cover
Contact Name
Arip Rahman Sudrajat
Contact Email
arip1849@gmail.com
Phone
+6285294266730
Journal Mail Official
jesa@stkip11april.ac.id
Editorial Address
STKIP Sebelas April Jl. Angkrek Situ No. 19, Sumedang Utara, Sumedang, Jawa Barat, Indonesia 45323
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
JESA
ISSN : 25488988     EISSN : 25488996     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal EDUKASI Sebelas April is a peer-reviewed journal published by the Unit Pelaksana Teknis Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Sebelas April for information and communication sources for academics (educators), education and learning observers and education practitioners, which is published twice a year in February and August. Articles published are the results of research, reflection, and actual critical studies relating to education and learning. All articles are reviewed by peers at least by two reviewers. The study in this journal covers broad educational dimensions, including: Development and implementation of the education curriculum. Learning and education services. Evaluation of education in general, including the process and results of education Policy, management and education funding. Quality, education certification and accreditation Utilization of information and communication technology in education Model and media in learning As well as other dimensions related to education.
Articles 96 Documents
PENERAPAN STRATEGI PICTURE WORD INDUCTIVE MODEL GUNA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DALAM MENYUSUN TEKS DESKRIPTIF BERBAHASA INGGRIS SISWA KELAS XI IIK-1 MAN 2 SUMEDANG Ela Nurmala
Jurnal Edukasi Sebelas April Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Edukasi STKIP Sebelas April
Publisher : STKIP Sebelas April Sumedang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil Uji Pengetahuan Kompetensi (UPK) khusus mengenai keterampilam menulis di kelas XI IIK-1 MAN 2 Sumedang, ternyata dari jumlah 34 siswa hanya 15 orang atau 42,86 % yang nilainya melebihi batas nilai KKM yang telah ditentukan yaitu 78. Hal ini menunjukkan bahwa prestasi belajar bahasa Inggris khususnya keterampilan menulis di kelas IIK-1 masih rendah. Fakta di atas menunjukkan Prestasi belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Inggris masih rendah sehingga salah satu jalan keluarnya adalah merubah model pembelajarannya dengan menerapkan model pembelajaran Strategi Picture Word Inductive Model pada mata pelajaran Bahasa Inggris. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran penerapan Strategi Picture Word Inductive Model dalam meningkatkan aktivitas belajar dan Kinerja Guru serta hasil belajar Bahasa Inggris Siswa Kelas XI IIK-1 MAN 2 Sumedang Semester Genap Tahun Pelajaran 2016/2017.Dari hasil penelitian yang telah dilakukan pada bulan Maret s.d Mei 2017 dengan 2 siklus terdapat temuan-temuan berikut: Adanya peningkatan nilai kinerja guru dari siklus 1 ke siklus 2 meningkat 10 point sedangkan dari siklus 2 ke siklus 3 meningkat 8 point. Selanjutnya dari segi kategori juga meningkat dari C pada siklus 1, B pada siklus 2 dan A pada siklus 3. Adanya peningkatan ini nilai aktivitas dari siklus 1 ke siklus 2 meningkat 9,99 point sedangkan dari siklus 2 ke siklus 3 meningkat 7,53 point. Selanjutnya dari segi kategori juga meningkat dari C pada siklus 1, B pada siklus 2 dan A pada siklus 384 menjadi 82,54 pada rata-rata prestasi belajar siklus 2. adanya peningkatan prestasi belajar dari siklus 1 ke siklus 2 meningkat 9,99 point sedangkan dari siklus 2 ke siklus 3 meningkat 7,53 point. Selanjutnya dari segi kategori juga meningkat dari C pada siklus 1, B pada siklus 2 dan A pada siklus 3. Berdasarkan temuan-temuan dalam penelitian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa: adanya peningkatan prestasi belajar dari siklus 1 ke siklus 2 meningkat 9,99 point sedangkan dari siklus 2 ke siklus 3 meningkat 7,53 point. Selanjutnya dari segi kategori juga meningkat dari C pada siklus 1, B pada siklus 2 dan A pada siklus 317”.
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INGGRIS DENGAN STRATEGI PEER LESSON PADA MATERI TEKS RECOUNT PERISTIWA BERSEJARAH SISWA KELAS X MAN 2 SUMEDANG Lalan Abdulatif
Jurnal Edukasi Sebelas April Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Edukasi STKIP Sebelas April
Publisher : STKIP Sebelas April Sumedang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk menyampaikan pokok-pokok materi Bahasa Inggris memerlukan cara dan strategi tersendiri agar dapat diterima oleh semua peserta didik dengan berbagai tingkat daya nalar masing-masing. Tetapi, menurut pengamatan peneliti banyak siswa yang kurang mampu dalam memahami isi Teks Recount tersebut sehingga bisa menyebabkan kesalahan persepsi tentang maksud isi teks bacaan yang sebenarnya dan pada akhirnya akan mengalami kesulitan menerapkannya dalam pergaulan sehari-hari. Kesalahan atau ketidak tepatan dalam menentukan strategi pembelajaran dalam menyampaikan isi Teks Recount sering menyulitkan siswa dalam memahaminya, bahkan bisa menimbulkan kesalahan persepsi yang pada akhirnya tujuan dari pembelajaran tersebut tidak tercapai. Oleh karenanya strategi pembelajaran dalam konteks kognitif atau aspek pemahaman sangat penting ditekankan untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut. Dari masalah tersebut di atas perlu suatu strategi/model pembelajaran agar siswa mendapatkan kemudahan dalam memahami materi isi Teks Recount, sebab pemahaman siswa terhadap materi pelajaran merupakan kunci sukses dalam menguasai pelajaran secara utuh dan baik. Strategi Peer Lessons (belajar dari teman) merupakan salah satu strategi yang dapat menjawab permasalahan tersebut di atas karena strategi Peer Lessons merupakan sebuah strategi alternatif dalam pembelajaran yang aktif, efektif dan menarik. Strategi Peer Lessons diharapkan dapat meningkatkan prestasi akademik, peningkatan kepercayaan diri dan motivasi belajar serta interaksi antar siswa.. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran penggunakan Strategi Peer Lesson dalam mewujudkan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan dan mengetahui gambaran penggunakan Strategi Peer Lesson dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap isi Teks Recount di kelas X MIA MAN 2 Sumedang Semester Genap Tahun Pelajaran 2015/2016; Dari hasil penelitian yang telah dilakukan pada Minggu ke-1 bulan Februari s.d Minggu ke-4 bulan Maret 2016 dengan 2 siklus terdapat temuan-temuan berikut: 1) kinerja guru meningkat sebesar 25 % dari siklus 1 (62,50%) ke siklus 2 (87,50%); 2) aktifitas kegiatan siswa meningkat 30,88% dari siklus 1 (54,41%) ke siklus 2 (85,29%); 3) rata-rata prestasi belajar dari Pra PTK ke Siklus 1 meningkat sebesar 4,74 sehingga rata-rata prestasi belajar pada Pra PTK 74,21 menjadi 78,95 pada siklus 1; dan 4) rata-rata prestasi belajar dari Sikulus 1 ke Siklus 2 meningkat sebesar 1,96 sehingga rata-rata prestasi belajar pada siklus 1 sebesar 78,95 menjadi 80,91 pada siklus 2. Berdasarkan temuan-temuan dalam penelitian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa: “Pembelajaran dengan menggunakan Strategi Peer Lesson dapat mewujudkan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan serta dapat meningkatkan prestasi siswa dalam mempelajari Bahasa Inggris di kelas X MIA MAN 2 Sumedang.
PENERAPAN METODE KWL (KNOW-WANT TO KNOW-LEARNED) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN Panji Maulana
Jurnal Edukasi Sebelas April Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Edukasi STKIP Sebelas April
Publisher : STKIP Sebelas April Sumedang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study deals with the application of KWL (Know-Want To Know-Learned) method to improve learning motivation and reading comprehension ability grade VB students of SD Negeri Cileles Jatinangor Sub-district, Sumedang. The general purpose of research is to describe the application of KWL method to improve learning motivation and reading comprehension ability. Specifically, the purpose of this study describes the planning, implementation and improvement of learning motivation and reading comprehension skills of children's stories on Indonesian subjects after applied KWL method. The research method used in this research is Classroom Action Research (PTK ) Kemmis and Mc model. Taggart which is implemented in three cycles. Data collection techniques used are documentation techniques, observation, interviews and tests. The result of research by applying KWL method in Indonesian Language subjects can increase students motivation and improve students reading comprehension, as evidenced by the students learning motivation in cycle I, the average indicator of students' learning motivation is only 63.8%. In cycle II, the mean of student learning motivation indicator is only 71,2%. In cycle III, the average indicator of student's learning motivation increased to 75.4%, and increased 4.2%. The average value and the percentage of learning completeness in cycle I average score reached 63.75 with the percentage of learning completeness 41.6%, in the second cycle the average score reached 69.7 with the percentage of learning completeness 66.6%, and in cycle III the average value reached 71.6 with 87.5% complete learning percentage. Based on the research, some recommendations that can be submitted include teacher must study KWL method first before implementing learning, teacher can apply KWL method for other subjects, principal must provide infrastructure which support learning activity applying KWL metede, and for further researcher if will apply the KWL method then it should examine or master the theories about the KWL method and may try to apply the KWL method to other subjects.
KONSEP PENDIDIKAN AGAMA BAGI ANAK USIA DINI Siti Noor Rochmah
Jurnal Edukasi Sebelas April Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Edukasi STKIP Sebelas April
Publisher : STKIP Sebelas April Sumedang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merupakan salah satu amanat negara kepada pemerintah untuk melaksanakan pendidikan agama kepada masyarakat sekolah pada jenjang manapun. Pendidikan agama dianggap sebagai upaya menginternalisasikan nilai-nilai ketuhanan kepada masyarakat, namun realitas moral dan sosial di masyarakat menampakkan permasalahan yang cukup meresahkan. Pendidikan agama harus mampu menjadi penawar dan upaya preventif dari semakin terkoyaknya jiwa religiusitas dan kemanusiaan, sehingga penting untuk dipikirkan bahwa pemahaman masyarakat harus direkonstruksi ulang. Harus dibedakan antara pendidikan dan pengajaran agama. Bila hanya terjadi pengajaran agama baik di sekolah maupun dirumah, maka proses yang terjadi sebenarnya hanya pengayaan kognitif tentang bagaimana melakukan ibadah, dan aspek lain yang bersifat pengetahuan saja, sementara aspek batiniah yang melibatkan rasa kemanusiaan yang terhubung dengan aspek Ilahiah tidak terimplementasikan dengan baik.
KESIAPAN GURU PADA PROSES BELAJAR MENGAJAR ANAK USIA DINI DENGAN BERBASIS TIK (TEKNOLOGI INFORMASI KOMPUTER) Wulanda Aditya Azis
Jurnal Edukasi Sebelas April Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Edukasi STKIP Sebelas April
Publisher : STKIP Sebelas April Sumedang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di jaman modern sekarang ini, seorang guru dituntut untuk mempunyai keterampilan yang memadai pada aspek teknologi untuk bisa sejalan dengan perkembangan jaman yang semakin pesat. Sebagai media belajar, komputer memiliki keunggulan dalam hal interaksi serta dalam proses belajar akan melahirkan suasana yang menyenangkan bagi anak. Gambar dan suara yang muncul juga membuat anak tidak cepat bosan sehingga dapat merangsang anak untuk menggali rasa ingin tahunya. Mengenalkan komputer pada anak, sangat tergantung pada kesiapan orangtua terutama guru dan lembaga sekolah dalam menyediakan perangkat komputer beserta rencana pembelajarannya. Untuk pembelajaran berbasis komputer, memerlukan keterampilan yang memadai pada diri seorang guru tentang bagaimana menggunakan perangkat tersebut. Penolakan untuk berubah, dari lembaga sekolah dan guru merupakan hal yang masih wajar mengingat kompetensi berbasis komputer masih rendah melek teknologi, dengan pentingnya peningkatan kompetensi TIK (Teknologi Informasi Komputer) bagi guru anak usia dini, menetapkan rancangan langkah-langkah kegiatan berbasis komputer, serta cara meminimalisir ketidaksiapan penguasaan TIK bagi guru anak usia dini, sehingga ketidaksiapan guru untuk memanfaatkan komputer dalam proses belajar mengajar anak usia dini dapat diminimalisir.
PENGGUNAAN MEDIA READING BOX UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN TEKS CERITA ANAK PADA MEMBACA INTENSIF (PENELITIAN TINDAKAN KELAS PADA SISWA KELAS III SDN DAYEUHLUHUR KECAMATAN GANEAS KABUPATEN SUMEDANG TAHUN PELAJARAN 2017/2018) Avini Martini
Jurnal Edukasi Sebelas April Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Edukasi STKIP Sebelas April
Publisher : STKIP Sebelas April Sumedang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya aktivitas dan kemampuan membaca siswa kelas III SDN Dayeuhluhur pada aspek membaca pemahaman teks cerita anak pada membaca intensif. Peneltian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan menggunakan media Reading Box. Pada siklus I hasil observasi aktivitas belajar siswa kurang memuaskan skor rata-rata dari setiap aspek dinilai hanya 3,37 dengan kategori cukup. Pada siklus II berhasil ditingkatkan dan mencapai target yang diharapkan peneliti dengan skor rata-rata 3,66 dengan kategori baik. Dengan demikian, aktivitas belajar siswa terhadap pembelajaran membaca pemahaman teks cerita anak pada membaca intensif dengan menggunakan media media reading box pada siklus II lebih baik jika dibandingkan dengan siklus I. Kemampuan membaca siswa pada kondisi awal yang masih kurang yakni baru 39% atau 9 siswa yang mencapai KKM. Pada perbaikan pembelajaran siklus I kemampuan membaca siswa berhasil ditingkatkan menjadi 61% atau 14 siswa. Rata-rata kemampuan membaca siswa pada siklus I sudah mencapai KKM yang ditetapkan yakni 65, hanya beberapa siswa yang masih belum tuntas. Selanjutnya, pada siklus II hasilnya lebih baik dari siklus I, yakni sebagian besar siswa yang berjumlah 20 siswa atau 87% dinyatakan tuntas karena hasilnya mencapai KKM dan hanya 3 siswa atau 13% yang tidak lulus atau belum mencapai KKM. Hal ini membuktikan bahwa media reading box dapat digunakan untuk meningkatkan aktivitas dan kemampuan membaca pemahaman teks cerita anak pada membaca intensif siswa kelas III SDN Dayeuhluhur tahun pelajaran 2017/2018.
PENGGUNAAN MEDIA MAKET BUBUR KERTAS UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PENGARUH KONDISI ALAM TERHADAP KEGIATAN EKONOMI (PENELITIAN TINDAKAN KELAS DI KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI NYALINDUNG II KECAMATAN CIMALAKA KAB. SUMEDANG Ria Kurniasari
Jurnal Edukasi Sebelas April Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Edukasi STKIP Sebelas April
Publisher : STKIP Sebelas April Sumedang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi oleh kekawatiran peneliti mengenai permasalahan yang dihadapi siswa di kelas IV SDN Nyalindung II Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang pada pembelajaran IPS materi pengaruh kondisi alam terhadap kegiatan ekonomi. Diketahui bahwa tingkat kemampuan siswa dalam menguasai materi masih tergolong rendah. Siswa kesulitan mengusai materi dan memfokuskan diri pada pembelajaran. Permasalahan tersebut muncul karena kurangnya perhatian guru dalam mengembangkan media yang menunjang pembelajaran siswa di kelas sehingga berdampak pada pembelajaran yang tidak menarik dan kurangnya motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan menggunakan media maket bubur kertas. Media pembelajaran ini juga diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Penilitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan desain Kemmis Dan Mc Taggart, yaitu model siklus yang dilakukan secara berulang-ulang dan berkelanjutan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi, lembar evaluasi, dan pedoman wawancara. Setelah menggunakan media maket pada materi pengaruh kondisi alam terhadap kegiatan ekonomi, kemampuan siswa mengalami peningkatan. Dengan demikian terbukti bahwa penggunaan media maket bubur kertas telah mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Nyalindung II Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang pada materi pengaruh kondisi alam terhadap kegiatan ekonomi.
PENERAPAN MODUL PEMBELAJARAN SOLIDWORKS GUNA PENINGKATAN KOMPETENSI MEMBUAT MODEL 3D (APPLICATION MODULE TO IMPROVE THE LEARNING COMPETENCE OF SOLIDWORKS 3D MODELS MAKE) Bambang Eko Saputro
Jurnal Edukasi Sebelas April Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Edukasi STKIP Sebelas April
Publisher : STKIP Sebelas April Sumedang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis desain modul pembelajaran SolidWorks berdasarkan penilaian ahli dan menganalisis dampak penerapan modul pembelajaran terhadap capaian kompetensi membuat model 3D berbasis CAD. Penelitian yang digunakan adalah true experimental design menggunakan desain randomized control group pretest-postest design. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan uji t. Berdasarkan hasil penilaian ahli, modul pembelajaran SolidWorks termasuk dalam kategori sangat layak. Berdasarkan hasil analisis deskriptif didapatkan bahwa nilai rata-rata kompetensi siswa menggunakan modul pembelajaran SolidWorks lebih tinggi daripada yang tidak menerapkan modul pembelajaran SolidWorks. Peningkatan kelas eksperimen dalam kategori sedang (46.6%) dibandingkan kelas kontrol dalam kategori rendah (32.8%). Hal ini diperkuat dari hasil uji t yang menunujukan adanya peningkatan hasil belajar yang signfikan pada siswa yang menggunakan modul pembelajaran SolidWorks.
ANALISIS ASPEK SOSIAL BUDAYA DALAM CERITA RAKYAT “ENYENG” DI DESA CIPANCAR SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DI SMA Arip Budiman
Jurnal Edukasi Sebelas April Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Edukasi STKIP Sebelas April
Publisher : STKIP Sebelas April Sumedang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin derasnya arus teknologi informasi yang membuat cerita rakyat menghadapi tantangan untuk tetap tumbuh dan berkembang di masyarakat. Kurang menariknya penyajian materi cerita rakyat di sekolah membuat cerita rakyat semakin terabaikan. Untuk mendongkrak hal tersebut maka perlu adanya analisis terhadap karya sastra, agar karya sastra tersebut dapat digunakan sebagai pemilihan bahan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat aspek sosial dan budaya. Aspek sosial yang paling banyak muncul dalam cerita rakyat “Enyeng” adalah karakteristik masyarakat pedesaan yang mencerminkan jika diberi janji akan selalu diingat dengan frekuensi 3 buah. Hal ini membuktikan bahwa warga desa Cipancar sangat memegang teguh janji dan amanah dari leluhurnya. Sedangkan nilai budaya yang paling banyak muncul dalam cerita rakyat “Enyeng” adalah sistem religi dengan frekuensi 3 buah. Ini membuktikan bahwa mayarakat desa Cipancar masih memegang teguh ajaran tentang apa yang harus dipercayai, diyakini dan diimani oleh setiap orang Islam. Tradisi lisan untuk mengganti nama hewan kucing/ucing dengan ènyèng/emèng/mèong merupakan hasil budaya dari generasi-kegenerasi, kemudian mereka memegang teguh pada keyakinannya yang dikukuhkan oleh legenda dan mitos dalam bentuk tradisi lisan. Walaupun mereka menerima budaya luar yang datang dan mereka mengikuti kemajuan/budaya modern, namun mereka tetap memegang teguh keyakinannya, dimanapun mereka berada atau sekalipun dalam perantauan.
MENDIDIK ANAK BELAJAR UNTUK HIDUP DAN HIDUP UNTUK BELAJAR Irma Yulisutiany
Jurnal Edukasi Sebelas April Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Edukasi STKIP Sebelas April
Publisher : STKIP Sebelas April Sumedang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan studi ini adalah untuk menghasilkan suatu model pembelajaran yang berorientasi pada mendidik anak belajar untuk hidup dan hidup untuk belajar. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah metode tindakan kelas, hal ini memungkinkan untuk mencoba beberapa model pembelajaran yang tepat dalam menyelesaikan masalah tersebut. Berdasarkan hasil studi maka didapatkan lima model pembelajaran yang tepat, yaitu membentuk kemandirian anak, membiasakan kreatif mencari solusi, Menetapkan Akhlak Mulia, Membentuk Pola Pikir Akademis, dan Mengupayakan Hidup Sehat serta membentuk karakter kedisiplinan sejak dini.

Page 3 of 10 | Total Record : 96