cover
Contact Name
Natalia Olivia Kusuma Dewi Lahamendu
Contact Email
ejurnalputewaya@gmail.com
Phone
+6282188294546
Journal Mail Official
ejurnalputewaya@gmail.com
Editorial Address
Jalan Bougenville, Tateli Satu, Pineleng, Tateli Satu, Mandolang, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara 95661
Location
Kab. minahasa,
Sulawesi utara
INDONESIA
Pute Waya Sociology of Religion Jornal
ISSN : -     EISSN : 27471179     DOI : https://doi.org/10.51667/pwjsa.v1i01.229
Pute Waya merupakan jurnal Sosiologi Agama. Portal ini dibuat dengan tujuan untuk meningkatkan, memfasilitasi digitalisasi dan indeksasi jurnal akademik yang diterbitkan oleh lembaga-lembaga di bawah koordinasi Kementerian Agama Indonesia. Jurnal-jurnal ini berfokus tidak hanya pada studi Kristen atau studi agama saja, namun juga pada ilmu atau disiplin lain yang terkait dengan bidang Sosiologi Agama. Pute Waya memiliki misi penting untuk menyebarluaskan pengetahuan di antara para sarjana, membantu mereka membangun jaringan, dan mengembangkan penelitian mereka baik dalam konteks dalam negeri maupun luar negeri. Dengan melakukan hal itu, Pute Waya membantu menciptakan lingkungan penelitian yang dinamis, kerjasama di antara para peneliti, dan kualitas akademik yang lebih baik, dan portal dapat berfungsi sebagai standar untuk kemajuan penelitian dan tulisan akademis dalam pendidikan tinggi di bawah kementerian Agama.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2021): Desember" : 5 Documents clear
JEMAAT KRISTEN DAN COVID-19 : STUDI KASUS GEREJA MASEHI INJILI DI BOLAANG MONGONDOW Almunawar Bin Rusli
Pute Waya : Sociology of Religion Journal Vol. 2 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Seni dan Ilmu Sosial Keagamaan, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/pwjsa.v2i2.774

Abstract

Abstrak Penyakit Coronavirus (Covid-19) telah menjadi pandemi global yang menyerang semua negara di dunia termasuk Indonesia. Studi ini menunjukkan bahwa Jemaat Kristen di Gereja Paulus Pusian yang berafiliasi dengan Gereja Masehi Injili di Bolaang Mongondow (GMIBM) memiliki interpretasi religiusitas baru dalam menghadapi Covid-19 dan moralitas politik dalam menghadapi pemilihan Gubernur Sulawesi Utara 2020. Dalam masa Covid-19, Gereja mengembangkan teologi kontekstual dalam bentuk cybertheology (ritual live streaming). Meskipun ibadah di tengah Covid-19 bersifat personalistik, golongan Pendeta tetap mengontrol mereka dengan doktrin otoritas pemimpin karismatik. Sehingga, eksistensi Pendeta tidak akan tergantikan oleh sosial media yang menawarkan kecepatan akses pengetahuan. Sedangkan moralitas politik Gereja dalam merespon politik uang dan politik identitas di Bolaang Mongondow adalah moral imperatif kategoris dan moral oikumenis.
GEREJA DAN URRATA Adelvia Tamu Ina Pay Djera; Orce Dapa Ambob
Pute Waya : Sociology of Religion Journal Vol. 2 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Seni dan Ilmu Sosial Keagamaan, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/pwjsa.v2i2.775

Abstract

Abstrak Manusia yang hidup menjalani aktivitas budaya tentu memahami bahwa kebudayaan memiliki nilai dan makna, termasuk dapat memberikan kontribusi dalam kehidupannya. Praktik ritual urrata merupakan salah satu kegiatan kebudayaan yang dilakukan oleh anggota berhak gereja, bertujuan untuk memohon kesembuhan dan meramalkan kehidupan masa mendarang. Tentu saja, ritual ini bertentangan dengan prinsip iman Kristen. Iman Kristen berpatokan pada kehidupan yang mengandalkan Kristus sebagai sumber Keselamatan. Selain itu, ritual urrata mengabaikan prinsip persekutuan umat yang kudus (gereja). Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan sikap gereja terhadap pelaksaan ritual urrata. Metode penelitian dalam penulisan ini kualitatif deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan gereja menyadari bahwa ritual urrata dilakukan sebagai upaya jemaat memohon kehidupan yang baik, sehingga jemaat yang melakukan ritual urrata akan diberikan sanksi atau disiplin gerejawi – diasingkan dari persekutuan jemaat. Prinsip gereja semacam ini, perlu dikritisi dari tujuan pelaksaan ritual tersebut. Artinya Gereja perlu memeriksa model pelayanan di jemaat dan model edukasi jemaat. Sehingga gereja tidak hanya memberikan penilaian salah terhadap ritual ini namun pelaksanaan ritual urrata sebagai bentuk kritik jemaat terhadap gereja.
PEREMPUAN PAPUA DAN MAS KAWIN; SUATU TINJAUAN FEMINISME POSKOLONIAL Selfisina Tetelepta; Robby Sugara Sianipar; Sifra Parama
Pute Waya : Sociology of Religion Journal Vol. 2 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Seni dan Ilmu Sosial Keagamaan, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/pwjsa.v2i2.776

Abstract

Abstrak Tulisan ini menggunakan perspektif feminisme p oskolonial untuk memeriksa hubungan antara mas kawin dan kekerasan terhadap perempuan di Papua. Melalui studi kepustakaan, penelitian ini mengembangkan kajian yang berfokus pada studi-studi tentang feminisme poskolonial khususnya tentang kekerasan terhadap perempuan di Papua. Sementara itu, penelitian ini menemukan bahwa kekerasan terhadap perempuan memiliki relasi dengan tradisi mas kawin. Penafsiran tradisi ini menempatkan posisi laki-laki lebih superior dari pada perempuan, sehingga menciptakan budaya patriakhi. Pada praktiknya, berbagai kekerasan meliputi fisik, seksual dan, cultural tidak dapat terhindarkan. Pada akhirnya, studi ini belum menelisik lebih mendalam dari aspek hukum dan dampak psikologis dari perempuan-perempuan Papua yang mengalami kekerasan.
AGAMA DAN ETOS KERJA DALAM PERSPEKTIF ENTREPRENEUR MUSLIM DI KECAMATAN KEPANJEN, KABUPATEN MALANG Viola Sendy Karolina
Pute Waya : Sociology of Religion Journal Vol. 2 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Seni dan Ilmu Sosial Keagamaan, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/pwjsa.v2i2.777

Abstract

Abstrak Sebagai Entrepreneur Muslim yang menganut agama dalam kehidupannya, dalam menafsirkan nila-nilai dalam agamanya sebagai motivasi untuk berwirausaha hingga timbulnya etos kerja pasti berbeda satu sama lain. Maka, artikel penelitian ini bertujuan untuk memperoleh penjelasan perspektifEntrepreneur muslim di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang tentang agama dalam kegiatan ekonomi, etos kerja, beserta hubungan antara agama dan etos kerja itu sendiri. Teori yang dipakai sebagai pembedahan adalah Teori Agama Etika Protestan dan Spirit Kapitalisme Max Weber. Metode yang dipakai ialah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengansumber data berupa sumber data primer yang didapatkan melalui instrumen pengumpul data berupa observasi dan wawancara. Pengambilan subyek penelitian memanfaatkan teknik purposive samplingdengan jumlah 5 informan. Teknik analisis data kualitatiffya memakai model interaktif Miles dan Huberman yakni reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini berupa perspektif Entrepreneur Muslim di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang tentang agama, etos kerja, dan hubungan keduanya sangat berpengaruh dalam cara berpikir dan dalam menjalankan usahanya.Entrepreneur Muslim di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang memiliki perspektif bahwa agama dan etos kerja memiliki peran penting dalam kegiatan ekonomi dibuktikan dengan pengimanan agama dari kitab suci Al-Qur’an yang memunculkan motivasi kerja sebagai panggilan Tuhan serta ibadah dan dituangkan dengan sikap etos kerja berupa sederhana, profesional, menjaga kualitas, amanah. jujur, tekun, ulet, ikhlas dan hemat, sehingga kedua hubungan antara agama dan etos kerja sangat signifikan dalam kinerja usahanya
TEORI KEKUASAAN DALAM KRIMINALISASI ULAMA STUDI KASUS YUSUF RONI ATAS TINDAKAN ORDE BARU MENGKRIMINALISASI ULAMA MENURUT TEORI KEKUASAAN MICHEL FOUCAULT Charles Marulan Gultom; Leonard Halle; Hasahatan Hutahaean; Bostang Hamonangan Silaban
Pute Waya : Sociology of Religion Journal Vol. 2 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Seni dan Ilmu Sosial Keagamaan, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/pwjsa.v2i2.778

Abstract

Abstrak Artikel ini mengurai satu permasalahan yang pernah terjadi di Indonesia, pada tokoh Jusuf Roni yang fenomenal pada zamannya. Berbagai penderitaan, deraan atau disebut dengan kriminalisasi yang diterimanya tidak lepas dari pengaruh penguasa kala itu. Peneliti melihat ada teori kekuasaan yang tepat untuk kasus Jusuf Roni sehingga benang merah dan hikmahnya dapat dipetik bagi masyarakat masa kini. Untuk memahami dinamika kriminalisasi tokoh agama ini peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur yang didasari oleh grounded theory untuk mengembangkan diskusi yang lebih intens atas bidang keilmuan terkait. Adapun data yang ditelusuri dari berbagai literatur yang terpilih dan dianalisa dengan teori kekuasaan dari Mikhel Foucault atas kriminalisasi yang dialami.Foucault sendiri memberikan tinjauan yang membantu pembaca untuk memahami terjadinya bias kekuasaan.Menurut Foucault pelabelan, penindasan atau kekerasan fisik dari kaum mayoritas terhadap kaum minoritas akan lebih jelas dan berani jika dibumbui dengan kekuasaan pemerintahan yang sah. Sembunyi dibalik berbagai peraturan perundangan menjadi alibi terhadap terjadinya kekerasan dari penguasa terhadap minoritas, tidak terkecuali terhadap ulama agama. Artikel ini memberi apresiasi tersendiri atas kegigihan tokoh Jusuf Roni dalam menjalani kriminalisasi untuk pekerjaan kemajuan iman pemeluk agamanya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5