cover
Contact Name
Fadhila Muhammad Libasut Taqwa
Contact Email
fadhila.muhammad@uika-bogor.ac.id
Phone
+62251-8380993
Journal Mail Official
komposit.journal@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Gedung Ir. Prijono Hardjosentono Universitas Ibn Khaldun Bogor Jl. KH. Sholeh Iskandar km. 2 Kedung Badak Tanah Sareal Bogor
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Komposit : Jurnal Ilmu-Ilmu Teknik Sipil
ISSN : 35132615     EISSN : 2655934X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil adalah jurnal yang mempublikasikan hasil-hasil penelitian, ulasan ilmiah, teori dan aplikasi serta informasi lain di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan sains (IPTekS), terutama teknik sipil, lingkungan, dan perencanaan wilayah-kota.Jurnal Komposit terbit dua kali dalam setahun. Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil is a journal that publishes research results, scientific reviews, theory and applications as well as other information in the fields of science, technology and science (IPTekS), especially civil engineering, environment, and urban planning. Jurnal komposit issued biannually. Articles to be published in the Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil are compiled from articles prepared by the author(s) and sent to the editorial board of Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Departement of Civil Engineering, Faculty of Engineering and Science, Universitas Ibn Khaldun Bogor. Articles should be written in English or Bahasa Indonesia. Research scope in general is civil engineering and environmental engineering study.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2019)" : 6 Documents clear
ANALISIS STABILITAS LERENG PADA TIMBUNAN TPA DENGAN PENDEKATAN ELEMEN HINGGA Sari, Namirah Nurgia; Hamdhan, Indra Noer
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v3i2.3273

Abstract

Analisis stabilitas lereng pada model timbunan sampah (landfill) dengan metode elemen hingga digunakan untuk memperoleh nilai faktor keamanan, serta pengaruh terhadap nilai suction dan pengaruh terhadap aliran air pada kondisi tanah jenuh sebagian. Model timbunan memiliki tinggi lereng 20 meter, dengan kemiringan 1V:2H, dan terdiri dari beberapa lapisan. Penelitian ini dilakukan pada konstruksi bertahap (staged construction) lereng dengan model tanah Mohr Coulomb. Pemodelan stabilitas lereng memvariasikan debit hujan, penggunaaan lapis perkuatan geotekstil dan pemodelan sampah dikombinasikan dengan tanah lempung. Dari penelitian yang dilakukan, pemodelan dengan berbagai variasi hujan tidak terlalu berpengaruh terhadap penurunan faktor keamanan, sedangkan penggunaan geotekstil dan kombinasi dengan tanah lempung dapat menaikan nilai faktor keamanan
Pemeriksaan Hasil Pelaksanaaan Pemadatan Timbunan Tanah di Lokasi Pembangunan Jalan Akses Gardu Induk PLN Kasus Pembangunan Gardu Induk PLN Pd. Indah II Kec. Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan Taqwa, Fadhila Muhammad Libasut; Chayati, Nurul; Alimuddin, Alimuddin; Salman, Nurcholis
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v3i2.3280

Abstract

Abstrak: Pemeriksaan hasil pemadatan timbunan tanah dilakukan sebagai bagian dari pelaksanaan manajemen kualitas di lokasi proyek. Pengujian timbunan tanah dilakukan dengan metode konus pasir dimaksudkan untuk mengetahui kepadatan relatif tanah apabila dibandingkan dengan hasil pengujian kepadatan tanah di laboratorium dengan metode Proctor. Dari 3 (tiga) titik pengujian, hasil uji berat isi kering di lapangan (gdry(lap)) memberikan nilai sebesar 1,16 – 1,36 g/cm3, jauh lebih kecil daripada hasil pengujian kepadatan tanah laboratorium (gdry(max)) dengan nilai sebesar 1,44 – 1,52 g/cm3. Dengan kepadatan relatif (DR) sebesar 78,7% - 94,2%, hasil pemadatan di lapangan dinyatakan tidak diterima. Setelah dilakukan proses pemadatan ulang di lokasi pekerjaan, nilai berat isi kering di lapangan (gdry(lap)) berubah menjadi 1,16 – 1,17 g/cm3, dan hasil pengujian kepadatan tanah laboratorium (gdry(max)) menghasilkan nilai sebesar 1,22 – 1,23 g/cm3, sehingga besar kepadatan relatif tanah (DR) adalah sebesar 94,3% - 95,9%. Berdasarkan hasil tersebut, pelaksanaan pemadatan tanah di lapangan dapat diterima.Abstract: Inspection of the results of compaction of soil embankment is carried out as part of the implementation of quality management at the project site. Soil density test on site is carried out using the sand cone method to determine the relative density of the soil when compared with the soil density test results in the laboratory using the standard Proctor method. From the 3 (three) test points, field dry density results (gdry(lap)) give a value of 1.16 - 1.36 g / cm3, much smaller than the laboratory soil density test results ((gdry(max))) with a value of 1.44 - 1.52 g / cm3. With a relative density (DR) of 78.7% - 94.2%, the results of compaction in the field were not accepted. After the compaction process is carried out, the soil dry density (gdry(lap)) changes to 1.16 - 1.17 g / cm3, and with the laboratory soil density test results (gdry(max)) value of 1 .22 - 1.23 g/cm3, so that the relative soil density (DR) was 94.3% - 95.9%. Based on these results, the implementation of soil compaction in the field is acceptable.Keywords: project quality management, dry density of soil, relative dry density, sand cone test, standard Proctor compaction test
EVALUASI SISTEM DRAINASE KABUPATEN PRINGSEWU (Studi Kasus : Desa Wates Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu) Dermasani, Akmal; Febrina, Rina; Sumiharni, Sumiharni
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v3i2.3680

Abstract

ABSTRAkSistem drainase didefinisikan sebagai serangkaian bangunan air yang berfungsi untuk mengurangi dan atau membuang kelebihan air dari suatu kawasan atau lahan. Penelitian  ini dilakukan di jalan lintas barat desa wates kecamatan gadingrejo, pada pelaksanaannya dilakukan analisis hidrologi dan hidrolika. Analisis hidrologi menggunakan data curah hujan maksimum setelah itu dilakukan pengukuran dispersi melalui perhitungan parameter statistik. Dilanjutkan dengan pemilihan jenis distribusi untuk mendapatkan cara mengolah data pengukuran  curah  hujan  rencana  dan  perhitungan  intensitas  hujan.  Analissis  hidrolika  berupa debit drainase rencana, setelah itu di tentukan rencana dimensi yang sesuai.Hasil penelitian berdasarkan pengukuran dispersi diperoleh distribusi Log Pearson  III  dan  diperoleh  nilai  curah  hujan  rencana  untuk  kala  ulang  2 tahun  sebesar 345,143 mm, dan untuk  kala  ulang  5 tahun  sebesar 407,380 mm. Nilai debit hujan untuk kala ulang  2 tahun dengan metode rasional diperoleh nilai 2,815 m3/detik, dan kala ulang  5 tahun 3,322  m3/detik. Berdasarkan evaluasi pada kondisi eksisting pada segmen 1 sampai segmen 7 terdapat dimensi yang disarankan untuk dilakukan redesain yaitu pada segmen 3, dengan dimensi untuk kala ulang 2 tahun yaitu b = 1,50 m x h = 1,50 m, dan kala ulang 5 tahun dengan dimensi b = 1,80 m x h = 1,80 m sehingga saluran drainase mampu untuk menampung debit banjir.Kata kunci: analisis hidrologi, sistem drainase, distribusi Log Pearson III, debit rencana, dimensi saluran.ABSTRACTDrainage system is defined as a series of water structures that function to reduce and or remove excess water from an area or land. This research was conducted on the western causeway of Wates village, Gadingrejo sub-district. The hydrological and hydraulics analysis was performed. Hydrological analysis uses maximum rainfall data then the measurement of the dispersion is carried out through the calculation of statistical parameters. The stage was followed by selecting the type of distribution to get a way to process the planned rainfall measurement data and calculation of rain intensity. The hydraulic analysis in the form of planned drainage discharge, after which the appropriate dimensional plan is determined. The results of the study based on dispersion measurements obtained by Log Pearson III distribution and the value of the rainfall plan for the 2 year reiterative period was 354,143 mm, and for the 5 year reiterative period was 407,380 mm. The rain discharge value for the 2 year reiterative period using the rational method was 2,815 m3 / second, and the 5 year reiterative period was 3,322 m3 / second. According to the evaluation on the existing conditions in segment 1 to segment 7, there are dimensions that are suggested to be redesigned, namely in segment 3, with dimensions for a 2 year reiterative period, namely b = 1,50 m x h = 1,50 m, and a 5 year reiterative period with dimensions b = 1,80 m x h = 1,80 m so that the drainage channel is able to accommodate the flood discharge.Keywords: hydrolical analysis, drainage system, Pearson III log distribution, discharge, channel dimension.
KAJIAN STRUKTUR ALIH FUNGSI BANGUNAN BAJA GUDANG BAHAN BAKU MENJADI SEKOLAH (Studi kasus: Darmawan Park, Babakan Madang, Bogor) Rifai, Ahmad; Chayati, Nurul
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v3i2.3750

Abstract

Abstrak: Kajian struktur diperlukan untuk mengetahui ketahanan dan kekuatan struktur agar bangunan yang akan dibangun atau dialih fungsikan dari satu bangunan ke bangunan lainnya dapat berfungsi dengan laik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan struktur terhadap perubahan beban kerja akibat alih fungsi bangunan dari gudang menjadi sekolah. Analisis kekuatan struktur menggunakan metode LRFD dan berdasarkan SNI 03-1729-2002 serta menggunakan program komputer SAP2000, dilakukan pada elemen struktur rangka kuda – kuda, kolom dan balok. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur pada momen kritis untuk tekuk lateral dengan nilai -114,510 kNm<24,550 kNm terjadi pada kuda-kuda rangka 1 dan 14, dengan status aman. Perhitungan yang dilakukan gaya aksial tekan, gaya aksial lentur, dan kuat geser pada rangka kuda – kuda menyatakan bahwa struktur kuda – kuda aman. Pemeriksaan interaksi gaya aksial pada kolom, menyatakan status kekuatan terpenuhi. Juga untuk perhitungan struktur terhadap gaya aksial tekan, gaya aksial lentur, dan kuat geser pada balok menyatakan bahwa sturuktur balok aman.Kata Kunci: LRFD, SNI 03-1729-2002, SAP2000, momen, kuat geser.Abstract: Structural analysis is needed to determine the resistance and strength of the structure so that the building to be built or to be converted from one building to another can function properly. This study aims to determine the resistance of the structure to changes in workload due to the change in the function of the building from a raw material warehouse to a school. Analysis of the structural strength using the LRFD method and based on SNI 03-1729-2002 and using the SAP2000 computer program was carried out on truss, columns, and beams. The analysis results show that the structure at the critical moment for lateral buckling with a value of -114.510 kNm <24.550 kNm occurs in frame 1 and 14, with a safe status. The calculation of the axial compressive force, flexural axial force, and shear strength on the truss state that the truss structure is safe. Checks the interaction of axial forces on the column, states the force status is met. Also, the calculation of the structure against the compressive axial force, the axial bending force, and the shear strength in the beam states that the beam structure is safe.Keywords: LRFD, SNI 03-1729-2002, SAP2000, moment, shear strength.
STUDI PEMANFAATAN FLY ASH DAN BOTTOM ASH SEBAGAI MATERIAL STABILISASI TANAH DASAR (Studi Kasus: Pekerjaan Subgrade Untuk Jalan Lingkungan di PLTU Sulawesi Utara II, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara) Insan, Muhammad Khaerul; Hariati, Feril; Taqwa, Fadhila Muhammad Libasut
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v3i2.3257

Abstract

Fly ash dan bottom ash  merupakan limbah B3 yang dihasilkan dari proses pembakaran batu bara. Di Indonesia, batu bara banyak digunakan sebagai bahan bakar pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Salah satu PLTU di Indonesia yaitu PLTU Sulawesi Utara II, yang terletak di Provinsi Sulawesi Utara, Kabupaten Minahasa Selatan. Jumlah limbah yang dihasilkan cukup banyak sehingga dibutuhkan cara untuk mengurangi penumpukan fly ash dan bottom ash. Fly ash dan bottom ash dapat digunakan sebagai material stabilisasi tanah dasar. Dalam penelitian ini, diambil dua sampel tanah yang berbeda dengan komposisi penambahan fly ash dan bottom ash yang bermacam-macam. Pengujian CBR dilakukan pada tanah dengan komposisi yang paling optimum menurut klasifikasi AASHTO, yaitu tanah yang termasuk ke dalam kelas A-1 dan A-2 dengan kondisi kuat dukung tanah sangat baik hingga baik. Hasil pengujian CBR pada tanah yang telah dicampur dengan fly ash dan bottom ash adalah sebesar 19,66%, 52,22%, 21,33%, dan 40,88%. Dari hasil pengujian tersebut dapat disimpulkan bahwa penambahan fly ash dan bottom ash pada tanah dapat meningkatkan nilai CBR pada tanah asli yang semula hanya memiliki nilai sebesar 11,2% dan 5,35%.
STUDI PENGEMBANGAN JALAN RIGID PAVEMENT, DI JALAN KUMBANG KECAMATAN BOGOR TENGAH, KOTA BOGOR Awaludin, Muhamad Miftah; Lutfi, Muhamad; Rulhendri, Rulhendri
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v3i2.3751

Abstract

Abstrak: Jalan Kumbang merupakan jalan alternatif dari jalan Padjajaran ke Jalan Sancang dan Jalan Lodaya. Kerusakan jalan diakibatkan oleh tingginya lalu lintas kendaraan, banykaknya kendaraan berat yang melintas, juga akibat saluran drainase yang tidak dapat menampung volume air sehingga air melimpas ke jalan. Proses perawatan (maintenance) berupa penambalan dengan aspal (overlay) sudah dilakukan oleh Dinas Bina Marga Kota Bogor akan tetapi hal tersebut belum maksimal. Solusi terbaik adalah dengan metode rigid pavement berdasarkan perhitungan dengan metode NAASRA (1979). Metode perencanaan perkerasan meliputi pengumpulan data primer seperti hasil pengukuran jalan eksisting dan data pengamatan volume lalulintas harian rata-rata, sedangkan data sekunder seperti: data CBR tanah dan data angka pertumbuhan lalulintas tahunan dari DLLAJ Kota Bogor. Berdasarkan hasil perhitungan dengan metode NAASRA, tebal perkerasan minimum yang digunakan adalah 15 cm, digunakan tebal perkerasan sebesar 20 cm. Penulangan menggunakan D12 mm dengan jarak 250 mm dan tulangan melintang tulangan D16 dengan jarak 300 mm. Dowel atau Ruji yang dipakai dengan diamater 250 mm, panjang 450 mm, dan jarak 300 mm, Penulangan tie bar maksimum yang digunakan sesuai metode ASSHTO bila jarak 3 meter dengan besi D12 maka jarak maksimum adalah 120 mm.Kata Kunci: perencanaan perkerasan, tebal perkerasan kaku, metode NAASRA 1979, data lalu lintas harian.Abstract: Jalan Kumbang is an alternative road from Padjajaran Street to Sancang Street and Lodaya Street. Road damage is caused by high vehicle traffic, the large number of heavy vehicles passing through, as well as the drainage channel that cannot accommodate the volume of water so that water spills over to the road. The maintenance process in the form of patching with asphalt (overlay) has been carried out by the Bogor City Highways Agency but this has not been optimal. The best solution is the rigid pavement method based on calculations using the NAASRA method (1979). Pavement planning methods include primary data collection such as the measurement results of existing roads and observation data of average daily traffic volume, while secondary data such as land CBR data and annual traffic growth rate data from DLLAJ Bogor City. Based on the results of calculations using the NAASRA method, the minimum pavement thickness used is 15 cm, 20 cm thick pavement is used. Reinforcement using D12 mm with a distance of 250 mm and cross-reinforcing reinforcement D16 with a distance of 300 mm. Dowel or bars are used with a diameter of 250 mm, a length of 450 mm, with distance of 300 mm, the maximum tie bar reinforcement used is according to the ASSHTO method if the distance is 3 meters with D12 iron, the maximum distance is 120 mm.Keywords: pavement planning, rigid pavement, NAASRA 1979 method, daily traffic data.

Page 1 of 1 | Total Record : 6