cover
Contact Name
nurratri kurnia sari
Contact Email
jurnaldikdasbantara@gmail.com
Phone
+628112635883
Journal Mail Official
jurnaldikdasbantara@gmail.com
Editorial Address
Jl. Letjend. S. Humardani No. 1 Sukoharjo - Jawa Jengah Indonesia
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
jurnal dikdas bantara
ISSN : 26154285     EISSN : 26155508     DOI : -
Core Subject : Education,
Terbit dua kali setahun pada bulan Februari dan Agustus. Berisi artikel-artikel yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian di bidang kependidikan baik yang ditulis dalam bahasa Indonesia.
Articles 204 Documents
PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL MAKE A MATCH Dwi Anggraeni Siwi
Jurnal Dikdas Bantara Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jdb.v1i1.109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan motivasi belajar Matematika melalui model Kooperatif tipe Make a Match pada siswa kelas III SD N 3 Ngreden Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten Tahun Pelajaran 2016/2017, (2) meningkatkan hasil belajar Matematika dengan model pembelajaran Kooperatif tipe Make a Match pada siswa kelas III SD N 3 Ngreden Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas III SD N 3 Ngreden Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten Tahun Pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 20 siswa, terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, obsevasi, tes dan angket. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) persentase hasil motivasi belajar diketahui dari pra siklus terdapat 20% siswa memiliki motivasi belajar berkategori tinggi dan atau sangat tinggi kemudian pada siklus I meningkat menjadi 50% dan pada siklus II 80%. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan Motivasi Belajar dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe Make a Match dapat meningkatkan Motivasi Belajar Siswa. (2) persentase pencapaian ketuntasan hasil belajar Matematika siswa yang semula pada pra siklus adalah 20% yang mencapai KKM kemudian pada siklus I meningkat menjadi 65%dan pada siklus II mencapai 95%. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe make a match dapat meningkatkan Hasil Belajar Siswa kelas III SD N 3 Ngreden Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci: motivasi belajar, hasil belajar Matematika, model pembelajaran Kooperatif tipe Make a Match
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INDONESIA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION (AIR) Tri murni
Jurnal Dikdas Bantara Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jdb.v2i2.368

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar bahasa Indonesia melalui modelpembelajaran Auditory Intellectually  Repetition (AIR) pada siswa kelas IX E SMP Negeri 1Tawangsari semester I tahun pelajaran 2017/ 2018. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelasyang dilakukan di kelas VIII A SMP Negeri 1 Tawangsari semester I tahun pelajaran 2016/ 2017yang berjumah 32 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, dandokumentasi. Tahap-tahap analisis data dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksidata, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Indikator keberhasilan adalah nilai rata-rata tessiswa sekurang-kurangnya 80,0 dan banyak siswa dengan nilai di atas kriteria ketuntasan minimal(KKM) yaitu 80,0 mencapai ≥ 85%. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapatdisimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) dapatmeningkatkan prestasi belajar bahasa Indonesia pada siswa Kelas IX E semester I SMP Negeri 1Tawangsari tahun pelajaran 2017/ 2018. Hal ini dapat ditunjukan dengan meningkatnya nilaiketerampilan menulis bahasa Indonesia siswa dari 71,03 meningkat menjadi 80,56 ≥ 80,00 danpersentase ketuntasan belajar siswa dari 46,88% meningkat menjadi 87,5% ≥ 85%.  Kata Kunci:  Model pembelajaran Auditory Intellectually  Repetition (AIR), prestasi belajarbahasa Indonesia
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TGT PADA SISWA KELAS VIII D SMP NEGERI 2 SUKOHARJO SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2017/ 2018 Sri Hartanto
Jurnal Dikdas Bantara Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jdb.v2i1.181

Abstract

Penelitian ini merupakan upaya untuk mendeskripsikan peningkatan prestasi belajar IPA siswa kelas VIII D SMP Negeri 2 Sukoharjo setelah penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT).Penelitian ini menggunakan metode Peenelitian Tindakan Kelas (PTK) yang meliputi perencanaan, tindakan ,observasi dan refleksi. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII D SMP Negeri 2 Sukoharjo, yang berjumlah 32 siswa. Objek penelitian ini adalah prestasi belajar IPA siswa melalui model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT). Data dikumpulkan dengan menggunakan tes, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif komparatif dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar IPA siswa, nilai rata-rata prestasi belajar IPA siswa mengalami peningkatan yaitu sebelum tindakan sebesar 68,2 pada siklus I sebesar 78,3 dan pada siklus II sebesar 82,5. Selain itu, persentase ketuntasan belajar siswa juga meningkat, yaitu sebelum tindakan sebesar 50%, siklus I sebesar 75% dan siklus II sebesar 93,75%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa “Model pembelajaran kooperatif TGT dapat meningkatkan prestasi belajar IPA siswa kelas VIII D semester I SMP Negeri 2 Sukoharjo tahun pelajaran 2017/ 2018”.Kata-kata kunci: prestasi IPA, model pembelajaran kooperatif TGT
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MENGAPLIKASIKAN POWER POINT DALAM PROSES PEMBELAJARAN MELALUI IN HOUSE TRAINING DI SDN 1 WONOHARJO TAHUN PELAJARAN 2019/2020 Saryono saryono
Jurnal Dikdas Bantara Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/dikdasbantara.v3i2.752

Abstract

Tujuan penelitian tindakan sekolah ini adalah 1) Pengaplikasian microsoft power point melalui in house training dapat meningkatkan proses pelaksanaan kompetensi guru dalam pembelajaran  di SDN 1 Wonoharjo tahun pelajaran 2019/2020. 2) Pengaplikasian microsoft power point melalui in house training dapat meningkatkan kompetensi guru pada pembelajaran di SDN 1 Wonoharjo Tahun Pelajaran 2019/2020.3) Pengaplikasian microsoft power point melalui in house training dapat meningkatkan perubahan perilaku yang menyertai kompetensi guru guru dalam proses pembelajaran di SDN 1 Wonoharjo tahun pelajaran 2019/2020. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini didesain dalam dua siklus. Desain dalam setiap siklus mencakup tahap-tahap : 1) perencanaan tindakan perbaikan, 2) pelaksanaan tindakan dan observasi 3) refleksi.      Keefektifan tindakan pada setiap siklus diukur dari hasil observasi dan tes hasil belajar. Data hasil observasi dideskripsikan, diinterpretasikan, kemudian direfleksi untuk menentukan tindakan perbaikan pada siklus berikutnya. Data hasil tes hasil belajar dianalisis dengan cara mendeskripsikan nilai tes antar siklus hingga hasilnya dapat mencapai batas tuntas sesuai dengan indikator kinerja, yakni  1) mencapai ketuntasan klasikal proses pembelajaran 86%, 2) memperoleh ketuntasan klasikal kompetensi guru 86% dari jumlah guru keseluruhan.,3)Perubahan perilaku guru mencapai 86%.            Penelitian tindakan yang dilakukan sebanyak dua siklus diperoleh hasil bahwa rerata Persentase proses pembelajaran rata-rata  klasikal  mengalami peningkatan pada pra siklus 42,86 %,siklus 1 71,43 % dan siklus II  95,24 %.Pelaksanaan pembelajaran lebih efektif dan kategori proses pembelajaran meningkat dari kategori sedang menjadi kategori  baik.Kompetensi guru, ketuntasan pada prasiklus 42,86%, pada Siklus I guru yang tuntas menjadi 85,71% dan pada siklus II menjadi 85,71%. Perubahan perilaku guru pada prasiklus 38,10%, pada Siklus I guru yang tuntas menjadi 71,43%. pada siklus II menjadi 95,24%.            Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan sebagaimana diuraikan di atas, kesimpulan penelitian ini adalah sebagai berikut:1)Proses pelaksanaan in house training menggunakan aplikasi power point pada guru-guru di SDN I Wonoharjo lebih meningkat dan efektif. Persentase proses pembelajaran rata-rata  klasikal  mengalami peningkatan pada pra siklus 42,86 %,siklus 1 71,43 % dan siklus II  95,24 %.Pelaksanaan pembelajaran lebih efektif dan kategori proses pembelajaran meningkat dari kategori sedang menjadi kategori  baik. 2)Ada peningkatan kompetensi guru mengaplikasikan power point setelah diberikan in house training pada guru-guru SDN I Wonoharjo tahun pelajaran 2019/2020. Peningkatan ini ditunjukkan dengan  persentase ketuntasan pada prasiklus 42,86%, pada Siklus I guru yang tuntas menjadi 85,71% dan pada siklus II menjadi 85,71%.  3)Ada peningkatan perubahan perilaku yang menyertai peningkatan komptensi guru mengaplikasikan power point setelah diberikan in house training. Peningkatan ini ditunjukkan dengan  persentase pada prasiklus 38,10%, pada Siklus I guru yang tuntas menjadi 71,43% dan pada siklus II menjadi 95,24%.
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Kelas V Sekolah Dasar Melalui Team Games Tournament Sri Sulasmi
Jurnal Dikdas Bantara Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jdb.v1i2.137

Abstract

Tujuan penelitian yaitu untuk meningkatkan hasil belajar melalui penerapan metode Cooperatif Learning tipe team games tournament (TGT). Penelitian dilakukan di kelas V yang terdiri dari 12 siswa perempuan dan 8 siswa laki-laki. Analisis data berupa data kuantitatif menggunakan analisis data persentase dan rata-rata nilai tes evaluasi. Instrument untuk memperoleh data dalam penelitian ini adalah lembar observasi serta lembar evaluasi yang dilakukan pada setiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar Matematika pada akhir siklus II. Pada pra-siklus, terdapat 11 siswa (73%) yang mendapat nilai di bawah KKM dan 4 siswa (27%) mendapat nilai di atas KKM. Rata-rata hasil belajar adalah 51,18. Setelah dilakukan tindakan melalui dua siklus, ketuntasan siswa meningkat sebanyak 13 siswa (86%) telah mencapai KKM sedangkan siswa yang nilainya dibawah KKM menjadi 2 siswa atau hanya 14%, sedangkan nilai rata-rata juga meningkat menjadi 88,18. Dari hasil tes evaluasi siklus II diketahui bahwa indikator kinerja penelitian telah tercapai dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Cooperatif Learning tipe team games tournament (TGT) dapat meningkatkan hasil belajar Matematika. Kata Kunci: Metode Cooperatif Learning tipe Team Games Tournament (TGT), Hasil Belajar
MEMBANGUN BUDAYA LITERASI BAGI SUPLEMEN PENDIDIKAN DI INDONESIA Meidawati Suswandari
Jurnal Dikdas Bantara Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jdb.v1i1.105

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu: 1) mendeskripsikan factor-faktor yang mempengaruhi budaya literasi, 2) peran keluarga, sekolah dan pemerintah dalam membangun budaya literasi dalam dunia pendidikan di Indonesia. Penelitian ini dilakukan melalui studi pustaka dengan mengumpulkan sejumlah buku-buku, makalah, jurnal, lefleat, majalah yang berkenaan dengan masalah litersi di Indonesia. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis isi, dan analsisis kritis. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) faktor pertama yang mempengaruhi budaya/kebiasaan literasi/kemampuan membaca pada diri seseorang yaitu pada factor internal berupa diri sendiri. Faktor kedua yaitu faktor ekternal seperti stimulasi dari lingkunga keluarga dan lingkungan pendidikan, dalam hal ini guru dan perpustakaan. 2) peran keluarga, sekolah dan pemerintah membangun budaya literasi dalam pendidikan meliputi: menumbuhkan minat baca sedini mungkin, melalui subsidi buku, mengoptimalkan peran perpustakaan daerah, menghargai karya tulis serta mendapat dukungan politik dari Pemerintah dan DPR.Kata kunci : budaya Literasi, pendidikan Indonesia
PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU DALAM PENGELOLAAN KELAS MELALUI ACTIVE KNOWLEDGE SHARING SD NEGERI 1 WONOKARTO TAHUN PELAJARAN 2019/2020 diyassi diyassi
Jurnal Dikdas Bantara Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jdb.v3i1.574

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru SD Negeri 1 Wonokarto Tahun Pelajaran 2019/2020 dalam pengelolaan kelas melalui penerapan active knowledge sharing. Penelitian menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) yang dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus, dilaksanakan di SD Negeri 1 Wonokarto dengan subjek penelitian semua guru SD Negeri 1 Wonokarto Tahun Pelajaran 2019/2020 yang berjumlah 8 orang guru. Metode penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Sekolah. Penilaian Kemampuan Guru dilakukan dengan teknik observasi dengan lembar observasi. Validasi data dilakukan dengan teknik triangulasi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptip komparatif. Data empirik hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui Active Knowledge Sharing dapat meningkatkan kemampuan guru SD Negeri 1 Wonokarto Tahun Pelajaran 2019/2020 dalam pengelolaan kelas. Dari kondisi awal nilai rata-rata kemampuan guru hanya 43,1 atau D kualifikasi Kurang, meningkat pada siklus I nilai rata-rata kemampuan guru menjadi 69,8 atau C kualifikasi Cukup, dan meningkat lagi pada siklus II nilai rata-rata kemampuan guru menjadi 78,5 atau B kualifikasi Baik. Peningkatan juga ditunjukkan dari kondisi awal pada indikator komponen dengan 3 indikator komponen Kurang dan 7 indikator komponen Sangat Kurang dengan rata-rata E atau kualifikasi Sangat Kurang, meningkat pada siklus  I dengan  indikator komponen 2 indikator komponen Baik, 4 indikator komponen Cukup dan 4 indikator komponen Kurang dengan rata-rata C atau kualifikasi Cukup. Meningkat lagi pada siklus II menjadi ada 4 indikator komponen Amat Baik, dan 6 indikator komponen Baik, dengan rata-rata komponen B atau Baik. Kesimpulan dari data di atas adalah melalui penerapan active knowledge sharing dapat meningkatkan kemampuan guru SD Negeri 1 Wonokarto dalam pengelolaan kelas Tahun Pelajaran 2019/2020Kata kunci : Kemampuan Guru, Pengelolaan Kelas, Active Knowledge Sharing
PEMBELAJARAN BERMAIN MELALUI RANGSANGAN TINGGI DAN JARAK DITINJAU DARI KECEPATAN Tri Sutrisno
Jurnal Dikdas Bantara Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jdb.v2i1.186

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) Perbedaan pengaruh pembelajaran lompat jauh menggunakan alat bantu tali dan lingkaran sebagai rangsangan tinggi dan jarak secara bertahap terhadap hasil belajar lompat jauh gaya jongkok pada siswa putra kelas IV dan V SD Negeri 3 Sidorejo Bendosari Sukoharjo tahun pelajaran 2018/2019. (2) Perbedaan pengaruh kecepatan tinggi dan rendah terhadap hasil belajar lompat jauh gaya jongkok pada siswa putra kelas IV dan V SD Negeri 3 Sidorejo Bendosari Sukoharjo tahun pelajaran 2018/2019. (3) Ada tidaknya interaksi antara penggunaan alat bantu dan kecepatan terhadap hasil belajar lompat jauh gaya jongkok pada siswa putra kelas IV dan V SD Negeri 1 Kedungrejo Nguntoronadi Wonogiri tahun pelajaran 2008/2009. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi penelitian ini adalah siswa putra kelas IV dan V SD Negeri 3 Sidorejo Bendosari Sukoharjo tahun pelajaran 2018/2019 berjumlah 20 orang. Dalam penelitian ini dilakukan penelitian populasi. Sampel yang digunakan adalah 10 siswa kategori kecepatan lari tinggi dan 10 siswa kategori kecepatan lari rendah. Teknik pengumpulan data dengan tes dan pengukuran. Data yang dikumpulkan yaitu kecepatan lari dengan lari 40 m, dan kemampuan lompat jauh gaya jongkok. Teknik analisis data yang digunakan adalah ANAVA 2 X 2 dan uji Newman Keuls. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh simpulan sebagai berikut: (1) Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara pembelajaran lompat jauh menggunakan alat bantu tali dan lingkaran sebagai rangsangan tiggi dan jarak bertahap terhadap hasil belajar lompat jauh gaya jongkok pada siswa putra kelas IV dan V SD Negeri 3 Sidorejo Bendosari Sukoharjo tahun pelajaran 2018/2019. (2) Ada perbedaan yang signifikan antara siswa kecepatan lari tinggi dan kecepatan lari rendah terhadap hasil belajar lompat jauh gaya jongkok pada siswa putra kelas IV dan V SD Negeri 3 Sidorejo Bendosari Sukoharjo tahun pelajaran 2018/2019. (3) Ada interaksi antara penggunaan alat bantu dan kecepatan terhadap hasil belajar lompat jauh gaya jongkok pada siswa putra kelas IV dan V SD Negeri 3 Sidorejo Bendosari Sukoharjo tahun pelajaran 2018/2019.Kata Kunci : alat bantu, kecepatan, lompat jauh
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MEMANFAATKAN LINGKUNGAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR MELALUI KEGIATAN BUZZ GROUP DISCUSSION Erna Kusrini
Jurnal Dikdas Bantara Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/dikdasbantara.v4i1.1237

Abstract

Dari hasil pantauan peneliti selaku Kepala Sekolah, selama ini para guru  di SD Negeri 2 Karangduren Kecamatan Pakisaji masih jarang memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Hasil kegiatan prasiklus menunjukkan bahwa semua guru belum memaksimalkan penggunaan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Tujuan penelitian ini untuk memberikan penjelasan tentang pelaksanaan kegiatan buzz group discussion dan meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar di SD Negeri 2 Karangduren Kecamaan Pakisaji. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) dan dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Subjek  penelitian ini  adalah seluruh guru kelas sejumlah 6 orang guru di SD Negeri 2 Karangduren Kecamatan Pakisaji. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan lembar observasi yang terdiri dari lembar observasi diskusi, penilaian skenario pembelajaran dan pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Hasil observasi  pada kegiatan diskusi terdapat peningkatan sebesar 65,17 menjadi 79,50 pada siklus I dan 88,50 pada siklus terakhir. Pada penilaian skenario pembelajaran terdapat peningkatan sebesar 62,50 menjadi 80,00 pada siklus I dan 88,33 pada siklus terakhir. Pada penilaian pelaksanaan pembelajaran peningkatan sebesar 60,50 menjadi 80,00 pada siklus I dan 87,22 pada siklus terakhir. Berdasarkan hasil observasi dapat ditarik kesimpulan bahwa pelaksanaan pembinaan dengan metode bimbingan diskusi kelompok kecil atau (buzz group discusion) terbukti mampu meningkatkan kemampuan guru-guru di SD Negeri 2 Karangduren dalam menggunakan dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar peserta didiknya.Kata Kunci: sumber belajar, buzz groud discussion
HUBUNGAN MOTIVASI BERPRESTASI DAN KONSEP DIRI TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SEKOLAH DASAR Silvester Silvester
Jurnal Dikdas Bantara Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/dikdasbantara.v4i2.1528

Abstract

Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) hubungan antara motivasi berprestasi dengan hasil belajar matematika, 2) hubungan antara konsep diri dengan hasil belajar matematika, 3) hubungan antara motivasi berprestasi dan konsep diri dengan hasil belajar matematika secara simultan. , 4) Sumbangan gabungan motivasi berprestasi dan konsep diri dengan hasil belajar matematika siswa kelas V SD Negeri 06 Semade. Jenis penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 06 Semade Kecamatan Banyuke Hulu Kabupaten Landak. Subjek dalam penelitian ini adalah 21 siswa kelas V. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi product moment untuk mengetahui hubungan antara motivasi berprestasi (X1) dan hasil belajar matematika (Y) serta hubungan konsep diri (X2) dengan hasil belajar matematika (Y), uji korelasi ganda (multiple Correlation) untuk menentukan hubungan. antara motivasi berprestasi dan konsep diri dengan hasil belajar matematika serta uji koefisien determinasi untuk mengetahui besarnya sumbangan motivasi berprestasi dan konsep diri terhadap hasil belajar matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara: 1) motivasi berprestasi dan hasil belajar matematika sebesar 0,757, 2) konsep diri dengan hasil belajar 0,627, 3) motivasi berprestasi dan konsep diri dengan hasil belajar 0,642 4) sumbangan gabungan motivasi berprestasi dan konsep diri dengan hasil belajar matematika 80%.

Page 5 of 21 | Total Record : 204