cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Buletin Agrohorti
ISSN : 23373407     EISSN : 26143194     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin Agrohorti merupakan jurnal on-line yang menyajikan artikel hasil penelitian, analisis kebijakan dan review yang berhubungan dengan budidaya tanaman dalam arti luas.
Arjuna Subject : -
Articles 439 Documents
Manajemen Pengendalian Gulma Kelapa Sawit (Elais guineensis Jack.) di Kebun Langga Payung Estate, Sumatra Utara Tambunan, Fadila Kofifa; Zaman, Sofyan
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 3 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/

Abstract

Pengendalian gulma sangat penting dalam mengupayakan peningkatan produksi kelapa sawit. Pengendalian gulma yang baik dan efektif dapat menghasilkan produksi tandan sawit yang bermutu. Penelitian dilaksanakan di Kebun Langga Payung Estate, Sumatera Utara. Penelitian dilaksanakan dari Januari hingga Mei 2023. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis gulma serta pengendalian gulma secara efektif di lapangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan gulma dominan pada tanaman 2020 adalah Cyperus killingia dengan nilai SDR sebesar 25.53%. Gulma dominan pada tanaman 2015 adalah Urena lobata dengan nilai SDR sebesar 23.12%. Gulma dominan pada tanaman 2011 adalah Panicum brevifollium dengan nilai SDR sebesar 27.68%. Nilai koefisien komunitas Divisi III Kebun Langga Payung Estate menunjukkan gulma yang beragam karena nilai persentase yang diperoleh kurang dari 70%. Pengendalian gulma di Kebun Langga Payung Estate dilakukan secara manual dan kimiawi. Dosis 0.25 glifosat dan metil metsulfuron serta 0.025 fluroxipir. Estimasi biaya pengendalian gulma sebesar Rp578.38.00 per hektar per tahun untuk kebutuhan herbisida dengan 3 kali rotasi semprot dan sebesar Rp357.261.00 untuk tenaga kerja. Nilai persentase tingkat penggunaan APD tenaga kerja penyemprot sebesar 75.6%.  Kata kunci: analisis vegetasi, estimasi biaya, koefisien komunitas, pengendalian gulma
Penetapan Rekomendasi Pemupukan K untuk Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) pada Tanah Andisol Melalui Uji Tanah Gunawan, Endang; D. Susila, Anas; Santosa, Edi
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 3 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/

Abstract

Penetapan rekomendasi dosis kalium (K) berdasarkan uji tanah untuk tanaman tomat pada tanah Andisol belum banyak dikaji di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rekomendasi pemupukan kalium (K) pada tanaman tomat di tanah Andisol berdasarkan uji tanah. Tahapan penelitian meliputi penetapan status hara K tanah, uji korelasi K di rumah kaca, uji kalibrasi K di lapangan, serta penentuan rekomendasi pemupukan K. Penetapan status hara K tanah dilakukan dengan enam tingkat ketersediaan K dari sangat rendah hingga sangat tinggi (0, ¼X, ½X, ¾X, dan X), di mana X merupakan nilai tertinggi serapan hara K tanah sebesar 413.4 kg K ha-1. Penelitian ini menggunakan pendekatan lokasi tunggal dengan rancangan acak kelompok sebanyak lima ulangan. Hara K diinkubasi selama empat bulan, kemudian dilakukan pengambilan sampel tanah untuk analisis kandungan K. Uji korelasi dilakukan di rumah kaca dengan rancangan acak lengkap lima ulangan, sedangkan uji kalibrasi di lapangan menggunakan rancangan petak terbagi dengan rancangan acak kelompok lima ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ekstraksi K terbaik untuk tanah Andisol pada tanaman tomat adalah NH₄OAc. Batas ketersediaan hara K-NH₄OAc ditetapkan sebagai sangat rendah (<84 ppm K), rendah (84–<121 ppm K), sedang (121–<202 ppm K), serta tinggi dan sangat tinggi (>202 ppm K). Kebutuhan K untuk hasil maksimum tomat pada tingkat kesuburan sangat rendah, rendah, dan sedang berturut-turut adalah 442, 363, dan 298 kg K₂O ha-1, sedangkan untuk hasil optimum berturut-turut sebesar 426, 348, dan 283 kg K₂O ha-1.  Kata kunci: hara K, NH4OAc, uji kalibrasi, uji korelasi
Aplikasi GA3 dan Kinetin untuk Mengurangi Kesenjangan Hasil Cabai Katokkon (Capsicum annuum L. var. chinense) Azwar, Rani Azkiyah; Santosa, Edi; Sjahril, Rinaldi; Nindita, Anggi
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 3 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/

Abstract

Produktivitas cabai katokkon perlu ditingkatkan untuk menekan fluktuasi harga cabai rawit, terutama di dataran rendah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pemberian GA3 dan kinetin terhadap pertumbuhan dan hasil cabai katokkon. Percobaan dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 hingga Mei 2024 di Kebun Percobaan Leuwikopo, IPB Darmaga, Bogor. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dua faktor zat pengatur tumbuh (ZPT) yaitu GA3 (0, 100, 200 ppm) dan kinetin (0, 100, 200 ppm). ZPT diaplikasikan melalui semprot daun pada umur 30, 40, dan 50 hari setelah tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinetin 100 ppm meningkatkan jumlah cabang primer, sekunder, dan tersier. Kombinasi kinetin 200 ppm dan GA₃ 200 ppm meningkatkan bobot panen per tanaman sebesar 26.45% pada panen ke-3 dan 96.83% pada panen ke-4 dibandingkan kontrol, meskipun total hasil panen tidak berbeda nyata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kinetin dan GA₃ berpotensi dimanfaatkan untuk meningkatkan percabangan dan hasil awal cabai katokkon. Penggunaan kinetin 100 ppm direkomendasikan untuk meningkatkan percabangan, sedangkan kombinasi kinetin 200 ppm dan GA₃ 200 ppm dapat digunakan untuk meningkatkan hasil panen pada fase awal produksi. Kata kunci: giberelin, jumlah cabang, produktivitas, sitokinin, zat pengatur tumbuh
Identifikasi Karakter Jaringan Daun dan Pertumbuhan Vegetatif Bibit Kelapa Normal dan Kopyor Maulaya, Dzakiroh; Rahayu, Megayani Sri; Setiawan, Asep
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 3 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/

Abstract

Deteksi awal tentang kebenaran suatu bahan tanam merupakan hal yang penting.  Salah satu metode yang digunakan dalam mekanisme deteksi awal yaitu dengan pengamatan kuantitatif pada morfologi tanaman. Hasil studi diharapkan dapat memberikan informasi karakter morfologi pertumbuhan awal terkait perbedaan sifat morfologi bibit kelapa normal dan kopyor.  Penelitian bertujuan mempelajari perbedaan karakter vegetatif dan struktur jaringan daun antara bibit kopyor heterozigot (Kk) dan kelapa normal homozigot (KK).  Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga September 2019 di Kebun Percobaan Leuwikopo dan Laboratorium Mikro Teknik, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor, Bogor. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak faktor tunggal yaitu jenis bibit kelapa genjah yang terdiri atas kelapa kopyor (Kk) (kopyor hijau, kuning, coklat) dan kelapa normal (KK) Tlogowungu dengan 5 ulangan. Hasil pengamatan pada bibit kelapa yang dipelihara selama 17 minggu setelah adaptasi menunjukkan adanya perbedaan karakter vegetatif pada pertambahan ukuran lingkar batang antara bibit kelapa normal Tlogowungu dengan kopyor hijau.  Perbedaan antar jenis bibit juga terdapat pada ketebalan epidermis bawah daun muda antara kelapa normal Tlogowungu dengan kelapa kopyor hijau dan kuning. Kata kunci: epidermis, genjah, heterozigot, lingkar batang, Tlogowungu
Pengelolaan Pemeliharaan Tanaman Teh (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) dengan Aspek Khusus Pemangkasan di Unit Produksi Pagilaran Aryaprasetya, Salsabila Putri; Hariyadi; Junaedi, Ahmad
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 3 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.13.3.67099

Abstract

Teh merupakan salah satu tanaman perkebunan bernilai ekonomis dengan umur produktif yang sangat dipengaruhi oleh teknik budidaya. Pengelolaan pemeliharaan berperan penting dalam mempertahankan dan meningkatkan produksi pucuk teh. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan pemangkasan untuk peningkatan produksi teh di kebun Pagilaran. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tanaman teh pada blok yang diamati telah memenuhi beberapa syarat dasar pemangkasan, seperti tinggi tanaman (112.63 cm) dan penurunan produktivitas (persentase pucuk burung 62%-80%). Umur pangkas kedua blok pengamatan belum mencapai standar (48 bulan), tetapi sudah mendekati (44-46 bulan). Tinggi pangkasan tanaman teh belum sesuai dengan standar kebun (40-45 cm). Kerusakan cabang yang terjadi berkisar 10%-14%. Berdasarkan uji t-student, lama kerja dan usia pemangkas berpengaruh nyata terhadap keterampilan tenaga pangkas. Pengawasan lebih lanjut dari pembimbing (mandor) sangat diperlukan untuk menghindari timbulnya kesalahan di lapangan. Luas areal pangkas yang dilakukan pada tahun 2019 melebihi luas areal yang disarankan, yaitu 25%. Tenaga pangkas yang digunakan telah memenuhi jumlah pemangkas standar dan kapasitas pemangkas sudah mencapai target yang ditetapkan. Pertumbuhan tunas sangat penting diperhatikan untuk menghitung gilir petik. Laju pertumbuhan tunas paling cepat terjadi pada cabang kecil dengan jenis bahan tanam KIARA. Tanaman yang berasal dari biji/seedling mengalami laju pertumbuhan paling lambat dibandingkan jenis bahan tanam lainnya. Kata kunci: kerusakan cabang, klon, laju pertumbuhan, pemangkasan, pucuk burung
Manajemen Pemupukan Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kebun Bekri Lampung Waluyo, Anugrah; Sudradjat, Sudradjat; Lubis, Iskandar
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 3 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.13.3.67103

Abstract

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan Indonesia. Produktivitas kelapa sawit sangat dipengaruhi oleh pengelolaan budidaya, termasuk pemupukan sebagai salah satu faktor utama dalam mempertahankan kesuburan tanah dan hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pemupukan tanaman kelapa sawit sebagai upaya peningkatan produktivitas di Kebun Bekri. Penelitian dilaksanakan pada Januari–April 2020 dengan fokus pada evaluasi penerapan prinsip 5T (tepat waktu, tepat dosis, tepat tempat, tepat cara, dan tepat jenis) serta prestasi kerja tenaga pemupuk. Pengamatan dilakukan melalui penilaian langsung di lapangan, pencatatan data pemupukan, dan perbandingan dengan standar operasional perusahaan. Hasil pengamatan dianalisi menggunakan uji t-student pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum pelaksanaan pemupukan telah menerapkan prinsip 5T dengan baik. Aspek tepat waktu, tepat tempat, tepat jenis, dan prestasi kerja telah sesuai dengan target perusahaan. Namun, pada aspek tepat dosis dan tepat cara, tingkat ketepatan masih di bawah standar optimal sehingga perlu ditingkatkan hingga >95% pada pemupukan berikutnya. Pemupukan yang efektif memerlukan perencanaan yang baik, pengawasan intensif, serta penyesuaian dosis berdasarkan analisis kebutuhan hara tanaman. Kata kunci: kelapa sawit, ketepatan, pemupukan, prinsip
Manajemen Pemangkasan Tanaman Kopi Robusta (Coffea canephora Pierre Ex. Froehner) Menghasilkan di Kebun Bangelan, Jawa Timur Febrianto, Hendra Nugroho; Supijatno, Supijatno; Djoefrie, Mochamad Hasjim Bintoro
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 3 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.13.3.67704

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas perdagangan non migas dengan peluang pasar yang cukup tinggi. Pemangkasan menjadi salah satu kegiatan budidaya tanaman kopi yang penting dilakukan karena berpengaruh terhadap produksi tanaman kopi. Tujuan penelitian yaitu menganalisis manajemen pemangkasan kopi yang baik untuk peningkatan produksi kopi. Penelitian dilaksanakan di Kebun Bangelan, Jawa Timur dan berlangsung dari Januari sampai April 2020. Tanaman kopi yang diamati berlokasi di lima blok yang berbeda, masing-masing blok diamati 5 tahun tanam, yaitu 1935, 1957, 1967, 2007 dan 2012. Setiap tahun tanam diamati 10 tanaman kopi. Variabel yang diamati berupa tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, persentase proporsi cabang dan jumlah gelondong. Hasil pengamatan diuji menggunakan metode uji t-student. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tanaman tahun tanam 1967 memiliki rata-rata tinggi setelah dipangkas yaitu 212.3 cm, memiliki 84.5 cabang produktif, serta memiliki persentase cabang B0 (cabang belum berbuah) yang dominan, yaitu 56%. Tanaman kopi tahun tanam 1957 memiliki jumlah cabang produktif sebanyak 49.8 cabang per tanaman, akan tetapi produksi gelondongnya hanya 1.1 kg per tanaman. Hal tersebut menunjukkan cabang produktif yang dimiliki tanaman tahun tanam 1957 tidak berproduksi secara maksimal yang disebabkan oleh kondisi percabangan yang terlalu lebat, serangan hama dan pertumbuhan tunas air yang tinggi. Kondisi tersebut sebagai dampak dari kegiatan wiwil halus dan wiwil kasar yang tidak mencapai standar rotasi dan luasan areal kerja. Kata kunci: cabang, kopi, pemangkasan, produksi
Pengelolaan Pembibitan Jeruk dan Penambahan Nutrisi Esensial pada Batang Bawah Jeruk Japansche Citroen (Citrus limonia Osbeck) Gusreviani, Lisa; Widodo, Winarso Drajad
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 3 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.13.3.70193

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis yang kaya akan keanekaragaman sumber plasma nutfah, salah satunya jeruk. Peningkatan kualitas produksi jeruk dapat dimulai dengan meningkatkan kuantitas dan kualitas benih jeruk untuk menghasilkan kualitas produksi yang optimal. Penelitian dilaksanakan di Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian Punten, Batu, Jawa Timur pada bulan Februari sampai Juni 2018. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan nutrisi esensial untuk memacu pertumbuhan batang bawah Japansche Citroen (JC). Perlakuan pemupukan dilakukan sejak minggu pertama hingga minggu ke-11 setelah transplanting. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf α = 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi yang berbeda nyata pada kombinasi pupuk dan dosis perlakuan pada batang bawah JC terhadap pertumbuhan/variabel vegetatif, namun perlakuan pupuk lengkap cenderung memberikan hasil lebih baik dibandingkan kontrol. Penggunaan kombinasi pupuk dan zat pengatur tumbuh (ZPT) dengan beberapa dosis perlakuan yang diaplikasikan yang belum tepat menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap hasil pengamatan batang bawah JC. Kata kunci: pemupukan, pertumbuhan, transplanting, ZPT
Pengaruh Silika dan Media Tanam terhadap Keberhasilan Aklimatisasi dan Pertumbuhan Planlet Dendrobium violaceoflavens x Dendrobium canaliculatum Nurgravisi, Primanisa; Sukma, Dewi; Iis Aisyah, Syarifah
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 3 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.13.3.70605

Abstract

Anggrek Dendrobium section Spatulata hasil hibridisasi yang baru dikembangkan di Indonesia adalah Dendrobium violaceoflavens x Dendrobium canaliculatum. Perbanyakan melalui kultur jaringan dapat menjadi salah satu alternatif perbanyakannya, namun metode ini memiliki fase aklimatisasi yang sangat rentan dan sering kali menyebabkan tingkat kematian di atas 50% jika kondisi lingkungan tidak optimal. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh silika dan media tanam pada pertumbuhan Dendrobium violaceoflavens x Dendrobium canaliculatum pada masa aklimatisasi.  Unsur silika dipilih karena dapat meningkatkan ketahanan terhadap cekaman pada tanaman. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT) dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi silika (SiO2) dengan empat taraf konsentrasi; 0 g L-1, 0.01 g L-1, 0.02 g L-1 dan 0.03 g L-1. Faktor kedua yaitu perlakuan media tanam sebanyak tiga jenis; spaghnum moss, moss hitam dan sabut kelapa. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan konsentrasi silika tidak memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah daun, tinggi tanaman, kerapatan stomata, ketebalan epidermis dan persentase hidup. Sementara itu, perlakuan berbagai media tanam berpengaruh nyata pada jumlah daun, tinggi tanaman, kerapatan stomata, ketebalan epidermis dan persentase hidup. Media tanam terbaik adalah moss hitam dan sabut kelapa. Interaksi perlakuan konsentrasi silika dan media tanam pada peningkatan ketebalan epidermis dan berpengaruh nyata pada kerapatan stomata. Kata kunci: anggrek, epidermis, silika, stomata