cover
Contact Name
Machrozi Alfian
Contact Email
machrozialfian@student.ub.ac.id
Phone
+6282280000315
Journal Mail Official
machrozialfian@student.ub.ac.id
Editorial Address
Tata Surya Malang
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Hubungan Tingkat Pengetahuan Petugas Pengelola Obat dengan Tingkat Ketersediaan Obat Di Puskesmas Kota Malang
ISSN : -     EISSN : 2461114X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan petugas pengelola obat dengan tingkat ketersediaan obat di beberapa Puskesmas Kota Malang. Penelitian yang dilakukan merupakan observasional analitik cross sectional. Teknik pengambilan sampel responden adalah dengan total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan petugas pengelola obat dan lembar pengumpul data tingkat ketersediaan yang dilihat dari data LPLPO
Articles 155 Documents
HUBUNGAN DOSIS DAN LAMA TERAPI METOTREKSAT TERHADAP KEJADIAN EFEK SAMPING PADA PASIEN ARTRITIS REUMATOID Achmad, Anisyah
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artritis Reumatoid merupakan penyakit autoimun ditandai peradangan sinovium kronis. Metotreksat terapi lini pertama pengobatan Artritis Reumatoid. Pengobatan metotreksat dapat menimbulkan efek samping. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan dosis dan lama terapi metotreksat terhadap kejadian efek samping. Desain studi yang digunakan analitik deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan metode cross sectional. Penelitian dilakukan di Poli Reumatologi Instalasi Rawat Jalan RSUD dr. Saiful Anwar Malang dan dinyatakan layak etik. Sebanyak 55 pasien sesuai kriteria inklusi yaitu usia > 20 tahun, laki–laki atau perempuan, diagnosa Artritis Rheumatoid, menggunakan metotreksat oral tunggal minimal 3 bulan, tanpa komplikasi penyakit Systemic Lupus Erythematosus, Inflammatory Bowel Disease, dan kanker serta setuju menandatangani informed consent. Kejadian efek samping didapatkan melalui wawancara pasien. Hasil penelitian menunjukan dosis rata-rata = 10 mg, dosis kumulatif rata-rata 987,4 mg, dan lama terapi rata-rata 103 minggu atau 26 bulan. Efek samping yang terjadi adalah mual 21 orang (38%), anemia 10 orang (18%), ruam merah 7 orang (17%), sakit kepala 6 orang (14%), sariawan 5 orang (12%), nyeri perut 3 orang (7%), mulut kering 3 orang (7%), diare 2 orang (5%), leukopenia 1 orang (2%), trombositopenia (0%) dan peningkatan enzim liver (0%). Uji statistik memberikan hasil terdapat hubungan positif yang signifikan antara dosis kumulatif dan lama terapi terhadap efek samping leukopenia (p=0,010 dan p=0,006), serta antara lama terapi dengan kejadian sakit kepala (p=0,036) sedangkan efek samping lain tidak mempunyai hubungan signifikan. Kesimpulannya semakin meningkat dosis kumulatif maka kejadian leukopenia meningkat, dan semakin meningkat lama terapi maka kejadian leukopenia dan sakit kepala juga meningkat.Kata kunci: metotreksat, artritis reumatoid, efek samping, dosis, lama terapi
Pengaruh Pemberian Informasi Obat Antihipertensi Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Kepatuhan Pasien Peserta Prolanis di Puskesmas Gedangan Kabupaten Malang Pamungkas, Septian Secsiandre Ade
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit kardiovaskuler khususnya hipertensi memerlukan penanganan yang tepat karena dapat menimbulkan komplikasi seperti stroke, gagal jantung dan penyakit ginjal.Pemberian informasi obat merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan pengetahuan pasien dalam memahami penyakit yang dideritanya sehingga dapat berpengaruh terhadap tingkat kepatuhan minum obat pasien.Tujuan dari penelitian yaitu mengetahui pengaruh pemberian informasi obat terhadap tingkat pengetahuan dan kepatuhan pasien hipertensi peserta prolanis di Puskesmas Gedangan Kabupaten Malang.Metode penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan desain one grup pre-test post-test.Pemilihan responden dilakukan menggunakan metode purposive sampling.Populasi dalam penelitian ini adalah pasien hipertensi yang terdaftar dalam program pengelolaan penyakit kronis di Puskesmas Gedangan, dan didapatkan sejumlah 68 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuesioner pengetahuan Hypertension Knowledge-Level Scale (HK-LS) yang terdiri dari 22 pertanyaan, serta kuesioner Kepatuhan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS–8) yang sebelumnya telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Penelitian ini sudah memenuhi laik etik dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya dengan nomor 80/EC/KEPK-S1-FARM/04/2020.Data yang didapatkan dianalisis statistik menggunakan uji t berpasangan untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel. Nilai uji t berpasangan menunjukkan tingkat pengetahuan meningkat secara signifikan (p= 0,000) kepatuhan meningkat dengan signifikan (p = 0,000) setelah pemberian informasi obat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan sebelum dan setelah dilakukan pemberian informasi obat di Puskesmas Gedangan Kabupaten Malang.
Tingkat Pendidikan Ibu dan Penggunaan Oralit dan Zinc pada Penanganan Pertama Kasus Diare Anak Usia 1-5 Tahun: Sebuah Studi di Puskesmas Janti Malang Illahi, Ratna Kurnia; P., Fitra Firnanda; Sidharta, Bambang
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diarrhea was a condition when a person experienced disturbing bowel movement and soft or liquid stool consistency, three times or more in a day. To this day, diarrhea is one of the major public health problems in developing countries including Indonesia. Mother’s level of education, amongst other things, is likely influencing the treatment choice for children’s diarrhea. The purpose of this study was to determined the influenced of mother’s level of education on the use of oralit (oral rehydration therapy) and zinc in treating diarrhea experienced by children aged 1-5 years old. The sampling technique used was purposive sampling with 100 respondents. The result of the study from chi square analysis gave the p value of 0.528 (p > 0,05), and coefficient correlation of 0.176 (very low). Thus, it can be concluded that the mother’s level of education had no influence on the used of oralit and zinc for the first treatment of diarrhea amongst children aged 1-5 years old.
Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Salam (Syzygium polyanthum) dan Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Sebagai Antidiabetes Oral pada Tikus Putih (Rattus novergicus) sukmawati, sukmawati; Emelda, Andi; Astriani, Yesi Rika
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus is a collection  metabolic disorders which is characterized y a state of hyperglycaemia. Flavanoids in bay leaves and tannins in guava leaves have potential as an antidiabetic. This research aimed to determine the combination effects of ethanol extract of bay leaves and guava leaves as an oral antidiabetic. This research method used pre-post control group design. A total of 15 rats were divided into 5 groups. Group I (negative control) was given Na CMC 1%, group II (positive control) was given acarbose 1,02 mg/kgBW, group III was given EEDS 31,25 mg/kgBW: EEDJB 50 mg/kgBW, group  IV was given EEDS 31,25 mg/kgBW: EEDJB 100 mg/kgBW, and group V was given EEDS 62,5 mg/kgBW: EEDJB 50 mg/kgBW. The rats previously induced by alloxan 135 mg/kgBW intraperitoneally. Data analysis used one way Anova and followed by bonferroni test to find out the significant difference between the treatments. The results of study showed that the combination EDS 31,25 mg/kgBW: EEDJB 100 mg/kgBW, EEDS 62,5 mg/kgBW: EEDJB 50 mg/kgBW, and EEDS 31,25 mg/kgBW: EEDJB 50 mg/kgBW can lower the blood glucose content of the rats which were induced by alloxan.
Preliminary Studies on the Content of Phytochemical Compounds On Skin of Salak Fruit (Salacca zalacca) Setyawaty, Rety
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salak fruit plants (Salacca zalacca) are native to Indonesia. Some Indonesian people use this Salak fruit plant as traditional medicine. This plant belongs to the Palmae family. The purpose of this study is to determine the content of phytochemical compounds in the skin of Salak fruits (Salacca zalacca).               The method to get thick extract used extraction-maceration method with 96% ethanol solvent and analyzed by a series of phytochemical tests and using a thin layer chromatography method. In the drying process used 1 kg of fresh skin Salak fruit (Salacca zalacca) and produces 625 g of dried. We are called simplisia. The extraction-maceration process uses 100 grams of simplisia. The simplisia is soaked using 96% ethanol for 3 days and filtrated until thick extract is obtained. The thick extract obtained was 10.69 g with a yield of 10.69%. The thick extract is analyzed alkaloids, steroids, triterpenoids, saponins, tannins and flavonoids by using chemical reaction and thin layer of chromatography. The mobile phase used is toluene: ethyl acetate in a ratio of 9.3: 0.7. The stationary phase used silica gel GF 254.     Based on the phytochemical analysis, the skin of Salak fruits (Salacca zalacca) contains alkaloids, triterpenoids, saponins, tannins, and flavonoids. In addition, based on analysis using Thin Layer of Chromatography produced Rf 0.1875 and is thought to contain terpene alcohol.  Therefore, it can be concluded that the skin of Salak fruits (Salacca zalacca) contains alkaloids, triterpenoids, saponins, tannins, and flavonoids. While observations using Thin Layer Chromatography with mobile phase toluent : ethyl acetate (9.3: 0.7) under UV light of 254 nm and 366 nm is obtained Rf 0.1875 and suspected as terpene alcohol.
Case Report : Expanded-Spectrum Beta Lactamase-Producing Klebsiella pneumoniae in Burn Injury With Hospital Acquired Pneumonia Putra, Oki Nugraha
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2020.005.02.2

Abstract

Significantly higher mortality has been demonstrated in patients with severe burn, complicated by Klebsiella pneumonia infection. This case report assesses the efficacy combination of meropenem and levofloxacin to treat Klebsiella pneumonia ESBL on the scald-burn injury with hospital-acquired pneumonia. A 52-year-old male had scald burn on August, 2016 with late onset of Hospital Acquired Pneumonia (HAP). Klebsiella pneumonia ESBL was isolated from tissue burned culture. Initially, the patient was treated with meropenem and levofloxacin injection for a week. Then, Acinetobacter baumanii was isolated from tissue burned infection and ampicilin-sulbactam was the only one antibiotic which still susceptible to this pathogen. But with the clinical judgment, the combination of these antibiotics was still continued. After administration of these antibotics, rapid clinical improvement with signs short of breath, fever, cough was not observed and also the lung infiltrate was improved. The combination of meropenem and levofloxacin, may be a useful treatment option for hospital-acquired pneumonia related to Klebsiella pneumonia ESBL and also Acinetobacter baumanii, even these combination were resistance to Acinetobacter baumanii. Further research is also needed to clarify the effectiveness of meropenem and levofloxacin to treat Klebsiella pneumonia ESBL infection in the burn patient.
Uji Kesesuaian Aseptic Dipensing Berdasarkan Pedoman Dasar Dispensing Sediaan Steril Departemen Kesehatan di ICU dan NICU RSUD Dr. Saiful Anwar Malang Achmad, Anisyah
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uji Kesesuaian Aseptic Dipensing Berdasarkan Pedoman Dasar Dispensing Sediaan Steril Departemen Kesehatan di ICU dan NICU RSUD Dr. Saiful Anwar Malang Oleh :Fradita Nurita Ulfa, Anisyah Achmad, Efta TriastutiProgram Studi Farmasi, Jurusan Farmasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya Malang Email : r3600mc@yahoo.com(telp : 081255636910) Aseptic dispensing adalah salah satu metode untuk meminimalisir sediaan farmasi dari bahaya pirogen dan kontaminan. Metode ini meliputi tahap penyiapan, pencampuran, penyimpanan, dan pembuangan. Setiap tahap erat kaitannya dengan ketersediaan sumber daya manusia, peralatan, dan ruang. Sehingga diperlukan teknik yang benar dalam melakukan pencampuran sediaan parenteral. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian aseptic dispensing di ICU dan NICU RSUD DR. Saiful Anwar Malang berdasarkan Pedoman Dasar Dispensing Sediaan Steril Depkes RI Tahun 2009 dan factor- faktor yang mendukung kesesuaian tersebut. Penelitian sudah mendapatkan ijin etik Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data secara observasional deskriptif dengan lembar checklist dan angket yang kemudian dianalisis secara kuantitatif Analisis ketersediaan peralatan dan ruang dilakukan secara kualitatif. Diperoleh hasil penelitian bahwa dari 110 pencampuran, kesesuaian tahap penyiapan 87,77%, pencampuran 49,09%, penyimpanan 80%, dan pembuangan 98,18%. Data pendukung faktor yang mempengaruhi aseptic dispensing adalah sumber daya manusia. Hasil angket tingkat pengetahuan tentang aseptic dispensing sebanyak 60% responden sangat baik, 33% baik, 7% cukup. Ketersediaan peralatan dan ruang belum sesuai dengan pedoman. Kesimpulan penelitian adalah aseptic dispensing dalam pencampuran sediaan steril parenteral di ICU dan NICU RSUD Dr. Saiful Anwar Malang belum sesuai dengan pedoman pada tahap pencampuran (<50%). Kata Kunci: Aseptic Dispensing, ICU, NICU, Pencampuran, Sediaan Parenteral.
Effectiveness of Triamcinolone and Lidocaine in Patient with Piriformis Syndrome – A Case Series Setianti, Ariani Rahayu; Hidayati, Hanik Badriyah
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Piriformis syndrome (PS) has been documented as a contributory cause for sciatica, buttock, and low back pain. The worldwide incidence of PS would be about 2,4 million per year. The management of piriformis syndrome includes injection of the piriformis muscle with local anesthetic and steroid, however, the study for the effectiveness of the combination is lacking especially in Indonesian population. This case illustrates the effectiveness reduction of triamcinolone in combination with lidocaine measured by Visual Analogue Scale (VAS) in patient suffered from PS. 
PENGARUH SUHU DAN LAMA STERILISASI METODE PANAS KERING TERHADAP VISKOSITAS DAN DAYA SEBAR BASIS GEL ALGINAT Putri, Dina Christin Ayuning; Dwiastuti, Rini; Yuliani, Sri Hartati
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alginat merupakan polimer alami yang dapat digunakan dalam sediaan penutup luka. Penutup luka harus steril, sehingga tidak menimbulkan infeksi tambahan pada luka, sehingga perlu dilakukan sterilisasi. Proses sterilisasi dapat mempengaruhi sifat fisik sediaan yang terkait dengan penerimaan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan lama sterilisasi metode panas kering, terhadap viskositas dan daya sebar basis gel alginat. Gel alginat yang telah disterilisasi dengan variasi suhu dan durasi, diuji sterilitas, viskositas, dan daya sebarnya, Selisih (∆) nilai viskositas dan daya sebar basis alginat, dengan dan tanpa sterilisasi dianalisis menggunakan Kruskal-Wallis test (∆ viskositas) dan ANAVA (∆ daya sebar). Data yang diperoleh menunjukkan bahwa suhu dan lama sterilisasi mempengaruhi penampilan, viskositas dan daya sebar basis gel algiant. Semakin tinggi suhu dan lama sterilisasi akan menyebabkan perubahan warna menjadi lebih gelap, menurunkan viskositas dan meningkatkan daya sebar basis gel alginat, yang ditunjukkan dengan meningkatnya nilai ∆ viskositas dan ∆ daya sebar. Proses sterilisasi dengan suhu terendah dan durasi terpendek yang tidak terlalu mempengaruhi sifat fisik basis gel alginat adalah pada suhu 130oC selama 120 menit.
Effectiveness And Side Effects Of Alogliptin In Type 2 Diabetes Mellitus Patients. Article Review Sinurat, Robert Tjayadi. S
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus is defined as a group metabolic disorders caused by multiple aetiology, characterized by hyperglycaemia with disorders of carbohydrate, protein and fat metabolism resulting from defects in insulin secretion, insulin action, or both. The clinical diagnosis of diabetes might manifest as polyuria, polydipsia, and unexplained weight loss, and is confirmed by measurement of abnormal hyperglycaemia. In type 2 diabetes progressive loss of b-cell insulin secretion often causes insulin resistance. Insulin resistance manifestations include increased lipolysis and free fatty acid production, increased hepatic glucose production, and decreased glucose intake to skeletal muscle. Alogliptin is an oral antidiabetic drug from class of dipeptidyl peptidase-4 (DPP-4) inhibitors for therapy in T2DM patients. Alogliptin can be used as monotherapy or combined with other anti diabetic agents such as metformin, sulfonylureas (glyburide), pioglitazone, and insulin. Based on several studies alogliptin shows low risk of the occurrence of side effects, such as hypoglycemia, edema, weight gain, RA, joint pain and cardiovascular events. The purpose of this review is to update clinical information about the effectiveness and side effects of alogliptin as diabetic therapy in T2DM patients.

Page 2 of 16 | Total Record : 155