses observation, interview, and documentation methods. Data analysis techniques Data analysis can be divided into two, namely: qualitative data analysis, descriptive analysis. The steps used in analyzing data are: data reducation, data presentation, verification. Data reduction, data presentation (data display), verification (verification). While checking the validity of the data is carried out using the credibility test, transferability test, depend test. The results showed that the implementation of the Scientific Approach has indeed been applied in grade IV SDN Lokon since the enactment of the 2013 curriculum. The impact of the implementation of the scientific approach on the learning outcomes of grade IV students at SDN Lokon, namely that students are increasingly active in the learning process because they are not fixated on the teacher's explanation. The obstacle to the implementation of the scientific approach (Scientific Approach) in grade IV students of SDN Lokon faced by the teacher is the large number of students in the classroom so that the classroom atmosphere becomes noisy and even there are often fights between students in the class.
Penerapan Pembelajaran Tematik Terpadu Menggunakan Model Doscovery Learning di Kelas IV Sekolah Dasar Zulfi Jumala
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 7 No. 4 (2022): December
Publisher : IPTPI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang tepat tentang bagaimana penerapan model pembelajaran discovery oleh guru dalam pembelajaran tematik terpadu siswa kelas IV SDN V TEGALDLIMO dilihat dari langkah-langkah pembelajaran DL (discovery learning) yang digunakan guru dalam pembelajaran tematik terpadu. setelah mengadopsi paradigma DL dan berusaha untuk mengatasi keterbatasannya, pembelajaran tematik terpadu telah dilaksanakan. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif. guru kelas IV dan siswa kelas IV SDN V TEGALDLIMO menjadi subjek penelitian. Observasi, wawancara, dan dokumentasi adalah semua bentuk pengumpulan data. pendekatan analisis Paradigma deskriptif analitis yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari pengumpulan data, organisasi, manajemen, verifikasi dan interpretasi data, dan penarikan kesimpulan. Triangulasi metode dan sumber kemudian digunakan sebagai strategi validitas data. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ditetapkan bahwa: 1) Guru menggunakan metodologi Discovery Learning untuk pengajaran Stimulasi (penawaran rangsangan), Problem statement (pernyataan masalah/identifikasi), Data collection (pengumpulan data), dan Data processing adalah gabungan tematik siswa. Verifikasi (pembuktian), Generalisasi, (pengolahan data) (penarikan kesimpulan). 2) Melaksanakan pembelajaran tema terpadu dengan model DL. 3) Dalam Model DL, baik guru maupun siswa bekerja untuk mengatasi tantangan. Tingkatkan dialog, arahkan secara diam-diam, dampingi, gunakan bahasa, di antara strategi-strategi lain yang digunakan instruktur untuk melampaui tantangan mudah, tawarkan arahan, manfaatkan berbagai sumber belajar, dan siapkan materi tambahan. Sementara itu, upaya yang dilakukan siswa antara lain mendengarkan, membaca materi terlebih dahulu, berbicara dengan teman, bertukar pikiran, dan merasa nyaman mengungkapkan pendapatnya.
Pemanfaatan Teknologi dalam Pembelajaran Tematik untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik di Kelas IV Sekolah Dasar Rifky Maulana Akbar
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 7 No. 4 (2022): December
Publisher : IPTPI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The method used in this study is a literature review. Literature review is the approach taken by the researchers in this study. One of the scientific methods used in a research that focuses on a particular topic. The literature review method used in this study has five stages or steps, but researchers only use four of them. Based on the findings from various experiments of each researcher, students who use learning video media have better science learning outcomes than students who do not use video media. . a number of supporting arguments that the use of video learning media in conjunction with learning activities will increase profitability because it will provide direct learning experiences to students and does not require a lot of teacher involvement.
Analisis Penggunaan Alat Peraga sebagai Media dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPA Ahmad Mudhoffar Ma’sum
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 8 No. 1 (2023): March
Publisher : IPTPI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

the use of an inappropriate learning model will have an impact on the learning process resulting in ineffective learning, students, students become bored and do not focus on the material presented. With this, it triggers researchers to conduct this study in order to determine the effect of using teaching aids as a medium in improving social studies learning outcomes at MI Al-Hamidi cangkring jenggawah. Using the class action assessment method (CAR), which consists of one cycle with four stages, namely: 1) planning 2) implementation 3) observation) reflection. The results of the first test showed that the students’ level of completeness was still low as indicated by the test results of 17 students who completed only 4 children (23.5%) while 13 children (76.4%) had not yet completed. In the second test, there were 17 students who had completed a significant increase in 12 children (70.5%) and 5 students who had not completed (29, 4). This indicates that the use of teaching aids has an effect on improving learning outcomes.
Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam Menghadapi Era Industri 4.0 Elfina Saely; Shaleh
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 8 No. 1 (2023): March
Publisher : IPTPI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas sumber daya manusia merupakan bagian paling penting dari setiap inti pengembangan, karena hanya sumber daya manusia yang berkualitas yang dapat mempercepat pembangunan nasional. Jumlah penduduk yang besar hanya akan menjadi beban pengembangan jika kualitasnya tidak memadai. Sumber daya manusia diharapkan mampun beradaptasi dengan paradigma revolusin industri. Pada era selanjutnya terdapat prioritas yang lebih tinggi akan diberikan pada pemberdayaan sumber daya manusia dengan kemampuan berpikir tingkat lanjut untuk beradaptasi dengan tantangan masa depan Penelitian ini menggunakan metoden penelitia deskriptif kualitatif. Serta literatur pendukung yang mungkin relevan dengan penelitian yang dilakukan. Hasil penelitian deskriptif merupakan gambaran yang jelas tentang apa yang diteliti. Penelitian dengan metode penelitian kualitatif peneliti menggunakan wawancara mendalam dan penelusuran literatur sebagai alat bantu pengumpulan data. Data yang diperoleh selama investigasi dapat dibagi menjadi data primer dan data sekunder. Hasil dari penelitian ini adalah Peningkatan mutu sumber daya manusia salah satunya tenaga pendidik merupakan perwujudan capacity building yang ditujukan untuk penguatan tenaga dosen melalui pengembangan keterampilan (kinerja) dan tanggung jawab yang berbeda, serta suasana yang sinergis dengan pemerintahh(kotamadya) dan guru. Upaya optimalisasi kinerja guru secara berkelanjutan merupakan factor kunci peningkatan mutu pendidikan dibandingkan faktor lainnya.
Analisis Kritis Perbedaan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka Elfina Saely; Sukiman
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 8 No. 1 (2023): March
Publisher : IPTPI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum merupakan wadah yang menentukan arah pendidikan. Pendidikan di Indonesia telah mengalami berbagai kurikulum. Kurikulum 2013 saat ini sedang dikembangkan menjadi kurikulum dasar untuk sekolah. Pembelajaran kurikulum 2013 adalah pembelajaran kompetensi melalui penguatan pembelajaran dan penilaian autentik untuk memperoleh sikap, pengetahuan dan keterampilan. Proses pembelajaran disempurnakan melalui pendekatan saintifik, yaitu pembelajaran yang menawarkan kesempatan kepada siswa untuk mengamati, menanya, bereksperimen/mengumpulkan informasi, menghubungkan/mendekati dan mengkomunikasikan. Mewabahnya pandemi Covid-19 pada tahun 2020 mengakibatkan siswa terlambat masuk kelas dan menyebabkan kerugian belajar. Situasi ini mendorong Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Ristek untuk mencoba memulihkan pembelajaran. Salah satu upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengatasi permasalahan yang ada adalah pengenalan kurikulum mandiri. Kurikulum Mandiri merupakan terobosan baru dalam kurikulum Indonesia yang digagas oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia, Nadiem Makarim. Kurikulum Merdeka bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menyediakan fasilitas dan kesempatan yang paling lengkap bagi guru untuk melakukan perbaikan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Sehingga siswa dapat mengembangkan potensinya secara optimal. Pelaksanaan kurikulum mandiri saat ini tidak wajib untuk semua satuan pendidikan dan juga akan dilaksanakan secara bertahap, dengan sekolah memilih salah satu dari tiga pilihan: belajar mandiri, perubahan mandiri dan berbagi mandiri. Sekolah dapat memilih sesuai dengan kesiapan masing-masing sekolah.