MODERAT: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan
MODERAT: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Galuh. Jurnal ini berisi artikel hasil penelitian atau yang setara dengan hasil penelitian yang berhubungan dengan bidang Ilmu Pemerintahan dengan ruang lingkup, sebagai berikut: pemerintahan desa, pembangunan masyarakat desa, pembangunan perdesaan, pemberdayaan masyarakat, manajemen sumber daya pemerintahan, organisasi pemerintahan, manajemen pemerintahan, e-government, penganggaran pemerintahan, kebijakan publik, sosial, politik, kebijakan pemerintahan, pelayanan publik, proses legislasi, pengawasan pemerintahan, birokrasi, ekologi pemerintahan, perencanaan pembangunan, dan budaya politik. Terbit empat kali dalam setahun atau dengan frekuensi terbitan 3 bulanan, yakni pada bulan Februari, Mei, Agustus dan November dengan p-ISSN: 2442-3777 dan e-ISSN: 2622-691X.
Articles
14 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 3 (2016)"
:
14 Documents
clear
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN INKLUSIF OLEH KEPALA SEKOLAH DASAR NEGERI 1 MANGKUBUMI DI KECAMATAN MANGKUBUMI KOTA TASIKMALAYA
PURNAMASARI PURNAMASARI
Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Vol 2, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Galuh Ciamis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25147/moderat.v2i3.2751
Rumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Bagaimana Implementasi Kebijakan Pemerintah Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif oleh Kepala Sekolah Dasar Negeri 1 Mangkubumi di Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya? 2) Bagaimana hambatan-hambatan Implementasi Kebijakan Pemerintah tentang Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif Oleh Kepala Sekolah Dasar Negeri 1 Mangkubumi di Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya? 3) Bagaimana upaya-upaya Implementasi Kebijakan Pemerintah tentang Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif oleh Kepala Sekolah Dasar Negeri 1 Mangkubumi di Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya? Konsep dasar penelitian ini terdiri dari satu variabel tentang Implementasi Kebijakan Pemerintah tentang Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif oleh Kepala Sekolah Dasar Negeri 1 Mangkubumi di Kecamatan Mangkubuki Kota Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan narasumber sebanyak 10 orang terdiri dari 6 masyarakat serta wali murid, 3 Guru dan 1 Kepala Sekolah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini, yaitu studi kepustakaan, studi lapangan (observasi dan wawancara). Teknik analisis data kualitatif, yaitu dengan reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi Kebijakan Pemerintah tentang Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif oleh Kepala Sekolah Dasar Negeri 1 Mangkubumi di Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya belum mencapai hasil yang optimal. Hambatan yang di hadapi, yaitu dikarenakan belum adanya Guru Pembimbing Khusus serta kurangnya sarana prasarana penunjang penyelenggaraan pendidikan inklusif. Upaya yang dilakukan yaitu dengan mengoptimalkan biaya operasional yang ada serta guru pamong yang ada tetap menyampaikan materi pembelajaran yang ada agar proses kegiatan belajar tetap berjalan hingga siswa berkebutuhan khusus mengerti dengan materi yang disampaikan guru pamong.
IMPLEMENTASI PROGRAM DESA PERADABAN OLEH PEMERINTAH DESA CIMINDI KECAMATAN CIGUGUR KABUPATEN PANGANDARAN
DOYO DOYO
Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Vol 2, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Galuh Ciamis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25147/moderat.v2i3.2756
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Implementasi Program Desa Peradaban oleh Pemerintah Desa Cimindi Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran masih rendah. Berdasarkan uraian di atas, maka rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana implementasi program Desa Peradaban oleh Pemerintah Desa Cimindi Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran?; 2) Bagaimana hambatan-hambatan yang ditemui dalam Implementasi Program Desa Peradaban oleh Pemerintah Desa Cimindi Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran? Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sumber daya sebanyak 27 orang. Data-data dalam penelitian ini diperoleh dengan study pustaka (literature study), studi lapangan (wawancara dan observasi). Teknik pengelolaan data kualitatif. Teknik pengolahan data pendukung dari analisis data kualitatif, yaitu reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian, bahwa: 1) Implementasi Program Desa Peradaban oleh Pemerintah Desa Cimindi Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran telah dilaksanakan walaupun belum optimal. Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa Implentasi Program Desa Peradaban oleh Pemerintah Desa Cimindi Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran belum dilaksanakan dengan optimal. 2) Terdapat hambatan-hambatan dalam implementasi Program Desa Peradaban oleh Pemerintah Desa Cimindi Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran, seperti kurangnya peningkatan kinerja pemerintahan desa dan partisipasi masyarakat dan kualitas SDM yang masih rendah. 3) Upaya yang dilakukan pemerintah Desa Cimindi dengan mengadakan sosialisasi pentingnya partisipasi masyarakat, meningkatkan kinerja aparatur pemerintah desa dan meningkatkan SDM melalui peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan serta menciptakan keahlian masyarakat. Begitu pula dengan hasil observasi bahwa dilakukan upaya dengan sosialisasi dan meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan dan keahlian masyarakat.
PENGARUH PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN MASYARAKAT DALAM MENERIMA LAYANAN DI KANTOR SAMSAT KABUPATEN CIAMIS
DINI YULIANI
Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Vol 2, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Galuh Ciamis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25147/moderat.v2i3.2747
Penelitian yang penulis lakukan berasal dari adanya masalah bahwa belum terwujudnya kepuasan masyarakat dalam meneria layanan di kantor Samsat Kabupaten Ciamis, diantaranya yaitu: 1) Belum terwujudnya kepuasan masyarakat dalam menerima layanan terutama dalam hasil layanan masih ditemukan adanya keterlambatan; 2) Belum terjalinnya komunikasi dan kepercayaan yang kuat antara pihak pegawai samsat dengan masyarakat; 3) Masih terdapat keluhan terhadap pelayanan dari masyarakat dalam menerima pelayanan yang diberikan oleh pegawai. Berdasarkan masalah tersebut maka penulis merumuskan permasalahan: 1) Bagaimana pelayanan yang dilaksanakan oleh Kantor Samsat Ciamis? 2) Bagaimana kepuasan masyarakat dalam menerima layanan dari kantor Samsat Ciamis? 3) Bagaimana pengaruh pelayanan terhadap kepuasan masyarakat dalam menerima layanan di kantos Samsat Ciamis? Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis. Populasi penelitian adalah masyarakat pengguna layanan di Kantor Samsat Ciamis tiap bulannya sebanyak 1.645 orang dengan sampel sebanyak 94 orang dan teknik sampling menggunakan random sampling, teknik pengumpulan data yang digunakan studi kepustakaan dan studi lapangan yang terdiri dari observasi, wawancara dan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan kuantitatif, sedangkan untuk menentukan huungan dengan menggunakan rumus korelasi product moment dan mencari pengaruh dengan menggunakan koefisien determinsasi. Berdasarkan hasil pembahasan yang telah penulis lakukan pada bab sebelumnya, maka dapat penulis simpulkan hal-hal sebagai berikut: 1) Pelayanan di kantor Samsat Ciamis diperoleh rata-rata skor sebesar 318, yang termasuk pada kategori baik, apabila dipersentasekan diperoleh hasil sebesar 67,66%. 2) Kepuasan masyarakat dalam menerima layanan di Kantor Samsat Kabupaten Ciamis diperoleh rata-rata skor sebesar 313, yang termasuk kategori baik, apabila dipersentasekan diperoleh hasil sebesar 66,59%. 3) Terdapat hubungan antara pelayanan dengan kepuasan masyarakat dengan koefisien korelasi yang ditemukan adalah sebesar 0,905 yang termasuk dalam kategori sangat kuat dan nilai koefisien determinasi sebesar 82% artinya bahwa kepuasan masyarakat dipengaruhi oleh pelayanan Samsat 82% sedangkan sisanya sebesar 18% merupakan faktor lain yang tidak terdeteksi yang dapat mempengaruhi kepuasan masyarakat. Berdasarkan hasil perhitungan diketahui koefisien korelasi 0,905 itu signifikan. Dengan demikian hipotesis yang penulis ajukan yang berbunyi terdapat pengaruh positif antara pelayanan terhadap kepuasan masyarakat dalam menerima layanan di Kantor Samsat Ciamis, terbukti.
PELAKSANAAN PELAYANAN KEBERSIHAN OLEH BIDANG BINA MARGA DAN CIPTA KARYA DINAS PEKERJAAN UMUM, PERHUBUNGAN, KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN PANGANDARAN DI OBYEK WISATA PANGANDARAN
SUTRISNA SUTRISNA
Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Vol 2, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Galuh Ciamis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25147/moderat.v2i3.2752
Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa peningkatan pelayanan kepada masyarakat selama ini terkendala oleh sarana dan prasarana yang sudah kurang memadai sehingga penanganan dan pelayanan sampah di Kabupaten Pangandaran tidak berjalan optimal. Seperti halnya container, truk sampah, keranjang dorong bahkan beberapa, Berdasarkan latar belakang di atas, yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Bagaimanakah pelaksanaan pelayanan kebersihan?; 2) Hambatan-hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan pelayanan kebersihan?; 3) Upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan-hambatan dalam pelaksanaan pelayanan kebersihan? Metode penelitian adalah metode kualitatif. Lamanya penelitian ini selama 9 bulan. Teknik pengumpulan data adalah studi kepustakaan, studi lapangan (observasi dan wawancara). Jumlah informan dalam penelitian ini adalah sebanyak 10 orang yang terdiri 5 orang pegawai dan 5 orang perwakilan masyarakat. Teknik analisa data dalam penelitian ini adalah data reduction (Reduksi Data), Data Display (Penyajian Data) dan Verifikasi Data. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan, bahwa: 1) Pelaksanaan pelayanan kebersihan belum dilaksanakan dengan baik karena sebagian besar informan menyatakan kurang baik terhadap pelaksanaan pelayanan kebersihan kepada masyarakat. 2) Adanya hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan dalam pelayanan kebersihan karena petugas kurang didukung dengan ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai, kurangnya dukungan sumber daya manusia yang memiliki keampuan dalam memberikan pelayanan kebersihan, kurangnya anggaran yang tersedia untuk menambah kebutuhan operasional pelayanan kebersihan. 3) Adanya upaya antara lain melakukan penambahan anggaran dan pemeliharaan sarana dan prasarana fasilitas fisik seperti tong sampah, kendaraan pengangkut sampah dan beko yang memadai, memberikan perhatian secara pribadi kepada pelanggan sehingga petugas dapat memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat, memberikan pelayanan secara cepat kepada masyarakat dengan cara mengadakan pendidikan dan pengarahan kepada petugas baru.
PENGARUH PENGAWASAN OLEH INSPEKTORAT TERHADAP PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DI DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN KABUPATEN CIAMIS TAHUN 2014
ARIE BUDIAWAN
Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Vol 2, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Galuh Ciamis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25147/moderat.v2i3.2754
Latar belakang penelitian ini adalah rasa tanggung jawab pegawai dalam membuat laporan keuangan masih kurang. Hal ini masih terbukti dengan masih ditemukannya indikasi-indikasi yang menunjukkan masih adanya berkas-berkas laporan keuangan yang masih keliru dan belum diperbaiki padahal waktu penyerahan berkas tersebut sudah terlewati. Target pencapaian suatu program seringkali memerlukan sumber daya dan biaya yang masih cukup tinggi, hal ini terbukti masih banyaknua biaya yang dianggap tidak perlu dalam menyelesaikan suatu program. Kurangnya keterbukaan pemerintah dalam membuat kebijakan pengeluaran daerah. Rumusan masalah dalam penelitian (1) Bagaimana pengawasan oleh inspektorat di Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ciamis tahun 2014? (2) Bagaimanakah pengelolaan keuangan daerah di Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ciamis tahun 2014? Metode yang digunakan adalah deskriptif analisis, dengan sampel penelitian berjumlah 46 orang pegawai. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut: Jumlah total skor yang diperoleh dari skor tiap indikator variabel X (pengawasan) adalah 2519. Dari jumlah total skor ini diperoleh rata-rata skor sebesar 154,21. Apabila besar dipersentasekan sebesar 67,04 menunjukkan kategori tingkat pelaksanaan pengawasan pegawai kategori cukup baik. Artinya pembinaan oleh kepala cukup sesuai dengan prinsip-prinsip pengawasan menurut Handayaningrat (2007). Jumlah total skor yang diperoleh dari skor tiap indikator variabel Y (Pengelolaan Keuangan Daerah) adalah 1947. Dari jumlah total skor ini diperoleh rata-rata skor sebesar 162,25. Jika dipersentasekan sebesar 70,54 menunjukkan kategori tingkat pengelolaan keuangan daerah kategori baik. Artinya pengelolaan keuangan daerah sesuai dengan ukuran prinsip-prinsip pengelolaan keuangan daerah menurut Halim dan Iqbal (2012:29). Pengelolaan keuangan daerah dipengaruhi pengawasan oleh Inspektorat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengaruh pengawasan oleh Inspektorat terhadap pengelolaan keuangan daerah sebesar 59,29%, cukup baik 40,71% merupakan faktor lain yang tidak terbukti yang dapat mempengaruhi efektivitas kerja, seperti SDM, Sarana dan sebagainya.
PELAKSANAAN KOMUNIKASI OLEH LURAH PADA MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN DI KELURAHAN SETIARATU KECAMATAN CIBEUREUM KOTA TASIKMALAYA
CEPY CEPY
Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Vol 2, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Galuh Ciamis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25147/moderat.v2i3.2759
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya peserta musrenbang yang tidak memahami makna kebijakan hasil musrenbang, masih adanya peserta yang salah menafsirkan program/kepurusan hasil musrenbang, serta peserta tidak memberikan ide maupun pendapat dalam pelaksanaan musrenbang. Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini: 1) Bagaimana pelaksanaan komunikasi oleh Lurah pada Musrenbang di Kelurahan Setiarati Kecamatan Cibeureum Kotas Tasikmalaya? 2) Bagaimana hambatan-hambatan dalam pelaksanaan komunikasi oleh lurah pada Musrenbang di Kelurahan Setiarati Kecamatan Cibeureum Kotas Tasikmalaya? 3) Bagaimana upaya-upaya pada Musrenbang di Kelurahan Setiarati Kecamatan Cibeureum Kotas Tasikmalaya? Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data, yaitu studi kepustakaan, studi lapangan dengan cara observasi dan wawancara. Sumber data, yaitu pegawai Kelurahan dan masyarakat Kelurahan Setiaratu Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Lurah dalam menyampaikan informasi dengan jelas dan dapat dipahami oleh peserta Musrenbang. Lurah menerima saran maupun masukan dari masyarakat di Musrenbang Kelurahan sesuai dengan harapan, kemudian keputusan yang diambil hasil musyawarah benar-benar atas persetujuan masyarakat dan pegawai Kelurahan Setiaratu Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya berkat adanya kerjasama yang baik. Hambatan-hambatan, yaitu seperti terlambatnya peserta menghadiri pelaksanaan Musrenbang, penyampaian informasi yang telah disampaikan oleh Lurah Setiaratu kurang dipahami oleh sebagian peserta musrenbang serta masyarakat tidak mengetahui pelaksanaan musrenbang serta kurang mengetahui maksud dan tujuan dari musrenbang tersebut diadakan. Upaya-upaya yaitu masyarakay diberikan kebebasan untuk mengemukakan pendapat di musrenbang Kelurahan, penyampaian informasi yang diutarakan oleh Lurah disampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti, dan musyawarah secara demokratos dalam pengambilan keputusan hasil dari pengumpulan saran maupun masukan peserta musrenbang Kelurahan Setiarati Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM BIDANG PERTANIAN OLEH LEMBAGA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA JADIMULYA KECAMATAN LANGKAPLANCAR KABUPATEN PANGANDARAN
NETI SUNARTI
Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Vol 2, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Galuh Ciamis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25147/moderat.v2i3.2750
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terdapatnya permasalahan yang dihadapi petani yang diduga disebabkan oleh Lembaga Pemerdayaan Masyarakat belum optimal dalam melakukan pemberdayaan masyarakat dalam bidang pertanian, seperti kurangnya pelibatan petani dalam kegiatan sekolah lapangan pertanian sebagai wadah pengembangan keterampilan petani dalam mengelola usahataninya. Berdasarkan latar belakang maka rumusan masalah adalah: 1) Bagaimana pemberdayaan masyarakat?; 2) Bagaimana hambatan-hambatan yang dihadapi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat dalam melakukan pemberdayaan masyarakat dalam bidang pertanian?; 3) Bagaimana upaya-upaya yang ditempuh oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat untuk mengatasi hambatan-hambatan pemberdayaan masyarakat dalam bidang pertanian? Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Penelitian ini akan dilakukan selama 8 (delapan) bulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Pemberdayaan masyarakat dalam bidang pertanian kurang baik. Hal ini dapat dilihat dari pendapat informan bahwa sudah baik sebesar 40% dan yang menyatakan kurang baik sebesar 60%. Berdasarkan hasil observasi bahwa pemberdayaan masyarakat menurut Sumodiningrat (2007:145). 2) Adanya hambatan-hambatan seperti masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam mengikuti berbagai pertemuan yang dilaksanakan. Begitupula hasil observasi bahwa hambatan-hambatan antara lain masih kurangnya peran serta masyarakat petani dalam mengikuti berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh lembaga pemberdayaan masyarakat. 3) Adanya upaya-upaya seperti dilakukannya pelibatan masyarakat dalam pelaksanaan penyuluhan dengan mengundang masyarakat untuk mengikuti kegiatan penyuluhan, melakukan kegiatan pelatihan bagi masyarakat dalam pengelolaan pertanian, melakukan pembentukan kelompok-kelompok tani. Sehingga dapat mempermudah komunikasi antar kelompok. Begitupula hasil observasi adanya upaya-upaya antara lain melakukan peningkatan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat untuk meningkatkan kemampuan petani dalam mengelola hasil pertaniannya.
PERANAN KEPALA DESA DALAM PELAKSANAAN PEMBANGUNAN FISIK DI DESA CIBULUH KECAMATAN KALIPUCANG KABUPATEN PANGANDARAN
HENDRA HERMAWAN
Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Vol 2, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Galuh Ciamis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25147/moderat.v2i3.2755
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beberapa peramasalahan peran kepala desa seperti terlihat dari indikator-indikator, sebagai berikut: Kepala Desa kurang memberikan dorongan dan semangat kepada masyarakat agar berperan aktif dalam membangun desa, kepala desa kurang memfasilitasi pelaksanaan program-program pembangunan desa dengan memberikan kemudahan dan kelancaran dalam proses pembangunan dan Kepala Desa kurang dapat menyatukan persepsi dan pemahaman masyarakat sehingga timbul berbagai permasalahan akibat adanya kecemburuan sosial terkait pembangunan fisik. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Bagaimana peranan Kepala Desa dalam pelaksanaan pembangunan fisik di Desa Cibuluh Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran?: 2) Bagaimana hambatan-hambatan yang dihadapi Kepala Desa dalam melaksanakan peranannya dalam pelaksanaan pembangunan fisik di Desa Cibuluh Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran? 3) Bagaimana upaya-upaya mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi Kepala Desa dalam pelaksanaan pembangunan fisik di Desa Cibuluh Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran?. Metode pengkajian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Dalam penelitian ini yang menjadi informan sebanyak 10 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan dan studi lapangan (observasi dan wawancara). Berdasarkan hasil penelitian bahwa peranan Kepala Desa dalam pelaksanaan pembangunan fisik di Desa Cibuluh Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran secara umum sudah dilaksanakan. Beberapa hambatan anatara lain masih adanya perbedaan kepentingan dan persepsi sehingga terjadi tarik menarik kepentingan, kurang adanya sinergitas dalam mewujudkan tujuan pembangunan, keterbatasan sumber daya manusia baik kemampuan pengetahuan maupun kemampuan ekonomi masyarakat dan masih rendahnya kesadaran partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan. Beberapa upaya untuk mengatasi hambatan, yaitu melakukan berbagai kegiatan dalam menyamakan persepsi dan kepentingan masyarakat, memberikan pengarahan, petunjuk dan bimbingan secara rutin terkait pelaksanaan pembangunan, melakukan komunikasi baik secara personal maupun kelembagaan dengan tokoh masyarakat secara rutin dan memberikan penjelasan dan pemahaman pentingnya pembangunan.
PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI DALAM PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) (Studi Analisis di Sekolah Menengah Pertama Negeri 7 Ciamis)
DINCE NUGRAHA PUTRI
Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Vol 2, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Galuh Ciamis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25147/moderat.v2i3.2757
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru dan staf SMP Negeri 7 Ciamis berjumlah 47 orang. Yang dijadikan sampel adalah seluruh pegawai dan staf sebanyak 47 orang. Teknik pengumpulan daya yang digunakan adalah studi kepustakaan dan studi lapangan yang terdiri dari observasi, wawancara dan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah menentukan rentang, menentukan kategori penilaian dan menentukan persentase, untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) dengan efektifitas kerja pegawai dicari dengan menggunakan koefisien determinasi. Berdasarkan penelitian maka dirumuskan masalahnya bahwa: 1) Bagaimana pelaksanaan kepemimpinan oleh Kepala Sekolah di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 7 Ciamis: 2) Bagaimana efektivitas kerja pegawai dalam rangka pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 7: 3) Bagaimana pengaruh kepemimpinan oleh Kepala Sekolah terhadap Efektivitas Kerja Pegawai dalam rangka pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 7? Maka diperoleh hasil sebagai berikut: 1) Pelaksanaan kepemimpinan oleh Kepala SMP Negeri 7 Ciamis diperoleh skor sebesar 164,86. Angka tersebut termasuk ke dalam kategori baik. Jika dipresentasekan maka akan diperoleh angka sebesar 70,15% berada pada kategori cukup. Artinya pelaksanaan kepemimpinan oleh Kepala SMP Negeri 7 Ciamis telah dilaksanakan dengan cukup baik: 2) efektivitas kerja pegawai dalam pengelolaan dan BOS di SMPN 7 Ciamis, diperoleh total skor 1911 dengan nilai rata-rata 159,25. Angka tersebut termasuk ke dalam kategori cukup. Jika dipresentasekan maka akan diperoleh angka 67,76% berada pada kategori cukup. Artinya bahwa efektivitas kerja pegawai dalam mengelola dana BOS telah dilaksanakan dengan cukup baik; dan 3) Terdapat pengaruh kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap efektivitas kerja pegawai dalam pengelolaan dana BOS SMP Negeri 7 Ciamis berdasarkan perhitungan korelasi product moment diperoleh nilai sebesar 0,60 termasuk pada kategori kuat. Sedangkan nilai koefisien determinasi diperoleh nilai sebesar 36%, artinya efektivitas kerja pegawai dalam pengelolaan dana BOS dipengaruhi oleh kepemimpinan Kepala Sekolah. Untuk menjawab hipotesis yang penulis ajukan, maka penulis membandingkan antara nilai t hitung dengan t tabel, untuk mencari t tabel dengan tingkat keyanikan 95% dengan α = 0,5 dan untuk n = 47 maka diperoleh t tabel sebesar 1,684. Karena t hitung sebesar 5,04 > dari t tabel sebesar 1.684. Maka hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima dengan kata lain hipotesis yang diajukan penulis, yaitu terdapat pengaruh yang signifikan antara Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap efektivitas kerja pegawai dalam pengelolaan dana BOS SMP Negeri 7 Ciamis dapat diterima.
PELAKSANAAN SOSIALISASI POLITIK OLEH PARTAI GOLONGAN KARYA PADA PEMILIHAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN TAHUN 2014 DI DESA SUKASUKUR KECAMATAN CISAYONG KABUPATEN TASIKMALAYA
ALI IMRON
Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Vol 2, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Galuh Ciamis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25147/moderat.v2i3.2748
Rumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Bagaimana pelaksanaan sosialisasi politik oleh Partai Golkar pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 di Desa Sukasukur Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya? 2) Bagaimana hambatan-hambatan Sosialiasi Politik oleh Partai Golkar pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2014 di Desa Sukasukur Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya? 3) Bagaimana upaya-upaya partisipasi politi masyarakat pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 di Desa Sukasukur Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya? Konsep dasar penelitian ini terdiri dari satu variable tentang Pelaksanaan sosialisasi politik partai golkar pada pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan narasumber sebanyak 96 orang terdiri dari 85 masyarakat, 5 perangkat desa dan 6 tokoh kepartaian Golkar. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini, yaitu studi kepustakaan, studi lapangan, observasi dan wawancara. Teknik analisis data kualitatif, yaitu dengan reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan/verfikasi. Berdasarkan hasil penelitan menunjukkan bahwa tingkat Pelaksanaan Sosialisasi Politik oleh Partai Golkar pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 di Desa Sukasukur Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya dilaksanakan secara optimal, namun masih dalam kategori rendah untuk sarana teman pergaulan. Sosialisasi politik yang dilakukan oleh Partai Golkar pada pemilu presiden dan wakil presiden tahun 2014 kurang begitu dipahami oleh masyarakat karena waktu pelaksanaan sosialisasi pemilihan Presiden yang dilakukan dalam sosialisasi hanya satu hari dan pelaksanaan mengakibatkan masih banyak masyarakat yang kurang mengerti pelaksanaan memilih pada pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada tahun 2014 di Desa Sukasukur Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya. Upaya yang dilakukan berupa partisipasi politik masyarakat melalui keaktifan masyarakat dengan datang ke TPS dan keaktifan dalam mengikuti jalannya pemungutan suara sampai dengan perhitungan suara pada pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014.