cover
Contact Name
Acep Aripudin
Contact Email
staialfalah19@gmail.com
Phone
+6222-7948748
Journal Mail Official
staialfalah19@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kapten Sangun No.6, Panenjoan, Bandung, Jawa Barat 40395
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS)
ISSN : 00000000     EISSN : 27155374     DOI : -
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) menerima dan mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dengan tema kajian keislaman pendekatan sejarah, sosial, budaya, pendidikan, sains, politik dan ekonomi dan kajian Quran. AJIQS menerapkan sistem Double Blind Peer Review dan diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Falah Cicalengka Bandung dua kali terbit setiap tahunnya. Tujuan AJIQS untuk memfasilitasi dan mempublikasikan tulisan-tulisan ilmiah dalam bentuk artikel dari para peneliti dalam maupun luar negeri. Artikel dapat ditulis dalam bahasa Inggris, Indonesia atau Arab yang mengacu pada aturan penulisan yang dijadikan pijakan AJIQS.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2024): Asyahid" : 5 Documents clear
Implementation of Q.S. An-Nahl Verse 125 to Improve Islamic Understanding in Class II A Women's Penitentiary in Bandung Mikdar, Wendi Saepul; Saodah, Odah
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 6 No. 1 (2024): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62213/anqvxq03

Abstract

Da'wah is a demand for every Muslim, because one of the main tasks of the Messenger of Allah who was sent was to preach among people with various characters, so that when the Messenger of Allah invited them to the right path, they had to use appropriate methods so that the invitation was accepted. freely without coercion. The Class II A Bandung Women's Penitentiary is a part that is affected by Islamic preaching, because it contains inmates who are involved in various cases. The application of the interpretation of An-Nahl verse 125 in women's correctional institutions aims to increase the Islamic understanding of prisoners so that even though they are serving time, religious activities can still be carried out. Keywords: Tafsir, Education, Islamic.   Abstrak Dakwah adalah tuntutan bagi setiap muslim, karena salah satu tugas utama Rasulullah saw diutus adalah untuk berdakwah di tengah-tengah masyarakat yang bermacam- macam karakter, sehingga ketika Rasulullah saw mengajak mereka kepada jalan yang benar harus dengan metode-metode yang sesuai agar ajakan itu diterima dengan lapang dada tanpa paksaan. Lembaga Pemasyarakatan Perempuan kelas II A Bandung merupakan bagian yang terkena dakwah Islam, karena didalamnya terdapat para narapidana yang terjerat bermacam- macam kasus. Penerapan tafsir An-Nahl ayat 125 di lingkungan lembaga pemasyarakatan perempuan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keislaman para narapidana sehingga meskipun dalam keadaan sedang menjalani hukuman, kegiatan keagamaan tetap terlaksanakan. Kata kunci: Tafsir, Pendidikan, Keislaman
Gender Relations in the Ideology of the Fundamentalist Church of Jesus Christ of Latter-Day Saints (FLDS) in the Documentary Film Keep Sweet: Pray and Obey Najihah, Bannan Naelin
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 6 No. 1 (2024): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62213/9bbvb356

Abstract

Isu kesetaraan gender dalam komunitas religius fundamentalis sering kali terkait dengan upaya mempertahankan nilai tradisional di tengah perubahan sosial. Fundamentalist Church of Jesus Christ of Latter-Day Saints (FLDS) adalah contoh di mana gerakan sosial ini mengokohkan patriarki dan membentuk ulang peran gender, dengan membatasi otonomi perempuan melalui narasi keagamaan. Dokumenter Keep Sweet: Pray and Obey menggambarkan bagaimana komunitas FLDS mengendalikan identitas perempuan dengan ajaran ketaatan dan subordinasi, menciptakan struktur sosial yang memperkuat agenda konservatif mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relasi gender dalam ideologi Fundamentalist Church of Jesus Christ of Latter-Day Saints (FLDS) menggunakan teori R.W. Connell sebagaimana disajikan dalam film dokumenter Keep Sweet: Pray and Obey. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis wacana, sementara jenis studi yang diterapkan adalah studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa maskulinitas hegemonik dalam FLDS menciptakan struktur kekuasaan yang memperkuat dominasi laki-laki, memosisikan perempuan dalam subordinasi mutlak. Maskulinitas subordinat dan marginal dalam komunitas ini memperkuat kekuasaan maskulinitas hegemonik dengan mengamankan posisi pria senior, sementara konsep maskulinitas kompilasi memungkinkan laki-laki yang tidak mendominasi sepenuhnya tetap mendapatkan keuntungan sosial. Di sisi lain, norma gender yang ketat menetapkan peran perempuan sebagai istri patuh dan ibu, memperkuat hierarki patriarki dan mengukuhkan posisi subordinat perempuan dalam komunitas FLDS. Pendekatan interseksional dalam penelitian ini juga menunjukkan bahwa perempuan di komunitas ini mengalami bentuk penindasan yang berlapis melalui kombinasi identitas gender, agama, dan status sosial. Kata kunci: FLDS; poligami; patriarki;   Abstract Gender equality issues in fundamentalist religious communities are often linked to maintaining traditional values amidst social change. The Fundamentalist Church of Jesus Christ of Latter-Day Saints (FLDS) is an example of a social movement that reinforces patriarchy and reshapes gender roles by limiting women's autonomy through religious narratives. The documentary Keep Sweet: Pray and Obey illustrates how FLDS communities control women's identities with teachings ofobedience and subordination, creating social structures that reinforce their conservative agenda. This research aims to analyze gender relations in the Fundamentalist Church of Jesus Christ of Latter-Day Saints (FLDS) ideology using R.W. Connell's theory as presented in the documentary Keep Sweet: Pray and Obey. The method used is descriptive qualitative with a discourse analysis approach, while the type of study applied is a literature study.  The results show that hegemonic masculinity in the FLDS creates a power structure that reinforces male dominance, positioning women in absolute subordination. Subordinate and marginal masculinities in this community reinforce the power of hegemonic masculinity by securing the position of senior men, while the concept of compositional masculinity allows men who do not fully dominate to still gain social advantages. On the other hand, strict gender norms stipulate women's roles as obedient wives and mothers, reinforcing patriarchal hierarchies and entrenching women's subordinate positions in FLDS communities. The intersectional approach in this study also shows that women in this community experience multiple forms of oppression through a combination of gender identity, religion and social status. Keywords: FLDS; polygamy; patriarchy;
Religious Movement Figure K.H. Abdul Chalim Leuwimunding and His Role in Establishing Hizbullah Majalengka Ratminingtyas
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 6 No. 1 (2024): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62213/5mrh8937

Abstract

            The researcher is interested in researching and analyzing the role of K.H. Abdul Chalim Leuwimunding as one of the founders of the largest Islamic organization in Indonesia, namely Nahdlatul Ulama (NU) in its development in Majalengka Regency as his birthplace. The researcher's interest is because he was born in the same place as the researcher, namely in Leuwimunding Village, Leuwimunding District. Initially, his name was not well known, both locally and nationally. However, after being named a Hero of the Indonesian Independence Struggle as one of the founders of Nahdlatul Ulama (NU) who came from Leuwimunding District, Majalengka Regency, he became better known to the Indonesian people. He was awarded the title of National Hero of Indonesia based on Presidential Decree No. 115-TK-TH-2023 dated November 6, 2023. The main problem studied in this study is how the role of K.H. Abdul Chalim Leuwimunding in developing NU in Majalengka Regency in 1931-1972.  This study uses historical methods consisting of heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. Based on the findings of this study, K.H. Abdul Chalim Leuwimunding is a religious figure from Majalengka who was born on June 2, 1898, became one of the founders of NU in Surabaya and had a close relationship with K.H. Hasyim Asy'ari and K.H. Abdul Wahab Hasbullah by being active as the katib tsani of the early NU management in 1926-1928 until becoming a member of Latjah Nashihin which led him to become a NU mover in Majalengka Regency. The role of K.H.  Abdul Chalim Leuwimunding in developing NU in Majalengka Regency can be seen from his activities which often mobilize from Surabaya to Cirebon-Majalengka in order to inform the latest developments of NU by visiting clerics and the surrounding community in Majalengka, he also became the chairman of the Cirebon branch of the NU Consul, and was active in the Majalengka and Cirebon Hizbullah troops.
“Shari’ah Politics”: Halal Certification and Labeling in the Indonesian Context Sopiyudin, U.
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 6 No. 1 (2024): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62213/y2k2kz94

Abstract

Halal certification and labeling are important to ensure that products circulating on the market comply with Sharia principles. Sharia politics involving government policies, religious institutions and community organizations have a crucial role in this process. Purpose This discussion aims to analyze the political dynamics of Sharia in the context of halal certification and labeling in Indonesia. The analysis methodology used in this discussion includes a qualitative approach with document analysis. Through this approach, it is hoped that a comprehensive picture can be obtained regarding how Sharia politics influences the halal certification and labeling process in Indonesia. The implementation of halal certification and labeling in Indonesia faces many challenges from process, implementation, to impact on society. Even though there are challenges that must be faced, including costs and bureaucracy, this policy also opens up great opportunities for the development of Indonesia's halal industry, both in the domestic and international markets. Halal certification and labeling in Indonesia can still be expected to be one of the steps in the struggle for sharia politics in Indonesia.Keywords: sharia politics, certification, labeling, halal, challenges   AbstrakSertifikasi dan Labelisasi halal menjadi penting untuk memastikan bahwa produkproduk yang beredar di pasar sesuai dengan prinsip-prinsip Syariah. Politik Syariah yang melibatkan kebijakan pemerintah, lembaga keagamaan, dan organisasi masyarakat memiliki peran krusial dalam proses ini. Tujuan Pembahasan ini bertujuan untuk menganalisis dinamika politik Syariah dalam konteks sertifikasi dan labelisasi halal di Indonesia. Metodologi Analisis yang digunakan dalam pembahasan ini meliputi pendekatan kualitatif dengan analisis dokumen. Melalui pendekatan ini, diharapkan dapat diperoleh gambaran yang komprehensif mengenai bagaimana politik Syariah mempengaruhi proses sertifikasi dan labelisasi halal di Indonesia. Pelaksanaan Sertifikasi dan labelisasi halal di Indonesia, banyak berhadapan dengan tantangan dari proses, penerapan, hingga dampak untuk masyarakat. Meskipun ada tantangan yang harus dihadapi, termasuk biaya dan birokrasi, namun kebijakan ini juga membuka peluang besar bagi pengembangan industri halal Indonesia, baik di pasar domestik maupun internasional. Sertifikasi dan labelisasi halal di Indonesia tetap dapat diharapkan bisa menjadi salah satu langkah perjuangan dari politik syariah di Indonesia.Kata Kunci : politik syariah, sertifikasi, labelisasi, halal, tantangan
Analysis of Religious Leaders in Persuasive Communication in Religious Tolerance Village, Paledang, Bandung Karami, Gergian Abi
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 6 No. 1 (2024): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62213/febxg504

Abstract

Penelitian ini mengkaji dinamika komunikasi persuasif yang diterapkan oleh pemuka agama di Kelurahan Paledang, Kota Bandung, dengan tujuan untuk memahami strategi komunikasi persuasif dalam menumbuhkan rasa terima kasih, keterbukaan, dan kolaborasi di lingkungan keberagaman agama. Partisipan penelitian adalah pemuka agama dari berbagai agama yang ada di kelurahan tersebut, yang dipilih secara purposive. Metode pengumpulan data utama adalah wawancara mendalam, sementara analisis data menggunakan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi pola komunikasi persuasif yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemuka agama di Kelurahan Paledang menganggap toleransi sebagai dasar komunikasi persuasif yang efektif. Toleransi ditunjukkan melalui sikap terbuka dan penghargaan terhadap perbedaan keyakinan, yang memungkinkan terciptanya dialog dan kerja sama lintas agama. Pemuka agama menggunakan bahasa inklusif dan simbolisme bersama untuk memperkuat solidaritas dan identitas kolektif di tengah keberagaman. Kegiatan kolaboratif seperti acara lintas agama dan pengajian bersama terbukti efektif dalam memperkuat hubungan antar pemeluk agama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi persuasif dapat menjadi alat untuk membangun toleransi dan kolaborasi dalam masyarakat multikultural, serta menyarankan pengembangan model komunikasi persuasif yang dapat diterapkan di komunitas lain. Kata kunci: Dakwah, Nilai Nilai Islam, Keluarga

Page 1 of 1 | Total Record : 5