cover
Contact Name
Johan Winarni
Contact Email
jardik.jurnalakrab@gmail.com
Phone
+6281314950038
Journal Mail Official
jardik.jurnalakrab@gmail.com
Editorial Address
Jalan RS Fatmawati, Cipete Selatan, Cilandak, RT.6/RW.5, Cipete Sel., Kec. Cilandak, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12410 +62 21-7693262/7657156
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Akrab (Aksara agar Berdaya)
ISSN : 25800795     EISSN : 27162648     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL AKRAB (Aksara agar Berdaya) adalah jurnal untuk mempublikasikan tulisan ilmiah populer, hasil penelitian/pengkajian, dan pengembangan model pembelajaran di bidang pendidikan nonformal, khususnya pendidikan keaksaraan dan pengembangan budaya baca masyarakat. Pengguna Jurnal adalah tenaga fungsional dari unsur Perguruan Tinggi, UPT PAUD dan Dikmas. Sanggar Kegiatan Belajar, dan para praktisi pendidikan nonformal. Jurnal Akrab diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan, Ditjen PAUD dan Dikmas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jurnal AKRAB menerima seluruh hasil penelitian dan pengembangan model pembelajaran meliputi bidang: Pendidikan keaksaraan dasar Pendidikan keaksaraan usaha mandiri Pendidikan multikeaksaraan Pengembangan budaya baca dan literasi masyarakat
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 3 (2010): September 2010" : 8 Documents clear
Pendidikan Karakter ELLA YULAELAWATI
Jurnal AKRAB Vol. 1 No. 3 (2010): September 2010
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v1i3.51

Abstract

Pendidikan Karakter Sebagai Pendidikan Otak TAUFIQ PASIAK
Jurnal AKRAB Vol. 1 No. 3 (2010): September 2010
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v1i3.52

Abstract

Riset mutakhir di bidang neurosains menemukan sejumlah besar bukti tentang hubungan tak terpisahkan antara otak dan perilaku manusia. Dengan istrumen Positron Emission Tomography (PET) diketahui adanya 6 sistem otak (brain system) yang secara bersama-sama dan terpadu meregulasi semua perilaku manusia. Enam sistem ini berperanan penting juga terhadap pengaturan kognisi, emosi dan perilaku motorik manusia. Karakter, yang merupakan akumulasi dari kinerja seluruh bagian otak dengan spesifikasinya masing-masing, merupakan produk dari interkoneksi dan interdependensi bagian-bagian otak itu. Bukti ilmiah ini memberikan suatu inspirasi bahwa mengelola pendidikan karakter tak bisa dilepaskan dari pendidikan otak. Ini berarti bahwa setiap hal yang berkontribusi terhadap kinerja positif otak, otomatis berkontribusi dalam pendidikan otak. Kerusakan pada bagianbagian otak yang secara spesifik berhubungan dengan karakter tertentu akan merusak juga karakter itu. Dengan demikian, pendidikan karakter tak bisa dilepaskan dari intervensi positif terhadap otak, seperti nutrisi, antenatal care, musik, meditasi, optimalisasi aging brain, olahraga, dan lain-lain. Manusia tanpa karakter dapat dikatakan sebagai manusia yang memiliki otak tidak optimal, terganggu atau mengalami penyakit.
Manfaat Olahraga Permainan Terpimpin Dalam Pembentukan Karakter Anak Usia Pra-remaja BOEDI DARMA SIDI
Jurnal AKRAB Vol. 1 No. 3 (2010): September 2010
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v1i3.53

Abstract

Integrasi Pendidikan Karakter Bangsa dalam Kurikulum DIAH HARIANTI
Jurnal AKRAB Vol. 1 No. 3 (2010): September 2010
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v1i3.54

Abstract

Pemerintah telah menyusun bahan ajar untuk pendidikan budaya dan karakter bangsa yang kemudian menjadi bahan pelatihan pendidikan budaya dan karakter bangsa. Progam tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan sarasehan nasional pendidikan budaya dan karakter bangsa. Strategi pengembangan kurikulum untuk dapat mencapai tujuan pendidikan karakter dilakukan melalui berbagai cara; melalui integrasi muatan pendidikan karakter dalam mata pelajaran yang telah ada di masing-masing satuan pendidikan; melalui muatan lokal; melalui kegiatan Pengembangan Diri. Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Nasionalpada 2010 telah menetapkan bentuk performance dari nilai-nilai pendidikan karakter yang dapat dimulai oleh satuan pendidikan. Bentuk performance tersebut bisa dimulai dari yang mudah dan segera terlihat, baru kemudian dapat dilakukan pengembangan nilai-nilai pendidikan karakter yang lebih sulit dan kompleks.
Sekolah Madania, Sekolah Inklusif MUHAMMAD WAHYUNI NAFIS
Jurnal AKRAB Vol. 1 No. 3 (2010): September 2010
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v1i3.55

Abstract

Sekolah Madania yang didirikan antara lain oleh cendekiawan terkemuka Indonesia Dr. Nurcholish Madjid (almarhum) melakukan eksperimen berani dengan menyelenggarakan pendidikan agama yang bersifat inklusif. Sekolah ini menerima murid tanpa membedakan agama, dan pelajaran agama diberikan kepada setiap murid sesuai agama yang dianutnya, dan diberikan oleh guru yang juga seagama dengan agama yang dianut murid. Setiap penganut agama yang ada di Madania disediakan ruang agama yang bisa digunakan untuk belajar agama dan melakukan peribadatan sesuai agamanya. Para murid juga bisa merayakan hari-hari besar agamanya di sekolah dengan dibimbing langsung oleh guru-guru agamanya masing-masing. Sekolah Madania menghargai perbedaan agama dan pemikiran, serta menghormati individu dengan kebutuhan pembelajaran yang beragam sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan yang berbedabeda. Selain dari aspek agama dan keyakinan, Madania juga merupakan sekolah penyelenggara layanan inklusif parsial, yang berusaha memfasilitasi kebutuhan siswa Special Educational Needs (SEN), agar mereka dapat memperoleh layanan pendidikan sesuai dengan kebutuhannya
Pendidikan Karakter Melalui Metode Sentra WISMIARTI TAMIN
Jurnal AKRAB Vol. 1 No. 3 (2010): September 2010
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v1i3.56

Abstract

Metode Sentra adalah metode pendidikan yang bertumpu pada konsep bermain sebagai cara mendidik. Sentra adalah wadah yang abstrak tempat guru menyediakan banyak rangkaian kegiatan untuk anak bermain. Ada tujuh sentra yaitu: Sentra Balok, Sentra Main Peran Besar, Sentra Main Peran Kecil, Sentra Imtaq, Sentra Seni, Sentra Persiapan, dan Sentra Bahan Alam. Tiap sentra mempunyai tujuan yang menjadi “pusat” kegiatan main anak. Banyak teori yang menjadi dasar metode sentra antara lain: bahwa dengan menemukan sendiri pengetahuannya melalui pengalaman bermain yang menyenangkan, pengetahuan itu akan memiliki akar yang kuat di dalam otak, karena menyatu dalam proses perkembangan kemampuan berpikir anak; bahwa karakter anak akan terbangun seiring dengan pengalaman hidup yang dia terima sejak dalam kandungan sampai dewasa.
Tanggung Jawab Lembaga Pendidikan dalam Pembangunan Karakter FNF WURYADI
Jurnal AKRAB Vol. 1 No. 3 (2010): September 2010
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v1i3.57

Abstract

Akibat praktik penjajahan yang panjang dan kekuasaan feodal yang timbul karenanya telah melahirkan karakter terikat dan tergantung pada kekuasaan penjajah yang berpengaruh pada kebanyakan kalangan masyarakat waktu itu. Ketidakmerdekaan karena penjajahan dan feodalisme tersebut membelenggu jiwa dan karakter masyarakat. Sejak digunakan untuk pertama kalinya nama “Indonesia” oleh Ki Hadjar Dewantara, pada tahun 1918, untuk memberi nama organisasinya “Indonesische Pers Bureau”, dan mencapai titik kulminasinya pada tanggal 28 Oktober 1928, saat terjadinya peristiwa sangat bersejarah “Sumpah Pemuda”, nama “Indonesia” kemudian menjadi identitas karakter bangsa dengan karakter pokok, yaitu kesadaran, kemauan, dan perbuatan sebagai bangsa. Kesadaran, kemauan, dan perbuatan berbangsa tidak dapat dilakukan hanya dengan cara formal di sekolah, akan tetapi perlu dilakukan dalam khasanah pergaulan yang lebih luas dan melibatkan berbagai pengalaman dari keluarga, masyarakat, dan berbagai lembaga pendidikan dalam pengertian yang seluas-luasnya. Lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab dan kontribusi yang besar dalam pembangunan karakter bangsa.
Tantangan untuk Meningkatkan Jatidiri Bangsa YOYO MULYANA
Jurnal AKRAB Vol. 1 No. 3 (2010): September 2010
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v1i3.58

Abstract

Pendidikan selayaknya harus mampu mengembangkan values creation, recreation, dan pembiasaan untuk berpikir, bersikap, dan bertindak menjadi anggota masyarakat yang baik, serta menjadi warga negara yang baik. Pendidikan tujuannya adalah membangun academic and social curiosity. Oleh karena itu diperlukan karakter yang kuat untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut. Pendidikan harus ditata secara sinergis antara konsep, pelaksanaan dengan kebutuhan lapangan kerja. Selayaknya pendidikan dilakukan dalam kerangka lifelong education for all sebagai salah satu tujuannya. Pendidikan harus ditata secara sinergis antara konsep, pelaksanaan dengan kebutuhan lapangan kerja. Proses dan hasil pendidikan harus mengembangkan curiousity; creation of innovation. Cara yang tepat adalah meninjau kembali kurikulum, sehingga kita perlu melakukan langkah reformasi pendidikan agar kita dapat membangun pendidikan yang bermakna untuk menunjang proses membangun karakter dan jati diri bangsa yang selalu akan mendorong bangsa Indonesia untuk berpikir dan bertindak inovatif.

Page 1 of 1 | Total Record : 8