cover
Contact Name
Raharjo, S.Pd., M.Sc.
Contact Email
raharjoppkn@staff.uns.ac.id
Phone
+6281914133246
Journal Mail Official
jurnalpknprogresif@mail.uns.ac.id
Editorial Address
Gedung C FKP UNS, Jl. Ir. Sutami No 36 A, Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan
ISSN : 19075332     EISSN : 26211904     DOI : https://doi.org/10.20961/pknp.v15i1.44897
The scope of Jurnal PKn Progresif are about education, civics, citizenship, Pancasila, and social humaniora
Articles 77 Documents
NILAI BUDAYA DAN IMPLEMENTASI PANCASILA PADA TRADISI MANTEN KUCING DI KABUPATEN TULUNGAGUNG Santaka, Krisna Arandiya
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan Vol 19, No 1 (2024): Jurnal PKn Progresif Volume 19 Nomor 1 Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/pknp.v19i1.86861

Abstract

Tradisi Manten Kucing adalah tradisi yang cukup terkenal di Kabupaten Tulungagung. Tradisi Manten Kucing masih rutin dilaksanakan di salah satu desa yang ada di Kabupaten Tulungagung tepatnya di Desa Pelem, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung. Tradisi ini merupakan tradisi mengarak kemudian memandikan sepasang kucing jantan dan betina untuk dimandikan di Telaga Coban. Sepasang kucing jantan dan betina akan dibawa oleh sepasang orang dengan memgenakan pakaian adat Jawa yaitu laki laki menggunakan beskap dan perempuan mengenakan kebaya. Tradisi ini biasanya diiringi dengan Tari Tiban dan Langen Beksan Tayub. Tradisi ini dimulai dari seorang linuwih desa yang bernama Eyang Sangkrah. Eyang Sangkrah bingung karena desanya mengalami kekeringan. Banyak usaha yang dilakukan Eyang Sangkrah agar Desa Pelem turun hujan. Namun, usaha tersebut tidak semuanya berhasil. Eyang Sangkrah tidak menyerah untuk memperjuangkan agar desa nya tidak kekeringan dan turun hujan. Cara tersebut adalah Eyang Sangkrah mengajak kucingnya untuk dimandikan di Telaga Coban. Akhirnya, Desa Pelem turun hujan. Tradisi ini bertujuan untuk meminta hujan. Tradisi ini mengandung nilai budaya yaitu dengan adanya tradisi ini semakin tinggi rasa cinta tanah air terhadap budaya bangsa sendiri agar tidak semakin luntur seiring perkembangan zaman ini. Tradisi ini juga mengandung nilai pancasila yaitu religus, gotong royong, persatuan. Tradisi ini tetap rutin dilaksanakan untuk menjaga tradisi budaya agar tidak hilang karena perkembangan zaman.
MENINGKATKAN KETAHANAN NASIONAL DENGAN GEOSTRATEGI DI INDONESIA An Nafiah, Farah Nabilah; Slam, Zaenul
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan Vol 19, No 2 (2024): Jurnal PKn Progresif Volume 19 Nomor 2 Desember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/pknp.v19i2.82090

Abstract

In the context of Indonesia, the concept of national resilience serves as a guideline for building the toughness and resilience of the country, as well as utilizing geographical conditions to develop national potential. Efforts to build national resilience in Indonesia include social-cultural aspects, law enforcement, and various aspects of national life. The concept of national resilience is also applied as geostrategy, which sees geographical conditions as an important resource in determining policies and directions for national development. Therefore, building national resilience through a geostrategic approach in Indonesia requires efforts to strengthen national power, maintain sovereignty, and face various threats and challenges from within and outside the country. Geostrategy in Indonesia is an approach that utilizes geographical conditions to develop national potential and face threats and challenges at the national level. This concept is closely related to national resilience, which includes natural aspects (trigger) and human-made aspects (padayatra). Geostrategy in Indonesia is also interpreted as a way to realize the aspirations of the Indonesian people as stated in the opening of the 1945 Constitution. The implementation of geostrategy in Indonesia includes various aspects such as defense, diplomacy, and exploitation of natural resources. In addition, the geostrategy in Indonesia also includes a welfare approach to the concept of national resilience, which emphasizes the balance between welfare and security in all aspects of national life. Thus, geostrategy in Indonesia is an important foundation in determining policies, and directions for national development, and maintaining the integrity and sovereignty of the country from various threats and challenges, both domestically and internationally.
PENGARUH PEMBELAJARAN KEWARGANEGARAAN TERHADAP PARTISIPASI SOSIAL SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS Puspitaningrum, Diana; Sutrisno, Sutrisno; Sunarto, Sunarto
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan Vol 19, No 1 (2024): Jurnal PKn Progresif Volume 19 Nomor 1 Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/pknp.v19i1.89218

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memahami sejauh mana pembelajaran kewarganegaraan dapat mempengaruhi tingkat partisipasi sosial siswa dengan kebutuhan khusus di lingkungan sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan analisis konten terhadap kajian-kajian yang relevan dengan tema kewarganegaraan, pendidikan inklusif, dan partisipasi sosial.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kewarganegaraan yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa berkebutuhan khusus berpotensi signifikan dalam meningkatkan partisipasi sosial mereka. Faktor-faktor seperti desain kurikulum yang inklusif, strategi pengajaran yang disesuaikan, serta dukungan yang diberikan oleh guru dan lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam memfasilitasi pengalaman pembelajaran yang efektif bagi siswa ini. Penekanan pada pengembangan keterampilan sosial, pemahaman terhadap hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta pengalaman praktik langsung dalam konteks sosial turut berkontribusi dalam meningkatkan partisipasi sosial siswa berkebutuhan khusus.Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan pendidikan kewarganegaraan yang mempertimbangkan kebutuhan khusus siswa dapat membentuk landasan yang kuat untuk meningkatkan partisipasi sosial mereka. Implikasi dari temuan ini adalah pentingnya pengembangan strategi pembelajaran yang inklusif dan mendukung bagi siswa berkebutuhan khusus, serta perluasan pemahaman terhadap bagaimana pendidikan kewarganegaraan dapat menjadi alat untuk mempromosikan integrasi sosial yang lebih baik di masyarakat.Penelitian ini memberikan kontribusi untuk peningkatan praktik pendidikan inklusif dan pengembangan kurikulum yang sensitif terhadap kebutuhan khusus siswa. Dengan demikian, pemahaman yang lebih baik tentang pengaruh pembelajaran kewarganegaraan terhadap partisipasi sosial siswa berkebutuhan khusus dapat membuka jalan bagi perbaikan pendidikan yang lebih inklusif dan berkesinambungan di masa depan.
UPAYA DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK KOTA SEMARANG DALAM MENCEGAH KEKERASAN ANAK Wardhani, Novia; Anggraeni, Alissa Riama
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan Vol 19, No 2 (2024): Jurnal PKn Progresif Volume 19 Nomor 2 Desember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/pknp.v19i2.83545

Abstract

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) bertugas membantu Walikota dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan yang ditugaskan kepada daerah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengidentifikasi 1) upaya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Semarang dalam pencegahan kekerasan anak; 2) Kendala pelayanan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Kota Semarang dalam pencegahan kekerasan anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Lokasi penelitian berada di Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A). Informan dalam penelitian ini adalah Staf Bidang Pencegahan Kekerasan terhadap Anak dan Subkoordinator Pencegahan DP3A Kota Semarang serta orang tua yang memiliki anak di bawah umur. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya DP3A Kota Semarang dalam pencegahan kekerasan anak menggunakan dua cara yaitu preventif dan represif. Adanya upaya preventif bertujuan untuk mengurangi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan sedini mungkin dan menghindari dampak buruk dari suatu masalah yang timbul kemudian. Upaya represif juga dilakukan agar tindak kekerasan terhadap anak tidak terjadi lagi di masa mendatang. Dalam upaya penanganan korban kekerasan terhadap anak, DP3A Kota Semarang memiliki beberapa program yaitu pemenuhan hak anak dan perlindungan anak. Ada beberapa hambatan untuk menegakkan kebijakan yang akan mengurangi kekerasan terhadap anak.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PICTURE AND PICTURE TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VIII PADA MATA PELAJARAN PPKn DI SMPN 2 TELUKJAMBE TIMUR KARAWANG Tantina, Tries Fitriaz
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan Vol 19, No 1 (2024): Jurnal PKn Progresif Volume 19 Nomor 1 Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/pknp.v19i1.46460

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini mengkaji tentang Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Picture and Picture Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII Pada Mata Pelajaran PPKn Di SMPN 2 Telukjambe Timur Karawang. Model picture and picture suatu kegiatan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa dalam satu kelompok kecil untuk saling berdiskusi tentang materi dalam bentuk gambar dan mengurutkan menjadi urutan yang logis sehingga siswa menjadi aktif dalam belajar dan tujuan pembelajaran dapat tercapai.Adapun, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen. Desain penelitian eksperimen dapat menerapkan pendekatan kualitatif ataupun kuantitatif. Namun pada umunya, penelitian eksperimen menerapkan pendekatan kuantitaif karena memerlukan hipotesis. Metode ini dipilih karena tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengungkapkan dampak yang ditimbulkan dari suatu perlakuan (treatmen), yaitu perlaksanaan pembelajaran yang diterapkan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.Berdasarkan analisis dan pembahasan dalam penelitian mengenai pengaruh model pembelajaran kooperatif picture and picture terhadap motivasi belajar siswa berupa hasil belajar mata pelajaran PPKn kelas VIII SMPN 2 Telukjambe Timur Karawang, penulis dapat menarik kesimpulan bahwa model pembelajaran koperatif tipe picture and picture memberikan pengaruh terhadap motivasi belajar siswa berupa hasil belajar PPKn. Hal ini dilihat dari nilai rata-rata posttest siswa kelas eksperimen sebesar 70,00 sedangkan kelas kontrol sebesar 54,25. Dari pehitungan nilai rata-rata hasil belajar kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang menggunankan model pembelajaran konvensional. Uji hipotesis menunjukan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000. Sehingga, Ho di tolak atau H1 diterima, karena nilai Sig. (2-tailed) yakni 0,000< 0,05. Kata Kunci: Picture and Pictre, Motivasi Belajar
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION) UNTUK MENINGKATKAN TANGGUNG JAWAB PESERTA DIDIK SMA NEGERI 4 SURAKARTA Sigit Jatmiko, Aris; Prasetyo, Eko
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan Vol 19, No 2 (2024): Jurnal PKn Progresif Volume 19 Nomor 2 Desember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/pknp.v19i2.86401

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan sikap tanggung jawab peserta didik melalui penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Team Achievement Division). Penelitian menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus. Setiap siklus melibatkan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan skala sikap. Analisis data dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD efektif dalam meningkatkan sikap tanggung jawab peserta didik. Pada prasiklus, sekitar 51,3% peserta didik menunjukkan sikap tanggung jawab, siklus I menunjukkan  peningkatan yaitu 72,9% pada siklus II presentase peserta didik yang memiliki sikap tanggung jawab mencapai 89,1%. Saran yang dapat diberikan adalah bagi guru untuk mempertimbangkan model ini sebagai alternatif solusi dalam menghadapi masalah sikap tanggung jawab peserta didik. Peserta didik juga perlu lebih aktif dalam menunjukkan sikap tanggung jawab dan kesungguhan dalam belajar. Kepala sekolah dapat mempertimbangkan penggunaan model STAD dalam merancang kebijakan terkait variasi pembelajaran.Kata Kunci: Sikap Tanggung Jawab, Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD
STRATEGI PENGUATAN DEMOKRASI AGONISTIK PADA BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (STUDI PADA BEM FKIP UNS) Ismi, Ismi; Rasyid, Machmud Al; Yuliandari, Erna
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan Vol 19, No 1 (2024): Jurnal PKn Progresif Volume 19 Nomor 1 Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/pknp.v19i1.88844

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan strategi untuk menguatkan demokrasi agonistik mahasiswa dalam lingkungan BEM FKIP UNS; (2) Mendeskripsikan hasil dari penguatan demokrasi agonistik terhadap kualitas demokrasi di lingkungan BEM FKIP UNS dalam perspektif Pendidikan Kewarganegaraan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, serta analisis dokumen. Pengambilan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Lokasi penelitian pada BEM FKIP UNS  Kabinet Alterasi 2023. Pengujian validitas data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian yang didapatkan adalah sebagai berikut. Pertama, BEM FKIP UNS melaksanakan penguatan demokrasi agonistik melalui kegiatan yang diselenggarakan oleh organisasi tersebut seperti Rapat Harian Terbatas (RHT), pembinaan di masing-masing kementerian, LKMM-D, dan kegiatan kepanitiaan, bentuk penguatan yang dilakukan adalah dengan menciptakan kontestasi dan perdebatan yang sehat, menciptakan kebebasan dan kesetaraan dalam berpendapat, serta adanya kepastian terhadap pluralisme. Kedua, hasil dari penguatan demokrasi agonistik terhadap kualitas demokrasi di lingkungan BEM FKIP UNS yaitu dapat meningkatkan partisipasi aktif dari anggota dan pengurus organisasi, menumbuhkan kemampuan untuk mengelola konflik secara melembaga, dan mampu bersikap terbuka terhadap adanya perbedaan dan menjunjung tinggi nilai toleransi dimana hal ini menunjukkan adanya keterampilan kewarganegaran dan sikap kewarganegaraan dalam diri anggota dan pengurus BEM FKIP UNS.