cover
Contact Name
Hafizh Al Fikri
Contact Email
hafizalfikri@ikj.ac.id
Phone
+6281380151716
Journal Mail Official
jurnal@senirupaikj.ac.id
Editorial Address
Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta Kompleks Taman Ismail Marzuki Jalan Cikini Raya No. 73, Cikini Kec. Menteng Kota Jakarta Pusat, 10330
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Senirupa Warna (JSRW)
ISSN : 23551682     EISSN : 26857618     DOI : https://doi.org/10.36806
JSRW supports the vision and mission of FSR-IKJ to publish works of a scientific nature within FSR-IKJ and beyond. Works published must discuss discourses of arts (either fine or applied) in the fields related to visual aspects, such as fine arts, design, craft, visual narratives, and forms of art that utilize the new media.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2018): Seni dan Transformasi" : 8 Documents clear
SENI DAN TRANSFORMASI Iwan Gunawan
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 6 No. 2 (2018): Seni dan Transformasi
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/.v6i2.65

Abstract

Transformasi atau perubahan yang menyeluruh, mutlak terjadi pada apapun; manusia, budaya, termasuk seni, dan kesenian. Manusia dan kesenian biasa mengubah sesuatu benda menjadi lebih bermakna, sejak zaman prasejarah, manusia gua mengolah dinding kosong menjadi memiliki narasi, meninggalkan sesuatu buat kita memahami mereka. Sebaliknya, tanpa keberadaan aspek transformasi, tidak ada pembaruan atau tidak ada pemaknaan baru apakah bisa disebut seni yang baik? Seni dan proses berkesenian akan terus mengubah material menjadi objek baru atau gambar baru yang pada gilirannya dapat menghasilkan transformasi pada masyarakat, baik pengetahuan pemahaman atau kesadaran. Transformasi juga selalu terjadi dalam semua proses kreatif, tehnik membuat karya, wacana dan regulasi dunia kesenian serta dunia pendidikan yang jelas melakukan program untuk mengubah siswa kearah yang lebih baik. Bahkan dalam lingkungan komersial, perubahan kearah yang lebih baik tetap dilakukan. Seni pada akhirnya tidak bisa dilepaskan dari fungsi sosial dan budaya serta menjadi mekanisme untuk bertransformasi.
TRANSFORMASI VISUAL FASAD WARUNG TEGAL DI JAKARTA Rohadi
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 6 No. 2 (2018): Seni dan Transformasi
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/.v6i2.94

Abstract

Abstrak: Warung Tegal di kota Jakarta dan di Tegal saat ini bertransfomasi dengan pesat. Ada beberapa hal yang berubah pada warung Tegal dari waktu ke waktu, misalnya tampilan visual dan menu yang dihadirkan menjadi lebih lengkap dengan harga yang tetap terjangkau. Dari segi visual bagunannya, warung Tegal memiliki keunikan tersendiri yang tidak bisa dilepaskan dari bentuk fasad dan struktur bangunannya. Selain itu, berdasarkan analisis data yang dilakukan, tampilan fasad dan struktur bangunan itu ternyata memiliki banyak makna yang dapat digali tentang kehidupan orang Tegal, baik terhadap kehidupan orang-orang Tegal yang tinggal di daerah Tegal sendiri maupun yang tinggal di Jakarta. Lebih lanjut, dapat dinyatakan bahwa tampilan fasad dan stuktur (visual) warung Tegal sejatinya mengandung nilai-nilai sejarah, filosofi, dan sosial budaya masyarakat Tegal. Abstract: Warung Tegal in the city of Jakarta and in Tegal is currently transforming rapidly. There are a number of things that have changed at Tegal stalls from time to time, for example the visual display and menu presented become more complete with prices that are still affordable. In terms of visual buildings, Tegal stalls have their own uniqueness that cannot be separated from the shape of the facade and the structure of the building. In addition, based on the data analysis carried out, the appearance of the facade and structure of the building turned out to have many meanings that could be explored about the lives of the Tegal people, both for the lives of the Tegal people who lived in the Tegal area themselves and those who lived in Jakarta. Furthermore, it can be stated that the appearance of the facade and structure (visual) of the Tegal warung actually contains the historical, philosophical and socio-cultural values of the Tegal people.
KEBAYA DAN PEREMPUAN: SEBUAH NARASI TENTANG IDENTITAS Nita Trismaya
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 6 No. 2 (2018): Seni dan Transformasi
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/.v6i2.95

Abstract

Abstrak: Kebaya merupakan pakaian daerah yang banyak dikenal perempuan di Indonesia, umumnya dikenakan pada momen tertentu seperti wisuda, pernikahan dan acara resmi kenegaraan. Kebaya yang dikenakan perempuan urban menarasikan multi identitas yakni tidak saja sebagai busana nasional dan pakaian daerah tetapi juga merefleksikan identitas personal, identitas gender, identitas kelas dan identitas yang multikultural. Perempuan urban mengartikulasikan diri melalui kebaya yang mereka pilih untuk mereka kenakan sebagai wujud adanya dialektika dan negosiasi dengan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. Berdasarkan tema ini, penulis menganalisis menggunakan teori identitas dan pakaian untuk memaparkan relasi antara kebaya dan perempuan. Abstract: Kebaya, an indigenous outfit of Indonesia, is generally worn at certain times such as graduations, weddings and official government events. Kebaya that worn by urban women narrates multi identities that it is not only as national dress and regional dress but also reflects the meaning about personal identity, gender identity, class identity and multicultural identity. Urban women also articulating themself through the kebaya that they choose to wear consisting their dialectic and negotiations with some values in their society. Based on this theme, I briefly analyze it using the theory of identity and women autonomy to their bodies and clothes as I want to explain about the relationship between kebaya and women.
PERBURUAN IKAN HIU Walid Syarthowi Basmalah
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 6 No. 2 (2018): Seni dan Transformasi
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/.v6i2.96

Abstract

Abstrak: Ikan-ikan hiu di laut Jawa memiliki peran penting sebagai penyeimbang ekosistem di laut dan di sisi lain bagi para nelayan karena ikan hiu memiliki nilai ekonomi. Nelayan menangkap dan menjual ikan hiu agar dapat terus bertahan hidup. Sementara, peran seni dalam kehidupan bermasyarakat sekarang ini semakin dibutuhkan. Seni dibutuhkan khususnya sebagai ruang penyadaran, di mana sekelompok masyarakat bisa menghargai dan berfikir betapa pentingnya kelangsungan hidup ataupun keseimbangan antara lingkungan dengan makhluk lainnya. Saat ini yang akan penulis lakukan adalah mengambil studi kasus tentang dampak eksploitasi ikan hiu. Penulis menampilkan karya instalasi dengan menggunakan benda-benda temuan. Karya penulis dapat dilihat sebagai data visual ataupun sebagai media berkesenian. Hal tersebut merupakan manifestasi sebagai bentuk dari dua pemikiran penulis yang dilematik. Abstract: The existences of sharks in the Java Sea have an important role as a counterweight to the sea ecosystem. On the other hand, sharks have economic value for fishermen. Fishermen catch and sell sharks as a mean to survive. Meanwhile, the role of art in social life is now increasingly needed. Art is needed specifically as a space for awareness, where a group of people can appreciate and think about the importance of survival or balance between the environment and other creatures. This is a case study about the impact of shark exploitation. The result of the study will be produced in an installation. The installation composed of scenes that show the cruelty of the fishing process and the impact on the environment. This is a manifestation of the artist’s dilemmas.
TINGKAT KETERBACAAN HURUF PADA RAMBU PETUNJUK JURUSAN DI JAKARTA Nicholas Wila Adi
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 6 No. 2 (2018): Seni dan Transformasi
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/.v6i2.98

Abstract

Abstrak: Rambu petunjuk jurusan sangat penting keberadaannya bagi pengendara di jalan raya. Rambu ini memandu pengendara dalam perjalanan. Sebuah rambu petunjuk jurusan yang baik harus memiliki tingkat keterbacaan huruf yang tinggi karena pesan informasi yang ada harus dapat diterima dalam waktu yang singkat dan cepat oleh pengendara. Peraturahn Menteri Perhubungan Republik Indonesia telah menetapkan penggunaan jenis huruf tertentu untuk dipakai pada rambu lalu lintas serta tata cara penulisannya.Penelitian dengan metode observasi langsung di lapangan ini memperlihatkan bahwa masih banyak rambu petunjuk jurusan di Jakarta yang belum menerapkan aturan mengenai jenis huruf serta tata cara penulisan. Abstract: Signs for directions are very important for motorists on the highway. This sign guides the driver on the way. A good direction signs must have a high level of readability because the information message must be received in a short and fast time by the driver.The Regulation of the Minister of Transportation of the Republic of Indonesia has determined the use of certain types of letters to be used on traffic signs and procedures for writing them. Research with direct observation methods in this field shows that there are still a lot of direction signs in Jakarta that do not apply rules regarding the type of letters and procedures for writing.
MANAJEMEN PEMBINAAN KEMAHASISWAAN MELALUI EKSTRAKURIKULER EKSKURSI/KARYAWISATA DI FAKULTAS SENI RUPA INSTITUT KESENIAN JAKARTA Mangesti Rahayu
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 6 No. 2 (2018): Seni dan Transformasi
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/.v6i2.99

Abstract

Abstrak: Kegiatan kemahasiswaan di perguruan tinggimenjadi sarana bagi pengembangan dan pembinaan mahasiswa ke arah peningkatan pengetahuan, memperluas pengalaman dan integritas kepribadianya. Visi dan misi pendidikan tinggi dilaksanakan dengan penuh kesadaran, terencana, teratur, terarah, berkesinambungan dan bertanggung jawab untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Kegiatan ini dilaksanakan melalui aktivitas ekskursi ke daerah yang memiliki potensi akan keragaman budaya dan seni. Keberhasilan sebuah program akan didukung oleh sistem manajemen yang sesuai dengan jenis kegiatan agar efektif dan efisien. Penelitian ini merupakan hasil penerapan sistem manajemen yang sudah ada dan pencarian model managemen yang sesuai dengan kegiatan berkesenian di Perguruan Tinggi Seni, khususnya Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta. Abstract: Student activities programs in universities have become a means for developing and fostering students towards increasing knowledge, broadening their experience and personal integrity. The vision and mission of the universities are planned and carried out in such a way that is very focused on achieving national education goals. One of the activitiesthat are carried out in term of this extra curricular program is Excursion. This program is potential in giving the students an insight of the nation cultural and artistic diversity. The success of a program depends on the support by the management system. This research is based on the implementation of an existing Excursion program and the search for a new Excursion management model that is suitable for artistic activities at the College of Art, especially the Faculty of Art, Jakarta Institute of the Arts.
PEMETAAN DESTINATION BRANDING KEPULAUAN SERIBU Adityayoga Gardjito
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 6 No. 2 (2018): Seni dan Transformasi
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/.v6i2.100

Abstract

Abstrak: Dengan meningkatnya industri pariwisata saat ini, maka terjadi kompetisi antar tempat tujuan wisata untuk menarik pendatang sebanyaknya, hal ini ditempuh dengan cara meningkatkan daya tariknya. Konsep dasar dari destination branding adalah menawarkan tempat-tempat tujuan wisata tersebut memiliki identitas yang berbeda dari tempat-tempat lainnya. Penciptaan identitas yang terintegrasi di berbagai aspek akan menciptakan presepsi yang kuat dan menjadi modal utama dalam mempromosikan daerah tersebut. Penelitian ini memetakan dan memaparkan variable-variabel destination branding yang dimiliki oleh Kepulauan Seribu, yang dapat menjadi dasar untuk ke depannya dapat menciptakan destination branding Kepulauan Seribu. Abstract: With the increase in the tourism industry today, there is competition between tourist destinations to attract as many tourist as possible which is done by increasing its attractiveness for visitors. The basic concept of destination branding is to offer these tourist destinations have identities that are different from other places. Identity creation that is integrated in various aspects will create a strong perception and become the main capital in promoting the area. This research maps and describes the destination branding variables of the Thousand Islands, which can be the basis for the future to be able to create the destination branding of the Thousand Islands. Keynote: , , .
MEMBACA MAKNA RUBRIK MODE PADA MAJALAH BAZAAR INDONESIA VERSI DIGITAL Ariani Wardhani
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 6 No. 2 (2018): Seni dan Transformasi
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/.v6i2.101

Abstract

Abstrak: Majalah Bazaar merupakan salah satu majalah yang berpengaruh dalam mode dan status sosial yang cukup tinggi, selain itu juga berkiblat pada mode dan populer di kalangan para perempuan kelas atas dan pencinta mode dengan target market yang sesuai dengan pembacanya. Majalah Bazaar merupakan majalah franchise yang terbit salah satunya di Indonesia. Mode majalah franchise dari Amerika ini memiliki perbedaan budaya yang saling mengadaptasi antara budaya barat dan timur. Penelitian ini berfokus pada majalah Bazaar digital khusus pada dokumen rubrik mode majalah Bazaar bulan Januari 2018. Majalah digital memiliki elemen-elemen yang sama dengan majalah cetak tetapi dari segi fungsi dan makna sudah pasti berbeda. Pesan yang penting dari media elektronik digital seperti majalah digital Bazaar adalah kemampuannya menghadirkan realitas yang belum pernah dialami sebelumnya. Realitas tersebut antara lain kualitas gambar yang lebih baik dibandingkan dari dunia realitas itu sendiri—yaitu yang terdapat di versi cetak. Analisis semiotika sosial dengan pandangan O’Halloran digunakan untuk membedah tanda-tanda dan menganalisis modalitas dalam teks multimodal. Kekuatan visual pada majalah Bazaar memiliki kolaborasi dalam pembentukan makna visual dengan para pembacanya sesuai target market di Indonesia. Hasil penelitian meperlihatkan bahwa Rubrik majalah Bazaar dibentuk oleh elemen-elemen visual berupa pakaian, aksesori, latar belakang foto, gesture, dan Tipografi. Elemen-elemen visual tersebut saling memiliki relasi dalam menyampaikan pesan visual yang saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya membentuk struktur posisi Bazaar sebagai majalah gaya hidup. Hasil pembacaan juga memperlihatkan bahwa meskipun majalah Bazaar adalah majalah franchise tetapi tetap menggunakan nilai-nilai ketimuran dalam berbusana dan fashion. Secara sosial yang ada visualisasi yang tergambar pada rubrik mode Majalah Bazaar mewakili keadaan sekarang dengan tema klasik, perempuan tetap cantik dan anggun. Abstract: Bazaar magazine is one of the most influential magazines in the world of fashion. Bazaar name always related to high social status, upper class women and fashion lovers with a target market that fits their readers. Bazaar Magazine is a franchise magazine from USA that published in Indonesia. This magazine has a problem in its cultural orientation. Basically western culture based and should be transformed or adjusted into an eastern, Indonesian based considering the target audiences. This research focuses on digital Bazaar magazine specifically on the Bazaar magazine fashion rubric in January 2018. Digital magazines have the same elements as printed magazines but in terms of function and meaning they are definitely different. An important message from digital electronic media such as the Bazaar digital magazine is that its ability to present reality that has never been experienced before. These realities include image quality that is better than that of the world of reality itself — that is, what is found in the printed version. Social semiotic analysis with O’Halloran’s view is used to dissect signs and analyze modalities in multimodal texts. Visual strength in Bazaar has collaboration in forming visual meanings with its readers according to the target market in Indonesia. The results showed that the Bazaar magazine rubric was formed by visual elements in the form of clothing, accessories, photo backgrounds, gestures, and typography. These visual elements have relations with each other in conveying a visual message that is interrelated with each other forming the structure of the Bazaar’s position as a lifestyle magazine. The results of the reading also show that although Bazaar magazine is a franchise magazine but still uses eastern values in dress and fashion. Socially there are visualizations that are reflected in the fashion column. Bazaar magazine represents the present situation with a classic theme, women remain beautiful and graceful.

Page 1 of 1 | Total Record : 8