cover
Contact Name
Sofyan Musyabiq Wijaya
Contact Email
obiqwijaya@gmail.com
Phone
+6281559678993
Journal Mail Official
jkunila@gmail.com
Editorial Address
Jl Prof.Dr.Soemantri Brojonegoro No 1 , Bandar Lampung, Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JK Unila (Jurnal Kedokteran Universitas Lampung)
Published by Universitas Lampung
ISSN : 25273612     EISSN : 26146991     DOI : 10.23960/jku
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung (JK Unila) is a journal of scientific publications published every six months using a peer review system for article selection. Jurnal Kedokteran Universitas Lampung (JK Unila) can receive original research articles relevant to medicine and health, meta-analysis , case reports and medical science update.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2019): JK Unila" : 20 Documents clear
GAMBARAN PENDERITA PERFORASI APENDISITIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2016-2017 sukulima, aryaputri
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 2 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i2.2592

Abstract

Latar Belakang :Angka kejadian apendisitis di Indonesia tahun 2014 menunjukan jumlah apendisitis yang dirawat di rumah Sakit sebanyak 4.351 kasus. Jumlah ini meningkat drastis dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu sebanyak 3.236 orang.Awal tahun 2014, tercatat 1.889 orang di Jakarta yang dirawat di rumah Sakit akibat apendisitis. Kementrian Kesehatan menganggap apendisitis merupakan isu prioritas kesehatan di tingkat local dan nasional karena mempunyai dampak besar pada kesehatan masyarakat (Kemenkes RI, 2013). Tujuan Penelitian :Diketahui gambaran penderita perforasi apendisitis pada penderita apendisitis akut dewasa di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2017. Metode Penelitian :Jenis penelitian kuantitatif, rancangan deskriptif. Populasi seluruh pasien penderita apendisitis akut dewasa sebanyak 151 orang. Sampel sebanyak 110 orang dengan teknik random sampling. Pengambilan data menggunakan lembar Observasi data rekam medik. Teknik analisis data menggunakan uji statistik Univariat. Hasil penelitian : Distribusi frekuensi usia pasien perforasi apendisitis, sebagian besar adalah usia 20-30 tahun sebanyak 48 pasien (43,63%). Distribusi frekuensi jenis kelamin pasien perforasi apendisitis, sebagian besar adalah laki-laki sebanyak 92 pasien (83,63%). Distribusi frekuensi suhu tubuh pasien perforasi apendisitis, sebagian besar dengan suhu tubuh >37,5°C sebanyak 103 pasien (93,63%). Distribusi frekuensi kadar leukosit pasien perforasi apendisitis, sebagian besar dengan kadar leukosit >18.000/mm sebanyak 84 pasien (76,36%). Kata Kunci    : Perforasi Appendisitis, Usia, Jenis Kelamin, Suhu Badan, Jumlah Leukosit 
Peran Zat Besi terhadap Adaptasi Fisiologis Ibu Hamil dengan Anemia Akibat Malaria di Daerah Endemis Malaria Kabupaten Pesawaran Efriyan Imantika; Dian Isti Angraini
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 2 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i2.2494

Abstract

Malaria merupakan infeksi oleh parasit golongan Plasmodium yang hidup dan berkembang biak di dalam sel darah merah manusia. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles betina. Lima daerah di Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung dengan kasus positif malaria tertinggi terjadi di 4 wilayah kerja Puskesmas yaituPuskesmas Hanura dengan jumlah kasus terbanyak yaitu 1.738 kasus,Puskesmas Padang Cermin 91 kasus, dan Puskesmas Pedada 82 kasus.Di Indonesia, kasus Malaria pada ibu hamil terjadi 66 kasus dari perkiraan jumlah ibu hamil sebanyak 4.066tahun 2014. Di dunia, kematian terjadi pada 10.000 wanita hamil dan 200.000 bayi setiap tahunnya akibat malaria dalam kehamilan. Di Kabupaten Pesawaran propinsi Lampung, angka kesakitan (Annual Parasite Incidence) sebesar 4,44 per 1000 penduduk berisiko. Malaria pada ibu hamil meningkatkan risiko kematian pada wanita hamil dan janin yang dikandungnya. Efek Malaria terhadap janin berupa anemia, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), pertumbuhan janin terhambat, kelahiran prematur dan kematian perinatal. Menggunakan metode penelitian analitik observasional dengan rancangan penelitian cohort retrospektif. Uji hipotesis yang digunkan yaitu Independent t-testyaitu peneliti mempelajari peran pemberian zat besi terhadap adaptasi fisiologi ibu hamil yang terdiagnosis dengan anemia akibat infeksi Malaria. Pemberian zat besi sebanyak 30-60 buah selama 4-6 minggu pada kelompok yang anemia dan normal, memberikan perbedaan frekuensi nadi (89.7 ±7.6vs78.6 ±8.1; p=0.001; IK 95% (-16.2-(-5.9)) dan selisih kadar hemoglobin sebelum dan sesudah pemberian tablet zat besi bermakna secara statistik (1.1±0.4 vs0.6 ±0.4; p=0.001; IK 95% (-0.8-(-0.3)). Pemberian tablet zat besi pada ibu hamil sebanyak 30-60 buah selama 4-6 minggu menyebabkan adaptasi fisiologis berupa peningkatan frekuensi nadi 11.3 kali pada kelompok anemia akibat Malaria dan peningkatan kadar hemoglobin sebesar 0.53 mg/dL.Keyword: Zat besi, adaptasi fisiologis, anemia, malaria
Tatalaksana Terkini Acne Vulgaris Sibero, Hendra Tarigan; Putra, I Wayan Ardana; Anggraini, Dwi Indria
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 2 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i2.2520

Abstract

Akne vulgaris (AV) termasuk penyakit yang dapat sembuh sendiri (self-limited disease). Penyakit ini dapat ditemukan di segala usia. Yang merupakan peradangan kronik dari unit folikel pilosebasea. Penyebabnya multifaktor dengan gambaran klinis berupa komedo, papul, pustul, nodus dan kista. Penyebab pasti AV masih belum diketahui, namun telah dikemukakan beberapa etiologi yang diduga turut berperan terdiri atas faktor intrinsik yaitu diperkirakan produksi sebum yang meningkat, hiperkeratinisasi folikel rambut, koloni bakteri propionibacterium (P. Acne ), dan inflamsi serta faktor ekstrinsik yaitu stres, iklim/suhu/kelembaban, kosmetik, diet dan obat-obatan. Oleh karena itu artikel ini bertujuan untuk memaparkan tatalaksana terkini dari acne vulgaris. Tatalaksana terkini dan tatalaksana terdahulu dari acne vulgaris tidak jauh berbeda, Pengobatan terkini sangat dianjurkan mengingat kemajuan teknologi dapat mempercepat penyembuhan acne dan meminimalisir gejala sisa dari acne vulgaris.Kata Kunci : Akne Vulgaris, tatalaksana akne
Gambaran Laboratorium pada Sindroma Nefrotik Tjiptaningrum, Agustyas; Aulia, Diana
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 2 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i2.2500

Abstract

Seorang anak perempuan usia 13 tahun, datang ke IGD RSUPN Cipto Mangunkusumo dengan keluhan bengkak seluruh badan.. Tiga bulan sebelum masuk RS, terdapat bercak merah di dahi, pinggang, perut, dan kaki, bercak terasa gatal, berobat ke puskesmas diberi obat oles. Setelah dioleskan obat bercak merah bertambah merah sehingga obat dihentikan. Dua bulan sebelum masuk RS, wajah, kaki, dan tangan bengkak, BAK banyak, tidak nyeri, warna urin kadang bening kadang seperti air cucian daging, volume urin banyak, tidak ada demam, riwayat batuk pilek dan sakit tenggorokan disangkal. Pasien berobat ke puskesmas Cibinong dan mendapat obat tablet warna hijau dan amoksisilin. Setelah minum obat ada perbaikan.Dua hari sebelum masuk RS, wajah pasien bengkak, kaki dan tangan juga bengkak. Keluhan disertai mual dan muntah. Riwayat alergi anak maupun keluarga semua disangkal.Pada pemeriksaan fisik tampak sakit sedang, hipertensi dengan tekanan darah 160/100 mmHg, konjungtiva palpebrae anemis, edema pada palpebra superior, wajah, dan kedua ekstremitas, serta asites. Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan proteinuria(+3), leukosituria, hematuria, uremia, peningkatan kreatinin, hipoalbuminemia, hiperkolesterolemia, anemia, leukositosis, dan trombositosis. Berdasarkan data diatas, pasien didiagnosis sebagai sindroma nefrotik dengan diagnosis banding nefritis akut. Untuk pemeriksaan lanjutan disarankan pemeriksaan protein total, protein kuantitatif urin, anti streptolisin O, anti nuclear antibody (ANA), anti dsDNA, C3 dan C4.Kata kunci: edema, hipertensi, kreatinin, proteinuria, uremia, sindroma nefrotik
Gambaran Pemeriksaan Serologi IgM dan IgG Dengue dengan Limfosit Plasma Biru pada Pasien Demam Berdarah Dengue di RSUD Pesawaran Lampung Karima, Nisa Karima
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 2 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i2.2580

Abstract

Infeksi dengue merupakan penyakit yang penyebarannya sangat cepat di dunia. Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya pada provinsi Lampung yang penyebarannya semakin luas dan cenderung meningkat sehingga berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Kunci keberhasilan penanganan pasien dengan infeksi dengue, salah satunya adalah melakukan pemeriksaan darah lengkap. Diagnosis infeksi Dengue dapat dilakukan secara tepat setelah melalui uji serologi di laboratorium, yaitu pemeriksaan immunoglobulin G (IgG) dan immunoglobulin M (IgM).   Dalam penegakan diagnosis infeksi dengue juga dapat dengan pemeriksaan Limfosit Plasma Biru (LPB). Pemeriksaan LPB merupakan cara yang sederhana, murah dapat dilakukan di Puskesmas. Pemeriksaan tersebut dapat membantu dignosis terutama di daerah dengan fasilitas laboratorium yang sederhana. Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional laboratorik dengan desain cohort study.  Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling, yaitu semua pasien dengan diagnosis klinis infeksi dengue di RSUD Pesawaran yang memenuhi kriteria penelitian pada bulan Mei sampai Agustus 2019. Pengolahan dan analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil pada penelitian ini adalah LPB positif sebanyak 34,4% dan LPB positif 65,6%. Pada pasien yang ditemukan LPB, jumlah pasien yang mempunyai nilai IgG positif lebih banyak dua kali daripada nilai positif IgM.
Gambaran Pemeriksaan Serologi IgM dan IgG Dengue dengan Limfosit Plasma Biru pada Pasien Demam Berdarah Dengue di RSUD Pesawaran Lampung Ayu, Putu Ristyaning; Karima, Nisa
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 2 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i2.2495

Abstract

Infeksi dengue merupakan penyakit yang penyebarannya sangat cepat di dunia. Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya pada provinsi Lampung yang penyebarannya semakin luas dan cenderung meningkat sehingga berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Kunci keberhasilan penanganan pasien dengan infeksi dengue, salah satunya adalah melakukan pemeriksaan darah lengkap. Diagnosis infeksi Dengue dapat dilakukan secara tepat setelah melalui uji serologi di laboratorium, yaitu pemeriksaan immunoglobulin G (IgG) dan immunoglobulin M (IgM). Dalam penegakan diagnosis infeksi dengue juga dapat dengan pemeriksaan Limfosit Plasma Biru (LPB). Pemeriksaan LPB merupakan cara yang sederhana, murah dapat dilakukan di Puskesmas. Pemeriksaan tersebut dapat membantu dignosis terutama di daerah dengan fasilitas laboratorium yang sederhana. Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional laboratorik dengan desain cohort study. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling, yaitu semua pasien dengan diagnosis klinis infeksi dengue di RSUD Pesawaran yang memenuhi kriteria penelitian pada bulan Mei sampai Agustus 2019. Pengolahan dan analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil pada penelitian ini adalah LPB positif sebanyak 34,4% dan LPB positif 65,6%. Pada pasien yang ditemukan LPB, jumlah pasien yang mempunyai nilai IgG positif lebih banyak dua kali daripada nilai positif IgM.Kata kunci: infeksi dengue, IgG, IgM, LPB
Hubungan Efikasi Diri dan Identitas Profesional Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Sari, Merry Indah; Oktaria, Dwita; Oktafany, Oktafany
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 2 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i2.2521

Abstract

Profesionalisme merupakan salah satu kompetensi yang wajib dimiliki oleh mahasiswa kedokteran yang nanti menjadi seorang dokter. Profesionelisme dokter yang merupakan dasar kontrak sosial antara masyarakat dengan profesi kedokteran telah menjadi perhatian dengan maraknya kasus kasus pelanggaran profesionalisme. Namun perilaku profesional bukanlah satu satunya aspek profesionalisme yang diperukan. Identitas profesional merupakan faktor yang harus diajarkan di institusi pendidikan. Fakultas kedokteran diwajibkan untuk mampu mengembangkan identitas profesional mahasiswa. Identitas profesional merupakan bagaimana seseorang mempersepsikan dirinya dengan suatu profesi. Perkembangan identitas profesional ini dipengaruhi oleh faktior di dalam dan di luar institusi pendidikan. Efikasi diri merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi partisipasi mahasiswa dalam pembelajaran dan akhirnya mempengaruhi identitas profesional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri dan identitas profesional akan membantu institusi dan juga para dosen untuk mengembangkan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan identitas profesional. Penelitian ini dilakukan dengan responden mahasiswa fakultas kedokteran dari seluruh jenjang pendidikan. Sampel diambil dengan metode stratified random sampling. Sebanyak 287 mahasiswa menjadi sampel dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner efikasi diri dan kuesioner identitas profesional. Hasil penelitian didapatkan skor efikasi diri mahasiswa adalah 136,25 dan skor identitas profesional 81.10. Analisis Bivariat dilakukan dengan uji Pearson dan didapatkan hubungan yang bermakna antara efikasi diri dan identitas profesional mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas LampungKata Kunci: efikasi diri, identitas profesional, profesionalisme
Cover JK Admin JK Unila
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 2 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i2.2501

Abstract

Cover JK
Visum et Repertum Socialization by RRI Medan Radio Broadcasting Petrus, Asan
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 2 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i2.2575

Abstract

Background; Visum et repertum (VeR) as a form of report on the results of examinations of victims of crime, both living victims and death victims, is one of the services provided by doctors who can help law enforcement in upholding justice. Visum et Repertum as evidence that plays a role in the process of proving a criminal case against the health and mentality of humans certainly requires a form that is informative and correctly made. But in reality, based on several studies, it was found that VeRs are mainly made with poor quality, including in PKU Muhammadiyah Jogja Hospital (27.4%) 1, in Arifin Pekanbaru Hospital (37.11%), in Dumai Hospital (37.46%) 2 and several other service units that have been studied are also not much different. That is why we, from the Forensic Department of Faculty of Medicine of USU, are very concerned about this. In our collaboration with RRI Pro 1 FM 94.3 conducting an interactive dialogue about VeR. Method; interactive dialogue through RRI Medan radio broadcasts. Results; currently it cannot be evaluated, we hope that in the next 5 years we will get the desired change. Discussion; based on previous research that mainly VeR is considered poorly made so that the Department of Forensics through cooperation between RRI Medan and the Faculty of Medicine of USU conducted an inspirational interactive dialogue broadcast with the theme of the VeR in addition to the Forensic Department with the above objectives also actively conducting research activities, seminars , training related to the making of VeR, and because this activity is an initial activity, it cannot be evaluated right away. We hope that in the next 5 years there will be a change in the result of good quality VeR. Conclusion; VeR socialization activities through interactive dialogue on RRI radio broadcasts are one of the ways sought by the Forensic Department to improve the ability of general practitioners in making VeR.
Perbandingan Uji Diagnostik Siriraj Stroke Score dan Algoritma Stroke Gadjah Mada Sebagai Prediktor Jenis Stroke di RS Sentra Medika Bekasi Hanif Fakhruddin; Lisa Nurmalia
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 2 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i2.2496

Abstract

Stroke menurut World Health Organization adalah sindrom klinis yang berkembang cepat akibat gangguan otak fokal maupun global dengan gejala klinis yang berlangsung selama 24 jam atau lebih dan dapat menyebabkan kematian tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain kelainan vascular. Penanganan stroke yang tepat dilakukan berdasarkan jenisnya yang dibedakan menjadi stroke perdarahan atau stroke iskemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan uji diagnostik skor Stroke Siriraj dengan algoritma Stroke Gadjah Mada sebagai prediktor jenis stroke. Penelitian ini merupakan penelitian uji diagnostik dengan pendekatan cross sectional untuk. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang, Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien stroke tahun 2017 – 2018. Sampel yang digunakan sebanyak 50 responden dengan teknik purposive sampling. Data diambil secara primer dengan observasi langsung dan sekunder dengan rekam medik. Data dilakukan uji diagnostik dengan menilai sensitivitas, spesifisitas dan akurasi. Hasil penelitian diketahui rerata usia adalah 53,4+9,285 tahun, responden sebagian besar adalah laki – laki (64%). Responden terbanyak adalah buruh (34%) dan paling sedikit PNS (10%). Responden tingkat pendidikan terbanyak adalah lulusan SMA (36%) dan paling sedikit yaitu lulusan SMP (18%). Nilai diagnostik SSS yaitu, sensitivitas 0,75, spesifisitas 0,93, akurasi 0,8, nilai duga positif 0,96 dan nilai duga negatif 0,59. Sedangkan ASGM memiliki nilai sensitivitas 0,89, spesifisitas 0,86, akurasi 0,88, nilai duga positif 0,94 dan nilai duga negatif 0,75. Simpulan bahwa ASGM memiliki nilai akurasi dan spesifisitas lebih tinggi dibandingkan SSS, namun sensitivitasnya lebih rendah.Kata kunci: algoritma stroke Gadjah mada, skor stroke Siriraj, uji diagnostik

Page 1 of 2 | Total Record : 20