cover
Contact Name
tekat dwi cahyono
Contact Email
agrohut@unidar.ac.id
Phone
+6285243000030
Journal Mail Official
agrohut@unidar.ac.id
Editorial Address
Jl. Waehakila Puncak Wara, Batu Merah, Ambon 97128
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Jurnal Agrohut
ISSN : 20875525     EISSN : 26558300     DOI : -
Jurnal Agrohut lahir atas inisiasi tim dosen yang tergabung pada Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon. Nama Agrohut terlahir dari potongan kata Agro yang "mencerminkan" pertanian dan hut yang menunjukkan identitas "kehutanan". Terbitan pertama Jurnal Agrohut tersedia bulan Oktober 2010 dan terus berupaya menyampaikan kedalaman analisis yang memadai tiap volumenya. Sejak terbitan pertama, tidak semua volume tersaji dengan lengkap. Namun perlahan kami akan melengkapinya dengan sajian yang sesuai. Memasuki tahun 2018, setelah melewati masa panjang selama 8 tahun sejak terbitan pertama, editorial menyajikan Agrohut secara daring dengan alamat http://e-journal.unidar.ac.id/index.php/agrohut . Namun, terdapat kendala teknis pada akhir 2019 sehingga kami memindahkan rumah jurnal dari rumah lama dan bergabung dengan e-journal.id menggunakan alamat baru https://unidar.e-journal.id/agh.
Articles 85 Documents
Rancangan Bangun Penghasil Biogas Empulur Sagu Skala Rumah Tangga Nurhayati Nahumarury
Jurnal Agrohut Vol 2 No 1 (2011): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/agh.v2i1.22

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk memanfaatkan bahan baku Ela sagu sebagai energi alternatif. Teknologi yang dikembangkan adalah pembuatan biogas. Reaktor dibuat dari drum yang berukuran 200 liter, pipa dan peralatan penampung gas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume digester 433,26 liter menghasilkan massa gas 0,758922 Kg/m3 yang setara dengan 0,47432 liter minyak tanah. Massa gas yang dihasilkan dari perbandingan 85 Kg empulur Sagu dan 85 Liter Air adalah 0,1403543 kg. Berikutnya penghematan per tahun adalah adalah Rp. 2.520.000-Rp. 594.000 = Rp. 1.926.000
Inventarisasi Biomassa Komponen Vegetasi Untuk Membangun Persamaan Allometrik (Studi Kasus pada Tanaman Agroforestry Dusun di Maluku) Syarif Ohorella; Fitriyanti Kaliky
Jurnal Agrohut Vol 2 No 1 (2011): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/agh.v2i1.23

Abstract

Untuk mendukung aktifitas pengurangan emisi maka melalui program Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAD-GRK) perlu dilakukan pengukuran cadangan karbon pada berbagai tipe lahan, salah satu diantaranya yaitu lahan yang dikelolah oleh masyarakat dengan pola agroforestri dusun. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan persamaan allometrik untuk menduga biomassa tanaman dengan parameter diameter setinggi dada (dbh) dalam rangka membantu pemerintah daerah mempersiapkan agenda akademik terkait Program REDD++ di Maluku serta pengembangan ilmu pengetahuan dalam bidang karbon hutan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode destruktif sampling dengan pemilihan pohon sampel secara purposive dan dipilih 3 sampel pohon pala dengan diameter setinggi dada (dbh) yang berbeda namun berumur sama yaitu 27 tahun yang mewakili tegakan pala pada lahan agroforestri dusun di desa Liang Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh persamaan allometrik untuk mengestimasi kandungan biomassa batang pada tanaman pala (Miristica pragrans) di lahan agroforestri dusun yaitu B.batang = 0,456 dbh4,542 (kg/pohon) (R2 0,918) dan kandungan biomassa akar (below ground) adalah B.akar = 7,359 dbh2,889 (kg/pohon) (R2 0,996). Angka Biomass Expansion Factor (BEF) adalah 1,94 dan angka Root to shoot ratio (R/S) adalah 0,08.
Aktifitas Ekstrak Biji Hutung (Barringtonia Asiatica) terhadap Hama Kutu Daun Aphis Craccivora Tanaman Kacang Panjang Sudarmo Sudarmo; Usman Umarella; Syahril Syahril
Jurnal Agrohut Vol 1 No 1 (2010): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/agh.v1i1.24

Abstract

Sebuah penelitian dilakukan untuk melihat aktifitas Barringtonia asiatica terhadap hama Aphis craccivora pada kacang panjang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi aktivitas insektisida ekstrak biji Barringtonia asiatica air terhadap mortalitas Aphis Craccivora dan kerusakan pada intensitas string bean. Para bioassay mortalitas dilakukan dengan metode daun-makan. Intensitas Kerusakan dinilai dengan prosentase penyebab kerusakan daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji air B. asiatica memiliki aktivitas insektisida yang kuat terhadap Aphis Craccivora. Ekstrak pada konsentrasi 25 g / l - 100 g / l menghasilkan persiapan sederhana yang bisa membunuh 20% - 77% Aphis Craccivora. Ekstrak B. asiatica pada konsentrasi yang berkurang intensitas kerusakan 10% - 16%.
Struktur Populasi Tumbuhan Sagu (Metroxylon spp.) di Pulau Seram Provinsi Maluku Samin Botanri
Jurnal Agrohut Vol 1 No 1 (2010): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/agh.v1i1.25

Abstract

Sebagian besar potensi sagu yang terdapat di Papua dan Maluku yakni mencapai 96 %, memiliki multifungsi, namun pemanfaatannya masih sangat rendah bahkan cenderung terabaikan. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan struktur populasi sagu dalam komunitas sagu alami di Pulau Seram Provinsi Maluku. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survey. Penetapan wilayah sampel mengguanakan metode judgment sampling. Plot sampel ditetapkan dengan menggunakan metode non-random sampling secara beraturan (systematic sampling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur populasi sagu di Pulau Seram secara umum mengikuti pola pertumbuhan muda, didominasi oleh fase semai mencapai 83,04 ind/ha. Tingkat kegagalan tumbuh sampai ke fase berikutnya mencapai 76,18 %. Tingginya tingkat kematian atau gagalnya individu sagu fase semai tumbuh sampai ke fase sapihan dan seterusnya karena beberapa aspek yaitu :1) sifat pertumbuhan tunas, 2) banyaknya jumlah tunas, 3) kondisi kemasaman tanah, dan 4) intensitas sinaran surya yang terbatas. Sebagian anakan sagu tumbuh berupa anakan mengantung, sifat anakan ini rentan terhadap kematian. Dalam setiap rumpun sagu dapat mencapai 20 anakan, akibat persaingan sebagian akan kalah dan mati. Sifat kemasaman lahan habitat sagu dapat mencapai pH 4,3, kondisi seperti ini dapat meracuni sistem perakaran tanaman. Kemudian intensitas sinaran surya yang sampai di bawah tegakan sagu hanya sekitar 12,40%.
Pengaruh Inokulasi Fungi Mikoriza Arbuskula dan Bahan Organik terhadap Pertumbuhan Semai Jati Ambon (Tectona grandis Linn f.) Sedek Karepesina; Usman Umarella; Amin Pattiasina
Jurnal Agrohut Vol 1 No 1 (2010): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/agh.v1i1.26

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian fungi mikoriza arbuskula dan bahan organik dalam meningkatkan pertumbuhan semai jati Ambon. Penelitian ini diharapkan sebagai bahan informasi dalam upaya pemanfaatan fungi mikoriza arbuskula dan penggunaan bahan organik yang dapat meningkatkan pertumbuhan semai jati Ambon. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dalam faktorial yang terdiri dari dua faktor. Pemberian Inokulum FMA (Glomus mosae) terdiri dari G0 (kontrol), G1 (Inokulum FMA : 20 gr/tanaman) dan pemberian bahan organik terdiri dari B0 (kontrol), B1 (50 gr/tanaman, B2 (100 gr/tanaman). Percobaan ini diulang sebanyak 3 kali sehingga total satuan percobaan adalah 2 x 3 x 3 = 18 satuan percobaan. Dimana setiap perlakuan terdiri dari 3 tanaman sehingga total tanaman yang diamati adalah 43 tanaman. Hasil analisa keragaman menunjukkan bahwa pada semai jati Ambon dengan pemberian mikoriza berpengaruh nyata sampai sangat nyata terhadap semua variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman pada masing-masing umur pengamatan (2, 4, 6 dan 8 MST), diameter batang (2 dan 8 MST), berat kering tanaman (8 MST), nisbah pucuk akar (8 MST). Sedangkan tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun (2 MST). Pada semai jati Ambon dengan pemberian bahan organik berpengaruh nyata sampai sangat nyata terhadap semua variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman pada masing-masing umur pengamatan (2, 4, 6 dan 8 MST), diameter batang (2 dan 8 MST), berat kering tanaman (8 MST). Inokulasi Mikoriza dengan dosis 20 gram/tanaman (G1) dapat memberikan pertumbuhan semai jati Ambon yang baik, pemberian bahan organik dengan dosis 100 gram/tanaman (B2) dapat memberikan pertumbuhan semai jati ambon yang lebih baik.
Pengaruh Alelopati Ekstrak Daun Krinyu (Chromolaena odorata) terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung (Zea mays L.) M Yani Kamsurya
Jurnal Agrohut Vol 1 No 1 (2010): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/agh.v1i1.27

Abstract

Alelopati merupakan senyawa kimia yang dilepas oleh suatu jenis tumbuhan pengganggu (gulma). Senyawa tersebut dapat menghambat atau memacu pertumbuhan tanaman yang tumbuh bersama pada suatu lahan. Penelitian ini membuat ekstrak daun krinyu dan di aplikasikan pada tanaman jagung (Zea mays L.). Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan digunakan untuk menganalisis pengaruh pemberian ekstrak pada berbagai konsentrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun krinyu cukup berpengaruh terhadap pertumbuhan benih tanaman jagung. Konsentrasi esktrak daun krinyu yang semakin tinggi bersifat menghambat terhadap pertumbuhan tanaman jagung. Pengaruh yang bersifat menghambat ini merupakan petunjuk yang menjelaskan adanya kandungan zat beracun (alelopati) yang terkandung dalam daun gulma krinyu. Sebaliknya pada konsentrasi yang rendah bersifat memacu terhadap pertumbuhan tanaman jagung. Hal ini mengandung makna bahwa senyawa kimia yang terkandung dalam daun gulma tidak selalu bersifat meracun tetapi juga dapat bersifat positif terhadap pertumbuhan tanaman.
Strategi Pengembangan Ekowisata Pantai Nitanghahai di Desa Morela, Kabupaten Maluku Tengah Tahir Tuasikal
Jurnal Agrohut Vol 11 No 1 (2020): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/agh.v11i1.28

Abstract

Salah satu kawasan wisata pantai yang terletak di pesisir pantai Desa Morella, Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah adalah wisata Pantai Nitanghahai. Kawasan wisata ini memiliki daya tarik tersendiri dan menjadi salah satu objek wisata yang sering dikunjungi oleh masyarakat di pulau Ambon dan sekitarnya termasuk wisatawan mancanegara karena itu perlu dilakukan studi untuk mengembangkan kawasan wisata ini pada waktu yang akan datang. Metode yang digunakan adalah survey kondis lokasi dan dilanjutkan dengan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlu dilakukan beberapa strategi, antara lain (1) Pemanfaatan ekowisata dengan menarik investasi dan menjadikan aset daerah dengan menjaga dan melestarian potensi perikanan. (2) Pemberdayaan masyarakat untuk pengembangan ekowisata dan pelestarian lingkungan serta saling koordinasi dalam pengembangan ekowisata secara lintas sektor dalam mengelola kawasan ekowisata pantai Nitanghahai. (3) Pemanfaatan lahan sesuai dengan potensi ekowisata untuk meningkatkan kontribusi secara ekonomi bagi pengelola dan masyarakat secara berkelanjutan dan peningkatan koordinasi lintas sektor dari proses perencanaan, implementasi serta evaluasi. (4) Pengelolaan potensi lahan sesuai dengan peruntukannya agar dapat mendukung upaya konservasi lahan secara berkelanjutan. (5) Pembangunan fasilitas penunjang ekowisata oleh pengelola harus benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan pengunjung.
Tingkat Erosi Sub Daerah Aliran Sungai Wae Sari II; Indikator terjadinya Erosi Dedy Sofyan; Sedek Karepesina; Tekat Dwi Cahyono
Jurnal Agrohut Vol 3 No 1 (2012): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/agh.v3i1.30

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor penyebab erosi dan perubahan permukaan tanah yang telah mengalami erosi di sub DAS Wae Sari. Penelitian di awali dengan pengumpulan informasi dari beberapa peta pendukung dan selanjutnya di analisis dengan metode Universal Soil Loss Equation (USLE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Erosivitas di Sub DAS Wae Sari sebesar 1557,76 t.m/ha/cm.hujan sedangkan nilai erodibilitas tanahnya sangat beragam. Nilai faktor topografi sebesar 0,010 - 4,560 dan Nilai LS efektif terendah terdapat pada unit lereng 1 segmen 1 (UL1S1) dan unit lereng 2 segmen 1 (UL2S1). Nilai LS tertinggi terdapat pada unit lereng 22 segmen lereng 5 (UL22S5). Permeabilitas tanah sub DAS Wae Sari termasuk dalam kategori lambat hingga permeabel di atas sub strata yang telah melapuk dengan nilai 1,6 mm/th hingga 2,5 mm/th. Seluruh wilayah pengamatan ditemukan Erosi dengan kondisi ringan hingga sangat berat.
Tingkat Erosi Sub Daerah Aliran Sungai Wae Sari III; Korelasi antara Erosi dengan Faktor Penggunaan Lahan, Topografi dan Jenis Tanah Dedy Sofyan; Sedek Karepesina; Tekat Dwi Cahyono
Jurnal Agrohut Vol 5 No 2 (2014): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/agh.v5i2.31

Abstract

Seri ketiga penelitian terhadap tingkat erosi sub DAS Wae Sari menyajikan korelasi antara tingkat erosi dengan faktor penyebab erosi yang terdiri dari penggunaan lahan, topografi dan jenis Tanah. Penelitian di awali dengan penetapan tingkat erosi di sub DAS Wae Sari dan menyajikannya pada peta. Selanjutnya dilakukan analisis korelasi antara penggunaan lahan, topografi dan jenis tanah terhadap tingkat erosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa erosi berat hanya terjadi 1,4% dari seluruh pengamatan sedangkan 66,24% hanya mengalami erosi ringan. Faktor penggunaan lahan dan topografi memberikan korelasi yang sangat nyata terhadap tingkat erosi (p=0,00). Faktor jenis tanah memberikan korelasi nyata dengan nilai p=0.05. Tanah kambisol menghasikan rata-rata erosi lebih tinggi dibandingkan dengan tanah aluvial sedangkan kelas topografi yang menghasilkan erosi tertinggi adalah topografi bergelombang (8-15%). Kawasan perladangan yang memiliki topografi 8-15% menghasilkan erosi tertinggi.
Model Pengelolaan Lahan untuk Tanaman Energi (Studi Kasus Penanaman Kayu Energi di Areal Pabrik Semen PT. Holcim Narogong Plant) Tekat Dwi Cahyono
Jurnal Agrohut Vol 1 No 1 (2010): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/agh.v1i1.32

Abstract

Kegiatan penanaman kayu yang dimanfaatkan sebagai bahan bakar substitusi, khususnya untuk kebutuhan internal pabrik Semen perlu direncananakan dengan baik. Penelitian ini menjawab dua permasalahan, yaitu (1) simulasi pertumbuhan tanaman selama proses pengusahaan hutan dan (2) kelayakan ekonomis selama kegiatan penanaman. Simulasi dilakukan dengan bantuan software stella versi 8 dan selanjutnya di sajikan secara diskriptif. Hasil penelitan menunjukkan bahwa selama 30 tahun pengusahaan, terdapat fluktuasi pertumbuhan tanaman. Faktor yang dominan yang mempengaruhinya adalah daya dukung lahan bekas tambang. Simulasi dan Perhitungan Net Present Value (NPV) juga menunjukkan bahwa kegiatan pengusahaan kayu energi juga layak secara ekonomis.