cover
Contact Name
Patria Asda
Contact Email
jurnalmikkiwh@gmail.com
Phone
+6281392306554
Journal Mail Official
jurnalmikkiwh@gmail.com
Editorial Address
STIKES Wira Husada Jalan Babarsari, Glendongan, Caturtunggal Depok Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan kesehatan Indonesia
ISSN : 19792298     EISSN : 26850990     DOI : https://doi.org/10.47317
Core Subject : Health,
MIKKI merupakan terbitan berkala ilmiah di bidang keperawatan dan kesehatan. Jurnal MIKKI pertama kali terbit pada tahun 2010 dalam bentuk media cetak. MIKKI merupakan wadah bagi peneliti ataupun praktisi untuk mempublikasikan hasil penelitian maupun literature review dalam bidang keperawatan dan kesehatan. lingkup bidang keperawatan : Keperawatan Dasar, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan medikal bedah, keperawatan komunitas keluarga, keperawatan gerontik, keperawatan gawat darurat dan kritis, keperawatan jiwa, manajemen keperawatan Lingkup bidang kesehatan : kesehatan Ibu dan Anak, kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, Administrasi kesehatan, Manajemen Rumah Sakit
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2020)" : 8 Documents clear
GAMBARAN KARAKTERISTIK PENDERITA TBC DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WONOSARI 1 GUNUNGKIDUL Muryani Muryani; Bambang Sumartono
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v9i1.262

Abstract

 Latar Belakang: Tuberkulosis adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis, umumnya menyerang paru-paru namun tidak menutup kemungkinan menyerang organ yang lainnya seperti tulang, ginjal, limpa dan otak (Widiyanto, 2009).Terdapat  beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya penyakit TB, antara lain kondisi sosial ekonomi, umur, jenis kelamin, status gizi dan kebiasaan merokok.Dari studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti diantara Puskesmas Womosari I dan Puskesmas wonosari II, yang memiliki penderita TB Paru terbanyak adalah Puskesmas Wonosari I Yaitu dengan jumlah 26 Penderita sedangkan Puskesmas Wonosari II berjumlah 21 Penderita. Dari hasil studi pendahuluan peneliti terkait dengan perilaku merokok di Wilayah Kerja Puskesmas Wonosari I Gunung Kidul dari dari 20 orang yang di temui ada 14 orang diantaranya yang merokok dan 6 orang yang tidak merokok.Tujuan Penelitian : Diketahuinya gambaran karakteristik penderita TBC di wilayah Puskesmas Wonosari 1 GunungKidul .Metode Penelitian:Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk membuat gambaran atau deskripsi untuk memecahkan atau menjawab permasalahan yang sedang dihadapi pada situasi sekarang4.Waktu penelitian dilakukan pada bulan Maret - September  2019. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh Penderita TBC diwilayah Puskesmas Wonosari 1 berjumlah 26 responden. Pengambilan sampel dengan menggunakan total Sampling . Hasil: Hasil penelitian dari 26  responden berdasarkan jenis kelamin  bahwaada17 Laki-laki (65%) dan 9 perempuan (35%), berdasarkan kelompok usia 11-20 tahun ada 3 (12%), usia 21 – 30 tahun ada 3 (12%), usia 31- 40 ada 5 (19%), usia 41 – 50 tahun ada 3 (12%), usia 51-60 tahun ada 6 (23%), usia diatas 61 tahun ada 6 (23%) , berdasarkan tingkat pendidikan: tidak lulus SD ada 4 (15%), Lulus SD ada 14 (54%), tamat SMP ada 2 (8%), Tamat SMA ada 5 (19%), Tamat D3,S1 ada 1 (4%), Berdasarkan Jenis pekerjaan : Tidak bekerja ada 5 (19%), Buruh ada 1(4%), Petani ada 17(65%), Pedagang ada 1(4%) . responden  berdasarkan kebiasaan merokok: tidak mempunyai kebiasaan merokok ada 12 (46%), perokok ringan ada 3 (12%), perokok sedang ada 8 (31%) , perokok berat ada 3 (12%) .Kesimpulan: Karakteristik Penderita TBC di Puskesmas Wonosari 1 sebagian besar Laki-laki (65%), kelompok usia terbanyak 51 -60 tahun (23%) dan diatas 61 tahun (23%), sebagian besar lulus SD (54%) , sebagian besar Petani(65%),dan tidak mempunyai kebiasaan merokok (46%)
PENGARUH PEMBERIAN PELATIHAN KESIAPSIAGAAN BENCANA ERUPSI GUNUNG MERAPI TERHADAP PENGETAHUAN SISWA DALAM MENGHADAPI BENCANA ERUPSI GUNUNG MERAPI PADA SISWA SMP N 2 SAWANGAN KABUPATEN MAGELANG Eko Prasetyo; Nuryeti Syarifah; Yuli Ernawati
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v9i1.261

Abstract

Latar Belakang: Bencana alam seperti letusan Gunung Merapi tiba-tiba, tidak dapat diprediksi, dan sulit ditentukan kapan terjadinya. Pelatihan kesiapsiagaan bencana dapat memahami secara ilmiah tentang letusan Gunung Merapi, yang meliputi penyediaan materi (konseling), praktik, dan simulasi. Kesiapsiagaan itu penting dan harus dibangun di sekolah yang diklasifikasikan sebagai daerah rawan bencana.Tujuan: Untuk menentukan Pengaruh Pemberian Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana Erupsi Gunung Merapi terhadap Pengetahuan Siswa Dalam Menghadapi Bencana Erupsi Gunung Merapi pada Siswa SMP N 2 Sawangan Kabupaten Magelang.Metode Penelitian: Metode penelitian ini menggunakan metode desain eksperimen Quasi dengan pretest-posttest dengan pendekatan desain kelompok kontrol. Populasi siswa kelas VIII di SMP Negeri Sawangan Magelang 2 adalah 124 orang. Pengambilan sampel dengan simple random sampling. 50 responden pada kelompok eksperimen dan 50 responden pada kelompok kontrol. Analisis data dilakukan dengan menggunakan rumus t-test sampel dependen.Hasil: Pengetahuan siswa kelas VIII sebagian besar cukup (98,0%) pada kelompok eksperimen dan 98,0% pada kelompok kontrol. Setelah pelatihan kesiapsiagaan bencana erupsi Gunung Merapi (78,0%) pengetahuan baik dan kelompok kontrol 88,0% memiliki pengetahuan yang cukup. Memperoleh nilai signifikansi p 0,000 (p <0,05).Kesimpulan: Ada pengaruh pelatihan kesiapsiagaan bencana erupsi Gunung Merapi terhadap pengetahuan siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Sawangan, Kabupaten Magelang.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN KEPALA KELUARGA TENTANG SEPULUH INDIKATOR PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT RUMAH TANGGA DI RT 08 KADIROJO 1 PURWOMARTANI KALASAN SLEMAN Antok Nurwidi Antara; Nur Hidayat; Susana Valensia Lobo
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v9i1.258

Abstract

Latar Belakang: Pengetahuan atau kognitif merupakan salah satu domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang (over behavior)2. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Rumah Tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat6. Dari data yang didapatkan dilihat dari capaian PHBS rumah tangga per-Puskesmas maka ada 5 Puskesmas yang capaian PHBS rumah tangganya turun pada tahun 2017 yakni Gamping 1, Mlati 1, Depok 2, Prambanan, dan Kalasan. Dari data yang didapatkan pada tahun 2018 dilihat dari capaian PHBS rumah tangga per-Kecamatan, didapatkan kecamatan Kalasan termasuk wilayah yang capaian PHBS rumah tangganya terendah kedua (36%).5 Dari hasil tersebut peneliti tertarik untuk  melakukan penelitian karena willayah tersebut termasuk wilayah yang capaian PHBS rumah tangganya terendah kedua setelah prambananTujuan Penelitian: Diketahuinya gambaran tingkat pengetahuan kepala keluarga tentang sepuluh indikator perilaku hidup bersih dan sehat rumah tangga di RT 08 Kadirojo 1 Purwomartani Kalasan Sleman. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk membuat gambaran atau deskripsi untuk memecahkan atau menjawab permasalahan yang sedang dihadapi pada situasi sekarang4. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Mei 2019 - Maret 2020. Sampel dalam penelitian ini adalah Kepala Keluarga di RT 08 Kadirojo 1 Purwomartani Kalasan Sleman berjumlah 67 responden. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik simple random sampling. Hasil: Hasil penelitian dari 67 responden mengenai tingkat pengetahuan kepala keluarga tentang 10 indikator PHBS rumah tangga bahwa ada 4 (6,0%) responden memiliki  tingkat pengetahuan kurang, 27 (40,3%) responden memiliki  tingkat pengetahuan cukup, dan 36 (53,7%) responden memiliki  tingkat pengetahuan baik Kesimpulan: Tingkat Pengetahuan Kepala Keluarga tentang Sepuluh Indikator PHBS Rumah Tangga di RT 08 Kadirojo 1 Purwomartani Kalasan Sleman terbanyak dengan kategori baik 36 (53,7%)
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DENGAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD WATES Rina Wijayanti Sagita; Ika Rusita; Yuni Veri Anto
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v9i1.257

Abstract

Abstrak:. Diabetes melitus adalah kondisi metabolik kronik yang ditandai dengan metabolisme glukosa, ketidaknormalan dalam metabolisme lemak, protein dan substansi lainnya (Perkeni, 2015).  Berdasar klasifikasinya, Diabetes terbagi 3 tipe yaitu tipe 1, tipe 2 dan tipe lainnya (Perkeni, 2015). Obesitas salah satu faktor yang berperan dalam peningkatan kejadian diabetes melitus tipe 2 (Sundralingam, 2016). Obesitas menyebabkan peningkatan resistensi insulin sehingga memicu kenaikan prevalensi diabetes melitus tipe 2 (Menggala, 2011). Tujuan penelitian: Mengetahui hubungan antara IMT dengan kadar glukosa darah pada pasien dengan diabetes melitus tipe 2 di RSUD Wates.Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional, menghitung nilai IMT dan hasil laboratorium kadar glukosa darah. Sampel dalam penelitian ini adalah semua pasien yang dirawat di bangsal Melati, Flamboyan Dahlia, Edelwis dan Gardenia dari bulan November 2019 sampai dengan Januari 2020.Hasil: Jenis Kelamin terbanyak pada pasien dengan diabetes melitus tipe 2 sebanyak 60 %. GDS terbanyak pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan nilai ≥ 200 sebesar 54 %. Lama pasien menderita diabetes melitus tipe 2  ≥ 5 tahun sebesar 76 %. IMT terbanyak pada nilai 18,5-22,9. Koefisien relasi IMT dengan glukosa darah pada pasien diabetes melibus tipe 2 sebesar p: 0, 734.Kesimpulan:  IMT pasien diabetes melitus tipe 2 dalam range normal. Nilai GDS pasien diabetes melitus tipe 2 paling banyak di rentang ≥ 200. Tidak ada hubungan antara IMT dengan glukosa darah.
PENGARUH SENAM ERGONOMIK TERHADAP PERUBAHAN KADAR ASAM URAT PADA LANSIA DI BPSTW BUDI LUHUR YOGYAKARTA Nur Hidayat; Cindy Cloudia
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v9i1.265

Abstract

Latar Belakang: Lanjut usia (Lansia) merupakan periode dimana organisme telah mencapai masa keemasan atau kejayaan dalam ukuran, fungsi, dan juga beberapa telah menunjukan kemundurannya sejalan dengan berjalannya waktu. Meningkatnya kadar asam urat pada lansia, akan menyebabkan penyakit komplikasi lainnya. Salah satu pencegahan yang dapat dilakukan yaitu dengan terapi farmakologi yaitu pemberian obat- obatan yang dapat mencegah asam urat dan tindakan non farmakologi  seperti senam ergonomik yang dilakukan untuk mengurangi asam urat. Senam ergonomik merupakan senam untuk mengembalikan atau membetulkan posisi dan kelenturan sistem syaraf dan aliran darah.Tujuan : ’Mengetahui pengaruh senam ergonomik terhadap perubahan kadar asam  urat  pada lansia di BPSTW Budi Luhur  YogyakartaMetode: Penelitian ini merupakan peneltian kuantitatif dengan rancangan pra eksperimental  design  dengan metode one - group pre - post test design. Rancangan yang digunakan untuk mengungkapkan hubungan sebab akibat hanya dengan cara melibatkan satu kelompok subjek. Kelompok subjek diobservasi  sebelum dilakukan intervensi sebanyak 6 kali pemberian senam ergonomik, kemudian diobservasi lagi setelah intervensi. Analisa data pada penelitian ini menggunakan uji Paired-T test.Hasil: Hasil penelitian menunjukan nilai analisa bivariat dengan rumus Paired-T test bahwa  senam ergonomik berpengaruh terhadap perubahan kadar asam urat pada lansia di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Budi Luhur Yogyakarta, dibuktikan nila p value 0.000< 0,05Kesimpulan: Ada pengaruh pengaruh senam ergonomik terhadap perubahan kadar asam urat pada lansia di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Budi Luhur Yogyakarta 
HUBUNGAN MOTIVASI KERJA PERAWAT DENGAN KINERJA PERAWAT DALAM PEMBERIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT Patria Asda; Novi Istanti; Jakson Muid
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v9i1.260

Abstract

Latar Belakang: Rumah sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan                              kesehatan secara paripurna. Rumah sakit condong catur merupakan rumah sakit tipe D di wilayah depok sleman. Di Rumah Sakit Condong Catur Yogyakarta ditemukan masalah berupa disiplin kerja yang kurang dan motivasi  kerja  perawat  menurun  disebabkan karena pekerjaan yang banyak seperti tanggung jawab terhadap banyaknya pasien.Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara motivasi kerja perawat dengan kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan di Rumah Sakit Condong Catur Yogyakarta.Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua perawat pelaksana yang berada           di Rumah Sakit Condong Catur Yogyakarta yang berjumlah 42 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil: Hasil penelitian menunjukan nilai analisis bivariate bahwa motivasi kerja mempunyai hubungan dengan kinerja perawat dalam melakukan asuhan keperawatan, dengan nilai significancy pada hasil menunjukan (p=0,000< 0,05).Kesimpulan: Ada hubungan antara motivasi kerja perawat dengan kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan di Rumah Sakit Condong Catur Yogyakarta.Latar Belakang: Rumah sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan          kesehatan secara paripurna. Rumah sakit condong catur merupakan rumah sakit tipe D di wilayah depok sleman. Di Rumah Sakit Condong Catur Yogyakarta ditemukan masalah berupa disiplin kerja yang kurang dan motivasi  kerja  perawat  menurun  disebabkan karena pekerjaan yang banyak seperti tanggung jawab terhadap banyaknya pasien.Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara motivasi kerja perawat dengan kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan di Rumah Sakit Condong Catur Yogyakarta.Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua perawat pelaksana yang berada di Rumah Sakit Condong Catur Yogyakarta yang berjumlah 42 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil: Hasil penelitian menunjukan nilai analisis bivariate bahwa motivasi kerja mempunyai hubungan dengan kinerja perawat dalam melakukan asuhan keperawatan, dengan nilai significancy pada hasil menunjukan (p=0,000< 0,05).Kesimpulan: Ada hubungan antara motivasi kerja perawat dengan kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan di Rumah Sakit Condong Catur Yogyakarta.
HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG EARLY WARNING SCORE DENGAN PENDOKUMENTASIAN EARLY WARNING SCORE DI RUANG RAWAT INAP DEWASA RUMAH SAKIT Dr. SOETARTO YOGYAKARTA Luluk Aswiati; Yuli Ernawati; Nuryeti Syarifah
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v9i1.259

Abstract

Latar Belakang: Tingkat pengetahuan perawat berperan penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan pasien. Artinya, perawat harus memastikan bahwa data yang dihasilkan harus dicatat dengan benar dan dikomunikasikan dengan petugas kesehatan lainnya, sehingga tidak terjadi asimetri informasi antara perawat dan petugas kesehatan lainnya.Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan perawat tentang EWS dengan Pendokumentasian EWS di Ruang Rawat Inap Dewasa Rumah Sakit Dr. Soetarto Yogyakarta.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah perawat Ruang Rawat Inap Dewasa Rumah Sakit Dr. Soetarto Yogyakarta yang berjumlah 29 orang. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling sebanyak 29 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Analisis data menggunakan uji spearmen rank.Hasil: 1) Sebagian besar perawat memiliki pengetahuan baik tentang EWS Hal ini dapat diketahui melalui persentase pengetahuan perawat tentang EWS kategori baik sebesar 66% (19 orang). 2) Sebagian besar perawat telah bekerja sesuai dengan pendokumentasian EWS. Hal ini dapat diketahui melalui persentase perawat yang memiliki pendokumentasian sesuai EWS sebesar 93% (27 orang). 3) Hasil pengujian menunjukkan bahwa pengetahuan perawat tentang EWS berhubungan positif dan signifikan dengan pendokumentasian EWS di ruang rawat inap dewasa Rumah Sakit Dr. Soetarto Yogyakarta.Kesimpulan: Pengetahuan perawat tentang EWS berhubungan positif dan signifikan dengan pendokumentasian EWS di ruang rawat inap dewasa Rumah Sakit Dr. Soetarto Yogyakarta.
KAJIAN LAYANAN KESEHATAN ANTENATAL CARE DAN STATUS GIZI PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS KABUPATEN KEPULAUAN ARU Efrosina Orno; Dhanang Puspita; Gelora Mangalik
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v9i1.228

Abstract

(IMT) Indeks Massa Tubuh menurut (WHO) World Health Organization adalah petunjuk massa tubuh sederhana dari berat dan tinggi badan. IMT biasanya digunakan untuk mengklarifikasikan status berat badan kurang, berlebihan dan obesitas pada orang dewasa. (IMT) Indeks Massa Tubuh sangat bermanfaat bagi ibu hamil agar dapat mengontrol berat badan secara rutin dan dapat mengetahui perubahan masa tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Layanan Kesehatan (ANC) Antenatal Care dan Status Gizi pada Ibu Hamil di Puskesmas Kabupaten Kepulauan Aru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Dari hasil penelitian diperoleh data tentang status gizi berdasarkan IMT sebelum kehamilan Ideal = 16 Kurang = 8 dan Lebih = 6. Status gizi ibu setelah hamil Normal (18) dan Tidak Normal(-) (12). Sebagian besar responden memiliki IMT normal yaitu 63,5%. Dari hasil penelitian diperoleh data yang ditunjukan pada tabel 3. Pada tabel tersebut, berisikan data tentang (K1) Kunjungan pertama sampai dengan (K4) Kunjungan keempat pada ibu hamil di Posyandu Puskesmas Dobo. Kesimpulan Kunjungan (ANC) Antenatal Care di Posyandu Puskesmas Dobo melakukan pemeriksaan (ANC) Antenatal Care secara rutin setiap bulan sesuai dengan jadwal pemeriksaan yang telah ditentukan. Status gizi ibu selama kehamilan sangat baik dan memiliki berat badan ideal sebesar 64%.

Page 1 of 1 | Total Record : 8