Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PERAN AKTOR NON-NEGARA HUMAN RIGHTS WATCH (HRW) STUDI KASUS ETNIS ROHINGYA DI MYANMAR SEBAGAI BAHAN AJAR BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING Dewi Catur Puji Rahayu; Depict Pristine Adi; Nur Hayati
Ed-Humanistics : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 5 No 1 (2020): Ed-Humanistics
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Hasyim Asy'ari (Unhasy) Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.246 KB) | DOI: 10.33752/ed-humanistics.v5i1.707

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan peran actor non Negara Human Right Watch dalam kasus Rohingya di Myanmar sebagai salah satu contoh bahan ajar dalam pembelajaran IPS. Dalam artikel ini membahas tentang peran actor non Negara Human right watch dalam kasus kasus rohingya di Myanmar terjadi pada tahun 2016-2018 , dalam proses pembelajaran kasus tersebut dapat digunakan sebagai bahan ajar IPS terutama pada materi konflik sosial yang dapat membantu siswa dalam memahami kasus konflik sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan dengan penyajian secara deskriptif dan dianalisis secara kualitatif yang dilakukan dengan cara meneliti bahan-bahan kepustakaan seperti buku, jurnal , dan berita di internet, yang berkaitan dengan obyek yang ditulis. Berdasarkan hasi pembahasan dapat disimpulkan bahwa bentuk deskriminasi yang ditujukan kepada etnis Rohingya tidak dapat dibenarkan apalagi hal tersebut masih dalam lingkup kawasan Asia Tenggara, salah satu upaya penanganan yang dilakukan yaitu dengan bantuan organisasi non Negara yaitu Human Right Watch. Kata kunci: Human Right Watch, Etnis Rohingya, Bahan ajar IPS
FEMINISME DAN KETAHANAN PEREMPUAN DALAM DUNIA KERJA DI INDONESIA DAN ISLANDIA Hasanah, Cici Afifatul; Ferliana, Ayu; Adi, Depict Pristine
An-Nisa' : Jurnal Kajian Perempuan dan Keislaman Vol. 13 No. 1 (2020)
Publisher : LP2M IAIN Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/annisa.v13i1.22

Abstract

The purpose of this study is describe feminism and the resilience of women in the world of work in Indonesia and Iceland. Feminism as a system of ideas, as a framework and study of social life and human experience that evolved from a women-centered perspective. In Indonesia and Iceland, this is a long history as a reflection of the responsibility regarding the reality of gender inequality. In this study researchers used a research method with the type of literature study. Data collection techniques that utilize secondary data obtained through the library and then described and analyzed to extract from the literature such as books, journals, report, documents and other materials that support this research. Based on the results and discussion that has been presented, it can be concluded that feminism is increasingly developing and being recognized by the world. Feminism and the resilience of women in these two countries have shown that women have great opportunities in the development of the world of work, politics and other fields. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan feminisme dan ketahanan perempuan dalam dunia kerja di Indonesia dan Islandia. Feminisme sebagai sistem gagasan, sebagai kerangka kerja dan studi kehidupan sosial dan pengalaman manusia yang berevolusi dari perpsektif yang berpusat pada perempuan. Di Indonesia dan Islandia, hal ini adalah sejarah panjang sebagai cerminan dari tanggung jawab tentang realitas ketidaksetaraan gender. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian dengan jenis kajian kepustakaan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik penelitian kepustakaan yang memanfaatkan data sekunder yang diperoleh melalui perpustakaan kemudian di deskripsikan dan dianalisis untuk disarikan dari literatur seperti buku, jurnal, laporan, dokumen dan bahan lain yang mendukung penelitian ini. Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah dipaparkan dapat disimpulkan bahwa feminisme semakin lama semakin berkembang dan diakui oleh dunia. Feminisme dan ketahanan perempuan di dua negara ini sudah menunjukkan bahwa kaum perempuan memiliki peluang besar dalam perkembangan dunia kerja, politik dan bidang lainnya.
Keefektifan pendekatan saintifik model problem based learning, problem solving, dan inquiry dalam pembelajaran IPS Depict Pristine Adi; Muchsinatun Siasah Masruri
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Vol 4, No 2 (2017): September
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.523 KB) | DOI: 10.21831/hsjpi.v4i2.9826

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keefektifan antara pembelajaran: (1) antara model Problem-Based Learning, Problem Solving, dan Inquiry; (2) model Problem-Based Learning dan model Problem Solving; (3) model Problem-Based Learning dan model Inquiry; dan (4) model Problem Solving dan model Inquiry. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif jenis eksperimen semu dengan posttest-only control group design yang sudah dimodifikasi sesuai dengan quasi-experimental research. Pengumpulan data menggunakan cara dokumentasi yaitu berupa jumlah peserta didik, nilai rapot sebagai skor awal, perangkat pembelajaran, dan tes hasil belajar. Analisis data menggunakan one way anava pada taraf signifikansi 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik model Problem-Based Learning, Problem Solving, dan Inquiry terdapat perbedaan keefektifan. Hasil analisis yang menyatakan hipotesis nihil diterima hanya terdapat dalam pengujian hipotesis yang kedua, yakni tidak terdapat perbedaan keefektifan pendekatan saintifik dengan model Problem-Based Learning dan Problem Solving; sedangkan pengujian hipotesis ketiga menunjukkan terdapat perbedaan keefektifan pendekatan saintifik model Problem-Based Learning dan Inquiry; hepotesis keempat menunjukkan terdapat perbedaan keefektifan pendekatan saintifik model Problem Solving dan Inquiry.Kata kunci: keefektifan pendekatan saintifik, PBL, PS, Inquiry THE EFFECTIVENESS OF SCIENTIFIC APPROACH OF PROBLEM BASED LEARNING, PROBLEM SOLVING, AND INQUIRY IN TEACHING AND LEARNING SOCIAL STUDIESAbstractThis research aims to reveal: (1) the differences among Problem-Based Learning, Problem solving, and Inquiry; (2) the effectiveness of Problem-Based Learning and Problem Solving model; (3) the effectiveness of Problem-Based Learning and Inquiry model; and (4) the effectiveness of Problem Solving and Inquiry model. This research was quantitative research with quasi experiment as a method. It used the post test-only control group design modified in accordance with the quasi-experimental reseacrh. The research data were obtained through documentation of the number of learners, raport book score as the initial score, learning devices, and evaluation. The data analysis technique was one way ANOVA at the significance level of 0.05. The results show that there is a significance difference in learning by using the scientific approach of Problem-Based Learning, Problem Solving, and Inquiry. The null hypothesis is accepted in the second hypothesis testting. There is no effectiveness difference in the scientific approach with the model of Problem-Based Learning and Problem Solving; in the third hypothesis testing, there is an effectiveness difference in the scientific approach with the model of Problem-Based Learning and Inquiry; and in the fourth hypothesis testing, there is an effectiveness difference in the scientific approach with the model of Problem Solving and Inquiry.Keywords: the effectiveness of scientific approach, PBL, PS, Inquiry
Sejarah Perkembangan Politik Luar Negeri Indonesia Masa Pasca Reformasi Nasihatul Mila; Fatma Vida; Depict Pristine Adi
Jurnal Pendidikan PKN (Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 1, No 2 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jppkn.v1i2.40866

Abstract

ABSTRAKStudi ini mengkaji tentang sejarah perkembangan politik luar negeri Indonesia masa pasca reformasi. Politik luar negeri Indonesia merupakan setiap kebijakan Pemerintah Indonesia yang diambil dalam menjalankan hubungan dengan dunia  internasional demi mencapai tujuan nasional. Sejarah dan perkembangan politik luar negeri di Indonesia mengalami perubahan yaitu dimulai sejak awal kemerdekaan, pada masa pemerintah Soekarno dan Moh Hatta, hingga pada masa sekarang yakni pemerintahan Jokowi. Perubahan politik luar negeri Indonesia dapat dipengaruhi oleh kondisi negara, kepemimpinan pada masa tersebut dan dinamika situasi internasional. Namun, disini penulis berfokus pada masa pasca reformasi, karena pada masa itu struktur dan strategi politik luar negeri Indonesia mulai berubah, terdapat restrukturisasi lembaga Kementerian Luar Negeri menjadi lebih terbuka dan transparan. Tulisan ini berupaya menjelaskan sejarah perkembangan politik luar negeri Indonesia pada masa pasca reformasi. Dengan tulisan ini diharapkan dapat mengetahui arah kebijakan politik luar negeri Indonesia pada masa setelah berakhirnya orde baru tersebut. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan, di mana penulis mengumpulkan informasi yang relevan dengan topik yang menjadi objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan politik luar negeri Indonesia pada masa pasca reformasi masih menggunakan formula yang sama dengan pemerintahan-pemerintahan sebelumnya, namun dalam era ini demokrasi dipandang lebih ditegakkan dari pada sebelumnya. Pemerintah selalu berusaha membuat kebijakan-kebijakan yang harus disesuaikan dengan situasi di dalam maupun di luar negeri dengan tetap berpegang pada prinsip bebas-aktif tanpa meninggalkan aspirasi masyarakat. Dengan begitu, pemerintah telah memperjuangkan berbagai kepentingan nasional terhadap dunia Internasional dengan maksud mencapai tujuan nasional.Kata kunci: Masa Pasca Reformasi, Politik Luar Negeri  AbstractThis study examines the history of the development of Indonesia's foreign policy in the post-reform era. Indonesia's foreign policy is every policy of the Government of Indonesia taken in carrying out relations with the international world in order to achieve national goals. The history and development of foreign policy in Indonesia underwent a change that began from the beginning of independence, during the Soekarno and Moh Hatta governments, to the present, namely the Jokowi government. Changes in Indonesia's foreign policy can be influenced by state conditions, leadership at the time and the dynamics of the international situation. However, here the author focuses on the post-reform era, because at that time the structure and strategy of Indonesia's foreign policy began to change, there was a restructuring of the Ministry of Foreign Affairs institutions becoming more open and transparent. This paper seeks to explain the history of the development of Indonesia's foreign policy in the post-reform era. With this paper, it is expected to find out the direction of Indonesia's foreign policy in the period after the end of the new order. This study uses a literature study method, in which the author collects information relevant to the topic that is the object of research. The results showed that Indonesia's foreign policy in the post-reform era still used the same formula as previous governments, but in this era democracy was seen as being more enforced than before. The government is trying to make policies that must be adapted to the situation at home and abroad by sticking to the principle of free and active without leaving the aspirations of the people. That way, the government has championed various national interests towards the international world with the intention of achieving national goals.Keywords: Foreign Policy, Post-Reformation Period
UPAYA PEMERINTAH INDONESIA DALAM DERADIKALISASI RADIKALISME STUDI KASUS “KEBERADAAN KELOMPOK ISIS TAHUN 2019” Athiyatul Hamidiyah; Vevis Hikmawati Ningsih; Depict Pristine Adi
Jurnal Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam & Pendidikan Vol 12 No 1 (2020): Volume 12 Nomor 1 Juni 2020
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-qalam.v2i1.369

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan upaya pemerintah Indonesia dalam deradikalisasi radikalisme dengan studi kasus keberadaan kelompok ISIS tahun 2019. Dalam artikel ini membahas tentang upaya-upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam memberantas radikalisme yang dilakukan oleh kelompok radikal melalui deradikalisasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi pustaka (Library Research) dengan penyajian data secara deskriptif. Studi pustaka yang dimaksud pada penelitian ini adalah dengan megumpulkan data dari lapangan (Perpustakaan) seperti buku, jurnal, laporan hasil penelitian, website dan lain sebagainya yang memiliki informasi relevan dengan topik penelitian. Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa terdapat berbagai upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam deradikalisasi radikalisme yang dilakukan oleh kelompok ISIS. Dalam menangani radikalisme, pemerintah membentuk Badan Nasional Penanggulanngan Terorisme (BNPT). Salah satu program BNPT dalam menangani radikalisme yaitu dengan deradikalisasi. Program deradikalisasi, dibedakan kedalam dua jenis. Yang pertama adalah program deradikalisasi diluar lapas, dan yang kedua adalah program deradikalisasi yang dijalankan di dalam lapas. Pemerintah juga melakukan upaya lain dalam melindungi seluruh elemen masyarakat dan fasilitas public yaitu dengan melakukan koordinasi dengan stakeholder, menyusun database dan membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) sistem keamanan serta sosialisasi sistem keamanan. BNPT juga bekerjasama dengan lembaga, organisasi, tokoh dan juga pihak luar, diantaranya BIN, Densus AT 88, serta melakukan kerjasama bilateral dengan negara-negara dunia dalam menangani radikalisme yang ada di Indonesia.
PENGARUH MEA TERHADAP SISTEM PERDAGANGAN INDONESIA SEBAGAI BAHAN AJAR IPS SD DI KELAS TINGGI Izzatul Afidah; Irma Pritiningtiyas; Depict Pristine Adi
Jurnal Pendidikan Dasar dan Keguruan Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Pendidikan Dasar dan Keguruan
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/jpdk.v5i1.221

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan tentang pengaruh MEA terhadap sistem perdagangan Indonesia sebagai bahan ajar IPS SD di kelas tinggi sebagai salah satu contoh bahan ajar dalam pembelajaran IPS. Pengaruh MEA terhadap sistem perdagangan Indonesia sebagai bahan ajar IPS SD di kelas tinggi. Dalam proses pembelajaran kasus tersebut dapat membantu siswa di kelas tinggi, terutama pada materi kerjasama ekonomi internasional, kerjasama ekonomi internasioanl adalah hubungan yang dilakukan oleh suatu negara dengan negara lain melalui kegiatan ekspor dan impor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan dengan penyajian secara deskriptif dan analisis secara kualitatif dengan cara meneliti bahan-bahan kepustakaan seperti buku, jurnal, dan berita di internet, majalah, artikel, dan karya ilmiah lainnya yang di kutip di dalam proposal. Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa kasus ini dapat di jadikan sebagai bahan ajar IPS untuk memberikan pemahaman kepada siswa dalam materi kerjasama ekonomi internasional. Sehingga anak faham dengan adanya kerja sama ekonomi internasional yaitu MEA bisa meningkatkan sistem perdagangan di Indonesia.
ANALISIS TRANSNASIONALISME DALAM KAPITALISME GLOBAL : STUDI KASUS PENOLAKAN REKLAMASI TELUK BENOA NUSA BALI Amanda Pratiwi; Indah Sri Harini; Depict Pristine Adi
Jurnal Adz-Dzahab: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 5 No 1 (2020): Adz-Dzahab Volume 5 Nomor 1 April 2020
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.455 KB) | DOI: 10.47435/adz-dzahab.v5i1.299

Abstract

Studi ini mengkaji tentang proyek reklamasi Teluk Benoa yang didukung pemerintah Provinsi Bali ditolak oleh masyarakat Bali pada umumnya. Kebudayaan Bali bertalian erat dengan konsep Tri Hita Karana. Namun perkembangan pariwisata Bali membawa dilema bagi kebudayaan Bali, pariwisata membutuhkan budaya Bali namun disisi lain pariwisata mengikis eksistensi masyarakat Hindu Bali serta merampas hak-hak ekonomi, politik, sosial dan budaya mereka. Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa yang digagas oleh Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi (muncul sebagai oposisi terhadap penguasaan kapitalis global terhadap pariwisata dan budaya Bali. Terdapat dua permasalahan dalam penelitian ini, Pertama, mengapa masyarakat Balimenolak reklamasi teluk benoa, dan yang kedua adalah bagaimana masyarakat Bali melakukan perlawanan terhadap kapitalisme global dengan analisis transnasionalisme yangberwujud dalam reklamasi Teluk Benoa ini. Studi ini menggunakan metode kepustakaan, dimana penulis mengkaitkan data yang relevan dengan topik atau masalah yang menjadi objek penelitian ini. Hasil dari studi ini yaitu Pertama, masyarakat Bali menolak reklamasi karena adanya kontra dengan adat, budaya, dan agama. Selain itu, adanya ketimpangan prosedural dan politik tentang dikeluarkannya izin reklamasi Teluk Benoa, sehingga dapat mengancam aspek sosial ekonomi masyarakat lokal. Dengan begitu, diperlukan kebijakan yang jelas terkait reklamasi yang tidak berdampak negatif pada adat budaya dan lingkungan di Bali.
ANALISIS KEBIJAKAN POLITIK LUAR NEGERI INDONESIA SEBAGAI MEDIATOR KONFLIK ANTARA ARAB SAUDI DENGAN IRAN TAHUN 2016 Lila Agustin Triana Sari; Pipin Nabila; Depict Pristine Adi
CERMIN: Jurnal Penelitian Vol 4 No 2 (2020): DESEMBER
Publisher : Relawan Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cermin_unars.v4i2.768

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Indonesia sebagai mediator dalam mendamaikan konflik Arab Saudi dengan Iran pada tahun 2016. Wilayah Timur Tengah dapat dipahami sebagai wilayah yang rentang dengan banyak konflik. Adanya konflik diwilayah Timur Tengah yang semakin meningkat sehingga perlu cara konstruktif serta berkelanjutan guna meminimalisir berkembangnya konflik. Diantaranya yang menjadi sorotan komunitas internasional yaitu semakin memuncaknya konflik pasca ditetapkan hukuman mati oleh Arab Saudi terhadap ulama besar Iran Syekh Nimr Al-Nimr. Melihat kondisi memanas diwilayah Timur Tengah, Indonesia menawarkan diri untuk ikut serta dalam mendamaikan konflik kedua negara tersebut. Lebih lanjut permasalahan ini dianalisis dengan menggunakan teori konflik, mediasi dan kepentingan nasional. Dalam penelitian ini menggunakan metode Studi Pustaka (Library Research) dengan penyajian data secara deskriptif. Studi Pustaka yang dimaksud pada penelitian ini adalah dengan mengumpulkan data dari lapangan seperti buku, jurnal, laporan hasil penelitian, website dan lain sebagainya yang memiliki informasi relevan dengan topik penelitian. Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa keterlibatan Indonesia yang memiliki hubungan baik terhadap kedua negara tersebut yaitu untuk membantu upaya penyelesaian konflik secara damai agar tidak berpengaruh besar terhadap negara-negara tetangga. Alasan Indonesia terlibat sebagai mediator konflik antara Arab Saudi dan Iran karena mendapat dukungan dari dalam negeri yang didukung oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan terdapat beberapa kepentingan nasional seperti kepentingan ekonomi dan kepentingan sosial terhadap kedua negara tersebut.
STRATEGI MENGHADAPI GERAKAN ISIS DAN ANCAMAN KEAMANAN DI INDONESIA Abdul Ghafur Santuso; Eiliyah Rifaini; Depict Pristine Adi
Journal Civics and Social Studies Vol 4, No 1 (2020): Call Paper Vol 4 No 1 Juni 2020
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penulisan karya ilmiah inimengkaji tentang Strategi dalam menghadapi gerakan ISIS dan ancaman keamanan dunia di indonesia. ISIS (Islamic State of Iraq and Syiria) merupakan salah satu kelompok yang menggunakan berbagai macam cara untuk menegakkan negara baru dan juga berkembang di negara iraq dan syiria dan mengekspansi kekuasaannya ke penjuru dunia, dengan cara berjihad menegakkan hukum syariah. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan dan memahami Strategi dalam menghadapi gerakan ISIS dan ancaman keamanan di Indinesia. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (Library research) dimana penulisan mengumpulkan informasi yang relevan dengan masalah yang menjadi objek studi penelitian. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa strategi menghadapi gerakan ISIS karena ISIS sangat bertentangan dengan watak Islam yang mengedepankan perdamaian telah menjadi kewajiban pemerintah untuk menjaga negara dan setiap warga negara dari bahaya segala ancaman. dan salah satu strateginya yakni seperti program yang telah dibuat oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT), perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM), pengamanan ideologi. Dan juga Strategi Kerja SamaNegara-negara yakni di Asia Tenggara yakni deradikalisasi yang mengutamakan pendekatan lunak (soft approaches), dengan memasukkan unsur media, kebudayaan, edukasi, dan agama dengan tujuan untuk menjelaskan kondisi obyektif organisasi ISIS sebagai organisasi teror yang mengancam kesemalatan manusia.
Karapan Case in Islamic Perspective as a Madurary Cultural Identity in Pasean Pamekasan Community Depict Pristine Adi; Siti Nor Farida
Islamika Inside: Jurnal Keislaman dan Humaniora Vol 8 No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora (FUAH) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/islamikainside.v8i2.198

Abstract

Madura is an island located in the northeast of East Java. Madura has its own unique culture, one of the cultural icons in Madura is Karapan Sapi (Kerrabhân sapè), a cow racing competition. The Karapan Sapi culture emerged from the upbringing of K Ahmad Baidlowi, the grandson of Prince Pulang Jiwo (Panembbahan Blingi), to cultivate crops as a form of gratitude to God Almighty for the abundant harvest. But today's culture is experiencing degradation and is far from Islamic elements. This research is a literature study to see how the Karapan Sapi culture is from an Islamic perspective and its relation to the identity of the island of Madura itself. From the analysis of the existing theory, it can be concluded that Karapan Sapi (Kerrabhân sapè) is a typical Madurese tradition combining folk celebrations, entertainment, livestock health performances, and cattle racing. It is called Kerapan Sapi because two pairs of bulls compete for their running speed (é kerrap). Purpose if this research is to describe the karapan case in an Islamic perspective in the 20th century and the present. This research uses a qualitative approach with descriptive type. As for analysis used is qualitative data analysis which consists of three stages to answer the problem studied. The degradation in implementing the Kerapan Sapi tradition is due to criminal acts or activities that lead to things contrary to Islamic religious values. Torture of animals in the tradition of Karapan Sapi is the reason for the issuance of the Decree of the Governor of East Java No. 1/ins/2012 dated May 1, 2012, regarding the prohibition of bull racing with violence. The revitalization of Karapan Sapi's culture, which has a strong Islamic feel, takes time to implement. Law enforcement is also tricky and takes a long time to be realized. This is caused by the lack of firmness of the government and law enforcement, as well as the lack of awareness from the public.