cover
Contact Name
Abd Karim
Contact Email
jurnalalthiqah@gmail.com
Phone
+6285235776365
Journal Mail Official
jurnalalthiqah@gmail.com
Editorial Address
http://ejurnal.stiuda.ac.id/index.php/althiqah/about/editorialTeam
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
AL-THIQAH: Jurnal Ilmu Keislaman
ISSN : 26857529     EISSN : 26857529     DOI : https://doi.org/10.36835/althiqah
Core Subject : Religion, Social,
Al-THIQAH : Jurnal Ilmu Keislaman published by Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Bangkalan. This journal contains many variants of Islamic studies, among others: Islamic education, Ushuluddin, the Shariah, Islamic thought, economics, and other Islamic studies. This journal is published twice a year in April and October. Editors invite academics, professors, and researchers to contribute to write in this journal. The journal can be accessed publicly, which means that all content is provided freely accessible without charge to either the user or the institution. Users are allowed to read, download, copy, distribute, print, search, or cite to the full text of the article did not have to ask permission from the publisher or author.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 01 (2019): April" : 6 Documents clear
Periwayatan Hadis Lafz{I> Vs Ma`Nawi> Fitrotun Nafsiyah
AL-THIQAH : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 2 No 01 (2019): April
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Macam-macam periwayatan hadis saat ini menjadi banyak perdebatan ulama. ketika itu, akan kebolehan dan ketidakbolehan mengaplikasikannya dalam periwayatan hadis. Hal ini dipandang bahwa pembahasan ini patut dikaji secara mendalam agar dapat diketahui bagaimana cara penyampaian hadis setelah Nabi meninggal, juga tentang apa dan bagaimana periwayatan hadis lafz}i> dan ma`nawi>. Melalui pengkajian secara mendalam, periwayatan lafz{i> merupakan periwayatan hadis yang redaksi atau matannya sama persis seperti yang diwurudkan Rasulullah. Periwayatan hadis secara lafz{i> ini tentu untuk hadis-hadis qawli>yah (sabda) saja. Sedangkan, Periwayatan ma`nawi> adalah periwayatan hadis yang disampaikan oleh sahabat dengan mengemukakan maknanya saja, tidak menurut lafaz-lafaz seperti yang diucapkan oleh Rasul. Jadi, bahasa dan lafaz hadis disusun oleh sahabat sendiri, sedangkan isinya berasal dari Nabi. Oleh karena itu, banyak hadis yang memiliki maksud yang sama tetapi dengan redaksi matan yang berbeda. Hadis-hadis yang fi`li>yah dan taqri>riyah, karena sifatnya, disampaikan secara ma`nawi>.
Penulisan Kitab Hadis Tipologi Ajza Moh. Sholeh
AL-THIQAH : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 2 No 01 (2019): April
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode al- ajza>’’ dalam penulisan kitab raf‘ al-yadain fi> al-s}ala>t karya dari Muhammad ibn Ismail al-Bukhari. Dapat disimpulkan bahwa karakteristik dari penulisan model ajza>’’ meliputi dua hal. Yaitu: 1) Pengumpulan Hadis-hadis yang diriwayatkan oleh satu orang saja dari kalangan Sahabat maupun generasi setelahnya. 2) Memuat Hadis-hadis yang membahas tentang topik tertentu saja secara panjang lebar dan tuntas. Jika merujuk pada definisi dari ajza>’/Juz, akan terlihat bahwa memang secara syarat dianggap model penulisan hadis secara “bagian.” Dalam kitab ini, beliau telah memaparkan riwayat Hadis-hadis yang berkenaan dengan satu tema, yakni mengangkat tangan dalam Salat/ Raf‘ al-Yadayn fi> al-S}ala>t. Artinya, hadis-hadis yang bertema ini sudah beliau paparkan. Kemudian ciri kedua adalah Hadis-Hadis mengangkat tangan diriwayatkan oleh satu sahabat atau generasi selanjutnya, seperti pada Hadis pertama yang paparkan beliau. Bahwa riwayat bermuara kepada abu al-Zannad. atau bisa juga, al-Bukhariy telah memaparkan Hadis-hadis yang bertema-kan tentang mengangkat tangan dalam Salat, di mana beliau ambilkan dari kitab Hadis Sahihnya.
Al-Qur’an dalam Pandangan Hermeneutika Nasr Hamd Abu Zayd M. Tohir
AL-THIQAH : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 2 No 01 (2019): April
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Heremenutika Nas{r H{amd Abu> Zayd. mencoba mendekonstruksi konsep ilmu Islam dan hukum-hukum dalam Islam. Dengan mengganti konsep penafsiran ulama-ulama yang sudah familiar dengan konsepnya. Pemahaman bahwa al-Qur’an baik dari segi lafad dan maknanya berasal dari wahyu Tuhan digantinya dengan pemahaman bahwa al-Qur’an adalah produk budaya yang tersusun dari teks manusiawi yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Selain itu, al-Qur’an bukan hanya teks yang bersifat manusiawi biasa, bahkan dalam menafsirkannya harus mengkaji sosio historis masyarakat di mana ayat tersebut diturunkan. Abu Zaid berusaha merekontruksi pemahaman umat Islam dengan menganggap semua hukum-hukum yang sudah mapan harus dirubah..
Metode Persilangan Al-Qur’an dengan Sastra oleh Amin Al-Khuli Achmad Ghufron
AL-THIQAH : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 2 No 01 (2019): April
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metodologi Ami> al-Khu>li> dalam memahami kandungan sastra al-Qur’an, al-Khu>li> ini merupakan sosok yang sangat dikenal dengan pembaharuan dalam dunia sastra. Sebab keahlian tersebut ia menaruh perhatian untuk mengkaji terhadap teks al-Qur’an. Dan juga berangkat dari rasa ketidak puasan atas para mufassir yang lebih mengedepankan kepentingan ideologi dan madzhabnya. Adapun metode sastra yang di maksud menurutnya adalah: Pertama, mufassir mengumpukan ayat-ayat yang membahas tema yang sama. Kedua melakukan research (penelitian) mengenai kosakata yang akan ditafsiri. Ketiga, mufassir harus melakukan penelitian terhadap bahasa yang akan ditafsiri. Keempat, meneliti makna tersebut, dan kelima, menyusun pemahaman yang sekiranya pemahaman tersebut paling dekat dengan pemahaman Nabi. Selain itu, al-Khu>li> juga mempunyai dua metode prinsipil. Dimana metode tersebut merupakan metode yang sangat ideal dalam mengkaji sastra, yaitu Dira>sah Ma> Hawla al-Qur’a>n dan Dira>sah Ma> Fi> al-Qur’a>n.
Peran Kiai dalam Pengembangan Karakter di Pondok Pesantren MOch Mahsun; Moch. Shohib
AL-THIQAH : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 2 No 01 (2019): April
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan tertua yang ada di Indonesia. Dalam pondok pesantren santri selain diberi pembelajaran tentang agama Islam juga dibiasakan untuk hidup sederhana dan berkahklak mulia yang disebut juga dengan pendidikan karakter. Pendidikan karakter di pondok pesantren ditanamkan pada santri secara tidak langsung dan tidak formal, melainkan dengan dengan cara pola teknik pondok pesantren. Pendidikan karakter di pondok pesantren mengnakan hiden curriculum dan tidak selalu diajarkan di dalam kelas, namun juga di luar kelas. keberhasilan pendidikan karakter di pondok pesantren karena adanya teladan atau contoh nyata yang diberikan oleh Kiai selaku pemimpin sentral dalam pondok pesantren dan juga dewan guru atau ustadz dan ustadzah yang membantu Kiai dalam menjalankan roda pendidikan di pondok pesantren..
Seni Musik Religius Sebagai Media Konseling Islam dalam Meningkatkan Akhlak Remaja Bambang Subahri; M. Iqbalul Fajri
AL-THIQAH : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 2 No 01 (2019): April
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akhlak merupakan sesuatu yang sangat penting bagi kehidupan manusia karena orang akan terlihat mulia itu dilihat dari akhlaknya. Dengan demikian, akhlak remaja perlu dibimbing guna ercapainya suau misi Islam yaitu “Rasul diutus hanyalah semata-mata untuk menyempurnakan akhlak” dengan media konseling Islam. Media konseling Islam digunakan dalam rangka komunikasi dan interaksi antara konselor dengan konseli dalam proses bantuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan menghasilkan simpulan bahwa media bimbingan konseling Islam merupakan sarana atau alat bantu dalam proses bimbingan konseling Islam, agar proses bantuan yang menjadi perhatian bimbingan konseling Islam dapat berjalan lebih baik dan sesuai dengan harapan. Selanjutnya yang menjadi media konseling dan memicu meningkatnya akhlak remaja di Ranuyoso ialah Hadroh Al-Banjari dan Drumband. Kesenian ini mengekspresikan idiom-idiom dan bacaan-bacaan seperti: kalimat toyibah, salawat, syahadat, basmallah, hamdallah, dan surat Al-fatihah sehingga dapat menjadi sugesti atas berubahnya perilaku menjadi lebih baik sesuai makna-makna yang tersirat dalam idiom-idiom lantunan melodi yang disampaikan

Page 1 of 1 | Total Record : 6