cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Buletin Agrohorti
ISSN : 23373407     EISSN : 26143194     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin Agrohorti merupakan jurnal on-line yang menyajikan artikel hasil penelitian, analisis kebijakan dan review yang berhubungan dengan budidaya tanaman dalam arti luas.
Arjuna Subject : -
Articles 434 Documents
Manajemen Pemanenan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kebun Langga Payung Estate, Sumatera Utara Hutagalung, Musvi; Zaman, Sofyan
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 2 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v13i2.65377

Abstract

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas strategis di Indonesia, karena berperan signifikan sebagai penyumbang devisa negara terbesar. Permintaan pasar kelapa sawit terus meningkat, sehingga penting untuk meningkatkan produksi tanaman. Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu memperbaiki cara budi daya, terutama dengan melakukan pemanenan yang baik. Penelitian bertujuan menganalisis aspek dalam pemanenan kelapa sawit. Pengamatan dan pengumpulan data dilakukan dengan menghitung dan mengamati AKP, taksasi produksi, transportasi, kapasitas, teknis, premi, mutu panen, dan sarana prasarana. Data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif dianalisis menggunakan uji t-student dengan taraf 5%. Pembelajaran aspek teknis meliputi kegiatan pengendalian gulma, pemupukan, penunasan, dan pemanenan. Sistem panen yang digunakan yaitu sistem ancak giring. Rotasi panen dilakukan dengan sistem 6/7, dengan rata – rata frekuensi 3.59 kali dalam waktu 4 bulan. Persentase AKP yang didapatkan sebesar 18% dan taksasi produksi sebesar 10.169 kg. Evaluasi panen yang diamati yaitu mutu buah, mutu ancak, basis, premi, dan denda panen. Mutu buah yang dipanen cukup baik, serta kehilangan hasil sudah memenuhi standar. Kata kunci: mutu buah, sistem panen, taksasi produksi, transportasi panen
Pemantapan Satuan Panas Sebagai Kriteria Panen Terukur Pisang Raja Bulu (Musa sp. AAB Group) Nurkholis, Nurkholis; Suketi, Ketty; Widodo, Winarso Drajad
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 2 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v13i2.65465

Abstract

Pisang merupakan buah klimakterik sehingga penting untuk menentukan waktu panen yang tepat dan terukur agar menghasilkan pisang dengan kualitas baik serta daya simpan yang panjang. Penentuan waktu panen terukur dapat dilakukan dengan mengakumulasikan satuan panas yang diterima tanaman. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi akumulasi satuan panas 1400 ˚C hari sebagai kriteria panen terukur pisang Raja Bulu. Penandaan bunga yang antesis dilakukan di Kebun Percobaan IPB Sukamantri, Bogor, Jawa Barat (560 m dpl) pada bulan Januari hingga Februari 2023 serta pengujian kualitas buah dilakukan pada bulan April hingga Mei 2023 di Laboratorium Pascapanen, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal yaitu perbedaan waktu antesis dengan lima perlakuan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa akumulasi satuan panas ±1400 ˚C hari setelah antesis kurang tepat untuk dijadikan kriteria panen terukur pisang Raja Bulu untuk menghasilkan umur simpan yang panjang. Akumulasi satuan panas tersebut mampu dicapai pada 99-102 hari setelah antesis dengan daya simpan 8-13 hari setelah antesis. Perbedaan waktu antesis bunga dengan kriteria panen akumulasi satuan panas yang sama secara umum tidak mempengaruhi karakter panen, laju respirasi, kualitas fisik, serta kualitas kimia buah pisang Raja Bulu pada stadia kematangan pascapanen yang sama. Kata kunci: antesis, kualitas fisik, kualitas kimia, pascapanen, umur simpan
Manajemen Pemupukan dan Monitoring Demplot Precipalm Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Lahan Gambut, Riau Putra, Yoga Adi; Sudradjat, Sudradjat; Hariyadi, Hariyadi
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 2 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v13i2.65553

Abstract

Kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan strategis di Indonesia. Untuk mendukung produktivitasnya, pemupukan yang tepat sangat diperlukan. Penerapan prinsip 5T (tepat jenis, dosis, waktu, cara, dan tempat) menjadi kunci dalam meningkatkan efisiensi dan hasil produksi secara berkelanjutan. Penelitian ini dilaksanakan selama empat bulan, mulai dari Januari hingga Mei 2022, di Kebun Divisi I Belaras Barat, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi efektivitas dan efisiensi pemupukan pada tanaman kelapa sawit berdasarkan prinsip 5T, yaitu tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat cara, dan tepat tempat. Pengamatan dilakukan pada blok percobaan precipalm dengan menganalisis proses pemupukan serta komponen produksi dan produktivitas tanaman. Hasil menunjukkan bahwa pelaksanaan pemupukan sebagian besar telah sesuai dengan kaidah 5T dan standar operasional kebun. Secara keseluruhan, tingkat kepatuhan terhadap kaidah 5T dalam kegiatan pemupukan mencapai 95.62%. Evaluasi produksi dan produktivitas dilakukan dengan menghitung jumlah dan bobot tandan buah segar (TBS) tiap bulan dan tahun, bobot janjang rata-rata per bulan, serta efisiensi pemupukan. Efisiensi pemupukan pada perlakuan precipalm mencapai 31.68%, sedangkan pada perlakuan kontrol hanya sebesar 23.47%. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan metode yang tepat dalam pemupukan dapat meningkatkan efisiensi dan potensi hasil produksi kelapa sawit secara signifikan. Kata kunci: efisiensi pemupukan, kaidah 5T, produktivitas kelapa sawit
Keragaan Galur-galur Kacang Bambara (Vigna subterranea L.) Asal Lanras Sumedang Nisa, Febianti Khoirun; Ilyas, Satriyas; Wahyu, Yudiwanti
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 2 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v13i2.65578

Abstract

Kacang bambara merupakan salah satu jenis legum yang dibudidayakan di Indonesia dan telah dikembangkan untuk mendapatkan genotipe unggul melalui seleksi galur murni. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi keragaan karakter kuantitatif dan kualitatif galur-galur kacang bambara asal lanras Sumedang serta untuk memperoleh korelasi antar karakter pada galur-galur tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Cikarawang pada Januari–Juli 2022. Rancangan penelitian ini adalah RKLT dua ulangan dengan 14 galur asal lanras Sumedang, satu galur asal lanras Sukabumi dan satu populasi Sumedang yang belum diseleksi. Satu galur asal Sukabumi telah diseleksi galur murni dan digunakan sebagai pembanding. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tinggi tanaman, umur berbunga, bobot 100 biji berbeda nyata antar galur yang diamati. Bobot 100 biji memiliki nilai duga heritabilitas arti luas kategori tinggi. Koefisien keragaman genetik seluruh karakter berada pada kategori rendah–sedang. Karakter-karakter pada komponen hasil saling berkorelasi positif. Umur berbunga berkorelasi negatif terhadap karakter tinggi tanaman, jumlah daun dan lebar kanopi pengukuran pertama, bobot polong total, bobot polong bernas, dan bobot 100 biji. Tipe kanopi, bentuk daun, bentuk polong, warna polong, tekstur polong serta warna dan corak biji menunjukkan keragaman antara galur uji dengan galur pembanding. Kata kunci : aksesi, heritabilitas, korelasi, polong
Keefektifan Bioherbisida Berbahan Baku Teki (Cyperus rotundus L.) Formulasi Granul untuk Pengendalian Gulma pada Padi Sawah Sistem Tabela Sofiyah, Maratus; Chozin, M.A.; Zaman, Sofyan
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 2 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v13i2.65586

Abstract

Padi merupakan tanaman pangan utama yang menghadapi kendala budidaya, seperti keterbatasan tenaga kerja, mahalnya sarana produksi, dan berkurangnya lahan serta air. Sistem tanam benih langsung (tabela) dinilai lebih efisien, namun meningkatkan populasi gulma. Pengendalian ramah lingkungan diperlukan, dan bioherbisida dari umbi teki (Cyperus rotundus L.) berpotensi menekan pertumbuhan gulma melalui mekanisme alelopati. Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh bioherbisida berbahan baku umbi teki pada gulma dalam pertanaman padi sawah sistem tabela. Terdapat tujuh perlakuan dalam penelitian ini diantaranya bioherbisida formulasi granul berbahan baku umbi teki dengan dosis 22.5 kg ha-1 , 45 kg ha-1, 67.5 kg ha-1, dan 90 kg ha-1, tanpa pengendalian (kontrol), pengendalian manual, dan herbisida tiobenkarb dosis 15 kg ha-1 . Analisis data dilakukan menggunakan uji F pada taraf nyata α = 5% dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi bioherbisida umbi teki dosis 67.5 – 90 kg ha-1 secara efektif mampu menekan pertumbuhan gulma pada pertanaman padi sawah tabela hingga 6 MST. Aplikasi bioherbisida umbi teki dosis 22.5 – 90 kg ha-1 mampu menghambat pertumbuhan gulma dominan yakni gulma daun lebar Sphenoclea zeylanica dan Ludwigia octovalvis tanpa menimbulkan gejala keracunan pada tanaman padi. Berdasarkan keefektifannya dalam mengendalikan gulma dan pengaruhnya terhadap hasil panen padi, dosis terbaik adalah 90 kg ha-1. Kata Kunci: alelopati, dosis, herbisida nabati, Oryza sativa, toksisitas
Konsentrasi dan Waktu Aplikasi Paklobutrazol, Pengaruhnya terhadap Pertumbuhan dan Mutu Benih Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Monch) Anggraini, Dwi Vista; Widajati, Eny; Sari, Maryati; Supijatno
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 3 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.133.65443

Abstract

Sorgum varietas Samurai memiliki tinggi tanaman mencapai 198.7 cm, sehingga mudah rebah serta menyulitkan pemeliharaan dan pemanenan. Aplikasi paklobutrazol bertujuan menghambat pertumbuhan tinggi tanaman serta meningkatkan kualitas fisiologis benih. Penelitian ini bertujuan menentukan konsentrasi dan waktu aplikasi paklobutrazol yang tepat untuk menghasilkan benih sorgum bermutu tinggi. Penelitian dilaksanakan dari April 2023 hingga Februari 2024 di kebun percobaan Lewikopo. Konsentrasi paklobutrazol yang diberikan adalah 1000 ppm dan 1500 ppm, waktu aplikasi pada umur 5 dan 7 minggu setelah tanam.  Mutu benih diuji pada saat panen dan setelah penyimpanan (1, 2, dan 3 bulan). Aplikasi paklobutrazol 1000 ppm pada umur 5 minggu setelah tanam merupakan perlakuan yang tepat untuk menekan pertumbuhan tinggi tanaman. Perlakuan dosis paklobutrazol ini menghasilkan peningkatan yang signifikan pada diameter batang, panjang daun, dan lebar daun serta mutu benih yaitu daya berkecambah dan bobot kering kecambah normal. Aplikasi paklobutrazol secara nyata menurunkan kandungan giberelin dalam benih. Aplikasi paklobutrazol 1500 ppm pada 7 minggu setelah tanam menurunkan mutu benih setelah simpan berdasarkan tolok ukur daya berkecambah, kecepatan tumbuh, dan potensi tumbuh maksimum. Kata kunci: daya berkecambah, giberelin, kecepatan tumbuh
Ketimpangan Spasial Produksi Komoditas Pangan Strategis di Sulawesi Tenggara: Kajian Empiris dan Implikasinya terhadap Ketahanan Pangan Wilayah Saputra, Riki
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 3 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/

Abstract

Ketimpangan produksi pangan strategis menjadi tantangan penting dalam mewujudkan ketahanan pangan, terutama di wilayah kepulauan seperti Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi dan tingkat ketimpangan produksi tujuh komoditas pangan utama, yaitu padi, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kedelai, dan kacang hijau. Data diperoleh dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik tahun 2023 dan dianalisis melalui tabulasi, klasifikasi kuartil, pemetaan tematik menggunakan QGIS, serta perhitungan rasio kuartil ketiga terhadap kuartil pertama (Q3/Q1). Rasio ini digunakan untuk menggambarkan ketimpangan dengan cara membandingkan produksi wilayah kategori tinggi (Q3) dan rendah (Q1), di mana nilai yang lebih besar menunjukkan kesenjangan semakin lebar antarwilayah. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa produksi padi, jagung, dan ubi kayu terkonsentrasi di kabupaten daratan utama seperti Konawe, Kolaka, dan Bombana, sedangkan wilayah kepulauan seperti Wakatobi dan Konawe Kepulauan hanya menyumbang produksi dalam jumlah sangat kecil. Nilai Q3/Q1 yang tinggi pada ubi kayu (25.4), padi (24.0), dan jagung (19.0) menandakan kesenjangan produksi yang tajam. Temuan ini menegaskan perlunya kebijakan pembangunan pertanian yang memperhatikan variasi geografis serta berfokus pada penguatan kapasitas wilayah berproduksi rendah guna mendukung ketahanan pangan yang lebih merata dan berkelanjutan. Kata kunci: ketahanan pangan, distribusi produksi, ketimpangan regional, analisis rasio kuartil, pemetaan spasial
Pengaruh Pemberian Pupuk Hayati terhadap Pertumbuhan Tanaman Kelengkeng Umur Satu Tahun Ariz, Nail Fadhillah; Sudradjat, Sudradjat; Hapsari, Dhika Prita; Furqoni, Hafith; Hafith Furqoni, SP., M.Si. Ph.D.
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 3 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/

Abstract

Kelengkeng (Dimocarpus longan L.) merupakan tanaman yang berasal dari daratan Cina sehingga tergolong tanaman sub-tropis. Pada tahun 2022, Indonesia mampu memproduksi kelengkeng mencapai 46.096 ton/tahun. Salah satu alternatif untuk produksi dalam budidaya tanaman adalah menggunakan pupuk hayati. Penggunaan pupuk hayati diharapkan mampu menekan penggunaan pupuk anorganik dan tanaman kelengkeng dapat tumbuh lebih sehat, ramah lingkungan dan berproduksi dengan baik. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pupuk hayati terhadap pertumbuhan tanaman kelengkeng. Penelitian ini dilakukan pada bulan April - September 2024 di Kebun Pendidikan dan Penelitian Kelapa Sawit IPB-Cargill Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor. Metode pengumpulan data dilakukan dengan melakukan percobaan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT). Perlakuan disusun dalam 4 taraf pemupukan pupuk hayati yaitu: (1) kontrol tanpa aplikasi pupuk (P0), (2) pupuk hayati 50 g per tanaman (P1), (3) pupuk hayati 100 g per tanaman (P2), (4) pupuk hayati 200 g per tanaman. Peubah yang diamati adalah diameter batang, tinggi tanaman, jumlah cabang dan tingkat kehijauan daun. Hasil dari penelitian ini adalah pupuk hayati tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan kelengkeng. Kata kunci: budidaya, hortikultura, respons pertumbuhan, tanaman buah
Penentuan Karakter Seleksi dan Seleksi Individu F2 Persilangan Tomat Buah Besar dengan Buah Kecil Saputra, Helfi Eka; Ganefianti, Dwi Wahyuni; Romeida, Atra
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 3 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/

Abstract

Persilangan tomat buah besar dengan buah kecil akan menghasilkan keragaman yang tinggi pada populasi F2. Penentuan karakter seleksi dan seleksi individu pada populasi F2 sangat dibutuhkan untuk mendapatkan genotipe terbaik. Penelitian bertujuan untuk menentukan karakter-karakter yang memberikan kontribusi langsung dan tidak langsung terhadap hasil dan memperoleh individu F₂ unggul yang berpotensi sebagai galur terbaik. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Kandang Limun, Kota Bengkulu dengan ketinggian 10 m dpl (dataran rendah). Populasi yang digunakan adalah F2 hasil persilangan tomat buah besar dengan buah kecil sebanyak 200 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter jumlah buah per tanaman merupakan karakter seleksi utama. Karakter tinggi tanaman, umur berbunga, panjang buah, diameter buah, dan tebal daging buah juga berperan penting sebagai pendukung peningkatan hasil. Dua puluh genotipe F₂ terbaik yang terseleksi adalah TMU-9, TMU-184, TMU-215, TMU-198, TMU-164, TMU-191, TMU-214, TMU-204, TMU-10, TMU-163, TMU-193, TMU-194, TMU-44, TMU-207, TMU-213, TMU-195, TMU-61, TMU-220, TMU-166, dan TMU-201.  Kata kunci: analisis lintas, genotipe, kemajuan genetik, indeks seleksi
Growth and Yield of Sweet Corn (Zea mays var. Saccharata Sturt.) in Response to the Application of Inorganic Calcium Nitrate Fertilizer Mulyana, Erik
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 3 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/

Abstract

Sweet corn is a horticultural commodity that is widely cultivated in Indonesia. This experiment aimed to determine the effectiveness of inorganic calcium nitrate fertilizer on the growth and yield of different sweet corn plants (Zea mays var. Saccharata Sturt.). The study was conducted at the Sindangbarang Experimental Field, Bogor, West Java. This experiment used a randomized complete block design (RCBD) with a single factor, namely the dose of fertilizer application. The treatment consisted of one factor with six levels of fertilization, namely (P1) control, (P2) standard NPK (135 kg N ha-1, 72 kg P₂O₅ ha-1, and 120 kg K₂O ha-1), (P3) 0.5 dose of calcium nitrate fertilizer, (P4) 0.75 dose of calcium nitrate fertilizer, (P5) 1.0 dose of calcium nitrate fertilizer, and (P6) 1.5 dose of calcium nitrate fertilizer. The test results showed that the treatment of applying 0.5 – 1.5 dose of calcium nitrate fertilizer is higher increased stover weight, cob weight with husked, cob weight without husked, production and productivity which were statistically higher than the control treatment. The application of 0.5 dose of calcium nitrate fertilizer has the highest Relative Agronomic Effectiveness (RAE) value that meets the requirements to pass the fertilizer effectiveness test, with an RAE value of 95%. Keywords: fertilizer effectiveness, horticulture plants, nutrient, productivity