cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Buletin Agrohorti
ISSN : 23373407     EISSN : 26143194     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin Agrohorti merupakan jurnal on-line yang menyajikan artikel hasil penelitian, analisis kebijakan dan review yang berhubungan dengan budidaya tanaman dalam arti luas.
Arjuna Subject : -
Articles 434 Documents
Pengaruh Pengaplikasian Pupuk Magnesium Sulfat terhadap Pertumbuhan serta Hasil Panen Jagung Manis (Zea mays L. saccharata) Firmansyah, Eriyanto; Kartika, Juang Gema; Amarillis, Shandra
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 1 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v13i1.55029

Abstract

Jagung manis (Zea mays L. saccharata) merupakan salah satu komoditas pangan yang sudah lama dibudidayakan di Indonesia. Pertumbuhan dan produksinya sangat dipengaruhi oleh ketersediaan unsur hara, terutama magnesium (Mg) dan sulfur (S). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaplikasian pupuk magnesium sulfat yang optimal bagi pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis. Penelitian ini dilakukan pada bulan April hingga Juni 2023 dan dilakukan dalam percobaan lapangan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan 1 faktor perlakuan yaitu dosis pupuk MgSO4-. Penelitian dilakukan dengan 6 taraf perlakuan dengan 4 ulangan setiap taraf perlakuan. Perlakuan yang digunakan yaitu: kontrol (tanpa pupuk), pupuk standar (300 kg ha-1 Urea, 200 kg ha-1 SP-36, 200 kg ha-1 KCl), pupuk standar + 30 kg ha-1 MgSO4-, pupuk standar + 45 kg ha-1 MgSO4-, pupuk standar + 60 kg ha-1 MgSO4-, dan pupuk standar + 90 kg.ha-1 MgSO4-. Secara umum, dosis pupuk standar + MgSO4- cenderung meningkatkan pertumbuhan dan hasil panen jagung manis. Perlakuan dosis pupuk standar + 45 MgSO4- memiliki tinggi tanaman, bobot daun, dan luas daun nilai berturut-turut sebesar 140.84 cm; 35.12 g; dan 4292.44 cm2 yang nyata lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman yang tidak mendapat pemupukan (kontrol). Perlakuan dosis pupuk standar + 45 MgSO4- cenderung mampu meningkatkan indeks luas daun, jumlah biji per tongkol dan bobot biji per tongkol dengan nilai beturut-turut sebesar 18.40; 320.15; dan 71.57 g. Kata kunci: anorganik, dosis pemupukan, hara makro sekunder, magnesium sulfat, produksi
Panen dan Pasca Panen Bunga Potong Lili (Lilium sp.) di Perusahaan Bianca Lelies, Heerhugowaard, Belanda Zelda, Fauzulin Kumala; Rahayu, Mega; Palupi, Endah Retno
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 1 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v13i1.60471

Abstract

Lili (Lilium sp.) merupakan tanaman hias dari famili Liliaceae, bunganya yang indah dan harum. Manfaat lili selain sebagai dekorasi, juga digunakan dalam parfum dan simbol budaya. Perbanyakan melalui umbi, atau stek sisik umbi. Lili tumbuh optimal di lingkungan beriklim sedang hingga dingin. Penanganan panen dan pasca panen yang baik pada bunga potong lili dapat memperpanjang masa hidup sehingga bunga akan sampai di tangan konsumen dengan keadaan segar dan indah. Nilai komersial bunga potong lili dapat dipertahankan lebih lama dengan penyimpanan pada suhu yang tepat. Tujuan percobaan ini adalah mengetahui dan mempelajari pertumbuhan, proses panen dan pascapanen bunga potong lili. Data kuantitatif (numerik) diolah dengan menggunakan rataan, persentase dan standar deviasi, uji t-student taraf α=5%, uji f, dan uji lanjut DMRT (Duncan’s Multiple Range Test). Data kualitatif dianalisis menggunakan analisis deskriptif P. Pengamatan percobaan dilakukan terhadap empat varietas lili yang diproduksi oleh Bianca Lelies yaitu Arletta, Canberra, Helvetia, dan Tisento. Terdapat perbedaan nyata tinggi tanaman, terlihat pada varietas Helvetia nyata lebih pendek dibanding varietas lainnya. Perbedaan sangat nyata panjang kuntum ditunjukkan pada varietas Canberra, antara tanaman yang berasal dari umbi berukuran perimeter 16-18 cm dan 14-16 cm. Penyimpanan 2 x 24 jam pada penyimpanan suhu rendah (2-3 °C) memberi pengaruh nyata terhadap masa hidup bunga lili yaitu memperlambat kemunduran fisik lebih dari satu hari. Kata kunci: lili, kriteria panen, masa hidup, penyimpanan suhu rendah
Potensi Ekstrak Daun Eucalyptus pellita sebagai Bioherbisida Pratumbuh untuk Pengendalian Gulma Andriyani, Yuni; Guntoro, Dwi
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 1 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v13i1.60472

Abstract

Aplikasi bioherbisida merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi risiko pencemaran lingkungan akibat penggunaan herbisida sintetis. Tanaman Eucalyptus pellita mengandung zat alelokimia yang berpotensi sebagai bioherbisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak daun E. pellita sebagai bioherbisida pratumbuh untuk pengendalian gulma dalam percobaan di rumah kaca. Percobaan disusun menggunakan rancangan acak kelompok dengan empat ulangan. Perlakuan terdiri dari tujuh konsentrasi ekstrak daun, yaitu 0 (kontrol), 50, 100, 150, 200, 300, dan 400 g L-1. Unit percobaan berupa pot berdiameter 15 cm dan tinggi 20 cm. Gulma yang menjadi target adalah Asystasia gangetica, Borreria alata, Eleusine indica, dan Cyperus brevifolius. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun E. pellita menekan perkecambahan benih gulma target dalam percobaan rumah kaca. Ekstrak daun E. pellita pada 200 g L-1 hingga 400 g L-1 menekan pertumbuhan plumula dan radikula gulma target dalam percobaan rumah kaca. Ekstrak tidak mempengaruhi perkecambahan C. brevifolius. Kata kunci: alelopati, bioherbisida, konsentrasi, perkecambahan, penekanan gulma
Manajemen Tenaga Kerja Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kebun Cikasungka, Banten Mulyawan, Zidane; Ahmad Junaedi; Supijatno, Supijatno
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 1 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v13i1.60702

Abstract

Kelapa sawit merupakan sumber devisa terbesar Indonesia dari sub sektor perkebunan. Manajemen tenaga kerja yang baik di perkebunan kelapa sawit sangat penting dilakukan agar perusahaan mampu mencapai produktivitas tinggi secara berkualitas dan berkelanjutan. Penelitian dilaksanakan di Kebun Cikasungka pada bulan Februari sampai Juni 2023. Penelitian bertujuan mendapatkan pengalaman dan kompetensi tentang pengelolaan tenaga kerja di perkebunan kelapa sawit. Pengamatan dan penghimpunan data difokuskan pada manajemen tenaga kerja meliputi pengorganisasian tenaga kerja, prestasi kerja, disiplin dan kualitas kerja, dan penerapan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Data hasil pengamatan dianalisis secara menggunakan uji t-student pada taraf 5% dan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan tenaga kerja Kebun Cikasungka telah bekerja secara disiplin dengan kualitas kerja yang baik. Pihak manajemen Kebun Cikasungka telah menerapkan aspek berkelanjutan dan tanggung jawab terhadap pekerja dengan baik. Kata kunci: disiplin kerja, ISPO, kualitas kerja, prestasi kerja
Pengaruh Dosis Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan, Produktivitas Dan Kualitas Umbi Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Klon Beniazuma Harahap, Said Arsandi Naim; Suwarto, Suwarto
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 1 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v13i1.60715

Abstract

Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) atau ketela rambat berasal dari Hindia Barat atau Amerika Selatan, merupakan bahan makanan tambahan atau pengganti makanan pokok beras yang telah mendapatkan perhatian lebih masyarakat. Selain sebagai salah satu bahan pangan, ubi jalar juga dimanfaatkan sebagai bahan baku industri seperti tepung, makanan ternak dan gula cair. Pemupukan merupakan salah satu faktor penting dalam budidaya tanaman ubi jalar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji beberapa dosis pupuk organik terhadap pertumbuhan dan produksi ubi jalar klon Beniazuma. Percobaan penelitian ini dilakukan di Kebun Merdesa Cikarawang serta Laboratorium Pasca Panen dan Mikro Teknik Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB University dari bulan Oktober 2022 hingga Agustus 2023. Percobaan penelitian disusun dalam Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) faktor tunggal dengan lima taraf percobaan yaitu 0 kg ha-1, 100 kg ha-1, 200 kg ha-1, 300 kg ha-1, 400 kg ha-1 pupuk organik. Terdapat empat ulangan dengan lima perlakuan sehingga ada 20 percobaan. Ubi jalar klon Beniazuma menunjukkan hasil respon kuadratik terhadap peningkatan dosis pupuk organik pada peubah panjang batang utama, diameter batang utama, jumlah daun, dan jumlah cabang baru. Pada komponen produksi umbi perlakuan dosis pupuk organik hanya berpengaruh pada peubah bobot kering umbi, diameter umbi, dan tingkat kemanisan umbi sedangkan pada peubah lainnya tidak berpengaruh nyata. Kata kunci: berat kering, jumlah cabang baru, komponen produksi, panjang batang
Pengaruh Pemupukan Urea dan Varietas pada Tanaman Jagung (Zea mays L.) terhadap Produksi Biomassa dan Biji Fahmi, Muhammad Rasyid Noor; Lubis, Iskandar; Purnamawati, Heni
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 1 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v13i1.60720

Abstract

Jagung merupakan tanaman pangan yang mempunyai peran strategis dalam pembangunan pertanian dan perekonomian nasional. Produktivitas jagung sangat ditentukan oleh mutu genetik varietas yang ditanam dan pemupukan yang tepat. Kegiatan penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemupukan berbagai dosis pupuk urea terhadap dua varietas jagung yang ditanam melalui produksi biomassa dan biji. Penelitian dilakukan pada Januari hingga Mei 2023 di Kebun Percobaan Leuwikopo Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor, Dramaga, Bogor, Jawa Barat. Penelitian dilaksanakan menggunakan rancangan petak terbagi dalam rancangan kelompok lengkap teracak dengan tiga kali ulangan. Perlakuan terdiri dari 2 faktor yaitu varietas dan dosis pupuk urea. Varietas sebagai petak utama dan dosis pupuk urea sebagai anak petak. Dua varietas jagung, BISI-18 (hibrida) dan Bisma (komposit) ditanam dan dipupuk dengan dosis urea 0, 175, 350, dan 525 kg ha-1. Peningkatan dosis urea hingga 525 kg ha-1 secara linier meningkatkan total bobot kering, bobot tongkol dengan kelobot, bobot tongkol tanpa kelobot, diameter tongkol, bobot biji per tongkol, dan bobot biji per plot. Tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, panjang tongkol, dan nilai SPAD menunjukkan respons kuadratik dengan dosis Urea optimum masing-masing 461.25; 435; 350; 435 dan 518 kg ha-1. Dosis urea 439.25 kg ha-1 merupakan dosis optimum untuk mencapai produktivitas tinggi pada kedua varietas tersebut. Kata kunci: bobot tongkol, diameter tongkol, dosis optimum, produktivitas, total bobot kering
Analisis Pengelolaan Pemupukan Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Sebagai Bagian Dari Best Management Practices Di Kebun Mesuji Adrian, Fahrul; Supijatno; Junaedi, Ahmad
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 1 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v13i1.60817

Abstract

Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan tanaman berumur panjang sehingga kemampuan lahan dalam menyediakan unsur hara menjadi suatu kebutuhan yang penting. Manajemen pemupukan di lapangan harus dilakukan secara optimal untuk mencapai pemupukan yang efisien dan efektif sesuai jenis pupuk, dosis, waktu, cara aplikasi, serta pengawasan pemupukan yang lebih tepat. BMP atau praktik pengelolaan terbaik adalah tindakan agronomis untuk menemukan teknik terefektif agar perbedaan produksi aktual dengan potensinya berkurang serta menekan dampak terhadap lingkungan dengan memakai sumber daya produksi secara efisien. Penelitian dilaksanakan di Kebun Mesuji, dari bulan Februari hingga Juni 2023. Penelitian bertujuan mempelajari pemupukan kelapa sawit, serta menguraikan perbandingan pengelolaan pemupukan kebun yang dikelola secara komersial dan kebun yang dikelola dengan praktik Best Management Practices. Pengamatan yang dilakukan yaitu pada rekomendasi dan realisasi Pemupukan, ketepatan pemupukan, dan data produksi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji t-student. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa perlakuan BMP dan standar tidak menunjukkan perbedaan dalam hasil maupun input pemupukan. Untuk hasil pada blok BMP dan standar tidak berbeda nyata dan belum terlihat secara signifikan karena input masih sama, mengingat praktik BMP di kebun Mesuji baru dilakukan dalam rentang 2 tahun terakhir. Kata kunci: decanter solid, efisiensi pemupukan, empty fruit bunch, evaluasi agronomi
Manajemen Persiapan dan Pelaksanaan Panen Kopi Arabika (Coffea arabica L.) di Kebun Kalisat Jampit, Jawa Timur Karyati; zaman, sofyan
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 1 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v13i1.61534

Abstract

Manajemen panen dan pelaksanaan panen memegang peranan penting dalam menjamin kelancaran kegiatan serta pencapaian hasil yang optimal. Manajemen ini mencakup fungsi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), pengawasan (controlling), dan evaluasi (evaluation). Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Mei 2020 di Kebun Kalisat Jampit, Jawa Timur, dengan tujuan menganalisis dan mengevaluasi manajemen persiapan serta pelaksanaan panen kopi Arabika. Pengamatan yang dilakukan yaitu taksasi produksi, persiapan sarana dan prasarana, pemetaan rotasi panen, tenaga petik, kualitas dan kuantitas hasil petik, faktor kehilangan hasil dan tingkat kehilangannya, transportasi hasil, serta sistem upah. Data dianalisis menggunakan uji statistik t-student, rata-rata, dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah tenaga kerja per Januari 2020 berjumlah 1,410 orang dengan luas panen 1,332.23 ha dengan rata-rata luas blok panen 1,617 ha. Setiap afdeling dibagi menjadi 15 blok petik, dengan rotasi panen setiap 8–12 hari. Penentuan luas areal panen didasarkan pada kondisi tanaman menghasilkan (TM) dan kondisi tanaman. Rata-rata kualitas petik pada awal panen mencapai 84.39% buah merah. Usia dan jenis kelamin tenaga pemetik tidak berpengaruh nyata terhadap hasil panen. Pengolahan kopi dilakukan dengan dua metode, yaitu pengolahan basah (wet process/WP) dan pengolahan kering (dry process/DP). Kata kunci: kriteria pemanenan, pengolahan kopi, perkebunan kopi, persiapan panen
Uji Daya Hasil Pendahuluan Beberapa Galur Mutan Padi Gogo Situgintung di Lahan Kering Utami, Nita Nur; Sopandie, Didy; Dewi, Azri Kusuma
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 1 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v13i1.61619

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk setiap tahun menuntut adanya peningkatan produksi padi untuk memenuhi kebutuhan pangan. Budidaya padi gogo menjadi upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi padi di Indonesia dengan mengoptimalkan penggunaan lahan kering. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi daya hasil dan komponen hasil dari 10 galur mutan padi gogo Situgintung. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Pusat Riset Teknologi Proses Radiasi (PRTPR), ORTN-BRIN, Lebak Bulus, Jakarta Selatan pada bulan Januari hingga Agustus 2023. Penelitian ini menggunakan faktor tunggal yaitu genotipe sebagai perlakuan yang disusun dalam rancangan kelompok lengkap teracak dengan 3 ulangan. Uji beda nyata jujur digunakan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh galur mutan yang diuji memiliki produktivitas yang sama dibandingkan dengan dua varietas pembanding Limboto dan Situgintung, kecuali galur G107 dan G29 yang lebih tinggi dibandingkan kedua varietas pembanding serta galur G229 juga nyata lebih tinggi dibandingkan dengan varietas Situgintung. Beberapa karakter menunjukkan korelasi positif terhadap produktivitas galur mutan padi gogo, meliputi lebar daun bendera, panjang batang, jumlah anakan produktif, jumlah anakan total, jumlah gabah bernas, persentase gabah bernas, jumlah gabah total, dan kerapatan gabah per malai. Karakter yang berkorelasi negatif terhadap produktivitas adalah persentase gabah hampa. Kata kunci: padi gogo, galur mutan, produktivitas
Evaluasi Keragaan dan Daya Hasil Pada 11 Genotipe Jagung Manis Hibrida (Zea mays saccharata. Sturt) Milik IPB University Sendana, Preda Cakra; Ritonga, Arya Widura
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 1 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v13i1.61621

Abstract

Informasi keragaan dan daya hasil jagung manis diperlukan dalam menciptakan sebuah kultivar baru. Penelitian bertujuan mengevaluasi dan daya hasil jagung manis hibrida harapan IPB. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2022 sampai Februari 2023 di Kebun Percobaan Leuwikopo, Dramaga, Bogor, Jawa Barat. Penelitian terdiri dari satu faktor yaitu genotipe sebanyak 13 genotipe jagung manis hibrida. Penanaman dilakukan menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak dengan 3 ulangan sehingga terdapat 39 satuan percobaan. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan keragaan dan daya hasil antar jagung manis hibrida IPB dan varietas jagung manis pembanding. Genotipe berpengaruh sangat nyata terhadap semua karakter yang diamati Genotipe berpengaruh sangat nyata terhadap semua karakter yang diamati, kecuali diameter batang dan ASI/Anthesis silking interval. Pengamatan kualitatif terdiri dari warna batang, warna kelobot, warna biji, warna daun, bentuk susunan baris biji jagung, dan bentuk bulir jagung. Perbedaan genotipe juga ditemukan pada karakter kualitatif diantaranya warna biji, susunan baris biji, dan bentuk biji. Genotipe SB.13B X SM.9.3A.1 dan SB.5.1B.3B X T.13.1.8 memiliki beberapa keunggulan pada karakter seperti produktivitas, bobot tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol, dan ASI yang setara atau lebih baik dari varietas pembanding. Genotipe SB.13B X SM.9.3A.1 dan SB.5.1B.3B X T.13.1.8 memiliki produktivitas berkisar 19.04-20.42 ton. Bobot tongkol tanpa kelobot genotipe SB.13B X SM.9.3A.1 dan SB.5.1B.3B X T.13.1.8 berkisar 257.33–261.85 gram dengan panjang tongkol berkisar 19.28-20.07 cm. Kata kunci: evaluasi tanaman, karakter morfologi, performa genetik, seleksi jagung