cover
Contact Name
Asep Maulana
Contact Email
annisajurnal207@gmail.com
Phone
+6281317321954
Journal Mail Official
asepmaulana@iain-jember.ac.id
Editorial Address
Jl. Mataram No.1, Karang Miuwo, Mangli, Kaliwates, Jember, East Java, Indonesia 68136
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
AN-NISA : Journal of Gender Studies
ISSN : 20860749     EISSN : 26544784     DOI : https://doi.org/10.35719/annisa.v12i1
Gender and religion Gender and education Gender and psychology Gender and law/ politic Gender and language/ literature Gender and culture Gender and other social studies Children Islamic Studies
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 1 (2020)" : 7 Documents clear
FEMINISME DAN KETAHANAN PEREMPUAN DALAM DUNIA KERJA DI INDONESIA DAN ISLANDIA Hasanah, Cici Afifatul; Ferliana, Ayu; Adi, Depict Pristine
An-Nisa' : Jurnal Kajian Perempuan dan Keislaman Vol. 13 No. 1 (2020)
Publisher : LP2M IAIN Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/annisa.v13i1.22

Abstract

The purpose of this study is describe feminism and the resilience of women in the world of work in Indonesia and Iceland. Feminism as a system of ideas, as a framework and study of social life and human experience that evolved from a women-centered perspective. In Indonesia and Iceland, this is a long history as a reflection of the responsibility regarding the reality of gender inequality. In this study researchers used a research method with the type of literature study. Data collection techniques that utilize secondary data obtained through the library and then described and analyzed to extract from the literature such as books, journals, report, documents and other materials that support this research. Based on the results and discussion that has been presented, it can be concluded that feminism is increasingly developing and being recognized by the world. Feminism and the resilience of women in these two countries have shown that women have great opportunities in the development of the world of work, politics and other fields. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan feminisme dan ketahanan perempuan dalam dunia kerja di Indonesia dan Islandia. Feminisme sebagai sistem gagasan, sebagai kerangka kerja dan studi kehidupan sosial dan pengalaman manusia yang berevolusi dari perpsektif yang berpusat pada perempuan. Di Indonesia dan Islandia, hal ini adalah sejarah panjang sebagai cerminan dari tanggung jawab tentang realitas ketidaksetaraan gender. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian dengan jenis kajian kepustakaan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik penelitian kepustakaan yang memanfaatkan data sekunder yang diperoleh melalui perpustakaan kemudian di deskripsikan dan dianalisis untuk disarikan dari literatur seperti buku, jurnal, laporan, dokumen dan bahan lain yang mendukung penelitian ini. Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah dipaparkan dapat disimpulkan bahwa feminisme semakin lama semakin berkembang dan diakui oleh dunia. Feminisme dan ketahanan perempuan di dua negara ini sudah menunjukkan bahwa kaum perempuan memiliki peluang besar dalam perkembangan dunia kerja, politik dan bidang lainnya.
E-LEARNING BERBASIS MOODLE SEBAGAI MEDIA INFORMASI DAN KOMUNIKASI GUNA MENCEGAH PENYEBARAN COVID-19 Fauzi, Ahmad
An-Nisa' : Jurnal Kajian Perempuan dan Keislaman Vol. 13 No. 1 (2020)
Publisher : LP2M IAIN Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/annisa.v13i1.23

Abstract

To prevent the spread of Covid-19, various universities and schools began to implement e-learning. This is the application of application-based learning. There are many universities that have organized this learning model program and have passed their students' thesis and dissertation examinations by utilizing this technological sophistication. This paper explains the nature of e-learning model, both its characteristics, strengths, weaknesses and its benefits in preventing the spread of Covid-19. Basically, e-learning has two types, namely synchronous and asynchronous. The Synchronous is learning process all at once between lecturers and students (on line at the same time). Whereas the asynchronous is not at the same time. Students can take different time from lecturers. It can be concluded that e-learning can be used to prevent the spread of covid-19, because there is no face-to-face learning when giving material. E-learning also has several advantages over conventional learning systems. However, e-learning also has shortcomings, such as the lack of interaction between students and teachers even between other students, tend to ignore the social aspects and foster individual aspects, the teaching and learning process tends towards training rather than education, and several other shortcomings. Guna mencegah penyebaran Covid-19 ini, berbagai Perguruan Tinggi hingga sekolah mulai menerapkan e-learning. Upaya ini adalah penerapan pembelajaran berbasis aplikasi. Ada banyak kampus yang sudah menyelenggarakan program pembelajaran model ini dan sudah meluluskan ujian skripsi, tesis dan disertasi mahasiswanya dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi ini. Tulisan ini berupaya untuk menjelaskan hakikat pembelajaran e-learning ini, karakteristik, kelebihan dan kekurangannya serta manfaatnya dalam mencegah penyebaran Covid-19. Pada dasarnya, e-learning memiliki dua tipe, yaitu synchronous dan asynchronous. Synchronous artinya proses pembelajaran terjadi pada saat yang sama antara dosen dan mahasiswa (on line di waktu bersamaan). Sedangkan asynchronous tidak pada waktu bersamaan. Mahasiswa dapat mengambil waktu pembelajaran berbeda dengan dosen yang memberikan materi. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis e-learning dapat dimanfaatkan sebagai media untuk mencegah penyebaran covid-19, sebab tidak dibutuhkan adanya tatap muka dalam pemberian materi pelajaran. E-learning juga memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan sistem pembelajaran konvensional. Namun demikian, e-learning juga memiliki kekurangan, seperti minimnya interaksi antara pelajar dengan pengajar bahkan antara pelajar yang lain, kecenderungan mengabaikan aspek sosial dan membuat tumbuhnya aspek individual, proses belajar mengajar cenderung ke arah pelatihan dari pada pendidikan, dan beberapa kekurangan lainnya.
STRUKTUR POLA ASUH ANAK TENAGA KERJA WANITA DI MADURA Listiana, Heni
An-Nisa' : Jurnal Kajian Perempuan dan Keislaman Vol. 13 No. 1 (2020)
Publisher : LP2M IAIN Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/annisa.v13i1.24

Abstract

Discussions about children and female migrant workers (TKW) are always in interesting issue. Especially, related to child care. By using data extraction techniques such as observation, interviews, and documentation, it is known that parenting children of migrant workers in Madura has formed a new structure with the emergence of a second mother. There are three types of second mothers, namely grandmother, bu de (mother's brother or sister), and sister of TKW's child. They carry out the role of mother, among them being a model of children's behavior that is easily observed and imitated, becomes an educator, becomes a consultant, and becomes a source of information. Nearly 77% of grandmothers become maternal substitutes for migrant workers' children. Grandmother is considered the right person to do childcare tasks. This structure is called the inner parenting structure. While the structure of outside parenting takes the form of community participation in child care, namely good neighbors, the attention of the village head (Klebun), and the environment of friends and schools. Pembahasan tentang anak dan Tenaga Kerja Wanita (TKW) selalu menjadi isu yang menarik. Terutama yang berkaitan dengan pola asuh anak. Dengan menggunakan teknik penggalian data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi diketahui bahwa pola asuh anak TKW di Madura membentuk struktur baru dengan munculnya ibu pengganti (second mother). Ada tiga jenis ibu pengganti, yaitu nenek, bu de (kakak atau adik ibu), serta kakak dari anak TKW. Mereka menjalankan peran ibu diantaranya menjadi model tingkah laku anak yang mudah diamati dan ditiru, menjadi pendidik, menjadi konsultan, dan menjadi sumber informasi. Hampir 77% nenek menjadi sosok pengganti ibu bagi anak-anak TKW. Nenek dianggap sebagai sosok yang tepat untuk melakukan tugas-tugas pengasuhan anak. Struktur ini disebut dengan struktur pola asuh dalam. Sementara struktur pola asuh luar itu berwujud peran serta masyarakat dalam pengasuhan anak yaitu tetangga yang baik, perhatian kepala desa (Klebun), dan lingkungan teman dan sekolah.
PROFESIONALISME GURU FIQIH DALAM PEMBELAJARAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP SIKAP KEBERAGAMAAN SISWA DI MTS NEGERI KOTA MANADO Huda, Muhamad Nuril
An-Nisa' : Jurnal Kajian Perempuan dan Keislaman Vol. 13 No. 1 (2020)
Publisher : LP2M IAIN Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/annisa.v13i1.25

Abstract

Teacher professionalism is something that cannot be negotiated, including for a fiqh teacher. Because the professionalism of a teacher plays a very dominant role, even though the sophistication of technology is very, very impressive. There are still too many human elements such as attitudes, value systems, feelings, motivation, habits, etc. which are expected to be the result of the learning process. A good religious attitude is one of the hopes that results from a fiqh study. And only fiqh learning managed by a professional fiqh teacher has implications for the formation of students' religious attitudes. Professional fiqh teachers are able to create a dynamic and democratic learning atmosphere, and will have implications for students' religious attitudes in the form of; first, the students will understand what they do and at the same time understand what other people who are different from it have been practicing, Second, the level of student obedience in carrying out religious rites is getting better, Third, the more students have more confidence in the truth of their religion, Fourth, the students' commitment to godliness is getting better. good, and Fifth, embedded tolerance towards all differences. Profesionalisme guru adalah suatu hal yang tidak dapat ditawar-tawar lagi, termasuk bagi seorang guru fiqih. Karena keprofesionalan seorang guru memegang peranan yang sangat dominan, meskipun kecanggihan tehnologi sudah amat sangat mengagumkan. Masih terlalu banyak unsur-unsur manusiawi seperti sikap, sistem nilai, perasaan, motivasi, kebiasaan, dan lain-lain yang diharapkan menjadi hasil dari proses pembelajaran. Sikap keberagamaan yang baik adalah salah satu harapan yang dihasilkan dari sebuah pembelajaran fiqih. Dan hanya pembelajaran fiqih yang dikelola oleh seorang guru fiqih profesional yang memungkinkan berimplikasi pada pembentukan sikap keberagamaan siswa. Guru fiqih yang profesional mampu menciptakan suasana pembelajaran yang dinamis dan demokratis, dan akan berimplikasi terhadap sikap keberagamaan siswa berupa; pertama siswa akan memahami apa yang diamalkan sekaligus memahami apa yang selama ini diamalkan orang lain yang berbeda dengannya, Kedua, tingkat kepatuhan siswa dalam menjalankan ritus-ritus agama semakin baik, Ketiga, semakin tambah keyakinan siswa terhadap kebenaran agamanya, Keempat, komitmen kebertuhanan siswa semakin baik, dan Kelima, tertanam sikap toleransi terhadap segala perbedaan..
TEORI PERKEMBANGAN KOGNITIF JEAN PIAGET DAN PROBLEMATIKANYA PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR Marinda, Leny
An-Nisa' : Jurnal Kajian Perempuan dan Keislaman Vol. 13 No. 1 (2020)
Publisher : LP2M IAIN Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/annisa.v13i1.26

Abstract

Cognitive development is a change processes of human life in understanding, managing information, solving problems and knowing something. Jean Piaget is one of a figures studied cognitive development and said about cognitive development steps. Jean Piaget is also a biologist who links the physical maturity development with cognitive development steps. These steps are the motoric sensory step (0–2 years), pre-operational (2-7 years), concrete operations (7–11 years) and formal operations (11–15 years). In understanding the world actively, a child uses a scheme, assimilation, accommodation, organization and equilibration. A child's knowledge formed gradually in line with the information experience found. According to Piaget, children undergo a definite sequence of cognitive development steps. In this theory, children predicted to have maturity quantity and quality based on the steps passed. a step of cognitive development is a continuation of previous cognitive development. Cognitive problems arise in elementary school children viewed from Piaget's cognitive development theory including dyslexia, dysgraphia and dyscalculia. Perkembangan kognitif adalah tahapan-tahapan perubahan yang terjadi dalam rentang kehidupan manusia untuk memahami, mengolah informasi, memecahkan masalah dan mengetahui sesuatu. Jean Piaget adalah salah satu tokoh yang meneliti tentang perkembangan kognitif dan mengemukakan tahapan-tahapan perkembangan kognitif. Jean Piaget yang juga ahli Biologi menghubungkan tahapan perkembangan kematangan fisik dengan tahapan perkembangan kognitif. Tahapan-tahapan tersebut adalah tahap sensory motorik (0–2 tahun), pra-operasional (2–7 tahun), operasional konkret (7–11 tahun) dan operasional formal (11–15 tahun). Dalam memahami dunia secara aktif, anak menggunakan skema, asimilasi, akomodasi, organisasi dan equilibrasi. Pengetahuan anak terbentuk secara berangsur sejalan dengan pengalaman tentang informasi-informasi yang ditemui. Menurut Piaget, anak menjalani urutan yang sudah pasti dari tahap-tahap perkembangan kognitif. Pada teori ini, anak diprediksi memiliki kematangan secara kuantitas maupun kualitas berdasarkan tahapan-tahapan yang dilaluinya. Perkembangan kognitif pada satu tahap merupakan lanjutan dari perkembangan kognitif tahap sebelumnya. Problem kognitif yang muncul pada anak usia sekolah dasar dilihat dari teori perkembangan kognitif ala Piaget diantaranya disleksia, disgrafia dan diskalkulia.
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN PSIKOLOGI Almalachim, Ainul Churria; Fauziyah, Nailul; Maulana, Asep
An-Nisa' : Jurnal Kajian Perempuan dan Keislaman Vol. 13 No. 1 (2020)
Publisher : LP2M IAIN Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/annisa.v13i1.27

Abstract

This paper is a paper that uses literature review with the theme of the concept of Educating Children from the Quranic perspective, by using the concept of literal interpretation, the results of this paper are that the success of children's educational processes in the family is very dependent on the roles and responsibilities of the family itself. Where parents as the core of the family has a very important role, it is he who is fully responsible for the educational process of children in the family, so that it can be said that the success of the child's educational process in the family is very dependent on how parents carry out their duties and responsibilities. The implication of the meaning of wisdom for educator figures is that an educator in addition to constantly trying to improve his academic abilities, he also tries to harmonize with his practice. Paper ini adalah paper yang menggunakan kajian pustaka dengan tema konsep Mendidik Anak Perpektif al Quran, dengan menggunakan konsep interpretasi literal, hasil paper ini adalah Keberhasilan proses pendidikan anak dalam keluarga sangat tergantung pada peran dan tanggung jawab keluarga itu sendiri. Di mana orang tua sebagai inti dari keluarga memiliki peranan yang sangat penting, dialah yang bertanggung jawab penuh terhadap proses pendidikan anak dalam keluarga, sehingga dapat dikatakan bahwa keberhasilan proses pendidikan anak dalam keluarga sangat tergantung pada bagaimana orang tua melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya tersebut. Implikasi dari makna hikmah bagi figur pendidik adalah bahwa seorang pendidik selain senantiasa berusaha meningkatkan kemampuan akademiknya, ia pun berupaya menselaraskan dengan amalannya.
MANAJEMEN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL PADA ANAK USIA DINI DI SEKOLAH DASAR KATOLIK SUKORENO UMBULSARI JEMBER S u l a i m a n, S u l a i m a n
An-Nisa' : Jurnal Kajian Perempuan dan Keislaman Vol. 13 No. 1 (2020)
Publisher : LP2M IAIN Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/annisa.v13i1.28

Abstract

This research is motivated by various forms of violence in schools that arise due to the diversity of students in various ways. Thus, multicultural values education is needed in shaping religious character that involves the management process in schools. This research method uses qualitative research methods with the type of field research. Data collection uses observations, interviews and documentaries. the results of this research that management of multicultural education in Catholic Primary Schools (SDK) carried out by maximizing management functions by planning, implementing and supervising the process and results of multicural education itself. Penelitian ini dilatar belakangi dari munculnya berbagai bentuk kekerasan yang cukup beragam di sekolah yang timbul karena adanya keberagaman yang terjadi antar siswa dalam berbagai hal, sehingga sangat diperlukan adanya pendidikan nilai-nilai multikultural dalam pembentukan karakter religius yang melibatkan serangkaian proses manajemen di sekolah. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field reaserch). pengumpulan datanya menggunakan pengamatan (observasi), wawancara dan dokumenter. Kesimpulan dari penelitian ini adalah manajeman pendidikan multikultural di Sekolah Dasar Katolik (SDK) dilakukan dengan memaksimalkan fungsi-fungsi manajeman yaitu dengan merencanakan, melaksanakan dan mengawasi proses maupun hasil dari pendidikan multikural itu sendiri.

Page 1 of 1 | Total Record : 7