cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Buletin Agrohorti
ISSN : 23373407     EISSN : 26143194     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin Agrohorti merupakan jurnal on-line yang menyajikan artikel hasil penelitian, analisis kebijakan dan review yang berhubungan dengan budidaya tanaman dalam arti luas.
Arjuna Subject : -
Articles 442 Documents
Keragaman Berbagai Genotipe Jagung Manis dan Pulut untuk Identifikasi Jagung Manis dengan Gen wxwx Sri Indrayani; Arya Widura Ritonga; Wahyuni Wahyuni
Buletin Agrohorti Vol. 14 No. 1 (2026): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.14.1.69230

Abstract

Jagung manis dan jagung pulut merupakan komoditas bernilai ekonomi tinggi karena memiliki cita rasa manis dan tekstur pulen yang khas. Upaya penggabungan kedua sifat tersebut melalui pengembangan jagung manis–pulut memerlukan informasi mengenai keragaman karakter agronomi dan morfologi serta identifikasi galur jagung manis pembawa gen waxy (wxwx). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keragaman karakter agronomi dan morfologi pada berbagai galur jagung pulut dan jagung manis serta mengidentifikasi galur jagung manis yang membawa gen wxwx melalui pengamatan fenotipe biji F1 hasil persilangan jagung pulut dengan jagung manis. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan IPB Pasir Kuda, Bogor pada Desember 2024 hingga Maret 2025. Percobaan lapangan dirancang menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) satu faktor, terdiri atas 3 galur jagung pulut dan 14 galur jagung manis. Hasil percobaan menunjukkan keragaman signifikan pada sebagian besar karakter agronomi dengan nilai heritabilitas tinggi kecuali lebar tassel (sedang), serta memiliki nilai koefisien keragaman genetik dari sedang sampai luas. Analisis klaster mengelompokkan genotipe menjadi dua kelompok utama, yaitu kelompok jagung pulut (P1–P3) dan kelompok jagung manis (P4–P17). Persilangan antara jagung pulut dengan jagung manis (P4 dan P5) menghasilkan fenotipe biji pulut, sedangkan persilangan antara jagung pulut dengan jagung manis (P6–P17) menghasilkan fenotipe biji pipil. Kata Kunci: analisis klaster, fenotipe, heritabilitas, keragaman genetik
Induksi Perakaran pada Stek Pucuk Tiga Varietas Jambu Air Menggunakan Zat Pengatur Tumbuh IBA dan NAA Latifa Putri Sulistyo; Megayani Sri Rahayu; Roni Kartiman
Buletin Agrohorti Vol. 14 No. 1 (2026): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.14.1.70549

Abstract

Indonesia memiliki beberapa varietas jambu air, antara lain ‘Madu Deli Hijau’, ‘Citra’, dan ‘Dalhari’. Ketiga varietas tersebut memiliki ciri khas rasa buah yang manis dan ukuran buah yang besar, serta berpotensi dikembangkan dan diperbanyak secara vegetatif melalui stek pucuk. Metode perbanyakan dengan stek memerlukan penggunaan zat pengatur tumbuh berupa auksin untuk menginduksi pembentukan akar adventif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi terbaik zat pengatur tumbuh auksin NAA dan IBA, serta varietas terbaik dalam merangsang pembentukan akar pada stek pucuk jambu air. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2023 hingga April 2024 di Mekar Hurip Nursery, Bogor. Percobaan disusun menggunakan rancangan dua faktor dengan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT). Faktor pertama adalah kombinasi konsentrasi naphthalene acetic acid (NAA) pada taraf 0, 500, dan 1000 ppm serta indole butyric acid (IBA) pada taraf 0, 500, dan 1000 ppm. Faktor kedua adalah varietas jambu air, yaitu ‘Madu Deli Hijau’, ‘Dalhari’, dan ‘Citra’. Percobaan ini terdiri atas 27 kombinasi perlakuan dengan 4 ulangan, sehingga diperoleh 108 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri atas 2 stek, sehingga total stek yang digunakan sebanyak 216 stek. Kombinasi perlakuan 1000 ppm NAA dan 1000 ppm IBA menghasilkan respons pertumbuhan akar terbaik, terutama pada parameter jumlah akar dan volume akar. Varietas ‘Madu Deli Hijau’ menunjukkan tingkat keberhasilan perakaran tertinggi. Terdapat interaksi nyata antara kombinasi NAA dan IBA dengan varietas terhadap parameter panjang akar. Kata kunci: fitohormon, meristem apikal, perbanyakan vegetatif, tanaman induk