cover
Contact Name
Machrozi Alfian
Contact Email
machrozialfian@student.ub.ac.id
Phone
+6282280000315
Journal Mail Official
machrozialfian@student.ub.ac.id
Editorial Address
Tata Surya Malang
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Hubungan Tingkat Pengetahuan Petugas Pengelola Obat dengan Tingkat Ketersediaan Obat Di Puskesmas Kota Malang
ISSN : -     EISSN : 2461114X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan petugas pengelola obat dengan tingkat ketersediaan obat di beberapa Puskesmas Kota Malang. Penelitian yang dilakukan merupakan observasional analitik cross sectional. Teknik pengambilan sampel responden adalah dengan total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan petugas pengelola obat dan lembar pengumpul data tingkat ketersediaan yang dilihat dari data LPLPO
Articles 155 Documents
Efek Antidiare Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera L.) Pada Mencit Putih Jantan Fauzi, Rizal; Fatmawati, Annisa; Emelda, Emelda
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diare merupakan peningkatan frekuensi dan penurunan konsistensi feses bila dibandingkan dengan kondisi usus individu normal. Tingginya angka kejadian diare akut dan kronis mendorong para peneliti untuk terus berusaha dalam menemukan obat  sebagai antidiare baru, terutama yang berasal dari tanaman. Daun kelor (Moringa oleifera Lam) mengandung tanin yang merupakan senyawa polifenol dan berperan dalam proses antidiare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol daun kelor sebagai antidiare dengan melihat motilitas usus. Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Uji aktivitas antidiare dilakukan dengan metode transit intestinal dengan melihat perbandingan usus yang dilalui marker dengan panjang usus secara keseluruhan. Dari penelitian ini diketahui bahwa  nilai rata-rata rasio kelompok perlakuan lebih kecil dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif (0,708).  Nilai rata-rata rasio  kelompok yang hewan mencit yang diberikan ekstrak etanol daun kelor (EEDK) dengan dosis 9,1 mg/20 g berat badan mencit adalah 0,664; kelompok dengan dosis EEDK 18,2 mg/20 g  berat badan mencit  sebesar 0,434 dan kelompok dengan dosis EEDK 36,4 mg/20 g  berat badan mencit  sebesar 0,389.  Dari nilai tersebut diketahui  ekstrak etanol daun kelor mempunyai efek antidiare melalui penghambatan motilitas usus. Efek ekstrak etanol daun kelor dalam menghambat motilitas usus paling baik pada pemberian dengan dosis 36,4 mg/20 g BB dengan nilai rata-rata rasio sebesar 0,389
SURVEI TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG KEAMANAN PENGGUNAAN OBAT PADA IBU MENYUSUI DI PUSKESMAS SUMBERSARI KABUPATEN JEMBER Norcahyanti, Ika
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

On lactation a mother can experience a variety of health complaints or disorders that require the use of the medicine, so many mothers who are breastfeeding using drugs that can give undesirable effects on the baby's feedings. Some drugs with certain characteristics can be mixed into the breast milk. The characteristics referred to, among others, is a drug that is easily soluble in fats, a drug that has the weight of small molecules, ionized drugs, and drugs that bind weakly with plasma proteins. The level of knowledge of nursing mothers will drug safety is a crucial factor to safeguard the safety of the baby. When nursing mothers have a good level of knowledge will be drug safety throughout lactation, so baby can escape from the dangers of drug side effects. This research is a survey research with cross-sectional design against 100 people respondents in Sumbersari Clinics at Jember Regency. The sample of respondents is selected using a purposive sampling technique. Before the questionnaires distributed to respondents, first conducted the test validity and reliability tests. Category level of knowledge of nursing mothers about the safety of the drugs are divided into 3 categories, namely low, medium, and high. Reference to that category, taken from the average rating ± SD knowledge of nursing mothers. Descriptive analysis shows average values ± SD i.e of 6.5 ± 2.4, so for a value of between 4.1-8.9 are included in the category of being. Values smaller than 4.1 fall into the low category and values greater than 8.9 fall into the high category. The results showed that breastfeeding mothers who have low knowledge level of 20%, the level of knowledge being of 57% and a high level of knowledge of 23%. Research results also showed that based on the security level of drug use in accordance with the WHO is a year of 2003, drugs consumed by nursing mothers is made up of the drug with a security level of category one (amoxicillin, mefenamic acid, dextromethorphan HBr, ibuprofen, paracetamol, and tetracycline), drugs with a security level of category two (acetylsalicylic acid and ephedrine HCl), as well as a drug with a security level of category three (chlorphenamine).
Effect of Soy Lecithin and Sodium Cholate Concentration on Characterization Pterostilbene Transfersomes Nurmahliati, Haifa; Widodo, Ferri; Puspita, Oktavia Eka
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2020.005.02.7

Abstract

Inflammaging is a systemic inflammation caused by the aging process without any infection from the outside and it is a very high factor affecting the morbidity and mortality in the elderly. Pterostilbene contained in blueberries can prevent inflammation and oxidation. However, pterostilben has low water solubility and stability, so that to improve stability and acceptability is by making Pterostilbene Transfersome. Transfersome consisted of phospholipid in the form of phosphatidylcholine as a forming component of vesicles, surfactants as Edge activators, which increased transfersome’s flexibility. The composition of lecithin as phospholipid and surfactant was variable that effecting the optimization of Transferome. This study aimed to determine the effect of the ratio between soy lecithin as phospholipid and sodium cholate as surfactants to particle size. Comparison used was soybean lecithin 94%: 6% sodium cholate (F1); 95% soybeans: 5% sodium cholate (F2); and soybean 96%: 4% sodium cholate (F3). The prepared formulations were characterized for organleptic, pH, particle size analysis and potential zeta analysis. The characterized were statistically analyzed with SPSS One-way ANOVA followed by Post Hoc Turkey, and Paired T-Test. Transfersom had whitish-yellow color with clarity were cloudy and soya-flavored, the particle size were <400nm with pdi <0.5 and zeta potential values> -30 mV. Based on the results, optimum transfersome formulation was  95% soybeans: 5% cholic acid (F2).
Penetapan Kadar Kurkuminoid dalam Ekstrak Campuran Curcuma domestika Val dan Curcuma xanthorrizha Roxb. Sebagai Bahan Baku Jamu Saintifik Secara KLT - Densitometri risthanti, reine risa; sumiyani, ririn; wulansari, devyani diah; anawati, tita juli
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terapi alternatif menggunakan bahan alam semakin diminati oleh masyarakat belakangan ini. Salah satu terapi alternative yang digemari adalah jamu. Penggunaan jamu sebagai terapi alternative perlu dibuktikan secara ilmiah melalui proses saintifikasi jamu. Jamu saintifik merupakan terobosan yang diharapkan dapat digunakan dalam pelayanan kesehatan sebagai terapi alternatif. Kontrol kualitas pada jamu perlu dilakukan untuk menjamin efektivitas dan keamanannya. Pada penelitian ini akan dilakukan kontrol kualitas pada bahan baku formula jamu antihiperurisemia yaitu ekstrak campuran kunyit (Curcuma domestica Val.) dan temulawak (Curcuma xanthorhiza Roxb.). Tujuan penelitian ini untuk mentapkan kadar kurkuminoid dalam ekstrak campuran kunyit dan temulawak sebagai bahan baku jamu saintifik antihiperurisemia secara KLTdensitometri. Ekstrak campuran kunyit dan temulawak diperoleh melalui proses ekstraksi dengan metode Ultrasonic-assisted extraction (UAE) dengan pelarut etanol p.a. Fase diam yang digunakan adalah silika gel 60 F254 nm dan fase gerak yang digunakan adalah kloroform-metanol (9:1). Berdasarkan hasil validasi metode, kurkumin dapat terpisah dengan baik dari kurkuminoid dengan nilai Rs = 2 dan koefisien korelasi kurva baku pada rentang kadar 10-800 ppm adalah r = 0,9803. Metode ini juga menghasilkan presisi dan akurasi yang baik yaitu RSD = 4,55% untuk presisi dan 89,00% - 97,35% untuk akurasi, sesuai dengan yang dipersyaratkan oleh AOAC. Sensitivitas yang dihasilkan adalah 4,31 ppm untuk LOD dan 14,37 ppm untuk LOQ. Hasil penetapan kadar kurkuminoid diperoleh kadar kurkuminoid rata-rata pada sampel 1a, 1b, dan 1c berturut-turut adalah 9,83%, 9,92% dan 10,72%.
PROFIL KUALITAS PELAYANAN RESEP OLEH APOTEKER DI BEBERAPA sulistya, yoga angga; pramestutie, hananditia rachma; sidharta, bambang
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan resep adalah pelayanan terhadap permintaan tertulis dari dokter, dokter gigi dan dokter hewan kepada apoteker untuk menyediakan dan menyerahkan obat bagi pasien sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran kualitas pelayanan farmasi pada pelayanan resep oleh apoteker. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling untuk memilih apotek mana yang digunakan sebagai tempat penelitian dan teknik simple random sampling untuk menentukan sampel pasien. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner yang menggunakan standar SERVQUAL. Apotek yang sesuai dengan kriteria penelitian sebanyak 8 apotek, namun data yang diperoleh pada penelitian ini hanya berasal dari 7 apotek, karena pada 1 apotek tidak mendapatkan data (gugur). Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 100 pasien. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasien yang menebus resep di apotek memiliki harapan tinggi terhadap layanan yang diberikan dengan rata-rata penilaian sebesar 6,55 namun kenyataan yang dirasakan tidak mampu memenuhi harapan pasien dengan rata-rata penilaian sebesar 5,76. Nilai secara keseluruhan kualitas pelayanan farmasi pada pelayanan resep oleh apoteker tergolong rendah dengan nilai sebesar -0,79. Kesimpulan yang diperoleh yaitu kualitas pelayanan farmasi pada pelayanan resep oleh apoteker masih memerlukan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan menjadi lebih baik
Evaluasi Biaya Pengobatan Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Rawat Jalan dengan Terapi Insulin di RSUP X di Jakarta Periode Januari 2016-Desember 2017 Anggriani, Yusi
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 (DMT 2) merupakan suatu penyakit kronik metabolik yang salah satu terapinya adalah dengan menggunakan insulin. Setiap jenis insulin tentu memiliki besaran biaya dan efektivitasnya masing-masing. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui proporsi biaya insulin terhadap total biaya pengobatan, proporsi biaya insulin terhadap biaya obat total, dan kesesuaian tarif pengobatan dengan paket Indonesian Case Based Group (INA-CBGs) pada pasien DMT 2 rawat jalan di RSUP X di Jakarta. Penelitian merupakan observasional deskriptif dengan seri waktu (longitudinal time series) dengan pengamatan pada Januari 2016-Desember 2017 di RSUP X di Jakarta. Data rekam medik yang diperoleh dari Instalasi Rekam Medik dan Pusat Data Informasi (IRMPDI), dan rincian biaya pengobatan (dokumen/kuitansi) yang diperoleh dari bagian keuangan RSUP X di Jakarta. Sampel penelitian pasien DMT 2 rawat jalan pengguna insulin yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa biaya laboratorium mengambil proporsi biaya paling besar pda pengobatan tujuh hari (paket INA-CBGs). Sedangkan pada total pengobatan 30 hari proporsi biaya obat dan insulin menjadi komponen biaya terbesar. Biaya insulin terhadap total biaya pengobatan selama 30 hari mencapai 61%, sedangkan proporsi biaya insulin terhadap biaya obat total mencapai 88%. Kesesuaian biaya riil rumah sakit dengan tariff klaim INA-CBGs masih rendah. Pada tahun 2017, terdapat periode rumah sakit mengalami kekurangan tarif untuk pelayanan pengobatan DMT 2 paket tujuh hari. Secara keseluruhan selama periode dua tahun proporsi biaya riil dibanding dengan biaya paket Ina-CBGs sebesar 91%.
Tingkat Pengetahuan Pasien Diabetes melitus tentang Penggunaan Obat di Puskesmas Kota Malang pramestutie, hananditia rachma
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus merupakan kumpulan dari gangguan metabolik yang dicirikan dengan hiperglikemia yang disertai metabolisme karbohidrat, lemak dan protein yang abnormal. Pengetahuan yang harus dimiliki oleh pasien diabetes mellitus meliputi arti penyakit diabetes mellitus, penyebab diabetes mellitus, gejala yang sering menyertai dan pentingnya melakukan pengobatan yang teratur dan terus-menerus dalam jangka panjang serta mengetahui bahaya yang ditimbulkan jika tidak minum obat. Pengetahuan ini penting untuk menunjang keberhasilan terapi diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan pasien diabetes mellitus tentang pengobatannya di Puskesmas Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional prospektif. Pemilihan sampel pasien dan pemilihan Puskesmas menggunakan metode teknik pengambilan sampel secara non random sampling (purposive sampling) dan  harus memenuhi kriteria inklusi yang sudah dibuat oleh peneliti. Hasil penelitian ini adalah pasien diabetes melitus yang memiliki tingkat pengetahuan cukup sebesar  34 responden (53,13%) pasien yang mempunyai tingkat pengetahuan buruk sebesar 23 responden (35,94%) dan pasien yang mempunyai tingkat pengetahuan baik sebesar 7 responden (10,94%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar pasien diabetes melitus di Kota Malang memiliki tingkat pengetahuan cukup tentang pengobatannya. Diabetes mellitus (DM) is a disease characterized by the occurrence of hyperglycemia and impaired metabolism of carbohydrates, fats, and proteins associated with absolute or relative shortage of labor and or insulin secretion.  The knowledge that should be owned by patients with diabetes mellitus is the meaning, causes, symptoms and treatment of diabetes mellitus. This knowledge is important to support the success of diabetes mellitus therapy. The aim of this research was to determine the knowledge level of diabetes mellitus patients about their drug therapy in the primary health care of Malang. This research used observational study methods. The selection of the patients and the primary health care was done using non-random sampling technique (purposive sampling). The subject who meet the inclusion criteria were involved. The result of this study revealed that the patients with diabetes mellitus who have a sufficient level of knowledge were 34 respondents (53,13%). Patients who have a poor criteria were 23 respondent (35,94%). Patients who have a good criteria were 7 respondents (10,94%). The conclusion from this study is most patients with diabetes mellitus in Primary Health Care Malang have enough knowledge about their treatment.
UJI AKTIVITAS SEDIAAN GEL DAN EKSTRAK LENGKUAS (Alpinia galanga) TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS EPIDERMIDIS SECARA IN VITRO Prihannensia, Maydia; Winarsih, Sri; Achmad, Anisyah
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Staphylococccus epidermidis dapat menyebabkan berbagai infeksi kulit pada manusia. Terapi yang sering digunakan adalah antibiotik, salah satunya amoksiklav. Antibiotik terkadang menimbulkan efek samping dan resistensi pada beberapa pasien, sehingga diperlukan terapi alternatif bahan alam yakni rimpang lengkuas (Alpinia galanga) yang mengandung flavonoid dan memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Untuk menghantarkan senyawa yang terdapat dalam rimpang lengkuas dan mempermudah penggunaan, maka dibentuk sediaan gel. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi menggunakan etanol 70%, dan uji antibakteri dengan metode difusi sumuran. Pada uji Kromatografi Lapis Tipis (KLT), ekstrak lengkuas positif mengandung flavonoid. Gel lengkuas dan ekstrak lengkuas dibuat 3 kelompok konsentrasi yaitu 10%, 15% dan 20%. Parameter yang diamati adalah diameter zona hambat gel dan ekstrak lengkuas setelah diinkubasi selama 18-24 jam pada suhu 37oC. Hasil zona hambat menunjukkan semakin tinggi konsentrasi pada gel dan ekstrak lengkuas, maka semakin besar diameter zona hambat bakterinya. (Korelasi Pearson gel lengkuas R=0,958 dan ekstrak lengkuas R=0,979). Hasil uji t-tidak berpasangan menunjukkan tidak terdapat perbedaan siginifikan antara gel dan esktrak lengkuas (p=0,408). Kesimpulan penelitian adalah terdapat hubungan positif antara peningkatan konsentrasi gel dan ekstrak lengkuas dengan peningkatan diameter zona hambat terhadap bakteri S. epidermidis secara in vitroKata kunci: Lengkuas (Alpinia galanga), Staphylococcus epidermidis, Gel, Ekstrak,  Antibakteri.
Hubungan Faktor Sosiodemografi Dengan Tingkat Pengetahuan Akseptor Terhadap Kontrasepsi Suntik Yang Mengandung Medroksiprogesteron Asetat Dan Estradiol Cypionate Di Puskesmas Kota Malang. Rohmah, Nikmatur -
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KB suntik kombinasi merupakan salah satu cara yang efektif, praktis, dan terjangkau untuk mencegah kehamilan, KB suntik kombinasi memiliki kandungan Medroksiprogesteron Asetat 25mg dan Estradiol Cypionate 5mg yang disuntikkan setiap 1 bulan sekali. Untuk mendapatkan KB suntik kombinasi yang efektif dibutuhkan penyuntikan yang teratur sesuai jadwal yang ditentukan. Pengetahuan akseptor terhadap KB suntik dapat mempengaruhi efektifitas KB suntik kombinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan KB suntik oleh akseptor KB di empat Puskesmas Kota Malang, untuk itu digunakan desain penelitian Observasional Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik non random sampling didapatkan 40 sampel dan dinyatakan laik etik. Lalu data yang telah diperoleh di analisis menggunakan uji korelasi Spearman’s dan koefisien kontingensi Cramer v dengan signifikansi 0,05 (95%). Pada penelitian ini didapatkan hasil uji korelasi antara faktor sosiodemografi dan tingkat pengetahuan, faktor sosiodemografi terdiri dari empat faktor yaitu usia (p=0,019), pekerjaan (p=0,161), pendidikan (p=0,002),  penghasilan (p=0,020) dengan pengetahuan akseptor. Tingkat pengetahuan akseptor yang cukup adalah (50%), tingkat pengetahuan kurang (30%), dan tingkat pengetahauan baik (20%). Faktor sosiodemografi yang berhubungan secara signifikan dengan tingkat pengetahuan hanya usia, pendidikan, dan penghasilan sedangkan pekerjaan tidak berhubungan dengan tingkat pengetahuan  KB suntik kombinasi di Puskesmas Kota Malang.
GAMBARAN PENGGUNAAN GALAKTAGOG (OBAT KIMIA DAN HERBAL) PADA IBU MENYUSUI DI KOTA MALANG wulandari, narastri
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2020.005.02.3

Abstract

Tahun 2017 di Kota Malang 1025 bayi tidak mendapatkan ASI eksklusif. Salah satu faktor yang menyebabkan permasalahan tersebut adalah kurangnya produksi ASI. Salah satu cara untuk menangani masalah kurangnya produksi ASI tersebut adalah dengan menggunakan galaktagog. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran penggunaan, keefektifan dan efek samping galaktagog kimia dan herbal. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendektan cross sectional, dengan jumlah sampel adalah 96 responden. Hasil dari penelitian ini adalah galaktagog yang paling banyak digunakan adalah galaktagog herbal (85.4%) meliputi daun katuk, fenugreek dan jamu gejah. Penggunaan galaktagog kimia (7.3%) meliputi domperidone dan metoklopramid. Sedangkan penggunaan galaktagog kombinasi sebanyak 7.3%. Galaktagog diperoleh berdasarkan saran (67.6%), mudah dikonsumsi (12.4%), mudah didapat (9.5%), lebih efektif (8.6%) dan harganya murah (1.9%) dari berbagai sumber informasi misalnya dokter (33.9%), bidan (18.3%), orang tua (16.5%), saudara (13.8%), teman (8.3%), internet (7.3%), apoteker (0.9%) dan perawat (0.9%). Penggunaan galaktagog menunjukkan peningkatan pada 99% responden. Terdapat efek samping yang dirasakan oleh 12.3% responden seperti munculnya bau badan, kenaikan berat badan, sakit kepala, sulit tidur dan konstipasi pada 1% bayi, namun belum terdapat penelitian yang menyatakan efek samping tersebut pada penggunaan beberapa galaktagog. Kesimpulan dari penelitian ini galaktagog yang paling digunakan adalah galaktagog herbal (85.4%), yang dapat meningkatkan produksi ASI pada 99% responden, dan terdapat efek samping pada 12.3% responden dan 1% bayi.Kata Kunci : galaktagog, pelancar ASI, Herbal, Obat Kimia

Page 3 of 16 | Total Record : 155