cover
Contact Name
Abd Karim
Contact Email
jurnalalthiqah@gmail.com
Phone
+6285235776365
Journal Mail Official
jurnalalthiqah@gmail.com
Editorial Address
http://ejurnal.stiuda.ac.id/index.php/althiqah/about/editorialTeam
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
AL-THIQAH: Jurnal Ilmu Keislaman
ISSN : 26857529     EISSN : 26857529     DOI : https://doi.org/10.36835/althiqah
Core Subject : Religion, Social,
Al-THIQAH : Jurnal Ilmu Keislaman published by Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Bangkalan. This journal contains many variants of Islamic studies, among others: Islamic education, Ushuluddin, the Shariah, Islamic thought, economics, and other Islamic studies. This journal is published twice a year in April and October. Editors invite academics, professors, and researchers to contribute to write in this journal. The journal can be accessed publicly, which means that all content is provided freely accessible without charge to either the user or the institution. Users are allowed to read, download, copy, distribute, print, search, or cite to the full text of the article did not have to ask permission from the publisher or author.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 1 (2023): April" : 6 Documents clear
Historiografi Kodifikasi Hadis Rohasib Maulana
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 6 No 1 (2023): April
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v6i1.86

Abstract

Geneologi hadis yang muncul sudah sejak dalam kemunculannya sudah menemukan problem lantaran Nabi Muhammad Saw melaranng para sahabat untuk menulis selain al-Quran. Namun demikian, sebagian pendapat mengatakan bahwa hadis sudah ditulis sejak zaman Nabi Saw. Oleh karena demikian, penulis mengangkat penelitian terkait historiografi kodifikasi hadis. Melalui metodelogi penelitian kualitatif berjenis kepustakaan dengan pendekatan content analysis, penulis menemukan. Pertama, kodifikasi hadis disebabkan oleh faktor internal berupa mulai dirasanya penting mengkodifikasian hadis dan adanya legalitas pencatatan hadis serta rasa bangga karena sudah mampu menjaga hadis Nabi. Adapun faktor eksternal, karena umat Islam sudah menyebar ke berbagai daerah ekspansional dan maraknya pemalsuan hadis. Kedua, pelopor Kodifikasi hadis pertama atas intruksi khalifah Umar bin Abdul Aziz adalah Muhammad ibn Hazm (wafat tahun 117 H) dan Muhammad ibn Syihab Az-Zuhri (wafat tahun 124 H). Ketiga, upaya perdana yang dilakukan adalah menyeleksi hadis yang maqbul dan mardud dengan metode sanad dan isnad. Kemudian pembukuan hadis dilanjutkan secara lebih teliti oleh Imam ahli hadis, seperti Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa‘i, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan lain-lain. Kiprah dan karyanya dikenal dengan Kutubus Sittah, yaitu Shahih Al-Bukhari, Shahih Muslim, Sunan An-Nasa‘i, Abu Dawud, Ibnu Majah
Signifikansi Asbāb Al-Nuzūl Dalam Penafsiran Al-Qur’an Shonhaji Shonhaji
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 6 No 1 (2023): April
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v6i1.105

Abstract

Al-Quran merupakan kitab suci yang yang datang dari Allah sebagai petunjuk untuk umat manusia. Namun al-Quran yang tidak dapat dipahami hanya berdasarkan kebahasaan saja, karena jika dengan pendekatan kebahasaan saja, maka akan berpotensi dipahami salah. Maka dari itu, untuk memahami al-Quran perlu juga pendekatan selain pendekatan linguistik. Salah satu yang menjadi komponen penting untuk memahami al-Quran adalah dengan mengacu pada konteks mikro yang melatar belakangi turunnya ayat, yang lebih dikenal dengan asba>b al-nuzul. Penelitian ini, bertujuan untuk mengetahui signifikasi asba>b al-nuzul untuk memahami al-Quran. melalui metode penelitian kualitatif berjenis penelitian pustaka, dengan pendekatan diskriptif analitis, penulis menemukan. Signifikasi asba>b al-nuzul dapat menghilangkan ke-isykal-an dalam maksud dari ayat sebenarnya. Misalnya, ayat 62 surat al-Baqarah yang secara literal bermakna keselamatan semua pemeluk agama, namun setelah dilihat dari latar belakang turunnya, maksud ayat ini hanya berlaku di waktu sebelum nabi Muhammad diutus, namun mereka beriman kepada Allah dan beramal saleh. Contoh lain, ayat 93 al-Maidah yang secara literal membolehkan meminum dan memakan apa saja bagi orang yang bertakwa dan berbuat baik. Padahal, ayat tersebut menurut asba>b al-nuzul tertuju pada para orang Islam yang mati sebelum ayat pengharaman makanan tertentu turun.
The Komparasi Tafsir Adwa’ Albayan Karya Asy-Syanqithi dan Ma’alim Al-Tanzil Karya Al-Husein Ibn Mas’ud Al-Baghawi (Studi Analisis Qs. Al-Ma’idah [5]: 6) Kartini Fujiyanti Agustin
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 6 No 1 (2023): April
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v6i1.91

Abstract

This study aims to dissect the concepts and methods of bil matsur interpretation of the two interpretations, namely the tafsir adwa' al-Bayan by asy-Syinqithi and the tafsir Ma'alim al-Tanzil by al-Baghawi so that the points of similarity and differences between the two are found. This research is qualitative with library data and primary sources in Qs. Al-Ma'idah [5]: 6 which discusses ablution. This research is a literature research on the methodology of interpretation bil matsur written by the two interpreters. Comparative studies were conducted to uncover similarities and differences between the two. Researchers revealed that the two figures share the same line of thought. One of them structured this science and the other developed it to be more perfect.
Aktifitas Pelembagaan Al-Qur’an dalam Tradisi Pernikahan di Indonesia Nida Al Rahman
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 6 No 1 (2023): April
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v6i1.95

Abstract

Tujuan tulisan ini adalah untuk menjelaskan tentang beberapa bentuk aktivitas pembacaan al-Qur’an dalam tradisi pernikahan pada masyarakat Muslim di Indonesia, dengan aktivitasnya yang beragam baik dalam personal maupun tata cara pelaksanaannya serta istilah yang dipakai dari tiap-tiap daerahnya. Permasalahannya terkait dengan beberapa hal, yakni 1) Bentuk-bentuk pelaksanaan living al-Quran, baik yang berkaitan dengan adat istiadat khusus maupun umum universal; 2) Penggunaan istilah yang dipakai dari aktivitas pengajian al-Qur’an tersebut; Domain penelitian ini berada pada kajian antropologi budaya dengan pendekatan etnografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa living quran ini telah masuk menjadi pelembagaan yang dilaksanakan oleh beberapa suku di Indonesia dalam tradisi pernikahan, sebagai hasil dari masuknya akulturasi budaya Islam dengan budaya lokal Indonesia, seperti mappanre temme yang menjadi sebuah tradisi masyarakat Bugis dengan memasukkan nilai Islam dalam tradisi budayanya. Sejak masuk ke abad 20 M, living quran dalam tradisi pernikahan juga telah masuk dalam acara akad nikah, yaitu bacaan al-Quran sebagai bagian dari mahar perkawinan yang dibacakan calon mempelai pria di depan calon mempelai Wanita. Segala bentuk living quran dalam sosial masyarakat Indonesia ini tidak lain tujuannya sebagai upaya mencapai keberkahan dari bacaan al-Quran.
Makna Kautsar Dalam Alquran (Studi Komparatif Tafsir Al-Hadis dan Tafsir Ma’arij al-Tafakkur Wa Daqaiq al-Tadabbur Dalam QS. Al-Kautsar ayat 1-3) Muhammad Hafizh Basyiruddin; Asep Ahmad Fathurrahman; Ade Jamarudin
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 6 No 1 (2023): April
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v6i1.96

Abstract

Artikel ini bertujuan membahas term Al-Kautsar dari dua sudut pandang, yakni tafsir Al-Hadits karya Muhammad izzat Darwazah dan tafsir Ma’arij al-Tafakkur wa Daqaiq al-Tadabbur karya ‘Abd al-Rahman Hasan Habannakah al-Maidani serta komparasi kedua kitab tafsir tersebut. Hasilnya didapati bahwa antara kedua kitab tafsir ini terdapat persamaan dan perbedaan. Persamaannya adalah bahwa kedua kitab tafsir ini memiliki sistematika penulisan dengan tartib nuzuli atau kronologis turunnya al-Qur’an. Sementara perbedaan yang didapati adalah tafsir al-Hadis menggunakan metode tahlili sementara tafsir ma’arij al-Tafakkur menggunakan metode maudhu’i. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan analisis-deskriptif.
Pelembagaan Al-Qur'an dan Tafsir Melalui Lembaga-lembaga Pengembangan Tilawah dan Kajian Al-Qur'an Muhammad Hafizh Basyiruddin
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 6 No 1 (2023): April
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v6i1.99

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji pelembagaan al-Qur’an dan tafsir melalui lembaga-lembaga pengembangan tilawah dan kajian al-Qur’an. Secara ringkas dibahas pula latar belakang berdirinya lembaga-lembaga tersebut, tujuan kehadirannya, kegitan di dalamnya, serta efektifitasnya. Teknik penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Hasilnya didapati bahwa lembaga-lembaga tersebut hadir sebagai upaya memasyarakatkan nilai-nilai al-Qur’an, baik melalui pemerintah ataupun swasta. Sebagiannya lagi bahkan didanai langung oleh pemerintah. Berbagai even dan kegiatan dilangsungkan untuk menunjang tujuan mulia ini sesuai tugas dan fungsinya masing-masing. Namun demikian, efektifitas dari kehadiran lembaga tersebut tidak sepenuhnya maksimal. Ada beberapa yang dirasa sebatas formalitas. Pada akhirnya, bagaimanapun tanggapan masyarakat terhadap lembaga-lembaga ini, perlu disikapi secara bijak. Sesuatu yang tidak dapat tercapai seluruhnya, hendaknya tidak ditinggalkan seluruhnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 6