cover
Contact Name
Patria Asda
Contact Email
jurnalmikkiwh@gmail.com
Phone
+6281392306554
Journal Mail Official
jurnalmikkiwh@gmail.com
Editorial Address
STIKES Wira Husada Jalan Babarsari, Glendongan, Caturtunggal Depok Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan kesehatan Indonesia
ISSN : 19792298     EISSN : 26850990     DOI : https://doi.org/10.47317
Core Subject : Health,
MIKKI merupakan terbitan berkala ilmiah di bidang keperawatan dan kesehatan. Jurnal MIKKI pertama kali terbit pada tahun 2010 dalam bentuk media cetak. MIKKI merupakan wadah bagi peneliti ataupun praktisi untuk mempublikasikan hasil penelitian maupun literature review dalam bidang keperawatan dan kesehatan. lingkup bidang keperawatan : Keperawatan Dasar, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan medikal bedah, keperawatan komunitas keluarga, keperawatan gerontik, keperawatan gawat darurat dan kritis, keperawatan jiwa, manajemen keperawatan Lingkup bidang kesehatan : kesehatan Ibu dan Anak, kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, Administrasi kesehatan, Manajemen Rumah Sakit
Articles 147 Documents
Hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap perawat dalam pencegahan phlebitis di ruang rawat inap salah satu rumah sakit swasta di Yogyakarta Setiarti, Yudi; Wijaya, M.I Ekatrina; Aryu, Scholastica Fina
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v12i1.521

Abstract

Latar belakang: Kejadian phlebitis merupakan indikator mutu pelayanan dari suatu Rumah Sakit. Untuk itu perawat harus mengetahui tentang phlebitis dan bagaimana sikap yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya phlebitis.Tujuan: untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap perawat dalam pencegahan phlebitis di ruang rawat inap di salah satu Rumah Sakit Swasta Yogyakarta. Metode: Penelitian ini adalah kuantitatif korelasi, dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini semua perawat yang berdinas di ruang rawat inap salah satu Rumah Sakit Swasta Yogyakarta sejumlah 34 orang perawat, dengan teknik total sampling. Penelitian ini dengan uji Spearman.Hasil: dengan hasil p value 0,123> dari 0,05 menunjukkan bahwa tidak terdapat korelasi bermakna antara dua variabel yang diuji dan sejalan dengan nilai kekuatan korelasi (r) = 0, 270 pada kategori lemah dan arah korelasi positif (searah). Rekomendasi untuk Komite Mutu Keperawatan Rumah Sakit melakukan pelatihan secara berkala tentang ilmu terbaru dalam pencegahan phlebitis, membuat perencanaan untuk monitoring tanda plebitis pada pasien yang terpasang infus, untuk perawat, melakukan flushing dengan benar  pada saat pemasangan infus, dan untuk penelitian selanjutnya penelitian ini sebagai data awal, dengan mengembangkan responden lebih banyak dan tempat yang lebih luas
Hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu terhadap imunisasi OPV di Desa Sindumartani Kabupaten Sleman Hartono, Sudarto Edi
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v11i2.486

Abstract

Latar Belakang : Penyakit polio masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, mengingat masih adanya kasus dan wabah polio di beberapa daerah di Indonesia. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya wabah polio impor pada anak laki- laki berusia 20 bulan yang bermula ditemukan di Sukabumi. Cara pencegahan penyakit Polio yang harus dilakukan adalah Imunisasi Polio.Vaksin Polio yang digunakan ada 2 jenis : Oral Polio Vaccine (OPV ) dan Inactivated Polio Vaccine (IPV). Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan tahun 2011 cakupan imunisasi IPV1 98 %, sedangkan tahun 2012 cakupan imunisasi IPV1 99. Awal tahun 2013 cakupan sementara imunisasi IPV 1 selama 3 bulan pertama mengalami penurunan. Seharusnya cakupan IPV 1 selama 3 bulan pertama adalah 24 persen, tetapi cakupan IPV tidak mencapai yang diharapkan. Cakupan imunisasi IPV tahun 2013 yaitu IPV 1 sebesar 16.7 %. Tujuan Penelitian : mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap ibu terhadap status imunisasi IPV dan OPV di desa Sindumartani.Metode : Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah survey analitik dengan rancangan penelitian case control (retrospective) dengan perbandingan case: control adalah 1 banding 2. Populasi dan Sampel dalam penelitian ini seluruh ibu yang memiliki bayi usia 2 – 9 bulan yang mendapatkan imunisasi OPV dan IPV  pertama di wilayah desa Sindumartani, dengan teknik pengambilan sampel non probability menggunakan metode total sampling untuk kasus.Hasil Penelitian Hasil uji Chi-Square menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dengan imunisasi OPV (p=0,024) dan ada hubungan antara sikap  dengan imunisasi OPV (p=0,045)  .Kesimpulan : Ibu yang memiliki mempunyai bayi usia 2-9 bulan memiliki hubungan pengetahuan dengan imunisasi OPV dan  memiliki hubungan sikap dengan imunisasi OPVdi desa sindumartani
Literature review: Hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat stress pada keluarga dengan anggota keluarga yang menderita Skizofrenia di ruang rawat jalan rumah sakit Verdial, Mariazinha; Anisah, Nur; Hidayat, Nur
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v12i1.526

Abstract

Latar belakang: Gangguan jiwa adalah kondisi klinis yang mengganggu pemikiran seseorang, perasaan, suasana hati, kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain dan mampu untuk berfungsi sehari-hari. Gangguan jiwa juga mengakibatkan berkurangnya kemampuan untuk dapat mengatasi masalah kehidupan (NAMI, 2014).Tujuan: untuk mengetahui tingkat pengetahuan dengan tingkat stress pada keluarga dengan anggota keluarga yang menderita skizofrenia di rawat jalan Rumah Sakit berdasarkan Literature review .Metode: study kepustakaan atau literature review.Hasil: Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan,didapat dari 9 jurnal peneliti menunjukan bahwa terdapat pengaru tingkat penegetahuan, tahu memahami,aplikasi,sintesis,evaluasi terjadinya tingkat stress.Kesimpulan: Adanya hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat stress pada keluarga dengan anggota keluarga yang menderita skizofreniadi runag rawat jalan rumah sakit.    
Gambaran perilaku caring dengan Teori Swanson pada mahasiswa Prodi Keperawatan (D3) di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha (BPSTW) Yogyakarta Marsiyah, Maria Margareta
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v11i2.491

Abstract

Latar Belakang: Perilaku caring merupakan perilaku yang mendasar dan sangat penting dalam keperawatan. Perilaku caring merupakan suatu sikap, rasa peduli, hormat dan menghargai orang lain, artinya memberikan perhatian yang lebih kepada seseorang dan bagaimana seseorang itu bertindak. Mahasiswa dituntut untuk memiliki perilaku caring dalam berhubungan dengan pasien dan melaksanakan asuhan keperawatanTujuan Penelitian:Untuk mengetahui gambaran perilaku caring dengan teori Swanson pada mahasiswa prodi Keperawatan (D3) semester V saat melakukan praktik klinik keperawatan Gerontik di BPSTW YogyakartaManfaat Penelitian: Menambah informasi dan pengetahuan sehingga masyarakat mendapatkan kepuasan dalam menerima pelayanan yang diberikan oleh perawatMetodologi Penelitian: Desain dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester V prodi Keperawatan (D3) yang sedang praktik klinik Keperawatan Gerontik di BPSTW Yogyakarta. Sampel penelitian yang digunakan meliputi seluruh populasi yang ada.Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa gambaran penerapan perilaku caring dengan 5 komponen teori Swanson yang telah di terapkan Prodi Keperawatan (D3) semester V bernilai paling baik pada komponen mempertahankan keyakinan (maintaining belief). Uji normalitas bernilai 0,144 (p>0,05) dalam kategori normal.Kesimpulan: Mahasiswa tentu perlu mempertahankan perilaku caring mereka. Mahasiswa unggul dalam komponen mempertahankan keyakinan (maintaining belief) yaitu dengan menunjukkan perhatian kepada pasien (menanyakan keadaan/keluhan yang dirasakan saat menemui pasien). Institusi pendidikan tentu harus tetap mengembangkan pelaksanaan perilaku caring pada mahasiswa. Rumah sakit atau fasilitas kesehatan sebagai lahan praktek dituntut untuk memberikan contoh perilaku caring yang baik.
Hubungan strategi PIS-PK dengan kepatuhan berobat penderita TB Paru di wilayah Puskesmas Wonosari 1 Gunungkidul Irjayana, Muhammad Imron; Asda, Patria; Syarifah, Nur Yeti
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v12i1.522

Abstract

Latar Belakang : Tuberkulosis Paru adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis. Salah satu program puskesmas yang dilakukan pemerintah adalah melakukan strategi mendatangi langsung dari ke rumah untuk melakukan pendataan penyakit sekaligus pemeriksaan kesehatan atau disebut juga dengan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PISPK). Pendekatan keluarga adalah salah satu cara Puskesmas untuk meningkatkan jangkauan sasaran dan mendekatkan atau meningkatkan akses pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya dengan mendatangi keluarga (Kemenkes, 2016).Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan strategi PIS-PK dengan kepatuhan berobat penderita TB paru di wilayah puskesmas wonosari 1 Gunung kidul.Metode Penelitian : Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional yaitu rancangan penelitian yang pengukuran atau pengamatannya dilakukan secara simultan pada satu saat. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh penderita TB Paru di Puskesmas Wonosari 1 Gunung Kidul yang telah tercatat direkam medis pada tahun 2017 s/d 2018 sebanyak 26 Responden.Hasil : Berdasarkan hasil perhitungan chi square di peroleh (p-value = 0,016 < Level of Significant = 0,05) hal ini berarti terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan Stategi PIS-PK dengan Kepatuan berobat penderita TB paru.Kesimpulan : Strategi Pis-Pk berhubungan signifikan dengan Dengan Kepatuhan Berobat Penderita TB Paru. 
Spiritual care interventions in critical area: A literature review study Theresia, Siwi Ikaristi Maria
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v11i2.487

Abstract

Background: Spiritual care for patients in critical areas is urgently required due to anxiety and fear related to death. Most people think that physical intervention is more important for patient care. However, spiritual needs are considered beneficial to speed up the physical recovery process and reduce pain. Nurse intervention for the provision of spiritual need to be an important aspect and expected at any time since the care is inseparable in critical care setting. Objective: This literature review aims to identify various spiritual care interventions for patients in critical areas.Method: A literature review conducted to discover spiritual care interventions. Data were collected in September 2022 from PubMed and Google Scholar database. A total of 3 (three) relevant studies were included in this study.Result: The articles are qualitative and quantitative study which were conducted in 2021 and 2022. Sample in the studies ranged from 19 to 47 respondents, including nurses who work in critical settings, religious leaders and patient’s families. Various nurse-led intervention to fulfill patient’s spiritual needs are provision of belief, create calm atmosphere during prayer time, Facilitate placement of patients and their families’ trusted protection symbol, collaboration with religious leaders and use of virtual technology for communication purpose.Conclusion: Nurse did not neglect spiritual care for patients treated in critical areas. Consistent behavior to respect and support patient’s spiritual needs in accordance with the religion and beliefs of the patient demonstrated by the nurses.
Peningkatan pengetahuan kader tentang kegiatan Posyandu melalui pelatihan Sugiman, Sugiman; Marsiyah, Maria Margareta; Chasanah, Siti Uswatun
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v12i1.527

Abstract

Latar Belakang: Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pelatihan terhadap pengetahuan kader tentang kegiatan posyandu balitaMetodologi: Desain penelitian quasi experiment dengan rancangan pre test-post test design. Penelitian dilakukan di Posyandu Balita di Dusun Pelem Kidul, Baturetno, Bantul, menggunakan data primer berupa kuesioner pengetahuan posyandu terhadap kader. Data dianalisis secara univariat dan bivariatHasil: Data menunjukkan sebelum diberikan pelatihan tentang posyandu balita pada pengetahuan kader sebesar 13,4; kemudian setelah pelatihan pengetahuan menjadi 16,0. Uji hipotesis didapatkan nilai p-value = 0,004; artinya ada perbedaan pengetahuan antara pre test dengan post test setelah dilakukan kegiatan pelatihan.Kesimpulan: Pelatihan terbukti meningkatkan pengetahuan kader tentang kegiatan posyandu
Hubungan tingkat pengetahuan IPCLN (Infection Control Link Nurse) dengan pelaksanaan Bundle Cateter dalam pencegahan infeksi saluran kemih di RSUD Sleman Hidayat, Nur; Anida, Anida
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v11i2.492

Abstract

Latar Belakang : Infeksi terkait pelayanan kesehatan atau “HAIs”(Healthcare-Associated Infections) adalah infeksi yang terjadi pada pasien selama perawatan di rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya dimana ketika masuk tidak ada infeksi dan tidak dalam masa inkubasi, termasuk infeksi dalam rumah sakit tapi muncul setelah pasien pulang . Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah salah satu jenis HAIs yang terjadi karena pemasangan kateter urin (CDC,2015). Infeksi saluran kemih yang terjadi di rumah sakit, sekitar 75 - 80 % disebabkan karena pemasangan kateter urin (Nicole, 2014). Lima belas persen (15%) sampai 20% pasien yang dirawat di rumah sakit mendapatkan tindakan pemasangan kateter selama perawatan di rumah sakit (CDC, 2015). Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan IPCLN dengan pelaksanaan bundle catheter dalam pencegahan Infeksi Saluran Kemih di RSUD Sleman Metode : Penelitian ini dilakukan di RSUD Sleman dengan metode penelitian observasional menggunakan rancangan cross - sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan metodepurposive sampling. Tahap analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariate. Analisis univariat bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik responden, tingkat pengetahuan  Perawat, dan pelaksanaan bundle catether. Analisis bivariat bertujuan untuk menjelaskan hubungan antar dua variabel penelitian. Penelitian ini menggunakan uji Spearman Rank  untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan perawat IPCLN dan  pelaksanaan bundle catether. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisa bivariate dengan Spearman Rank bahwa  Tingkat penetahuan perawat IPCLN dan pelaksanaan bundle catether  didapatkan nilai p = 0.04. Kesimpulan : ada hubungan tingkat pengetahuan IPCLN dengan pelaksanaan bundle catheter dalam pencegahan infeksi saluran kemih di RSUD Sleman
Gambaran pengetahuan kepala keluarga penderita hipertensi tentang hipertensi di Desa Mulo Wilayah Kerja Puskesmas Wonosari 1 Gunungkidul Ruslau, Emiliana; Antara, Antok Nurwidi; Damayanti, Susi
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v12i1.523

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah arteri sistemik yang menetap dimana tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg. Hipertensi tertinggi di Desa Mulo berjumlah 51 orang,Studi pendahuluan diambil dengan menggunakan kuesioner yang berjumlah 25 pertanyaan didapati sebagian besar kepala keluarga belum memahami tentang hipertensi,Sehingga penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul gambaran pengetahuan kepala keluarga penderita hipertensi tentang hipertensi di Desa Mulo Wilayah Kerja Puskesmas Wonosari 1 Kabupaten Gunungkidul.Tujuan: Diketahui Gambaran Pengetahuan Kepala Keluarga Penderita Hipertensi Tentang Hipertensi di Desa Mulo Kabupaten Gunungkidul.Metode Penelitian: Rancangan penelitian ini adalah deskriptif dengan tujuan utama untuk membuat gambaran suatu objek. Penelitian ini di lakukan pada 11 Juli 2019 -24 Januari 2020.Sampel penelitian ini adalah kepala keluarga penderita hipertensi di Desa Mulo telah tercatat di Puskesmas Wonosari 1 Gunungkidul 2019 sebanyak 51 Responden,Alat penelitian memakai kuesioner.Hasil: Karakteristik responden terbanyak usia >60 tahun 22 orang (43%),Jenis kelamin laki-laki 29 orang (57%),Riwayat merokok ada 32 orang (62,74%),Pengetahuan tentang hipertensi terdiri dari sangat rendah 14 orang (27,5%),rendah 12 orang (23,5%),cukup tinggi 14 orang (27,5%). Kesimpulan: Responden terbanyak usia <60 tahun 22 orang (43%),jenis kelamin laki-laki 29 orang (57%) dengan riwayat merokok 32 orang (62,74%), pengetahuannya sangat rendah dan cukup tinggi 14 orang (27,5%).
Program KIA dalam upaya pengendalian angka kematian ibu dan bayi selama pandemi covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Berbah Sleman Subagiyono, Subagiyono; Febriani, Heni
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v11i2.488

Abstract

Latar Belakang : Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) masih terus menjadi sorotan. Angka kematian ibu dan anak sebagai indikator keberhasilan pencapaian KIA, dilaporkan sudah mengalami penurunan yakni 346 kematian (SP 2010) menjadi 305 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup (SUPAS 2015), Namun faktanya masih belum bisa mencapai target MDGs pada tahun 2015. Sedangkan kita dihadapkan pada target SDG’s yang lebih ambisius yakni mengurangi angka kematian ibu hingga di bawah 70 per 100.000 kelahiran hidup dan menurunkan angka kematian neonatal setidaknya hingga 12 per 1.000 KH dan Angka Kematian Balita 25 per 1.000 kelahiran hidup.Tujuan : memperoleh gambaran tentang pengelolaan KIA dalam upaya pengendalian Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi selama pandemic covid-19.Metode : Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat diskriptif. Penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran pengelolaan kesehatan KIA di Puskesmas Berbah dengan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Personal dan Community Approach dengan harapan menghasilkan uraian jawaban yang utuh dan bermakna.Hasil : Penyelenggaraan layanan KIA di Puskesmas Berbah dalam kurun waktu 3 tahun terakhir menunjukkan jumlah ketenagaan, pembiayaan, logistik dan alat keselamatan kerja cukup, rata-rata drop out KB sebesar 270 kasus (4,67%), rata-rata cakupan K1 mencapai 749 (100%) dan K4 mencapai 681 (99,92%), rata-rata kasus anemia pada ibu hamil sebanyak 405 kehamilan (26,82%), dan rata-rata kasus hipertensi pada kehamilan sebanyak 323 kehamilan (14,20%).Kesimpulan : Penyelenggaraan layanan KIA di Puskesmas Berbah selama pandemi covid-19 relatif terselenggara dengan baik