Educreative: Jurnal Pendidikan Kreativitas Anak
Educreative adalah jurnal ilmiah dengan fokus kajian tentang masalah-masalah yang berkaitan dengan pendidikan dan kreativitas, dan anak usia dini. Jurnal Educreative akan menerbitkan artikel-artikel hasil pemikiran dan penelitian tentang pendidikan dan kreativitas anak. Diterbitkan oleh Pusat Studi Pendidikan Kreativitas Anak Purwokerto setiap empat bulan sekali pada bulan April, Agustus, dan Desember.
Articles
28 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 5 No. 2 (2020)"
:
28 Documents
clear
LEARNING BY DOING MEDIA BELAJAR JAM DINDING DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS 2 MIN 3 BANYUMAS
Faujatun Nahdiyah
Educreative : Jurnal Pendidikan Kreativitas Anak Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Pusat Studi Pendidikan dan Kreatifitas Anak Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37530/edu.v5i2.19
The research was carried out the lock of student’s abilities in understanding time unit. Time unit is abstract, so it’is needed real object as a model to make the student understand easily.in other hand, the student should be given real activity that can be recreved easily. In order to make them understand the concept of time unit.The success of a teaching and learning process is one of the reasons due to the use of media or participation in the teaching and learning process. Because in the teaching and learning process media has an important meaning.This research used a qualitative method, and used wall clock that made by paper carton. With a wall clock made of cardboard, it is easy for students to use the clock by rotating the direction of the needle on the cardboard between the long needle and the short needle must match.
Penggunaan Media Visual Nilai - Nilai Pancasila dalam Pembelajaran PPKN
Qiromah, Muflihatul Qiromah
Educreative : Jurnal Pendidikan Kreativitas Anak Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Pusat Studi Pendidikan dan Kreatifitas Anak Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37530/edu.v5i2.23
This research is motivated by the lack of public understanding of the values of pancasila.this study uses visual media toimprove learning achievement of pancasila values andattitudes that contain pancasilavalues andmake learning more fun.Type of research used is field research.Data collection by observation and interview.Data were analyzed using qualitative analysis.Visual media research results in the from of pancasila values in the from of Pancasilasymbols and pictures of Pancasilavalues using demonstration methods matchthe value of Pancasila with Pancasila symbols in group showing visualization media pancasila value are more effectiveto make learning more fun and visual media pancasila values are more effectivein increasing student motivation in learning that contains pancasila values.
PENERAPAN MODEL BELAJAR COOPERATIVE SNOWBALL THROWING DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS 1
Nur Laely
Educreative : Jurnal Pendidikan Kreativitas Anak Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Pusat Studi Pendidikan dan Kreatifitas Anak Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37530/edu.v5i2.24
Thepurpose of this study was to determine the Application of Cooperative Snowball Throwing Learning Model in Thematic Learning Class 1 at MIN 3 Banyumas Academic Year 2019-2020. The type of research data used in this study is a quantitative-qualitative approach (mexing method). The subjects of this study were class I MIN 3 Banyumas Lessons in 2019-2020 totaling 33 students. The techniques used in data collection are interview, documentation, observation and test techniques. The results showed that the application of the Cooperative Snowball Throwing Learning Model could improve the thematic learning outcomes at MIN 3 Banyumas in 2019-2020. This can be proven by the learning outcomes for each cycle. In cycle I, the average score of student learning test results was 67.73, the lowest score was 45.00 and the highest score was 90.00. This is known by comparing the pre-cycle value with the value of Cycle I, the test results where the value of Cycle I is greater than the pre-cycle of the average value, namely: 67.73> 55.30. Whereas in the second cycle, the average test score was 75.91, while the lowest score was 55.00 and the highest score was 95.00. this can be known by comparing the value of the first cycle with the second cycle, the test results in which the value of the second cycle test is greater than the first cycle with an average value of 75.91> 67.73. And in the third cycle it can be seen that the average value of the test results is 83.79, while the lowest value is 65.00 and the highest value is 100.00.
PENGGUNAAN DIAROMA EKOSISTEM PADA PEMBELAJARAN IPA
Muslikhun muslikhun
Educreative : Jurnal Pendidikan Kreativitas Anak Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Pusat Studi Pendidikan dan Kreatifitas Anak Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37530/edu.v5i2.25
ABSTRAK Diantara bentuk persoalan dalam kegiatan pembelajaran tematik dari adanya kurikulum 2013 adalah peserta didik kesulitan memahami materi pembelajaran dan penggunaan media yang digunakan guru tidak tepat dengan materi yang diajarkan, sehingga peserta didik tidak tertarik pembelajaran dan sulit untuk memahami konsep materi yang diajarkan, sehingga hasil belajar yang didapatkan tidak mencapai nilai yang diharapkan. Maka untuk mengatasi permasalahan itu diperlukan penggunaan media yang sesuai agar dapat meningkatakan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan ini untuk mengetahui perolehan hasil belajar peserta didik dengan menggunakan media diaroma pada tema ekosistem. Metode yang digunakan adalah pada penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain non equivalent control group design. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis kuantitatif. Dari hasil penelitian penggunaan media diaroma menunjukkan bahwa penggunaan media diorama pada tema ekosistem di kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah meningkatkan minat belajar dan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Dengan demikian media diaroma dapat digunakan untuk materi ekosistem. Kata Kunci: media diorama, hasil belajar.
PENGGUNAAN KOMIK UNTUK MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN MENYAMPAIKAN PENDAPAT SISWA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS IV SD/MI
Dea Amelia H
Educreative : Jurnal Pendidikan Kreativitas Anak Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Pusat Studi Pendidikan dan Kreatifitas Anak Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37530/edu.v5i2.26
Tidak semua anak di Sekolah Dasar sudah bisa menyampikan pendapat, beberapa anak masih enggan bahkan cenderung pasif dan diam saat diminta menyampaikan pendapat. Hal tersebut disebabkan karena anak masih mengalami kesulitan dalam mengekspresikan apa yang ada dalam pikiran dan perasaannya, anak belum terlatih untuk dapat menyampaikan pendapatnya, serta kurangnya media yang digunakan guru dalam proses pembelajaran di kelas. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk menggunakan media komik untuk mengembangkan keterampilan menyampaikan pendapat siswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Eksperimen Semu (Quasi Experimental), dengan desain eksperimen one group pretest-posttest. Teknik pengumpulan data berupa test, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada keberhasilan dalam penggunaan komik terhadap keterampilan menyampaikan pendapat peserta didik di kelas IV MI Ma’arif NU 02 Tamansari. Penelitian menunjukan adanya peningkatan nilai rata-rata kemampuan menyampaikan pendapat pada pretest sebesar 65,51, kemudian nilai rata-rata meningkat pada posttest menjadi 84. Hal tersebut didukung dengan hasil perhitungan uji t test pada keterampilan menyampaikan pendapat siswa dan sig (0,000) < 0,05. Data tersebut menunjukan bahwa media pembelajaran komik berpengaruh dalam mengembangkan keterampilan menyampaikan pendapat siswa.
PENGGUNAAN MEDIA TORSO MATA PELAJARAN IPA KELAS V MIMA NU PLIKEN KEMBARAN BANYUMAS
Nuning Ermy Ustantinah
Educreative : Jurnal Pendidikan Kreativitas Anak Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Pusat Studi Pendidikan dan Kreatifitas Anak Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37530/edu.v5i2.27
The low participation and achievement of students in learning activities in science subjects at MIMA Nu Pliken Kembaran Banyumas research in classroom research during and after learning using media / torso props takes place. With the type of CAR research with a stage that is the existence of a plan and then carried out, the activities were observed and finally the subject was class V MIMA NU Pliken. The results showed that in the first lesson some weaknesses were found, including the lack of participation and student achievement in the learning process. This is due to the lack of maximum learning methods used. The second learning has been increased, only still not optimal. The third learning participation and student achievement have reached the set success target to reach 100%. So that with the presence of torso media can increase active participation and student achievement in learning Natural Sciences basic competence of human respiratory organs
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN ALAT PERAGA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS IV MIN 3 BANYUMAS
Laelimubarok, Laeli Mubarok
Educreative : Jurnal Pendidikan Kreativitas Anak Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Pusat Studi Pendidikan dan Kreatifitas Anak Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37530/edu.v5i2.28
Praktikum merupakan strategi pengajaran yang digunakan untuk menggambarkan materi pembelajaran. Alat peraga merupakan salah satu alat praktikum yang diperlukan untuk membantu dalam kegiatanpembelajaran. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membuat alat peraga dalam upaya peningkatan pemahaman dan kreativitas pelajar pada mata pelajaran Tematik IPA di MIN 3 Banyumas. Kegiatan diawali sosialiasi ke siswa MIN 3 Banyumas dilanjutkan dengan persiapan alat-alat dan bahan yang akan digunakan, kemudian dilakukan percobaan pemasangan alat sebelum didemonstrasikan kepada siswa. Sebelum membuat alat peraga, siswa diberikan pre-test dan penjelasan teori yang berkaitan dengan alat peraga yang dibuat. Alat-alat peraga yang dibuat meliputi kentang, kabel, penjepit buaya, paku ,uang logam dan lampu led. Pelaksanaan kegiatan berlangsung dua hari dan akan berkelanjutan terkait dengan evaluasi dan monitoring kegiatan. Evaluasi dan monitoring meliputi aspek afektif, psikomotorik, dan kognitif. Penilaian aspek afektif dan psikomotorik meunjukkan kriteria sangat baik, sedangkan untuk aspek kognitif siswa dilakukan dengan pre-test dan post-test setiap pertemuan. Nilai rata-rata dari hasil pre-test yaitu 40,75, setelah praktikum dilaksanakan post-test dengan nilai rata-rata yaitu 74,125. Sehingga disimpulkan kegiatan praktikum meningkatkan pemahaman siswa sebesar 33,375. Kata kunci: alat peraga sederhana, IPA, siswa MI.
Penggunaan Media Alamiah Mata Pelajaran IPA Kelas IV
Agustina Laelatul Fitriani
Educreative : Jurnal Pendidikan Kreativitas Anak Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Pusat Studi Pendidikan dan Kreatifitas Anak Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37530/edu.v5i2.29
Untuk meningkatkan pemahaman materi pada mata pelajaran IPA kelas 4 di MIMA Karangpucung yang saat ini hanya bersifat teoritis dan hanya melihat gambar gambar saja. Oleh karena itu siswa tidak mudah untuk memahami pembelajaran teori tersebut. Sehingga hasil belajar siswa menurun atau tidak memuaskan. Maka dibutuhkanlah penggunaan media alamiah yang bisa ditemukan dilingkungan sekitar Madrasah. Tujuannya yaitu dapat menghidupkan kembali semangat peserta didik berproses pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Penelitian lapangan ini melakukan studi dengan mengkaji dan mendeskripsikan proses pengumpulan dan penggalian data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif, dengan menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian diharapkan bagi guru yaitu dapat mengembangkan pengetahuan dan keterampilan serta membangkitkan rasa percaya diri sehingga akan selalu bergairah dan bersemangat untuk memperbaiki pembelajarannya. Bagi siswa yaitu dapat meningkatkan pemahaman dalam menyerap materi yang dipelajari sehingga proses dan hasil belajar pun akan lebih meningkat. Bagi sekolah bermanfaat untuk membantu sekolah dalam menciptakan lembaga pendidikan yang berkualitas yang akan menjadi percontohan atau model bagi sekolah-sekolah, terlahir guru–guru yang profesional berpengalaman dan menjadi kepercayaan orang tua, masyarakat serta pemerintah.
IMPLEMENTASI MEDIA BERBASIS AUDIO VISUAL DALAM PEMBELAJARAN MATERI GERAKAN SHOLAT FIQIH (STUDI KASUS DIKELAS V MIN 1 BANYUMAS)
Rizki Fitrianto
Educreative : Jurnal Pendidikan Kreativitas Anak Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Pusat Studi Pendidikan dan Kreatifitas Anak Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37530/edu.v5i2.35
Abstract In effective learning in a classroom, it requires a variety of media that makes it easier for students to absorb the learning conveyed by the teacher. Therefore, the teacher is required to be able to convey the material correctly and correctly. From there the researchers wanted to conduct a research with the formulation of the problem of how the use of audio visual media in the ability to practice reading and prayer movements in the study of jurisprudence. The subjects in this study were grade V students with 30 students consisting of 18 women and 12 men. The method in this study used a descriptive (qualitative) method. Data collection used is observation, interview and documentation, which are then analyzed using the data reduction techniques described. In accordance with the results of the analysis conducted by researchers, students who scored above the Minimum Mastery Criteria (KKM) were 18 students, with a percentage of 65%, while students who received scores below as many as 12 students with a percentage of 35%. If you look at the data for each aspect, it can be concluded that there are still many students who only have enough mastery in terms of dhikr and pray after prayer. While those who reach the level of mastering well are the aspects of reading the Surah Al-Fatihah. The conclusion is that the Ability, Practicing of Reading and Movement of Prayer is interesting and enthusiastic so that through audio-visual media can be improved by audio-visual media.
PENGGUNAAN METODE DISCOVERY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA DI MI MA’ARIF NU AJIBARANG KULON
Isti anatun
Educreative : Jurnal Pendidikan Kreativitas Anak Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Pusat Studi Pendidikan dan Kreatifitas Anak Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37530/edu.v5i2.36
Penelitian ini dilatarbelakangi hasil belajar mata pelajaran IPA kelas 5 yang rendah. Hal ini disebabkan karena siswa kelihatan kurang aktif dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas, tidak ada semangat siswa untuk belajar , kurangnya rasa antusias dalam bertanya kepada guru. Banyak dari siswa menganggap mata pelajaran IPA adalah mata pelajaran yang sulit dimengerti, dan siswa banyak yang sibuk sendiri ketika guru menjelaskan materi IPA di depan kelas. Sebab adanya masalah-masalah tersebut diantaranya pada saat kegiatan pembelajaran guru lebih banyak mendominasi disbanding siswa itu sendiri. Tujuan melakukan penelitian ini adalah agar hasil belajar siswa kelas 5 di MI Ma’arif NU Ajibarang Kulon terutama dalam mata pelajaran IPA yang menggunakan metode discovery dapat meningkat hasil belajarnya. Objek penelitian ini adalah siswa kelas 5 MI Ma’arif NU Ajibarang Kulon. Dalam proses pengumpulan data dalam kegiatan penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam kegiatan dengan pembelajaran IPA dengan menggunakan metode discovery dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas 5 MI Ma’arif NU Ajibarang Kulon, dan hasil belajar mata pelajaran IPA yang ditunjukkan oleh nilai dari hasil tes awal, tes siklus I dan siklus II mengalami peningkatan pada setiap siklusnya. Pada kegiatan observasi awal jumlah siswa yang diatas KKM baru mencapai 41,66%, pada siklus I naik menjadi 68,18% dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 90,91%.