cover
Contact Name
Patria Asda
Contact Email
jurnalmikkiwh@gmail.com
Phone
+6281392306554
Journal Mail Official
jurnalmikkiwh@gmail.com
Editorial Address
STIKES Wira Husada Jalan Babarsari, Glendongan, Caturtunggal Depok Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan kesehatan Indonesia
ISSN : 19792298     EISSN : 26850990     DOI : https://doi.org/10.47317
Core Subject : Health,
MIKKI merupakan terbitan berkala ilmiah di bidang keperawatan dan kesehatan. Jurnal MIKKI pertama kali terbit pada tahun 2010 dalam bentuk media cetak. MIKKI merupakan wadah bagi peneliti ataupun praktisi untuk mempublikasikan hasil penelitian maupun literature review dalam bidang keperawatan dan kesehatan. lingkup bidang keperawatan : Keperawatan Dasar, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan medikal bedah, keperawatan komunitas keluarga, keperawatan gerontik, keperawatan gawat darurat dan kritis, keperawatan jiwa, manajemen keperawatan Lingkup bidang kesehatan : kesehatan Ibu dan Anak, kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, Administrasi kesehatan, Manajemen Rumah Sakit
Articles 147 Documents
Gambaran Pengetahuan Perawat Tentang Penerapan Patient Safety Di Rumah Sakit Rajawali Citra Syarifah, Nur Yeti; Asda, Patria; Girbes, Lidia Morfo
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia Vol 12, No 2 (2023): MIKKI volume 12 Nomor 2 tahun 2023
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v12i2.563

Abstract

Latar Belakang: Patient Safety merupakan sesuatu yang jauh lebih penting dari pada sekedar efisiensi pelayanan. Perilaku perawat dengan kemampuan perawat sangat berperan penting dalam pelaksanaan keselamatan pasien. Perilaku perawat yang tidak aman, lupa, kurangnya perhatian/motivasi, kecerobohan, tidak teliti dan kemampuan yang tidak memperdulikan dan menjaga keselamatan pasien berisiko untuk terjadinya kesalahan dan akan mengakibatkan cedera pada pasien, berupa Near Miss (Kejadian Nyaris Cedera/KTD) selanjutnya pengurangan kesalahan dapat dicapai dengan memodifikasi perilakuTujuan: Mengetahui Gambaran tentang pengetahuan perawat tentang penerapan patient safetyMetode Penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik yaitu suatu penelitian yang diarahkan untuk menjelaskan suatu keadaan dan mencoba menggali mengapa fenomena masalah kesehatan terjadi. Dengan pendekatan cross sectional yaitu penelitian untuk mempelajari kolerasi antara faktor-faktor resiko dengan cara pendekatan atau pengumpulan data sekaligus pada satu saat tertentu saja. Dimana dalam penelitian variable pengetahuan terhadap patient safety dilakukan dalam kurun waktu yang sama dengan Teknik pengambilan data total sampling yaitu 18 responden. Adapun Teknik pengumpulan data menggunakan data primer berupa hasil penyebaran lembar kuesioner untuk mendapatkan informasi tentang pengetahuan perawat terhadap penerapan patien safety.Hasil: Gambaran tingkat pengetahuan perawat tentang patient safety diruang Punokawan dan Pringgondani RSU Rajawali Citra dapat diketahui bahwa karakteristik berdasarkan tingkat pengetahuan dan komunikasi yang efektif didapatkan data paling banyak adalah kategori pengetahuan baik sebanyak 18 responden (100%),Kesimpulan: gambaran pengetahuan patient safety secara umum pada penelitian ini yaitu sebanyak 18 responden (100%) berada pada kategori tingkat pengetahuan baik ( 98,2%). 
Gambaran Tingkat Pengetahuan Perawat Dengan Penerapan Triase di IGD RSUD Sleman Syarifah, Nur Yeti; Muryani, Muryani; Sumiyati, Sumiyati
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia MIKKI VOLUME 13 NOMOR 1, APRIL 2024
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v13i1.614

Abstract

Latar belakang: Triase adalah suatu sistem seleksi dan pemilihan pasien untuk menentukan tingkat kegawatan dan prioritas penanganan pasien. Sistem triase merupakan salah satu penerapan sistem manajemen risiko di unit gawat darurat sehingga pasien yang datang mendapatkan penanganan dengan cepat dan tepat sesuai kebutuhan dengan menggunakan sumber daya yang tersedia. Penilaian triase merupakan pengkajian awal pasien unit gawat darurat yang dilakukan oleh  perawat.Tujuan penelitian : Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan perawat dengan penerapan triase di IGD RSUD Sleman.Metode : Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 17 responden, kemudian hasilnya diuji dengan chi-square dengan tingkat kemaknaan p= 0,05.Hasil : Hasil penelitian yang dilakukan di IGD RSUD Sleman bahwa dari 17 responden yang diteliti didapati lebih dominan responden tingkat pengetahuan responden yang cukup yaitu 13 responden (76,5 %) dan tingkat pengetahuan responden yang baik ada 4 responden (23,5%). Sedangkan penerapan triase yang tepat ada 9 responden dan 8 responden dengan penerapan triase tidak tepat.Kesimpulan : Penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan penerapan triase di RSUD Sleman dengan nilai kemaknaan p=value 0,031 ˂ p= 0,05. 
Pengaruh Psikoedukasi Terhadap Tingkat Stres Masyarakat Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19 Di Dusun Pecitran Desa Maron Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo Saputro, Pinastiko Gagas; Anisah, Nur; Istanti, Novi
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia Vol 12, No 2 (2023): MIKKI volume 12 Nomor 2 tahun 2023
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v12i2.564

Abstract

Latar Belakang: COVID-19 adalah penyakit menular disebabkan oleh coronavirus, SARS-CoV-2, yang menyerang pernapasan dengan gejala umum demam, kejang, batuk kering, kelelahan dan diare. Kesehatan psikologis merupakan salah satu aspek yang paling terabaikan dari adanya pandemi COVID-19. Psikoedukasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan sebagai usaha pencegahan munculnya gangguan psikologis atau meningkatkan pemahaman tentang psikologis pada suatu kelompok maupun individu.Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh terapi psikoedukasi terhadap tingkat stres masyarakat dalam menghadapi pandemi COVID-19.Metode penelitian: Metode penelitian ini adalah Quasy-Experimental menggunakan purposive random sampling dengan jumlah sample penelitian ini sebanyak 62 responden. Psikoedukasi diberikan dalam 1 pertemuan dengan 5 sesi. Tingkat stres diukur menggunakan kuesioner DASS 42 (spesifik poin stres). Data dianalisis menggunakan T-Test berpasangan dengan level signifikansi 0.05.Hasil: Hasil T-Test berpasangan menunjukan perbedaan yang signifikan terhadap tingkat stres antara pretest dan post test pada kelompok intervensi (p=0.000).Kesimpulan: Terdapat pengaruh psikoedukasi yang signifikan terhadap tingkat stres dalam menghadapi pandemi COVID-19. Psikoedukasi dapat digunakan sebagai suatu pilihan intervensi dalam upaya pelayanan kesehatan kaitanya dengan kesehatan psikologis, sehingga tingkat stres masyarakat maupun individu mengalami penurunan.
Hubungan Pengetahuan Kepala Keluarga Tentang Covid-19 Dengan Kecemasan di Padukuhan Pugeran, Maguwoharjo, Sleman Alexandria Ma, Maria Fransiska; Antara, Antok Nurwidi; Asda, *Patria
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia MIKKI VOLUME 13 NOMOR 1, APRIL 2024
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v13i1.615

Abstract

Latar belakang : COVID-19 ini di sebabkan oleh virus SARS-CoV-2 (Savere Acute Respiratory Syndrome CoronaVirus-2) menjadi peristiwa yang mengancam kesehatan masyarakat secara umum. Corona virus disease (COVID-19) adalah penyakit menular yang dapat ditularkan melalui kontak secara langsung dengan penderita yang ditularkan melalui air liur, droplet ataupun melalui udara yang buruk. Dalam pendemi COVID-19 akan menimbulkan kesehatan mental yang di perkirakan akan meningkat hari demi hari selama pendemi ini1. Menurut WHO, 2020 masalah kesehatan mental yang terjadi pada pandemi COVID-19 yaitu meningkatnya tingkat stres dan kecemasan.Tujuan   : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan kepala keluarga tentang covid 19 dengan kecemasan di Padukuhan Pugeran Kelurahan Maguwoharjo Kabupaten Sleman Yogyakarta.Metode  : Penelitin ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah kepala keluarga sebanyak 240 responden.Teknik sampling yang digunakan adalah Teknik proportionate stratified random sampling. Jumlah sampel dalam penelitian adalah 71 responden.  Analisa data yang digunakan adalah uji statistik spearman rank.Hasil :Hasil penelitian yang dilakukan pada 71 responden didapatkan hasil yang berpengetahuan baik sebanyak 39 responden (54,9%) dan yang berpengetahuan cukup sebanyak 20 responden (28,2 %), yang berpengetahuan kurang sebanyak  12 responden (16,9%). Sedangkan tingkat kecemasan dalam kategori normal sebanyak 47 responden (66,2%) dan yang tingkat kecemasan berat sebanyak 2 responden (2,8%). Berdasarkan hasil uji statistik spearman rank didapat hasil terdapat hubungan yang   signifikan   antara   tingkat   pengetahuan   kepala keluarga tentang COVID 19 dengan kecemasan di Padukuhan Pugeraan Kelurahan Maguwoharjo Kabupaten Sleman Yogyakarta dengan nilai Signifikansi p = 0,005<0,05.Kesimpulan : Kesimpulannya semakin baik tingkat pengetahuan responden dalam penelitian ini tetapi semakin menurun tingkat kecemasan seseorang
Pengetahuan Dan Sikap Perawat Terhadap Prosedur Menyuntik Yang Aman Pada Tehnik Injeksi Intravena Supargianto, Matius Benu; Rahayu, Margareta Hesti; Hastuti, Ag Sri Oktri
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia Vol 12, No 2 (2023): MIKKI volume 12 Nomor 2 tahun 2023
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v12i2.538

Abstract

 Abstract About 3 million of the 35 million health workers are exposed to pathogens through used needles each year. Incidents at a private hospital in Yogyakarta from 2016 to August 2021 were 5 or (27%) of all cases of used needle pricks. The aim of this research is to determine the relationship between the level of knowledge and attitudes of nurses with the implementation of compliance with safe injection procedures when administering intravenous injections. Correlation research design, using quantitative data with a cross-sectional descriptive approach, from measuring knowledge, attitudes and observations of intravenous injection procedures. The research population was all nurses in the Emergency and Outpatient Unit of Type D Hospital under the management of one of the foundations in Yogyakarta, totaling 38 people. The sampling technique is non-probability sampling, namely saturated sampling, where all members of the population are sampled. Data collection methods used are questionnaires and observation. Most of the nurses 55.3% had fairly good knowledge, almost half had good knowledge and 2.6% had poor knowledge. Most of 65.8% behaved well, almost half 31.6% behaved quite well and a small portion of 2.6% behaved not well. Most of the 63.2% are of good practice, almost half of 36.8% are of moderately good practice and none of them are of poor value. Spearman test results, there is a significant, positive and sufficient relationship between the level of nurse knowledge and compliance with safe injection procedures when administering intravenous injections, with a p value of 0.004 (< 0.05). There is a significant, positive and sufficient relationship between nurses' attitudes and compliance with safe injection procedures when administering intravenous injections, with a p value of 0.018 (< 0.05). Conclusion: the level of knowledge, and attitudes influence the implementation of safe injection procedures in intravenous injection. Suggestion: Hospitals provide opportunities for further study, training, monitoring and evaluation, providing facilities, increasing interest in learning, and awareness of nurses to comply with regulations. Keywords: knowledge, attitude, adherence to injection procedures 
Faktor risiko kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Imogiri I Bantul Yogyakarta Wulandari, Dewi Ariyani; Basuki, Prastiwi Putri; Sunaryo, Sunaryo
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2, Oktober 2024
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v13i2.690

Abstract

Salah satu Penyakit Tidak Menular (PTM) yang menjadi masalah kesehatan yang sangat serius saat ini adalah hipertensi yang disebut sebagai the silent killer. Hipertensi selalu masuk dalam 10 besar penyakit sekaligus 10 besar penyebab kematian di DIY selama beberapa tahun terakhir berdasarkan STP Puskesmas maupun STP RS. Berdasarkan hasil survey community di wilayah kerja Puskesmas Imogiri 1, ditemukan kasus hipertensi sebesar 21,5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Imogiri 1. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Imogiri 1, Bantul, Dareah Istimewa Yogyakarta. Sampel penelitian ini sebanyak 112 orang dan teknik pengambilan sampel dengan cara purpossive random sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisa data menggunakan aplikasi pengolah data dengan analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara usia (OR=7,77), status gizi (OR=4,985), dan riwayat hipertensi (OR=5,58) dengan kejadian hipertensi. Serta tidak ada hubungan antara perilaku merokok, konsumsi garam, aktivitas fisik, dan tingkat stress dengan kejadian hipertensi. Saran agar Puskesmas menambah program promotif seperti memberikan pendidikan kesehatan masyarakat dengan melakukan penyuluhan mengenai faktor risiko yang dapat meningkatkan kejadian hipetensi serta meningkatkan program preventif
Hubungan antara Body Image dengan Self esteem pada mahasiswa program studi keperawatan STIKES Wira Husada Yogyakarta Yobella, Gabriella; Anisah, Nur; Muryani, Muryani
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2, Oktober 2024
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v13i2.681

Abstract

Latar belakang: Self regard adalah penilaian dan penghakiman terhadap diri sendiri, bagaimana individu melihat dan menilai serta menghakimi dirinya secara keseluruhan. body picture atau pencitraan tubuh yang perfect merupakan salah satu hal yang penting dan sangat diperhatikan demi membentuk sebuah self regard. Tujuan penelitian: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara body picture dan self regard pada mahasiswa prodi keperawatan di Stikes Wirahusada Yogyakarta Metode penelitian: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu non-probability testing dengan metode add up to testing dengan jumlah sampel yaitu sebanyak 114 responden. Alat ukur menggunakan kuisioner self regard berjumlah 47 thing pertanyaan dan body picture sebanyak 62 thing pertanyaan Hasil: Hasil uji measurement yang telah dilakukan secara komputerisasi menggunkan sofware computer dengan uji measurement spearman rank dengan tingkat kemaknaan ɑ = 0,05, didapatkan nilai p-value 0,000, menunjukkan bahwa nilai signifikan .Kesimpulan: Ada hubungan antara body picture dengan self regard pada mahasiswa Program Studi Keperawatan Reguler Stikes Wirahusada Yogyakarta dengan nilai keeratan hubungan kuat 0,592 
Tingkat pengetahuan masyarakat tentang hipertensi dengan pencegahan komplikasi di desa Purwomartani Kalasan Yogyakarta Syarifah, Nur Yeti; Anida, Anida; Mema, Ruben Bali
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2, Oktober 2024
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v13i2.686

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan suatu keadaan dimana terjadinya peningkatan tekanan darah yang tidak normal dalam pembuluh darah arteri dan terjadi secara terus menerus. Banyak faktor resiko sebagai penyebab penyakit hipertensi. Adapun faktor resiko terjadinya hipertensi dapat dibedakan atas faktor resiko yang tidak dapat diubah (seperti atau genetik, jenis kelamin, dan umur) dan faktor resiko yang dapat diubah seperti kegemukan atau obesitas, kurang olahraga atau aktifitas fisik, merokok, stress, konsumsi alkohol konsumsi garam.Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui tingkat pengetahuan penderita hipertensi dengan upaya pencegahan komplikasi, di Desa Purwomartani Dusun Kadirojo 1, Kalasan, Sleman, Yogyakarta.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel dengan Propotional Random Sampling sebanyak 51 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan hipertensi dengan upaya pencegahan komplikasi. Setelah itu data di analisa menggunakan uji spearman rank.Hasil: Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan penderita hipertensi dengan upaya pencegahan komplikasi di Desa Purwomartani Dusun Kadirojo 1 Kalasan Sleman Yogyakarta.Kesimpulan: Ada Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Penderita Hipertensi Dengan Upaya Pencegahan Komplikasi Di Desa Purwomartani Dusun Kadirojo 1 Kalasan SlemanYogyakarta
Analisis kualitas hidup penderita diabetes mellitus di desa Wukirsari Imogiri Bantul Yogyakarta Subagyono, Subagyono; Chasanah, Siti Uswatun; Sunaryo, Sunaryo
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2, Oktober 2024
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v13i2.693

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yan dikarenankan  meninkatnya kadar gula darah akibat kerja insulin yan tidak normal. Diabaetes melitus ada dua jenis yaitu akut dan kronik. Peningkatan kasus tersebut terus terjadi setiap tahunnya dimana wilayah Asia Tenggara menduduki posisi ketiga di dunia. Di Indonesia kasus diabetes melitus ini juga sering terjadi, hal ini menyebabkan Indonesia menduduki peringkat ke 6 dari 10 negara besar dengan kasus diabetes melitus terbanyak di Asia. DI Yogyakarta termasuk dalam empat provinsi dengan angka kejadian diabetes melitus tertinggi di Indonesia pada tahun 2013 dan 2018, yaitu mencapai (3,1%). Jika pasien diabetes mellitus tidak mendapatkan penanganan yang tepat, maka hal ini dapat meningkatkan kemungkinan timbulnya komplikasi yang dapat berdampak pada peningkatan morbiditas, penurunan usia harapan hidup, serta memengaruhi kualitas hidup mereka. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan menganalisis faktor kualitas hidup penderita diabetes melitus di Desa Wukirsari, Imogiri, Bantul. Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, pengambilan sampel dengan purposive sampling. Analisis data dengan distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini menunjukkan karakteristik responden berusia 54-64 tahun, dengan mayoritas laki-laki, bekerja sebagai buruh batik, tidak memiliki komplikasi dengan aktivitas sedang, dan mempunyai kualitas hidup yang baik
Hubungan tingkat pengetahuan ibu dan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting di wilayah puskesmas Kalasan Sleman Yogyakarta Sekarwati, Novita; Khristiani, Eva Runi; Sumekar, Ariana
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2, Oktober 2024
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v13i2.682

Abstract

Status gizi merupakan salah satu indikator kesehatan yang penting karena anak kecil merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap permasalahan gizi khususnya stunting. Keterbelakangan pertumbuhan menyebabkan anak-anak di bawah usia lima tahun mengalami kekurangan gizi  kronis dan kekurangan gizi sesuai usia mereka. Risiko jangka pendek akibat malnutrisi mencakup peningkatan morbiditas dan mortalitas, gangguan perkembangan, dan peningkatan beban perawatan dan pengobatan. Risiko jangka panjang dapat mengakibatkan terganggunya kesehatan reproduksi, berkurangnya konsentrasi belajar, dan berkurangnya produktivitas kerja. Untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal sesuai dengan kecenderungan genetik, salah satu permasalahan gizi yang berdampak negatif terhadap kualitas hidup anak adalah stunting. Masalah gizi pada anak  dibawah 5 tahun yang  tinggi badannya tidak sesuai dengan usianya. Kondisi ini menandakan anak mengalami gangguan tumbuh kembang akibat  kekurangan gizi yang tidak terpenuhi dalam jangka waktu lama. Berdasarkan data Survei Status Gizi (PSG) selama tiga tahun terakhir, stunting memiliki prevalensi tertinggi dibandingkan  masalah gizi lainnya seperti gizi buruk, wasting, dan obesitas. Prevalensi pada anak kecil meningkat sejak tahun 2016, mencapai 29,6% pada tahun 2017 dari 27,5%. Indonesia menempati urutan ke 17 dari 117 negara dengan prevalensi 30,8%. Metodologi penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Untuk populasi sebanyak 53 orang, metode pengambilan sampel menggunakan total sampel (ibu yang memiliki bayi stunting). Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kejadian stunting dengan p-value 0,000. Terdapat hubungan antara kesehatan lingkungan dengan kejadian stunting dengan nilai p value sebesar 0,038