cover
Contact Name
Sri Rahmadhani Siregar
Contact Email
englishjournaltbi@gmail.com
Phone
+6281361183515
Journal Mail Official
englishjournaltbi@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan Jl. T. Rizal Nurdin Km. 4,5 Sihitang Padangsidimpuan Sumatra Utara 22733 Indonesia
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
English Education: English Journal for Teaching and Learning
Core Subject : Education,
English Education: English Journal for Teaching and Learning which is later called EEJ is a journal published by Tarbiyah and Teacher Training Faculty IAIN Padangsidimpuan every June and December. EEJ focuses on teaching and learning of English as a foreign language. English Education : English Journal for Teaching and Learning related into some scopes on English Teaching Methodology, Structure and Grammar, Speaking Skill, Listening Skill, Reading Comprehension, Writing Skill, Morphology, Semantic Pragmatic, Discourse Analysis, Syntax, Translation, Phonology, Pronounciation, Language Acquisition, Vocabulary, Linguistics, Psycholinguistics, Sociolinguistics and Literature.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 02 (2015)" : 10 Documents clear
PHASAL REALIZATIONS IN CLASSROOM DISCOURSE A Systemic-Functional Analysis Raudhah, Fatma
English Education : English Journal for Teaching and Learning Vol 3, No 02 (2015)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ee.v3i02.1210

Abstract

Masalah yang diteliti dalam jurnal ini adalah (1) realisasi fasa (phasal realizaliations) dalam wacana kelas dihubungkan dengan jenis pola fasa dan sub-fasa, (2) cara guru merealisasikan fasa dan sub-fasa dalam wacana kelas, dan (3) realisasi leksika-gramatika dalam wacana kelas dihubungkaitkan dengan fasa dan sub-fasa. Kajian ini berasaskan data dimana bahan-bahan dipilih sebagai data kajian. Pendekatan kajian ini bersifat kualitatif-deskriptif dengan pemerhatian sebagai kaedah kajian. Subjek penelitian adalah 4 orang guru BahasaInggris.4 wacana kelas-dalam-teks (Classroom discourse-in-text) dipilihsebagai data. Pengumpulan data dibuat melalui rekaman audio-visual dan transkripsi. Data dianalisis menggunakan kaedah analisis model Young. Instrument utama kajian adalah peneliti sendiri. Instrumen sekunder adalah (1) skema klasifikasi aspek-aspek semiotic yang menjadi tumpuan kajian, (2) lembaran-lembaran data mengandung 4 wacanakelas-dalam-teks, dan (3) catatan-catatan pada setiap proses pembelajaran-dalam-teks. Penemuan kajian ini menunjukkan bahwa pada keseluruhannya, wacana kelas-dalam-teks (Classroom Discourse-in-texts) lazimnya dicirikan oleh: (1) fungsi makro yang paling utama adalah Pembuktian (SU) manakala Kesimpulan (CO) yang paling kurang menonjol, (2) fungsi mikro paling utama adalah Pertukaran (IC) dan Permintaan maaf (AP) yang paling kurang ketara. Corak fungsi-mikro memamerkan perubahan yang dinamik, sementara corak fungsi-mikro menunjukkan bagaian yang amat dinamik.
Priming Model of Words Comprehension in Second Language Acquisition Vinde, Sokhira Linda
English Education : English Journal for Teaching and Learning Vol 3, No 02 (2015)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ee.v3i02.1205

Abstract

Penelitian ini mengacu pada penguasaan kosa kata dalam pemerolehan bahasa asing. Penelitian ini khusus menginvestigasi penggunaan Priming Model (menjelaskan suatu kata melalui contoh-contoh dan penjelasan yang dekat dengan konteks kata) dari peguasaan kata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana penguasaan kata-kata melalui Priming Model dan pengaruh dari  Priming Model terhadap penguasaan kosa kata siswa. Selanjutnya, penelitian ini mengacu pda pendekatan qualitatif dan pendekatan eksperimental yang khusus menelusuri fenomena dari bagaimana siswa memperoleh bahasa dan memahami kata dengan menggunakan Priming Model. Lalu, responden-responden merupakan siswa yang dikategorikan sebagai siswa dengan pengetahuan rendah tentang materi bahasa inggris yang telah belajar dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), sedangkan responden lainnya yaitu siswa yang pengetahuannya dikategorikan high profeciency, sebab mereka telah belajar materi bahasa inggris hingga duduk dibangku kuliah. Lebih lanjut, dalam pengumpulan data, test sangatlah diperlukan. Tes disini merukan tes tertulis dan lisan terhadap dua kategori responden. Hasilnya, diketahui bahwa Priming Model membantu siswa menganalisa dan memahami kata dengan mudah secara konteks dan teks dalam pembelajaran pemerolehan bahasa.
A CONTRASTIVE ANALYSIS BETWEEN PERSONAL PRONOUN IN ENGLISH AND ARABIC LANGUAGE Zainuddin Zainuddin
English Education : English Journal for Teaching and Learning Vol 3, No 02 (2015)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ee.v3i02.1211

Abstract

Tulisan ini membahas tentang analisis perbedaan antara kata ganti dalam bahasa Inggris "English Language". Oleh karena itu, ini bertujuan untuk menggaris bawahi perbedaan dan persamaan yang mendasar antara bahasa Inggris dan bahasa Arab dalam konteks personal pronoun atau yang umum disebut kata ganti orang. Selanjutnya, terminologi-terminologi yang dipakai dalam tulisan ini adalah penguraian-penguraian defenisi, bentuk, dan fungsi dari personal pronoun itu sendiri, baik dalam bahasa Inggris maupun dalam bahasa Arab. Hasilnya adalah bahwa ada perbedaan dan persamaan antara personal pronoun dalam bahasa Inggris dan bahasa Arab yang peneliti kaji melalui library reserach (mengkaji teori-teori dengan membaca secara detail beberapa buku yang berkaitan dengan terminologi yang dipakai.
CONTENT VALIDITY AND BLOOM’S TAXONOMY IN LANGUAGE TESTING INSTRUMENT Ira Maisarah
English Education : English Journal for Teaching and Learning Vol 3, No 02 (2015)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ee.v3i02.1206

Abstract

Dalam penilaian bahasa, kita lebih cenderung memperhatikan apakah tes yang diberikan dapat menunjukkan skor yang akurat untuk menunjukan kemampuan peserta didik. Terkait dengan aspek kognitif, guru-guru juga turut merancang kurikulum yang harus bisa mencapai setiap level pada ranah kognitif. Oleh karena itu, guru dapat menggunakan taxonomy Bloom untuk membantu membangun persfektif dalam perencanaan pendidikan. Selanjutnya, validitas isi sebagai alat ukur juga dapat digunakan untuk mengetahui apakah peserta didik telah mencapai atau tidak tujuan pembelajaran. Dalam penelitian ini, peneliti membahas tentang validitas isi dan taxonomy Bloom yang digunakan didalam merancang instrument tes mata kuliah Reading dan Grammar di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP YPM Bangko. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah kedua instrument tes ini telah memenuhi atau tidak validitas isi dan memenuhi standar taxonomy Bloom tersebut sesuai dengan target pencapaian yang harus diraih oleh setiap peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen untuk mata kuliah Reading telah di rancang berdasarkan validitas isi sesuai dengan tujuan instruksional pembelajaran. Artinya, asesmen yang dirancang memenuhi standar taxonomy Bloom mulai dari application, analysis, dan synthesis. Dengan demikian, siswa telah diajak untuk berpikir secara mendalam. Sementara itu, untuk mata kuliah Grammar, asesmen yang dirancang masih berada pada level knowledge dan comprehension. Artinya, asesmen untuk mata kuliah ini masih perlu diperbaiki. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa setiap dosen Bahasa Inggris harus memperhatikan capaian pembelajaran setiap mata kuliah didalam merancang asesmen.
IMPROVING STUDENTS’ ABILITY IN WRITING PROCEDURE TEXT BY USING REALIA Maryati Salmiati
English Education : English Journal for Teaching and Learning Vol 3, No 02 (2015)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ee.v3i02.1207

Abstract

Menulis teks merupakan salah satu ketrampilan dalam pembelajaran bahasa Inggris di tingkat Sekolah Menegah Atas. Dalam tulisan ini penulis menjelaskan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan di MAN 1 Medan, dengan menggunakan Realia dalam meningkatkan kemampuan menulis procedure text. Realia adalah benda yang nyata dan barang barang yang dapat dibawah ke ruangan kelas sebagai contoh atau alat bantu yang dapat digunakan guru untuk membantu menjelaskan materi pembelajaran. Dalam penelitian tindakan kelas ini di dapatkan hasil penggunaan relia dapat menciptakan kehangatan, dan antusias murid dalam menulis procedure text, dengan melakukan 2 cycle ditemukan bahwa relia dapat meningkatkan kemmapuan menulis procedure text.
AUTHENTIC ASSESSMENT FOR READING COMPREHENSION Eka Sustri Harida
English Education : English Journal for Teaching and Learning Vol 3, No 02 (2015)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ee.v3i02.1202

Abstract

Assessment adalah penilaian siswa terhadap kemampuan mereka dalam bidang tertentu yang bertujuan untuk menganalisis sejauh mana siswa mampu menguasai bidang tertentu yang diujikan. Sedangkan, authentic adalah jelas, real, atau realia. Kemudian, Reading Comprehension merupakan proses penyampauin informasi sipenulis kepada halayak umum termasuk siswa yang biasa disebut sipembaca. Maka dari itu, siswa perlu memahami terlebih dahulu aspek-aspek yang penulis tuangkan dalam teks yang dibaca, contohnya: bagaimana siswa memahami topik, kalimat utama, kalimat pendukung, dan kesimpulan. Oleh karena itu, authentic assesment dalam memahami bacaan merupakan penilaian kemampuan siswa terhadap hasil membaca siswa yang bertujuan untuk melihat kondisi hasil akhir tergantung pada guru menilai kemampuan membaca siswa nya melalui tes-tes yang real atau realia, jelas dan nyata.
THE USE OF CODE-SWITCHING IN ENGLISH EDUCATION STUDY PROGRAM AT STATE ISLAMIC COLLEGE OF JURAI SIWO METRO (An Analysis of the students’ language attitude toward English-Indonesian Code Switching) Syahreni Siregar
English Education : English Journal for Teaching and Learning Vol 3, No 02 (2015)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ee.v3i02.1208

Abstract

Dalam proses belajar mengajar, beberapa siswa menggunakan bahasa Indonesia-Inggris dan sebaliknya, sebab mereka fikir sangatlah susah menjelaskan suatu topik menggunakan bahasa inggris. Oleh karena itu, sangat diperlukan pembelajaran sikap berbahasa atau berinteraksi dengan mengalihkan kode berbahasa Inggris-Indonesia atau Indonesia-Inggris “Code Switching”. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengivestigasi sikap berbahasa siswa terhadap alih kode bahasa Inggris-Indonesia dalam pembelajaran diruang kelas. Selajutnya, penelitian ini menggunakan pendekatan qualitatif serta menggunakan tekhnik purposive sampling yg didasarkan pada tujuan peneliti atas dasar hal-hal tertentu. Kemudian, ada 6 mahasiswa STAIN Jurai Siwo Metro pada semester 4 yang menggunakan alih kode bahasa Inggris-Indonesia dalam pembelajaran diruang kelas. Observasi, interview, dan skala semantic differential sebagai alat pengumpulan hasil data. Dan dari hasilnya, diketahui bahwa mahasiswa menggunakan alih kode bahasa Inggris-Indonesia dalam pembelajaran diruang kelas. Alasan utama dikarenakan penggunaan alih kode bahasa Inggris-Indonesia sebagai strategi yang interaktif, dan bisa memfasilitasi pembelajaran serta mereka bisa lebih mengerti dengan menggunakan alih kode bahasa Inggris-Indonesia. Lebih lanjutnya, sikap berbahasa mereka itu merupakan sikap berbahasa yang positif. Hal itu diketahui dari hasil tabel data dari alat pengumpulan data yang diberikan kepada mahasiswa bahwa 50% positif, 33% antara positif dan negatif dan 17% negatif.
APPLYING STORY PYRAMID STRATEGY IN COMPREHENDING RECOUNT TEXT S.B Panggabean
English Education : English Journal for Teaching and Learning Vol 3, No 02 (2015)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ee.v3i02.1209

Abstract

Membaca  teks adalah salah satu ketrampilan  yang harus dikuasai oleh siswa. Guru telah menggunakan  banyak perbedaan strategi dalam mengajar yang bertujuan untuk mencapai kemampuan dalam memahami bacaan.  Tulisan ini menyajikan story pyramid strategy dalam memahami recount text. Siswa yang diajarkan dengan strategi ini memiliki motivasi lebih tinggi dalam memahami bacaan. Strategi ini membantu murid – murid menunjukkan sesuatu dengan tepat sebuah teks recount. Strategi ini membantu siswa. Story pyramid membantu siswa dengan rangka berpikir untuk mengidentifikasikan generic stucture dalam recount text, kemudian strategy ini menolong siswa untuk meningkat kemampuan membaca.
IDENTIFYING SENSES ON PROSTITUTION ISSUE AT JALAN BARU PADANGSIDIMPUAN Hamka Hamka
English Education : English Journal for Teaching and Learning Vol 3, No 02 (2015)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ee.v3i02.1204

Abstract

Mengidentifikasi sense dalam keberagaman sangatlah penting untuk mensahkan ide, aksi dan membuat keputusan. Sense adalah sensor makna atau pengalaman sosial alami. Umumnya, makna atau pengalaman sosial  berada pada fenomena yang kabur. Ini juga disebut issu atau wacana. Issu dari penelitian ini adalah prostitusi di Jalan Baru Padangsidimpuan. Berdasarkan pengetahuan dasar masyarakat, sense adalah kekal dengan keberagaman. Jadi, sebuah penelitian sangatlah dibutuhkan untuk memperjelas sebuah issu atau wacana. Secara teori, penelitian ini adalah tentang issu dengan menganalisis konteks sosial. Analisisnya menggunakan Metafungsi bahasa. Sense dikategorikan sebagai proses mental dalam mewujudkan pengalaman. Pengalaman itu kemudian dihubungkan dengan fungsi logis bahasa. Dengan menggambarkan proses sense (pemahaman sebagai proses mental, tanggapan dan tindak lanjut sebagai fungsi logis bahasa), penelitian ini menemukan bahwa subjek penelitian telah mengetahui dengan baik (87,50%) Jalan Baru Padangsidimpuan dengan bepergian ke sana sebagai tempat yang kurang bermoral. Ini seperti tempat maksiat, kurang bermoral, penuh dosa. Mereka menanggapi (73,06%) dengan mengunjunginya pada pagi, siang, sore hari, malam, tengah malam dan bisa sampai pagi dini hari menikmati tempat itu. Untuk tindak lanjut (57,13%), subjek dominan hanya ingin menikmati tempat itu untuk kesenangan sendiri tanpa meminta orang lain datang. Maksunya, tempat tempat di Jalan Baru Padangsidimpuan adalah terbuka untuk siapapun. Tidak ada undangan secara sah mengunjunginya dan semuanya bermaksud mendapatkan kesenangan secara peribadi. Ini sangat membantu untuk memperjelas kondisi tempat itu untuk diinvestigasi oleh polisi, pemerintah dan masyarakat untuk membuat aksi atau tindak lanjut dari penelitian ini.
TASK BASED LANGUAGE TEACHING: THEORY AND GUIDANCE FOR CLASSROOM PRACTICES Sojuangon Rambe
English Education : English Journal for Teaching and Learning Vol 3, No 02 (2015)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ee.v3i02.1203

Abstract

Task Based Language Teaching (TBLT) merupakan salah satu pendekatan pembelajaran Bahasa Inggris yang berfokus kepada upaya pembelajaran bahasa melalui penyelenggaraan kegiatan berbahasa di dalam kelas, sebagai reaksi terhadap paradigma lama yang mengajarkan bahasa di dalam kelas. Pada umumnya task—kegiatan berbahasa yang dimaksud—disyaratkan harus memiliki pemakaian di dunia nyata, terkecuali sejumlah pola bahasa dan interaksi penting yang sulit dicari aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Konsepsi tentang task merupakan fokus dan titik tumpu pada pendekatan ini, sehingga bisa dikatakan  bahwa task sebagai mata pelajaran, rangkaian task-task sebagai silabus dan penguasaan rangkaian task tersebut sebagai tujuan instruksional jangka panjang. Pendekatan ini pada mulanya diciptakan oleh N. Prabhu di India pada tahun 1980-an dan sekarang paradigma dan aplikasinya sudah mengglobal.

Page 1 of 1 | Total Record : 10