cover
Contact Name
Mukhamad Faeshol Umam
Contact Email
mukhamad.umam@esdm.go.id
Phone
+62296421888
Journal Mail Official
jurnal.ppsdmmigas@esdm.go.id
Editorial Address
Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi Jl. Sorogo No.1 Cepu Blora Jawa Tengah 58315
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Swara Patra : Majalah Ilmiah PPSDM Migas
ISSN : 20899572     EISSN : 26555859     DOI : https://doi.org/10.37525/sp
Majalah Ilmiah Swara Patra merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi Widyaiswara, Instruktur, Dosen, Peneliti dan civitas academika yang hendak mempublikasikan hasil penelitiannya dalam bentuk studi literatur, latihan penelitian, dan pengembangan teknologi sebagai bentuk penerapan metode, algoritma, maupun kerangka kerja. Scope Majalah Ilmiah Swara Patra meliputi energi terbarukan, minyak dan gas bumi, konservasi energi dan ekonomi energi.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2012): Swara Patra" : 7 Documents clear
PENDEKATAN PRINSIP ADULT LEARNING DALAM UPAYA MENUNJANG PROSES PEMBELAJARAN DIKLAT APARATUR Dwi Heri Sudaryanto
Swara Patra Vol 2 No 2 (2012): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan program pelatihan ditentukan oleh banyak faktor, diantaranya : materi pelatihan yang sesuai dan usable bagi peserta, kemampuan peserta dalam menyerap materi pelatihan, waktu dan fasilitas yang mendukung kegiatan proses pelatihan dan kemampuan Widyaiswara dalam penyampaian materi. Widyaiswara sebagai komunikator dan fasilitator dalam proses pembelajaran merupakan komponen terpenting diantara berbagai kombinasi yang menentukan keberhasilan pelatihan tersebut, karena Widyaiswara adalah salah satu faktor (selain partisipan) yang menjalankan sebuah program pelatihan.Peningkatan performance Widyaiswara seringkali hanya diarahkan pada pelatihan untuk meningkatkan kemampuan Widyaiswara itu sendiri dalam menyerap bahan pelatihan dan keterampilan mereka dalam mempraktekkannya. Sedangkan kemampuan dalam lingkup komunikasi serta bagaimana Widyaiswara memahami peserta dan upaya mereka agar materi diterima dengan sempurna oleh peserta terkadang terlupakan. Padahal sangatlah penting bagi Widyaiswara untuk ‘mengenali’ klien mereka dalam arti mengerti karakteristik peserta pelatihan dan untuk mampu memberikan metode pembelajaran yang tepat dalam proses pembelajaran.
PENENTUAN SEBARAN ASPAL MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK TAHANAN JENIS DI LOKASI WKP PT. “X” KABUPATEN BUTON FX Yudi Tryono
Swara Patra Vol 2 No 2 (2012): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspal adalah cairan yang sangat kental berwarna coklat sampai kehitaman yang hampir seluruhnya tersusun dari unsur karbon dan hydrogen. Aspal alam terbentuk di dalam batuan pembawa minyak yang terjadi sebagai akibat perubahan minyak bumi karena tidak adanya batuan penutup (Cap rocks). Pulau Buton adalah salah satu penghasil aspal alam di dunia yang berkualitas tinggi. Batuan reservoir dari larutan aspal di Buton berasal dari Formasi Tondo dan Formasi Sampolakosa. Metode geolistrik tahanan jenis terbukti cukup mampu untuk memetakan sebaran kandungan aspal yang ada di bawah permukaan bumi.
HYDRATE GAS ALAM: PREDIKSI DAN PENCEGAHANNYA Hasan Syukur
Swara Patra Vol 2 No 2 (2012): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap perusahaan yang memproduksi gas alam pasti sangat menginginkan agar dalam produksinya berjalan lancar tanpa menemui masalah dalam proses produksi yang mereka jalankan. Namun pada kenyataannya dalam proses produksi Gas alam masih ada beberapa masalah yang sering terjadi pada proses tersebut. Salah satunya ialah Gas Hydrate. Pembentukan Gas Hydrate sering kali ditemukan pada produksi gas alam dengan temperature yang rendah. Karena itu prosentase potensi terbentuknya hydrate pada lapangan produksi dengan temperature ataupun iklim yang dingin kemungkinan lebih besar jika dibandingkan dengan lapangan produksi yang berada pada iklim dengan temperature yang lebih tinggi. Perlu kita ketahui Gas Hydrate merupakan persoalan tersendiri dan perlu mendapatkan perhatian khusus dalam menangani gas alam. Banyak operasi terganggu bahkan harus berhenti hanya karena hydrate. Oleh karena itu di dalam pembahasan ini akan diketengahkan bagaimana pressure dan temperature sangat mempengaruhi proses terbentuknya hydrate dan metode-metode apa saja yang dapat dilakukan untuk mencegah proses pembentukan hydrate.
STUDI SENSOR PNEUMATIK PADA SISTEM PENGENDALIAN WELLHEAD Irfan Choiruddin
Swara Patra Vol 2 No 2 (2012): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pengendalian wellhead di gunakan untuk memonitor kondisi aliran di flowline sumur dan untuk memulai shutdown pada sumur. Sistem pengendalian secara pneumatik masih menjadi pilihan dengan pertimbangan bahwa pneumatik tidak menimbulkan api. Sistem pengendalian yang handal ditentukan oleh sensor yang digunakan pada sistem tersebut.Dalam tulisan ini, penulis melakukan studi sensor pada sistem pengendalian wellhead dengan kondisi sumur bertekanan tinggi yang diterapkan pada lapangan migas lepas pantai. Dengan pemahaman dan penguasaan yang baik terhadap komponen sistem pengendalian sumur diharapkan mengurangi potensi kecelakaan kerja pada operasi migas lepas pantai.
PEMANASAN GLOBAL (GLOBAL WARMING) DAN HUBUNGANNYA DENGAN PENGGUNAAN BAHAN BAKAR FOSIL Sulistyono Sulistyono
Swara Patra Vol 2 No 2 (2012): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya kemajuan dan teknologi mendorong meningkatnya pertumbuhan industri dan sarana transportasi. Peningkatan jumlah industri dan sarana transportasi di dunia sudah barang tentu juga diikuti oleh peningkatan penggunaan bahan bakar terutama bahan bakar minyak (BBM). Peningkatan penggunaan BBM terutama BBM dari fosil sudah barang tentu juga akan meningkatkan gas karbon dioksida (CO2) sebagai gas hasil pembakaran dari BBM fosil. Seperti diketahui gas CO2 adalah salah satu komponen gas rumah kaca, diperkirakan setiap tahun dilepaskan sekitar 18,35 miliar ton CO2. Ketika atmosfer semakin kaya akan gas-gas rumah kaca ini, maka semakin menjadi insulator yang menahan lebih banyak panas dari matahari yangdipancarkan ke bumi, sehingga menyebabkan pemanasan global (global warming). Penyebab utama pemanasan global ini adalah pembakaran bahan bakar fosil seperti minyak bumi, gas alam dan batubara yang melepaskan gas CO2 dan gas-gas lainnya yang dikenal sebagai gas rumah kaca ke atmosfer. Pemanasan global sudah menjadi isu internasional dan menjadi permasalahan dunia karena dampaknya dapat membahayakan makhuk hidup di dunia diantaranya adalah suhu bumi meningkat, terjadi perubahan iklim, peningkatan permukaan laut, gangguan ekologis dan dampak sosial politik. Protokol Kyoto adalah konvensi yang dilakukan oleh negara-negara di dunia yang peduli lingkungan, berkomitmen untuk mengurangi emisi gas CO2 dan lima gas rumah kaca lainnya. Jika Protokol Kyoto sukses diberlakukan, diprediksi akan mengurangi ratarata pemanasan global antara 0,02°C - 0,28°C pada tahun 2050. Indonesia sebagai negara yang masih mempunyai hutan yang cukup luas punya peluang untuk mensukseskan Protokol Kyoto tersebut. Beberapa hal yang mungkin bisa dilakukan di Indonesia adalah membatasi emisi karbon dengan mengganti dari energi fosil dengan sumber energi lainnya seperti biofuel yang lebih ramah lingkungan, memperbanyak tanaman untuk menyerap gas rumah kaca yang berlebih, menjaga, mengelola dan melestarikan hutan, karena hutan sangat potensial menyerap gas rumah kaca, menjaga keseimbangan antara tingkat polusi dan RTH (Ruang Terbuka Hijau) di setiap wilayah, mendorong penelitian dan pengembangan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan.
OPTIMASI PRODUKSI LAPANGAN GAS UNTUK SUPPLY GAS INJEKSI SUMUR SUMUR GAS LIFT SECARA TERINTEGRASI Unggul Nugroho Edi
Swara Patra Vol 2 No 2 (2012): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini digunakan metode simulasi model reservoir, flowline network lapangan minyak dan lapangan gas. Dengan Pemodelan terintegrasi antara model reservoir, model network lapangan minyak dan model network lapangan gas akan dapat diketahui kondisi produksi terhadap waktu mulai diperlukannya gas lift. Selanjutnya dilakukan pengoptimalan kebutuhan gas dan diverifikasi dengan kondisi potensi lapangan gas. Tujuan dari tulisan ini adalah analisa beberapa skenario produksi dan injeksi sehingga diperoleh kombinasi rate produksi natural 4 sumur minyak dan maksimal 4 sumur gas yang menghasilkan recovery maksimum dengan jumlah sumur gas paling minimum. Hasil simulasi menunjukkan dengan menggunakan gas lift dapat meningkatkan recovery hingga 7% dari recovery produksi natural flowing. Dengan penambahan sumur gas minimum 2 sumur gas.
MENENTUKAN SUHU MINIMAL PADA CONDENSOR DAN REBOILER DENGAN MENGGUNAKAN KESETIMBANGAN Lilis Harmiyanto
Swara Patra Vol 2 No 2 (2012): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di dalam proses distilasi untuk memisahkan gas-gas dengan cairannya perlupengaturan suhu minimal operasi pada tekanan operasi yang dikehendaki agarmendapatkan produk yang optimal kemurniannya.Dengan menggunakan rumus-rumus kesetimbangan ini maka dalam pemisahangas dengan liquidnya dalam distilasi dapat dilakukan Di dalam kolom yaitu pada kondisioperasi suhu Reboiler dan diluar kolom pada suhu kondisi operasi condensor.Untuk penentuan kondisi operasi condensor dengan menghitung suhu dew pointsuatu campuran sedangkan untuk menentukan kondisi operasi reboiler denganmenghitung suhu bubble point dari campuran tersebut.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2012 2012


Filter By Issues
All Issue Vol 15 No 2 (2025): Swara Patra : Majalah Ilmiah PPSDM Migas Vol 15 No 1 (2025): Swara Patra : Majalah Ilmiah PPSDM Migas Vol 14 No 2 (2024): Swara Patra : Majalah Ilmiah PPSDM Migas Vol 14 No 1 (2024): Swara Patra : Majalah Ilmiah PPSDM Migas Vol 13 No 2 (2023): Swara Patra : Majalah Ilmiah PPSDM Migas Vol 13 No 1 (2023): Swara Patra : Majalah Ilmiah PPSDM Migas Vol 12 No 2 (2022): Swara Patra : Majalah Ilmiah PPSDM Migas Vol 12 No 1 (2022): Swara Patra : Majalah Ilmiah PPSDM Migas Vol 11 No 2 (2021): Swara Patra : Majalah Ilmiah PPSDM Migas Vol 11 No 1 (2021): Perbaikan Berkelanjutan untuk Konservasi Energi Vol 10 No 2 (2020): Pendekatan Baru untuk Konservasi Energi Vol 10 No 1 (2020): Kebangkitan Energi Terbarukan Vol 9 No 2 (2019): Inovasi untuk Nilai Tambah Energi Vol 9 No 1 (2019): Konservasi Energi Tak Sekedar Hemat Energi Vol 8 No 4 (2018): Swara Patra Vol 8 No 3 (2018): Swara Patra Vol 8 No 2 (2018): Swara Patra Vol 8 No 1 (2018): Swara Patra Vol 7 No 1 (2017): Swara Patra Vol 6 No 4 (2016): Swara Patra Vol 6 No 3 (2016): Swara Patra Vol 6 No 2 (2016): Swara Patra Vol 6 No 1 (2016): Swara Patra Vol 5 No 4 (2015): Swara Patra Vol 5 No 3 (2015): Swara Patra Vol 5 No 2 (2015): Swara Patra Vol 5 No 1 (2015): Swara Patra Vol 4 No 4 (2014): Swara Patra Vol 4 No 3 (2014): Swara Patra Vol 4 No 2 (2014): Swara Patra Vol 3 No 4 (2013): Swara Patra Vol 3 No 3 (2013): Swara Patra Vol 3 No 1 (2013): Swara Patra Vol 2 No 3 (2012): Swara Patra Vol 2 No 2 (2012): Swara Patra Vol 2 No 1 (2012): Swara Patra Vol 1 No 2 (2011): Swara Patra More Issue