cover
Contact Name
Zul Anwar
Contact Email
zulanwar17@gmail.com
Phone
+62817259116
Journal Mail Official
mandalikaindo@gmail.com
Editorial Address
Jalan Candi Pawon No. 7, Getap Barata, Kel. Cakranegara Selatan Baru, Kec. Cakranegara, Kota Mataram, NTB. 83238 Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Cahaya Mandalika
ISSN : -     EISSN : 27214796     DOI : https://doi.org/10.36312/jcm
This journal is a means of scientific publication to develop knowledge and information. This journal specifically contains the results of research carried out in all scientific fields. Apart from publishing research results, this journal also accepts manuscripts from literature reviews and other reports for publication
Articles 204 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 3 (2022)" : 204 Documents clear
Implementation of Environmentally Friendly Policie at Indonesian Crossing Ports: A Literature Study Setiawan, A A; Suharto, D G
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v3i3.3033

Abstract

This research describes sustainable environmentally friendly policies of all operations that are able to adapt to world changes. This paper aims to analyze stakeholder policies in realizing an environmentally friendly port from all operations, both on crossing ships, ports, and from a management perspective. The research method is qualitative with literature review and systematic literature review, the data used is secondary data. The data search was carried out based on national journals and international journals. The results is the study show that stakeholders through the ministry of transportation have taken a number of steps to create a better environment.
HUBUNGAN STATUS PEMBERLAKUAN KONSEKUENSI DENGAN CAPAIAN INDIKATOR KAPITASI BERBASIS KINERJA PADA PUSKESMAS DALAM PROGRAM JAMINAN KESEHATAN Anindita, Rahma; Nadjib, Mardiati
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) merupakan pengembangan dari sistem pembayaran kapitasi berdasarkan capaian penilaian kinerja FKTP yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan di FKTP. FKTP dengan capaian indikator kinerja sesuai target akan mendapatkan pembayaran kapitasi maksimal, sedangkan FKTP yang tidak mencapai target akan berdampak pada konsekuensi pembayaran kapitasi. Hasil evaluasi FKTP yang melaksanakan KBK, terjadi peningkatan capaian kinerja setiap tahunnya, namun serta hanya 15% FKTP yang dapat mencapai kinerja sesuai target. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan analisis apakah pemberlakuan konsekuensi melalui KBK berdampak pada capaian indikator kinerja di FKTP. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah pemberlakuan konsekuensi berdampak pada capaian kinerja Puskesmas, serta memberikan masukan untuk perbaikan kebijakan pelaksanaan KBK di FKTP. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 1.111 FKTP sesuai dengan kriteria inklusi yang melaksanakan KBK baik dengan konsekuensi dan tanpa konsekuensi menggunakan random sampling. Analisis data akan dilakuan secara univariat dan bivariat untuk membandingkan capaian indikator KBK pada Puskesmas berdasarkan jenis pemberlakuan konsekuensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai capaian indikator Angka Kontak, Rasio Rujukan Non Spesialitik dan Rasio Peserta Prolanis Terkendali pada Puskesmas yang diberlakukan KBK dengan konsekuensi dengan yang tidak diberlakukan konsekuensi, yang dilihat dari nilai p-value < 0,05. Nilai capaian indikator Angka Kontak, Rasio Rujukan Non Spesialistik dan Rasio Peserta Prolanis Terkendali Puskesmas yang diberlakukan konsekuensi lebih baik dibandingkan dengan yang tidak diberlakukan konsekuensi.
Manajemen Sumber Daya Lingkungan Sekolah dalam Meningkatkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Peserta Didik Rogo, Inviolata; Yani T, Ahmad
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran berdasarkan temuan empirik dalam manajemen sumber daya lingkungan sekolah, khususnya dalam meningkatkan PHBS peserta didik. Penelitian ini menggunakan studi kasus dimana proses pencarian informasi melalui fenomena yang terjadi. Penelitian ini juga menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara serta studi dokumentasi. Adapun hasi yang didapatkan bahwa perencanaan sumber daya lingkungan tercermin dalam visi dan misi sekolah, pengorganisasian tergambarkan dalam struktur organisasi sekolah, pelaksanaan manajemen sumber daya lingkungan diantaranya dalam penerapan visi, misi dan tujuan sekolah dilaksanakan oleh bidang pengembang beserta warga sekolah, pengembangan sumber daya melalui keikutsertaan kegiatan pelatihan dan program yang berhubungan dengan kebersihan serta evaluasi dan tindak lanjut yang dilakukan dengan supervisi langsung dari kepala sekolah berupa sidak terhadap tenaga pendidikan sekolah dilaksanakan secara kondisional dan pemeliharaan lingkungan warga sekolah. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa manajemen sumber daya lingkungan sekolah sudah dilaksanakan sesuai dengan fungsinya, namun perlu dibuatkan program kegiatan pengelolaan sumber daya lingkungan yang berkaitan dengan PHBS yang terencana sehingga tercipata lingkungan sekolah yang mendukung kenyamanan dan kesehatan peserta didik.
NARRATIVE REVIEW: TREN PEMAKAIAN OBAT DAN PERBEKALAN KESEHATAN HAJI PERIODE HAJI 2017-2019 Hartanti, Aryani Dwi; Sjaaf, Amal Chalik
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan Ketetapan Menteri Agama (KMA) nomor 75 tahun 2017, sebanyak 221.000 jema’ah ditetapkan untuk diberangkatkan. Pada tahun 2018 berdasarkan KMA nomor 109 tahun 2018 terdapat 221.000 jema’ah haji yang diberangkatkan oleh Kementerian Agama. Pada pada tahun 2019 terdapat penambahan kuota jema’ah haji sebanyak 10.000 jema’ah melalui KMA nomor 176 tahun 2019 tentang Penetapan Kuota Haji Tambahan, sehingga jumlah jema’ah haji menjadi 231.000 jema’ah. Kementerian Kesehatan melalui Permenkes No 15 tahun 2016 tentang Istithaah Kesehatan Jema’ah haji menjalankan rangkaian kegiatan yang menjamin kesehatan jema’ah haji. Salah satu hal yang perlu dipersiapkan yakni perbekalan obat pada masa haji. Pada masa Pra Armuzna (masa sebelum prosesi haji), Armuzna (prosesi haji di arafah, muzdalifah, dan mina) dan pasca Armuzna (masa setelah prosesi haji). Penelitian ini dibuat dengan menggunakan metode tinjauan literatur dimulai dengan mengumpulkan beberapa laporan Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan terkait laporan dan pemakaian obat pada ibadah haji periode 2017-2019 yang bertujuan untuk melihat tren pemakaian obat yang dikaitkan dengan tren diagnosis penyakit yang dialami jema’ah haji. Pada masa Armuzna 2017 jenis obat yang paling banyak digunakan adalah golongan obat antipiretik seperti Paracetamol 500 mg atau sejenisnya dengan jumlah pemakaian 512.448 tablet. Pada masa Armuzna 2018, Bromhexine HCL 8 mg menjadi obat paling banyak digunakan sebanyak 17.248 tablet. Sedangkan pada 2019 N-Acetyl sistein 200 mg menjadi obat yang paling banyak digunakan dengan 9.890 tablet. Ketersediaan perbekalan obat pasca Armuzna juga menjadi hal yang penting, sebab pada masa tersebut adalah masa dimana kondisi jema’ah haji menurun setelah melakukan proses ibadah haji yang panjang dan menguras energi. Hal ini bisa menjadi catatan dan evaluasi tim kesehatan haji Kementerian Kesehatan untuk mempelajari pola penyakit dan penggunaan obat yang dikonsumsi jema’ah haji selama periode 2017-2019
PENYULUHAN BAHAN BAKU TANAMAN LOKAL DALAM PENANGGULANGAN STUNTING DI DESA NTONGGU KECAMATAN PALIBELO KABUPATEN BIMA Purnama, Agus Widya; Marsinah, Marsinah
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mewujudkan penurunan stunting di NTB pemerintah perlu melakukan kerjasama dengan banyak lembaga untuk menjangkau daerah-daerah yang jauh dari pusat kota. Dalam Penanggulangan Stunting di desa ntonggu kecamatan palibelo kabupaten bima dengan menfaatkan hasil pangan lokal dan mengolah bahan baku pangan local yang memiliki nilai gizi yang tinggi, pemanfaatan bahan baku panganan lokan gunana perwujutan penanggulangan stunting. Ketersedian bahan baku pangan lokal yang memungkinkan masyarakat dapat menuhi asupan gizi yang cukup. Program pengabdian masyarakat (PKM) ini berorientasi meningkatkan pemahaman masyarakan terkait penanggulangan stunting, sertan asupan gizi yang cukup. Selama tahap perencanaan program, kegiatan inti dilakukan kordibnasi tim pelaksana dangan para piahak terkait didesa lokasi program tersebut. Pada tahap pelaksanan dilakukan dengan penyuluhan tentang stunting dan gizi pada peserta sosialisasi yang hadir, penjelasan mengenai kandugan gizi yang dibutuhkan dijelaskan guna menambah pengetahuan dan meningkatkan kesadaran mengenai gizi. Penguatan intervensi dalam pencegahan stunting dapat dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan dan gizi.
Ocular Manifestations in HIV Patients at Balung Regional Hospital, Jember Mawardi, Reyhana Khansa; Wijayanti, Heni
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Human Immunodeficiency Virus (HIV) infection predisposes individuals to various ocular complications, ranging from benign conditions like dry eye syndrome to severe, vision-threatening diseases such as CMV retinitis and HIV-associated retinopathy. These manifestations are significant markers of disease progression and correlate with viral load. Early identification and management of ocular conditions are crucial for preserving vision and improving the quality of life in HIV-positive patients. Aim: This study aimed to determine the ocular manifestations of HIV patients. Methods: This study was an observational study with a cross-sectional design and random sampling, involving a total of 20 samples, conducted in January 2024 at Eye Clinic at Balung Regional Hospital, Jember. Data were collected through history taking and ocular examinations, which included the variables of gender, age, antiretroviral (ARV) management, viral load, visus, and ocular manifestation. Data analysis was performed with statistical software. Results: A total of 20 samples were involved in this study. There were 8 women (40%) and 12 men (60%) with an average age of 41.7 years. The maximum duration of ARV treatment is 1-5 years. The viral load test showed that there were 13 respondents (65%) with suppressed viral loads. There were 16 respondents (80%) with visual acuity ≥ 6/12. Fundus examination showed that 8 respondents (40%) experienced ocular manifestations and 12 respondents (60%) did not experience ocular manifestations. The most frequent ocular manifestation identified was posterior uveitis (3 respondents). Conclusion: The most common ocular manifestation in HIV patients at Eye Clinic at Balung Regional Hospital, Jember was uveitis posterior. Routine screening is needed for HIV patients to assess the condition of the patient's eyes.
PERBANDINGAN SISTEM HUKUM ADAT INDONESIA DENGAN SUKU ABORIGIN AUSTRALIA DALAM PERSPEKTIF PENGAKUAN HAK ULAYAT Sumpena, R. Mulyana Jaya
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara hierarki antara Negara Indonesia dan Negara Australia menerapkan Sistem hukum yang berbeda, Indonesia menerapkan Civil Law, meskipun saat ini Indonesia sudah tidak murni lagi menganut Civil Law, namun lebih kepada system campuran antara Civil Law System, Hukum Islam dan Hukum Adat, sedangkan Australia menerapkan Common Law System. Hukum Adat Aborigin memiliki hierarki kewenangannya sendiri yang berbeda dengan hierarki kewenangan common law Australia. Menjadi jelas bahwa untuk menanggapi kebutuhan masyarakat Aborigin, common law Australia harus menemukan cara untuk mempertimbangkan Hukum Adat Aborigin dan persyaratan otoritasnya. Adat adalah suatu konsep yang mencakup sistem nilai, norma, dan tradisi yang berkembang dalam suatu kelompok sosial atau masyarakat tertentu, merujuk pada adat istiadat, adat kebiasaan, atau tradisi-tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi. Hukum adat sendiri merupakan suatu hukum yang hidup karena dia menjelmakan perasaan hukum yang nyata dari rakyat sesuai dengan fitrahnya sendiri, hukum adat terus-menerus dalam keadaan tumbuh dan berkembang seperti kehidupan itu sendiri. Sistem-sistem hukum adat telah membentuk landasan hukum yang kaya dan beragam di berbagai masyarakat tradisional di seluruh dunia yang mencerminkan sejarah panjang perkembangan, nilai-nilai budaya, dan cara masyarakat mengatur diri mereka sendiri. Sistem-sistem hukum berperan dalam mengatur hubungan antar individu, mengelola sumber daya alam, serta menjaga keseimbangan sosial dalam masyarakat tradisional. Terbentuknya hukum adat dalam masyarakat tradisional dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang mencerminkan sejarah, budaya, dan lingkungan masyarakat tersebut. Faktor-faktor ini memiliki peran krusial dalam membentuk hukum adat dan sangat bervariasi tergantung pada konteks geografis serta budaya. Terhadap Tanah adat masyarakat adat baduy wajib mendapat pengaturan hukum dan Pengakuan atas Hak Ulayat secara sistematik guna melindungi keberadaan tanah adat masyarakat adat baduy dari dialih fungsikan atau bahkan diambil alih penguaasaannya oleh pihak lain. Pengaturan ini merupakan perwujudan penghormatan negara atas hak ulayat kepada masyarakat adat baduy. Hal tersebut dilatar belakangi oleh pengakuan negara terhadap keberadaan suatu masyarakat adat sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Permasalahan yang terdapat dalam pengaturan tersebut adalah bagaimana kedudukan hukum tanah ulayat masyarakat adat Baduy jika dihubungkan dengan keberadaan hak menguasai negara dalam mewujudkan keadilan sebagaimaan diatur dalam UUPA menggambarkan peraturan Perundang-undangan yang berlaku secara menyeluruh da sistematis.
INTEGRASI TEKNOLOGI DAN LITERASI DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA DI SEKOLAH Sugiarto, Sigit; Martono, Martono; Priyadi, Antonius Totok
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai pilar utama, pendidikan bertujuan membetuk generasi yang kompeten serta siap menghadapi tantangan zaman. Untuk itu diperlukan suatu keterampilan yaitu berbicara. Sejalan dengan perkembangan digital seperti saat ini, teknologi informasi dan komunikasi membawa perubahan besar bagi seluruh aspek, termasuk pendidikan. Untuk itulah, pengintegrasian teknologi dan literasi digital menjadi hal yang perlu untuk melatih siswa dalam kemampuan berbahasanya, khususnya berbicara. Tujuan penelitian sederhana ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana integrasi teknologi dan literasi digital sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa di sekolah. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi kualitatif. Sementara teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi literatur dari berbagai sumber baik buku, maupun jurnal hasil penelitian. Data yang diperoleh selanjutnya dikaji untuk ditarik simpulan. Berdasarkan data yang diperoleh, disimpulkan bahwa pengintegrasian teknologi dalam pendidikan memberikan pengaruh yang signifikan termasuk keterampilan berbicara siswa. Selain itu, baik guru maupun siswa memiliki persepsi yang baik terkait dengan integrasi teknologi dalam pendidikan. Sementara itu, strategi efektif integrasi teknologi dan literasi digital dalam pendidikan diantaranya melalui pelatihan dan pengembangan kompetensi, pembelajaran kolaboratif dan berbasis proyek, pemanfaatanan aplikasi dan platform pembelajaran, serta menggunakan pendekatan blended learning. Sementara itu, dari segi tantanan integrasi teknologi dan literasi digital dalam konteks pendidikan, diantaranya: kesenjangan digital, kesesuaian kurikulum, kurangnya keterampilan pendidik, dan pengelolaan dan keamanan data.
MANFAAT TEH OLOONG TERHADAP GAMBARAN URETER PADA PEMERIKSAAN MSCT STONOGRAFI PADA KASUS UROLITHIASIS DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT DR.HASAN SADIKIN BANDUNG Rahmat, Lili Julia; Damayanti, Oktarina; Aediana, Aediana; Nilasari, Vini
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The European Society of Urogenital Radiology mendefinisikan MSCT urografi atau ct stonografi sebagai pemeriksaan diagnostic yang dioptimalkan untuk pencitraan ginjal, ureter, dan kandung kemih dengan slice thickness tipis. MSCT stonografi sangat berperan penting dalam menegakkan diagnose batu saluran kencing tanpa menggunakan zat kontras positif akan tetapi untuk menegaskan gambaran ureter pada pemeriksaan ct stonografi pasien diharuskan minum air putih sebelum dilakukan scaning. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara singkat manfaat teh oolong sebagai pengganti air putih dalam mempertegas gambaran ureter berupa adanya dilatasi ureter maupun peningkatan Hounsfield unit (HU). Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat DR. Hasan Sadikin Bandung menggunakan modalitas MSCT Hitachi Scenaria 128 slice dengan slice thickness 5 mm , collimation 0,625 x 84 dan Pitch 1,0781. Jenis penelitian adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian merupakan crossectional study terhadap 30 sample pasien yang dilakukan pemeriksaan ct stonografi dengan kasus uretrolithiasis secara acak yang terbagi dua kelompok yaitu 15 sample menggunakan teh oloong dan 15 sample tanpa teh oloong Rekontruksi citra multi planar reformat dan curve planar reformat dilakukan menggunakan Terarecon iNtuition client ver. 4.4.12.100. Uji chi square dilakukan untuk mengetahui adanya hubungan pemberian teh oolong terhadap gambaran ureter yang terdiri dari variable terukur yaitu proksimal ureter (PU), medial ureter (MU) dan distal ureter (DU)
ANALISIS KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR KECAMATAN RUNGAN, KABUPATEN GUNUNG MAS, PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Estorina, Estorina
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era globalisasi menguatkan demokratisasi dan desentralisasi sehingga membawa peluang sekaligus tantangan tersendiri bagi pelayanan publik, khususnya pelayanan publik bagi masyarakat dengan kebutuhan khusus yang memfokuskan pada pelayanan yang diselenggarakan oleh Kecamatan. Kantor Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas mengharapkan para pegawainya dapat bekerja secara baik dan sesuai dengan fungsi dan tugasnya, sehingga kinerjanya dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif karena data yang diperoleh dalam penelitian ini merupakan dokumen dan pengamatan di Kantor Kecamatan Rungan, Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah. Dalam Penelitian ini total populasi berjumlah 20 orang. Teknik penarikan sampel adalah metode sensus yaitu pengambilan secara keseluruhan dari jumlah populasi yang ada. Kualitas pelayanan publik Kecamatan Rungan Tahun 2023 mengalami peningkatan. Hal ini dikarenakan tercapainya kegiatan yang mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik kecamatan Rungan, yaitu : koordinasi penyelenggara kegiatan pemerintahan di tingkat kecamatan, pelaksanaan urusan pemerintahan yang dilimpahkan kepada camat, pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga tingkat kecamatan dan kelurahan, penyelenggaraan urusan pemerintahan umum sesuai penugasan kepala daerah dan Fasilitasi, rekomendasi dan koordinasi pembinaan dan pengawasan pemerintahan desa.