cover
Contact Name
Raharjo, S.Pd., M.Sc.
Contact Email
raharjoppkn@staff.uns.ac.id
Phone
+6281914133246
Journal Mail Official
jurnalpknprogresif@mail.uns.ac.id
Editorial Address
Gedung C FKP UNS, Jl. Ir. Sutami No 36 A, Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan
ISSN : 19075332     EISSN : 26211904     DOI : https://doi.org/10.20961/pknp.v15i1.44897
The scope of Jurnal PKn Progresif are about education, civics, citizenship, Pancasila, and social humaniora
Articles 77 Documents
ANALISIS SOSIALISASI KESADARAN WAJIB PAJAK TERHADAP KEPATUHAN MEMBAYAR PAJAK BUMI BANGUNAN SEBAGAI PENERAPAN SMART AND GOOD CITIZEN MASYARAKAT DUKUH CEMETUK DESA LOROG KECAMATAN TAWANGSARI Ismi, Ismi; Al Arofif, Akmal Dzara; Wijiasih, Wijiasih; Setyaningrum, Annisa Dian; Aisah, Dana Nur; Milenia, Rania; Dewi, Febriyanti Diah Kusumaning; Prakoso, Septiano Dewa; Faizah, Safira Nur; Safitri, Pratiwi Ajeng; Ronggowulan, Lintang
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan Vol 17, No 2 (2022): Jurnal PKn Progresif Volume 17 Nomor 2 Desember 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/pknp.v17i2.85396

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran wajib pajak yang dilakukan secara langsung terhadap kepatuhan membayar Pajak Bumi Bangunan di Dukuh Cemetuk Desa Lorog Kecamatan Tawangsari. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode sosialisasi kepatuhan masyarakat dalam membayar PBB. Dalam kegiatan yang dilaksanakan mengajak bapak-bapak di setiap Rukun Tetangga (RT) pada setiap acara lapanan yang dilaksanakan setiap 35 hari sekali di masing-masing lingkungan RT. Kepala rumah tangga yang mengikuti kegiatan sosialisasi yang dilaksankan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNS sangat antusias. Dampak dari kegiatan bahwa terdapat peningkatan kepatuhan pajak masyarakat Dukuh Cemetuk dapat diamati dari perbandingan 4 RT yang diberikan sosialisasi dengan 5 RT lainnya yang tidak diberikan sosialisasi. Hal tersebut dibuktikan pada saat pembayaran PBB tahun 2022 di bulan September, jumlah masyarakat yang terdata membayar PBB tepat waktu di 4 RT dengan 5 RT lainnya mengalami perbedaan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sosialisasi perpajakan kepada Wajib Pajak berpengaruh positif terhadap kesadaran untuk membayar pajak tepat pada waktunya. Dengan pengetahuan yang telah dimiliki yang didapatkan melalui sosialisasi pajak memberikan dorongan dan motivasi kepada wajib pajak untuk membayarkan Pajak Bumi Bangunan tepat pada waktunya.
ANALISIS KESIAPAN GURU PPKN DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA Raharjo, Raharjo
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan Vol 17, No 2 (2022): Jurnal PKn Progresif Volume 17 Nomor 2 Desember 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/pknp.v17i2.83417

Abstract

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi pada tanggal 11 Februari 2022 menyampaikan rencana tindak lanjut dari peluncuran Merdeka Belajar Episode 15: Kurikulum Merdeka dan Peluncuran Platform Merdeka Mengajar yaitu mempersiapkan pelaksanaan Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 56/M/2022 Tentang Pedoman Penerapan Kurikulum Dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran, khususnya Implementasi Kurikulum Merdeka yang akan berlaku pada tahun ajaran 2022/2023. Semua unsur atau elemen pendidikan diminta untuk turut serta mempersiapkan diri, tidak terkecuali ada adalah tenaga pendidik (guru), termasuk guru PPKn. Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis kesiapan guru PPKn dalam implementasi kurikulum merdeka belajar 2022. Metode yang digunakan dalam peneltian ini ialah metode penelitian kualitatif. Penelitian ini akan melibatkan pengajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (atau Pendidikan Pancasila) yang sekolahnya menerapkan kurikulum merdeka belajar 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih kesiapan guru ppkn dalam implementasi kurikulum merdeka belum 100%, namun karena program dari sekolah harus dilaksanakan, guru berusaha untuk menyesuaikan dan beradaptasi untuk implemenyasi kurikulum merdeka 2022.
STRATEGI GURU PPKN DALAM MEMBENTUK KARAKTER DISIPLIN PADA PESERTA DIDIK SMA N 2 KARANGANYAR Aprilia, Dinda; Rusnaini, Rusnaini; Yuliandari, Erna
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan Vol 17, No 1 (2022): Jurnal PKn Progresif Volume 17 Nomor 1 Juni 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/pknp.v17i1.65872

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang digunakan oleh guru PPKn kelas XI di SMA N 2 Karanganyar dalam membentuk karakter disiplin peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi serta teknik pengambilan data menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat beberapa staregi yang digunakan oleh guru PPKn kelas XI di SMA N 2 Karanganyar, yaitu (1) strategi pembentukan karakter disiplin melalui pembelajaran kontekstual, bercerita dan diskusi, (2) melalui keteladanan, (3) habituasi (pembiasaan), (4) melalui kontrak belajar, dan (5) melalui pemberian nasehat. Dalam pelaksanaan strategi tersebut terdapat kendala yang ditemui berupa, (1) kendala internal, kendala yang berasal dari dalam diri peserta didik berkaitan dengan kurangnya minat dan kesadaran mengenai karakter disiplin, (2) kendala eksternal, kendala yang berasal dari lingkungan pertemanan yang memiliki pemahaman yang kurang mengenai karakter disiplin. Hasil penelitian ini sejalan dengan pendapat Lickona (2014:100) serta pendapat Ridwan Abdullah Sani dan Muhammad Kadri, Sani & Kadri (2016:128-154) mengenai startegi pembentukan karakter. Hasil penelitian dapat menjadi gambaran bagaimana strategi yang digunakan oleh guru PPKn dalam upaya pembentukan karakter disiplin pada peserta didik sebagai penerus bangsa. Kajian ini menggabaran bagaimana pembentukan karakter disiplin melalui strategi-strategi yang digunakan oleh guru PPKn serta kendala yang dihadapi saat proses pembentukan karakter disiplin untuk mengatasi perasalahan mengenai dekadensi moral yang sedang dialami bangsa Indonesia saat ini.
AKTUALISASI PEMBELAJARAN REAL LEARNING DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Andriyana, Andriyana
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan Vol 16, No 2 (2021): Jurnal PKn Progresif Volume 16 Nomor 2 Desember 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/pknp.v16i2.59288

Abstract

Kualitas Pendidikan di suatu negara erat kaitannya dengan sistem kurikulum yang diterapkan, terutama mengenai metode yang diterapakan pendidik dalam proses pembelajaran. Metode yang diterapkan oleh pendidik sangat berpengaruh terhadap daya tangkap dan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran, khususnya pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang mempunyai tujuan utama menjadikan peserta didik senagai warga negara yang yang baik dan cerdas. Tentunya untuk menjalankan tujuan tersebut sangatlah sulit apabila tidak diterapkannya metode yang tepat, karena Pendidikan Kewarganegaraan merupakan ilmu mengenai kecakapan hidup mendasar untuk seorang warga negara.  Dari hasil pembahasan yang dikemukakan, beberapa aspek penting manajemen pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang diperlukan dalam memperkuat implementasi kurikulum Pendidikan Kewarganegaraan di satuan Pendidikan yakni: (1) kemampuan dalam menyiapkan perencanaan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan baik dalam perumusan tujuan, penentuan materi dan bahan ajar, model dan strategi pembelajaran, serta sistem penilaian. (2) kemampuan dalam mengorganisasi proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan baik pengorganisasian kelas, kegiatan pembelajaran, maupun sumber daya dan lingkungan bagi kepentingan belajar. (3) kemampuan mengaktualisasi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sehingga terjadi proses real learning oleh siswa dalam proses pembentukan nilai, sikap, dan perilaku. (4) kemampuan mengembangkan sistem evaluasi sebagai bagian dari proses untuk menilai sejauhmana telah terjadi perubahan dalam sikap dan perilaku siswa. 
EFEKTIVITAS KEGIATAN DRAMA “STOP BULLYING” PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PERSEPSI CIVIC DISPOSITION SISWA (STUDI DI SMA ISLAM 1 SURAKARTA) Risa, Zahro Dhea; Muchtarom, Mohammad; Raharjo, Raharjo
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan Vol 18, No 2 (2023): Jurnal PKn Progresif Volume 18 Nomor 2 Desember 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/pknp.v18i2.85643

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan efektifitas kegiatan drama yang dilaksanakan oleh pihak sekolah yang diteliti dalam P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan (2) Mendeskripsikan implikasi P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) terhadap civic disposition siswa pada SMA Islam 1 Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif studi kasus (Case Studies). Sumber data penelitian melibatkan informan (Kepala Sekolah SMA Islam 1 Surakarta, Guru PPKn, Guru BK, siswa kelas X, dan Tim Koordinator Pelaksana kegiatan drama). Sampling menggunakan snowball sampling dan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, studi pustaka, dan studi dokumen. Teknik uji validitas menggunakan teknik triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya kegiatan pelaksanaan drama “stop bullying” dinilai efektif dalam menguatkan dimensi profil pelajar Pancasila dan berdampak pada civic disposition siswa yakni siswa mampu menanamkan rasa toleransi dan menghargai perbedaan agar kejadian bullying dapat diminimalisir dengan adanya kesadaran diri dalam siswa di SMA Islam 1 Surakarta.Kata Kunci : Efektifitas Drama, implikasi civic disposition, profil pelajar Pancasila ABSTRACT This study aims to (1) describe the effectiveness of drama activities carried out by the school understudies of P5 (Project for Strengthening the Profile of Pancasila Students) and (2) describe the implications of P5 (Project for Strengthening the Profile of Pancasila Students) on the civic disposition of students SMA Islam 1 Surakarta. This research uses a qualitative case studies method approach (Case Studies). The source of the data involved informants (Principal of SMA Islam 1 Surakarta, PPKn Teacher, counseling guidance teacher, class X students, and the Coordinator Team for Drama Activities). Sampling using snowball sampling and purposive sampling. Data collection is carried out by interviews, observations, literature studies, and document studies. The validity test technique uses the technique of source triangulation and method of triangulation. Data analysis techniques use data collection, data reduction, data presentation, and conclusions. The results of this studies are shows that the implementation of the drama "stop bullying" is considered to be effective in strengthening the dimension of global diversity and impact to the student civic disposition, namely, students can instill a sense of tolerance so that the incidence of bullying can be minimized by the self-awareness of students of SMA Islam 1 Surakarta.Keywords: Drama effectiveness, civic disposition implications, Pancasila student profil
PERAN GURU PPKN TERHADAP PEMBENTUKAN KOMPETENSI WARGA NEGARA Gumara, Genta; Yanzi, Hermi; Mentari, Ana
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan Vol 19, No 2 (2024): Jurnal PKn Progresif Volume 19 Nomor 2 Desember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/pknp.v19i2.95077

Abstract

The purpose of this research was to determine and describe the role of Civics teachers in addressing the impact of learning loss on the formation of citizens' competencies. The research method used in this study was causality with a quantitative approach. The subjects of this study were students of SMAN 1 Kibang, 11th grade, in the academic year 2022-2023. The sample size for this research was 42 respondents. The data collection technique used in this study was a questionnaire. The data analysis technique in this study involved using path analysis. The research results indicated that: 1) there was a positive and significant influence on the role of Civics teachers in addressing the impact of learning loss with a direct influence; 2) there was a positive and significant influence on the role of Civics teachers on the formation of citizens' competencies with a direct influence; 3) there was a negative and significant impact of learning loss on the formation of citizens' competencies with a direct influence.Keyword: The Role of Civic teachears, Learning Loss, Citizenshp CompetencyTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui maupun mendeskripsikan peran guru PPKn dalam mengatasi dampak learning loss terhadap pembentukan kompetensi warga negara. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kausalitas dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah Peserta didik SMAN 1 Kibang kelas XI Tahun ajaran 2022-2023. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 42 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan angket. Teknik analisis data pada penelitian ini yakni menggunakan path analysis. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1). terdapat pengaruh positif dan signifikan dari peran guru PPKn dalam mengatasi dampak learning loss dengan pengaruh langsung; 2). terdapat pengaruh positif dan signifikan peran guru PPKn terhadap pembentukan kompetensi warga negara dengan pengaruh langsung; 3). Terdapat pengaruh negatif dan signifikan dampak learning loss terhadap penbentukan kompetensi warga negara dengan pengaruh langsung.Kata kunci : Peran Guru PPKn, Learning Loss, Kompetensi Warga Negara
PERAN EKSTRAKURIKULER PASKIBRA SMK GANESHA TAMA BOYOLALI DALAM PEMBENTUKAN GENERASI MUDA YANG TANGGUH DAN BERKARAKTER Karsono, Karsono; Noviansyah, Wahyu
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan Vol 19, No 1 (2024): Jurnal PKn Progresif Volume 19 Nomor 1 Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/pknp.v19i1.87518

Abstract

AbstrakGenerasi muda merupakan tumpuan harapan bangsa. Masa depan bangsa bergantung pada generasi muda yang tangguh dan berkarakter. Di era globalisasi ini, generasi muda dihadapkan pada berbagai rintangan dan tantangan yang kompleks, seperti kemerosotan moral, maraknya narkoba, dan pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Oleh karena itu, diperlukan upaya nyata untuk membentuk generasi muda yang tangguh dan berkarakter, salah satunya melalui kegiatan ekstrakurikuler. Salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang memiliki potensi besar untuk membentuk generasi muda yang tangguh dan berkarakter adalah Paskibra (Pasukan Pengibar Bendera). Kegiatan ekstrakurikuler paskibra (Pasukan Pengibar Bendera) merupakan salah satu organisasi kesiswaan diluar pelajaran formal di SMK Ganesha Tama Boyolali yang merupakan wadah untuk membangun kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, pembentukan sikap sebagai contoh generasi muda yang tangguh dan berkarakter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ekstrakurikuler Paskibra SMK Ganesha Tama Boyolali dalam pembentukan generasi muda yang tangguh dan berkarakter. Metode yang digunakan berupa deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrakurikuler Paskibra terbukti efektif dalam menumbuhkan disiplin, keterampilan, karakter, moral, kepercayaan diri, rasa persahabatan, semangat persatuan, dan kekompakan pada diri para siswa. Keberhasilan Paskibra tidak lepas dari peran penting pembina dan kepala sekolah. Namun masih terdapat beberapa kendala yang perlu diatasi, seperti kurangnya minat siswa, fasilitas yang belum memadai, dan belum adanya kerjasama dengan orang tua. Saran yang diberikan adalah meningkatkan kualitas pelatihan, menyediakan fasilitas yang memadai, meningkatkan kerjasama dengan orang tua, melaksanakan kegiatan yang lebih variatif, dan mengembangkan jaringan dan kerjasama dengan instansi lain. Kata Kunci: Berkarakter, Ekstrakurikuler, Generasi Muda, Paskibra, Tangguh.
PENINGKATAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA KELAS XI OTOMOTIF 3 MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GALLERY WALK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA Dini, Anggi Arum; Muhibbin, Ahmad
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan Vol 19, No 1 (2024): Jurnal PKn Progresif Volume 19 Nomor 1 Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/pknp.v19i1.86263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan strategi kooperatif tipe gallery walk dalam meningkatkan keterampilan komunikasi pada mata pelajaran pendidikan pancasila siswa di kelas XI Otomotif 3 SMK Muhammadiyah Kartasura. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XI Otomotif 3 SMK Muhammadiyah Kartasura dengan objek penelitian keterampilan komunikasi. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan keterampilan komunikasi peserta didik pada siklus I ke siklus II. Pada siklus I persentase keterampilan komunikasi peserta didik hanya mencapai 22,4 % dalam kategori kurang terampil.  Pada siklus II keterampilan komunikasi peserta didik meningkat mencapai 78% dalam kategori terampil.Kata Kunci: strategi kooperatif, gallery walk 
CIVIC ENGAGEMENT PADA KOMUNITAS PENGGEMAR KOREAN-POP DALAM MENINGKATKAN KEPEDULIAN SOSIAL Mayasari, Indah; Yuliandari, Erna; Triastuti, Rini
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan Vol 19, No 2 (2024): Jurnal PKn Progresif Volume 19 Nomor 2 Desember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/pknp.v19i2.97960

Abstract

Latar belakang permasalahan yaitu sebagai akibat dari pengaruh globalisasi yaitu dengan masuknya budaya asing yang berasal dari Korea Selatan. Masuknya budaya ini mengakibatkan munculnya kelompok penggemar budaya korea yang biasa disebut fandom. Penggemar K-Pop memiliki kesulitan dalam mengendalikan perilaku dan emosinya ketika ada seseorang yang mengejek idolanya. Penggemar K-Pop yang memiliki keterlibatan sosial rendah hingga menarik diri dari lingkungan sosial cenderung menghabiskan waktu fokus pada idolanya melalui media sosial. Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) untuk mengetahui bentuk civic engagement pada komunitas Indonesian BTS ARMY Solo Raya dalam meningkatkan kepedulian sosial, (2) untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi hambatan dalam menjalankan kegiatan di komunitas Indonesian BTS ARMY Solo Raya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini diperoleh dari informan (pengelola dan anggota komunitas Indonesia BTS ARMY Solo Raya dan arsip atau dokumen berupa foto yang telah dibagikan di media sosial. Keterlibatan Indonesian BTS ARMY Solo Raya dalam meningkatkan kepedulian sosial penggemar Korean-Pop yaitu dengan mengadakan berbagai kegiatan seperti kegiatan donasi maupun acara volunteer. Faktor yang menjadi hambatan dalam menjalankan kegiatan di komunitas Indonesian BTS ARMY Solo Raya (Indomysolar) ialah faktor dari internal berupa keterbatasan sumber daya terutama dalam hal pengumpulan hasil penggalangan dana yang belum mencapai target yang diinginkan, kurangnya partisipasi para anggota karena kesibukan lain, adanya perbedaan pendapat yang dapat menghambat kelancaran suatu kegiatan, kurangnya manajemen yang efektif dalam komunitas sehingga dapat menyebabkan kurangnnya efisiensi dan efektivitas dalam pelaksanaan kegiatan, kurangnya publikasi dan promosi menyebabkan kurangnya partisipasi masyarakat secara luas. Hambatan eksternal atau hambatan yang terjadi di luar komunitas yaitu, kurangnya komunikasi atau koordinasi dengan tempat diadakannya kegiatan yang dapat menyebabkan kebingungan maupun miskomunikasi sehingga dapat mengganggu jalannya kegiatan yang telah direncanakan.Kata Kunci : Civic Engagement, Komunitas, Penggemar, Korean-Pop, Kepedulian Sosial
PANCASILA SEBAGAI PONDASI PSIKOLOGIS: INTEGRASI NILAINILAI PANCASILA DAM MENGEMBANGKAN KESEJAHTRAAN PSIKOLOGIS INDIVIDU rahmah, Ade Nur; Rohman, Ujang; Ismail, Shalahudin
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan Vol 19, No 2 (2024): Jurnal PKn Progresif Volume 19 Nomor 2 Desember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/pknp.v19i2.82068

Abstract

Integrasi merupakan sebuah satu kesatuan yang memiliki rasa yang kuat dalam persatuan antara unsur yang satu dan unsur yang lainnya. Dalam nilai-nilai pancasila berlaku sebuah integrasi dalam menjalankan nila-nilai pancasila agar menjadi satu kesatuan pada kesejahteraan psikologis individu di warga negara Indonesia. Nilai-nilai pancasila merupakan sebuah nilai yang terkandung didalam lima dasar pancasila sehingga didalamnya merupakan nilai-nilai budaya yang sudah dilakukan oleh leluhur yang digali dari sejarah peradaban bangsa Indonesia sehingga tidak bisa dirubah oleh berjalannya waktu, Nilai-nilai pancasila memiliki lima nilai pancasila diantaranya nilai ketuhanan, nilai kemanusian, nilai persatuan, nilai kerakyatan dan terakhir nilai keadilan sosial. Kesejahteraan psikologis merupakan hubungan antar seseorang dengan suatu kondisi yang memiliki nilai positif, dengan adanya kesejahteraan psikologis dapat memahami diri pribadi dan memahami sebuah tujuan dan nilai kehidupan secara sehat dan berfungsi secara optimal. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui tinjauan pustaka. Dalam penelitian ini, peneliti hanya mengandalkan literatur mulai dari penelitian kepustakaan maupun kerja lapangan. Peneliti tidak perlu melakukan kerja lapangan atau bertemu langsung dengan informan. Hasil dari penelitian ini bahwa nilai-nilai pancasila merupakan landasan pedoman kehidupan setiap manusia sedangkan manusia harus memiliki kesejahteraan psikologis individu yang positif, berkehidupan yang sehat tidak ada kekerasan, permusuhan dan perdebatan. Dengan adanya integrasi akan menjadi sebuah persatuan dalam menjalankan nilai-nilai pancasila dalam pengembangan kesejahteraan psikologis individu di Indonesia.Kata Kunci : integrasi, nilai-nilai pancasila, kesejahteraan psikologis individu