cover
Contact Name
Anang Setyo Budi
Contact Email
zooindonesia@gmail.com
Phone
+6282233362977
Journal Mail Official
zooindonesia@gmail.com
Editorial Address
Gedung Widyasatwaloka, Bidang Zoologi, Pusat Penelitian Biologi-LIPI, Jalan Raya Jakarta-Bogor KM 46 Cibinong, Bogor, Jawa Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Zoo Indonesia
ISSN : 0215191x     EISSN : 25278703     DOI : -
Zoo Indonesia adalah sebuah jurnal ilmiah dibidang fauna tropika yang diterbitkan oleh organisasi profesi keilmiahan Masyarakat Zoologi Indonesia (MZI) sejak tahun 1983. Terbit satu tahun satu volume dengan dua nomor (Juli dan Desember). Memuat tulisan hasil penelitian yang berhubungan dengan aspek fauna, khususnya wilayah Indonesia dan Asia. Publikasi ilmiah lain adalah Monografi.
Articles 264 Documents
EVALUASI METODE SEKSING NURI KEPALA HITAM (Lorius lory LINNAEUS, 1758) DI FASILITAS PENANGKARAN PUSAT PENELITIAN BIOLOGI Herjuno Ari Nugroho; Moch. Syamsul Arifin Zein
ZOO INDONESIA Vol 24, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v24i2.460

Abstract

Penentuan jenis kelamin pada burung monomorfik seperti Nuri Kepala Hitam (Lorius lory) kadang sulit dilakukan, meskipun hal itu penting dalam program penangkaran. Tujuan dari studi ini untuk mengevaluasi reliabilitas dan efektifitas metode seksing untuk Nuri Kepala Hitam berdasarkan pengukuran karakter morfologi (morfometri) dan identifikasi molekuler menggunakan gen CHD1 dari kromosom seks. Analisis diskriminan diterapkan pada ukuran panjang tubuh dan culmen dari 9 spesimen museum. Fungsi yang terbentuk diaplikasikan pada 6 ekor burung hidup dan mampu mengklasifikasikan dengan benar 83,33% individu (5/6). Amplifikasi gen CHD1 mampu menentukan 100% sampel (6/6) dengan jantan menunjukkan pita DNA tunggal (ZZ) dan betina menunjukkan pita DNA ganda (ZW). Berdasarkan perbandingan dan evaluasi diantara kedua metode, metode molekular lebih akurat dan aplikatif digunakan untuk determinasi seksual Nuri Kepala Hitam di Fasilitas Penangkaran, Pusat Penelitian Biologi LIPI dibandingkan dengan metode morfometri. Penelitian ini menganjurkan bahwa teknik molekuler dapat digunakan dalam determinasi kelamin burung monomorfik.
THE DIVERSITY OF BIRDS AND ATTRACTIVE BIRDS AS AVITOURISM OBJECTS IN GUNUNG BROMO UNIVERSITY FOREST, KARANGANYAR, CENTRAL JAVA Aditya Aditya; Sugiyarto Sugiyarto; Sunarto Sunarto; Galuh Masyithoh; Ike Nurjuita Nayasilana
ZOO INDONESIA Vol 29, No 1 (2020): Juli 2020
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v29i1.3980

Abstract

The Gunung Bromo University Forest is a former tourism area which must be revitalized, one of them is to be an avitourism object. However, the information of birds diversity is still lacking. The research aimed to determine bird diversity and attractive birds as avitourism object in Gunung Bromo University Forest. The bird observation was con-ducted using the encounter rates method in six line transects. The quantitative and qualitative descriptive analysis was used to describe bird diversity and attractive birds as avitourism objects. The research resulted 44 species of birds belong to 26 families were found in the area. The diversity of birds belongs to moderate category with Shannon-Wiener Index of 2.75. The relative abundance of birds were categorized into one species of abundant, seven species of common, eight species of frequent, and 28 species of uncommon. Attractive birds in Gunung Bromo University Forest as avitourism object were three species of raptor, six species of endemic birds, five species of high conservation value birds, and other attractive birds such as colorful birds and songbirds. The bird community in Gunung Bromo University Forest has the potential as an object of avitourism with some opportunities and obstacles.
Parasitoid serangga pengorok daun Liriomyza: intensitas parasitisasi, perubahan sebaran dan komposisinya Erniwati Erniwati; Pungki Lupiyanindyah; Warsito Tantowijoyo
ZOO INDONESIA Vol 22, No 1 (2013): Juli 2013
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v22i1.316

Abstract

Serangga invasif lalat pengorok daun merupakan hama penting berbagai tanaman sayuran. Serangga ini berasosiasi dengan berbagai musuh alami sebagai agen pengendali populasinya. Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi, perubahan sebaran dan komposisinya. Komposisi dan populasi musuh alami diamati dengan metode sampling daun yang terserang. Di masing-masing titik sampling, koleksi daun yang terserang dilakukan pada semua jenis tanaman dan gulma. Parasitoid serangga pengorok daun Liriomyza lebih menyukai untuk memarasit inang yang menyerang tanaman kacang buncis (50%), ceisin (55%), kentang (57%), kacang babi (70%), dan kacang merah (75%). Intensitas parasitoid meningkat (10,4% - 74,5%) menurut ketinggian tempatnya mulai dari 200 – 2200 m dpl. Sebaran dan komposisi parasitoid berubah dimana Opius chromatomyiae ditemukan di dataran rendah dan lebih dominan dibanding Hemiptarsenus varicornis. Opius chromatomyiae di dataran rendah mempunyai ukuran toraks yang lebih kecil
Catatan Pertama Siklus Hidup Cyrestis Themire (Lepidoptera: Nymphalidae) pada Streblus ilicifolius di Hutan Kondang Merak, Malang Imti Yazil Wafa; Herlina Putri Endah Sari
ZOO INDONESIA Vol 26, No 1 (2017): Juli 2017
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v26i1.3530

Abstract

Kupu-kupu Cyrestis themire umumnya ditemukan di hutan primer atau sekunder di wilayah Asia Tenggara. Siklus hidup C. themire selama ini masih belum terdokumentasi. Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan siklus hidup C. themire pada tumbuhan Streblus ilicifolius. Observasi dilakukan pada bulan Juli - Agustus 2014. Telur C. themire yang ditemukan pada daun tumbuhan S. ilicifolius diperoleh di Hutan Kondang Merak, Kabupaten Malang. Telur yang ditemukan selanjutnya dipelihara dan diamati hingga menjadi imago. Hasil observasi menunjukkan bahwa telur akan menetas 3 hari setelah diletakkan pada tumbuhan inang. Larva memiliki 5 instar dengan sedikit perbedaan morfologi pada tiap instar. Lama tahap larva menjadi pupa yaitu 8 hari. Tahapan pupa hingga menetas menjadi imago yaitu 5 hari. Observasi lebih lanjut diperlukan untuk melengkapi informasi mengenai pengetahuan biologi dan ekologi dari C. themire.
STATUS TAKSONOMI FAUNA DI INDONESIA DENGAN TINJAUAN KHUSUS PADA COLLEMBOLA Yayuk R. - Suhardjono
ZOO INDONESIA Vol 15, No 2 (2006): November 2006
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v15i2.109

Abstract

Suhardjono, Y. R. 2006. Status of Indonesian fauna taxonomy with specialreference on collembola. Zoo Indonesia Vol. 15 (2): 67-86. Taxonomy is a sciencethat covers characterization, classification and naming of any living things. InIndonesia, mostly the taxonomy works are not recognized proportionally. Peoplethough it is only a matter of identifying, classifying and followed by remembering theLatin name. This wrong perception has caused the lack of development on thetaxonomy aspects in Indonesia. Data revealed that the Indonesian taxonomist numberis very low, and so does with the publication products. This situation is contradictedwith the wealth status of Indonesia on the biodiversity. Communication among the taxaspecialist is one key factor for the development of taxonomy science, from wheresome collaborative works through exploration or publications can be developed.
PROBLEMA TAKSONOMI DUA JENIS KEONG BAKAU TELESCOPIUM (Moluska, Prosobranchia: Potamididae) Hellen Kurniati
ZOO INDONESIA No 6 (1986): Zoo Indonesia No 6
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v0i6.2409

Abstract

Abstrak
IDENTIFIKASI MORFOMETRI EXUVIA TONGGERET DI KEBUN RAYA BOGOR Anang Setyo Budi; Encilia Encilia; Agmal Qodri
ZOO INDONESIA Vol 30, No 1 (2021): Juli 2021
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v30i1.3996

Abstract

Tonggeret (Hemiptera: Cicadidae) sebagian besar daur hidupnya berada di dalam tanah, dengan nimfa yang akan muncul ke permukaan saat memasuki fase dewasa. Dalam proses metamorfosis menjadi dewasa, tonggeret akan melepaskan kulit terluarnya yang disebut dengan eksuvia. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan identifikasi spesies tonggeret yang ada di Kebun Raya Bogor berdasarkan eksuvianya. Tercatat ada tiga spesies tonggeret berdasarkan identifikasi eksuvia yang ditemukan di Kebun Raya Bogor yaitu Chremistica pontianaka, Dundubia vaginata, dan Cryptotympana acuta. Dari hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan morfometri yang signifikan dari ketiga spesies tersebut, sehingga dapat digunakan sebagai pembeda antar spesies. Kunci identifikasi berdasarkan morfometri eksuvia tonggeret juga dibuat untuk memudahkan identifikasi tonggeret di Kebun Raya Bogor.
KEPITING AIR TAWAR (DECAPODA: BRACHYURA) DARI LERENG SELATAN GUNUNG SLAMET, KABUPATEN BANYUMAS, PROVINSI JAWA TENGAH Rena Tri Hernawati
ZOO INDONESIA Vol 28, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v28i2.4099

Abstract

KARAKTERISTIK MORFOMETRIK DAN POLA PERTUMBUHAN IKAN KETING [Mystus nigriceps (Valenciennes 1840)] DI HILIR SUNGAI CIMANUK PROVINSI JAWA BARAT Titin Herawati; Muthia Nada Safitri; Junianto Junianto; Herman Hamdani; Ayi Yustiati; Atikah Nurhayati
ZOO INDONESIA Vol 30, No 1 (2021): Juli 2021
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v30i1.4057

Abstract

Ikan keting [Mystus nigriceps (Valenciennes 1840)] merupakan ikan yang memiliki nilai ekonomis di beberapa daerah. Secara morfologi, termasuk dalam kelompok ikan bersungut (catfish) dari Ordo Siluriformes dan Famili Bagridae. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ciri morfometrik, pola pertumbuhan, dan faktor kondisi ikan keting yang berada di hilir Sungai Cimanuk. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling di tiga stasiun riset, yaitu Desa Ujungjaya Kabupaten Sumedang (St.1), Desa Palasari Kabupaten Majalengka (St.2), dan Desa Jatibarang Kabupaten Indramayu (St.3). Penelitian dilakukan pada bulan Agustus hingga September 2020. Hasil penelitian menunjukkan ikan keting yang tertangkap pada Stasiun 1 dan Stasiun 2 memiliki karakteristik morfometrik yang sama, pola pertumbuhan bersifat allometrik negatif (b<3) dengan nilai b di Stasiun 1 adalah 2,958 dan di Stasiun 2 adalah 1,966 yang artinya pertambahan panjang lebih cepat dibandingkan pertambahan bobot. Faktor kondisi (K) di Stasiun 1 relatif lebih tinggi daripada di Stasiun 2, yaitu antara 0,99 – 1,16 dengan rata-rata sebesar 1,08; sedangkan di Stasiun 2 antara 0,98 – 1,06 dengan nilai rata-rata K sebesar 1,03. Ikan dari Stasiun 3 tidak dilakukan analisis lanjutan karena tidak memenuhi persyaratan statistik.
Zoo Indonesia Volume 29, Nomor 02, Desember 2020 Zoo Indonesia
ZOO INDONESIA Vol 29, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v29i2.4050

Abstract


Filter by Year

1983 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 33, No 1 (2024): Juli 2024 Vol 32, No 2 (2023): Desember 2023 Vol 32, No 1 (2023): Juli 2023 Vol 31, No 2 (2022): Desember 2022 Vol 31, No 1 (2022): Juli 2022 Vol 30, No 2 (2021): Desember 2021 Vol 30, No 1 (2021): Juli 2021 Vol 29, No 2 (2020): Desember 2020 Vol 29, No 1 (2020): Juli 2020 Vol 28, No 2 (2019): Desember 2019 Vol 28, No 1 (2019): Juli 2019 Vol 27, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 27, No 1 (2018): Juli 2018 Vol 26, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 26, No 1 (2017): Juli 2017 Vol 25, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 25, No 1 (2016): Juli 2016 Vol 24, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 24, No 1 (2015): Juli 2015 Vol 23, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 23, No 1 (2014): Juli 2014 Vol 22, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 22, No 1 (2013): Juli 2013 Vol 21, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 21, No 1 (2012): Juli 2012 Vol 20, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 20, No 1 (2011): Juli 2011 Vol 19, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 19, No 1 (2010): Juli 2010 Vol 18, No 2 (2009): November 2009 Vol 18, No 1 (2009): Juli 2009 Vol 17, No 2 (2008): November 2008 Vol 17, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 16, No 2 (2007): November 2007 Vol 16, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 15, No 2 (2006): November 2006 No 29 (2002): Zoo Indonesia No. 29 Desember 2002 No 28 (2001): Zoo Indonesia No. 28 September 2001 No 31 (1997): Zoo Indonesia No. 31 No 30 (1997): Zoo Indonesia No. 30 No 29 (1997): Zoo Indonesia No. 29 No 28 (1996): Zoo Indonesia No 28 No 27 (1996): Zoo Indonesia No 27 No 26 (1995): Zoo Indonesia No 26 No 25 (1995): Zoo Indonesia No 25 No 24 (1994): Zoo Indonesia No 24 No 23 (1994): Zoo Indonesia no 23 No 22 (1993): Zoo Indonesia No 22 No 21 (1993): Zoo Indonesia No 21 No 20 (1993): Zoo Indonesia No 20 No 19 (1993): Zoo Indonesia No 19 No 18 (1993): Zoo Indonesia No 18 No 17 (1993): Zoo Indonesia No 17 No 16 (1992): Zoo Indonesia No 16 No 15 (1992): Zoo Indonesia No. 15 No 14 (1992): Zoo Indonesia No.14 No 13 (1992): Zoo Indonesia No. 13 No 12 (1991): Zoo Indonesia No. 12 No 11 (1991): Zoo Indonesia No. 11 No 10 (1990): Zoo Indonesia No. 10 No 9 (1990): Zoo Indonesia No. 9 No 8 (1989): Zoo Indonesia No. 8 No 7 (1987): Zoo Indonesia No. 7 No 6 (1986): Zoo Indonesia No 6 No 5 (1985): Zoo Indonesia No. 5 No 4 (1985): Zoo Indonesia No. 4 No 3 (1985): Zoo Indonesia No. 3 No 2 (1983): Zoo Indonesia No. 2 No 1 (1983): Zoo Indonesia No. 1 More Issue