cover
Contact Name
Muhammad Nur Alam
Contact Email
kimiafsains@uncp.ac.id
Phone
+6285294880569
Journal Mail Official
cjcs@uncp.ac.id
Editorial Address
Program Studi Kimia, Fakultas Sains Universitas Cokroaminoto Palopo Kampus 2, Jl. Lamaranginang Kota Palopo Sulawesi Selatan
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Cokroaminoto Journal of Chemical Science
ISSN : -     EISSN : 2723438X     DOI : -
The journal publishes two continuous issues annually, which means every accepted article in February - July will be published in Issue No. 1, and every accepted articles in August - Januar will be published in Issue No. 2. scope is organic chemistry, inorganic chemistry, analytical chemistry, physical chemistry, theoretical chemistry and applied chemistry
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2023)" : 7 Documents clear
ANALISIS KANDUNGAN SENYAWA KIMIA DARI EKSTRAK KLOROFORM DAUN AKAR BULU (merremia vitifolia) MENGGUNAKAN GC-MS sukarti sukarti
Cokroaminoto Journal of Chemical Science Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa kimia dari ekstrak kloroform daun akar bulu (Merremia Vitifolia) menggunakan GCMS. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah preparasi sampel, maserasi sampel, dimana maserasi menggunakan dua metode yaitu metode secara langsung yang menggunakan pelarut kloroform dalam proses maserasi dan metode secara tidak langsung menggunakan dua pelarut yaitu pada maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dan ekstraksi cair-cair menggunakan pelarut kloroform. Proses pengentalan dilakukan menggunakan alat destilasi, kemudian dianalisis kandungan senyawa kimia menggunakan GCMS. Hasil penelitian yang diperoleh dengan indeks kemiripan diatas 90% didapatkan 14 senyawa dan diatas 80-89% indeks kemiripan didapatkan 8 senyawa serta senyawa dengan indeks kemiripan 70-79 % didapatkan 5 senyawa. Senyawa yang dihasilkan dengan indeks kemiripan paling tinggi yaitu senyawa Hexanedioic acid, bis(2-ethylhexyl) ester (97%) dan senyawa yang paling dominan adalah senyawa2-hexadecen-1-ol, 3,7,11,15-tetramethyl-, [r-[r*,r*-(e)]]- dengan persen areanya sebesar 32.92. Kata kunci: Akar bulu, ekstrak kloroform, GCMS.
ANALISIS KADAR PROTEIN PADA FERMENTASI KEMBANG KOL (Brassica Oleracea L. Var. Capitata) DENGAN MENGGUNAKAN BAKTERI Lactobacillus Plantarum Nur Aeni Aeni
Cokroaminoto Journal of Chemical Science Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kembang kol (Brassica oleracea L. var. capitata) merupakan sayuran yang mengandung vitamin, karbohidrat, protein, mineral dan lemak. Kembang kol memiliki kandungan air yang relatif tinggi, sehingga memiliki umur simpan yang pendek dan mudah busuk. Kembang kol dapat diawetkan melalui proses fermentasi untuk menciptakan produk olahan dengan nilai gizi dan rasa. Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui perbedaan kandungan protein kembang kol yang difermentasi menggunakan mikroorganisme Lactobacillus Plantarum dan kembang kol yang tidak difermentasi. Teknologi fermentasi bawah air berhasil dilakukan pada kondisi optimal dengan Lactobacillus Plantarum (pH 6, volume inokulasi 5,0 µm, waktu inkubasi 4 hari). Komposisi unsur makro kembang kol fermentasi dibandingkan dengan komposisi kembang kol nonfermentasi dengan menganalisis kandungan proteinnya menggunakan metode Kjeldahl. Berdasarkan hasil yang didapatkan, kadar protein kembang kol difermentasi dengan Lactobacillus Plantarum memiliki nilai berbeda nyata dengan kembang kol yang tidak difermentasi. Kadar protein kembang kol non fermetasi 10,4% sedangkan kadar protein kembang kol fermentasi Lactobacillus Plantarum yaitu 13,1%. Hal ini menunjukkan kadar protein kembang kol difermentasi Lactobacillus Plantarum mengalami peningkatan sebesar 2,7%. Hal tersebut disebabkan karena Lactobacillus Plantarum menghasilkan enzim protease yang digunakan untuk metabolisme protein dan proses pengaturan dalam sel, yaitu mengganti protein yang rusak dan menjaga keseimbangan antara pemecahan dan sintesis protein. Kata Kunci: Kembang Kol, Kadar Protein, Fermentasi, Lactobacillus Plantarum Kembang kol (Brassica oleracea L. var. capitata) merupakan sayuran yang mengandung vitamin, karbohidrat, protein, mineral dan lemak. Kembang kol memiliki kandungan air yang relatif tinggi, sehingga memiliki umur simpan yang pendek dan mudah busuk. Kembang kol dapat diawetkan melalui proses fermentasi untuk menciptakan produk olahan dengan nilai gizi dan rasa. Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui perbedaan kandungan protein kembang kol yang difermentasi menggunakan mikroorganisme Lactobacillus Plantarum dan kembang kol yang tidak difermentasi. Teknologi fermentasi bawah air berhasil dilakukan pada kondisi optimal dengan Lactobacillus Plantarum (pH 6, volume inokulasi 5,0 µm, waktu inkubasi 4 hari). Komposisi unsur makro kembang kol fermentasi dibandingkan dengan komposisi kembang kol nonfermentasi dengan menganalisis kandungan proteinnya menggunakan metode Kjeldahl. Berdasarkan hasil yang didapatkan, kadar protein kembang kol difermentasi dengan Lactobacillus Plantarum memiliki nilai berbeda nyata dengan kembang kol yang tidak difermentasi. Kadar protein kembang kol non fermetasi 10,4% sedangkan kadar protein kembang kol fermentasi Lactobacillus Plantarum yaitu 13,1%. Hal ini menunjukkan kadar protein kembang kol difermentasi Lactobacillus Plantarum mengalami peningkatan sebesar 2,7%. Hal tersebut disebabkan karena Lactobacillus Plantarum menghasilkan enzim protease yang digunakan untuk metabolisme protein dan proses pengaturan dalam sel, yaitu mengganti protein yang rusak dan menjaga keseimbangan antara pemecahan dan sintesis protein.
SKRINING FITOKIMIA TANAMAN YANG BERPOTENSI SEBAGAI OBAT LUKA LUAR DI KABUPATEN LUWU Armayanti Jumadi
Cokroaminoto Journal of Chemical Science Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Indonesia sejak zaman dahulu telah mengenal tanaman yang mempunyai kandungan obat atau dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Tanaman herbal yang digunakan masyarakat mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder atau senyawa antioksidan yang berperan sebagai senyawa aktif untuk mengobati luka luar. Uji fitokimia merupakan metode yang digunakan untuk mempelajari komponen senyawa aktif yang terdapat pada sampel, yaitu mengenai struktur kimianya, biosintesisnya, penyebaran secara alamiah dan fungsi biologisnya, isiolasi dan perbandingan komposisi senyawa kimia dari bermacam-macam jenis tanaman. Tanaman obat yang dianalisis pada penelitian ini adalah daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) , tanaman daun Bengkuraja atau Rumput Mutiara ( Oldenlandia corymbosa ), tanaman daun Kayu Cina (spesies Cassia angustifolia ), tanaman akar Putri Malu ( Mimosa Pudica ) untuk mngetahui jenis senyawa yang berperan sebagai senyawa aktif untuk menyembuhkan luka luar pada kulit. Metode yang digunakan pada penelitian ini merupakan metode penapisan/skrining fitokimia untuk mendeteksi kandungan senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, terpenoid, saponin, steroid dan fenolik. Hasil skrining fitokimia tanaman yang berpotensi sebagai obat luka luar dari ke empat jenis sampel tanaman yang di analisis menunjukkan hasil daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) tidak mangandung senyawa, daun Bengkuraja ( Oldenlandia corymbosa ) mengandung senyawa alkaloid, fenolik, daun Kayu Cina (spesies Cassia angustif olia ) mengandung flavanoid, saponin, fenolik, dan Akar Putri Malu ( Mimosa Pudica ) mengandung senyawa flavanoid, saponin, dan fenolik. Kata kunci : tanaman o bat, luka luar, fitokimia
KARAKTERISTIK MADU HUTAN LEBAH Apis Dorsata DAERAH SULAWESI TENGGARA DITINJAU DARI SIFAT FISIKA-KIMIA Desy Nurhasanah Sari
Cokroaminoto Journal of Chemical Science Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Forest honey is a natural liquid produced by Apis dorsata bees that has many health benefits. The quality of honey in Indonesia is based on quality standards determined by the Indonesian National Standard (SNI) 8664:2018. The quality of honey can be determined based on its physico-chemical properties. This study aims to determine the physical and chemical characteristics of forest honey from Lambusa Village, Konda Subdistrict, Konawe Regency, Southeast Sulawesi. Some parameters tested were water content, ash content, viscosity, pH, reducing sugar (glucose), Hydroxy Methyl Furfuraldehyde (HMF) and metal contamination of As, Pb and Cd in honey. The results showed that forest honey has a water content of 21.07% w/w, ash content of 0.25% w/w, viscosity of 10.26 poise, acidity of 42.16 mL N NaOH/kg, reducing sugar of 73.24% w/w and HMF content of 18.13 mg/kg, and is not contaminated with arsenic (As), cadmium (Cd) and lead (Pb) metals. From the results of this test, it can be concluded that forest honey from Lambusa village, Konda district, Konawe district, Southeast Sulawesi has physico-chemical properties that meet SNI 8664:2018.
UJI SIFAT FISIKA DAN KIMIA MADU HUTAN (Apis dorsata) BERDASARKAN SNI 8664-2018 Azmalaeni Rifkah Ansyarif
Cokroaminoto Journal of Chemical Science Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Forest honey (Apis dorsata) is a liquid produced by honey bees and has a sweet taste. The quality of forest honey is determined based on SNI 8664-2018. The purpose of this study was to determine the quality of forest honey from the Berau area, East Kalimantan in terms of physical and chemical properties of honey based on SNI. Some of the honey qualities tested in this study are water content, ash content, HMF, acidity, and reducing sugar. The results obtained were the moisture content of honey showed a result of 20.19 %b/b, ash content showed 0.45 %b/b, HMF showed 28.91 mg/kg, acidity in honey showed 43.47 milliekivalen/kg, and reducing sugar showed a result of 68.21 %b/b. The results obtained show that the quality of the honey samples studied is in accordance with the Indonesian National Standard (SNI) 8664-2018.
PENGUJIAN SIFAT FISIKA DAN KIMIA SEMEN YANG DIBUAT DENGAN MENGGUNAKAN BAHAN BAKU LIMBAH ABU KERTAS: Bahasa Indonesia Hasrawati Bahar
Cokroaminoto Journal of Chemical Science Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai negara yang maju dan berkembang, Indonesia akan selalu melakukan pembangunan dalam segala bidang kehidupan. Salah satu sektor yang terus berkembang adalah sektor infrastruktur. Menghadapi fenomena pertumbuhan infrastruktur ini, khususnya di bidang pembangunan perlu adanya hal yang menunjang dalam setiap pembangunan yang terjadi, salah satunya adalah material semen. Abu kertas koran merupakan salah satu alternatif yang dapat dijadikan sebagai bahan dalam pembuatan semen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisika dan kimia pada semen dari abu kertas koran. Kualitas semen didasarkan pada Standar Nasional Indonesia 15-2049-2004. Hasil pengujian sifat fisika dan kimia pada semen yang dibuat dengan menggunakan bahan baku abu kertas koran diperoleh densitas serbuk, kuat tekan, kadar hilang pijar, kadar bagian tak larut, kadar SO3, kadar SO2 berturut-turut 0.0203 g/cm3; 9.45 kN; 0.07 %; 9.78%; 6.56%; 73.78%.
IDENTIFIKASI KANDUNGAN KIMIA BUAH LEMON CUI (Citrus microcarpa) ASAL AMBON dan UJI AKTIVITAS sebagai ANTIOKSIDAN Rachmin Munadi; Tahirah Hasan; Titi Firdha
Cokroaminoto Journal of Chemical Science Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian analisis kandungan senyawa kimia dan uji aktivitas antioksidan perasan lemon cui (Citrus microcarpa) asal Kota Ambon telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk, mengidentifikasi kandungan senyawa kimia yang terdapat pada hasil perasan lemon cui (Citrus microcarpa) dan menentukan nilai IC50 perasan lemon cui (Citrus microcarpa). Identifikasi lemon cui (Citrus microcarpa) menggunakan metode kualitatif dengan pereaksi metanol. Hasil analisis kandungan senyawa kimia menunjukkan bahwa perasan lemon cui (Citrus microcarpa) mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, terpenoid, saponin namun tidak mengandung senyawa golongan tanin. Hasil uji aktivitas antioksidan perasan lemon cui (Citrus microcarpa) ter radikal bebas DPPH diperoleh nilai IC50 sebesar 9094.2457 ppm dan kategori sangat lemah.

Page 1 of 1 | Total Record : 7