cover
Contact Name
Suwanto Raharjo
Contact Email
wa2nlinux@yahoo.com
Phone
+62274866124
Journal Mail Official
jnanaloka@yahoo.com
Editorial Address
Jl. Mulungan Baru, Mulungan Wetan, RT 07, RW 17, No. 130, Mlati, Sleman, Yogyakarta, 55285 Telp. 0274-866124
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
JNANALOKA
Published by Lentera Dua Indonesia
JNANALOKA merupakan jurnal ilmiah berbasis blind peer review dan open access terbit mulai tahun 2020 dipublikasikan oleh Lentera Dua Indonesia. Jurnal terbit sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun yakni bulan Maret dan September. Redaksi Jurnal JNANALOKA menerima artikel ilmiah orisinil lintas bidang ilmu yang memiliki fokus namun tidak terbatas pada bidang sains dan teknologi baik tingkat dasar, menengah, dan tinggi lintas dan multi disiplin ilmu. JNANALOKA juga menerima artikel yang didasarkan pada penelitian ilmiah secara umum.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 02 No. 01 Maret Tahun 2021" : 5 Documents clear
Studi Literatur: Perbandingan Basis Data NewSQL Omar Muhammad Altoumi Alsyaibani; Kusnawi; Ahmad Yusuf; Muhammad Reza Riansyah
JNANALOKA Vol. 02 No. 01 Maret Tahun 2021
Publisher : Lentera Dua Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36802/jnanaloka.2021.v2-no1-1-12

Abstract

Selama bertahun-tahun sistem basis data relasional menjadi solusi untuk penyimpanan data sampai datang era Big Data. Kemudian sistem basis data non-relasional (yang dikenal sebagai sistem basis data NoSQL) mulai dikembangkan sebagai solusi basis data yang mempunyai kecepatan tinggi dan scalable untuk menangani volume data yang terus meningkat. Di sisi lain, NoSQL mempunyai beberapa kekurangan, diantaranya : tidak mendukung ACID (Atomicity, Consistency, Isolation, Durability) dan beberapa sistem database NoSQL tidak mendukung bahasa kueri terstruktur (SQL). NewSQL merupakan pengembangan dari NoSQL yang memiliki dukungan terhadap terhadap ACID dan bahasa SQL. Sistem basis data NewSQL yang dikembangkan saat ini memiliki arsitektur, fitur dan implementasi yang bervariasi. Penelitian ini melakukan ulasan ringkas (quick review) pada perkembangan sistem basis data mulai dari relasional yang tradisional, NoSQL hingga NewSQL dengan dekripsi lebih pada sistem basis data NewSQL. Pada bagian akhir dilakukan perbandingan beberapa database NewSQL pada lima aspek, diantaranya : Ease of Use, Features & Functionality, Advanced Features, Integration dan Performance. Dari hasil perbandingan, pada aspek Ease of Use c-treeACE mendapat nilai tertinggi sedangkan Apache Trafodion menjadi yang terendah. Pada aspek Features & Functionality TIBCO ActiveSpaces menjadi yang tertinggi sedangkan VoltDB mendapat skor terendah. Selanjutnya, Altibase men- dapat skor tertinggi pada aspek Advanced Features dan Apache Trafodion kembali menjadi yang terendah. Pada aspek Integration, skor tertinggi ada pada CockroachDB dan terendah ada pada Pivotal GemFire XD. Terakhir, pada aspek Performance, ActorDB menjadi yang tertinggi dan Apache Trafodion menjadi yang terendah lagi.
A Analisis Performa Kecepatan MySQL dan NoSQL Pada Sistem Operasi Windows dan Linux Vian Ardiyansyah; Setiawan Budiman; Faisal Fadhila
JNANALOKA Vol. 02 No. 01 Maret Tahun 2021
Publisher : Lentera Dua Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36802/jnanaloka.2021.v2-no1-21-26

Abstract

Sistem basis data sudah menjadi bagian penting dalam pengelolaan suatu institusi berbasis digital. Saat ini semakin banyak pilihan dalam menggunakan jenis sistem basis data yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya. Banyak faktor yang bisa digunakan sebagai dasar pemilihan suatu sistem basis data. Kecepatan akses seperti untuk merespon kueri yang dikirimkan ke server adalah salah satunya. Pada penelitian ini dilakukan analisa perbandingan kecepatan pada sistem basis data MySQL dan MongoDB untuk perintah SELECT, UPDATE dan DELETE pada data dengan jumlah data maksimum 1.000.000 baris. Aplikasi yang digunakan untuk melakukan perintah kueri adalah MySQL Workbench 8.0.22 dan Robo 3T 1.4.2 yang dilakukan pada sistem operasi Windows 10 dan Ubuntu Desktop 20.04. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa semua proses kueri data di atas 50.000 baris dengan menggunakan MongoDB lebih cepat dibandingkan pada MySQL. Sistem operasi Ubuntu Desktop 20.04 menghasilkan kecepatan lebih baik dibandingkan dengan menggunakan Windows 10 baik untuk sistem basis data MySQL atau MongoDB.
RANCANG BANGUN RUBBER DAMPER PADA LORI INSPEKSI ELEKTRIK Henry Widya Prasetya; Dadang Sanjaya Atmaja; Hanung Dwi Pamungkas
JNANALOKA Vol. 02 No. 01 Maret Tahun 2021
Publisher : Lentera Dua Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36802/jnanaloka.2021.v2-no1-27-34

Abstract

Lori inspeksi memiliki desain yang sederhana dan kontruksi yang ringan. Pada umumnya lori inspeksi tidak dilengkapi dengan suatu sistem suspensi, sehingga mengurangi tingkat kenyaman- an operator dan meningkatkan kebisingan roda lori dengan rel. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan rancang bangun rubber damper yang memiliki fungsi untuk meredam getaran lori ins- peksi saat dioperasikan di atas jalan rel. Metode eksperimental digunakan dalam penelitian ini yakni melakukan pembuatan rubber damper, memasang dan menguji pada lori inspeksi. Proses pembuatan rubber damper dimulai dari perencanaan meliputi proses desain dan pemilihan kom- posisi material. Pemilihan bahan dengan menggunakan beberapa campuran bahan kimia dan karet alam yang dominan untuk menambah kekuatan rubber damper. Produksi rubber damper dilakukan dengan tahapan-tahapan proses meliputi proses pencampuran komposisi bahan karet, penyiapan cetakan karet, dan pengepresan kemudian finishing. Hasil rancang bangun rubber damper dilakukan uji fungsi keberhasilan yaitu dengan menghitung tingkat kebisingan saat lori inspeksi dioperasikan. Pengujian dengan kecepatan 5 km/jam menghasilkan tingkat kebisingan 81,1 dBa, kecepatan 10 km/jam dengan tingkat kebisingan 86,6 dBa dan kecepatan 15 km/jam dengan tingkat kebisingan 91,8 dBa.
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI ALAT PEMANTAUAN DAN PENGENDALI PADA AQUASCAPE BERBASIS INTERNET OF THINGS Muhammad Rosyid; Catur
JNANALOKA Vol. 02 No. 01 Maret Tahun 2021
Publisher : Lentera Dua Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36802/jnanaloka.2021.v2-no1-13-19

Abstract

Berdasarkan survei lapangan, sistem aquascape yang ada dipasaran saat ini memang sudah menarik, dengan berbagai koleksi tumbuhan dan ikan, namun salah satu permasalahan yaitu dalam pemeliharaan aquascape yang masih manual. Saat pemilik aquaspace pergi dalam jangka waktu yang lama maka bagaimana menjaga kondisi penerangan dan kualitas air menjadi sebuah masalah tersendiri. Penggunaan sistem berbasis internet of things untuk melakukan pemantauan terhadap keadaan aquascape dari jarak jauh memungkinkan dilakukan. Sebuah prototipe yang dirancang untuk mengendalikan penerangan dan memantau kondisi air pada aquascape melalui web dilakukan dalam penelitian ini. Mikrokontroler Arduino dan NodeMCU serta sistem basis data Firebase digunakan dalam penelitian ini untuk membaca dan menyimpan data dari sensor yang digunakan. Dari hasil pengujian prototipe dalam melakukan pengendalian penerangan lampu pada aquascape sudah dapat bekerja sesuai yang diharapkan. Pemberian perintah kontrol terhadap lampu dilakukan dari jarak jauh melalui website berhasil sesuai dengan rencana pengujian. Hasil pengujian dari kinerja sensor pH dan sensor suhu juga bekerja sesuai yang diharapkan yaitu berhasil membaca nilai pH air dan kondisi suhu air. Data yang didapatkan juga telah mampu disimpan dalam basis data Firebase dan ditampilkan pada halaman web. Penelitian ini juga memberikan hasil berupa data waktu delay dari pembacaan sensor ke proses penulisan data di Firebase dan menampilkannya di halaman web. Nilai delay pada pembacaan dari prototipe ke website pada sensor pH yang didapatkan adalah rata-rata 31,77s dan sensor suhu dengan rata-rata delay 33,13s.
P PENYUSUNAN DATA PRIMER SEBAGAI DASAR INTEROPERABILITAS SISTEM INFORMASI PADA PEMERINTAH DAERAH MENGGUNAKAN DIAGRAM RACI (Studi Kasus: Pemerintah Kabupaten Purworejo) Turah Suhono; Hanif Al Fatta
JNANALOKA Vol. 02 No. 01 Maret Tahun 2021
Publisher : Lentera Dua Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36802/jnanaloka.2021.v2-no1-35-44

Abstract

Salah satu upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik adalah dengan menjalankan e-government. Sistem informasi yang berjalan dengan baik merupakan salah satu faktor utama dalam pelaksanaan e-government. Pemerintah daerah melalui OPD (Organisasi Perangkat Daerah) menjalankan dan mengembangkan sistem informasi sebagai sarana dalam menjalankan tugasnya. Sistem informasi yang dikembangkan OPD saat ini pada umumnya masih bersifat parsial, belum ada perancangan strategis dalam pengembangan sistem informasinya. Salah satu unsur utama yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem informasi adalah data. Inventaris data yang ada di OPD dengan mengacu pada sistem informasi yang berjalan dan kebutuhan data pada OPD yang berguna untuk penyusunan data primer diperlukan dalam pengembangan sistem informasi. Penelitian ini mengambil studi kasus pada Pemerintah Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Indonesia. Penelitian diawali dengan inventaris sistem informasi dan data primer di setiap OPD. Pengumpulan data dengan pengisian form survei dilakukan oleh penanggungjawab sistem OPD. Berdasarkan wewenang dan tanggung jawab setiap OPD dilakukan pemetaan sistem informasi dan data primer hasil survei dengan menggunakan tabel RACI (Responsible Accounted Consulted Informed). Hasil analisis didapatkan bahwa 35,1 % atau 45 data primer kelompok kewilayahan, 27,3% atau 36 data primer kelompok pelayanan, 11,4% atau 15 data primer kelompok keuangan, 9,1% atau 12 data primer kelompok keuangan, 6,8% atau 9 data primer pembangunan daerah dan kepegawaian, 3,8% atau 5 data primer kelompok administrasi dan manajemen dan 0,8% atau 1 data primer kelompok legislasi. Berdasarkan hasil pemetaan data primer pada tabel RACI dibuat skema interoperabilitas da- ta dan sistem informasi, sehingga dapat diketahui kebutuhan data dan sistem informasi lintas OPD. Uji validasi data primer dilakukan dengan FGD (Focus Group Discussion) bersama seluruh OPD dan juga dilakukan uji beban serta uji fungsi terhadap interoperabilitas data dengan menggunakan 3 sampel sistem informasi yang telah digunakan pada OPD.

Page 1 of 1 | Total Record : 5