cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Buletin Agrohorti
ISSN : 23373407     EISSN : 26143194     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin Agrohorti merupakan jurnal on-line yang menyajikan artikel hasil penelitian, analisis kebijakan dan review yang berhubungan dengan budidaya tanaman dalam arti luas.
Arjuna Subject : -
Articles 434 Documents
Pertumbuhan dan Hasil Varietas Padi Gogo pada berbagai Jarak Tanam di bawah Tanaman Kelapa Sawit Menghasilkan Ramadhani, Detri Ardi; Santosa, Edi
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 1 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v13i1.61756

Abstract

Konsumsi beras yang tinggi seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk Indonesia menjadi tantangan tersendiri bagi negara Indonesia untuk memenuhi kebutuhan beras. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menunjang produktivitas beras adalah menanam padi gogo sebagai tanaman sela di perkebunan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan varietas dan jarak tanam terhadap pertumbuhan serta hasil padi gogo di bawah naungan kelapa sawit menghasilkan. Penelitian ini dilakukan dari bulan Maret hingga Agustus 2023 di Kebun Percobaan IPB Cikabayan, Dramaga, Bogor. Penelitian ini menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dua faktor yaitu perlakuan varietas dan jarak tanam. Varietas yang digunakan adalah IPB 9G, IPB 8G, Inpago 12, dan Situ Bagendit. Perlakuan jarak tanam menggunakan jarak tanam 5 cm x 5 cm, 10 cm x 10 cm, 15 cm x 15 cm, dan 20 cm x 20 cm. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan varietas berpengaruh nyata terhadap persentase tanaman hidup, tinggi tanaman, jumlah anakan, dan jumlah anakan produktif dengan varietas IPB 9G menunjukkan hasil secara keseluruhan lebih baik. Perlakuan jarak tanam tidak memberikan pengaruh nyata pada semua parameter pengamatan namun jarak tanam 20 cm x 20 cm memberikan hasil yang lebih konsisten dibandingkan ketiga jarak tanam lainnya. Kedua perlakuan tidak menunjukkan interaksi yang nyata pada semua parameter pengamatan. Pertumbuhan dan hasil pada padi gogo dibawah naungan kelapa sawit dapat dipengaruhi oleh intensitas cahaya dan jenis tanah. Kata kunci: IPB 9G, jarak tanam, naungan, tanaman sela
Variasi Karakter Agronomi dan Kandungan Amilosa Populasi F3 Sorgum Persilangan Pulut 3 × Kawali Alaydi, Nafian; Wirnas, Desta; Marwiyah, Siti
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 1 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v13i1.61772

Abstract

Sorgum merupakan salah satu jenis tanaman pangan yang berpotensi sebagai pangan fungsional dan memenuhi diversifikasi pangan nasional. Pengembangan sorgum dalam meningkatkan hasil dan kualitas tekstur nasi yang dihasilkan masih perlu dilakukan untuk meningkatkan palatabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai keragaman genetik karakter agronomi dan kadar amilosa pada populasi F3 hasil persilangan Pulut 3 × Kawali. Penelitian menggunakan metode Single Seed Descent (SSD). Hasil penelitian menunjukkan keragaman karakter kualitatif maupun kuantitatif berdasarkan analisis Nilai Tengah, Khi-Kuadrat, Skewness and Kurtosis, Korelasi, dan Heritabilitas arti luas. Kandungan amilosa yang bertipe waxy mengikuti nisbah Mendel berdasarkan pengujian pewarnaan iodin pada endosperma biji. Perbedaan karakter yang ditemukan pada F3 belum berbeda nyata dibandingkan tanaman tetua. Aksi gen yang ditemukan yaitu dominan, epistasis, dan aditif dengan jumlah gen yang banyak atau sedikit. Beberapa karakter yang ditemukan memiliki keragaman yang tinggi dan keeratan hubungan yang rendah. Pengelompokan genotipe tanaman berdasarkan karakternya dapat digunakan dalam melakukan seleksi pada generasi lanjutan. Kata kunci: keragaman, klaster, pewarnaan iodin, Single Seed Descent
Keragaman Genetik Matoa (Pometia pinnata) menggunakan Penanda Molekuler SSR Saputra, Maliki Febriantono; Hapsari, Dhika Prita; Matra, Deden Derajat; Dr. Dhika Prita Hapsari, S.P., M.Si.
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 1 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v13i1.61774

Abstract

Indonesia adalah negara yang kaya akan keanekaragaman hayati dengan berbagai jenis spesies tumbuh-tumbuhan. Keanekaragaman tersebut terdiri dari tanaman buah yang salah satunya berasal dari buah Matoa (Pometia pinnata). Matoa merupakan tanaman dari famili Sapindaceae yang tersebar di wilayah tropis. Tanaman matoa banyak dimanfaatkan sebagai obat-obatan tradisional yang diketahui mengandung kelompok senyawa diantaranya flavonoid, tanin, dan saponin. Analisis keragaman genetik matoa menjadi informasi dasar untuk pelaksanaan kegiatan seleksi dan persilangan lanjutan dalam program pemuliaan matoa. Marka mikrosatelit merupakan salah satu metode analisis marka molekuler kodominan. Tujuan dari penelitian ini untuk melakukan seleksi primer ssr untuk analisis kekerabatan 10 aksesi matoa Dramaga dengan 4 outgrup Pometia pinnata kalimantan melalui pendekatan marka mikrosatelit. DNA diisolasi menggunakan CTAB. Sepuluh primer mikrosatelit yang digunakan adalah Pp.e.6402R(L), Pp.e.66857R(L), Pp.e.80271R(L), Pp.e.89451R(L), Pp.e.115726R(L), Pp.e.161167R(L), Pp.e.186462R(L), Pp.e.187105R(L), Pp.e.238124R(L), Pp.e.287861R(L). Amplifikasi mengacu pada protokol ThermoScientific DreamTaq Green PCR Master Mix. Rata-rata alel yang didapat dari 10 lokus yang diuji ± 2. Ditemukan 1 pasang lokus yang memiliki NA paling rendah yaitu lokus Pp.e.287861R(L) yang memiliki alel 1, dan hanya 2 DNA yang dapat diamplifikasi pada 10 pasang lokus primer yang digunakan, yaitu DNA yang berasal dari aksesi IPBA8, IPBA9. Kata kunci: alel, genetik, keanekaragaman genetik, marka mikrosatelit, tanaman buah
Efektivitas Aplikasi Pupuk NPK dengan Kandungan Magnesium (14-14-14+1.5MgO) pada Hasil dan Komponen Hasil Jagung Manis Nindita, Anggi; Muhammad, Rosyid Anwar; Suwarto, Suwarto
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 1 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v13i1.63142

Abstract

Pemupukan tanaman yang seimbang dalam jangka panjang dapat mempengaruhi produksi tanaman jagung manis secara optimal. Magnesium merupakan unsur hara makro esensial untuk metabolisme, pertumbuhan, dan perkembangan tanaman. Aplikasi pupuk majemuk seperti pupuk NPK dengan penambahan magnesium dapat mengoptimalkan hasil panen serta berkontribusi secara signifikan terhadap ketahanan pangan. Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan Sawah Baru IPB, Jawa Barat. Percobaan disusun dengan rancangan acak kelompok lengkap teracak (RKLT) dengan faktor tunggal yaitu dosis pemberian pupuk. Perlakuan disusun dalam 6 taraf aplikasi yaitu: (1) tanpa pemberian pupuk yang diuji (kontrol), (2) pupuk NPK standar sebagai pembanding, (3) 0.5 dosis pupuk uji (0.5 NPK), (4) 0.75 dosis pupuk uji (0.75 NPK), (5) 1.0 dosis pupuk uji (1.0 NPK), (6) 1.5 dosis pupuk uji (1.5 NPK). Percobaan dilakukan dengan empat ulangan sehingga terdapat 24 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa taraf pemupukan NPK+Mg (14-14-14+1.5MgO) dari 0.75 (P3) sampai dengan 1.50 dosis (P5) secara umum dapat memberikan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, bobot tongkol berkelobot, produksi serta produktivitas yang secara statistik lebih tinggi terhadap perlakuan pembanding (P1). RAE tertinggi mencapai 197.95 % atau 1.98 kali peningkatan hasil dari perlakuan pembanding terhadap kontrol, yang didapatkan pada perlakuan dengan 1.50 dosis NPK (14-14-14+1.5MgO). Kata kunci: defisit magnesium, efektivitas agronomi relatif, produksi, produktivitas
Penentuan Media dan Perlakuan Pendahuluan Terbaik untuk Perkecambahan Benih Kapulaga Jawa (Amomum compactum Sol. ex Maton) Miranda, Citra; Sari, Maryati; Permatasari, Okti Syah Isyani
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 2 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v13i2.63850

Abstract

Kapulaga jawa (Amomum compactum Sol ex. Maton) merupakan spesies yang berbeda dengan Elettaria cardamomum (L.) Maton. Tanaman ini biasanya diperbanyak secara vegetatif namun tetap diperlukan benih botani. Benih kapulaga memiliki lapisan testa yang keras dan memerlukan waktu yang lama untuk berkecambah. Percepatan perkecambahan biji dapat dilakukan dengan menggunakan media perkecambahan yang tepat dan memberikan perlakuan pendahuluan yang dapat mengurangi faktor penghambat perkecambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan media perkecambahan yang tepat dan perlakuan pendahuluan yang efektif untuk mempercepat perkecambahan benih kapulaga. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok lengkap petak terbagi dengan perlakuan jenis media perkecambahan sebagai petak utama, perlakuan pendahuluan sebagai anak petak, dan tiga kali ulangan. Evaluasi penghitungan pertama dilakukan pada hari ke-24 setelah tanam dan penghitungan kedua pada hari ke-51 setelah tanam. Pada penelitian ini tidak ditemukan adanya perlakuan pra-tanam yang mampu memacu perkecambahan. Media cocopeat merupakan media terbaik dibandingkan dengan media pasir dan media tanam campuran arang sekam: sabut kelapa : kompos (1:1:1) pada parameter daya berkecambah 80.5%, kecepatan tumbuh 3.11% etmal-1, indeks vigor 35.2%, dan benih segar tidak tumbuh 1.3%. Interaksi antara perlakuan media cocopeat dan perlakuan pra-tanam dengan perendaman dalam air 50 °C selama 30 menit memberikan waktu berkecambah paling singkat yaitu rata-rata waktu berkecambah 25.0 hari. Kata kunci: cocopeat, dormansi, pembibitan, tetrazolium, viabilitas
Efektivitas Pupuk Anorganik (N dan Ca) terhadap Daya Hasil dan Nilai Ekonomi pada Tanaman Cabai Hafith Furqoni, SP., M.Si. Ph.D.; Furqoni, Hafith; Sugiyanta, Sugiyanta
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 2 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v13i2.63853

Abstract

Pemupukan merupakan salah satu kegiatan yang penting dalam budidaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pupuk anorganik (N dan Ca) terhadap hasil dan kelayakan ekonomi pada tanaman cabai. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan 4 ulangan. Perlakuan disusun dalam 7 taraf pemupukan: tanpa aplikasi pupuk anorganik cair (P0), pemupukan anorganik cair pembanding (P1), pemupukan 0.50 dosis rekomendasi anorganik (N dan Ca) (P2), pemupukan 0.75 dosis pupuk anorganik (N dan Ca) (P3), pemupukan 1.00 dosis rekomendasi anorganik (N dan Ca) (P4), pemupukan 1.25 dosis rekomendasi anorganik (N dan Ca) (P5) dan pemupukan 1.50 dosis anorganik (N dan Ca) (P6). Hasil percobaan menunjukkan bahwa perlakuan 1.00 dosis pupuk anorganik (N dan Ca) dapat meningkatkan pertumbuhan terhadap peubah jumlah cabang dan jumlah buah dibandingkan dengan kontrol. Selain itu, perlakuan tersebut meningkatkan komponen hasil dan hasil cabai dibandingkan dengan kontrol. Pemberian 1.00 dosis pupuk anorganik (N dan Ca) efektif secara agronomi karena dapat meningkatkan hasil sebesar 1.58 kali lipat. Perlakuan 1.00 dosis pupuk anorganik (N dan Ca) juga efektif secara ekonomi dengan menghasilkan R/C rasio tertinggi dan memberikan keuntungan terbesar. Dosis rekomendasi yang disarankan untuk tanaman cabai adalah 2.0 kg ha-1 per aplikasi pupuk anorganik (N dan Ca). Kata kunci: dosis rekomendasi, pupuk cair, pupuk majemuk, tanaman hortikultura
Eksplorasi Senyawa Metabolit Planlet Timun (Cucumis sativus L.) In Vitro sebagai Bahan Aktif Potensial Menggunakan GC-MS Rusmiyati, Henny; Afifah, Ulil Azmi Nurlaili; Dinarti, Diny; Rachmani, Inda Hidayati
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 2 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v13i2.64307

Abstract

Timun (Cucumis sativus L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang selain digunakan sebagai sayuran, timun juga dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa timun mengandung berbagai senyawa bioaktif akan tetapi tidak semua bagian timun dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk eksplorasi senyawa metabolit murni yang terkandung di daun, akar dan batang timun (Cucumis sativus L.) yang ditanam dalam lingkungan terkendali secara in vitro. Senyawa dianalisa menggunakan teknik Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Tanaman hasil kultur in vitro dipengaruhi oleh faktor fisik yang cenderung stabil, terkendali, dan terhindar dari faktor stress cekaman lingkungan sehingga senyawa kimia yang dihasilkan murni. Hasil analisis GC-MS senyawa metabolit didapatkan kandungan Stigmasta-7,16-dien-3-ol, (3 beta, 5. alpha) dengan formula C29H48O dan Ethyl. Alpha, -d-glucopyranoside yang ditemukan pada akar, batang, dan daun. Persentase kandungan senyawa metabolit yang paling banyak kandungannya di akar adalah Stigmasta-7,16-dien-3-ol, (3 beta, 5. alpha). Persentase kandungan senyawa tertinggi yang ditemukan pada bagian batang planlet adalah senyawa IH-Indole. Phythol merupakan senyawa metabolit tertingi yang ditemukan di daun. Senyawa yang ditemukan diseluruh bagian morfologi planlet C. sativus yaitu Stigmasta-7,16-dien-3-ol, (3 beta, 5. alpha) dikenal juga dengan sebutan Stigmasterol memiliki manfaat sebagai anti kanker dan antioksidan. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh organ planlet C. sativus dapat dimanfaatkan untuk antikanker dan antioksidan. Katakunci: antikanker, antioksidan, senyawa murni, stigmasterol
Pengendalian Tinggi Tanaman Hamparan Celosia dengan Zat Pengatur Tumbuh Paclobutrazol Kusumawardani, Annisa Try; Krisantini, Krisantini; Dinarti, Diny; Widaningsih, Ida
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 2 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v13i2.64395

Abstract

Celosia merupakan salah satu species tanaman hamparan yang popular karena warna bunganya yang cerah dan berwarna-warni. Celosia yang tumbuh pada lingkungan tropika umumnya memiliki batang tinggi sehingga tampak kurang estetis, disamping menyulitkan penanganan, pengepakan dan transportasi. Penggunaan paclobutrazol dapat menghambat pemanjangan batang, membuat tanaman lebih kekar dan pendek. Penelitian ini dilakukan di nurseri PT Bina Usaha Flora, Cianjur, Jawa Barat untuk menentukan cara aplikasi dan konsentrasi paclobutrazol yang efektif untuk mengendalikan tinggi tiga kultivar Celosia argentea. Terdapat lima perlakuan pada percobaan ini, yaitu pemberian paclobutrazol dengan cara disemprot pada daun sebanyak 30 ppm dan 40 ppm, pemberian paclobutrazol disiram pada media tanam sebanyak 10 ppm dan 20 ppm, dan tanaman kontrol (tanpa aplikasi paclobutrazol). Setiap perlakuan terdiri atas 15 tanaman yang ditanam dalam polybag, satu tanaman per polibag. Pemberian paclobutrazol 20 ppm dengan cara disiram pada media dapat menghambat pertumbuhan tinggi tanaman C. argentea ‘Cristata’ hingga 67% (43.2 cm), C. argentea ‘Plumosa’ 48% (23.9 cm), dan C. argentea ‘Spicata’ 61% (44.4 cm) dibandingkan tanaman kontrol, namun menunda pembungaan Celosia argentea ‘Cristata’ 5-7 hari. Pemberian paclobutrazol dapat menghasilkan Celosia yang lebih pendek dan kekar. Kata kunci: Celosia, pembungaan, retardan, tanaman hias
Growth and Production of Sweet Corn (Zea mays var. Saccharata Sturt.) at Various Doses of Micro Inorganic Fertilizers (3.14% Zn – 2.54% Cu) Mulyana, Erik; Rosyad, Astryani; Furqoni, Hafith; Khairullah, Adrian; Annas, Sofian; Suwarto, Suwarto
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 2 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v13i2.64456

Abstract

Sweet corn is a horticultural commodity that is widely cultivated in Indonesia. This study aimed to determine the development and growth response of sweet corn plants to the application of different doses of micro inorganic fertilizer (3.14% Zn – 2.54% Cu). The research was conducted at Sindangbarang Experimental Field, Bogor, West Java. This experiment used a Randomized Complete Block Design (RCBD) with a single factor, namely the dose of fertilizer application. Treatments were arranged in 4 levels of application, namely: (1) control, (2) standard NPK, (3) NPK + 1 micro dose, (4) ¾ NPK + 1 micro dose. The results of this test indicate that the application level of micro inorganic fertilizers at the application level of NPK fertilizer + 1 micro dose and ¾ NPK + 1 micro dose fertilizer treatment can generally provide plant height, stem diameter, number of leaves, cob length, cob diameter, stover weight, cob weight with husk, cob weight without husk, production per plot, and productivity which were statistically higher than the control treatment. The application of NPK + 1 micro dose and fertilizer treatment of ¾ NPK + 1 micro dose have Relative Agronomic Effectiveness (RAE) values that meet the requirements to pass the fertilizer effectiveness test, with the highest RAE value obtained in the application of ¾ NPK + 1 micro dose fertilizer at 118%. Keywords: copper, effectivity of fertilizer, horticulture plants, zinc
Selection of the Best Method of Soil Phosphorus Test for Tomato (Solanum lycopersicum L.) on Andisols Gunawan, Endang; Susila, Anas D; Santosa, Edi; Sutandi, Atang
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 2 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v13i2.65362

Abstract

Determination of recommendations for phosphorus (P) based on soil tests for tomato in Andisol has not been done in Indonesia. Beginning with the making of P soil status in IPB Research Station Pasirsarongge Cianjur and followed by a correlation test in PKHT IPB greenhouse Tajur Bogor West Java, from November 2015 to April 2016. The objective was to select the best extraction method of P Andisols for tomato. This research used a single-location approach; with a randomized block design. The treatments were soil P status by application of phosphoric acid solution (H3PO4) with five rates of P : 0, ¼,X, ½X, ¾X, and X. X was the P rate of 2240 kg P ha-1 was applied to achieve maximum P concentration in the soil. H3PO4 solution was applied to the bed surface and incubated for 4 months to obtain different P nutrient statuses. A study of the Correlation test conducted in the greenhouse used the 4 month incubated soil. Analysis of soil P using five extraction methods: Bray 1 (HCl 5N), HCl 25%, Morgan Wolf (NaC2H3O2.3H2O), Mechlich (HCl 0.05N + H2SO4 0.025N) dan NH4OAc (NH4OAc, pH 7). The results showed differences in response of plant height and biomass dry weight on nutrient status of Andisols P. Quandratic response pattern was shown in tomato plant height at 7 weeks after planting and biomass dry weight. The best Andisols P extraction method for tomato is Morgan Wolf, with a correlation coefficient (r) was 0.79. Keywords: biomass, extraction method, greenhouse, H3PO4, Morgan Wolf