cover
Contact Name
Dr. Nunik Hariyani, S.Sos., M.A
Contact Email
nunik@unmer-madiun.ac.id
Phone
+6281359626294
Journal Mail Official
sosial@unmer-madiun.ac.id
Editorial Address
Jl. Serayu No.79, Kota Madiun, Jawa Timur, Indonesia - 63133
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Sosial : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
ISSN : 14115344     EISSN : 25801198     DOI : https://doi.org/10.33319/sos.v21i2
Journal of Social Affairs (Print ISSN 1411-53441, Online ISSN 2580-1198) contains manuscripts of research results, conceptual agreements, critical analysis in the field of social science, conceptual studies of critical analysis and book reviews in the social sciences
Articles 153 Documents
Etika Politik Pancasila Perspektif Eksistensialisme Muhammad Iqbal
JURNAL SOSIAL Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 27 No. 1 (2026): JURNAL SOSIAL
Publisher : Universitas Merdeka Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33319/sos.v27i1.288

Abstract

Penelitian ini mengkaji relevansi nilai-nilai eksistensialisme Muhammad Iqbal terhadap etika politik Pancasila sebagai landasan normatif sistem politik Indonesia. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kompleksitas persoalan politik kontemporer yang kerap mengabaikan nilai-nilai etika. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan filosofis yang mendalam untuk mengintegrasikan kebebasan dan tanggung jawab individu dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menafsirkan keselarasan antara prinsip-prinsip eksistensialisme Iqbal dengan semangat etika politik Pancasila menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis hermeneutik dan interpretatif. Sumber data primer diambil dari beberapa karya Muhammad Iqbal, sedangkan sumber sekunder diperoleh dari literatur tentang Pancasila, etika politik, dan teori eksistensialisme. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi yang signifikan antara nilai-nilai eksistensialisme dengan etika politik Pancasila. Kedua kerangka pemikiran tersebut saling melengkapi dan menekankan pentingnya kebebasan serta kemandirian individu untuk kepentingan sosial. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan etika politik di Indonesia, baik secara konseptual maupun praktis, sekaligus menawarkan perspektif baru dalam menjawab berbagai persoalan politik yang kompleks di Indonesia.
Pelibatan Laki-laki dalam Diskursus Keadilan Gender di Indonesia
JURNAL SOSIAL Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 27 No. 1 (2026): JURNAL SOSIAL
Publisher : Universitas Merdeka Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33319/sos.v27i1.311

Abstract

Isu gender pada awalnya lebih sering dipahami sebagai ranah perjuangan perempuan, sehingga keterlibatan laki-laki dalam pembahasan maupun gerakan keadilan gender masih relatif terbatas. Kondisi ini tidak terlepas dari kuatnya konstruksi maskulinitas dalam masyarakat patriarkal yang membentuk cara pandang laki-laki terhadap identitas, peran sosial, serta relasi kuasa antara laki-laki dan perempuan. Dalam sistem tersebut, laki-laki kerap diposisikan sebagai pihak yang dominan, rasional, dan kuat, sedangkan keterlibatan dalam isu gender sering dianggap tidak sesuai dengan citra maskulin yang ideal. Padahal, konstruksi patriarki tidak hanya merugikan perempuan, tetapi juga membatasi laki-laki dalam mengekspresikan diri, membangun relasi yang setara, dan memahami pengalaman ketidakadilan secara lebih reflektif. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji meningkatnya kesadaran laki-laki terhadap pentingnya keterlibatan mereka dalam diskursus keadilan gender di Indonesia. Kajian ini menunjukkan bahwa telah muncul kesadaran baru di kalangan laki-laki untuk keluar dari jerat maskulinitas hegemonik dan mengambil peran sebagai mitra perempuan dalam mewujudkan relasi sosial yang lebih adil. Kesadaran tersebut terlihat dari semakin terbukanya ruang dialog, munculnya inisiatif laki-laki pro-keadilan gender, serta meningkatnya partisipasi mereka dalam upaya pencegahan dan penghapusan kekerasan berbasis gender. Dengan demikian, pelibatan laki-laki, merupakan unsur penting dalam mendorong transformasi sosial menuju masyarakat yang lebih inklusif, setara, dan berkeadilan gender.
Pengaruh Keberagaman Budaya Dalam Konflik Sosial Remaja, Di Kampung Mandiangin
JURNAL SOSIAL Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 27 No. 1 (2026): JURNAL SOSIAL
Publisher : Universitas Merdeka Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33319/sos.v27i1.314

Abstract

Penelitian ini mengkaji konflik sosial antarbudaya di kalangan remaja di Desa Mandiangin, Provinsi Riau. Konflik sosial tersebut dipicu oleh perbedaan adat istiadat, nilai, dan tradisi yang belum terkelola secara optimal dalam kehidupan masyarakat multikultural. Sikap etnosentrisme dan persepsi superioritas budaya turut memperkuat ketegangan antarkelompok remaja yang berasal dari latar belakang etnis yang beragam, seperti Melayu, Jawa, Minangkabau, Nias, dan Batak. Kondisi ini semakin diperparah oleh adanya kesenjangan sosial serta dinamika politik lokal yang cenderung memberikan dukungan kepada kelompok etnis pribumi, khususnya Melayu Sakai, sehingga menciptakan jarak sosial dan meningkatkan persaingan antarkelompok. Selain itu, rendahnya tingkat pendidikan, pergaulan bebas, tingginya angka pengangguran, serta meningkatnya kenakalan remaja juga menjadi faktor yang memperkuat terjadinya konflik sosial di kalangan remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengidentifikasi faktor-faktor pemicu konflik serta merumuskan alternatif solusi dalam pengelolaan konflik antarbudaya di kalangan remaja. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi resolusi konflik sosial dalam masyarakat multikultural, khususnya dalam konteks generasi muda.